|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
![]() |
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2026 Yosua 24:14-18Rabu, 26 Agustus 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 26 Agustus 2026 - Memilih Tuhan Allah Setiap Hari - Yosua 24:14-18 1. HIDUP INI PENUH DENGAN PILIHAN, 2. MEMILIH TUHAN BERARTI MENEMPATKAN TUHAN DI TEMPAT PERTAMA, 3. YOSUA MENGAJAK KELUARGANYA MEMILIH TUHAN, 5. MEMILIH TUHAN ADALAH KEPUTUSAN SETIAP HARI, 14“Jadi, sekarang,” kata Yosua selanjutnya, “hormatilah Tuhan. Mengabdilah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan setia. Singkirkanlah ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu dahulu di Mesopotamia dan Mesir. Mengabdilah hanya kepada Tuhan. 15Seandainya kamu tidak mau mengabdi kepada Tuhan, ambillah keputusan hari ini juga kepada siapa kamu mau mengabdi: kepada ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu di Mesopotamia dahulu atau kepada ilah-ilah orang Amori yang negerinya kamu tempati sekarang. Tetapi kami -- saya dan keluarga saya -- akan mengabdi hanya kepada Tuhan.” 16Maka umat Israel itu menjawab, “Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan Tuhan untuk mengabdi kepada ilah-ilah lain! 17Tuhan Allah kitalah yang membebaskan para leluhur kita dan kita sendiri dari perbudakan di Mesir. Kita sudah melihat keajaiban-keajaiban yang dibuat oleh Tuhan. Selalu Tuhan melindungi kita dalam semua perjalanan kita, melewati negeri-negeri asing. 18Dan ketika kita memasuki negeri ini, Tuhan mengusir semua orang Amori yang tinggal di sini. Jadi, kami mau mengabdi kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita!” Penjelasan: Salam sejahtera, Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Puji Tuhan, malam hari ini kita boleh kembali berkumpul dalam ibadah keluarga. Setelah seharian bekerja, belajar, mengurus rumah tangga, menghadapi kemacetan, menghadapi tugas kantor, menghadapi pelanggan, bahkan mungkin menghadapi anggota keluarga yang kadang-kadang lebih “menantang” daripada tugas kantor, kita datang kepada Tuhan. Ada yang datang dengan hati gembira. Ada yang datang dengan banyak pikiran. Ada yang mungkin datang sambil berkata dalam hati, “Tuhan, hari ini berat sekali.” Tetapi satu hal yang indah: kita masih memilih untuk datang kepada Tuhan. Dan sebenarnya, itulah inti Firman Tuhan malam ini: Memilih Tuhan bukan hanya sekali seumur hidup, tetapi setiap hari. 1. HIDUP INI PENUH DENGAN PILIHAN Setiap hari kita membuat pilihan. Pagi hari, pilihan pertama kadang bukan soal Tuhan, tetapi: “Bangun sekarang atau lima menit lagi?” Lalu lima menit kemudian alarm berbunyi lagi. “Bangun sekarang atau lima menit lagi?” Akhirnya lima menit itu bisa menjadi tiga puluh menit. Ketika bangun, langsung panik. “Ya Tuhan! Kenapa tidak ada yang bangunkan saya?” Padahal alarm sudah bekerja keras. Yang tidak bekerja sama adalah kita! Hidup memang penuh pilihan. Kita memilih makanan. Memilih pekerjaan. Memilih teman. Memilih kata-kata yang akan kita ucapkan. Memilih apakah mau marah atau menahan diri. Memilih apakah mau jujur atau mencari jalan pintas. Dan dalam bacaan kita, Yosua membawa bangsa Israel kepada sebuah pilihan yang sangat penting. Yosua berkata: “Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.” Kemudian Yosua berkata: “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” Dan Yosua memberikan kesaksian