gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 1017 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 26 Juli 2026

Khotbah GMIM Minggu, 26 Juli 2026 - PERGILAH DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI MULAI DARI SEKARANG - Yohanes 7:53-8:11
I. MANUSIA SERING LEBIH SUKA MENUDUH DARIPADA MENOLONG, II. YESUS TIDAK MEMBENARKAN DOSA, TETAPI YESUS MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA, III. “PERGILAH” BERARTI JANGAN TINGGAL DI TEMPAT LAMA, IV. JANGAN BERBUAT DOSA LAGI BERARTI ADA PERTOBATAN NYATA, V. GMIM DIPANGGIL UNTUK MENJADI GEREJA YANG MEMULIHKAN,

Yohanes 7:53-8:11
Perempuan yang berzinah
53Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
1tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
2Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 3Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah 4lalu berkata kepada Yesus: ”Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 7Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” 8Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 10Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: ”Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11Jawabnya: ”Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: ”Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Penjelasan:


Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Hari ini kita merenungkan sebuah kisah yang sangat terkenal dalam Alkitab. Seorang perempuan tertangkap basah melakukan dosa. Kemudian ia dibawa kepada Yesus oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Mereka tidak datang kepada Yesus karena benar-benar ingin menyelesaikan masalah perempuan itu.

Mereka datang dengan agenda.

Mereka ingin menjebak Yesus.

Mereka berkata:
“Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

Kalau kita membaca kisah ini, sebenarnya ada sesuatu yang aneh.

Kalau perempuan itu tertangkap basah, pertanyaannya: laki-lakinya ke mana?

Jemaat, kalau memang tertangkap basah, seharusnya bukan hanya perempuan yang dibawa. Tetapi laki-lakinya juga harus ada.

Tapi yang dibawa hanya perempuan.

Ini menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu, manusia kadang-kadang suka memilih-milih kesalahan orang.

Kalau kesalahan orang lain, kita cepat sekali melihat.

Kalau kesalahan sendiri, kita berkata:
“Ah, itu bukan dosa. Itu kelemahan.”

Kalau orang lain terlambat datang ke gereja:
“Wah, kurang disiplin!”

Kalau kita terlambat:
“Puji Tuhan, masih sempat datang.”

Kalau orang lain lupa memberi persembahan:
“Wah, bagaimana ini?”

Kalau kita lupa:
“Tuhan kan melihat hati.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kadang-kadang kita seperti kamera CCTV.
Kesalahan orang lain terlihat jelas.

Tetapi kalau kamera diarahkan kepada diri sendiri, tiba-tiba gambarnya buram.

Hari ini Yesus mengajar kita bahwa gereja bukan tempat untuk menghakimi orang yang jatuh, melainkan tempat bagi orang yang jatuh untuk dipulihkan oleh kasih Kristus.

Tetapi kita juga harus memahami dengan benar:
Yesus mengampuni orang berdosa, tetapi Yesus tidak pernah menyuruh manusia terus hidup dalam dosa.

Karena itu Yesus berkata:
“Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

I. MANUSIA SERING LEBIH SUKA MENUDUH DARIPADA MENOLONG


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Dalam Yohanes 8, para ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan itu ke hadapan Yesus.

Mereka tidak melihat dia sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan.
Mereka melihatnya sebagai kasus.
Mereka melihatnya sebagai bahan untuk menjebak Yesus.

Mereka mungkin berkata:
“Lihat! Ini orang berdosa!”

Tetapi Yesus melihat sesuatu yang lebih dalam.

Yesus melihat:
seorang manusia,
seorang yang terluka,
seorang yang bersalah,
tetapi masih memiliki kesempatan untuk berubah.

Ini sangat penting bagi gereja.

Karena gereja bukan hanya tempat orang-orang yang sudah sempurna.

Kalau gereja hanya untuk orang sempurna, mungkin kursinya banyak yang kosong.

Sebab, siapa yang sempurna?

Bapak-bapak, jangan melihat ibu-ibu.
Ibu-ibu, jangan melihat bapak-bapak.

