gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 353 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 6 September 2026

Khotbah GMIM Minggu, 6 September 2026 - CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH - Keluaran 18:13-27
1. MUSA ADALAH PEMIMPIN BESAR, TETAPI TIDAK BERARTI HARUS MENGERJAKAN SEMUANYA, 2. ORANG YANG BAIK BELUM TENTU HARUS MENGERJAKAN SEMUANYA SENDIRI, 3. JITRO MENGAJARKAN MUSA: CARILAH ORANG YANG CAKAP, 4. TETAPI CAKAP SAJA TIDAK CUKUP, 6. ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA ADALAH HARTA BESAR DALAM PELAYANAN

Keluaran 18:13-27
Musa mengangkat Hakim-hakim
(Ul. 1:9-18)
13Keesokan harinya Musa mengadili perselisihan-perselisihan antara orang-orang Israel. Pekerjaan itu makan waktu dari pagi sampai malam. 14Ketika Yitro melihat semua yang harus dikerjakan Musa, ia bertanya, “Apa saja yang harus kaukerjakan untuk bangsa ini? Haruskah semua ini kaukerjakan sendirian, sehingga untuk minta nasihatmu saja, orang-orang itu mesti berdiri di sini dari pagi sampai malam?”
15Jawab Musa, “Orang-orang itu datang kepada saya untuk mengetahui kehendak Allah. 16Kalau mereka berselisih, mereka menghadap saya supaya memutuskan perkara mereka, dan saya sampaikan kepada mereka perintah-perintah dan hukum-hukum Allah.”
17Kata Yitro, “Tidak baik begitu. 18Dengan cara itu engkau melelahkan dirimu sendiri, dan juga orang-orang itu. Pekerjaan itu terlalu banyak untuk satu orang. 19Dengarlah nasihat saya, dan Allah akan menolongmu. Memang baik engkau mewakili bangsa ini di hadapan Allah dan membawa persoalan mereka kepada-Nya. 20Engkau harus mengajarkan kepada mereka perintah-perintah Allah dan menerangkan cara hidup yang baik dan apa yang harus mereka lakukan. 21Tetapi di samping itu engkau harus memilih beberapa orang laki-laki yang bijaksana, dan menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Mereka hendaknya orang-orang yang takut dan taat kepada Allah, dapat dipercaya dan tak mau menerima uang suap. 22Suruhlah mereka bertindak sebagai hakim bangsa ini, masing-masing bagi kelompoknya. Tugas itu harus mereka lakukan secara teratur. Perkara-perkara yang penting boleh mereka ajukan kepadamu, tetapi perselisihan yang kecil-kecil dapat mereka bereskan sendiri. Hal itu akan meringankan engkau karena mereka ikut bertanggung jawab. 23Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan.”
24Musa mengikuti nasihat Yitro, 25dan memilih orang-orang yang bijaksana di antara bangsa Israel. Ia menunjuk mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. 26Mereka menjalankan tugasnya sebagai hakim-hakim atas bangsa Israel. Perkara-perkara penting mereka ajukan kepada Musa, sedangkan perselisihan kecil-kecil mereka bereskan sendiri. 27Kemudian Musa melepas Yitro pergi dan pulanglah Yitro ke negerinya.

Penjelasan:

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Shalom!

Ada satu pertanyaan sederhana pagi ini:
“Kalau semua pekerjaan di gereja hanya bergantung kepada satu orang, kira-kira apa yang terjadi?”

Jawabannya gampang:
Yang satu orang itu capek, gereja ikut capek!

Pendeta capek, majelis capek, keluarga pendeta ikut capek, bahkan jemaat bisa ikut merasa bersalah karena melihat pendetanya mulai jalan seperti orang yang baterainya tinggal 2 persen!

Ada orang yang kalau ditanya:
“Pak, kenapa semua pekerjaan harus bapak yang kerjakan?”

Jawabnya:
“Karena saya bisa!”

Tetapi masalahnya bukan hanya apakah kita bisa.

Pertanyaannya:
“Apakah Tuhan memang menghendaki kita mengerjakan semuanya sendirian?”

Ternyata tidak!

Keluaran 18 menunjukkan kepada kita bahwa bahkan Musa, seorang pemimpin besar yang dipakai Tuhan, perlu belajar satu hal penting:

PEMIMPIN YANG BAIK BUKANLAH PEMIMPIN YANG MENGERJAKAN SEMUANYA SENDIRI.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menemukan, mempercayai, melatih, dan menempatkan orang yang tepat untuk ikut mengerjakan pekerjaan Tuhan.

