gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 115 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 11 Oktober 2026

Khotbah GMIM Minggu, 11 Oktober 2026 - Manusia Melihat Apa Yang Di Depan Mata Tetapi Tuhan Melihat Hati - 1 Samuel 16:1-13
1. SAMUEL JUGA HAMPIR SALAH MEMILIH, 2. DAUD TIDAK TERLIHAT MENONJOL, TETAPI TUHAN MELIHAT HATINYA, 3. APA ARTINYA TUHAN MELIHAT HATI, 4. HUBUNGANNYA DENGAN PEMILIHAN PELAYAN KHUSUS GMIM, 5. JANGAN MEMILIH HANYA KARENA TORANG KENAL,

1 Samuel 16:1-13
Daud dilantik menjadi raja dengan upacara peminyakan
1Beberapa waktu kemudian Tuhan berkata kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau bersedih hati karena Saul? Bukankah dia telah tak diakui sebagai raja Israel? Sekarang, ambillah minyak zaitun dan pergilah ke Betlehem, kepada seorang yang bernama Isai, karena salah seorang dari anak-anaknya telah Kupilih menjadi raja.”
2Tetapi Samuel menjawab, “Bagaimana aku harus melakukannya? Jika hal itu kedengaran oleh Saul, pastilah aku dibunuhnya!”
Tuhan menjawab, “Bawalah seekor sapi muda, dan katakanlah kepada rakyat bahwa engkau datang ke sana untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. 3Lalu undanglah Isai ke upacara pengurbanan itu. Nanti akan Kuberitahukan apa yang harus kaulakukan. Orang yang Kutunjukkan kepadamu, harus kaulantik menjadi raja.”
4Samuel melakukan seperti yang dikatakan Tuhan. Ketika ia sampai di Betlehem, para pemimpin kota menyambutnya dengan terkejut dan bertanya, “Apakah kunjungan Bapak membawa selamat?”
5Jawab Samuel, “Ya, benar. Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Maka sucikanlah dirimu supaya dapat mengikuti upacara pengurbanan itu.” Isai dan anak-anaknya juga disuruhnya menyucikan dirinya masing-masing, dan diundangnya ke upacara itu.
6Ketika mereka sudah berkumpul dan Samuel melihat Eliab anak Isai, pikirnya, “Pastilah ini yang akan dipilih Tuhan.” 7Tetapi Tuhan berkata kepada Samuel, “Janganlah kau terpikat oleh rupanya yang elok dan tinggi badannya; bukan dia yang Kukehendaki. Aku tidak menilai seperti manusia menilai. Manusia melihat rupa, tetapi Aku melihat hati.”
8Kemudian Isai memanggil Abinadab, anaknya, lalu disuruhnya menghadap Samuel. Tetapi Samuel berkata, “Dia juga tidak dipilih Tuhan.” 9Lalu Syama disuruh maju oleh Isai, tetapi Samuel berkata, “Dia juga tidak dipilih Tuhan.” 10Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya berturut-turut menghadap Samuel, tetapi Samuel berkata kepadanya, “Mereka tidak dipilih Tuhan.” 11Lalu bertanyalah Samuel kepadanya, “Hanya inikah semua anak laki-lakimu?”
Jawab Isai, “Masih ada seorang lagi, yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.”
Samuel berkata, “Suruhlah memanggil dia, karena kita tidak akan makan sebelum ia datang.” 12Lalu Isai menyuruh memanggil anak itu. Ternyata ia seorang pemuda yang tampan dan sehat, dan matanya indah. Lalu berkatalah Tuhan kepada Samuel, “Inilah dia; lantiklah dia!” 13Segera Samuel mengambil minyak zaitun itu dan melantik Daud dengan upacara peminyakan di hadapan abang-abangnya. Pada saat itu juga Daud dikuasai oleh Roh Tuhan. Sejak hari itu dan seterusnya Roh Tuhan menyertainya. Kemudian pulanglah Samuel ke Rama.

Penjelasan:

Shalom, jemaat Tuhan!

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita mendengar satu kalimat Tuhan yang sangat sederhana, tetapi sangat dalam:
Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

Kalau manusia melihat seseorang, biasanya yang pertama dilihat adalah wajah.

