|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
![]() |
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2026 Yosua 24:1-28Minggu, 23 Agustus 2026 Khotbah GMIIM Minggu, 23 Agustus 2026 - TAKUTLAH AKAN TUHAN DAN BERIBADAHLAH KEPADANYA DENGAN TULUS IKHLAS DAN SETIA - Yosua 24:1-28 1. SEBELUM MEMINTA KESETIAAN, YOSUA MENGINGATKAN KEBAIKAN TUHAN, 2. COBA LIHAT PERJALANAN HIDUP KITA, 3. JANGAN HANYA MENGHITUNG MASALAH, HITUNGLAH JUGA BERKAT, 4. PILIHLAH PADA HARI INI KEPADA SIAPA KAMU AKAN BERIBADAH, 5. DUNIA JUGA MEMBERIKAN BANYAK TUHAN-TUHAN KECIL Yosua berbicara kepada umat Israel di Sikhem 1Yosua mengumpulkan semua suku bangsa Israel di Sikhem, lalu menyuruh para pemuka, pemimpin, hakim dan para perwira datang menghadap. Maka datanglah mereka menghadap Allah. 2Kemudian Yosua berkata kepada mereka semua, “Dengarkan apa yang dikatakan Tuhan, Allah Israel kepadamu, ‘Dahulu kala nenek moyangmu tinggal di seberang Sungai Efrat, dan menyembah dewa-dewa. Salah seorang dari mereka ialah Terah, ayah Abraham dan Nahor. 3Lalu Aku mengambil Abraham, bapak leluhurmu itu, dari negeri di seberang Efrat itu, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh negeri Kanaan. Aku memberikan kepadanya banyak keturunan. Mula-mula Kuberikan Ishak kepadanya, 4lalu kepada Ishak Kuberikan dua orang anak, yaitu Yakub dan Esau. Aku memberikan kepada Esau pegunungan Edom menjadi tanah miliknya, tetapi Yakub, bapak leluhurmu itu, pindah ke Mesir, bersama anak-anaknya. 5Kemudian Aku mengutus Musa dan Harun, dan menimpakan bencana besar ke atas Mesir, lalu Aku mengeluarkan kamu dari sana. 6Aku membawa nenek moyangmu itu keluar dari Mesir, lalu orang Mesir mengejar mereka dengan kereta perang dan tentara berkuda. Dan ketika nenek moyangmu itu tiba di Laut Gelagah, 7mereka berseru kepada-Ku minta tolong. Maka tempat antara mereka dengan orang-orang Mesir itu Kubuat menjadi gelap, dan Kututupi orang-orang Mesir itu dengan air laut sampai mereka semua tenggelam. Kamu sudah tahu semua apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Lama sekali kamu tinggal di padang pasir. 8Lalu Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang tinggal di sebelah timur Sungai Yordan. Mereka memerangi kamu, tetapi Aku membuat kamu menang atas mereka. Kamu merebut negeri mereka, dan Aku memusnahkan mereka. 9Lalu raja Moab, yaitu Balak anak Zipor, melawan kamu. Ia mengutus orang kepada Bileam anak Beor dan minta supaya Bileam mengutuki kamu. 10Tetapi Aku tidak menuruti kehendak Bileam, maka ia memberkati kamu. Demikianlah Aku menyelamatkan kamu dari Balak. 11Kemudian kamu menyeberangi Sungai Yordan, dan sampai di Yerikho. Orang-orang Yerikho memerangi kamu, begitu pula orang Amori, orang Feris, Kanaan, Het, Girgasi, Hewi dan orang Yebus. Tetapi Aku memberikan kepadamu kemenangan atas mereka semua. 12Pada waktu kamu maju menyerang mereka, Aku membuat mereka menjadi bingung dan ketakutan, sehingga kedua orang raja Amori itu lari dari kamu. Bukan pedangmu dan juga bukan panahmu yang membuat kamu menang. 