|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
![]() |
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2026 Yohanes 10:1-21Minggu, 20 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 20 September 2026 - AKU MENGENAL DOMBA-DOMBAKU DAN DOMBA-DOMBAKU MENGENAL AKU - Yohanes 10:1-21 1. YESUS MENGENAL KITA, 2. KITA MENGENAL SUARA GEMBALA, 3. GEMBALA YANG BAIK TIDAK MENINGGALKAN DOMBANYA, 4. DOMBA YANG MENGENAL GEMBALA TIDAK MUDAH TERSERET SUARA LAIN, 5. KAWANAN DOMBA HARUS HIDUP SEHATI, 6. GMIM MENUJU 100 TAHUN: SIAPA GEMBALA KITA?, 7. GEREJA BOLEH BEKERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH, 8. JANGAN SAMPAI DOMBA SALING TANDUK, 10. YESUS MENGENAL DOMBA YANG LEMAH Gembala yang baik 10:1-21 1”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 3Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” 6Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 7Maka kata Yesus sekali lagi: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 11Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 12sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. 13Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. 14Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 17Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. 18Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” 19Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: 20”Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?” 21Yang lain berkata: ”Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?” Penjelasan: Shalom! Jemaat yang dikasihi Tuhan, Hari ini Tuhan Yesus berkata: “Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Kalau kita dengar kata domba, mungkin ada yang langsung membayangkan: “Pendeta, jangan-jangan ini sindiran kepada jemaat yang gampang ikut-ikutan!” Tidak, jemaat! he he Tetapi memang ada satu sifat domba yang menarik. Domba itu tidak terlalu pintar menentukan arah sendiri. Kalau satu domba jalan ke kiri, yang lain ikut. Kalau satu domba masuk semak, yang lain ikut. Kalau satu domba turun ke parit... yang lain kadang ikut juga! Makanya domba membutuhkan gembala. Dan Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik.” Artinya, Yesus bukan hanya mau menjadi Gembala kita pada hari Minggu. Dia mau menjadi Gembala kita: Senin sampai Sabtu, di rumah, di kantor, di sekolah, di pasar, di jalan, dalam keluarga, bahkan ketika kita sedang menghadapi masalah. Jemaat yang dikasihi Tuhan, Perhatikan perkataan Yesus: “Aku mengenal domba-domba-Ku.” Ini luar biasa. Yesus bukan berkata: “Aku tahu jumlah domba-Ku.” Bukan. Yesus berkata: “Aku mengenal.” Ada perbedaan antara mengetahui dan mengenal. Kita bisa mengetahui nama seseorang tanpa mengenalnya. Misalnya: “Kenal itu orang?” “Oh, tahu!” Tetapi tahu belum tentu mengenal. Kita bisa tahu nama seseorang di gereja. Tetapi belum tentu tahu: pergumulannya, air matanya, ketakutannya, keluarganya, masalah ekonominya, pergumulan anak-anaknya. Tetapi Yesus mengenal kita secara pribadi. Dia tahu ketika kita tersenyum tetapi sebenarnya sedang menangis. Dia tahu ketika kita berkata: “Tidak apa-apa.” Padahal dalam hati: “Tuhan... saya sudah tidak kuat.” Manusia mungkin tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. 2. KITA MENGENAL SUARA GEMBALA Yesus berkata: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Ini bagian penting. Bukan hanya: Yesus mengenal kita. Tetapi: kita juga harus mengenal suara Yesus. Masalahnya, zaman sekarang terlalu banyak suara. Ada suara keluarga. Ada suara teman. Ada suara media sosial. Ada suara TikTok. Ada suara Facebook. Ada suara WhatsApp. Ada suara YouTube. Ada suara influencer. Ada suara politik. Ada suara ekonomi. Ada suara orang yang berkata: “Kalau saya jadi kamu, saya akan begini!” Akhirnya suara Tuhan kalah dengan suara grup WhatsApp! 