Kalau wajahnya ganteng atau cantik, kita bilang:
“Wah, bagus ini!”

Kalau orangnya tinggi, kita bilang:
“Cocok jadi pemimpin!”

Kalau orangnya pintar bicara:
“Wah, cocok ini jadi pejabat!”

Kalau orangnya kaya:
“Wah, pasti bisa membantu gereja!”

Kalau orangnya terkenal:
“Wah, pasti banyak yang memilih!”

Tetapi Tuhan berkata:
“Jangan terlalu cepat menilai. Saya tidak melihat seperti manusia melihat.”

Tuhan tidak pertama-tama melihat wajah.
Tuhan tidak melihat popularitas.
Tuhan tidak melihat berapa banyak uang yang kita punya.
Tuhan tidak melihat berapa banyak orang yang mengenal kita.
Tuhan melihat sesuatu yang sering tidak bisa dilihat oleh manusia: HATI.

Dan ini sangat penting bagi kita, khususnya karena beberapa hari lagi warga GMIM akan memasuki salah satu proses penting dalam kehidupan bergereja, yaitu pemilihan Pelayan Khusus.

1. SAMUEL JUGA HAMPIR SALAH MEMILIH

Mari kita lihat cerita kita.

Tuhan menyuruh Samuel pergi ke rumah Isai di Betlehem.

Tuhan berkata bahwa dari anak-anak Isai, Tuhan telah memilih seorang raja bagi Israel.

Samuel datang.

Isai membawa anak-anaknya.

Anak pertama bernama Eliab.

Begitu Samuel melihat Eliab, Samuel langsung berpikir:
“Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”

Mengapa Samuel berpikir begitu?
Karena Eliab kelihatannya cocok.

Tinggi.
Gagah.
Tampak berwibawa.

Kalau zaman sekarang mungkin kita bilang:
“Ini orang kalau berdiri di depan mimbar, sudah kelihatan seperti pemimpin!”

Tetapi Tuhan berkata:
“Bukan dia.”

Samuel melihat penampilan.

Tuhan melihat hati.

Anak kedua datang.
Bukan.

Anak ketiga.
Bukan.

Keempat.
Bukan.

Kelima.
Bukan.

Keenam.
Bukan.

Ketujuh.
Bukan.

Samuel bingung.
“Isai, apakah semua anakmu sudah datang?”

Isai menjawab:
“Masih ada satu lagi.”

“Di mana?”
“Di padang. Menggembalakan kambing domba.”

Bayangkan!

Ketika semua anak dipanggil untuk acara penting, yang satu malah sedang menjaga kambing domba.

Dan justru anak yang ada di padang itulah yang dipilih Tuhan.

Namanya: Daud.


2. DAUD TIDAK TERLIHAT MENONJOL, TETAPI TUHAN MELIHAT HATINYA

Saudara-saudara,

Ini menarik.

Manusia mungkin berkata:
“Ah, Daud ini siapa?”

Dia bukan anak sulung.
Dia bukan yang paling besar.
Dia bukan yang pertama diperhitungkan.
Dia bahkan tidak dipanggil ketika Samuel datang.

Tetapi Tuhan berkata:
“Dialah orangnya.”

Mengapa?

Karena Tuhan tidak menilai seperti manusia.

Manusia melihat:
penampilan.

Tuhan melihat:
hati.

Manusia melihat:
popularitas.

Tuhan melihat:
kesetiaan.

Manusia melihat:
kemampuan berbicara.

Tuhan melihat:
kejujuran.

Manusia melihat:
jabatan dan kedudukan.

Tuhan melihat:
kerendahan hati dan kesediaan melayani.

3. APA ARTINYA “TUHAN MELIHAT HATI”?

Jangan salah mengerti.

“Tuhan melihat hati” bukan berarti Tuhan tidak peduli dengan kemampuan.

Kemampuan tetap penting.
Pendidikan penting.
Pengalaman penting.
Kecakapan penting.
Tetapi semuanya itu harus dipakai dengan hati yang benar.
Orang pintar tetapi hatinya sombong bisa menjadi masalah.
Orang pandai berbicara tetapi tidak jujur juga bisa menjadi masalah.
Orang kaya tetapi suka membeli pengaruh bisa menjadi masalah.
Orang populer tetapi tidak punya hati melayani juga bisa menjadi masalah.

