gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa
     

View : 1286 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 13 September 2026

Khotbah GMIM Minggu, 13 September 2026 - HENDAKLAH KAMU SEHATI SEPIKIR DALAM SATU KASIH, SATU KASIH, SATU JIWA, SATU TUJUAN - Filipi 2:1-11
1. SEHATI SEPIKIR BUKAN BERARTI HARUS SAMA SEMUA,2. PAULUS MEMINTA JEMAAT MENJAGA PERSATUAN, 3. SATU TUJUAN: MEMULIAKAN KRISTUS, 4. JANGAN MELAKUKAN SESUATU KARENA KEPENTINGAN DIRI SENDIRI, 5. BELAJAR RENDAH HATI,

Filipi 2:1-11
Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
2:1-11
1Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Penjelasan:

Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan!

Ada satu hal yang sangat mudah dilakukan manusia: bersatu ketika kepentingannya sama.

Kalau ada makanan gratis, kita bisa bersatu.

Kalau ada pesta, kita bisa bersatu.

Kalau ada jalan-jalan, kita bisa bersatu.

Tetapi kalau sudah menyangkut pendapat, kepentingan, jabatan, uang, atau keputusan, persatuan kadang-kadang mulai diuji.

Ada orang berkata:

“Kita harus sehati!”

Yang lain menjawab:

“Saya sehati, tapi hati saya tidak sama dengan hati dia!”

Ada juga yang berkata:

“Kita harus sepikir!”

Tetapi ternyata yang dimaksud adalah:

“Semua orang harus berpikir seperti saya!”

Nah, itu bukan sehati sepikir. Itu namanya satu orang berpikir, yang lain tinggal mengangguk!  he he

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan hari ini berbicara sangat kuat mengenai persatuan, kerendahan hati, kasih, dan teladan Yesus Kristus.

Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi. Jemaat ini adalah jemaat yang dikasihi Paulus. Tetapi seperti semua komunitas manusia, mereka juga menghadapi tantangan dalam hubungan satu dengan yang lain.

Karena itu Paulus menasihati:

“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita pada hari Minggu ini.

1. SEHATI SEPIKIR BUKAN BERARTI HARUS SAMA SEMUA

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita harus memahami terlebih dahulu apa arti sehati sepikir.
Sehati sepikir tidak berarti:
semua harus mempunyai pendapat yang sama;
semua harus mempunyai karakter yang sama;
semua harus mempunyai selera yang sama;
semua harus memilih keputusan yang sama dalam segala hal.

Kalau Tuhan memang menghendaki semua manusia sama, Tuhan tidak perlu menciptakan kita dengan begitu banyak perbedaan.

Ada yang cepat berbicara.
Ada yang lebih suka diam.
Ada yang suka menyanyi.
Ada yang kalau disuruh menyanyi, mikrofonnya saja yang takut!  he he
Ada yang suka bekerja dengan cepat.
Ada yang harus berpikir dulu.
Ada yang suka makanan pedas.
Ada yang baru makan sambal sedikit langsung mencari air.

Perbedaan itu bukan masalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika perbedaan membuat kita kehilangan kasih.

Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan berbeda kasih.
Kita boleh berbeda cara berpikir, tetapi jangan berbeda tujuan.
Kita boleh berbeda karakter, tetapi tetap menjadi satu tubuh Kristus.

2. PAULUS MEMINTA JEMAAT MENJAGA PERSATUAN

Perhatikan Filipi 2:2.

Paulus berkata:
“...hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Perhatikan ada beberapa kata penting:

Satu kasih

Artinya kita tidak mengasihi hanya orang yang menyenangkan kita.

Kadang-kadang kita mudah mengasihi orang yang setuju dengan kita.

Tetapi bagaimana dengan orang yang berbeda pendapat?

Bagaimana dengan orang yang pernah membuat kita kecewa?

Bagaimana dengan orang yang mungkin pernah berbicara kurang baik tentang kita?

Di situlah kasih Kristen diuji.

Karena mengasihi orang yang mengasihi kita itu mudah.

Tetapi mengasihi orang yang berbeda dengan kita membutuhkan Kristus.

