gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 148 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Rabu 29 Juli 2026

Khotbah RHK GMIM - Ibadah Keluarga - Rabu 29 Juli 2026 - Yang MerasaTidak Berdosa, Pertama Melemparkan Batu - Yohanes 8:7-8
1. Semua orang adalah orang berdosa, 2. Yesus datang bukan untuk menghukum, tetapi menyelamatkan, 3. Sebelum menghakimi orang lain, periksa hati sendiri

Yohanes 8:7-8
"Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit lalu berkata kepada mereka: 'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.' Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah." (Yohanes 8:7-8)

Penjelasan:

Shalom...

Selamat malam Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Puji syukur kita boleh berkumpul kembali dalam Ibadah Keluarga GMIM. Kiranya damai sejahtera Kristus memenuhi rumah tangga kita semua.

Malam ini kita akan belajar dari satu kalimat Yesus yang sangat singkat, tetapi sanggup membuat banyak orang langsung kehilangan keberanian.

Ilustrasi 

Ada seorang bapak yang sangat galak kepada anaknya.

Katanya,
"Kamu jangan pernah bohong!"

Anaknya menjawab,
"Iya, Pak."

Tidak lama kemudian telepon rumah berbunyi.

Bapak itu berkata pelan,
"Kalau yang telepon bilang Papa tidak ada."

Anaknya polos menjawab,
"Papa... tadi Papa bilang jangan bohong."

Bapak langsung tersenyum kecut.

Kadang kita memang cepat menjadi hakim, tetapi lambat menjadi contoh.

Kita mudah melihat debu di mata orang lain, tetapi lupa balok di mata sendiri.

Itulah yang terjadi dalam Yohanes pasal 8.


Latar Belakang Firman

Pagi itu Yesus sedang mengajar di Bait Allah.
Tiba-tiba datanglah ahli Taurat dan orang Farisi.
Mereka menyeret seorang perempuan yang tertangkap berzina.

Perhatikan...
Yang dibawa hanya perempuan.

Laki-lakinya ke mana?
Padahal menurut hukum Taurat, dosa itu dilakukan oleh dua orang.
Tetapi perempuan itu dijadikan alat untuk menjebak Yesus.

Mereka berkata,
"Guru, menurut hukum Musa perempuan ini harus dilempari batu. Bagaimana pendapat-Mu?"

Kalau Yesus berkata "Jangan dihukum", mereka akan menuduh Yesus melawan Taurat.
Kalau Yesus berkata "Lempari saja", mereka akan menuduh Yesus tidak penuh kasih.

Situasinya seperti jalan buntu.

Namun Yesus tidak panik.

Ia malah membungkuk dan menulis di tanah.

Lalu berkata,
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu."

Seketika suasana berubah.

Apa Arti Firman Ini?
1. Semua orang adalah orang berdosa

Tidak ada satu pun manusia yang sempurna.
Orang Farisi menganggap dirinya paling suci.

Namun satu kalimat Yesus langsung membongkar hati mereka.

Mereka sadar...
Mereka juga berdosa.

Kadang kita juga begitu.
Kalau tetangga berbuat salah...
Kita langsung menjadi "hakim Mahkamah Agung."

Kalau diri sendiri salah...

Kita berkata,
"Ya... namanya juga manusia."

Lucunya, dosa sendiri disebut "khilaf."
Dosa orang lain disebut "parah."

Padahal di hadapan Tuhan, semua membutuhkan kasih karunia.

2. Yesus datang bukan untuk menghukum, tetapi menyelamatkan

Perempuan itu sebenarnya sudah siap mati.
Tetapi Yesus memberi kesempatan hidup baru.
Kasih karunia lebih besar daripada masa lalu.

Yesus tidak berkata,
"Dosamu tidak apa-apa."

Tidak.

Yesus berkata,
"Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi."

Artinya...
Pengampunan selalu diikuti pertobatan.

3. Sebelum menghakimi orang lain, periksa hati sendiri

Ini pelajaran terbesar.

Batu memang mudah dilempar.
Tetapi kasih jauh lebih sulit diberikan.

Hari ini batu tidak selalu berupa batu.

Batu bisa berupa:
kata-kata pedas,
komentar media sosial,
gosip,
fitnah,
cibiran,
atau sikap merendahkan.

Kadang tanpa sadar kita "melempari" orang setiap hari.

Padahal Tuhan meminta kita lebih dahulu melihat hati sendiri.

Menghubungkan dengan Kehidupan Kita Saat Ini

Beberapa hari terakhir kita membaca berita yang menggembirakan di Sulawesi Utara.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey resmi dilantik sebagai Ketua Umum Panitia HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM 2026. Dalam berbagai kesempatan beliau mengajak seluruh panitia untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas.