1. MUSA ADALAH PEMIMPIN BESAR, TETAPI TIDAK BERARTI HARUS MENGERJAKAN SEMUANYA

Mari kita lihat situasinya.

Israel baru keluar dari Mesir.

Jumlah mereka sangat besar.

Musa menjadi pemimpin.

Setiap hari orang datang kepadanya untuk meminta keputusan.

Keluaran 18:13 berkata bahwa Musa duduk mengadili bangsa itu, dan bangsa itu berdiri di depan Musa dari pagi sampai petang.

Bayangkan!

Dari pagi sampai petang!

Belum ada WhatsApp.

Belum ada Zoom.

Belum ada Google Meet.

Belum ada aplikasi pelayanan.

Kalau zaman sekarang mungkin Musa sudah punya:

“Musa Official -- Pengaduan Jemaat 24 Jam.”

Masalahnya, semua masuk ke Musa!

Ada yang ribut dengan tetangga.
Ada masalah keluarga.
Ada masalah harta.
Ada persoalan antarorang.

Semua datang:
“Tanya Musa!”

“Pak Musa, saya punya masalah.”

“Musa!”

“Pak Musa, saya mau minta keputusan.”

“Musa!”

“Pak Musa, ini bagaimana?”

“Musa!”

Akhirnya Musa mungkin dalam hati berkata:
“Tuhan, kenapa semua orang ini tahu nomor HP saya?”

Tetapi di sinilah Jitro, mertua Musa, melihat sesuatu yang sangat penting.

Jitro berkata:
“Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.”

Artinya:
Musa, cara kerja seperti ini tidak sehat!
Bukan karena Musa tidak baik.
Bukan karena Musa malas.
Bukan karena Musa tidak mampu.

Justru karena Musa terlalu bertanggung jawab!

2. ORANG YANG BAIK BELUM TENTU HARUS MENGERJAKAN SEMUANYA SENDIRI

Saudara,

Ada orang yang sangat baik.

Rajin.
Bertanggung jawab.

Kalau ada kerja bakti, dia datang.
Kalau ada rapat, dia datang.
Kalau ada kegiatan gereja, dia datang.
Kalau ada yang sakit, dia datang.
Kalau ada konsumsi, dia datang.
Kalau ada kursi kurang, dia angkat kursi.
Kalau sound system rusak, dia perbaiki.
Kalau lampu mati, dia ganti.
Kalau pintu gereja macet, dia betulkan.

Akhirnya kalau pendeta bertanya:
“Siapa yang bisa bantu?”

Semua jemaat tiba-tiba melihat ke bawah.

Tetapi ada satu orang yang langsung berdiri:
“Saya, Pendeta!”

Saudara...

Itu orang yang luar biasa.

Tetapi hati-hati.

Kalau setiap kali ditanya:
“Siapa yang bisa?”

Orangnya selalu orang yang sama,

berarti gereja bukan sedang membangun pelayanan bersama.

Gereja sedang membangun:
“One Man Show.”

Padahal gereja adalah tubuh Kristus.

Tangan tidak bisa berkata kepada kaki:
“Saya tidak membutuhkan engkau.”

Mata tidak bisa berkata kepada telinga:
“Saya tidak membutuhkan engkau.”

Begitu juga dalam gereja.

Tidak ada pelayanan yang sehat kalau hanya bergantung pada satu atau dua orang.

3. JITRO MENGAJARKAN MUSA: CARILAH ORANG YANG CAKAP

Sekarang kita masuk kepada inti tema kita.

Keluaran 18:21 berkata:
“Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap...”

Perhatikan!

Jitro tidak berkata:
“Carilah orang yang punya banyak waktu.”

Tidak!

Jitro berkata:
“Carilah orang yang cakap.”

Apa artinya?

Orang yang mampu.
Orang yang punya kemampuan.
Orang yang dapat dipercaya untuk mengerjakan tanggung jawab.

Ini penting untuk gereja.

Kadang-kadang kita memilih orang bukan karena kemampuan.

Kadang karena:
“Dia teman saya.”

Atau:
“Dia keluarga saya.”

Atau:
“Dia sudah lama di gereja.”