Anak muda, jangan melihat orang tua.
Orang tua, jangan melihat anak muda.

Karena ketika satu jari menunjuk orang lain, tiga jari sebenarnya menunjuk kepada diri sendiri.

Jadi kalau kita menunjuk:
“Kau itu!”

Tiga jari berkata:
“Jangan lupa, kau juga!”

 inilah kenyataannya.

Kita sering lebih cepat melihat dosa orang lain daripada melihat dosa sendiri.

Kita bisa mengetahui:
siapa yang bertengkar,
siapa yang gagal,
siapa yang jatuh,
siapa yang salah,
siapa yang bermasalah.

Tetapi apakah kita tahu keadaan hati kita sendiri?

Yesus berkata:
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu satu per satu mereka pergi.
Mulai dari yang paling tua.

Mengapa?
Karena semakin lama kita hidup, semakin banyak kita menyadari:

“Ternyata saya juga bukan orang sempurna.”


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Orang yang merasa tidak pernah salah biasanya adalah orang yang paling sulit mengakui kesalahannya.

Tetapi orang yang pernah mengalami kasih karunia Tuhan akan berkata:

“Saya bisa berdiri hari ini bukan karena saya hebat, tetapi karena Tuhan masih mengampuni saya.”

II. YESUS TIDAK MEMBENARKAN DOSA, TETAPI YESUS MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA

Ketika semua orang pergi, tinggallah Yesus dan perempuan itu.

Yesus bertanya:
“Di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Perempuan itu menjawab:
“Tidak ada, Tuhan.”

Yesus berkata:
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Perhatikan baik-baik, jemaat.

Yesus tidak berkata:
“Tidak apa-apa, teruskan saja.”

Yesus juga tidak berkata:
“Dosa itu bukan masalah.”

Tidak!

Yesus berkata:
“Aku tidak menghukum engkau.”

Kemudian:
“Jangan berbuat dosa lagi.”

Di sini kita melihat dua hal penting.

Pertama: Ada pengampunan

Yesus tidak menghancurkan perempuan itu.
Yesus tidak mempermalukannya.
Yesus tidak menjadikan masa lalunya sebagai identitas seumur hidup.

Orang lain mungkin berkata:
“Dia perempuan yang tertangkap berbuat dosa.”

Tetapi Yesus berkata:
“Engkau masih memiliki masa depan.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kadang-kadang manusia suka mengingat kesalahan orang lebih lama daripada Tuhan.

Tuhan sudah mengampuni.

Tetapi manusia berkata:
“Ya, tapi saya masih ingat.”

Tuhan berkata:
“Sudah selesai.”

Manusia berkata:
“Ya, tapi dulu dia begitu.”

Tuhan berkata:
“Dia sudah berubah.”

Ada orang yang sudah bertobat, tetapi masih terus dihukum oleh masa lalunya.

Ada orang yang sudah meminta maaf, tetapi terus diingatkan:
“Jangan lupa, dulu kamu pernah begitu!”

Ada orang yang sudah berubah, tetapi orang lain tidak memberikan kesempatan.

Namun hari ini Yesus berkata:
“Masa lalu tidak harus menjadi masa depanmu.”

III. “PERGILAH” BERARTI JANGAN TINGGAL DI TEMPAT LAMA

Yesus berkata:
“Pergilah!”

Ini adalah perintah untuk bergerak.

Jangan tinggal di tempat lama.
Jangan tinggal di dalam rasa bersalah.
Jangan tinggal di dalam kebiasaan dosa.
Jangan tinggal di dalam lingkungan yang terus membawa kita kembali kepada kejatuhan.

Jangan tinggal dalam pikiran:
“Memang saya begini.”
“Memang saya tidak bisa berubah.”
“Memang saya sudah rusak.”

Tidak!

Kalau Kristus sudah mengampuni, maka kita harus berjalan ke depan.

Kata “pergilah” berarti:
tinggalkan kehidupan lama,
tinggalkan kebiasaan lama,
tinggalkan karakter lama,
tinggalkan kebencian lama,
tinggalkan kepahitan lama,
tinggalkan cara hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Ada orang yang ingin pengampunan, tetapi tidak ingin perubahan.