13Tanah yang Kuberikan kepadamu, kamu terima tanpa bersusah payah. Dan kota-kota yang Kuberikan kepadamu bukan kamu yang mendirikannya. Tetapi sekarang kamulah yang tinggal di sana, dan kamulah juga yang menikmati buah anggur serta buah zaitunnya, padahal bukan kamu yang menanamnya.’ ” 14“Jadi, sekarang,” kata Yosua selanjutnya, “hormatilah Tuhan. Mengabdilah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan setia. Singkirkanlah ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu dahulu di Mesopotamia dan Mesir. Mengabdilah hanya kepada Tuhan. 15Seandainya kamu tidak mau mengabdi kepada Tuhan, ambillah keputusan hari ini juga kepada siapa kamu mau mengabdi: kepada ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu di Mesopotamia dahulu atau kepada ilah-ilah orang Amori yang negerinya kamu tempati sekarang. Tetapi kami -- saya dan keluarga saya -- akan mengabdi hanya kepada Tuhan.” 16Maka umat Israel itu menjawab, “Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan Tuhan untuk mengabdi kepada ilah-ilah lain! 17Tuhan Allah kitalah yang membebaskan para leluhur kita dan kita sendiri dari perbudakan di Mesir. Kita sudah melihat keajaiban-keajaiban yang dibuat oleh Tuhan. Selalu Tuhan melindungi kita dalam semua perjalanan kita, melewati negeri-negeri asing. 18Dan ketika kita memasuki negeri ini, Tuhan mengusir semua orang Amori yang tinggal di sini. Jadi, kami mau mengabdi kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita!” 19-20Lalu Yosua berkata, “Tetapi kalian barangkali tidak akan sanggup mengabdi kepada Tuhan, sebab Ia Allah yang kudus, Yang Maha Esa. Ia tidak mau ada saingan. Kalau kamu meninggalkan Dia dan mengabdi kepada ilah-ilah lain, Ia tidak akan mengampuni dosamu. Sebaliknya, Ia akan melawan dan menghukum kalian. Ia akan membinasakan kalian, sekalipun dahulu Ia baik kepadamu.” 21Maka orang-orang Israel itu menyahut, “Tidak! Kami tidak akan mengabdi kepada ilah-ilah lain. Kami akan mengabdi hanya kepada Tuhan!” 22Lalu Yosua berkata, “Nah, kalian sendirilah saksinya bahwa kalian sudah memutuskan untuk mengabdi hanya kepada Tuhan.” “Benar,” sahut mereka, “kami sendirilah saksinya.” 23“Kalau begitu, singkirkanlah ilah-ilah bangsa-bangsa lain yang ada padamu itu,” kata Yosua, “dan berjanjilah bahwa kalian akan setia kepada Tuhan, Allah Israel.” 24Lalu orang-orang itu berkata kepada Yosua, “Kami akan mengabdi hanya kepada Tuhan, Allah kita. Kami akan mentaati perintah-perintah-Nya.” 25Maka pada hari itu di Sikhem Yosua mengadakan perjanjian dengan umat Israel; dan di situ ia memberikan kepada mereka hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang harus mereka taati. 26Semua hukum dan peraturan-peraturan itu ditulisnya di dalam buku Hukum Allah. Kemudian ia mengambil sebuah batu yang besar, lalu menegakkannya di bawah pohon yang besar di tempat yang khusus untuk Tuhan. 27Sesudah itu berkatalah Yosua kepada semua orang itu, “Batu ini menjadi saksi kita. Semua kata-kata yang diucapkan Tuhan kepada kita, sudah diucapkan di depan batu ini. Jadi, batu inilah yang akan menjadi saksi terhadap kalian, untuk mengingatkan kalian supaya tidak melawan Allahmu.” 