Atau:
“Kalau dia tidak dipilih nanti dia tersinggung.”

Saudara...

Jangan sampai pelayanan gereja berubah menjadi:

“Yang penting semua senang.”

Karena pelayanan bukan kontes popularitas.

Pelayanan adalah tanggung jawab di hadapan Tuhan.

Maka gereja harus belajar bertanya:

Apakah dia mampu?
Apakah dia bertanggung jawab?
Apakah dia bisa bekerja sama?
Apakah dia mau belajar?
Apakah dia bisa dipercaya?

Karena orang yang cakap bukan berarti orang yang sempurna.

Tidak ada manusia sempurna.

Tetapi orang yang cakap adalah orang yang mau belajar, mau bertanggung jawab, mau bekerja sama, dan mau dipakai Tuhan.

4. TETAPI CAKAP SAJA TIDAK CUKUP

Nah, ini yang lebih penting.

Jitro tidak hanya berkata:
“Carilah orang-orang yang cakap.”

Tetapi lanjut:
“...takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap.”

Ini luar biasa.

Berarti Tuhan tidak hanya mencari:


KOMPETENSI

Tetapi juga:
KARAKTER.

Orang bisa pintar tetapi tidak jujur.
Orang bisa hebat tetapi sombong.
Orang bisa punya kemampuan tetapi tidak punya takut akan Tuhan.
Orang bisa pintar mengatur uang tetapi justru uang yang mengatur hidupnya.
Orang bisa pandai berbicara tentang Tuhan tetapi hidupnya tidak mencerminkan Tuhan.

Karena itu Jitro memberikan empat karakter penting:
1. Cakap
2. Takut akan Allah
3. Dapat dipercaya
4. Membenci keuntungan yang tidak jujur

Ini adalah kriteria kepemimpinan yang luar biasa.

5. TAKUT AKAN ALLAH BUKAN BERARTI TAKUT KEPADA TUHAN SEPERTI TAKUT HANTU

Saudara,

Ketika Alkitab berkata “takut akan Allah”, bukan berarti kita hidup dalam ketakutan seperti melihat sesuatu yang mengerikan.

Takut akan Allah berarti:
menghormati Tuhan, menyadari bahwa hidup kita ada di hadapan Tuhan, dan tidak berani bermain-main dengan dosa.

Kalau orang takut akan Tuhan, dia akan berpikir:
“Tidak ada orang yang melihat saya, tetapi Tuhan melihat.”

Ini sangat penting dalam kepemimpinan.

Karena kualitas seseorang yang sebenarnya sering terlihat ketika:

Tidak ada yang melihat.

Kalau ada kamera, kita bisa pura-pura baik.
Kalau ada pendeta, kita bisa kelihatan rajin.
Kalau ada pejabat, kita bisa kelihatan sopan.
Kalau ada banyak orang, kita bisa tersenyum.

Tetapi ketika sendirian...

di situlah karakter kita diuji.

Orang yang takut akan Tuhan berkata:
“Saya tetap benar meskipun tidak ada yang melihat, karena Tuhan melihat.”

6. ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA ADALAH HARTA BESAR DALAM PELAYANAN

Jitro juga berkata:
“Orang-orang yang dapat dipercaya.”

Saudara,

Kemampuan itu penting.

Tetapi kepercayaan jauh lebih mahal.

Kalau orang cakap tetapi tidak dapat dipercaya, bahayanya besar.

Karena dia bisa menggunakan kemampuan untuk kepentingan dirinya sendiri.

Dalam gereja, orang yang memegang uang harus dapat dipercaya.

Orang yang mengurus administrasi harus dapat dipercaya.
Orang yang mengurus pelayanan harus dapat dipercaya.
Orang yang memimpin harus dapat dipercaya.
Orang yang memegang tanggung jawab harus bisa berkata:

“Apa yang dipercayakan kepada saya adalah tanggung jawab di hadapan Tuhan.”

Bukan:
“Ini kesempatan untuk saya.”

Tetapi:
“Ini kesempatan untuk saya melayani.”

7. GEREJA BUKAN KEKURANGAN ORANG, GEREJA HARUS BELAJAR MENEMUKAN ORANG


Saudara yang dikasihi Tuhan,

Kadang kita berkata:

“Di gereja kita tidak ada orang.”

Benarkah?

Atau sebenarnya orangnya ada,

tetapi belum diberi kesempatan?

