gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 652 kali
Download MP3 Music
Ulangan 30:11-20
Kehidupan atau kematian
30:11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. 30:12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 30:13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. 30:15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, 30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. 30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, 30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. 30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, 30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Penjelasan:

* Keuntungan-keuntungan Wahyu (30:11-14)
Musa di sini mendesak mereka untuk patuh, karena perintah-Nya itu sangat jelas dan mudah.

I. Hal ini benar adanya dengan hukum Musa. Mereka tidak akan bisa mencari-cari alasan atas ketidaktaatan mereka dengan berkata bahwa Allah telah memerintahkan kepada mereka apa yang tidak dapat dipahami atau tidak dapat dilakukan, yang mustahil untuk diketahui atau dikerjakan (ay. 11): Itu tidaklah terlalu sukar bagimu (KJV: Itu tidak tersembunyi darimu). 

Yaitu,
1. Engkau tidak perlu mengirimkan utusan-utusan ke sorga (ay. 12), untuk mencari tahu apa yang harus engkau lakukan untuk menyenangkan Allah. Engkau juga tidak perlu menyeberang ke seberang laut (ay. 13), seperti yang dilakukan para filsuf, yang melakukan perjalanan melewati banyak daerah yang jauh untuk mengejar ilmu. Tidak, engkau tidak harus bersusah payah seperti itu. Tidak pula perintah itu hanya terjangkau oleh orang-orang yang mempunyai banyak harta atau yang berbudi halus, tetapi perintah itu sangat dekat kepadamu (ay. 14). Perintah itu tertulis dalam kitab-kitabmu, terukir pada loh-loh, supaya orang yang sambil lalu dapat membacanya. Bibir imam-imammu memelihara pengetahuan ini, dan, ketika timbul suatu kesulitan, engkau dapat mencari pengajaran dari mulut mereka (Mal. 2:7). Perintah itu tidak disampaikan dalam sebuah bahasa yang asing, tetapi ada dalam mulutmu. Yaitu, dalam bahasa sehari-hari yang biasa engkau gunakan, yang di dalamnya engkau dapat mendengarnya dibacakan, dan dapat berbicara tentangnya dengan lancar di antara anak-anakmu. Perintah itu tidak dibungkus dalam berbagai ungkapan dan lambang yang samar-samar untuk membingungkan dan menghiburmu, atau dalam tulisan-tulisan bergambar, tetapi ada dalam hatimu. Sebaliknya, perintah itu disampaikan dengan cara yang begitu rupa hingga disesuaikan dengan kemampuanmu, bahkan dengan kemampuan orang yang paling hina.”

2. “Perintah itu tidak terlalu sulit atau berat untukmu,” demikianlah terjemahan Septuaginta membacanya (ay. 11). Engkau tidak perlu berkata, “Berusaha melakukan semua yang dikatakan oleh hukum ini sama saja dengan berusaha memanjat ke langit, atau terbang di atas sayap fajar ke ujung laut.” Tidak, perkaranya tidak seperti itu. Itu bukanlah kuk yang tidak dapat ditanggung seperti yang digambarkan oleh sebagian orang yang berprasangka buruk. Perintah itu memang merupakan kuk yang berat dibandingkan dengan perintah Kristus (Kis. 15:10), tetapi tidak jika dibandingkan dengan ibadah-ibadah penyembahan berhala dari bangsa-bangsa sekitar. Allah membela diri-Nya di depan mereka bahwa Ia tidak memberati mereka dengan menuntut korban sajian, atau menyusahi mereka dengan menuntut kemenyan (Yes. 43:23; Mi. 6:3). Sebaliknya, Ia terutama berbicara tentang hukum perilaku baik dan buruk, dan perintah-perintahnya: “Hukum itu sangat dekat denganmu, sesuai dengan hukum alam, yang pasti akan ditemukan dalam hati setiap orang, dan dalam mulut setiap orang, jika saja ia mau merenungkannya. Dalam dirimu ada sesuatu yang menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik (Rm. 7:16). Oleh sebab itu, engkau tidak mempunyai alasan untuk mengeluhkan adanya kesulitan yang tidak dapat diatasi dalam menjalankannya.”