Satu jiwa

Artinya ada rasa memiliki.

Kalau satu anggota jemaat mengalami kesusahan, kita ikut merasakan.

Kalau ada keluarga yang berduka, kita datang menghibur.

Kalau ada yang sakit, kita mendoakan.

Kalau ada yang berhasil, kita ikut bersukacita.

Jangan sampai kita hanya bersatu ketika ada pesta, tetapi ketika ada orang susah kita berkata:

“Aduh, saya sebenarnya mau datang... tapi kebetulan ada urusan.”

Padahal urusannya:

menonton televisi. he he

Persatuan Kristen bukan hanya terlihat ketika kita duduk bersama di gereja.

Persatuan terlihat ketika kita saling memperhatikan di luar gereja.

3. SATU TUJUAN: MEMULIAKAN KRISTUS

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ini yang paling penting.

Kita bisa berbeda dalam banyak hal, tetapi kita harus mempunyai satu tujuan.

Apa tujuannya?

Memuliakan Kristus.

Gereja bukan tempat untuk memuliakan manusia.

Pelayanan bukan tempat untuk mencari popularitas.

Jabatan dalam gereja bukan tempat untuk menunjukkan siapa paling hebat.

Paduan suara bukan tempat untuk menunjukkan siapa paling bagus.

Ketua kolom bukan tempat untuk menunjukkan siapa paling berkuasa.

Pendeta bukan pusat perhatian.

Pelayan khusus bukan pusat perhatian.

Bahkan jemaat pun bukan pusat perhatian.

Kristuslah pusat gereja.

Kalau Kristus menjadi pusat, maka kita akan lebih mudah bersatu.

Tetapi kalau “saya” menjadi pusat, maka persoalan mulai muncul.

“Saya yang paling benar.”

“Saya yang paling lama melayani.”

“Saya yang paling tahu.”

“Saya yang paling banyak berkorban.”

“Saya yang paling berjasa.”

Kalau semua memakai kata “saya”, gereja bisa menjadi tempat pertandingan ego.

Tetapi kalau kita berkata:

“Bukan saya, tetapi Kristus.”

Maka pelayanan menjadi indah.

4. JANGAN MELAKUKAN SESUATU KARENA KEPENTINGAN DIRI SENDIRI

Filipi 2:3 berkata:

“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.”

Ini luar biasa.

Paulus tahu bahwa salah satu musuh terbesar persatuan adalah ego manusia.

Kadang-kadang masalah besar dalam gereja sebenarnya bukan karena masalah besar.

Masalahnya kecil.

Tetapi karena egonya besar, masalah kecil menjadi besar.

Misalnya:

“Kenapa nama saya tidak disebut?”

“Kenapa saya tidak diajak?”

“Kenapa keputusan tidak mengikuti usul saya?”

“Kenapa dia yang dipilih?”

“Kenapa saya tidak?”

Akhirnya masalah kecil menjadi masalah besar.

Yang tadinya cuma beda pendapat, berubah menjadi beda perasaan.

Yang tadinya cuma beda perasaan, berubah menjadi tidak saling menyapa.

Yang tadinya tidak saling menyapa, akhirnya duduk berjauhan.

Dan akhirnya kita punya masalah:

Bangku gereja sebenarnya panjang, tetapi hati kita yang menjadi sempit.

😂

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan mengingatkan:

Jangan mencari kepentingan sendiri.

Artinya, dalam kehidupan bersama, kita belajar bertanya:

“Apa yang baik bagi kita semua?”

Bukan hanya:

“Apa yang menguntungkan saya?”

5. BELAJAR RENDAH HATI

Filipi 2:3 melanjutkan:

“Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”

Ini bukan berarti kita harus menganggap diri kita tidak berharga.

Bukan!

Maksudnya adalah kita tidak merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Kerendahan hati berarti:

Saya tahu kemampuan saya, tetapi saya juga menghargai kemampuan orang lain.

Saya bisa berkata:

“Saya mungkin punya pendapat, tetapi saya mau mendengar pendapatmu.”

Saya bisa berkata:

“Saya mungkin lebih tua, tetapi saya bisa belajar dari yang muda.”