Ada anak muda yang pintar teknologi.
Ada yang pandai mengorganisasi.
Ada yang pandai mengajar.
Ada yang pandai bermusik.
Ada yang pandai berbicara.
Ada yang punya kemampuan administrasi.
Ada yang pandai menggunakan media sosial.
Ada yang punya kemampuan pendidikan.
Ada yang punya kemampuan ekonomi.
Ada yang punya kemampuan sosial.

Pertanyaannya:
Apakah gereja sudah memberi ruang bagi mereka?

Karena salah satu tugas pemimpin bukan hanya melakukan pekerjaan.

Tugas pemimpin juga:
MENEMUKAN POTENSI ORANG LAIN.

Musa harus belajar itu.

Dan gereja juga harus belajar itu.

8. KITA MELIHAT HAL INI DALAM KEHIDUPAN GMIM

Saudara,

Berita beberapa hari terakhir menunjukkan bagaimana pelayanan GMIM terus bergerak dan berkembang.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Jemaat GMIM Riedel Wawalintouan merayakan HUT ke-37. Momentum itu sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pimpinan jemaat dan wilayah yang baru. Pdt. Weldat Demli Rintjap, M.Th., menerima tugas pelayanan baru menggantikan Pdt. Dr. Or. Anthonius Dan Sompe, yang mendapat penugasan baru di bidang misi dan hubungan kerja sama Sinode GMIM.

Apa yang kita lihat?

Ada pergantian tugas.
Ada yang melanjutkan.
Ada yang berpindah.
Ada yang menerima tanggung jawab baru.

Itulah pelayanan.

Pelayanan bukan milik pribadi.
Pelayanan adalah milik Tuhan.

Hari ini saya melayani di sini.
Besok Tuhan bisa memberikan tugas lain.
Orang lain meneruskan pekerjaan kita.
Dan kita harus bersyukur kalau pelayanan dapat diteruskan dengan baik.

Karena keberhasilan pemimpin bukan hanya ketika dia berhasil melakukan sesuatu.

Keberhasilan pemimpin juga terlihat ketika dia berhasil mempersiapkan orang lain untuk melanjutkan pelayanan.

9. GMIM JUGA DIPANGGIL MEMBANGUN MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN

Berita lain yang menarik adalah revitalisasi SMKS Kristen YPKM GMIM Manado yang per 31 Agustus 2026 dilaporkan telah mencapai sekitar 40 persen.

Ini juga sangat relevan dengan tema kita.

Mengapa?

Karena ketika gereja membangun sekolah, gereja bukan hanya membangun gedung.

Gereja sedang membangun manusia.

Gedung bisa selesai.

Cat bisa baru.

Atap bisa bagus.

Meja bisa baru.

Tetapi pertanyaan terbesar:
“Manusia seperti apa yang kita hasilkan?”

Apakah generasi muda kita menjadi:

Cakap?
Jujur?
Takut akan Tuhan?
Bertanggung jawab?
Mampu memimpin?
Mampu melayani?
Mampu menggunakan teknologi dengan benar?

Itulah semangat Keluaran 18.

Kita tidak hanya mencari orang yang pintar.

Kita mencari:
orang yang cakap dan takut akan Allah.

10. PEMIMPIN HARUS TAHU MEMBAGI TUGAS

Jitro berkata kepada Musa agar menempatkan pemimpin atas:
seribu orang,
seratus orang,
lima puluh orang,
dan sepuluh orang.

Artinya ada pembagian tanggung jawab.

Ini namanya:
DELEGASI.

Delegasi bukan berarti:

“Saya malas bekerja, jadi kamu saja.”

Bukan!

Delegasi berarti:
“Saya mempercayakan tanggung jawab kepada orang yang tepat supaya pekerjaan dapat berjalan lebih baik.”

Ini penting dalam keluarga juga.

Bapak jangan semua dikerjakan sendiri.
Mama jangan semua dikerjakan sendiri.
Anak-anak juga harus dilibatkan.

Kalau bapak bilang:
“Semua pekerjaan rumah biar papa yang kerjakan.”

Anak-anak mungkin senang.

Tapi nanti ketika papa tidak ada di rumah:
“Ini cara menyalakan mesin cuci bagaimana?”

“Mama, tanya Papa.”

Karena semua Papa yang kerjakan!

