gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 725 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 16 Agustus 2026

Khotbah GMIM Minggu, 16 Agustus 2026 - Akulah Tuhan Allahmu Yang Membebaskan Kamu - Keluaran 6:1-12
1. ISRAEL SEDANG BERADA DALAM KEADAAN SANGAT BERAT, 2. TUHAN MENDENGAR ERANGAN UMAT-NYA, 3. TUHAN BERKATA: AKULAH TUHAN,

Keluaran 6:1-12
Pengutusan Musa
6:1-12
1Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: ”Akulah Tuhan. 2 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku Tuhan Aku belum menyatakan diri. 3Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, 4tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku. 5Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah Tuhan, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. 6Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, Tuhan, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. 7Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah Tuhan.”
8Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
9Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa: 10”Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.” 11Tetapi Musa berkata di hadapan Tuhan: ”Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!” 12Demikianlah Tuhan telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun, raja Mesir, dengan membawa perintah supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir.

Penjelasan:


Jemaat Tuhan yang dikasihi dan diberkati Tuhan,

Shalom!

Puji Tuhan!

Hari ini kita boleh kembali berkumpul sebagai satu persekutuan jemaat untuk memuji Tuhan, berdoa, bernyanyi, dan mendengarkan Firman-Nya.

Dan hari ini Firman Tuhan membawa kita kepada satu kalimat yang sangat kuat.

Tuhan berkata:
“Akulah TUHAN.”

Bukan:
“Akulah salah satu tuhan.”

Bukan:
“Akulah salah satu pilihan.”

Tetapi:
“AKULAH TUHAN!”

Dan Tuhan melanjutkan:
“Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir dan melepaskan kamu dari perbudakan mereka.”

Karena itu tema khotbah kita hari ini adalah:
“AKULAH TUHAN ALLAHMU YANG MEMBEBASKAN KAMU.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kalau kita mendengar kata “membebaskan”, biasanya kita langsung berpikir:

“Wah, berarti masalah selesai!”

Tetapi ternyata dalam Keluaran 6, Israel belum langsung bebas.

Belum!

Mereka masih di Mesir.

Firaun masih berkuasa.

Perbudakan masih berlangsung.

Batu bata masih harus dibuat.

Dan masalah masih ada.

Jadi ada sesuatu yang penting yang harus kita pahami:

Tuhan sudah berjanji membebaskan, tetapi proses pembebasan belum selesai.

Nah, ini sangat dekat dengan kehidupan kita.

Kadang-kadang kita berdoa:
“Tuhan, bebaskan saya dari masalah ini!”

Tuhan menjawab:
“Ya, Aku akan menolong.”

Lalu kita bertanya:
“Besok selesai, Tuhan?”

Tuhan diam.

Kita tunggu satu minggu.

Belum selesai.

Satu bulan.

Belum selesai.

Tiga bulan.

Belum selesai.

Lalu kita mulai berpikir:
“Jangan-jangan Tuhan lupa?”


Ada yang kalau berdoa memang maunya seperti pesan makanan:

“Pesan sekarang, lima belas menit kemudian datang.”

Tapi Tuhan bukan aplikasi delivery!

Tuhan bekerja dengan cara dan waktu-Nya.

Dan Firman Tuhan hari ini mengajarkan:

Jangan mengukur kesetiaan Tuhan hanya dari cepat atau lambatnya jawaban doa.

1. ISRAEL SEDANG BERADA DALAM KEADAAN SANGAT BERAT

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Sebelum masuk ke Keluaran 6, kita harus melihat keadaan Israel.

Israel sedang diperbudak di Mesir.

Mereka bekerja keras.

Mereka mengalami tekanan.

Dan yang paling menyakitkan, ketika Musa datang membawa kabar bahwa Tuhan akan membebaskan mereka, keadaan malah menjadi lebih berat.

Firaun justru memperberat pekerjaan mereka.

Jerami tidak diberikan lagi, tetapi target batu bata tetap harus dipenuhi.