28Akhirnya Yosua menyuruh orang-orang itu pulang; lalu mereka semuanya kembali ke tanah mereka masing-masing. Penjelasan:Shalom! Jemaat Tuhan yang dikasihi Yesus Kristus, Puji Tuhan! Kita boleh beribadah bersama pada hari Minggu ini. Hari ini kita akan merenungkan Yosua 24:1-28. Kalau kita membaca bagian ini dengan teliti, kita akan menemukan sesuatu yang sangat menarik. Yosua sudah tua. Ia sudah berada di penghujung perjalanan hidupnya. Karena itu ia mengumpulkan seluruh bangsa Israel. Dan Yosua tidak memberikan pidato yang panjang tentang politik. Tidak bicara soal ekonomi. Tidak bicara soal pembangunan gedung. Tidak bicara soal fasilitas. Yosua berbicara tentang iman dan kesetiaan kepada Tuhan. Pesannya sangat sederhana: “Takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.” Dan kemudian Yosua membuat sebuah pernyataan yang sangat terkenal: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Saudara-saudara, Kalimat ini bukan sekadar slogan. Ini adalah keputusan hidup. 1. SEBELUM MEMINTA KESETIAAN, YOSUA MENGINGATKAN KEBAIKAN TUHAN Menariknya, sebelum Yosua meminta bangsa Israel memilih Tuhan, ia terlebih dahulu mengingatkan mereka tentang perjalanan yang sudah mereka lalui. Tuhan memanggil Abraham. Tuhan memimpin keturunannya. Tuhan membebaskan Israel dari Mesir. Tuhan menolong mereka menghadapi musuh. Tuhan membawa mereka melewati padang gurun. Tuhan memberikan tanah yang dijanjikan. Dengan kata lain, Yosua sedang berkata: “Jangan lupa apa yang Tuhan sudah lakukan!” Ini juga penting untuk kita. Sebab manusia gampang sekali lupa. Waktu menghadapi masalah: “Tuhan, tolong saya!” Setelah masalah selesai: “Puji Tuhan!” Seminggu kemudian: “Ah, sibuk.” Sebulan kemudian: “Banyak pekerjaan.” Enam bulan kemudian: “Tuhan... nanti dulu.” he he Padahal Tuhan tidak pernah berkata: “Nanti dulu.” Ketika kita membutuhkan pertolongan, Tuhan hadir. Ketika kita menangis, Tuhan hadir. Ketika kita tidak tahu jalan, Tuhan hadir. Ketika kita berhasil, Tuhan juga hadir. Karena itu Yosua mengingatkan: Jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan! Jemaat yang dikasihi Tuhan, Kalau hari ini kita melihat kehidupan kita, kita akan menyadari bahwa kita tidak sampai di tempat ini hanya karena kekuatan sendiri. Ada begitu banyak pertolongan Tuhan. Ada orang yang dulu sakit, tetapi Tuhan memberikan kesembuhan. Ada keluarga yang dulu mengalami kesulitan ekonomi, tetapi Tuhan membuka jalan. Ada anak yang dulu membuat orang tua menangis, tetapi sekarang sudah berubah. Ada keluarga yang pernah mengalami masalah besar, tetapi Tuhan menolong melewatinya. Ada yang pernah merasa: “Saya tidak sanggup.” Tetapi ternyata kita masih berdiri sampai hari ini. Mengapa? Karena Tuhan menyertai! Mungkin kita tidak selalu melihat tangan Tuhan. Tetapi kita bisa melihat jejak pertolongan-Nya. 3. JANGAN HANYA MENGHITUNG MASALAH, HITUNGLAH JUGA BERKAT Kadang-kadang kita terlalu pintar menghitung masalah. “Uang kurang.” “Anak belum dapat pekerjaan.” “Rumah perlu diperbaiki.” “Biaya sekolah naik.” “Badan mulai sakit-sakit.” Kalau semua dihitung, kita bisa pusing. Tapi coba mulai hari ini kita hitung juga: Berapa banyak berkat Tuhan? Masih hidup. Masih punya keluarga. Masih bisa beribaah. Masih bisa makan. Masih bisa bekerja. Masih punya teman. Masih diberi kesempatan melayani. Masih diberi kesempatan bertobat. Dan yang paling besar: Kita masih memiliki Tuhan. Jadi jangan hanya berkata: “Tuhan, kenapa masalah saya banyak?” Sesekali katakan: “Tuhan, ternyata berkat-Mu jauh lebih banyak!” 