yang sangat terkenal: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Ini bukan sekadar slogan untuk ditempel di dinding rumah. Ini adalah keputusan hidup. Yosua tidak berkata: “Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan kalau keadaan ekonomi bagus.” Ia tidak berkata: “Aku dan seisi rumahku akan setia kalau semua anak menurut.” Ia juga tidak berkata: “Kami akan melayani Tuhan kalau tidak ada masalah.” Tidak! Yosua berkata dengan tegas: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Artinya: dalam keadaan apa pun, Tuhan tetap menjadi pilihan kami. 2. MEMILIH TUHAN BERARTI MENEMPATKAN TUHAN DI TEMPAT PERTAMA Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kadang-kadang kita merasa bahwa kita sudah memilih Tuhan karena kita sudah menjadi orang Kristen. Tetapi pertanyaannya bukan hanya: “Apakah saya orang Kristen?” Pertanyaan yang lebih dalam adalah: “Apakah Tuhan sungguh menjadi Tuhan dalam kehidupan saya sehari-hari?” Karena ada orang yang secara KTP memilih Tuhan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari memilih yang lain. Hari Minggu memilih Tuhan. Hari Senin memilih emosi. Hari Selasa memilih gosip. Hari Rabu memilih iri hati. Hari Kamis memilih kekhawatiran. Hari Jumat memilih uang sebagai segala-galanya. Hari Sabtu berkata, “Besok saya bertobat lagi karena hari Minggu.” Jangan sampai kehidupan kita seperti itu! Tuhan tidak mau hanya menjadi “Tuhan hari Minggu.” Tuhan mau menjadi Tuhan pada hari Senin sampai Minggu. Tuhan mau hadir ketika kita berada di gereja. Tetapi Tuhan juga mau hadir ketika kita berada di kantor, di pasar, di sekolah, di kampus, di jalan raya, bahkan di rumah ketika sedang menghadapi anggota keluarga. Sebab kadang-kadang, Bapak-Ibu, kesabaran kita di gereja luar biasa. Di gereja semua orang berkata: “Shalom…” “Tuhan memberkati…” “Tuhan Yesus baik…” Tetapi ketika sampai di rumah dan melihat handuk basah di atas tempat tidur: “SIAPA YANG TARUH INI DI SINI?” Ternyata ujian kesalehan bukan hanya di mimbar, tetapi juga di kamar mandi! Karena itu, memilih Tuhan setiap hari berarti membawa karakter Kristus ke dalam kehidupan sehari-hari. 3. YOSUA MENGAJAK KELUARGANYA MEMILIH TUHAN Perhatikan kalimat Yosua: “Aku dan seisi rumahku…” Ini sangat penting. Iman memang bersifat pribadi. Kita masing-masing harus percaya kepada Tuhan secara pribadi. Tetapi iman juga harus hidup dalam keluarga. Rumah kita bukan hanya tempat tidur. Bukan hanya tempat makan. Bukan hanya tempat menonton televisi atau bermain telepon genggam. Rumah kita seharusnya menjadi tempat Tuhan dihormati. Jangan sampai di rumah kita ada Wi-Fi yang sangat kuat, tetapi hubungan keluarga sangat lemah. Sinyal internet penuh. Tetapi komunikasi antara suami dan istri “tidak ada jaringan.” Anak sedang bicara, orang tua sibuk dengan HP. Orang tua bicara, anak memakai earphone. Akhirnya satu rumah, tetapi seperti tinggal di negara yang berbeda-beda! Firman Tuhan malam ini mengingatkan: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” Artinya keluarga Kristen harus memiliki arah rohani. Suami dan istri harus bersama-sama belajar memilih Tuhan. Orang tua harus memberikan teladan kepada anak-anak. Bukan hanya berkata: “Anak, kamu harus rajin berdoa!” Sementara anak melihat orang tuanya sendiri tidak pernah berdoa. Bukan hanya berkata: “Jangan berkata kasar!” Tetapi ketika ada masalah sedikit, seluruh