Ia berkata:
“Tuhan, ampuni saya.”

Tuhan mengampuni.

Besok ia mengulangi lagi.
“Tuhan, ampuni saya.”

Tuhan mengampuni.
Lusa mengulangi lagi.

“Tuhan, ampuni saya.”
Lama-lama Tuhan mungkin berkata:

“Anak-Ku, pengampunan itu bukan kartu bebas untuk mengulang dosa.”

mungkin Anda tertawa, tetapi ini serius.


Anugerah bukan izin untuk hidup sembarangan.

Kasih karunia Tuhan bukan alasan untuk berkata:
“Karena Tuhan mengampuni, saya boleh terus melakukan dosa.”

Tidak.

Orang yang benar-benar mengalami pengampunan akan memiliki kerinduan untuk berubah.

IV. “JANGAN BERBUAT DOSA LAGI” BERARTI ADA PERTOBATAN NYATA

Yesus tidak hanya berkata:
“Aku mengampuni engkau.”

Yesus berkata:
“Jangan berbuat dosa lagi.”

Artinya, pengampunan harus menghasilkan perubahan.

Pertobatan bukan hanya menangis di gereja.

Pertobatan bukan hanya berkata:

“Tuhan, saya menyesal.”

Pertobatan berarti:
berbalik dari jalan yang salah dan mulai berjalan di jalan Tuhan.

Kalau dahulu suka berbohong, mulai belajar jujur.
Kalau dahulu suka membenci, mulai belajar mengampuni.
Kalau dahulu suka menyebarkan gosip, mulai belajar menjaga perkataan.
Kalau dahulu mudah marah, mulai belajar mengendalikan diri.
Kalau dahulu hidup sembarangan di media sosial, mulai belajar menggunakan teknologi dengan bijaksana.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Hari ini dosa tidak hanya terjadi di tempat-tempat tertentu.

Dosa juga bisa masuk melalui handphone.

Dulu orang harus pergi jauh untuk mencari gosip.

Sekarang gosip datang sendiri ke dalam rumah melalui WhatsApp.

Dulu orang harus membeli koran untuk membaca berita.

Sekarang baru bangun tidur, tangan langsung mencari handphone.

Belum sempat berkata:
“Selamat pagi Tuhan.”

Sudah berkata:
“Coba lihat dulu status orang.”

Ada yang baru bangun tidur langsung membuka Facebook.
Ada yang membuka TikTok.
Ada yang membuka WhatsApp.
Ada yang membuka Instagram.
Ada juga yang membuka rekening bank.

Yang terakhir ini biasanya langsung berdoa:
“Tuhan, berikanlah kami pada hari ini uang kami yang secukupnya.”


Tetapi teknologi harus dipakai untuk membangun, bukan menghancurkan.

Karena itu sangat tepat kalau generasi muda GMIM terus dibina dalam:
karakter,
kepemimpinan,
literasi digital,
kesehatan mental,
tanggung jawab sosial.

Generasi muda bukan hanya perlu pintar menggunakan teknologi.

Mereka juga perlu memiliki karakter Kristen.
Karena orang bisa pintar menggunakan internet, tetapi tidak bijaksana menggunakannya.
Orang bisa memiliki banyak pengikut, tetapi tidak memiliki arah hidup.
Orang bisa terkenal di media sosial, tetapi kehilangan hubungan dengan Tuhan.

Karena itu, pesan Yesus tetap relevan:
“Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Termasuk dalam dunia digital.

Sebelum membagikan sesuatu, bertanya:
Apakah ini benar?
Apakah ini membangun?
Apakah ini perlu?
Apakah ini dapat melukai orang lain?
Apakah ini memuliakan Tuhan?

Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada otak kita.

Kadang-kadang jempol sudah membagikan berita.

Lima menit kemudian baru berkata:

“Waduh, ternyata hoaks!”

Jemaat tertawa.

Karena itu, orang Kristen harus memiliki bukan hanya literasi digital, tetapi juga literasi iman.