Kalau bahasa sekarang:

“Bahan baku dikurangi, target tetap sama!”

Jemaat mungkin tertawa.

Tetapi sebenarnya ini tragedi.

Orang Israel menderita.

Dan mereka mulai kehilangan harapan.

Musa sendiri bingung.

Musa bertanya kepada Tuhan:

“Tuhan, mengapa Engkau mendatangkan kesusahan kepada bangsa ini?”

Musa sudah melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

Tetapi hasilnya kok malah semakin sulit?

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Bukankah kadang-kadang kita juga mengalami seperti itu?

Kita sudah berdoa.

Kita sudah berusaha.

Kita sudah melakukan yang benar.

Tetapi keadaan belum juga berubah.

Kadang malah terasa semakin berat.

Ada keluarga yang sedang bergumul dengan ekonomi.

Ada orang tua yang memikirkan anaknya.

Ada anak yang memikirkan masa depannya.

Ada orang yang sedang mencari pekerjaan.

Ada yang sedang menghadapi persoalan rumah tangga.

Ada yang sedang kecewa.

Ada yang sedang sakit hati.

Dan ada yang mungkin datang ke gereja hari ini dengan senyum di wajah, tetapi di dalam hatinya sedang menangis.

Orang melihat kita:

“Wah, sehat?”

Kita jawab:

“Puji Tuhan!”

Tetapi di dalam hati:

“Ya Tuhan... tolong saya!”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman hari ini berkata:

Tuhan tahu penderitaanmu.

2. TUHAN MENDENGAR ERANGAN UMAT-NYA

Dalam Keluaran 6:5 Tuhan berkata bahwa Ia mendengar erangan orang Israel.

Ini luar biasa.

Israel mungkin merasa:
“Tidak ada yang peduli.”

Tetapi Tuhan berkata:
“Aku mendengar.”

Mereka mungkin merasa:

“Tidak ada yang melihat.”

Tetapi Tuhan berkata:

“Aku melihat.”

Mereka mungkin merasa:

“Tidak ada yang mengingat.”

Tetapi Tuhan berkata:

“Aku mengingat perjanjian-Ku.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kadang kita berdoa dan merasa Tuhan diam.

Tetapi diam bukan berarti Tuhan tidak bekerja.

Ada pekerjaan Tuhan yang belum bisa kita lihat.

Ada pintu yang sedang Tuhan persiapkan.

Ada jalan yang sedang Tuhan buka.

Ada hati manusia yang sedang Tuhan ubah.

Ada keadaan yang sedang Tuhan atur.

Karena itu:

Jangan berhenti percaya hanya karena kita belum melihat jawabannya.

3. TUHAN BERKATA: “AKULAH TUHAN”

Sekarang kita masuk ke pusat Firman hari ini.

Keluaran 6:2:

“Akulah TUHAN.”

Perhatikan.

Tuhan tidak memulai dengan:

“Israel, kuatkan dirimu.”

Tuhan tidak berkata:

“Musa, kamu harus lebih hebat.”

Tuhan tidak berkata:

“Israel, kamu harus punya strategi politik yang bagus.”

Tuhan berkata:

“AKULAH TUHAN.”

Ini dasar iman kita.

Kita tidak mulai dari kekuatan manusia.

Kita mulai dari siapa Tuhan.

Karena kalau kita hanya melihat masalah, kita akan takut.

Tetapi kalau kita melihat Tuhan, kita mempunyai pengharapan.

Masalah kita mungkin besar.

Tetapi Tuhan lebih besar.

Penderitaan kita mungkin panjang.

Tetapi kasih Tuhan lebih panjang.

Jalan kita mungkin tidak jelas.

Tetapi Tuhan mengetahui jalan itu.

4. TUHAN BERULANG KALI BERKATA: “AKU AKAN”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Dalam bagian ini Tuhan berkali-kali berkata:

Aku akan membawa kamu keluar.

Aku akan melepaskan kamu.