Ajakan itu sangat sejalan dengan firman Tuhan malam ini.

Pelayanan yang berkualitas bukan hanya dinilai dari megahnya panggung, ramainya peserta, atau lancarnya acara.

Pelayanan yang berkualitas lahir dari hati yang rendah, saling menghargai, tidak mudah menghakimi, dan mau mengampuni.

Sebab bila setiap panitia sibuk mencari kesalahan orang lain, pelayanan akan dipenuhi "lempar batu." Tetapi bila setiap orang lebih dahulu memperbaiki dirinya, pelayanan akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Ada juga berita tentang Tim Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Utara yang berhasil memusnahkan sebuah mortir di Manado. Mortir itu tidak dibiarkan begitu saja karena bisa membahayakan banyak orang.

Demikian pula dalam kehidupan rohani. Hati yang dipenuhi kemarahan, dendam, iri hati, dan kebiasaan menghakimi orang lain ibarat "mortir" yang sewaktu-waktu dapat meledak dan melukai keluarga, jemaat, bahkan pelayanan. Firman Tuhan malam ini mengajak kita "menjinakkan" hati kita terlebih dahulu sebelum melukai orang lain.


Aplikasi Dalam Keluarga

Firman ini sangat praktis.

Di rumah...

Suami jangan hanya melihat kesalahan istri.

Istri jangan hanya mengingat kekurangan suami.

Orang tua jangan hanya memarahi anak.

Anak juga belajar menghormati orang tua.

Kalau setiap anggota keluarga sibuk melempar batu...

Rumah akan penuh luka.

Tetapi kalau setiap anggota keluarga belajar saling mengampuni...

Rumah akan menjadi kecil, tetapi terasa seperti surga.


Ilustrasi Penutup

Ada seorang pendeta bertanya kepada Sekolah Minggu,

"Siapa yang merasa tidak pernah berdosa?"

Semua anak diam.

Tiba-tiba satu anak mengangkat tangan.

Pendeta tersenyum.

"Wah hebat sekali. Mengapa kamu merasa tidak berdosa?"

Anak itu menjawab,

"Bukan saya, Om Pendeta... saya angkat tangan karena Mama selalu bilang Papa yang paling benar di rumah."


Saudara...

Kadang kita memang merasa paling benar.

Tetapi di hadapan Tuhan...

Semua membutuhkan kasih karunia.

Tidak ada yang layak melempar batu.

Semua layak datang kepada salib Kristus.

Kesimpulan

Mari kita mengingat tiga pelajaran malam ini.

Pertama, jangan merasa diri paling benar.

Kedua, syukurilah kasih karunia Yesus yang mengampuni.

Ketiga, gantilah batu penghakiman dengan tangan yang siap mengampuni dan menolong.

Karena gereja yang kuat bukanlah gereja yang dipenuhi orang-orang yang merasa paling suci, tetapi gereja yang dipenuhi orang-orang yang rendah hati, saling menopang, dan bersama-sama bertumbuh di dalam kasih Kristus.

Pertanyaan Refleksi Keluarga
Apakah saya masih mudah menghakimi orang lain?
Batu apa yang sering saya lemparkan kepada sesama: kata-kata, gosip, atau sikap?
Siapa yang perlu saya ampuni minggu ini?
Bagaimana keluarga kami dapat menjadi tempat yang penuh kasih, bukan tempat saling menyalahkan?
Doa Penutup

Bapa kami yang penuh kasih, kami mengaku bahwa sering kali kami lebih cepat melihat kesalahan orang lain daripada memeriksa hati kami sendiri. Ampunilah dosa-dosa kami dan ajarlah kami hidup dalam kerendahan hati.

Tolonglah setiap keluarga GMIM agar menjadi tempat bertumbuhnya kasih, pengampunan, dan damai sejahtera. Berkatilah seluruh pelayanan GMIM, termasuk Panitia HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM 2026, agar setiap tugas dilaksanakan dengan hati yang takut akan Tuhan, rendah hati, dan saling menopang. Lindungilah juga masyarakat Sulawesi Utara dari segala bahaya dan peliharalah daerah kami dalam keamanan serta damai.

Kami ingin menjadi murid-Mu yang tidak melempar batu kepada sesama, melainkan membawa kasih Kristus kepada dunia.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.








Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 2 Agustus 2026 - Tuhan Mengasihi Umat-Nya Dengan Kasih Yang Kekal - Yeremia 31:1-14

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Juli 2026 - PERGILAH DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI MULAI DARI SEKARANG - Yohanes 7:53-8:11




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(50)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,