Jadi sejak kecil anak-anak harus belajar tanggung jawab.

Begitu juga gereja.

Jangan semua pekerjaan hanya dikerjakan oleh orang yang sama.

11. PEMIMPIN YANG TIDAK MAU MENDELEGASIKAN PEKERJAAN AKAN KELELAHAN

Saudara,

Jitro mengatakan sesuatu yang sangat serius kepada Musa:

Jika Musa terus melakukan semuanya sendiri, maka dia akan kelelahan.

Bahkan bukan hanya Musa.

Bangsa itu juga akan kelelahan.

Artinya:
SISTEM YANG TIDAK SEHAT AKAN MEMBUAT PEMIMPIN DAN ORANG YANG DIPIMPIN SAMA-SAMA LELAH.

Ini bisa terjadi dalam gereja.

Pendeta lelah.
Majelis lelah.
Komisi lelah.
Panitia lelah.
Jemaat lelah.

Akhirnya yang seharusnya menjadi sukacita pelayanan berubah menjadi:

“Aduh... rapat lagi?”

Saudara tertawa, tapi ini bisa terjadi.

Karena itu gereja harus membangun budaya:
“Mari bekerja bersama.”

Bukan:
“Mari cari siapa yang bisa disuruh.”

Itu berbeda!

12. PEMIMPIN YANG BAIK TIDAK TAKUT KEHILANGAN PANGGUNG

Ada pemimpin yang takut kalau orang lain lebih hebat.

Kalau ada anak muda yang pintar, dia takut.
Kalau ada orang yang lebih pandai berbicara, dia takut.
Kalau ada orang yang punya ide baru, dia takut.

Padahal Musa tidak begitu.

Musa menerima nasihat Jitro.
Musa bersedia membagi tugas.
Musa bersedia mempercayakan pekerjaan kepada orang lain.

Ini menunjukkan bahwa:
KERENDAHAN HATI ADALAH BAGIAN DARI KEPEMIMPINAN.

Pemimpin yang sehat tidak berkata:

“Semua harus lewat saya.”

Tetapi berkata:

“Mari kita kerjakan bersama.”

13. BAHKAN PEMERINTAH DAN GEREJA MEMBUTUHKAN SINERGI


Kita juga melihat dalam berita pelayanan GMIM di Sulawesi Utara bahwa gereja dan pemerintah terus bertemu dalam berbagai kegiatan.

Dalam HUT ke-37 GMIM Riedel Wawalintouan, pemerintah hadir dalam ibadah syukur dan momentum pergantian pimpinan pelayanan. Dalam kesempatan tersebut juga muncul perhatian terhadap pendidikan dan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau.

Di GMIM Sion Madidir, Wali Kota Bitung Hengky Honandar juga menyerukan penguatan sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat. Pada saat yang sama jemaat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemarau panjang, potensi krisis air bersih, dan bahaya kebakaran.

Apa pelajarannya?

Masalah masyarakat tidak bisa diselesaikan sendirian.

Gereja punya kekuatan rohani.

Pemerintah punya kewenangan dan sumber daya.

Masyarakat punya tenaga dan kepedulian.

Sekolah punya pendidikan.

Keluarga punya pembentukan karakter.

Kalau semuanya bekerja sendiri-sendiri, hasilnya terbatas.

Tetapi kalau semua bekerja bersama:

pelayanan menjadi lebih kuat.

14. “ORANG YANG CAKAP” BUKAN BERARTI ORANG YANG TIDAK PERNAH SALAH

Saudara,

Kita jangan salah mengerti.

Orang cakap bukan orang sempurna.
Orang takut Tuhan juga bukan orang yang tidak pernah jatuh.

Tetapi ketika jatuh:
dia mau bangun.

Ketika salah:
dia mau mengaku.

Ketika ditegur:
dia mau belajar.

Ketika diberi tanggung jawab:
dia menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Ketika berhasil:
dia tidak mengambil semua kemuliaan untuk dirinya.

Dia berkata:
“Ini karena Tuhan.”

15. JANGAN SALAH MEMILIH ORANG

Saudara,

Keluaran 18 memberikan prinsip yang sangat jelas.

Jangan memilih orang hanya karena:

“Dia terkenal.”

Jangan hanya karena:
“Dia kaya.”

Jangan hanya karena:
“Dia banyak bicara.”

Jangan hanya karena:
“Dia teman saya.”