V. GMIM DIPANGGIL UNTUK MENJADI GEREJA YANG MEMULIHKAN


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kisah perempuan yang tertangkap berbuat dosa mengingatkan kita bahwa gereja harus menjadi tempat pemulihan.

Gereja tidak boleh menjadi tempat orang takut datang karena merasa akan dihakimi.

Gereja harus menjadi tempat orang berkata:

“Saya berdosa, tetapi saya masih bisa datang kepada Tuhan.”

“Saya jatuh, tetapi saya masih bisa bangkit.”

“Saya gagal, tetapi Tuhan belum selesai dengan hidup saya.”

Dalam konteks GMIM, kita melihat banyak kegiatan yang bertujuan membangun kehidupan jemaat dan generasi muda.

Ada perayaan HUT jemaat yang menjadi kesempatan untuk bersyukur atas perjalanan pelayanan.

Ada kegiatan Pesta Seni Remaja yang bukan hanya soal perlombaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, kreativitas, disiplin, dan pembentukan karakter.

Ada perhatian terhadap pentingnya pendidikan.

Ada juga pembinaan generasi muda melalui karakter, kepemimpinan, literasi digital, dan berbagai pembinaan lainnya.

Semua ini penting.

Karena gereja tidak hanya dipanggil untuk mempersiapkan orang ke surga.

Gereja juga dipanggil untuk membentuk manusia yang hidup benar di dunia.

Anak-anak muda harus diajar:
bagaimana beriman,
bagaimana berpikir,
bagaimana bekerja,
bagaimana menggunakan teknologi,
bagaimana menghormati orang lain,
bagaimana menghadapi tekanan hidup,
bagaimana bangkit ketika gagal.

Karena itu, pesan Yesus kepada perempuan dalam Yohanes 8 sangat penting bagi generasi muda:

“Jangan biarkan kesalahan masa lalu menentukan seluruh masa depanmu.”

Kalau pernah gagal, bangkit.
Kalau pernah jatuh, berdiri.
Kalau pernah salah, bertobat.
Kalau pernah menyakiti orang, minta maaf.
Kalau pernah kehilangan arah, kembali kepada Kristus.

VI. PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KARAKTER ADALAH BAGIAN DARI PANGGILAN GEREJA

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Pendidikan sangat penting.
Namun pendidikan bukan hanya soal mendapatkan gelar.

Orang bisa memiliki gelar tinggi tetapi tidak memiliki karakter.
Orang bisa pintar berbicara, tetapi tidak bisa menjaga perkataan.
Orang bisa memiliki pengetahuan luas, tetapi tidak memiliki kasih.

Karena itu pendidikan harus membentuk manusia secara utuh.
Gereja harus ikut memperjuangkan pendidikan.
Gereja harus mendukung anak-anak muda agar memiliki kesempatan belajar.
Gereja harus memperhatikan mereka yang membutuhkan dukungan.
Gereja harus mempersiapkan generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga jujur.

Bukan hanya sukses, tetapi juga takut akan Tuhan.
Bukan hanya memiliki jabatan, tetapi juga memiliki integritas.
Bukan hanya memiliki banyak uang, tetapi juga memiliki hati untuk berbagi.

Karena itu, pendidikan karakter sangat penting.
Sebab kalau pengetahuan tidak disertai karakter, teknologi dapat disalahgunakan.
Kalau kecerdasan tidak disertai takut akan Tuhan, kepintaran dapat dipakai untuk menipu.
Kalau jabatan tidak disertai integritas, kekuasaan dapat disalahgunakan.

Maka gereja harus terus membentuk generasi yang berkata:
“Saya boleh pintar, tetapi saya harus jujur.”
“Saya boleh sukses, tetapi saya tidak boleh melupakan Tuhan.”
“Saya boleh menggunakan teknologi, tetapi saya tidak boleh menjadi budak teknologi.”
“Saya boleh memiliki ambisi, tetapi saya tidak boleh kehilangan karakter.”