4. “PILIHLAH PADA HARI INI KEPADA SIAPA KAMU AKAN BERIBADAH” Kemudian Yosua mengatakan sesuatu yang sangat tegas: “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” Perhatikan kata: Pilihlah. Artinya iman membutuhkan keputusan. Kita tidak boleh hidup dengan iman yang hanya ikut-ikutan. “Orang tua saya Kristen, jadi saya Kristen.” “Dari kecil saya ke gereja.” “Semua keluarga saya ke gereja.” Itu adalah warisan yang baik. Tetapi pada akhirnya setiap orang harus membuat keputusan pribadi: “Saya memilih Tuhan.” Pada zaman Yosua, bangsa Israel berhadapan dengan berbagai ilah dan penyembahan lain. Pada zaman kita mungkin bentuknya berbeda. Kita tidak menyembah patung seperti dahulu. Tetapi ada banyak hal yang bisa menjadi “tuhan” dalam kehidupan kita. Uang. Jabatan. Kekuasaan. Popularitas. Pekerjaan. Hobi. Bahkan handphone. he he Bangun pagi: Belum berdoa, sudah cari HP. Belum bilang: “Terima kasih Tuhan.” Sudah: “Cek WhatsApp dulu.” Belum buka Alkitab: Sudah buka Facebook.Belum membaca renungan: Sudah membaca komentar orang. hmm Teknologi tidak salah. HP bukan dosa. Yang menjadi masalah adalah kalau HP lebih kita perhatikan daripada Tuhan. 6. “AKU DAN SEISI RUMAHKU, KAMI AKAN BERIBADAH KEPADA TUHAN” Ini adalah inti dari perikop kita. Yosua tidak hanya berkata: “Saya akan beribadah.” Ia berkata: “Aku dan seisi rumahku.” Artinya keputusan iman Yosua mempunyai dampak terhadap keluarganya. Ini sangat penting bagi keluarga-keluarga GMIM. Jangan sampai orang tua berkata: “Anak harus rajin berdoa.” Tetapi anak tidak pernah melihat orang tuanya berdoa. “Anak harus rajin ke gereja.” Tetapi orang tuanya sendiri malas beribadah. “Anak harus jujur.” Tetapi anak melihat orang tuanya tidak jujur. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jemaat yang dikasihi Tuhan, Sebelum anak mengenal pendeta, ia mengenal orang tua. Sebelum anak mendengar khotbah di gereja, ia mendengar perkataan orang tua. Sebelum anak melihat pelayan Tuhan di mimbar, ia melihat bagaimana ayah dan ibunya hidup. Karena itu keluarga harus menjadi tempat pertama di mana anak belajar: berdoa, mengampuni, mengasihi, jujur, melayani, dan menghormati Tuhan. Kalau di rumah ayah dan ibu bisa saling meminta maaf, anak belajar kerendahan hati. Kalau di rumah orang tua suka menolong, anak belajar kasih. Kalau di rumah ada doa keluarga, anak belajar bahwa Tuhan adalah bagian penting dari kehidupan. 8. TAKUT AKAN TUHAN BUKAN BERARTI TAKUT SEPERTI TAKUT HANTU Ketika Alkitab berkata: “Takutlah akan Tuhan,” bukan berarti kita harus gemetar setiap kali menyebut nama Tuhan. Takut akan Tuhan berarti: menghormati Tuhan, mengasihi Tuhan, menaati Tuhan, dan menempatkan Tuhan sebagai yang utama. Jadi kalau kita takut akan Tuhan, kita tidak sembarangan hidup. Kita berhati-hati dalam perkataan. Kita menjaga perilaku. Kita jujur dalam pekerjaan. Kita setia dalam rumah tangga. Kita tidak mempermainkan pelayanan. Kita tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan diri sendiri. Karena kita sadar: Tuhan melihat hidup kita. Tema kita mengatakan: “Beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.” Tulus berarti hati kita sungguh-sungguh. Jangan hanya tubuh kita yang datang ke gereja, tetapi hati kita masih di tempat lain. Tubuh di gereja. Pikiran di pasar. Hati di pekerjaan. Mata sibuk melihat HP. hmm Kita datang beribadah bukan karena sekadar kewajiban. Kita datang karena kita mengasihi Tuhan. 