Sebaliknya, orang yang sederhana tetapi jujur, setia, takut Tuhan, mau belajar dan mau melayani, bisa dipakai Tuhan secara luar biasa.

Daud adalah contohnya.

4. HUBUNGANNYA DENGAN PEMILIHAN PELAYAN KHUSUS GMIM


Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Kita sekarang berada dalam suasana yang sangat penting bagi GMIM.

Pada 16 Oktober 2026 dijadwalkan pemilihan calon Diaken dan Penatua Kolom.

Kemudian 18 Oktober 2026 dijadwalkan pemilihan calon Komisi Pelayanan Kategorial Jemaat.

Ini bukan sekadar memilih orang.
Ini bukan pemilihan ketua RT.
Ini bukan pemilihan pengurus arisan.
Ini bukan pemilihan siapa yang paling banyak teman.
Ini adalah bagian dari proses memilih orang yang akan melayani pekerjaan Tuhan dan umat-Nya.

Karena itu kita harus bertanya:
“Siapa yang paling populer?”

Bukan hanya itu.
Kita harus bertanya:

“Siapa yang memiliki hati untuk melayani?”

Bukan:
“Siapa yang paling kaya?”

Tetapi:
“Siapa yang dapat dipercaya?”

Bukan:
“Siapa keluarga saya?”

Tetapi:
“Siapa yang sungguh-sungguh dapat menjadi pelayan Tuhan?”

Bukan:
“Siapa yang paling dekat dengan saya?”

Tetapi:
“Siapa yang paling layak menurut kehendak Tuhan?”

5. JANGAN MEMILIH HANYA KARENA “TORANG KENAL”

Ada satu penyakit dalam pemilihan.

Kadang-kadang kita memilih karena:

“Dia teman saya.”
“Dia saudara saya.”
“Dia tetangga saya.”
“Dia satu keluarga dengan saya.”
“Dia sering membantu saya.”
“Dia orang dekat saya.”

Saudara,

Semua hubungan itu baik.

Tetapi ketika masuk dalam pemilihan pelayanan gereja, kita harus naik satu tingkat:
dari hubungan pribadi menuju kehendak Tuhan.

Jangan sampai kita berkata:
“Karena dia teman saya, saya pilih dia.”

Tetapi tidak pernah bertanya:
“Apakah dia memiliki hati seorang pelayan?”

6. JANGAN TERPENGARUH UANG

Ini juga sangat penting.

Pelayanan gereja bukan tempat untuk membeli suara.

Jangan karena seseorang memberikan sesuatu lalu kita berkata:
“Karena dia baik kepada saya, saya pilih dia.”

Kalau orang memberi sesuatu karena kasih, kita syukuri.

Tetapi kalau pemberian itu dimaksudkan untuk membeli pilihan kita, kita harus berhati-hati.

Karena ketika suara kita sudah dibeli, maka hati nurani kita sudah kehilangan kebebasannya.

Dan Tuhan tidak bisa disogok.

Tuhan tidak pernah berkata: “Berapa harganya?”

Tuhan berkata:
“Bagaimana hatimu?”

MTPJ GMIM minggu ini juga menekankan bahwa dalam proses pemilihan, kecurangan, keberpihakan dan menerima imbalan tidak sesuai dengan karakter Tuhan. Pemilih juga dipanggil memilih berdasarkan hati nurani, integritas dan kualitas calon, bukan jabatan, popularitas, kekayaan atau nepotisme.

7. KITA BACA HUMOR SEDIKIT, JANGAN TEGANG

Saudara-saudara,

Kalau pemilihan gereja sudah dekat, biasanya ada orang yang tiba-tiba menjadi sangat ramah.

Biasanya lewat depan rumah tidak pernah menyapa.

Tiba-tiba:
“Shalom, Bapak!”
“Shalom, Mama!”
“Sehat?”
“Sudah makan?”
“Anak-anak bagaimana?”

Kita mulai curiga:
“Ini orang kenapa tiba-tiba rajin bertanya kabar?”

Hehehe...