Jangan hanya karena:
“Dia keluarga saya.”

Jangan hanya karena:
“Dia paling aktif di media sosial.”

Karena orang yang banyak posting belum tentu banyak melayani.

Orang yang banyak bicara belum tentu banyak bekerja.
Orang yang kelihatan hebat belum tentu punya karakter.

Jitro berkata:
Carilah orang yang CAKAP.
Takut akan ALLAH.
DAPAT DIPERCAYA.
MEMBENCI KEUNTUNGAN YANG TIDAK JUJUR.

Itulah ukuran yang harus kita perhatikan.

16. BAGI PARA ORANG TUA: AJAR ANAK MENJADI CAKAP DAN TAKUT AKAN TUHAN


Saudara,

Tema ini bukan hanya untuk pendeta.

Bukan hanya untuk majelis.
Bukan hanya untuk BPMJ.
Bukan hanya untuk komisi.

Ini juga untuk orang tua.

Kalau kita ingin anak-anak kita menjadi pemimpin masa depan, jangan hanya berkata:
“Nak, harus pintar!”

Tetapi katakan juga:
“Nak, harus jujur.”

Jangan hanya:
“Nak, harus sukses.”

Tetapi:
“Nak, takutlah akan Tuhan.”

Jangan hanya:
“Nak, cari uang sebanyak-banyaknya.”

Tetapi:
“Nak, cari uang dengan cara yang benar.”

Jangan hanya:
“Nak, jadi orang hebat.”

Tetapi:
“Nak, jadilah orang yang berguna.”

Karena Tuhan tidak hanya mencari orang yang sukses.

Tuhan mencari orang yang dapat dipercaya.

17. BAGI ANAK MUDA GMIM: JANGAN TAKUT DIBERI TANGGUNG JAWAB

Untuk anak-anak muda GMIM,

Jangan berkata:

“Saya masih muda.”

Justru masa muda adalah masa untuk belajar.

Belajar memimpin.
Belajar melayani.
Belajar bertanggung jawab.
Belajar mengelola uang.
Belajar berbicara.
Belajar bekerja sama.
Belajar menggunakan teknologi.
Belajar membangun karakter.

Dan yang paling penting:
Belajar takut akan Tuhan.

Jangan tunggu sampai umur 50 tahun baru mau belajar melayani.

Kalau umur 20 tahun sudah bisa dipakai Tuhan,

kenapa harus menunggu?

18. BAGI PARA PELAYAN: JANGAN TAKUT MEMPERSIAPKAN PENGGANTI


Saudara,

Ini penting.

Kalau kita sedang memegang tanggung jawab dalam gereja:
jangan takut mempersiapkan orang lain.

Kalau kita ketua:
siapkan calon ketua berikutnya.

Kalau kita sekretaris:
ajarkan orang lain administrasi.

Kalau kita bendahara:
jangan hanya berkata:

“Saya yang tahu semuanya.”

Ajarkan sistemnya.

Kalau kita pemimpin komisi:
siapkan generasi berikutnya.

Karena pelayanan bukan tentang:
“Saya harus terus menjabat.”

Pelayanan adalah:
“Apa yang Tuhan titipkan kepada saya harus saya teruskan kepada generasi berikutnya.”

19. GEREJA YANG SEHAT ADALAH GEREJA YANG MAMPU MELAHIRKAN PEMIMPIN BARU

Saudara yang dikasihi Tuhan,

Kita tidak boleh hanya bertanya:
“Siapa pemimpin kita?”

Tetapi kita harus bertanya:
“Siapa yang sedang kita persiapkan menjadi pemimpin?”

Itulah semangat Keluaran 18.

Musa tidak berhenti menjadi pemimpin.

Tetapi Musa belajar:
memimpin dengan cara yang lebih sehat.

Dia tidak kehilangan kewibawaan karena membagi pekerjaan.

Justru kepemimpinannya menjadi lebih kuat.

20. PENUTUP: TUHAN TIDAK MEMANGGIL KITA UNTUK BEKERJA SENDIRI

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Mari kita kembali kepada tema kita:
“CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH.”

Ada tiga pesan besar bagi kita hari ini.

PERTAMA: JANGAN KERJAKAN SEMUANYA SENDIRI.

Kalau Tuhan memberikan pelayanan kepada kita, Tuhan juga menyediakan orang-orang untuk membantu.