😂 Kadang-kadang pagi-pagi belum baca Alkitab. Tetapi sudah buka WhatsApp. Belum berdoa. Sudah lihat status orang. Belum berkata: “Selamat pagi Tuhan.” Sudah berkata: “Selamat pagi semua!” Tidak salah memakai teknologi. Tetapi jangan sampai smartphone kita pintar, sementara iman kita makin lemah. Kita harus belajar mengenal suara Tuhan melalui: Firman Tuhan, doa, Roh Kudus, dan kehidupan yang taat. 3. GEMBALA YANG BAIK TIDAK MENINGGALKAN DOMBANYA Dalam Yohanes 10, Yesus membandingkan diri-Nya dengan orang upahan. Orang upahan bekerja selama aman. Tetapi ketika serigala datang, dia lari. Mengapa? Karena dia bekerja bukan karena kasih. Dia bekerja karena upah. Tetapi Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Ini kasih yang luar biasa. Yesus tidak berkata: “Kalau kamu baik, Aku mengasihi kamu.” Tidak! Dia mengasihi kita bahkan ketika kita belum layak. Dia mencari kita ketika kita tersesat. Dia mengangkat kita ketika kita jatuh. Dia mengampuni kita ketika kita gagal. Dan akhirnya Dia memberikan nyawa-Nya di kayu salib. 4. DOMBA YANG MENGENAL GEMBALA TIDAK MUDAH TERSERET SUARA LAIN Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ini sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang. Kita hidup di zaman ketika informasi begitu banyak. Kadang-kadang berita benar dan berita palsu masuk melalui pintu yang sama. Tinggal kita yang harus tahu membedakan. Dalam kehidupan iman juga begitu. Ada banyak suara yang kelihatannya rohani. Tetapi belum tentu berasal dari Tuhan. Ada orang yang berkata: “Tuhan sudah bilang kepada saya!” Kita perlu hati-hati. Jangan semua yang memakai nama Tuhan otomatis berasal dari Tuhan. Karena itu Yesus berkata: “Domba-domba itu mengikuti Dia, karena mereka mengenal suara-Nya.” Artinya: orang percaya harus punya kepekaan rohani. Tidak semua suara harus kita ikuti. Tidak semua tren harus kita ikuti. Tidak semua provokasi harus kita balas. Tidak semua pertengkaran harus kita masuki. Kadang-kadang iman yang dewasa justru berkata: “Saya tidak ikut. Saya mau dengar suara Tuhan dahulu.” 5. KAWANAN DOMBA HARUS HIDUP SEHATI Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ada satu berita yang menarik dari GMIM beberapa hari terakhir. Dalam ibadah GMIM Petra Poopoh, Wilayah Tanawangko Dua, ditekankan tentang hidup sehati. Ini sangat cocok dengan Yohanes 10. Karena kalau kita semua mempunyai satu Gembala, kita tidak boleh terus-menerus hidup sebagai kawanan yang saling bertabrakan. Bayangkan kalau domba berkata: “Saya tidak mau ikut domba itu!” Yang lain berkata: “Saya juga tidak suka domba sebelah!” Akhirnya: Domba sebelah marah. Domba belakang tersinggung. Domba depan bikin grup WhatsApp baru. 😂 Padahal semuanya satu kawanan! Kadang gereja juga bisa seperti itu. Beda pendapat sedikit: “Dia kelompok sana.” “Dia kelompok sini.” “Dia pendukung itu.” “Dia dekat dengan orang ini.” Jemaat! Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan berbeda kasih. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda cara berpikir, tetapi jangan kehilangan Kristus. Karena Gembala kita satu: Yesus Kristus. 6. GMIM MENUJU 100 TAHUN: SIAPA GEMBALA KITA? Jemaat yang dikasihi Tuhan, GMIM sedang memasuki perjalanan menuju 100 tahun. Dalam seminar menuju 100 tahun GMIM yang berlangsung di Amurang pada 12 September 2026, Ferry Daud Liando mengingatkan bahwa sistem politik yang demokratis juga dapat menjadi tantangan bagi keutuhan GMIM jika gereja terlalu terseret ke dalam kepentingan politik praktis. Ia bahkan menekankan pentingnya menjaga independensi gereja dan menghindari transaksi politik yang dapat memecah jemaat. Ini menjadi bahan refleksi yang penting. Bukan berarti warga gereja tidak boleh berpolitik. Boleh! Orang Kristen boleh menjadi: pejabat, anggota DPR, kepala daerah, pengusaha, birokrat, aktivis, bahkan calon pemimpin. Tetapi gereja harus tetap ingat: Gembala GMIM bukan politisi. Gembala utama GMIM bukan pemerintah. Gembala utama gereja adalah Yesus Kristus. Politik boleh berganti. Jabatan boleh berganti. Wali kota boleh berganti. Bupati boleh berganti. Gubernur boleh berganti. Presiden boleh berganti. Tetapi: Yesus Kristus tetap sama. Karena itu jangan sampai gereja menjadi terlalu dekat dengan kekuasaan sampai kehilangan suara kenabiannya. Gereja harus dapat berbicara benar kepada pemerintah. Dan gereja juga harus dapat berbicara benar kepada rakyat. 