Ada juga yang tiba-tiba rajin datang ke rumah.

Duduk.

Minum kopi.

Makan pisang goreng.

Lalu berkata:
“Pokoknya torang baku-baku sayang.”

Kita jawab:
“Iya, kita baku-baku sayang.”

Tetapi dalam hati:
“Ini baku-baku sayang atau baku-baku pilih?”

Hehehe...

Jemaat tertawa boleh.

Tetapi pesan Tuhan serius:
Jangan sampai pelayanan berubah menjadi transaksi.

Pelayanan bukan soal:
“Kalau saya pilih kamu, apa yang saya dapat?”

Tetapi:
“Kalau Tuhan memilih kamu melalui jemaat, apa yang akan kamu lakukan untuk Tuhan?”

8. TATA GEREJA BOLEH BERUBAH, TETAPI HATI HARUS TETAP BENAR


GMIM juga baru memasuki fase penting dengan Tata Gereja GMIM 2026 yang ditetapkan melalui Sidang Majelis Sinode Istimewa ke-82 dan mulai diterapkan dalam agenda pemilihan di aras jemaat Oktober 2026. BPMS juga menerbitkan penyesuaian terkait proses pemilihan di aras jemaat.

Aturan gereja penting.
Tata Gereja penting.
Juklak penting.
Tahapan pemilihan penting.

Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih mendasar:
hati manusia.

Sebab aturan sehebat apa pun tidak akan berguna kalau hati manusia tidak jujur.

Kita bisa membuat aturan seribu halaman.

Tetapi kalau hati manusia mau curang, tetap saja akan mencari jalan.

Karena itu persoalannya bukan hanya:
“Apa aturan pemilihannya?”

Tetapi juga:
“Bagaimana hati kita ketika memilih?”

09. TUHAN TIDAK HANYA MELIHAT CALON -- TUHAN JUGA MELIHAT PEMILIH

Ini penting.

Kadang-kadang kita terlalu sibuk menilai calon:

“Dia bagaimana?”
“Dia cocok tidak?”
“Dia pintar tidak?”
“Dia aktif tidak?”

Tetapi kita lupa:

Tuhan juga melihat hati kita sebagai pemilih.

Ketika kita masuk ke tempat pemilihan, Tuhan juga melihat kita.
Kalau kita memilih karena uang, Tuhan melihat.
Kalau kita memilih karena keluarga, Tuhan melihat.
Kalau kita memilih karena tekanan orang lain, Tuhan melihat.
Kalau kita memilih karena popularitas, Tuhan melihat.

Tetapi kalau kita berdoa:
“Tuhan, berikan saya hikmat. Saya tidak mau memilih karena kepentingan pribadi. Tuntun saya memilih orang yang benar-benar mau melayani-Mu.”

Tuhan juga melihat.

Jadi pemilihan bukan hanya ujian bagi calon.

Pemilihan juga ujian bagi pemilih.

10. APA YANG HARUS KITA LIHAT?

Kalau Tuhan melihat hati, bagaimana kita sebagai manusia memilih?

Kita memang tidak bisa membaca hati orang seperti Tuhan.

Tetapi kita bisa melihat buah kehidupannya.


Pertama: LIHAT IMANNYA

Apakah dia sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan?

Apakah gereja hanya tempat mendapatkan jabatan?

Atau benar-benar tempat melayani?

Kedua: LIHAT INTEGRITASNYA

Apakah perkataan dan perbuatannya sama?

Apakah dia dapat dipercaya?

Apakah dia jujur ketika tidak ada orang melihat?

Ketiga: LIHAT KESETIAANNYA

Apakah dia hadir ketika pelayanan membutuhkan?

Jangan hanya muncul ketika ada pemilihan.

Keempat: LIHAT KERENDAHAN HATINYA

Pelayan Tuhan bukan orang yang berkata:

“Saya harus dihormati.”

Tetapi:
“Saya siap melayani.”

Kelima: LIHAT KESANGGUPANNYA BEKERJA SAMA

Gereja bukan panggung seorang diri.

Tidak ada pelayanan:
“Saya paling hebat.”

Pelayanan adalah:
“Kita bersama-sama melayani Tuhan.”