Jangan merasa:
“Kalau bukan saya, tidak akan selesai.”

Saudara,

Tuhan tetap bekerja sebelum kita ada.
Tuhan tetap bekerja ketika kita ada.

Dan Tuhan tetap bekerja setelah kita tidak ada.

Kita hanya alat.

KEDUA: PILIH ORANG BERDASARKAN KOMPETENSI DAN KARAKTER.

Jangan hanya mencari orang pintar.

Cari orang yang:
cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya, dan jujur.

Karena kemampuan tanpa karakter bisa menjadi bahaya.

Tetapi kemampuan yang dipadukan dengan takut akan Tuhan menjadi berkat.

KETIGA: SIAPKAN GENERASI BERIKUTNYA.

Jangan hanya membangun gereja yang kuat hari ini.

Bangunlah gereja yang tetap kuat 20, 30, bahkan 50 tahun ke depan.

Kita tidak tahu siapa anak muda yang duduk di bangku gereja hari ini yang suatu hari nanti akan menjadi:

pendeta,
guru,
dokter,
pengusaha,
politisi,
birokrat,
dosen,
teknokrat,
pemimpin masyarakat,
atau pemimpin gereja.

Tetapi kita tahu satu hal:

Mereka membutuhkan teladan dari kita hari ini.

ILUSTRASI PENUTUP

Ada seorang bapak yang sangat sibuk di gereja.

Semua dia kerjakan.

Suatu hari anaknya bertanya:

“Papa, kenapa semua Papa yang kerjakan?”

Bapaknya menjawab:

“Karena Papa mau jadi orang yang berguna.”

Anaknya berkata:

“Kalau begitu, Papa ajari saya supaya saya juga bisa berguna.”

Bapak itu terdiam.

Karena dia sadar:

Selama ini dia sibuk mengerjakan pekerjaan Tuhan,

tetapi lupa mempersiapkan anaknya untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan.

Saudara,

jangan sampai kita begitu.

Jangan sampai kita sibuk membangun gereja,

tetapi lupa membangun manusia.

Jangan sampai kita sibuk mencari orang yang bisa bekerja,

tetapi lupa membentuk orang yang punya karakter.

Jangan sampai kita sibuk mencari pemimpin,

tetapi lupa membentuk pemimpin yang takut akan Tuhan.

AJAKAN

Hari ini Tuhan bertanya kepada kita:

“Apakah engkau mau bekerja sendiri?”

Atau:

“Apakah engkau mau belajar mempercayai orang lain?”

Tuhan bertanya:

“Apakah engkau hanya mencari orang pintar?”

Atau:
“Apakah engkau mencari orang yang cakap dan takut akan Aku?”

Dan Tuhan bertanya:

“Siapa yang sedang engkau persiapkan?”

Kiranya setiap keluarga GMIM,

setiap jemaat GMIM,
setiap pelayan khusus,
setiap komisi,
setiap wilayah,
setiap sekolah,
dan seluruh pelayanan gereja

menjadi tempat lahirnya orang-orang yang:
CAKAP DALAM BEKERJA,
TAKUT AKAN TUHAN,
DAPAT DIPERCAYA,
DAN JUJUR DALAM MELAYANI.

Sebab gereja yang kuat bukan gereja yang hanya memiliki satu pemimpin hebat.

Gereja yang kuat adalah gereja yang mampu melahirkan banyak orang yang mau dipakai Tuhan.

Dan akhirnya,

jangan lupa:
Musa tidak kehilangan kewibawaannya ketika membagi tugas.

Justru dengan membagi tugas,

bangsa itu tertolong, Musa tidak kelelahan, dan pekerjaan Tuhan berjalan lebih baik.

Maka mari kita katakan bersama:
“Tuhan, berikan kami orang-orang yang cakap!”
“Tuhan, berikan kami orang-orang yang takut akan Engkau!”
“Tuhan, berikan kami orang-orang yang dapat dipercaya!”
“Dan Tuhan, jadikan kami orang-orang yang siap bekerja bersama dalam pelayanan!”

Karena kita bukan sedang membangun nama kita.

Kita sedang membangun pekerjaan Tuhan.

Amin.














Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Sebelum:
Khotbah RHK GMIM Rabu, 2 Sepember 2026 - Menanggalkan Manusia Lama - Efesus 4:22-23




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(50)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,