VII. YESUS MEMBERI KESEMPATAN KEDUA


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Salah satu pesan terindah dari Yohanes 8 adalah:

Yesus memberi kesempatan kedua.

Perempuan itu datang sebagai orang yang dipermalukan.

Tetapi ia pulang sebagai orang yang mendapatkan kesempatan baru.

Ia datang dengan masa lalu.
Ia pulang dengan masa depan.
Ia datang dengan rasa malu.
Ia pulang dengan pengampunan.
Ia datang sebagai orang yang hampir dihukum.
Ia pulang sebagai orang yang masih memiliki kesempatan untuk hidup baru.

Inilah Injil.

Kita mungkin pernah jatuh.
Kita mungkin pernah salah.
Kita mungkin pernah mengecewakan keluarga.
Kita mungkin pernah mengecewakan gereja.
Kita mungkin pernah mengecewakan Tuhan.

Tetapi Tuhan berkata:
“Aku belum selesai dengan hidupmu.”

Ada orang yang berkata:
“Saya sudah terlalu jauh dari Tuhan.”

Tetapi Tuhan berkata:
“Tidak ada tempat yang terlalu jauh bagi kasih-Ku.”

Ada orang berkata:
“Saya sudah terlalu banyak dosa.”

Tuhan berkata:
“Kasih karunia-Ku lebih besar daripada dosamu.”

Ada orang berkata:
“Saya tidak bisa berubah.”

Tuhan berkata:
“Berjalanlah bersama-Ku.”

Namun ingat, kesempatan kedua bukan berarti kesempatan untuk mengulangi kesalahan yang sama.

Kesempatan kedua adalah kesempatan untuk hidup baru.

VIII. “MULAI DARI SEKARANG”

Yesus berkata:
“Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Perhatikan kata:
“Mulai dari sekarang.”

Bukan:
“Mulai tahun depan.”

Bukan:
“Mulai setelah pensiun.”

Bukan:
“Mulai setelah kaya.”

Bukan:
“Mulai setelah anak-anak besar.”

Bukan:
“Mulai kalau suasana sudah bagus.”

Tetapi:
mulai dari sekarang.

Kalau ingin berdamai, mulai sekarang.
Kalau ingin meminta maaf, mulai sekarang.
Kalau ingin berhenti dari kebiasaan buruk, mulai sekarang.
Kalau ingin memperbaiki keluarga, mulai sekarang.
Kalau ingin kembali melayani, mulai sekarang.
Kalau ingin lebih dekat dengan Tuhan, mulai sekarang.

Jangan tunggu sampai semuanya sempurna.

Karena kalau menunggu hidup sempurna baru mau berubah, kita bisa menunggu sampai Yesus datang kedua kali.


Tetapi benar.

Perubahan dimulai dari keputusan kecil.

Hari ini berkata:
“Mulai sekarang saya tidak mau lagi hidup seperti dulu.”

Mulai sekarang:
saya mau lebih sabar,
saya mau lebih jujur,
saya mau lebih mengampuni,
saya mau lebih rajin berdoa,
saya mau lebih setia beribadah,
saya mau lebih bertanggung jawab,
saya mau lebih bijaksana menggunakan media sosial.

Bukan karena kita kuat.

Tetapi karena Kristus menolong kita.

IX. JANGAN MENJADI BATU YANG MELEMPAR, JADILAH TANGAN YANG MENOLONG

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Dalam kisah ini, orang-orang membawa batu.

Yesus tidak menyuruh mereka melempar batu.

Hari ini kita mungkin tidak membawa batu secara fisik.

Tetapi kita bisa membawa “batu” dalam bentuk lain:

kata-kata yang menyakitkan,
gosip,
hinaan,
komentar di media sosial,
fitnah,
penghakiman,
kebencian.

Kadang-kadang mulut kita lebih tajam daripada batu.

Batu kalau dilempar bisa melukai tubuh.

Tetapi kata-kata bisa melukai hati selama bertahun-tahun.

Karena itu, mari kita belajar dari Yesus.

Jangan menjadi orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain.

Jadilah orang yang membantu orang lain bangkit.