7. GEREJA BOLEH BEKERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH Nah, ini penting supaya kita tidak salah mengerti. Kerja sama gereja dan pemerintah bukan sesuatu yang salah. Contohnya, baru-baru ini ada proses penguatan hubungan antara Pemkot Tomohon dan GMIM, termasuk sosialisasi Draft Tata Gereja GMIM 2026 yang melibatkan BPMS GMIM dan para pelayan khusus. Ada juga berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Bahkan di Tomohon, Pengucapan Syukur 2026 dirangkaikan dengan pencanangan pembangunan Gedung Gereja Baru GMIM Elim Pinaras. Dalam kesempatan itu juga ditekankan pentingnya kebersamaan, persaudaraan dan “baku-baku baik, baku-baku sayang.” Ini indah. Gereja tidak hidup sendirian. Gereja hadir di tengah masyarakat. Gereja bekerja bersama pemerintah. Gereja melayani masyarakat. Tetapi ada satu batas yang harus jelas: Gereja bekerja sama dengan pemerintah, tetapi tidak kehilangan identitasnya sebagai gereja. Karena kalau gereja kehilangan suara Gembala, gereja akan mudah mengikuti suara siapa saja. 8. JANGAN SAMPAI DOMBA SALING TANDUK Jemaat yang dikasihi Tuhan, Kadang kita berpikir masalah gereja adalah: “Serigala dari luar!” Padahal kadang masalah yang lebih berat adalah: domba yang saling tanduk. 😂 Yang satu berkata: “Saya paling benar!” Yang lain: “Tidak! Saya yang paling benar!” Akhirnya: yang benar-benar benar cuma Yesus. Kita semua masih belajar. Karena itu jangan terlalu cepat menghakimi. Jangan terlalu cepat menyebarkan cerita. Jangan cepat percaya gosip. Jangan cepat meneruskan berita di WhatsApp. Sebelum menekan tombol: FORWARD tekan dulu tombol: BERPIKIR. 😂 Tanya: “Apakah ini benar?” “Apakah ini membangun?” “Apakah ini perlu?” “Apakah ini sesuai dengan kasih Kristus?” Kalau tidak... jangan kirim! Kadang pelayanan terbaik kita hari ini adalah: tidak mengirim satu pesan WhatsApp. he he 9. GEMBALA MENCARI DOMBA YANG TERSESAT Yesus bukan hanya menjaga domba yang sudah ada. Dia juga memperhatikan mereka yang tersesat. Ini panggilan gereja. Jangan hanya sibuk dengan: “Berapa orang hadir?” Tetapi tanyakan juga: “Siapa yang sudah lama tidak hadir?” Jangan hanya menghitung persembahan. Tanyakan: “Siapa yang sedang kesulitan?” Jangan hanya membuat acara besar. Tanyakan: “Siapa yang sedang kesepian?” Jangan hanya membangun gedung gereja. Bangun juga: iman, keluarga, persaudaraan dan kepedulian. Gedung gereja penting. Tetapi gereja bukan hanya gedung. Gereja adalah umat yang mengikuti Kristus. 10. YESUS MENGENAL DOMBA YANG LEMAH Ada domba yang kuat. Ada domba yang lemah. Ada yang sehat. Ada yang sakit. Ada yang cepat. Ada yang lambat. Begitu juga jemaat. Jangan mengharapkan semua orang mempunyai kekuatan yang sama. Ada jemaat yang ekonominya kuat. Ada yang sedang berjuang. Ada yang sehat. Ada yang sakit. Ada keluarga yang sedang bahagia. Ada keluarga yang sedang menangis. Ada orang yang hari ini datang ke gereja dengan senyum. Tetapi sebenarnya hatinya sedang hancur. Dan mungkin Tuhan berkata kepada orang itu pagi ini: “Aku mengenal engkau.” Bukan hanya tahu namamu. Aku tahu pergumulanmu. Aku tahu air matamu. Aku tahu perjuanganmu. Dan Aku tidak meninggalkan engkau. 11. KITA HARUS BELAJAR MENDENGAR Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ada sebuah humor kecil. Seorang anak bertanya kepada ayahnya: “Papa, Tuhan bisa dengar doa kita?” “Bisa.” “Kalau kita berdoa pelan?” “Bisa.” “Kalau kita tidak berdoa?” Ayahnya menjawab: “Bisa juga.” Anaknya bertanya: “Kalau begitu Tuhan bisa dengar semuanya?” “Ya.” Anak itu berkata: “Wah... berarti Tuhan juga dengar kalau Papa dan Mama bertengkar?” 