kamus keluar! Anak-anak mungkin tidak selalu melakukan apa yang kita katakan. Tetapi sering kali mereka belajar dari apa yang kita lakukan. Karena itu, cara terbaik mengajarkan iman kepada keluarga adalah: hidupkan iman itu di dalam rumah. Berdoalah bersama. Belajarlah meminta maaf. Belajarlah mengampuni. Biasakan mengucapkan syukur. Biasakan berkata jujur. Biasakan mengandalkan Tuhan ketika menghadapi masalah. Itulah cara kita berkata: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” 4. MEMILIH TUHAN BUKAN BERARTI HIDUP TANPA MASALAH Kadang orang berpikir: “Kalau saya memilih Tuhan, semua masalah pasti hilang.” Tidak selalu demikian. Bangsa Israel yang diajak Yosua untuk memilih Tuhan tetap akan menghadapi tantangan. Kita juga demikian. Orang yang percaya kepada Tuhan tetap bisa menghadapi sakit. Tetap bisa mengalami masalah ekonomi. Tetap bisa menghadapi persoalan keluarga. Tetap bisa mengalami kekecewaan. Tetap bisa menghadapi masa depan yang belum jelas. Memilih Tuhan bukan berarti jalan hidup selalu mulus. Tetapi memilih Tuhan berarti: Kita tidak berjalan sendirian. Ada perbedaan antara menghadapi badai sendirian dan menghadapi badai bersama Tuhan. Mungkin masalah kita belum langsung selesai. Tetapi hati kita dikuatkan. Mungkin jalan keluarnya belum terlihat. Tetapi Tuhan tetap memegang tangan kita. Mungkin kita belum mengerti rencana Tuhan. Tetapi kita percaya kepada Dia yang memegang masa depan. Kadang kita seperti sedang menggunakan GPS. Kita ingin belok ke kanan, tetapi GPS berkata: “Belok kiri.” Kita merasa, “Ah, saya lebih tahu jalan!” Lalu kita mengambil jalan sendiri. Tidak lama kemudian terdengar suara: “Putar balik jika memungkinkan.” Kadang Tuhan juga begitu dalam hidup kita. Tuhan sudah menunjukkan jalan. Tetapi kita berkata: “Tuhan, sepertinya cara saya lebih cepat.” Akhirnya kita tersesat. Dan dengan penuh kasih Tuhan berkata: “Anak-Ku, mari kembali. Putar balik. Aku masih menunggu.” Itulah indahnya Tuhan. Ketika kita salah memilih, Tuhan masih memberi kesempatan untuk kembali memilih Dia. 5. MEMILIH TUHAN ADALAH KEPUTUSAN SETIAP HARI Saudara-saudari, Memilih Tuhan bukan hanya dilakukan ketika kita dibaptis. Bukan hanya ketika kita sidi. Bukan hanya ketika kita sedang mengalami masalah besar. Kita memilih Tuhan setiap hari. Ketika bangun pagi, kita memilih: “Apakah hari ini saya akan mengandalkan kekuatan sendiri atau mengandalkan Tuhan?” Ketika menghadapi orang yang membuat kita kesal, kita memilih: “Apakah saya akan membalas dengan kemarahan atau menunjukkan kasih Kristus?” Ketika ada kesempatan untuk berlaku tidak jujur, kita memilih: “Apakah saya takut kepada manusia atau takut kepada Tuhan?” Ketika masalah datang, kita memilih: “Apakah saya menyerah atau tetap percaya kepada Tuhan?” Setiap hari sebenarnya kita sedang membuat keputusan rohani. Karena itu topik kita malam ini sangat indah: MEMILIH TUHAN ALLAH SETIAP HARI Bukan hanya: “Dulu saya pernah memilih Tuhan.” Tetapi: “Hari ini saya memilih Tuhan.” Besok pagi: “Saya memilih Tuhan lagi.” Ketika keadaan baik: “Saya memilih Tuhan.” Ketika keadaan sulit: “Saya tetap memilih Tuhan.” Ketika doa belum dijawab seperti yang saya inginkan: “Saya tetap memilih percaya kepada Tuhan.” Ketika orang lain meninggalkan saya: “Saya tetap memilih Tuhan.” Inilah kesetiaan. Kesetiaan bukan berarti kita tidak pernah jatuh. Kesetiaan berarti setiap kali jatuh, kita kembali bangkit dan kembali kepada Tuhan. 