Yang muda juga bisa berkata:

“Saya punya pengetahuan baru, tetapi saya tetap menghormati yang lebih tua.”

Kalau yang tua tidak mau mendengar yang muda dan yang muda tidak mau menghormati yang tua, gereja akan kehilangan keseimbangan.

Karena itu gereja membutuhkan semua generasi.

Orang tua membawa pengalaman.

Orang muda membawa energi.

Anak-anak membawa keceriaan.

Dan semuanya dibutuhkan untuk pekerjaan Tuhan.

6. AYAT 5-"8: LIHATLAH TELADAN YESUS

Sekarang kita sampai pada bagian yang paling penting.

Paulus tidak hanya berkata:

“Jangan egois.”

Paulus memberikan teladan.

Siapa teladannya?

Yesus Kristus.

Filipi 2:5 berkata:

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

Ini luar biasa.

Paulus tidak mengatakan:

“Jadilah seperti saya.”

Tetapi:

“Jadilah seperti Kristus.”

Yesus mempunyai segala kemuliaan.

Tetapi Yesus memilih merendahkan diri.

Ia datang ke dunia.

Ia mengambil rupa seorang hamba.

Ia taat.

Bahkan taat sampai mati di kayu salib.

Bayangkan!

Kalau Yesus saja mau merendahkan diri demi menyelamatkan manusia, bagaimana mungkin kita yang masih banyak kekurangan justru sulit merendahkan hati?

7. YESUS TIDAK MEMPERTAHANKAN HAK-NYA, TETAPI MEMBERIKAN DIRI-NYA


Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Filipi 2:6-8 menunjukkan bagaimana Kristus merendahkan diri.

Ini adalah inti Injil.

Yesus tidak datang untuk berkata:

“Kalian harus melayani Aku karena Aku Tuhan.”

Sebaliknya, Yesus datang dan melayani manusia.

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya.

Yesus makan bersama orang berdosa.

Yesus menyentuh orang yang dikucilkan.

Yesus mengampuni.

Yesus berkorban.

Yesus memberikan hidup-Nya.

Maka kalau kita ingin membangun persatuan dalam keluarga, jemaat, dan masyarakat, kita harus belajar dari Kristus:

Jangan selalu bertanya: “Apa yang bisa saya dapat?”

Tetapi:

“Apa yang bisa saya berikan?”

Ini perubahan besar.


8. CONTOH DALAM KELUARGA

Persatuan dimulai dari rumah.

Suami berkata:

“Saya kepala keluarga!”

Istri menjawab:

“Iya, kepala... tapi jangan lupa saya yang pegang lehernya.” 😂

Jangan marah, jemaat. Itu hanya humor!

Tetapi sebenarnya dalam keluarga, tidak boleh ada pertandingan:

siapa paling berkuasa.

Suami dan istri harus bertanya:

“Apa yang terbaik bagi keluarga kita?”

Orang tua jangan hanya menuntut anak.

Anak jangan hanya menuntut orang tua.

Semua harus belajar saling mendengar.

Karena keluarga yang sehati bukan keluarga yang tidak pernah bertengkar.

Keluarga yang sehati adalah keluarga yang ketika berbeda pendapat, tetap memilih kasih.

9. CONTOH DALAM PELAYANAN GEREJA

Dalam pelayanan juga demikian.

Ada yang menjadi:
Pendeta,
Penatua,
Diaken,
Guru Agama,
anggota komisi,
pemuda,
wanita/kaum ibu,
bapak,
lansia,
remaja,
anak sekolah minggu.

Semua mempunyai fungsi berbeda.

Tetapi jangan lupa:

Tubuh Kristus hanya satu.

Tangan tidak bisa berkata:

“Saya lebih penting daripada kaki.”

Kaki juga tidak bisa berkata:

“Saya tidak perlu tangan.”

Kalau kaki mau jalan sendiri tanpa tubuh, bagaimana?

Pasti jatuh!

Begitu juga gereja.

Tidak ada pelayanan yang boleh merasa paling penting.
Tidak ada orang yang boleh merasa tidak diperlukan.

Kita berbeda fungsi, tetapi satu tubuh.

