gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 137 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Rabu, 17 Juni 2026

Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38
1. Kita Sedang Melanjutkan Pekerjaan Orang Lain, 2. Jangan Menuntut Hasil Instan, 3. Setiap Generasi Memiliki Tanggung Jawab Pelayanan, 4. Tuhan Melihat Kesetiaan, Bukan Popularitas, Aplikasi Untuk Keluarga GMIM

Yohanes 4:37-38
"Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." (Yohanes 4:37-38)

Penelasan:

Salam dan Pengantar

Shalom keluarga yang dikasihi Tuhan.

Kalau kita melihat kebun kelapa atau kebun cengkih di Sulawesi Utara, kita tahu bahwa orang yang menikmati hasilnya belum tentu orang yang menanamnya. Ada pohon kelapa yang ditanam oleh opa puluhan tahun lalu, tetapi yang menikmati hasilnya sekarang adalah anak dan cucu.

Begitu juga dalam pelayanan. Tidak semua orang mendapat tugas yang sama. Ada yang menanam, ada yang menyiram, ada yang merawat, dan ada yang menuai. Namun semuanya bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu kemuliaan Tuhan.

Yesus mengajarkan bahwa pelayanan dalam Kerajaan Allah adalah pelayanan yang berkesinambungan, pelayanan yang saling melanjutkan, bukan saling menggantikan.

Penjelasan Firman Tuhan

Perikop ini terjadi setelah Yesus berbicara dengan perempuan Samaria di sumur Yakub.

Ketika para murid kembali, mereka melihat banyak orang Samaria datang kepada Yesus karena kesaksian perempuan itu.

Di tengah situasi itu Yesus berkata:
"Yang seorang menabur dan yang lain menuai."

Artinya, pekerjaan Tuhan tidak dimulai dari kita dan tidak berakhir pada kita.

Ada orang-orang yang sudah bekerja sebelum kita. Ada pula orang-orang yang akan melanjutkan pekerjaan setelah kita.

Dalam pelayanan, tidak ada istilah "saya paling berjasa". Semua adalah bagian dari rencana Tuhan yang besar.

1. Kita Sedang Melanjutkan Pekerjaan Orang Lain

Sering kali kita merasa pelayanan yang kita lakukan dimulai dari diri kita sendiri.

Padahal iman yang kita miliki hari ini adalah hasil pelayanan banyak orang.

Mungkin ada guru Sekolah Minggu yang mengajar kita waktu kecil.

Mungkin ada pendeta yang pernah mendoakan kita.

Mungkin ada orang tua yang setia membawa kita ke gereja.

Mungkin ada anggota kolom yang terus mengingatkan kita untuk beribadah.

Mereka semua adalah penabur yang telah bekerja sebelum kita.

Kalau hari ini kita mengenal Kristus, itu bukan semata-mata hasil usaha kita sendiri.

Karena itu jangan pernah meremehkan pelayanan kecil.

Kadang satu nasihat sederhana dapat mengubah hidup seseorang bertahun-tahun kemudian.

Ilustrasi 


Ada seorang bapak yang sangat bangga karena cucunya menjadi dokter.

Dia berkata kepada semua orang:
"Dokter itu cucu saya!"

Lalu istrinya berkata:
"Iya, tapi yang lebih hebat oma yang bangun jam empat pagi dulu bikin bekal sekolah."

Bapak itu langsung diam.

Begitulah kehidupan. Orang sering melihat hasil akhirnya, tetapi lupa kepada mereka yang bekerja di belakang layar.

Dalam pelayanan pun demikian.

2. Jangan Menuntut Hasil Instan

Kita hidup di zaman serba cepat.

Pesan instan.

Makanan instan.

Transfer instan.

Bahkan ada yang berharap berkat juga instan.

Hari ini doa, besok langsung kaya.

Hari ini melayani, besok gereja penuh.

Padahal pekerjaan Tuhan sering membutuhkan proses panjang.

Petani tidak menanam jagung pagi lalu sore harinya panen.

Semua membutuhkan waktu.

Demikian pula pelayanan keluarga.

Orang tua mungkin sudah bertahun-tahun mendoakan anaknya yang belum berubah.

Jangan menyerah.

Bisa jadi kita sedang menabur dan Tuhan sedang menyiapkan orang lain untuk menuai.