11. DAUD DIMULAI DARI TEMPAT YANG SEDERHANA

Saudara-saudara,

Daud tidak sedang berada di istana ketika Tuhan memilih dia.
Dia sedang menggembalakan kambing domba.

Ini mengajarkan sesuatu:
Jangan meremehkan orang yang pekerjaannya sederhana.

Jangan berkata:
“Ah, dia bukan siapa-siapa.”

Karena Tuhan dapat mengangkat orang sederhana menjadi alat yang luar biasa.

Tetapi sebaliknya, jangan juga berpikir:
“Karena saya terkenal, pasti Tuhan memilih saya.”

Tidak.

Tuhan memilih berdasarkan kehendak-Nya.

Itulah sebabnya kita harus rendah hati.

12. PELAYAN KHUSUS BUKAN ORANG YANG PALING TINGGI, TETAPI YANG MAU MERENDAHKAN DIRI

Ini inti pelayanan Kristen.

Yesus sendiri berkata:
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

Dunia berkata:
Pemimpin = dilayani.

Yesus berkata:
Pemimpin = melayani.

Dunia berkata:
Jabatan membuat kita tinggi.

Yesus berkata:

Pelayanan membuat kita merendahkan diri.

Maka kalau seseorang terpilih menjadi Pelayan Khusus, jangan berpikir:
“Sekarang saya punya jabatan.”

Tetapi katakan:

“Sekarang tanggung jawab saya semakin besar.”

Jangan:
“Sekarang saya harus dihormati.”

Tetapi:
“Sekarang saya harus lebih banyak melayani.”

13. KEPADA PARA CALON

Kepada saudara-saudara yang menjadi calon Pelayan Khusus:

Jangan takut kalau tidak terpilih.

Kalau Tuhan belum memakai saudara melalui posisi itu, bukan berarti Tuhan tidak memakai saudara.

Daud harus menunggu.
Daud harus menggembalakan domba.
Daud harus belajar.
Daud harus mengalami proses.
Waktu Tuhan berbeda dengan waktu manusia.

Dan kalau saudara terpilih, jangan sombong.

Ingat:
Yang memilih bukan hanya manusia. Tuhan dapat memakai pilihan jemaat untuk menggenapi kehendak-Nya.

Maka jadilah pelayan yang rendah hati.

14. KEPADA PARA PEMILIH

Kepada seluruh jemaat:

Jangan memilih karena takut kehilangan teman.
Jangan memilih karena tekanan keluarga.
Jangan memilih karena pemberian.
Jangan memilih karena popularitas.
Jangan memilih karena suku.
Jangan memilih karena status sosial.
Jangan memilih karena kepentingan pribadi.

Tetapi:
Berdoalah.
Kenallah calon.
Lihat integritasnya.
Pertimbangkan kehidupannya.

Gunakan hati nurani yang diterangi Roh Kudus.

Dan setelah memilih, jangan berkata:
“Saya sudah menang.”

Karena dalam gereja tidak ada:
“Saya menang, kamu kalah.”

Yang kita harapkan adalah:
“Kehendak Tuhan yang menang.”

15. JANGAN SAMPAI SETELAH PEMILIHAN KITA BAKU MARAH


Ini juga penting.

Kadang-kadang sebelum pemilihan:

“Shalom!”

Sesudah pemilihan:
“Shalom... dari jauh.”

Hehehe...

Sebelum pemilihan:
“Torangkan saudara dalam Kristus.”

Sesudah pemilihan:
“Saudara yang mana?”

Jangan begitu!

Kalau calon kita tidak terpilih, jangan bermusuhan.
Kalau pilihan kita kalah, jangan memecah jemaat.
Kalau orang yang kita dukung tidak terpilih, jangan berkata:

“Ah, saya tidak mau lagi ke gereja.”

Jangan!

Karena gereja bukan milik calon.

Gereja bukan milik pemilih.
Gereja bukan milik pendeta.
Gereja adalah milik Kristus.

Kita semua hanya pelayan.

16. TUHAN MELIHAT HATI KITA HARI INI

Saudara-saudara,

Mungkin selama ini kita sibuk memperbaiki penampilan.