Aku akan menebus kamu.

Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku.

Aku akan menjadi Allahmu.

Aku akan membawa kamu masuk ke negeri yang Kujanjikan.

Coba perhatikan:

Bukan manusia yang menjadi pusat.

Tuhanlah yang menjadi pusat.

Kalimatnya:

Aku akan.

Aku akan.

Aku akan.

Jadi pembebasan Israel bukan karena Musa hebat.

Bukan karena Israel kuat.

Bukan karena mereka punya tentara besar.

Tetapi karena:

TUHAN BERTINDAK.

Ini penting bagi kita.

Kadang-kadang kita merasa:

“Saya bisa menyelesaikan semuanya sendiri.”

Tetapi ternyata tidak.

Ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan uang.

Ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan jabatan.

Ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendidikan.

Ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan koneksi.

Kita membutuhkan Tuhan.

5. “MESIR” MASIH ADA DI SEKITAR KITA

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita mungkin tidak tinggal di Mesir.

Tetapi kita bisa mempunyai “Mesir” di dalam kehidupan kita.

Apa itu?

Mesir bisa berupa:

ketakutan.

kekhawatiran.

dendam.

kebencian.

keserakahan.

gengsi.

ego.

kecanduan.

dosa.

Ada orang yang tubuhnya bebas, tetapi pikirannya terpenjara.

Ada yang rumahnya bagus, tetapi hatinya tidak damai.

Ada yang uangnya banyak, tetapi hidupnya penuh ketakutan.

Ada yang punya jabatan, tetapi tidak mempunyai ketenangan.

Ada yang banyak teman di media sosial, tetapi merasa sangat sendirian.

Jemaat tertawa.

Kadang jumlah teman Facebook bisa ribuan, tetapi ketika kita butuh bantuan:

“Bro, bisa pinjam dulu?”

Tiba-tiba semua teman menjadi offline!

Jemaat tersenyum.

Tetapi itu hanya humor.

Pesannya serius:

Kebebasan sejati bukan sekadar bebas dari keadaan buruk, tetapi bebas untuk hidup dalam Tuhan.

6. TUHAN TIDAK HANYA MENGELUARKAN ISRAEL DARI MESIR -" TUHAN MENJADIKAN MEREKA UMAT-NYA

Ini bagian yang sering kita lewatkan.

Keluaran 6:7 mengatakan:

“Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.”

Jadi tujuan pembebasan bukan sekadar:

“Keluar dari Mesir.”

Tujuannya adalah:

“Menjadi umat Tuhan.”

Artinya Tuhan tidak hanya ingin mengubah keadaan kita.

Tuhan ingin mengubah hubungan kita dengan-Nya.

Ada orang yang berdoa:

“Tuhan, sembuhkan saya.”

“Tuhan, berikan saya pekerjaan.”

“Tuhan, berikan saya uang.”

“Tuhan, selesaikan masalah saya.”

Tidak salah.

Tetapi jangan berhenti di situ.

Kita juga harus berkata:

“Tuhan, setelah Engkau menolong saya, jadikan saya semakin dekat kepada-Mu.”

Karena jangan sampai kita hanya membutuhkan tangan Tuhan, tetapi tidak mencari wajah Tuhan.

7. KETIKA PENDERITAAN TERLALU LAMA, IMAN BISA MENJADI LEMAH

Keluaran 6:9 mengatakan bahwa orang Israel tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat.

Ini manusiawi.

Mereka sudah terlalu lama menderita.

Harapan mereka sudah habis.

Karena itu ketika mendengar berita:

“Tuhan akan membebaskan kamu!”

Mereka tidak sanggup mempercayainya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ini bisa terjadi pada kita.

Masalah yang terlalu lama bisa membuat kita kehilangan harapan.

Kita mulai berkata:

“Sudahlah.”

“Tidak mungkin berubah.”

“Memang hidup saya begini.”

“Percuma berdoa.”