II. Kejelasan dan mudahnya perintah Allah itu benar adanya untuk Injil Kristus, seperti yang dijelaskan oleh rasul Paulus, yang menyebut Injil sebagai bahasa kebenaran karena iman (Rm. 10:6-8). Dan banyak penafsir berpendapat bahwa inilah yang terutama dimaksudkan oleh Musa di sini. Sebab ia telah menulis tentang Kristus (Yoh. 5:46). Inilah perintah Allah sekarang di bawah Injil, yaitu supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya (1Yoh. 3:23). Jika kita bertanya, seperti si orang buta, siapakah Dia, Tuhan? atau di manakah Dia?, supaya kita percaya kepada-Nya? (Yoh. 9:36), maka nas Kitab Suci ini memberikan sebuah jawaban. Kita tidak perlu pergi ke sorga, untuk menjemput-Nya di sana, sebab Ia telah turun dari sana dalam penjelmaan-Nya. Kita juga tidak perlu pergi ke bawah bumi, untuk menjemput-Nya di sana, sebab dari sana Ia telah naik dalam kebangkitan-Nya. Tetapi firman itu, dan Kristus di dalam firman itu, dekat dengan kita. Dengan begitu, jika kita percaya sepenuh hati bahwa janji-janji tentang penjelmaan dan kebangkitan Mesias digenapi dalam Yesus Tuhan kita, dan menerima-Nya seperti yang seharusnya, dan mengakui-Nya dengan mulut kita, maka kita memiliki Kristus bersama kita, dan kita akan diselamatkan. Dia yang membenarkan kita adalah dekat, sangat dekat. Hukum Taurat itu jelas dan mudah, tetapi Injil jauh lebih jelas dan mudah.


* Kewajiban untuk Mengasihi Allah (30:15-20)

Musa di sini menutup seruannya kepada umat Israel dengan terang benderang, dengan api yang membara, supaya, jika mungkin, apa yang sejauh ini sudah disampaikannya itu dapat merasuk dalam pengertian dan perasaan umat yang tidak berpikir ini. Sebab, bahasa seperti apa lagi yang bisa lebih menyentuh perasaan, dan lebih mungkin menimbulkan kesan-kesan yang dalam dan langgeng? Cara ia memperlakukan mereka begitu masuk akal, begitu bijaksana, begitu penuh perasaan, dan begitu mengena dalam segala hal, hingga semuanya itu betul-betul menunjukkan dirinya bersungguh-sungguh, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak taat.

I. Musa menyatakan perkaranya dengan sangat adil. Ia membela dirinya di depan mereka tentang perkara itu, apakah ia sudah mengemukakan perkara itu sejelas seperti yang bisa mereka harapkan di depan mereka atau tidak.

1. Setiap orang ingin memperoleh kehidupan dan keberuntungan, dan luput dari kematian dan kecelakaan, mendambakan kebahagiaan dan ngeri terhadap kesengsaraan. “Nah,” katanya, “Aku telah menunjukkan kepadamu jalan untuk memperoleh semua kebahagiaan yang engkau damba-dambakan dan untuk menghindari semua kesengsaraan. Taatlah, maka semuanya akan baik-baik saja, dan tidak ada yang kurang.” Orangtua pertama kita memakan buah terlarang, dengan berharap akan memperoleh pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Tetapi pengetahuan yang menyengsarakan-lah yang mereka dapat. Mereka memperoleh pengetahuan tentang yang baik dengan kehilangan kebaikan itu, dan mendapatkan pengetahuan tentang yang jahat dengan merasakan kejahatan itu. Namun belas kasihan Allah terhadap manusia begitu rupa hingga, bukannya menyerahkan dia kepada khayalannya sendiri, Ia malah mengaruniakan kepadanya, melalui firman-Nya, pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dan Ia melakukannya dengan begitu rupa hingga akan membuatnya bahagia untuk selama-lamanya, jika bukan karena salahnya sendiri.

2. Setiap orang digerakkan dan dipimpin dalam tindakan-tindakannya oleh harapan dan ketakutan, harapan akan kebaikan dan ketakutan akan kejahatan, yang nyata maupun yang tampak. “Nah,” kata Musa, “Aku sudah mencoba keduanya. Engkau dapat saja ditarik untuk taat karena berharap akan mendapat keuntungan dari ketaatanmu itu. Atau juga, engkau mau taat karena takut akan binasa karena ketidaktaatanmu. Namun dengan cara apa pun engkau mau taat, tidak ada masalah, engkau tetap akan dibuat dekat dengan Allah dan kewajibanmu. Akan tetapi, jika engkau tidak mau taat, engkau pasti akan habis binasa.” Jadi, marilah kita mendengar kesimpulan dari seluruh perkara ini.
                (1) Jika mereka dan keluarga mereka mau mengasihi Allah dan melayani-Nya, maka mereka akan hidup dan bahagia (ay. 16). Jika mereka mau mengasihi Allah, dan membuktikan ketulusan kasih mereka dengan mematuhi perintah-perintah-Nya, dan jika mereka mau mematuhi perintah-perintah-Nya dengan kesadaran hati nurani, dan melakukannya karena mengasihi Allah, maka Ia akan berbuat baik kepada mereka. Dan mereka akan sangat berbahagia seperti yang pasti akan terjadi oleh karena kasih dan berkat-Nya.
                (2) Jika mereka atau keturunan mereka pada suatu saat berpaling dari Allah, meninggalkan ibadah kepada-Nya, dan menyembah allah-allah lain, maka ini pasti akan menjadi kehancuran mereka (ay. 17-18). Amatilah, kehancuran diancamkan bukan untuk setiap perbuatan ibadah yang gagal mereka laksanakan, melainkan hanya karena kemurtadan dan penyembahan berhala. Meskipun setiap pelanggaran terhadap perintah pantas mendapatkan kutuk, namun bangsa itu akan dihancurkan hanya oleh karena pelanggaran terhadap kovenan pernikahan. Tujuan dari Perjanjian Baru banyak samanya. Perjanjian Baru, dengan cara serupa, memperhadapkan kepada kita kehidupan dan kematian, kebaikan dan kejahatan. Siapa yang percaya akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16). Iman ini mencakup kasih dan ketaatan. Kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, Allah akan memberikan hidup kekal. Tetapi kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman dan dengan begitu, sebagai akibatnya, menyembah allah-allah lain dan beribadah kepada mereka), maka mereka akan diganjar dengan amarah dan murka Allah yang kekal. Tak pelak lagi, akibatnya adalah penderitaan dan kesesakan bagi jiwa yang kekal (Rm. 2:7-9).

