gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 825 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 18 Oktober 2026

Khotbah GMIM Minggu, 18 Oktober 2026 - BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH SUPAYA PANGGILAN DAN PILIHANMU MAKIN TEGUH - 2 Petrus 1:3-15
1. PENDAHULUAN, 2. TUHAN SUDAH MEMBERIKAN SEMUANYA YANG KITA PERLUKAN, 3. ANUGERAH TUHAN BUKAN ALASAN UNTUK MALAS, 4. PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN HARUS DIJAWAB DENGAN KEHIDUPAN, 5. BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT PANGGILAN DAN PILIHAN KITA MAKIN TEGUH?, 6. PENGETAHUAN, 7. PENGUASAAN DIRI, 8. KETEKUNAN, 9. KESALEHAN, 10. KASIH KEPADA SAUDARA DAN SEMUA ORANG, 11. PANGGILAN TUHAN HARUS TERLIHAT DALAM KELUARGA, 12. PANGGILAN TUHAN JUGA TERLIHAT DALAM PEKERJAAN

2 Petrus 1:3-15
Panggilan dan pilihan Allah
1:3-15
3Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
10Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
12Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.

Penjelasan:

1. PENDAHULUAN


Shalom!

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita merenungkan firman Tuhan dari 2 Petrus 1:3-15 dengan tema:

“Berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”

Tema ini menarik karena ada dua kata yang kadang-kadang tidak terlalu kita sukai:

BERUSAHA dan SUNGGUH-SUNGGUH.

Kalau orang bilang:

“Pak, kita harus berusaha!”

Kita jawab:

“Ya, saya setuju.”

Tetapi kalau ditanya:

“Mulai kapan?”

Jawabannya:

“Besok!”

Besok ditanya lagi:

“Sudah mulai?”

“Belum. Tunggu Senin.”

Hari Senin datang:

“Mulai minggu depan!”

Minggu depan:

“Wah, sudah mau Natal. Tahun depan saja!”

Jemaat tertawa.

Kadang-kadang hidup kita memang seperti itu.

Kita ingin diberkati Tuhan, tetapi tidak mau berusaha.

Kita ingin keluarga harmonis, tetapi tidak mau belajar mengampuni.

Kita ingin anak-anak baik, tetapi kita sendiri jarang memberikan teladan.

Kita ingin pelayanan berhasil, tetapi ketika ada sedikit masalah, kita berkata:

“Ah, biarlah orang lain saja.”

Firman Tuhan hari ini mengingatkan:

Iman bukan alasan untuk bermalas-malasan.

Justru karena Tuhan sudah memberikan anugerah, kita dipanggil untuk bertumbuh dan sungguh-sungguh menjalani kehidupan sebagai orang percaya.

2. TUHAN SUDAH MEMBERIKAN SEMUANYA YANG KITA PERLUKAN

Ayat 3 mengatakan bahwa:

“Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.”

Perhatikan baik-baik.

Petrus tidak mulai dengan:

“Berusahalah dulu supaya Tuhan memberkati kamu.”

Tidak!

Petrus mulai dengan:

Tuhan sudah memberikan.

Ini penting.

Kehidupan Kristen dimulai dari anugerah Tuhan, bukan dari kemampuan manusia.

Tuhan sudah memberikan kehidupan.

Tuhan memberikan kesempatan.

Tuhan memberikan keluarga.

Tuhan memberikan pekerjaan.

Tuhan memberikan talenta.

Tuhan memberikan gereja.

Tuhan memberikan firman.

Tuhan memberikan Roh Kudus.

Tuhan memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus.

Jadi kita bukan berusaha supaya Tuhan mencintai kita.

Kita berusaha karena Tuhan sudah lebih dahulu mencintai kita.

Ini bedanya.

3. ANUGERAH TUHAN BUKAN ALASAN UNTUK MALAS

Kadang-kadang orang berkata:

“Kan Tuhan sudah atur semuanya.”

Lalu tidak mau berusaha.

“Kalau Tuhan mau kasih rezeki, pasti datang.”

Tetapi jangan lupa:

Burung pun diberi makan Tuhan, tetapi burung tetap harus terbang mencari makan.