10. JANGAN BIARKAN PERBEDAAN MENJADI PERPECAHAN

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita hidup dalam zaman ketika perbedaan sangat mudah menjadi konflik.

Di media sosial saja kita bisa melihat:

Satu orang menulis pendapat.

Orang lain tidak setuju.

Lalu dibalas.

Dibalas lagi.

Dibalas lagi.

Akhirnya:

orang yang tidak pernah bertemu bisa bertengkar seperti saudara kandung! 😂

Mengapa?

Karena manusia sering lebih cepat menjawab daripada mendengar.

Lebih cepat menghakimi daripada memahami.

Lebih cepat marah daripada mengasihi.

Karena itu Firman Tuhan hari ini mengajak kita kembali kepada Kristus.

11. KERENDAHAN HATI BUKAN KELEMAHAN


Kadang-kadang orang berpikir:

“Kalau saya mengalah berarti saya kalah.”

Tidak!

Dalam Kristus, mengalah demi kasih bukan kekalahan.

Kerendahan hati bukan kelemahan.

Justru dibutuhkan kekuatan untuk berkata:

“Saya minta maaf.”

Dibutuhkan kekuatan untuk berkata:

“Saya mungkin salah.”

Dibutuhkan kekuatan untuk berkata:

“Saya memaafkan.”

Dibutuhkan kekuatan untuk berkata:

“Mari kita mulai lagi.”

Dan Yesus menunjukkan semuanya itu kepada kita.

12. AYAT 9-11: ALLAH MENINGGIKAN KRISTUS

Setelah menggambarkan kerendahan hati Kristus, Paulus berkata bahwa Allah sangat meninggikan Dia.

Ini prinsip rohani yang penting.

Kristus merendahkan diri -- Allah meninggikan Dia.

Artinya, kita tidak perlu sibuk meninggikan diri sendiri.

Tidak perlu mencari pengakuan manusia.

Tidak perlu selalu mengatakan:

“Saya berjasa.”

“Saya paling hebat.”

“Tanpa saya tidak akan berjalan.”

Serahkan semuanya kepada Tuhan.

Kalau Tuhan berkenan, Tuhan sendiri yang akan mengangkat.

Kalau Tuhan memberikan kesempatan untuk melayani, layani dengan rendah hati.

Kalau Tuhan memberikan jabatan, gunakan untuk melayani.

Kalau Tuhan mengambil jabatan itu, tetap setia.

Karena jabatan kita sementara, tetapi Kristus kekal.

13. APA ARTINYA “SATU KASIH, SATU JIWA, SATU TUJUAN” BAGI KITA?

Mari kita bawa Firman ini menjadi sangat praktis.

Pertama: SATU KASIH

Jangan hanya mengasihi orang yang menyenangkan kita.

Kasihilah juga orang yang berbeda dengan kita.

Kalau ada konflik, jangan langsung menjauh.

Datangi.

Bicarakan.

Berdoa.

Ampuni.

Kedua: SATU JIWA

Belajar merasakan apa yang dirasakan saudara kita.

Kalau ada yang berduka, hadir.

Kalau ada yang sakit, peduli.

Kalau ada yang berhasil, jangan iri.

Ucapkan selamat dengan tulus.

Karena keberhasilan saudara kita tidak mengurangi berkat yang Tuhan siapkan bagi kita.

Ketiga: SATU TUJUAN

Apa tujuan kita?

Bukan mencari siapa paling hebat.

Bukan mencari siapa paling terkenal.

Bukan mencari siapa paling banyak dipuji.

Tetapi:

Memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Kalau tujuan kita sama, kita akan lebih mudah bekerja sama.

14. TIGA PERTANYAAN UNTUK KITA RENUNGKAN

Sebelum kita mengakhiri khotbah ini, mari masing-masing bertanya kepada diri sendiri.

Pertanyaan pertama:

Apakah saya selama ini menjadi pembawa persatuan atau pembawa perpecahan?

Ketika saya masuk dalam sebuah kelompok, apakah suasana menjadi lebih damai?

Atau justru lebih panas?

Pertanyaan kedua:

Apakah saya lebih suka didengar atau juga mau mendengar?