II. Setelah mengemukakan perkaranya seperti itu, Musa meminta mereka untuk memilih sendiri, dengan memberi mereka petunjuk untuk memilih dengan baik. Ia membela dirinya di hadapan sorga dan bumi mengenai tindakannya yang adil dan setia terhadap mereka (ay. 19). Mereka tidak bisa tidak pasti mengakui bahwa apa pun hasilnya, ia telah membebaskan jiwanya. Oleh sebab itu, supaya mereka dapat membebaskan jiwa mereka, ia meminta mereka untuk memilih kehidupan, yaitu memilih melaksanakan kewajiban mereka, yang akan menjadi kehidupan mereka. Perhatikanlah,
            1. Orang-orang yang memilih kehidupan akan mempunyai kehidupan. Orang-orang yang memilih perkenanan Allah dan persekutuan dengan-Nya untuk kebahagiaan mereka, dan menindaklanjuti pilihan mereka sebagaimana mestinya, akan mendapatkan apa yang mereka pilih.
            2. Orang-orang yang gagal mencapai kehidupan dan kebahagiaan harus menyalahkan diri mereka sendiri. Mereka akan memilikinya seandainya mereka memilihnya ketika itu diserahkan pada pilihan mereka. Tetapi mereka mati karena mereka mau mati. Yaitu, karena mereka tidak menyukai kehidupan yang dijanjikan dengan syarat-syarat yang diajukan.

III. Dalam ayat terakhir,
            1. Musa menunjukkan kepada mereka, secara singkat, apa kewajiban mereka, yaitu mengasihi Allah, dan mengasihi-Nya sebagai Tuhan, Wujud yang sangat bersahabat, dan sebagai Allah mereka, Allah yang mengikat kovenan dengan mereka. Dan, sebagai bukti dari kasih ini, mereka harus mendengarkan suara-Nya dalam segala hal. Dan dengan bertekun dalam kasih dan kepatuhan ini, mereka harus berpaut pada-Nya, dan jangan meninggalkan-Nya dalam perasaan ataupun perbuatan.
            2. Ia menunjukkan kepada mereka alasan mengapa harus patuh pada kewajiban ini, dengan menimbang,
                (1) Kebergantungan mereka pada Allah: Dia adalah hidupmu dan lanjut umurmu. Dia memberi hidup, memelihara hidup, memulihkan hidup, dan memperpanjang hidup dengan kuasa-Nya meskipun itu hidup yang rapuh, dan dengan kesabaran-Nya meskipun itu hidup yang disia-siakan. Ia mempermanis hidup dengan penghiburan-penghiburan-Nya, dan Ia adalah Tuhan yang berdaulat atas kehidupan. Napas kita ada di tangan-Nya. Oleh sebab itu, kita berkepentingan untuk menjaga diri kita tetap dalam kasih-Nya. Sebab sungguh baik jika Allah menjadi teman kita, dan celakalah jika Ia menjadi musuh kita.
                (2) Kewajiban mereka kepada-Nya oleh karena janji tentang Kanaan yang dibuat kepada nenek moyang mereka dan yang disahkan oleh sumpah. Dan,
                (3) Pengharapan-pengharapan mereka kepada-Nya untuk menepati janji itu: “Kasihilah Allah, dan beribadahlah kepada-Nya, supaya hatimu percaya teguh bahwa engkau akan berdiam di tanah perjanjian yang dijanjikan-Nya itu, dan bahwa Ia akan menopang engkau, yaitu Dia yang adalah hidupmu dan lanjut umurmu.” Semuanya ini kiranya menjadi dorongan bagi kita untuk bertekun dalam kasih dan ketaatan kepada Allah, yang adalah sumber segala rahmat.

***










Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2025





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Januari 2025 - SAAT HIDUP BERDIAKONIALAH - Lukas 16:19-31

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 12 Januari 2025 - INTEGRITAS HAMBA ALLAH - Daniel 3:1-30




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2025..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,