Jangan menjadi orang yang berkata:

“Sudah, dia memang begitu.”

Tetapi berkata:
“Mari kita bantu dia berubah.”

Jangan berkata:
“Dia tidak punya masa depan.”

Tetapi berkata:
“Dengan pertolongan Tuhan, dia masih bisa dipakai Tuhan.”

Inilah tugas gereja.

Gereja bukan tempat untuk memproduksi orang-orang yang merasa paling suci.

Gereja adalah tempat orang berdosa bertemu dengan kasih karunia Tuhan dan belajar hidup baru.

X. APLIKASI BAGI KELUARGA


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Pesan ini juga sangat penting bagi keluarga.

Kadang-kadang dalam keluarga, kesalahan masa lalu terus diungkit.

Suami berkata:
“Kamu dulu begini!”

Istri berkata:
“Kamu juga dulu begitu!”

Lalu anak berkata:
“Papa dan Mama, kalau mau bertengkar, jangan di depan saya.”


Tetapi kadang-kadang rumah menjadi tempat orang tidak pernah diberi kesempatan kedua.

Padahal kalau Tuhan mengampuni, keluarga juga harus belajar mengampuni.

Bukan berarti kita membenarkan kesalahan.

Tetapi kita memberi ruang untuk perubahan.

Orang tua harus mengajar anak-anak:
“Kalau kamu salah, jangan lari dari Tuhan. Datang kepada Tuhan.”

Anak-anak harus belajar:
“Kalau saya salah, saya harus mengaku.”

Suami dan istri harus belajar:
“Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai senjata untuk menyerang pasangan setiap hari.”

Karena rumah yang terus dipenuhi penghakiman akan menjadi tempat yang berat untuk ditinggali.

Tetapi rumah yang dipenuhi pengampunan akan menjadi tempat pemulihan.


XI. APLIKASI BAGI GENERASI MUDA

Anak-anak muda yang dikasihi Tuhan,

Yesus berkata:
“Pergilah.”

Artinya, Tuhan ingin kalian bergerak.

Jangan hidup tanpa arah.
Jangan membiarkan media sosial menentukan harga diri kalian.
Jumlah like tidak menentukan nilai diri kalian.
Jumlah follower tidak menentukan nilai kalian.

Komentar orang tidak menentukan siapa kalian.

Nilai kalian ditentukan oleh kasih Tuhan.

Jangan berkata:
“Saya gagal, maka saya tidak berguna.”

Tidak!

Kegagalan bukan akhir.

Jangan berkata:
“Saya pernah jatuh, maka saya tidak bisa bangkit.”

Tidak!

Kasih Tuhan memberikan kekuatan untuk bangkit.

Jangan berkata:
“Saya punya masa lalu yang buruk, maka masa depan saya pasti buruk.”

Tidak!

Di dalam Kristus, ada kesempatan baru.

Namun, jangan gunakan kesempatan itu untuk kembali kepada dosa.

Yesus berkata:
“Jangan berbuat dosa lagi.”

Jadi, anak muda Kristen harus berani berkata:
“Tidak semua yang viral harus saya ikuti.”
“Tidak semua yang dilakukan teman harus saya lakukan.”
“Tidak semua yang muncul di internet baik untuk saya.”
“Saya adalah milik Kristus.”

XII. PENUTUP


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita belajar tiga hal penting dari Yohanes 7:53-8:11.

Pertama: Jangan cepat menghakimi
Karena kita juga adalah manusia yang membutuhkan kasih karunia Tuhan.

Kedua: Kristus memberi pengampunan
Masa lalu kita tidak harus menentukan masa depan kita.

Ketiga: Pengampunan harus menghasilkan perubahan

Yesus berkata:
“Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Jadi, kita tidak dipanggil untuk tinggal di masa lalu.

Kita dipanggil untuk pergi.
Pergi dengan pengampunan.
Pergi dengan pertobatan.
Pergi dengan kehidupan baru.
Pergi untuk membangun keluarga.
Pergi untuk membangun gereja.
Pergi untuk mendidik generasi muda.
Pergi untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana.
Pergi untuk menjadi berkat bagi masyarakat.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Mungkin hari ini ada yang datang dengan dosa.