10. KEBAKARAN GMIM IMANUEL KAWANGKOAN BAWAH: GEDUNG BISA RUSAK, IMAN JANGAN PADAM Jemaat yang dikasihi Tuhan, Beberapa minggu terakhir kita juga mendengar berita yang menyentuh hati dari lingkungan GMIM. Pada dini hari 6 Agustus 2026, Gereja GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah di Minahasa Selatan mengalami kebakaran. Laporan yang diberitakan menyebutkan tidak ada korban jiwa, sementara sebagian bangunan dan fasilitas mengalami kerusakan. Penyebabnya diduga korsleting listrik dan proses penyelidikan masih dilakukan. Jemaat, petugas pemadam kebakaran dan aparat turut menangani musibah tersebut. Berita seperti ini tentu membuat kita prihatin. Tetapi dari musibah ini kita dapat belajar satu hal penting: Gedung gereja bisa rusak, tetapi gereja Tuhan tidak boleh kehilangan iman. Kursi bisa terbakar. Mimbar bisa rusak. Plafon bisa hangus. Peralatan bisa hilang. Tetapi: iman jemaat jangan ikut terbakar. Bahkan dalam keadaan sulit, justru terlihat kekuatan persekutuan. Ketika ada musibah, orang datang membantu. Ada yang memberi tenaga. Ada yang memberi waktu. Ada yang memberi dana. Ada yang memberi doa. Itulah gereja. Karena gereja bukan sekadar bangunan. Gereja adalah umat yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Gedung dapat dibangun kembali. Barang dapat diganti. Tetapi iman dan semangat pelayanan harus tetap menyala. 11. “API” YANG HARUS TETAP MENYALA Kalau listrik korslet, api bisa muncul. Tetapi dalam kehidupan rohani ada api yang justru harus dipelihara: api iman. Jangan sampai listrik gereja menyala, tetapi iman jemaat padam. Jangan sampai lampu gereja terang, tetapi kehidupan kita gelap. Jangan sampai sound system gereja keras, tetapi suara doa dalam keluarga semakin kecil. Jangan sampai gereja penuh manusia, tetapi hati manusia jauh dari Tuhan. Karena itu mari kita pelihara api iman. Rajin berdoa. Rajin membaca firman. Rajin beribadah. Rajin melayani. Rajin mengasihi. Rajin mengampuni. Itulah api yang harus terus menyala. 12. TALENTA ANAK MUDA ADALAH BAGIAN DARI PELAYANAN Kita juga patut bersyukur melihat semangat remaja GMIM dalam Pesta Seni Remaja 2026. Rangkaian PSR GMIM 2026 menampilkan berbagai talenta: paduan suara, vokal grup, band rohani, baca mazmur, teater, tarian kreatif, tambourine-rebana, masamper dan maengket. Rangkaian lomba berlangsung 31 Juli-2 Agustus dan penutupan dilaksanakan 8 Agustus 2026. Apa yang bisa kita pelajari? Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang. Ada yang bisa menyanyi. Ada yang bisa memainkan musik. Ada yang pandai berbicara. Ada yang pandai mengorganisasi. Ada yang kreatif. Ada yang ahli teknologi. Ada yang kuat dalam pelayanan sosial. Jangan katakan: “Saya tidak punya talenta.” Mungkin talentanya belum ditemukan. Atau mungkin talentanya ada, tetapi selama ini terlalu sibuk scroll TikTok. Yang penting: Talenta jangan hanya dipakai untuk diri sendiri. Gunakan untuk Tuhan. 