Nah, di sinilah Firman Tuhan datang:

Jangan biarkan lamanya penderitaan menghapus ingatan kita tentang kesetiaan Tuhan.

Kalau hari ini kita belum melihat jalan keluar, bukan berarti Tuhan tidak punya jalan.

8. GEREJA JUGA DIPANGGIL MENJADI TEMPAT PEMBEBASAN

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kalau Tuhan adalah Allah yang membebaskan, maka gereja juga harus menjadi komunitas yang menghadirkan pembebasan.

Gereja jangan menjadi tempat orang semakin takut.

Gereja jangan menjadi tempat orang saling menjatuhkan.

Gereja jangan menjadi tempat orang yang berbeda pilihan kemudian menjadi musuh.

Gereja harus menjadi tempat:

orang yang terluka mendapatkan penghiburan.

orang yang lemah mendapatkan kekuatan.

orang yang tersesat mendapatkan arah.

orang yang jatuh mendapatkan tangan untuk bangkit.

orang yang berbeda tetap diterima sebagai saudara.

Karena kita semua berada di bawah satu pengakuan:

“Akulah Tuhan Allahmu.”

9. BELAJAR DARI PERJALANAN GMIM: IMAN, TALENTA, DAN PELAYANAN

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kalau kita melihat kehidupan GMIM hari-hari ini, kita menemukan banyak tanda bahwa gereja terus bergerak.

Baru-baru ini, Pesta Seni Remaja Sinode GMIM 2026 telah melewati rangkaian perlombaan dan ditutup pada 8 Agustus di Manado Town Square 3. Berbagai kategori seperti paduan suara, vokal grup, band rohani, baca Mazmur, teater, tarian kreatif, tambourine-rebana, masamper dan maengket menjadi ruang bagi remaja untuk mengembangkan talenta sambil membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Ini menarik kalau kita hubungkan dengan Keluaran 6.

Tuhan membebaskan Israel bukan supaya mereka menjadi umat yang pasif.

Tuhan membebaskan mereka supaya mereka hidup sebagai umat-Nya.

Demikian juga remaja GMIM.

Talenta bukan hanya untuk mendapatkan tepuk tangan.

Talenta adalah pemberian Tuhan.

Kalau bisa bernyanyi, bernyanyilah untuk Tuhan.

Kalau bisa bermain musik, mainkan untuk Tuhan.

Kalau bisa menulis, tulislah untuk Tuhan.

Kalau bisa memimpin, pimpinlah dengan takut akan Tuhan.

Kalau bisa menggunakan teknologi, gunakan teknologi untuk memberitakan kebaikan Tuhan.

Karena:

Talenta tanpa Tuhan bisa menjadi kebanggaan. Tetapi talenta yang dipersembahkan kepada Tuhan menjadi pelayanan.
10. SERATUS TAHUN PEMUDA GMIM: BEBAS UNTUK MELAYANI

Tahun 2026 juga menjadi momentum istimewa karena Pemuda GMIM memperingati 100 tahun perjalanan pelayanannya. Dalam perayaan Paskah dan HUT ke-100 Pemuda GMIM di Manado, PGI menekankan pentingnya persatuan, toleransi, iman, dan kontribusi generasi muda bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Seratus tahun!

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kalau manusia sudah 100 tahun, kita biasanya tidak lagi bertanya:

“Masih kuat berlari?”

Kita bertanya:

“Masih ingat nama kita?”

Jemaat tertawa.

Tetapi seratus tahun Pemuda GMIM bukan sekadar angka.

Itu adalah kesaksian bahwa Tuhan bekerja lintas generasi.

Kakek dan nenek kita pernah melayani.

Orang tua kita melayani.

Sekarang anak-anak muda melayani.

Dan suatu hari nanti generasi berikutnya akan melanjutkan.