6. ADA “BERHALA” MODERN YANG HARUS KITA TINGGALKAN Dalam bacaan ini, Yosua meminta bangsa Israel untuk meninggalkan allah-allah lain. Hari ini mungkin kita tidak menyembah patung seperti pada zaman dahulu. Tetapi bukan berarti manusia modern tidak memiliki berhala. Apa yang menjadi berhala? Segala sesuatu yang mengambil tempat Tuhan dalam hati kita. Bisa saja uang. Bisa saja pekerjaan. Bisa saja jabatan. Bisa saja popularitas. Bisa saja telepon genggam. Bisa saja media sosial. Sekarang mungkin ada orang yang kalau Alkitabnya tertinggal di rumah, biasa saja. Tetapi kalau HP tertinggal? Baru lima menit sudah panik. “Ya ampun! Hidup saya bagaimana ini?” Tenang, Saudara! Tuhan masih ada walaupun HP sedang tertinggal. Bahkan mungkin Tuhan sedang memberikan kesempatan agar kita berbicara dengan orang di sebelah kita! Teknologi bukan musuh. Uang bukan musuh. Pekerjaan bukan musuh. Tetapi semuanya menjadi masalah ketika mengambil tempat Tuhan. Tuhan harus tetap menjadi yang utama. 7. MULAILAH DARI RUMAH KITA Malam ini Firman Tuhan tidak meminta kita langsung mengubah seluruh dunia. Tuhan mengajak kita mulai dari rumah. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari keluarga. Mungkin malam ini Tuhan bertanya kepada kita: “Apakah rumahmu sudah menjadi tempat di mana Aku dihormati?” Bukan berarti rumah kita harus sempurna. Tidak ada keluarga yang sempurna. Kalau ada keluarga yang mengatakan keluarganya tidak pernah bertengkar, mungkin perlu diperiksa… apakah mereka benar-benar tinggal serumah atau tinggal di grup WhatsApp saja! Setiap keluarga punya masalah. Setiap suami istri memiliki perbedaan. Setiap orang tua memiliki pergumulan dengan anak. Setiap anak juga memiliki pergumulan dengan orang tua. Tetapi keluarga Kristen mempunyai satu kekuatan: Ketika ada masalah, kita kembali kepada Tuhan. Ketika ada pertengkaran, kita belajar berdamai. Ketika ada kesalahan, kita belajar meminta maaf. Ketika ada luka, kita belajar mengampuni. Ketika ada kekhawatiran, kita belajar berdoa. Itulah keluarga yang memilih Tuhan. Bukan keluarga tanpa masalah. Tetapi keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai pusat ketika menghadapi masalah. 8. PENUTUP: “AKU DAN SEISI RUMAHKU” Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Malam ini kita belajar dari Yosua bahwa setiap manusia harus menentukan pilihannya. Yosua sudah menentukan pilihannya. Dengan tegas ia berkata: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Mungkin malam ini kita juga perlu memperbarui keputusan kita. Bukan karena kita baru mengenal Tuhan. Tetapi karena dalam perjalanan hidup, kadang hati kita mulai terbagi. Kadang kita terlalu sibuk. Kadang kita terlalu khawatir. Kadang kita terlalu mengejar dunia. Kadang kita lupa siapa yang sesungguhnya memelihara hidup kita. Maka malam ini, mari kita berkata kembali: Tuhan, hari ini aku memilih Engkau. Dalam keluarga kami, kami memilih Engkau. Dalam pekerjaan kami, kami memilih Engkau. Dalam kesulitan kami, kami memilih Engkau. Dalam masa depan yang belum kami mengerti, kami tetap memilih Engkau. Mari kita jangan hanya berkata: “Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan.” Tetapi mari kita hidupkan kalimat itu: Di meja makan. Di kamar tidur. Di tempat kerja. Di sekolah. Di gereja. Di jalan raya. Dan bahkan ketika menghadapi