gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 641 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 30 Agusus 2026

Khotbah GMIM Minggu, 30 Agusus 2026 - DIBAHARUI DALAM ROH DAN PIKIRANMU SERTA MENGENAKAN MANUSIA BARU - Efesus 4:17-32
1. MANUSIA BARU DIMULAI DARI PIKIRAN YANG BARU, 2. MENANGGALKAN MANUSIA LAMA, 3. MANUSIA BARU BUKAN CUMA GANTI BAJU, 4. MANUSIA BARU TERLIHAT DARI CARA KITA BERBICARA, 5. MARAH BOLEH, TETAPI JANGAN BIARKAN MARAH MENGUASAI KITA

Efesus 4:17-32
Manusia baru
4:17-32
17Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Penjelasan:

Shalom, jemaat Tuhan yang dikasihi Yesus Kristus!

Apa kabar semuanya?

Kalau saya tanya:
“Siapa yang mau diberkati Tuhan hari ini?”

Pasti banyak tangan terangkat.

Kalau saya tanya:
“Siapa yang mau menjadi manusia baru?”

Lebih banyak lagi.

Tapi kalau saya tanya:
“Siapa yang mau meninggalkan kebiasaan lama?”

Nah... mulai lihat kiri-kanan.

Ada yang tiba-tiba sibuk lihat warta jemaat.

Ada yang pura-pura cari ayat.

Ada yang bilang dalam hati:
“Pendeta, jangan terlalu spesifik jo...”

Jemaat, menjadi manusia baru itu memang enak dibicarakan, tetapi tidak selalu enak dijalani.

Kita senang mendengar:
“Tuhan memberkati saya.”

Tetapi Tuhan juga berkata:
“Sekarang ubahlah hidupmu.”

Kita senang kalau Tuhan mengubah keadaan.

Tetapi kadang-kadang kita lupa bahwa Tuhan juga mau mengubah kita.

Dan inilah yang menjadi pesan Firman Tuhan hari ini:
“Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru...”

Jadi, kekristenan bukan hanya soal datang ke gereja setiap Minggu.

Bukan hanya soal menyanyi dengan suara bagus.

Bukan hanya soal aktif dalam pelayanan.

Tetapi pertanyaannya:
Apakah setelah mengenal Kristus, kita benar-benar berubah?

1. MANUSIA BARU DIMULAI DARI PIKIRAN YANG BARU


Paulus berkata dalam Efesus 4:17 agar orang percaya jangan lagi hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. Ayat 23 kemudian mengatakan supaya kita dibaharui dalam roh dan pikiran.

Perhatikan:

Paulus tidak langsung berkata:
“Ganti pakaianmu.”

Dia berkata:
“Perbarui pikiranmu.”

Mengapa?

Karena apa yang kita pikirkan akan memengaruhi apa yang kita katakan.

Apa yang kita katakan memengaruhi apa yang kita lakukan.

Apa yang kita lakukan lama-lama menjadi kebiasaan.

Dan kebiasaan akhirnya membentuk karakter.

Jadi perubahan hidup dimulai dari dalam.

Contohnya sederhana.

Kalau pikiran kita selalu:
“Dia pasti tidak suka saya.”

Kita mulai curiga.

Kalau pikiran kita:
“Dia pasti sengaja melakukan itu.”

Kita mulai marah.

Kalau pikiran kita:
“Dia memang begitu orangnya.”

Kita mulai membenci.

Padahal belum tentu benar!

Jemaat, kadang-kadang masalah terbesar bukan kejadian yang terjadi.

Masalah terbesar adalah interpretasi kita terhadap kejadian itu.

Ada orang lihat tetangganya membeli mobil baru.

Dia berkata:
“Wah, diberkati Tuhan.”

Ada orang lain lihat hal yang sama lalu berkata:

“Hmm... dari mana uangnya?”

Itu mobil yang sama.

Yang berbeda adalah pikiran yang melihatnya.

Hahaha!

Karena itu Paulus berkata:
“Dibaharui dalam roh dan pikiranmu.”

Tuhan mau memperbaiki bukan hanya perilaku kita, tetapi juga cara kita melihat dunia.

2. MENANGGALKAN MANUSIA LAMA

Ayat 22 berkata bahwa kita harus menanggalkan manusia lama.

Bayangkan orang mau mandi.

Sudah mandi.

Sudah bersih.

Tetapi pakaian lama yang bau dipakai kembali.

Apa yang terjadi?