Pulanglah dengan pengampunan.

Mungkin ada yang datang dengan rasa bersalah.

Pulanglah dengan pengharapan.

Mungkin ada yang datang dengan masa lalu yang berat.

Pulanglah dengan keberanian untuk memulai kembali.

Mungkin ada yang sudah lama jauh dari Tuhan.

Hari ini Tuhan berkata:

“Pergilah.”

Tetapi bukan pergi menjauh dari Tuhan.

Pergilah untuk hidup baru bersama Tuhan.

Dan Tuhan berkata:
“Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mulai dari sekarang.

Bukan besok.
Bukan minggu depan.
Bukan tahun depan.
Mulai dari sekarang.

Kalau selama ini kita suka menghakimi, mulai sekarang belajar mengasihi.
Kalau selama ini kita suka menyimpan dendam, mulai sekarang belajar mengampuni.
Kalau selama ini kita hidup dalam kebiasaan buruk, mulai sekarang belajar berubah.
Kalau selama ini kita jauh dari Tuhan, mulai sekarang kembali kepada Tuhan.
Karena ketika manusia berkata:

“Orang ini sudah tidak punya harapan.”

Yesus berkata:
“Aku masih memberikan kesempatan.”

Ketika manusia berkata:

“Dia hanya dikenal karena kesalahannya.”

Yesus berkata:

“Aku melihat masa depannya.”

Dan ketika manusia bertanya:

“Apakah dia masih bisa berubah?”

Yesus menjawab:
“Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”


DOA PENUTUP

Tuhan Yesus yang penuh kasih,

Kami bersyukur untuk firman-Mu pada hari ini.

Kami mengaku bahwa sering kali kami lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan kami sendiri.

Kami sering cepat menghakimi, tetapi lambat mengampuni.

Kami sering menuntut orang lain berubah, tetapi lupa bahwa kami sendiri juga membutuhkan perubahan.

Ampunilah kami, Tuhan.

Terima kasih karena Engkau tidak memperlakukan kami sesuai dosa-dosa kami.

Terima kasih karena Engkau memberikan pengampunan.

Terima kasih karena Engkau memberikan kesempatan baru.

Tolong kami agar tidak menyalahgunakan kasih karunia-Mu.

Ajarlah kami meninggalkan dosa.

Ajarlah kami hidup dalam pertobatan.

Ajarlah kami membangun keluarga yang penuh kasih.

Berkatilah pelayanan GMIM.

Berkatilah setiap jemaat, setiap keluarga, setiap pelayan khusus, anak-anak, remaja, pemuda, kaum ibu, kaum bapak, dan lanjut usia.

Berkatilah setiap usaha pembinaan generasi muda.

Berikanlah kepada anak-anak muda karakter yang kuat, iman yang teguh, kecerdasan yang baik, dan hikmat dalam menggunakan teknologi.

Berkatilah setiap pelayanan seni, pendidikan, pembinaan karakter, kepemimpinan, dan seluruh kegiatan gereja.

Jadikanlah GMIM gereja yang bukan hanya besar dalam kegiatan, tetapi juga kuat dalam iman, kasih, pengharapan, dan kesaksian.

Dan kepada setiap orang yang datang dengan luka, berikanlah pemulihan.

Kepada yang datang dengan rasa bersalah, berikanlah pengampunan.

Kepada yang datang dengan kegagalan, berikanlah kekuatan untuk bangkit.

Kepada yang jauh dari-Mu, tuntunlah untuk kembali.

Dan biarlah firman-Mu terus bergema dalam kehidupan kami:

“Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.








Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah RHK GMIM - Ibadah Keluarga - Rabu 29 Juli 2026 - Yang MerasaTidak Berdosa, Pertama Melemparkan Batu - Yohanes 8:7-8

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 19 Juli 2026 - Kamu Semua Adalah Satu Di Dalam Kristus Yesus - Galatia 3:15-29




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(50)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,