|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
![]() |
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab TEMA BULANAN: "Diutus Untuk Membebaskan"17 April 2016 (Kejadian 8:1-22)MTPJ 17 - 23 April 2016 - Kejadian 8:1-22 - Selamatkan Bumi TEMA MINGGUAN: "Selamatkan Bumi" Mengapa bumi harus diselamatkan? Bukankah bumi yang kita pijak masih memberi hasil pada tanaman sehinga berbunga dan berbuah? Bukankah masih ada air, tanah dan udara serta cuaca yang membantu manusia untuk tetap hidup? Matahari, bulan dan bintang tetap menjadi benda penerang di atas cakrawala yang membuat manusia serta segala yang ada di atas bumi tetap hidup? Pertanyaan tersebut di atas memang membuat manu-sia sepertinya optimis dengan hidupnya masa kini dan masa depan. Manusia terbuai dengan potensi alam yang kaya dengan kehi-dupan hayati di daratan maupun lautan. Perubahan iklim (climate change), pemanasan global (global warming) yang berakibat terjadinya bencana alam (natural disaster), menjadi isu hangat dibicarakan dan dibahas dalam Konferensi Internasional, Regional maupun Lokal untuk disikapi secara arif sebab sudah mengancam tatanan hidup manusia dan lingkungan. Cuaca ekstrim, badai, gelombang, hujan, panas, kebakaran hutan, kebakaran rumah pemukiman, banjir dan longsor yang terjadi secara tiba-tiba mengakibatkan kerugian material dan kematian makhluk hidup di darat maupun di laut. Pencemaran tanah,air dan udara oleh karena bahan-bahan kimia beracun mengakibatkan rusaknya ekosistim se-hingga makhluk hidup di atas bumi terancam punah. Inilah realitas bumi masa kini sehingga pada dekade 90-an Sekertaris Jenderal PBB waktu itu Boutros Boutros-Ghali mengatakan: "Waktu dari dunia yang terbelenggu telah tiba, di dalam-nya kita adalah tahanan rumah. Alam semesta tidak lagi berada dalam tatanan klasik". Bumi telah rusak, tercemar dan tidak nyaman senyaman Taman Eden. "Taman Eden" sekarang ini tidak lagi seindah Taman Eden asali. Dalam keprihatinan kita dengan kondisi bumi yang dirusakkan oleh keserakahan manusia maka tema: "Selamat-kan Bumi" (save the earth) menjadi panggilan iman setiap manusia pada umumnya dan warga GMIM pada khususnya. PEMBAHASAN TEMATIS "Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan ternak" (ayat 1), adalah tindakan kasih setia dan cam-pur tangan Allah atas Umat dan ciptaan milik-Nya, seperti Ia mengingat Simson (Hakim 16:28), Hana (1 Semuel 1:11) dan Penyamun yang disalib (Lukas 23:42). Secara adikodrati Allah melindungi dan memelihara segala binatang dalam bahtera itu sama seperti yang dila-kukan-Nya terhadap Nuh. Ingatan Allah itu mendatangkan angin ribut yang menyebabkan air turun (Ibr: syakak). Segala mata air samudera raya serta tingkap-tingkap langit ditutup. Setelah seratus lima puluh hari air mulai berkurang dan bahtera Nuh terkandas pada pegunungan Ararat (ayat 4). Pegunungan itu dianggap sebagai tempat yang tertinggi. Ararat adalah nama suatu daerah yang letaknya antara sungai Tigris hulu, sungai Zab besar, Tasik Wan di sebelah Barat dan Tasik Urmia di sebelah Timur dan sungai Arakses di sebelah Utara. Daerah itu dikenal sekarang ini disebutkan Armenia (kawasan Eropa Timur). Tujuh puluh empat hari kemudian puncak-puncak gunung dapat terlihat (ayat 5). Setelah empat puluh hari lagi Nuh membuka tingkap pada Bahtera dan melepaskan burung gagak (ayat 6,7). Gagak (sering dikenal: koak-koak) adalah anggota burung pengicau ber-warna bulu dominan hitam, cerdas, dapat memecahkan persoalan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya, namun karena pemakan bangkai dianggap haram. Burung gagak itu kembali sebagai tanda bahwa belum ada daratan. Setelah itu burung merpati dilepaskan untuk kali pertama; nanti pada kali yang ketiga burung merpati itu mendapat tempat untuk bertengger dan tidak kembali ke Bahtera (ayat 8-12). Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera itu sebagai tanda bahwa manusia tidak menduduki bumi kembali dengan sembarangan, melainkan atas perintah atau izin Tuhan Allah. Tuhan Allah mengembalikan bumi kepada manusia sebagai tempat tinggalnya dan tempat kerjanya. Selain Nuh dan keluarganya maka Tuhan Allah juga menyuruh Nuh untuk mengeluarkan segala binatang untuk mendiami bumi dan berkembang biak seperti pada waktu penciptaan (Kejadian 1). Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa Tuhan Allah tidak menahan berkat-Nya terhadap segala yang hidup di muka bumi yang baru itu. Tuhan Allah mau supaya ada kehidupan dalam bumi. Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan dan mem-persembahkan binatang dan burung yang tidak haram (ayat 20) menunjukkan ketaatan Nuh kepada Tuhan, karena itu sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan. Tuhan berjanji takkan pernah mengutuk bumi lagi atau tidak akan terjadi pemusnahan universal atas bumi dengan air bah, dan tak henti-hentinya musim menabur dan menuai (ayat 22; bd.9:9-17). Makna dan Implikasi Firman Dosa manusia mendatangkan murka Allah sehingga manusia berdukacita, sebaliknya pemulihan manusia dan alam ciptaan-Nya mendatangkan sukacita. Hukuman Allah merupakan wujud kasih-Nya pada bumi (kosmos) dan manu-sia. Ketika Allah mengingat Nuh, keluarga, segala binatang dan burung dalam bahtera adalah bentuk kasih karunia Allah (Pasal 6:8) bahwa Ia tidak melupakan manusia dan segala ciptaan-Nya untuk dipulihkan. Pemulihan itu bertujuan agar manusia menyadari bahwa Tuhan menyediakan masa depan. Masa depan itu hanya akan dapat dirasakan bilamana bumi menjadi daya dorong utama bagi kesejahteraan manusia. Janji Allah yang tidak akan memusnahkan bumi secara uiversal bahkan akan mengatur tata hidup manusia dan alam semesta dengan menumbuhkan segala jenis tumbuhan dan tanaman serta segala binatang dan mengatur iklim hendaknya membuat manusia sadar bahwa Tuhan Alllah sungguh mengasihi akan dunia (semesta ini). Selama bumi masih ada takkan berhenti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan siang dan malam. Pemanasan global (global warming) dan perubahan cuaca (climate change) menjadi keprihatinan dunia masa kini karena perilaku manusia yang rakus mengeksploitasi keka-yaan alam tanpa memperhatikan keseimbangannya. Penggu-suran hutan dan tanah, penebangan hutan, pertambangan dan emisi gas karbon monoksida (sebagai hasil pembakaran bahan bakar minyak ), penggunaan zat kimia, limbah industri, dan lain-lain mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan. Bumi harus dilestarikan seperti keindahan Taman Eden. Keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan menjadi panggilan iman orang Kristen. Panggilan iman orang Kristen tidak saja hanya menyangkut mengasihi Tuhan Allah dan manusia tetapi juga mengasihi bumi sebagai tempat dan sumber kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Oleh karena itu Teologi lingkungan (Eco Teologi), yang berbicara tentang tanggungjawab manusia terhadap alam semesta, harus jelas dalam pemberitaan dan ajaran gereja dan terwujud dalam aksi nyata melestarikan bumi yang semakin rusak. Manusia tidak boleh hidup di atas bumi dengan kemauan dan kekuatannya sendiri. Kearifan lokal (local wisdom) seperti tidak menebang pohon sembarangan , saat menangkap ikan, tidak menggunakan bom (bahan peledak) yang merusak ekosistim, dan lain-lain yang merusak ling-kungan. Kebijakan pemerintah serta masyarakat yang mela-kukan aksi penanaman pohon, penyelamatan tanah dan air merupakan tindakan prioritas sebagai manifestasi iman Kristen. Manusia hanya dapat hidup dan memiliki masa depan bilamana sabar dan mendengar serta melakukan perintah Tuhan. Oleh karena itu tak boleh manusia seenaknya mengeruk kekayaan bumi tanpa menjaga keseimbangan dan kelestariannya. Keselamatan manusia dan dunia (semesta) berpuncak pada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi bahtera keselamatan kita sekarang dan masa yang akan datang. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
NAS PEMBIMBING: Mazmur 146:6a POKOK-POKOK DOA:
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Nyanyian Masuk: KJ No. 19. Tuhanku Yesus. Pengakuan Dosa. KJ No. 25. Ya Allahku Di Cahya-Mu. Ses Pengakuan Dosa. NNBT No. 32. Dunia S'makin Berkabut. Ses Doa Pembacaan Alkitab. KJ. No. 52. Sabda Tuhan Allah. Sesudah Pemb Alkitab. NNBT No. 2. Dunia Tercipta Oleh Karena Tuhanmu. Persembahan. NKB No. 208. Tabur Waktu Pagi. Nyanyian Penutup. NNBT No. 37. Tuhan Yesus Adalah Penabur ATRIBUT: Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning. Label: Kejadian 8:1-22
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(58) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Minggu, 25 Oktober 2026 Khotbah GMIM Minggu, 25 Oktober 2026 - Peliharalah Harta Yang Indah Yang Telah Dipercayakan-Nya Kepada Kita - 2 Timotius 1:3-18 Minggu, 18 Oktober 2026 Khotbah GMIM Minggu, 18 Oktober 2026 - BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH SUPAYA PANGGILAN DAN PILIHANMU MAKIN TEGUH - 2 Petrus 1:3-15 Rabu 14 Oktober 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu 14 Oktober 2026 - Kuduskanlah Dirimu Dan Datanglah Bersama-Ku - 1 Samuel 16:4-5 Minggu, 11 Oktober 2026 Khotbah GMIM Minggu, 11 Oktober 2026 - Manusia Melihat Apa Yang Di Depan Mata Tetapi Tuhan Melihat Hati - 1 Samuel 16:1-13 Minggu, 4 Oktober 2026 Khotbah GMIM Minggu, 4 Oktober 2026 - Bertindaklah dengan Seksama, Karena Berlaku Curang, Memihak atau Menerima Suap Tidak Ada pada Tuhan Allah Kita - 2 Tawarikh 19:4-11 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,