Ayam juga berdoa...

Tapi setelah berdoa, dia tetap mencari makanan.

Jangan sampai kita berdoa:

“Tuhan, berikan saya rezeki.”

Kemudian Tuhan berkata:

“Sudah saya siapkan.”

Kita bertanya:

“Di mana, Tuhan?”

“Di luar rumah.”

“Tapi Tuhan, saya masih di tempat tidur.”

Jemaat tertawa.

Karena itu iman tidak berarti pasif.

Iman mendorong kita untuk bertindak.

4. PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN HARUS DIJAWAB DENGAN KEHIDUPAN

Ayat 10 berkata:

“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”

Ini bukan berarti kita membeli keselamatan dengan perbuatan baik.

Bukan!

Keselamatan adalah anugerah Tuhan.

Tetapi orang yang sudah menerima anugerah Tuhan harus menunjukkan perubahan hidup.

Kalau kita benar-benar dipanggil Tuhan, maka kehidupan kita harus semakin mencerminkan Kristus.

Bukan hanya mulut kita yang berkata:

“Saya orang Kristen.”

Tetapi kehidupan kita juga berkata:

“Saya milik Kristus.”

5. BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT PANGGILAN DAN PILIHAN KITA MAKIN TEGUH?

Petrus memberikan langkah yang sangat jelas.

Dalam ayat 5-7, Petrus berbicara tentang beberapa hal yang harus ditambahkan dalam kehidupan iman:

iman,

kebajikan,

pengetahuan,

penguasaan diri,

ketekunan,

kesalehan,

kasih kepada saudara-saudara,

dan kasih kepada semua orang.

Mari kita lihat satu per satu.

A. IMAN HARUS DIIKUTI KEBAJIKAN

Iman bukan hanya percaya.

Iman harus menghasilkan kehidupan yang baik.

Ada orang berkata:

“Saya percaya Tuhan.”

Tetapi mulutnya setiap hari menghina orang.

“Saya percaya Tuhan.”

Tetapi kalau marah, satu kampung tahu.

“Saya percaya Tuhan.”

Tetapi kalau parkir mobil, dua tempat sekaligus.

Jemaat tertawa.

Jangan sampai iman kita besar di mulut, tetapi kecil dalam perilaku.

Iman yang hidup menghasilkan perbuatan yang baik.

6. PENGETAHUAN

Orang Kristen juga harus mau belajar.

Jangan hanya rajin ke gereja tetapi malas membaca firman Tuhan.

Jangan hanya tahu nama-nama tokoh Alkitab tetapi tidak memahami kehendak Tuhan.

Kita hidup di zaman informasi.

Setiap hari handphone memberikan informasi kepada kita.

Bangun tidur:

cek WhatsApp.

Belum mandi:

cek Facebook.

Belum sarapan:

cek TikTok.

Sudah mau tidur:

masih cek WhatsApp.

Tetapi Alkitab?

“Besok saja.”

Jemaat tertawa.

Jangan sampai handphone kita lebih sering kita sentuh daripada Alkitab.

Kita perlu pengetahuan tentang firman Tuhan supaya iman kita tidak mudah digoyahkan.

7. PENGUASAAN DIRI


Ini salah satu bagian yang sangat penting.

Petrus mengatakan:

“Penguasaan diri.”

Mengapa?

Karena manusia sering kalah bukan karena tidak tahu yang benar, tetapi karena tidak mampu mengendalikan diri.

Kita tahu marah itu tidak baik.

Tetapi tetap marah.

Kita tahu berkata kasar itu salah.

Tetapi tetap berkata kasar.

Kita tahu terlalu banyak makan tidak baik.

Tetapi melihat makanan:

“Ini kesempatan yang Tuhan berikan.”

Jemaat tertawa.

Kita tahu belanja berlebihan tidak baik.

Tetapi ketika ada diskon:

“Ini berkat Tuhan!”

Padahal rekening sudah menangis.

Jemaat tertawa.

Karena itu firman Tuhan mengajarkan:

orang percaya harus belajar menguasai diri.

Menguasai mulut.