orang yang membuat tekanan darah kita… hampir ikut naik! Saat itulah kita berkata: “Tuhan, hari ini aku memilih Engkau. Tolong saya supaya jangan memilih emosi!” Kiranya setiap keluarga GMIM dapat menjadi keluarga yang berkata dengan iman: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Dan bukan hanya pada hari Minggu. Bukan hanya pada saat ibadah keluarga. Tetapi: SETIAP HARI. Karena setiap hari Tuhan setia kepada kita. Setiap hari Tuhan memberikan napas. Setiap hari Tuhan membuka kesempatan baru. Maka setiap hari pula kita memperbarui pilihan kita: “TUHAN, HARI INI AKU MEMILIH ENGKAU.” Amin. DOA PENUTUP Mari kita berdoa. Bapa kami yang di sorga, kami bersyukur untuk Firman-Mu yang telah kami dengarkan pada malam hari ini. Terima kasih karena Engkau kembali mengingatkan kami bahwa dalam kehidupan ini kami harus menentukan pilihan. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk selalu memilih Engkau. Ampunilah kami apabila selama ini ada banyak hal yang kami tempatkan lebih tinggi daripada Engkau. Kadang kami lebih mengandalkan kekuatan sendiri. Kadang kami lebih percaya kepada uang, pekerjaan, kedudukan, atau kemampuan kami sendiri. Pada malam ini kami kembali menyerahkan diri kepada-Mu. Tuhan, jadilah pusat dalam keluarga kami. Ajarlah kami sebagai suami, istri, orang tua, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga untuk saling mengasihi, saling mengampuni, saling menolong, dan saling membawa kepada-Mu. Ketika kami menghadapi masalah, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu. Ketika kami berhasil, jangan biarkan kami melupakan-Mu. Ketika kami kuat, jangan biarkan kami sombong. Ketika kami lemah, ingatkan kami bahwa Engkau selalu menyertai kami. Mampukan kami untuk berkata seperti Yosua: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Bukan hanya sekali, tetapi setiap hari. Kami menyerahkan seluruh keluarga kami ke dalam tangan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin. PENGAKUAN IMAN BERSAMA Mari dengan penuh iman kita mengucapkan: “Aku memilih Tuhan hari ini!” “Keluargaku memilih Tuhan!” “Dalam suka dan duka, kami memilih Tuhan!” “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Amin!
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 30 Agusus 2026 - DIBAHARUI DALAM ROH DAN PIKIRANMU SERTA MENGENAKAN MANUSIA BARU - Efesus 4:17-32 Sebelum: Khotbah GMIIM Minggu, 23 Agustus 2026 - TAKUTLAH AKAN TUHAN DAN BERIBADAHLAH KEPADANYA DENGAN TULUS IKHLAS DAN SETIA - Yosua 24:1-28 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(50) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Minggu, 6 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 6 September 2026 - CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH - Keluaran 18:13-27 Rabu, 2 Sepember 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 2 Sepember 2026 - Menanggalkan Manusia Lama - Efesus 4:22-23 Minggu, 30 Agusus 2026 Khotbah GMIM Minggu, 30 Agusus 2026 - DIBAHARUI DALAM ROH DAN PIKIRANMU SERTA MENGENAKAN MANUSIA BARU - Efesus 4:17-32 Rabu, 26 Agustus 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 26 Agustus 2026 - Memilih Tuhan Allah Setiap Hari - Yosua 24:14-18 Minggu, 23 Agustus 2026 Khotbah GMIIM Minggu, 23 Agustus 2026 - TAKUTLAH AKAN TUHAN DAN BERIBADAHLAH KEPADANYA DENGAN TULUS IKHLAS DAN SETIA - Yosua 24:1-28 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,