Kadang-kadang kita ingin semua orang memahami kita.

Tetapi apakah kita juga mau memahami orang lain?

Pertanyaan ketiga:

Dalam pelayanan saya, apakah Kristus yang saya cari atau diri saya sendiri?

Ini pertanyaan yang sangat penting.

Karena kita bisa aktif melayani Tuhan tetapi diam-diam mencari pujian untuk diri sendiri.

Kita bisa sibuk di gereja tetapi hati kita jauh dari Kristus.

Karena itu Paulus mengingatkan:

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

PENUTUP: KITA BOLEH BERBEDA, TETAPI JANGAN TERPISAH

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Kita tidak harus menjadi sama untuk menjadi satu.

Tangan berbeda dengan kaki.

Mata berbeda dengan telinga.

Orang tua berbeda dengan anak muda.

Laki-laki berbeda dengan perempuan.

Karakter kita berbeda.

Kemampuan kita berbeda.

Tetapi kita mempunyai satu Tuhan.

Kita mempunyai satu iman.

Kita mempunyai satu kasih.

Kita mempunyai satu tubuh Kristus.

Dan kita mempunyai satu tujuan:
MEMULIAKAN TUHAN.

Karena itu jangan biarkan perbedaan menghancurkan persatuan.

Jangan biarkan ego mengalahkan kasih.

Jangan biarkan sakit hati lebih besar daripada pengampunan.

Jangan biarkan kepentingan pribadi lebih besar daripada kepentingan bersama.

Dan jangan biarkan “saya” menjadi lebih besar daripada “Kristus.”

Mari kita belajar dari Yesus.

Rendah hati.

Melayani.

Mengasihi.

Mengampuni.

Bersatu.

Sehati.

Sepikir.

Bukan karena kita semua sama.

Tetapi karena Kristus yang menyatukan kita.

KALIMAT PENEGUHAN

Jemaat yang dikasihi Tuhan, mari kita ingat:

Berbeda pendapat tidak berarti harus bermusuhan.

Berbeda karakter tidak berarti harus berjauhan.

Berbeda kemampuan tidak berarti ada yang lebih rendah.

Berbeda latar belakang tidak berarti kita bukan saudara.

Karena di dalam Kristus:

Kita satu kasih.
Kita satu jiwa.
Kita satu tujuan.

Dan tujuan itu adalah:

KRISTUS DIMULIAKAN, GEREJA DIPERSATUKAN, DAN SESAMA DIBERKATI.



DOA PENUTUP

Mari kita berdoa.

Bapa kami yang penuh kasih,

Kami bersyukur untuk Firman-Mu yang mengingatkan kami agar hidup sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.

Ampunilah kami Tuhan, kalau selama ini kami lebih sering mempertahankan ego daripada kasih.

Ampunilah kami kalau kami lebih suka didengar daripada mendengar.

Ampunilah kami kalau perbedaan pendapat membuat kami menjauh dari saudara kami.

Ajarlah kami memiliki pikiran dan perasaan seperti Kristus.

Berikan kepada kami kerendahan hati untuk melayani.

Berikan kepada kami hati yang mau mengampuni.

Berikan kepada kami kasih untuk menerima perbedaan.

Satukanlah keluarga-keluarga kami.

Satukanlah jemaat-Mu.

Satukanlah para pelayan Tuhan.

Jauhkan kami dari iri hati, kesombongan, perselisihan dan kepentingan diri sendiri.

Biarlah melalui kehidupan kami, orang lain melihat Kristus.

Dan biarlah gereja-Mu menjadi tempat di mana orang menemukan kasih, pengampunan, persaudaraan dan pengharapan.

Sebab kami percaya:
Ketika Kristus menjadi pusat, kita tidak perlu menjadi sama untuk dapat menjadi satu.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur.

Amin. 










Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 20 September 2026 - AKU MENGENAL DOMBA-DOMBAKU DAN DOMBA-DOMBAKU MENGENAL AKU - Yohanes 10:1-21

Sebelum:
Khotbah RHK GMIM Rabu, 9 September 2026 - Memberi Dan Menerima Nasihat Demi Kebaikan Bersama - Keluaran 18:17-18




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(54)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,