Badan sudah bersih, tetapi bau bajunya masih ikut.

Begitu juga kehidupan rohani.

Kita datang ke gereja.

Kita berdoa.

Kita menyanyi:
“Haleluya!”

Tetapi setelah pulang:
Marah lagi.

Fitnah lagi.

Dendam lagi.

Bohong lagi.

Menggosip lagi.

Kalau begitu, yang berubah hanya lokasi, bukan kehidupan.

Hahaha!

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

manusia lama harus ditanggalkan.

Apa saja manusia lama itu?

Efesus 4 menyebut beberapa hal:
dusta,
kemarahan yang tidak terkendali,
mencuri,
perkataan kotor,
kepahitan,
kegeraman,
pertikaian,
fitnah,
dan berbagai bentuk kejahatan.

Artinya, manusia baru bukan sekadar berkata:
“Saya percaya kepada Yesus.”

Tetapi kehidupan kita harus menunjukkan:
“Saya sudah belajar hidup seperti Yesus.”

3. MANUSIA BARU BUKAN CUMA GANTI BAJU

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

tema kita hari ini memakai kata:
“Mengenakan manusia baru.”

Ini menarik.

Karena manusia baru seperti pakaian yang kita kenakan.

Tetapi jangan salah mengerti.

Manusia baru bukan berarti:
ganti model rambut,
ganti pakaian,
ganti handphone,
ganti mobil,
atau ganti foto profil WhatsApp.

Hahaha!

Foto profil boleh baru.

HP boleh baru.

Tetapi kalau hati tetap lama...

itu belum pembaruan.

Ada orang HP-nya sudah iPhone terbaru, tetapi kalau marah di grup WA, bahasanya masih zaman batu.

Hahaha!

Teknologinya sudah 2026.

Tetapi emosinya masih 1926!

Karena itu pembaruan Kristen bukan terutama pembaruan penampilan.

Pembaharuan Kristen adalah pembaharuan karakter.

4. MANUSIA BARU TERLIHAT DARI CARA KITA BERBICARA

Ayat 25 berkata:
“Buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain.”

Kemudian ayat 29 berkata supaya jangan ada perkataan kotor keluar dari mulut kita, tetapi perkataan yang baik untuk membangun.

Ini sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang.

Dulu orang menyebarkan berita dari mulut ke mulut.

Sekarang cukup tekan:
FORWARD.

Selesai!

Satu berita masuk.

Belum dibaca.

Belum diperiksa.

Belum tahu benar atau salah.

Langsung:
Forward!

Hahaha!

Ada yang lebih cepat daripada internet:

jempol jemaat.

Kadang-kadang jempol lebih aktif daripada doa.

Bangun pagi belum berdoa:
cek WhatsApp.

Belum baca Alkitab:
cek Facebook.

Belum menyapa suami atau istri:
sudah komentar di grup.

Hahaha!

Karena itu pesan tentang pembaruan pikiran sangat penting.

Belum lama ini, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie ketika hadir dalam ibadah di GMIM Yarden Singkil mengingatkan tentang pentingnya kemerdekaan iman, kejernihan pikiran, persatuan, dan keamanan digital. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

Ini sangat sesuai dengan Efesus 4.

Manusia baru tidak sembarang bicara.
Manusia baru tidak sembarang menyebarkan berita.
Manusia baru tidak memakai media sosial untuk menghancurkan orang lain.

Manusia baru bertanya:
“Apakah perkataan saya membangun?”

Kalau tidak membangun, lebih baik diam.

Karena ada saatnya:
diam itu bukan kalah.

Diam itu bisa menjadi tanda bahwa kita sedang memakai otak sebelum memakai jempol.

5. MARAH BOLEH, TETAPI JANGAN BIARKAN MARAH MENGUASAI KITA

Ayat 26 berkata:
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa.”

Perhatikan.

Paulus tidak berkata:
“Jangan pernah marah.”

Karena marah itu manusiawi.

Suami bisa marah.

Istri bisa marah.

Orang tua bisa marah.

Anak bisa marah.

Pelayan Tuhan juga bisa marah.

Tetapi masalahnya bukan sekadar:
“Apakah saya marah?”

Pertanyaannya:
“Apa yang saya lakukan ketika saya marah?”

Ada orang kalau marah:
diam.

Ada yang marah:
teriak.

Ada yang marah:
blokir WhatsApp.

Ada yang marah:
keluar dari grup.

Ada yang marah:
status Facebook-nya mulai berbicara.