13. JANGAN HANYA MENJADI PENONTON DI GEREJA Gereja membutuhkan orang yang mau bekerja. Ada yang berdoa. Ada yang menyanyi. Ada yang mengajar. Ada yang mengunjungi orang sakit. Ada yang membantu keluarga berduka. Ada yang mengurus administrasi. Ada yang membantu anak-anak. Ada yang melayani remaja. Ada yang bekerja di belakang layar. Tidak semua harus berdiri di mimbar. Kadang pelayanan yang paling besar justru dilakukan oleh orang yang tidak banyak terlihat. Jadi jangan berpikir: “Saya bukan pendeta, berarti saya tidak bisa melayani.” Tidak! Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi berkat. Ini yang paling penting. Kesetiaan mudah dibicarakan ketika semuanya baik. Ketika sehat: “Puji Tuhan!” Ketika usaha lancar: “Puji Tuhan!” Ketika anak berhasil: “Puji Tuhan!” Tetapi bagaimana ketika usaha turun? Bagaimana ketika sakit? Bagaimana ketika doa belum dijawab? Bagaimana ketika keluarga menghadapi masalah? Di situlah kesetiaan diuji. Setia berarti tetap memegang Tuhan ketika keadaan tidak sesuai harapan kita. Ada orang yang kalau hari Minggu sangat rohani. “Shalom!” “Puji Tuhan!” “Tuhan memberkati!” Tetapi Senin: Marah. Selasa: Mengeluh. Rabu: Gosip. Kamis: Tidak jujur. Jumat: Lupa Tuhan. Sabtu: Baru ingat besok Minggu. hmm Jangan begitu. Kekristenan bukan hanya untuk hari Minggu. Kristus harus hadir Senin sampai Sabtu juga. Di kantor. Di pasar. Di sekolah. Di rumah. Di jalan. Dalam bisnis. Dalam media sosial. Dalam hubungan keluarga. Di mana pun kita berada. 16. PILIH TUHAN SETIAP HARI Yosua berkata: “Pilihlah pada hari ini.” Mengapa “hari ini”? Karena setiap hari kita berhadapan dengan pilihan. Hari ini kita memilih: jujur atau bohong. mengampuni atau menyimpan dendam. melayani atau mementingkan diri sendiri. berdoa atau hanya mengeluh. mendekat kepada Tuhan atau menjauh. Jadi iman bukan keputusan sekali seumur hidup. Iman adalah keputusan yang kita perbarui setiap hari. Saudara-saudara, Mari kita bayangkan kalau setiap rumah tangga Kristen mempunyai satu komitmen: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Bayangkan kalau kalimat ini sungguh-sungguh dilakukan. Ayah berdoa. Ibu berdoa. Anak-anak berdoa. Keluarga membaca Alkitab. Keluarga saling menolong. Keluarga setia beribadah. Keluarga aktif melayani. Maka gereja akan kuat. Karena: Gereja yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Jemaat yang dikasihi Tuhan, Yosua 24:1-28 mengajak kita mengambil keputusan. Tuhan sudah begitu banyak melakukan sesuatu bagi kita. Karena itu jangan lupa kepada-Nya. Jangan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Jangan hanya datang kepada Tuhan ketika ada masalah. Tetapi: Takutlah akan Tuhan. Beribadahlah dengan tulus. Melayani dengan setia. Gunakan talenta untuk kemuliaan Tuhan. Bangun keluarga yang takut akan Tuhan. Dan ketika menghadapi musibah, jangan menyerah. Kalau gedung rusak, kita bangun kembali. Kalau fasilitas hilang, kita lengkapi kembali. Kalau menghadapi