Maka pesan Keluaran 6 kepada generasi muda GMIM adalah:

Tuhan membebaskan kamu bukan supaya kamu hidup tanpa arah. Tuhan membebaskan kamu supaya kamu menjadi alat-Nya.
11. KETIKA GEREJA MENGALAMI MUSIBAH, IMAN TIDAK BOLEH TERBAKAR

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita juga mendengar kabar tentang kebakaran yang menimpa GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah di Minahasa Selatan.

Sebuah gedung gereja bisa terbakar.

Bangunan bisa rusak.

Atap bisa runtuh.

Kursi bisa terbakar.

Peralatan bisa hilang.

Tetapi ada satu hal yang tidak boleh ikut terbakar:

IMAN!

Ini penting.

Karena gereja bukan terutama gedung.

Gereja adalah umat Tuhan.

Kalau gedung rusak, kita bangun kembali.

Kalau fasilitas hilang, kita cari lagi.

Kalau harta benda terbakar, kita bisa berusaha menggantinya.

Tetapi jangan sampai hati kita ikut terbakar oleh kepahitan.

Jangan sampai musibah membuat kita berkata:

“Tuhan meninggalkan kami.”

Tidak!

Justru dalam keadaan seperti itu kita belajar:

Tuhan tetap Tuhan.

Dan itu sangat sesuai dengan Keluaran 6.

Israel berada dalam keadaan berat.

Tetapi Tuhan berkata:

“Akulah TUHAN.”

Artinya:

Keadaan boleh berubah, tetapi Tuhan tidak berubah.

12. GEREJA DAN PEMIMPIN: MELAYANI BUKAN MENCARI KEKUASAAN

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita juga melihat dalam berbagai pemberitaan bahwa para pemimpin daerah hadir dalam kegiatan-kegiatan gereja.

Ada kepala daerah yang beribadah bersama keluarganya.

Ada pemerintah yang hadir dalam kegiatan gereja.

Ada tokoh masyarakat yang datang memberikan dukungan.

Ini sesuatu yang baik kalau semuanya diarahkan kepada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena Alkitab tidak mengajarkan bahwa iman hanya untuk berada di dalam gedung gereja.

Iman harus keluar dari gedung.

Masuk ke kantor.

Masuk ke sekolah.

Masuk ke pasar.

Masuk ke pemerintahan.

Masuk ke keluarga.

Masuk ke masyarakat.

Dan di mana pun orang percaya ditempatkan, ia harus menjadi berkat.

Jadi apakah kita pendeta?

Penatua?

Diaken?

P/KB?

Wanita/Kaum Ibu?

Pemuda?

Remaja?

Lansia?

Atau bahkan bekerja di pemerintahan dan dunia usaha?

Pertanyaannya sama:

“Apakah melalui hidup saya orang lain dapat merasakan kebaikan Tuhan?”

13. JANGAN SAMPAI GEREJA MENJADI “MESIR” BAGI ORANG LAIN

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ini bagian yang perlu kita renungkan.

Kita berbicara tentang Tuhan yang membebaskan.

Tetapi jangan sampai gereja justru membuat orang lain merasa diperbudak.

Jangan karena beda pendapat lalu kita saling menghina.

Jangan karena beda pilihan lalu kita tidak mau bertegur sapa.

Jangan karena beda kelompok pelayanan lalu kita merasa paling benar.

Jangan karena masalah organisasi lalu persaudaraan hilang.

Jangan karena jabatan di gereja lalu kita lupa bahwa kita semua adalah pelayan.

Karena:

Kristus tidak memanggil kita untuk menjadi Firaun satu sama lain.

Jemaat tertawa.

Tetapi pesannya serius.

Jangan sampai kita sudah keluar dari Mesir, tetapi membawa sifat Firaun ke dalam gereja!

14. TUHAN MEMBEBASKAN KITA UNTUK MENJADI PEMBAWA DAMAI

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Gereja harus menjadi pembawa damai.

Kalau masyarakat sedang terpecah, gereja harus menjadi jembatan.

Kalau keluarga sedang bertengkar, orang percaya harus menjadi pembawa rekonsiliasi.