Hahaha!

Dan yang paling lucu:
katanya status itu umum...

Tetapi semua orang tahu siapa yang dimaksud.

“Ada orang yang kalau diberi kepercayaan malah lupa diri...”

Tidak sebut nama.

Tapi satu kampung tahu.

Hahaha!

Jemaat,

Paulus berkata:
“Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.”

Artinya, jangan pelihara kemarahan.

Jangan simpan dendam berhari-hari.

Jangan simpan sakit hati bertahun-tahun.

Karena hati yang penuh kepahitan tidak akan menjadi tempat yang nyaman bagi kasih Kristus.

6. JANGAN BERI KESEMPATAN KEPADA IBLIS

Masih dalam ayat 27:
“Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

Ini serius.

Iblis tidak selalu masuk melalui sesuatu yang besar.

Kadang-kadang dia masuk melalui:

dendam kecil.

Lewat:
salah paham kecil.

Lewat:
gosip kecil.

Lewat:
komentar kecil.

Lewat:
“Saya cuma bilang yang sebenarnya...”

Hahaha!

Kalimat “Saya cuma bilang...” kadang-kadang sudah menjadi pintu masuk pertengkaran satu RT.

Karena itu, jemaat Tuhan harus hati-hati.

Jangan pelihara sesuatu yang bisa dipakai untuk menghancurkan hubungan.

Kalau ada masalah:
bicara.

Kalau ada salah paham:
klarifikasi.

Kalau ada kesalahan:
ampuni.

Kalau ada konflik:
selesaikan.

Jangan tunggu sampai menjadi besar.

7. MANUSIA BARU BUKAN HANYA BERHENTI BERBUAT JAHAT, TETAPI MULAI BERBUAT BAIK


Ini penting.

Paulus tidak hanya berkata:

“Jangan mencuri.”

Dia berkata:
orang yang mencuri jangan mencuri lagi, tetapi hendaklah ia bekerja keras supaya dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan.

Jadi manusia baru bukan hanya:
berhenti melakukan yang salah.

Tetapi juga:
mulai melakukan yang benar.

Bukan:
“Dulu saya suka gosip, sekarang saya tidak gosip.”

Bagus.

Tetapi lebih baik:
“Sekarang saya memakai mulut saya untuk menguatkan orang.”

Bukan hanya:
“Dulu saya suka marah, sekarang saya tidak marah.”

Tetapi:
“Sekarang saya belajar mengendalikan diri.”

Bukan hanya:
“Dulu saya egois.”

Tetapi:
“Sekarang saya belajar berbagi.”

Inilah manusia baru.

8. GEREJA JUGA PERLU TERUS DIPERBARUI

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ada berita yang sangat relevan dengan tema kita.

Menjelang Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 GMIM, BPMS GMIM pada 24 Agustus 2026 telah mengirimkan konsep revisi Tata Gereja GMIM Tahun 2021 kepada jemaat-jemaat melalui Sistem Informasi Terpadu GMIM. SMSI direncanakan berlangsung 24-26 September 2026 di Wilayah Manado Barat Daya.

Ini menarik untuk kita renungkan.

Kalau Tata Gereja perlu dievaluasi dan diperbarui sesuai kebutuhan pelayanan, kehidupan kita sebagai orang percaya juga harus terus diperbarui.

Bukan berarti yang lama semuanya salah.

Bukan!

Tetapi gereja harus mampu membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan dasar iman.

Dan pribadi kita juga demikian.

Kita harus bertanya:
“Tuhan, apa yang perlu Engkau ubah dalam diri saya?”

Mungkin dulu kita mudah tersinggung.

Sekarang harus belajar mengampuni.

Dulu mudah curiga.

Sekarang belajar percaya.

Dulu suka membicarakan orang.

Sekarang belajar mendoakan orang.

Dulu kalau ada konflik langsung menjauh.

Sekarang belajar berdamai.

Dulu kalau berbeda pendapat langsung:

“Pokoknya saya yang benar!”

Sekarang belajar berkata:

“Mari kita cari kehendak Tuhan.”

Itulah pembaruan.

9. GEREJA YANG DIPERBARUI HARUS MELAHIRKAN JEMAAT YANG DIPERBARUI

Jangan sampai kita sibuk memperbaiki organisasi, tetapi lupa memperbaiki hati.
Jangan sampai kita sibuk membahas tata gereja, tetapi tata hidup kita berantakan.
Jangan sampai kita sibuk memperdebatkan pelayanan, tetapi hubungan kita dengan sesama rusak.