Menguasai emosi.

Menguasai keinginan.

Menguasai penggunaan uang.

Menguasai waktu.

Menguasai media sosial.

8. KETEKUNAN

Setelah penguasaan diri, Petrus berbicara tentang ketekunan.

Mengapa?

Karena hidup tidak selalu mudah.

Ada saat kita berdoa tetapi jawaban belum datang.

Ada saat kita bekerja keras tetapi hasil belum sesuai harapan.

Ada saat kita melayani tetapi justru dikritik.

Ada saat kita berbuat baik tetapi tidak dihargai.

Di sinilah ketekunan diperlukan.

Jangan menjadi orang Kristen yang hanya kuat ketika keadaan baik.

Ketika sehat:

“Tuhan baik!”

Ketika sakit:

“Tuhan, kenapa begini?”

Ketika uang banyak:

“Tuhan luar biasa!”

Ketika uang menipis:

“Tuhan, apakah Engkau masih ada?”

Iman yang dewasa adalah iman yang tetap berkata:

“Tuhan tetap baik, dalam keadaan apa pun.”

9. KESALEHAN


Kesalehan bukan hanya terlihat ketika kita berada di gereja.

Kesalehan harus terlihat di rumah.

Di kantor.

Di sekolah.

Di pasar.

Di jalan.

Di media sosial.

Jangan sampai hari Minggu:

“Puji Tuhan!”

Hari Senin:

“Puji... orang lain.”

Jemaat tertawa.

Kristen yang dewasa bukan hanya pandai berbicara tentang Tuhan.

Tetapi kehidupannya membuat orang lain melihat kasih Tuhan.

10. KASIH KEPADA SAUDARA DAN SEMUA ORANG

Puncaknya adalah kasih.

Petrus mengatakan kita harus memiliki kasih kepada saudara-saudara dan kasih kepada semua orang.

Ini sangat penting.

Karena kita bisa rajin beribadah tetapi sulit mengasihi.

Kita bisa aktif dalam pelayanan tetapi masih menyimpan dendam.

Kita bisa hafal banyak ayat tetapi belum bisa mengampuni.

Jangan sampai kita rajin datang ke gereja tetapi pulang membawa kebencian.

Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menjadi orang yang religius, tetapi menjadi orang yang penuh kasih.

11. PANGGILAN TUHAN HARUS TERLIHAT DALAM KELUARGA

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Mari kita mulai dari rumah.

Suami jangan hanya menjadi kepala keluarga dalam nama.

Jadilah kepala keluarga yang memberi teladan.

Istri bukan hanya mengurus rumah.

Jadilah teladan kasih dan iman.

Orang tua jangan hanya menyuruh anak:

“Pergi gereja!”

Tetapi anak juga harus melihat:

Ayah dan ibu berdoa.

Ayah dan ibu membaca Alkitab.

Ayah dan ibu mengampuni.

Ayah dan ibu hidup jujur.

Karena pendidikan iman yang paling kuat sering kali bukan dari mimbar.

Tetapi dari contoh kehidupan di rumah.

12. PANGGILAN TUHAN JUGA TERLIHAT DALAM PEKERJAAN

Kalau kita bekerja sebagai pegawai, bekerjalah dengan jujur.

Kalau kita pengusaha, jangan menipu.

Kalau kita guru, mengajarlah dengan sungguh-sungguh.

Kalau kita pejabat, jangan menyalahgunakan jabatan.

Kalau kita pedagang, jangan mengurangi timbangan.

Kalau kita mahasiswa, jangan membeli nilai.

Kalau kita pelayan gereja, jangan mencari kehormatan.

Karena panggilan Tuhan bukan hanya terjadi di dalam gereja.

Tempat kerja juga bisa menjadi tempat kita bersaksi tentang Kristus.

13. JANGAN HANYA MENJADI ORANG KRISTEN “NAMA”

Ayat 9 memberikan peringatan tentang orang yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut.

Ia disebut seperti orang yang menjadi buta atau picik karena melupakan bahwa ia telah disucikan dari dosa-dosanya.

Ini peringatan serius.