masalah, kita hadapi bersama. Tetapi satu hal jangan sampai hilang: IMAN KEPADA TUHAN. Sebab gereja bukan terutama tentang gedung. Gereja adalah umat Tuhan. Dan umat Tuhan harus terus berjalan bersama Tuhan. Hari ini mari kita perbarui keputusan kita. Bukan hanya pendeta. Bukan hanya penatua. Bukan hanya diaken. Bukan hanya kaum ibu. Bukan hanya kaum bapa. Bukan hanya pemuda dan remaja. Tetapi kita semua. Mari kita berkata bersama-sama dalam hati: “AKU DAN SEISI RUMAHKU, KAMI AKAN BERIBADAH KEPADA TUHAN!” Kalau Tuhan sudah membawa kita sampai hari ini, jangan tinggalkan Dia. Kalau Tuhan sudah memberkati kita, jangan lupakan Dia. Kalau Tuhan sudah memberikan talenta, gunakan untuk Dia. Kalau Tuhan memberikan keluarga, rawatlah dalam kasih-Nya. Kalau Tuhan memberikan gereja, layanilah dengan setia. Dan kalau suatu hari kita menghadapi badai, jangan takut. Karena: TUHAN YANG MENYERTAI KITA DI MASA LALU ADALAH TUHAN YANG SAMA YANG MENYERTAI KITA HARI INI DAN SAMPAI SELAMANYA. DOA PENUTUP Ya Tuhan Allah Bapa kami, Kami bersyukur atas segala kebaikan-Mu. Kami mengingat bagaimana Engkau telah memimpin kehidupan kami, keluarga kami dan gereja-Mu. Ampunilah kami kalau sering kali kami melupakan-Mu setelah menerima berkat. Ampunilah kami kalau kami lebih sibuk mengejar dunia daripada mencari kehendak-Mu. Hari ini kami kembali memilih Engkau. Ajarlah kami takut akan Tuhan. Ajarlah kami beribadah dengan tulus ikhlas. Ajarlah kami melayani dengan setia. Berkatilah keluarga-keluarga kami. Jadikanlah setiap rumah menjadi tempat di mana nama Tuhan dihormati. Berikan hikmat kepada orang tua. Bimbing anak-anak dan remaja kami. Pakailah talenta generasi muda untuk kemuliaan nama-Mu. Kami juga berdoa bagi jemaat-jemaat yang mengalami musibah. Kuatkan mereka. Hibur mereka. Gerakkan hati banyak orang untuk saling menolong. Biarlah setiap musibah justru membuat persekutuan umat-Mu semakin kuat. Dan biarlah api iman dalam hati kami tidak pernah padam. Kami mengucapkan komitmen: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah RHK GMIM Rabu, 26 Agustus 2026 - Memilih Tuhan Allah Setiap Hari - Yosua 24:14-18 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 16 Agustus 2026 - Akulah Tuhan Allahmu Yang Membebaskan Kamu - Keluaran 6:1-12 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(50) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Minggu, 6 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 6 September 2026 - CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH - Keluaran 18:13-27 Rabu, 2 Sepember 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 2 Sepember 2026 - Menanggalkan Manusia Lama - Efesus 4:22-23 Minggu, 30 Agusus 2026 Khotbah GMIM Minggu, 30 Agusus 2026 - DIBAHARUI DALAM ROH DAN PIKIRANMU SERTA MENGENAKAN MANUSIA BARU - Efesus 4:17-32 Rabu, 26 Agustus 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 26 Agustus 2026 - Memilih Tuhan Allah Setiap Hari - Yosua 24:14-18 Minggu, 23 Agustus 2026 Khotbah GMIIM Minggu, 23 Agustus 2026 - TAKUTLAH AKAN TUHAN DAN BERIBADAHLAH KEPADANYA DENGAN TULUS IKHLAS DAN SETIA - Yosua 24:1-28 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,