Jangan sampai kita berkata:
“Gereja harus berubah!”

Tetapi Tuhan berkata:
“Kamu dulu yang berubah.”

Hahaha!

Perubahan gereja memang penting.
Tata kelola penting.
Organisasi penting.
Pelayanan penting.

Tetapi semuanya harus berangkat dari manusia yang hatinya diperbarui Tuhan.

Karena gereja bukan hanya gedung.

Gereja adalah umat Tuhan.

Maka ketika umat Tuhan diperbarui,

gereja pun menjadi kuat.

10. KEMERDEKAAN SEJATI DIMULAI DARI HATI DAN PIKIRAN

Kita baru saja merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kita bersyukur atas kemerdekaan bangsa.

Tetapi kita juga perlu bertanya:

Apakah hati kita sudah merdeka?

Kapolda Sulut Roycke Langie dalam ibadah di GMIM Yarden Singkil mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari belenggu duniawi, tetapi juga menyangkut kemerdekaan hati, pikiran dan iman. Ia juga mengingatkan bahwa saling curiga dapat menjadi tanda bahwa hati belum sepenuhnya merdeka.

Ini luar biasa cocok dengan Efesus 4.

Karena manusia lama sering diperbudak oleh:
kebencian,
iri hati,
dendam,
hawa nafsu,
kebohongan,
keserakahan,
kemarahan,
dan ego.

Tetapi manusia baru hidup dalam:
kebenaran,
kasih,
pengampunan,
kekudusan,
kebaikan,
dan persaudaraan.

Jadi kita bisa menyanyikan:
“Indonesia merdeka!”

Tetapi Tuhan juga bertanya:
“Apakah hatimu sudah merdeka dari kebencian?”

Kita bisa memasang bendera Merah Putih di depan rumah.

Tetapi apakah kita juga membiarkan kasih Kristus berkibar di dalam hati kita?

11. MANUSIA BARU TERLIHAT KETIKA KITA MENGAMPUNI

Ayat 32 merupakan puncak yang sangat indah:
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Perhatikan:
“Sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Kita mengampuni bukan karena orang lain pantas.
Kita mengampuni karena kita sendiri sudah lebih dahulu diampuni Tuhan.

Kadang-kadang kita meminta:
“Tuhan, ampuni saya.”

Tuhan berkata:
“Sudah.”

Tetapi ketika orang lain meminta maaf kepada kita:
“Tunggu dulu, Tuhan... ini kasusnya beda.”

Hahaha!

Kita minta pengampunan Tuhan dengan cepat.

Tetapi memberi pengampunan kepada orang lain kadang-kadang pakai sistem:

proses administrasi 3 tahun.

Hahaha!

Jemaat,

kalau Kristus sudah mengampuni kita, mari belajar mengampuni.

Bukan berarti kesalahan dibenarkan.
Bukan berarti kejahatan dibiarkan.

Tetapi kita tidak lagi membiarkan kebencian menguasai hati.

12. TIGA PERTANYAAN UNTUK KITA BAWA PULANG

Sebelum kita mengakhiri khotbah ini, mari kita membawa tiga pertanyaan.

Pertanyaan pertama:
Apa manusia lama yang harus saya tanggalkan?

Apakah:
kemarahan?
iri hati?
kebiasaan bergosip?
kebohongan?
dendam?
kesombongan?
kecanduan media sosial?
kebiasaan menghakimi orang lain?

Jangan jawab:
“Pendeta, tanya orang sebelah.”

Hahaha!

Tuhan sedang bertanya kepada kita masing-masing.

Pertanyaan kedua:
Apa yang Tuhan mau perbarui dalam pikiran saya?

Apakah cara saya melihat pasangan?
Cara saya melihat anak?
Cara saya melihat orang tua?
Cara saya melihat tetangga?
Cara saya melihat pelayan Tuhan?
Cara saya melihat orang yang berbeda pendapat dengan saya?

Karena mungkin masalahnya bukan orang lain.

Mungkin Tuhan sedang memperbaiki cara kita memandang orang lain.

Pertanyaan ketiga:
Manusia baru seperti apa yang Tuhan mau saya kenakan mulai hari ini?

Apakah manusia baru yang:
lebih sabar?
lebih jujur?
lebih ramah?
lebih suka mengampuni?
lebih suka menolong?
lebih hati-hati berbicara?
lebih bijaksana menggunakan media sosial?
lebih mengutamakan persatuan?