Kalau tetangga sedang bermusuhan, kita jangan menjadi penyebar gosip.

Karena gosip itu cepat sekali.

Berita baik kadang harus dikirim dua kali.

Gosip?

Belum selesai orang bicara, sudah sampai ke tiga kolom!

Jemaat tertawa.

Karena itu kita perlu hati-hati.

Kalau Tuhan sudah membebaskan kita dari dosa, jangan kita kembali menjadi budak gosip, kebencian, fitnah, dan permusuhan.

15. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SETELAH MENDENGAR FIRMAN INI?

Ada lima hal yang bisa kita bawa pulang.

Pertama: Percayalah kepada Tuhan meskipun keadaan belum berubah.

Jangan berkata:

“Tuhan tidak bekerja.”

Katakan:

“Saya belum melihat pekerjaan Tuhan, tetapi saya percaya Tuhan sedang bekerja.”

Kedua: Jangan menyerah ketika proses terasa panjang.

Israel tidak keluar dari Mesir dalam satu hari.

Ada proses.

Ada perjuangan.

Ada air mata.

Tetapi Tuhan tetap memimpin.

Ketiga: Lepaskan belenggu yang ada dalam hati.

Kalau masih ada dendam, lepaskan.

Kalau masih ada kebencian, lepaskan.

Kalau masih ada dosa, bertobat.

Kalau masih ada ketakutan, serahkan kepada Tuhan.

Keempat: Gunakan kebebasan untuk melayani.

Jangan hanya bertanya:

“Apa yang gereja bisa berikan kepada saya?”

Tanyakan juga:

“Apa yang bisa saya berikan kepada gereja dan sesama?”

Kelima: Jadilah pembawa damai.

Di rumah.

Di tempat kerja.

Di lingkungan.

Di masyarakat.

Di media sosial.

Dan di gereja.

PENUTUP

Jemaat Tuhan yang dikasihi,

Mari kita kembali kepada satu kalimat:

“AKULAH TUHAN.”

Ketika kita takut:

Akulah Tuhan.

Ketika kita kecewa:

Akulah Tuhan.

Ketika kita belum melihat jalan:

Akulah Tuhan.

Ketika ekonomi sulit:

Akulah Tuhan.

Ketika keluarga sedang menghadapi masalah:

Akulah Tuhan.

Ketika anak-anak kita membuat kita khawatir:

Akulah Tuhan.

Ketika gereja mengalami tantangan:

Akulah Tuhan.

Ketika kita mengalami musibah:

Akulah Tuhan.

Ketika kita merasa sendirian:

Akulah Tuhan.

Dan Tuhan berkata:

“Aku akan membebaskan kamu.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Mungkin hari ini Tuhan belum mengubah keadaan kita.

Tetapi Tuhan sedang mengubah hati kita.

Mungkin Tuhan belum mengangkat kita keluar dari masalah.

Tetapi Tuhan sedang memberikan kekuatan untuk melewati masalah.

Mungkin pintu yang kita minta belum terbuka.

Tetapi Tuhan sedang mengajar kita percaya bahwa:

Tuhan tetap memegang kunci.

Karena itu jangan menyerah.

Jangan berhenti berdoa.

Jangan berhenti melayani.

Jangan berhenti mengasihi.

Jangan berhenti berharap.

Karena Tuhan kita berkata:

“AKULAH TUHAN ALLAHMU YANG MEMBEBASKAN KAMU.”
KALIMAT YANG BOLEH KITA BAWA PULANG

Jemaat, kalau setelah pulang dari gereja kita lupa hampir semua isi khotbah ini, jangan lupa satu kalimat:
“SAYA BELUM TAHU BAGAIMANA TUHAN AKAN MEMBEBASKAN SAYA, TETAPI SAYA TAHU SIAPA YANG SAYA PERCAYAI.”

Saya percaya kepada Tuhan!

Karena:

Tuhan yang sama yang membebaskan Israel dari Mesir adalah Tuhan yang kita sembah hari ini.