😂 Ayahnya: “Sudah, jangan bahas itu!” Tetapi sebenarnya itulah masalah kita. Kita ingin Tuhan mendengar doa kita. Tetapi apakah kita mau mendengar suara Tuhan? Kita sering berkata: “Tuhan, berkatilah rencana saya.” Padahal mungkin Tuhan berkata: “Bukan itu rencana-Ku.” Kita berkata: “Tuhan, ubahlah dia.” Tuhan mungkin berkata: “Aku mau mengubah kamu dahulu.” Kita berkata: “Tuhan, bukakan jalan.” Tuhan berkata: “Ikut Aku.” 12. APA ARTINYA MENGENAL YESUS? Mengenal Yesus bukan sekadar: tahu nama Yesus, tahu cerita Yesus, hafal ayat, aktif di gereja. Mengenal Yesus berarti: mengikuti suara-Nya. Kalau Yesus berkata: “Kasihilah musuhmu.” Kita belajar mengasihi. Kalau Yesus berkata: “Jangan menghakimi.” Kita berhenti menghakimi. Kalau Yesus berkata: “Berdamailah.” Kita berdamai. Kalau Yesus berkata: “Layani.” Kita melayani. Kalau Yesus berkata: “Jangan takut.” Kita maju dengan iman. 13. TIGA PERTANYAAN UNTUK KITA Jemaat yang dikasihi Tuhan, Sebelum kita mengakhiri firman ini, mari kita membawa pulang tiga pertanyaan. Pertama: Apakah saya benar-benar mengenal suara Yesus? Atau suara dunia lebih keras daripada suara Tuhan? Kedua: Apakah hidup saya mengikuti Gembala atau mengikuti kerumunan? Jangan hanya bertanya: “Orang lain bagaimana?” Tanyakan: “Tuhan mau saya bagaimana?” Ketiga: Apakah saya membantu kawanan Tuhan menjadi sehati atau justru membuatnya terpecah? Apakah perkataan saya: membangun? atau meruntuhkan? Apakah postingan saya: mendamaikan? atau memanaskan? Apakah pelayanan saya: memuliakan Kristus? atau mencari nama sendiri? PENUTUP Jemaat yang dikasihi Tuhan, Hari ini Yesus berkata: “Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Ini bukan hanya kalimat yang indah. Ini adalah jaminan keselamatan dan kasih Tuhan. Ketika kita kuat: Yesus mengenal kita. Ketika kita lemah: Yesus mengenal kita. Ketika kita berhasil: Yesus mengenal kita. Ketika kita gagal: Yesus tetap mengenal kita. Ketika orang lain meninggalkan kita: Yesus tidak meninggalkan kita. Dan ketika kita tersesat: Gembala yang baik mencari kita. Karena itu, sebagai keluarga besar GMIM yang terus berjalan menuju masa depan dan menuju 100 tahun perjalanan pelayanan, mari kita kembali kepada pusat segala sesuatu: Yesus Kristus. Bukan ego kita. Bukan kelompok kita. Bukan kepentingan kita. Bukan politik kita. Bukan jabatan kita. Bukan harta kita. Tetapi Kristus. Kalau kita benar-benar mengenal suara Gembala, maka kita akan berkata: “Tuhan, ke mana Engkau tuntun, ke sana kami pergi.” Dan kalau seluruh kawanan mengikuti satu Gembala, maka kita tidak akan mudah tercerai-berai. Kita boleh berbeda. Tetapi kita satu dalam Kristus. Kita boleh berbeda pendapat. Tetapi kita tetap bersaudara. Kita boleh berbeda pilihan. Tetapi kita tetap satu tubuh Kristus. Baku-baku baik. Baku-baku sayang. Baku-baku jaga. Baku-baku topang. Karena Gembala kita satu. Yesus berkata: “Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Maka pertanyaannya bukan lagi: “Apakah Tuhan mengenal saya?” Jawabannya jelas: YA! Pertanyaannya adalah: “Apakah saya masih mengenal suara-Nya?” Amin. Tuhan memberkati torang samua. 🙏
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 4 Oktober 2026 - Bertindaklah dengan Seksama, Karena Berlaku Curang, Memihak atau Menerima Suap Tidak Ada pada Tuhan Allah Kita - 2 Tawarikh 19:4-11 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 13 September 2026 - HENDAKLAH KAMU SEHATI SEPIKIR DALAM SATU KASIH, SATU KASIH, SATU JIWA, SATU TUJUAN - Filipi 2:1-11 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(54) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Minggu, 4 Oktober 2026 Khotbah GMIM Minggu, 4 Oktober 2026 - Bertindaklah dengan Seksama, Karena Berlaku Curang, Memihak atau Menerima Suap Tidak Ada pada Tuhan Allah Kita - 2 Tawarikh 19:4-11 Minggu, 20 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 20 September 2026 - AKU MENGENAL DOMBA-DOMBAKU DAN DOMBA-DOMBAKU MENGENAL AKU - Yohanes 10:1-21 Minggu, 13 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 13 September 2026 - HENDAKLAH KAMU SEHATI SEPIKIR DALAM SATU KASIH, SATU KASIH, SATU JIWA, SATU TUJUAN - Filipi 2:1-11 Rabu, 9 September 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 9 September 2026 - Memberi Dan Menerima Nasihat Demi Kebaikan Bersama - Keluaran 18:17-18 Minggu, 6 September 2026 Khotbah GMIM Minggu, 6 September 2026 - CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH - Keluaran 18:13-27 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,