Jangan sampai nama kita Kristen, tetapi hidup kita tidak menunjukkan Kristus.

Ada orang:

KTP Kristen.

Akta baptis Kristen.

Terdaftar di gereja.

Tetapi kehidupannya jauh dari Kristus.

Tuhan ingin lebih dari sekadar identitas.

Tuhan ingin transformasi kehidupan.

14. “BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH”

Mari kembali ke tema kita:

“Berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”

Perhatikan kata:

SUNGGUH-SUNGGUH.

Artinya tidak setengah hati.

Kalau berdoa, sungguh-sungguh.

Kalau melayani, sungguh-sungguh.

Kalau bekerja, sungguh-sungguh.

Kalau menjadi suami, sungguh-sungguh.

Kalau menjadi istri, sungguh-sungguh.

Kalau menjadi orang tua, sungguh-sungguh.

Kalau menjadi anak, sungguh-sungguh.

Kalau menjadi pelayan gereja, sungguh-sungguh.

Jangan menjadi orang Kristen yang:

“Kalau sempat saya melayani.”

“Kalau tidak ada acara saya datang gereja.”

“Kalau tidak hujan saya ibadah.”

“Kalau mood bagus saya berdoa.”

Jemaat tertawa.

Iman tidak boleh tergantung pada mood.

Kesetiaan kepada Tuhan membutuhkan ketekunan.

15. TUHAN TIDAK MEMINTA KITA SEMPURNA, TETAPI MAU KITA TERUS BERTUMBUH

Ini juga penting.

Berusaha sungguh-sungguh bukan berarti kita tidak boleh gagal.

Kita semua pernah gagal.

Petrus sendiri pernah gagal.

Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali.

Tetapi Tuhan tidak membuang Petrus.

Petrus bertobat.

Petrus bertumbuh.

Petrus kemudian menjadi saksi Kristus.

Jadi kalau hari ini kita merasa:

“Saya terlalu banyak kesalahan.”

Jangan menyerah.

Kalau kita jatuh, bangun.

Kalau kita salah, bertobat.

Kalau kita jauh dari Tuhan, kembali.

Kalau hubungan keluarga rusak, mulai memperbaiki.

Kalau kehidupan doa kita kering, mulai lagi.

Kalau kita sudah lama tidak membaca Alkitab, buka kembali Alkitab.

Tuhan masih memberikan kesempatan.

16. JANGAN MENUNDA PERTUMBUHAN ROHANI

Ayat 15 menunjukkan bahwa Petrus sungguh-sungguh ingin jemaat terus mengingat dan melakukan firman Tuhan.

Ini mengingatkan kita:

waktu kita terbatas.

Jangan menunggu tua baru mau melayani.

Jangan menunggu sakit baru mau berdoa.

Jangan menunggu kehilangan baru menghargai keluarga.

Jangan menunggu masalah besar baru mencari Tuhan.

Jangan menunggu hidup hancur baru berkata:

“Tuhan, saya membutuhkan-Mu.”

Hari ini adalah kesempatan.

Sekarang adalah waktunya bertumbuh.

17. ILUSTRASI SEDERHANA

Bayangkan ada seorang anak yang ingin menjadi pemain sepak bola.

Ia berkata:

“Saya ingin menjadi pemain hebat.”

Tetapi dia tidak pernah latihan.

Setiap hari hanya menonton pertandingan.

Ketika ditanya:

“Latihan berapa kali?”

“Tidak pernah.”

“Lari berapa kilometer?”

“Tidak pernah.”

“Menendang bola?”

“Kadang-kadang kalau bola masuk halaman.”

Jemaat tertawa.

Apakah dia bisa menjadi pemain hebat?

Tidak.

Keinginan saja tidak cukup.

Harus ada latihan.

Demikian juga kehidupan iman.

Kita ingin menjadi orang Kristen yang kuat.

Tetapi harus ada latihan rohani.

Latihan berdoa.

Latihan membaca firman.

Latihan mengampuni.

Latihan mengendalikan diri.

Latihan melayani.

Latihan mengasihi.

Iman juga perlu dilatih.