Dia Tuhan yang sama.

Kasih-Nya sama.

Kesetiaan-Nya sama.

Kuasa-Nya sama.

Dan janji-Nya tetap:

“Akulah TUHAN.”

Maka mari kita berjalan pulang dengan iman.

Bukan dengan ketakutan.

Bukan dengan keputusasaan.

Tetapi dengan keyakinan:

TUHAN ADA BERSAMA KITA!
TUHAN MEMIMPIN KITA!
TUHAN MEMBEBASKAN KITA!
DAN TUHAN MEMAKAI KITA MENJADI BERKAT!



DOA PENUTUP

Mari kita berdoa.

Ya Tuhan Allah Bapa kami,

Kami bersyukur untuk Firman-Mu.

Hari ini Engkau mengingatkan kami:

“Akulah Tuhan.”

Tuhan, sering kali kami seperti bangsa Israel.

Kami mengalami tekanan.

Kami mengalami ketakutan.

Kami mengalami kekecewaan.

Kami sudah berdoa, tetapi jawaban belum kami lihat.

Kami sudah berusaha, tetapi jalan keluar belum terbuka.

Kadang-kadang kami menjadi lemah dan putus asa.

Ampunilah kami, Tuhan.

Ajarlah kami tetap percaya.

Ajarlah kami mengingat bahwa Engkau tidak pernah melupakan kami.

Ketika kami berada dalam “Mesir” kehidupan kami, peganglah tangan kami.

Bebaskan kami dari dosa.

Bebaskan kami dari ketakutan.

Bebaskan kami dari kebencian.

Bebaskan kami dari dendam.

Bebaskan kami dari kesombongan.

Bebaskan kami dari segala sesuatu yang mengikat kehidupan kami.

Dan setelah Engkau membebaskan kami, ajarlah kami menggunakan kebebasan itu untuk melayani.

Berkatilah GMIM.

Berkatilah setiap jemaat.

Berkatilah para pendeta, penatua, diaken, pelayan khusus, P/KB, Wanita/Kaum Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak-anak.

Berkatilah generasi muda GMIM agar memiliki iman yang kuat, talenta yang dipakai untuk kemuliaan Tuhan, dan hati yang mau melayani.

Kami bersyukur untuk perjalanan panjang pelayanan GMIM dan Pemuda GMIM.

Kiranya generasi demi generasi terus menjadi saksi bahwa Engkau adalah Tuhan yang hidup.

Kami juga berdoa bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Bagi para pemimpin daerah.

Bagi pemerintah.

Bagi para pelayan masyarakat.

Berikan mereka hikmat, kejujuran, keberanian dan hati yang melayani.

Jauhkan kami semua dari perpecahan.

Jangan biarkan perbedaan pilihan, kepentingan, jabatan maupun pendapat menghancurkan persaudaraan.

Jadikan gereja-Mu pembawa damai.

Jadikan keluarga-keluarga kami tempat kasih bertumbuh.

Jadikan setiap jemaat sebagai terang di tengah masyarakat.

Dan bagi saudara-saudara kami yang sedang mengalami musibah, kehilangan, kesulitan ekonomi, pergumulan keluarga maupun penderitaan lainnya, berikanlah kekuatan dan penghiburan.

Tuhan, kami percaya:

Engkaulah Tuhan.

Engkaulah yang mendengar.

Engkaulah yang melihat.

Engkaulah yang menolong.

Engkaulah yang membebaskan.

Karena itu kami menyerahkan kehidupan kami ke dalam tangan-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa dan mengucap syukur.

Amin.








Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIIM Minggu, 23 Agustus 2026 - TAKUTLAH AKAN TUHAN DAN BERIBADAHLAH KEPADANYA DENGAN TULUS IKHLAS DAN SETIA - Yosua 24:1-28

Sebelum:
Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 5 Agustus 2026 - Bersorak Karena Tuhan Allah Menyelamatkan - Yeremia 31:7




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(50)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,