Itulah manusia baru.

PENUTUP

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Efesus 4:17-32 mengingatkan kita bahwa menjadi pengikut Kristus berarti mengalami perubahan.

Tanggalkan manusia lama.

Perbarui roh dan pikiran.

Kenakan manusia baru.

Dan manusia baru itu bukan hanya terlihat pada hari Minggu.

Manusia baru terlihat:
di rumah.
di tempat kerja.
di lingkungan.
di pelayanan.
di jalan.

Bahkan:
di grup WhatsApp!

Hahaha!

Jangan sampai di gereja kita:
“Puji Tuhan!”

Tetapi di WhatsApp:
“Aduh, ini orang lagi!”

Hahaha!

Jangan sampai di gereja kita menyanyi:
“Kasih-Mu sungguh indah.”

Tetapi setelah ibadah kita berkata:
“Saya tidak mau ampuni dia.”

Tidak!

Kristus memanggil kita menjadi manusia baru.

Mari kita menjadi jemaat GMIM yang tidak hanya bertumbuh dalam organisasi, tetapi juga bertumbuh dalam karakter.

Mari kita menyambut setiap proses pembaruan dalam gereja dengan doa, kedewasaan dan kasih.

Mari kita belajar berdialog, bukan bertengkar.

Mari kita belajar berbeda pendapat tanpa menjadi musuh.

Mari kita menjaga persatuan.

Mari kita menggunakan media sosial untuk membangun, bukan menghancurkan.

Mari kita menjadi keluarga yang menjadi sekolah iman.

Dan terutama:
mari kita membiarkan Roh Kudus memperbarui hati dan pikiran kita setiap hari.

Sebab gereja yang kuat bukan hanya gereja yang memiliki aturan yang baik.

Gereja yang kuat adalah gereja yang memiliki jemaat yang hidupnya diperbarui Kristus.

Dan jemaat yang diperbarui Kristus akan membawa pembaruan:
ke dalam keluarga,
ke dalam gereja,
ke dalam masyarakat,
dan ke dalam bangsa.

Maka hari ini marilah kita berkata:
“Tuhan, tanggalkan manusia lama dalam diriku.”
“Perbarui roh dan pikiranku.”

“Dan mampukan aku mengenakan manusia baru yang hidup dalam kebenaran, kekudusan, kasih dan pengampunan.”

Amin.

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus Kristus,

kami bersyukur untuk firman-Mu.

Kami mengaku bahwa sering kali kami masih membawa manusia lama dalam kehidupan kami.

Kami masih mudah marah.
Kami masih mudah tersinggung.
Kami masih suka menghakimi.
Kami masih sulit mengampuni.
Kami masih mudah berkata-kata tanpa berpikir.

Ampunilah kami.

Perbaruilah roh dan pikiran kami.

Ajarlah kami menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru.

Tolonglah kami agar perkataan kami menjadi berkat.
Tolonglah kami agar tangan kami menjadi tangan yang menolong.
Tolonglah kami agar hati kami menjadi hati yang mengampuni.
Tolonglah kami agar keluarga kami menjadi sekolah iman.

Tolonglah gereja-Mu, GMIM, agar terus bertumbuh dalam kebenaran, persatuan dan kasih.

Dalam setiap proses pembaruan kehidupan bergereja, berikan hikmat kepada para pelayan dan seluruh jemaat agar semua keputusan diarahkan untuk kemuliaan nama-Mu.

Ajarlah kami menjadi umat yang dewasa dalam menghadapi perbedaan.
Jauhkan kami dari perpecahan, fitnah, kepahitan dan permusuhan.
Ajarlah kami menggunakan teknologi dan media sosial dengan bijaksana.

Biarlah jari kami tidak menjadi alat untuk menyebarkan kebencian, tetapi menjadi alat untuk menyampaikan kebaikan.

Dan ketika kami keluar dari gedung gereja ini, biarlah manusia baru itu nyata dalam kehidupan kami.

Bukan hanya di mulut.
Bukan hanya dalam nyanyian.

Tetapi dalam perbuatan.

Kami serahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.











Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah RHK GMIM Rabu, 2 Sepember 2026 - Menanggalkan Manusia Lama - Efesus 4:22-23

Sebelum:
Khotbah RHK GMIM Rabu, 26 Agustus 2026 - Memilih Tuhan Allah Setiap Hari - Yosua 24:14-18




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(50)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,