18. TIGA PERTANYAAN UNTUK KITA RENUNGKAN

Sebelum kita mengakhiri firman Tuhan hari ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri.

Pertama:

Apakah iman saya bertumbuh?

Apakah saya tahun ini lebih dekat kepada Tuhan dibandingkan tahun lalu?

Atau justru semakin jauh?

Kedua:

Apakah kehidupan saya menunjukkan perubahan?

Apakah keluarga saya melihat Kristus dalam diri saya?

Apakah teman kerja saya melihat kejujuran?

Apakah tetangga saya melihat kasih?

Ketiga:

Apakah saya sungguh-sungguh menjalankan panggilan Tuhan?

Jangan hanya bertanya:

“Apa yang Tuhan bisa berikan kepada saya?”

Tetapi tanyakan juga:

“Apa yang Tuhan ingin saya lakukan?”

19. PENUTUP

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sudah memberikan kepada kita segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup dalam kesalehan.

Tetapi kita dipanggil untuk bertumbuh.

Kita dipanggil untuk:

menambahkan iman dengan kebajikan,

kebajikan dengan pengetahuan,

pengetahuan dengan penguasaan diri,

penguasaan diri dengan ketekunan,

ketekunan dengan kesalehan,

kesalehan dengan kasih kepada saudara-saudara,

dan akhirnya:

kasih kepada semua orang.

Karena itu jangan menjadi Kristen yang berhenti bertumbuh.

Jangan hanya menjadi Kristen karena nama.

Jangan hanya menjadi Kristen karena tradisi keluarga.

Jangan hanya menjadi Kristen karena terdaftar di gereja.

Tetapi jadilah orang percaya yang setiap hari semakin menyerupai Kristus.

Mari kita sungguh-sungguh.

Sungguh-sungguh dalam iman.

Sungguh-sungguh dalam keluarga.

Sungguh-sungguh dalam pekerjaan.

Sungguh-sungguh dalam pelayanan.

Sungguh-sungguh dalam kasih.

Dan terutama:

sungguh-sungguh dalam mengikuti Yesus Kristus.

Sebab panggilan dan pilihan Tuhan bukan untuk membuat kita sombong.

Tetapi untuk membuat hidup kita menjadi berkat.



DOA PENUTUP

Tuhan Allah Bapa kami yang penuh kasih,

Kami bersyukur karena Engkau telah memanggil dan memilih kami menjadi umat-Mu.

Kami mengaku bahwa sering kali kami tidak sungguh-sungguh dalam menjalani iman kami.

Kami mudah menyerah.

Kami mudah marah.

Kami sulit mengampuni.

Kami sering lebih mengutamakan keinginan kami daripada kehendak-Mu.

Ampunilah kami.

Tuhan, mampukan kami untuk bertumbuh dalam iman.

Tambahkan dalam hidup kami kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih.

Tolonglah keluarga kami.

Tolonglah anak-anak kami.

Tolonglah orang-orang tua kami.

Tolonglah pemuda dan pemudi kami.

Tolonglah para pelayan gereja-Mu.

Berikan kepada kami hati yang sungguh-sungguh melayani.

Jadikan kehidupan kami kesaksian bagi banyak orang.

Ketika kami bekerja, biarlah kami bekerja dengan jujur.

Ketika kami melayani, biarlah kami melayani dengan rendah hati.

Ketika kami menghadapi masalah, berikan kami ketekunan.

Ketika kami disakiti, ajarlah kami mengampuni.

Ketika kami diberkati, ajarlah kami bersyukur.

Dan ketika kami jatuh, mampukan kami bangkit kembali.

Teguhkanlah panggilan dan pilihan kami.

Biarlah sampai akhir kehidupan kami, kami tetap setia mengikuti Yesus Kristus.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.








Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 25 Oktober 2026 - Peliharalah Harta Yang Indah Yang Telah Dipercayakan-Nya Kepada Kita - 2 Timotius 1:3-18

Sebelum:
Khotbah RHK GMIM Rabu 14 Oktober 2026 - Kuduskanlah Dirimu Dan Datanglah Bersama-Ku - 1 Samuel 16:4-5




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(58)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,