Tugas kita adalah tetap setia.

3. Setiap Generasi Memiliki Tanggung Jawab Pelayanan


Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai.

Ini mengajarkan bahwa pelayanan harus diteruskan dari generasi ke generasi.

Orang tua mewariskan iman kepada anak.

Anak mewariskan iman kepada cucu.

Majelis membina generasi muda.

Generasi muda melanjutkan pelayanan gereja.

Kalau satu generasi berhenti melayani, maka rantai pelayanan bisa terputus.

Karena itu keluarga Kristen harus menjadi tempat pewarisan iman.

Jangan hanya mewariskan rumah.

Jangan hanya mewariskan tanah.

Jangan hanya mewariskan tabungan.

Wariskan juga iman kepada Kristus.

Karena itu yang paling berharga.


Ilustrasi Lucu

Seorang opa berkata kepada cucunya:
"Nanti kalau opa sudah tidak ada, motor ini untuk kamu."

Cucunya senang sekali.

Lalu opa melanjutkan:
"Tapi Alkitab opa juga harus kamu baca."

Cucu menjawab:
"Kalau Alkitabnya boleh ditukar dengan motor kedua, Opa?"

Opa langsung berkata:
"Itu sebabnya opa masih harus berdoa untuk kamu!"

Kadang kita lebih semangat menerima warisan benda daripada warisan iman.

Padahal iman jauh lebih berharga.


4. Tuhan Melihat Kesetiaan, Bukan Popularitas

Dalam pelayanan ada orang yang terlihat di depan.

Ada juga yang bekerja diam-diam.

Ada yang berkhotbah.

Ada yang memimpin pujian.

Ada yang mengunjungi orang sakit.

Ada yang menyiapkan konsumsi.

Ada yang membersihkan gereja.

Ada yang mendoakan dari rumah.

Semua penting di mata Tuhan.

Tuhan tidak mengukur pelayanan berdasarkan tepuk tangan manusia.

Tuhan mengukur berdasarkan kesetiaan.

Mungkin nama kita tidak dikenal banyak orang.

Tetapi jika kita setia, Tuhan melihat dan menghargainya.


Aplikasi Untuk Keluarga GMIM

Mari bertanya kepada diri sendiri:

Apakah saya sedang melanjutkan warisan iman dari orang tua dan leluhur saya?
Apakah saya setia menabur kebaikan walaupun belum melihat hasilnya?
Apakah saya mendukung pelayanan di jemaat dan kolom?
Apakah saya sedang mempersiapkan generasi berikutnya untuk melayani Tuhan?

Jangan sampai kita hanya menikmati hasil pelayanan orang lain tanpa mau meneruskan pelayanan itu kepada generasi berikutnya.


Penutup

Keluarga yang dikasihi Tuhan,

Yohanes 4:37-38 mengingatkan kita bahwa pelayanan adalah pekerjaan yang berkesinambungan.

Ada yang menabur.
Ada yang menyiram.
Ada yang merawat.
Ada yang menuai.

Tidak perlu iri dengan tugas orang lain.

Tidak perlu mencari pujian.

Yang penting adalah tetap setia pada bagian yang Tuhan percayakan kepada kita.

Karena suatu hari nanti, hasil dari benih yang kita tanam hari ini mungkin akan dinikmati oleh anak-anak, cucu-cucu, atau generasi yang akan datang.

Tetapi Tuhan yang melihat segala sesuatu tidak pernah melupakan setiap benih pelayanan yang ditanam dengan kasih.

Biarlah keluarga-keluarga GMIM menjadi keluarga yang bukan hanya menikmati hasil pelayanan, tetapi juga meneruskan pelayanan bagi kemuliaan Tuhan.

Amin.


Doa Penutup

Bapa di Surga, terima kasih atas firman-Mu yang mengajarkan kami bahwa pelayanan adalah pekerjaan yang berkesinambungan. Ajarlah kami untuk setia menabur, menyiram, dan merawat benih iman yang Engkau percayakan kepada kami. Berkatilah setiap keluarga GMIM agar menjadi keluarga yang mewariskan iman kepada generasi berikutnya. Jauhkan kami dari sikap mencari pujian dan ajar kami melayani dengan rendah hati. Pakailah hidup kami menjadi alat kemuliaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.










Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2026





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,