Pakaian bagus.
Rambut bagus.
Wajah bagus.
Foto bagus.
Media sosial bagus.

Tetapi Tuhan bertanya:

“Bagaimana hatimu?”

Bisa saja foto kita bagus, tetapi hati penuh iri.
Bisa saja suara kita bagus ketika bernyanyi, tetapi hati penuh kebencian.
Bisa saja kita aktif di gereja, tetapi hati kita mencari pujian.
Bisa saja kita kelihatan rohani, tetapi hati kita jauh dari Tuhan.
Karena itu hari ini Tuhan mengingatkan:

Periksa hati kita.

Sebelum kita memilih orang lain, mari kita biarkan Tuhan memeriksa diri kita sendiri.

17. TIGA PERTANYAAN UNTUK KITA BAWA PULANG

Sebelum memilih, tanyakan tiga hal:

1. Apakah saya memilih karena kehendak Tuhan atau karena kepentingan saya?
2. Apakah saya memilih orang yang mau melayani atau orang yang ingin berkuasa?
3. Apakah pilihan saya dapat saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan?

Kalau jawabannya benar di hadapan Tuhan, pilihlah dengan damai.

18. PENUTUP

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Samuel melihat Eliab dan berkata:

“Ini pasti orangnya.”

Tetapi Tuhan berkata:

“Bukan.”

Mengapa?

Karena Samuel melihat apa yang di depan mata.

Tetapi Tuhan melihat hati.

Hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita:

Jangan tertipu oleh penampilan.

Jangan terpesona oleh popularitas.

Jangan dibutakan oleh uang.

Jangan dikendalikan oleh keluarga.

Jangan dipengaruhi kepentingan pribadi.

Mari memilih dan menerima pilihan dengan iman.

Mari memasuki pemilihan Pelayan Khusus GMIM dengan doa.

Mari kita jaga persaudaraan.

Mari kita jaga integritas.

Mari kita hormati aturan gereja.

Dan yang paling penting:

Mari kita serahkan hasilnya kepada Tuhan.

Karena pada akhirnya:

Bukan siapa yang paling terkenal yang penting.

Bukan siapa yang paling kaya yang penting.

Bukan siapa yang paling banyak bicara yang penting.

Tetapi:

SIAPA YANG MEMILIKI HATI UNTUK MELAYANI TUHAN.

Kiranya dari pemilihan Pelayan Khusus GMIM tahun 2026 lahir pelayan-pelayan yang bukan hanya hebat di depan manusia, tetapi terutama berkenan di hadapan Tuhan.


DOA PENUTUP


Ya Tuhan Allah Bapa kami,

Kami bersyukur karena Firman-Mu hari ini mengingatkan kami bahwa manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Engkau melihat hati.

Ampunilah kami apabila selama ini kami sering menilai orang hanya berdasarkan penampilan, kekayaan, jabatan, popularitas, hubungan keluarga atau kepentingan pribadi.

Tuhan, menjelang pemilihan Pelayan Khusus GMIM, berikanlah kepada kami hikmat dan hati yang takut akan Tuhan.

Jauhkan kami dari kecurangan, keberpihakan yang tidak benar, tekanan, kepentingan pribadi dan segala bentuk pemberian yang dapat memengaruhi pilihan.

Berikanlah hikmat kepada setiap pemilih.

Berikanlah kerendahan hati kepada setiap calon.

Berikanlah ketulusan kepada panitia dan semua yang dipercayakan menjalankan proses pemilihan.

Biarlah orang-orang yang terpilih benar-benar menjadi pelayan yang takut akan Tuhan, jujur, setia, rendah hati dan mampu bekerja bersama untuk membangun jemaat-Mu.

Dan ketika proses pemilihan selesai, satukanlah kembali seluruh jemaat dalam kasih Kristus.

Jangan biarkan perbedaan pilihan memecah persaudaraan kami.

Biarlah hanya kehendak-Mu yang terjadi.

Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Kepala Gereja, kami berdoa.

Amin.








Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 4 Oktober 2026 - Bertindaklah dengan Seksama, Karena Berlaku Curang, Memihak atau Menerima Suap Tidak Ada pada Tuhan Allah Kita - 2 Tawarikh 19:4-11




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(55)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,