|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 1 Desember 2024 Khotbah GMIM Minggu, 1 Desember 2024 - DOA AGAR KEDATANGANNYA MEMBAWA HARAPAN BARU - Mazmur 72:1-11 Doa bagi Salomo. Doa ini merupakan doa dari seorang ayah bagi anaknya, berkat sebelum ia meninggal, sebagaimana yang selalu diucapkan bapa-bapa leluhur dahulu kepada anak-anak mereka. Mazmur 72:1-11 Doa harapan untuk raja 72:1 Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! 72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! 72:3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! 72:4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras! 72:5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! 72:6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi! 72:7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! 72:8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 72:9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 72:10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 72:11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! Penjelasan: * Doa bagi Salomo (72:1) Ayat ini merupakan doa bagi sang raja, bahkan bagi anak dari sang raja. I. Kita dapat menerapkannya kepada Salomo: Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepadanya, dan juga keadilan-Mu. Jadikanlah dia lelaki sejati, seorang raja. Bentuklah dia menjadi seorang yang baik, seorang raja yang baik. 1. Doa ini merupakan doa dari seorang ayah bagi anaknya, berkat sebelum ia meninggal, sebagaimana yang selalu diucapkan bapa-bapa leluhur dahulu kepada anak-anak mereka. Hal terbaik yang dapat kita minta dari Allah bagi anak-anak kita adalah supaya Allah berkenan mengaruniakan hikmat dan anugerah agar mereka mampu mengenal dan menunaikan tugas mereka. Permintaan ini lebih berharga dari emas. Salomo belajar untuk berdoa bagi dirinya sendiri sebagaimana ayahnya telah berdoa baginya, bukan supaya Allah memberinya kekayaan dan kehormatan, melainkan supaya Ia mengaruniakan hati yang penuh dengan hikmat dan pengertian. Daud terhibur karena anaknyalah yang akan menggantikannya, tetapi lebih-lebih lagi karena anak itu sepertinya akan bersikap benar dan adil. Daud telah memberinya pengajaran yang baik (Ams. 4:3), telah mengajarinya hukum dan keadilan, tetapi semuanya itu akan sia-sia belaka jika Allah tidak memberi hukum kepadanya. Para orangtua tidak dapat memberikan kasih karunia kepada kepada anak-anak mereka, tetapi mereka dapat menuntun anak-anak itu kepada Allah yang penuh dengan kasih karunia melalui doa. Usaha mereka itu tidak akan sia-sia, sebab doa mereka akan dijawab, atau akan memberi mereka kelegaan. 2. Doa itu merupakan sebuah doa yang dipanjatkan oleh seorang raja bagi penerusnya. Daud telah menjalankan hukum dan keadilan selama masa pemerintahannya, dan kini dia berdoa supaya anaknya juga berlaku serupa dengannya. Kita memang harus memiliki kepedulian demikian terhadap keturunan kita, menginginkan dan berusaha supaya anak cucu yang terlahir sesudah kita dapat melayani Allah dengan lebih baik lagi sepanjang hidup mereka, lebih dari yang telah kita lakukan. Orang-orang yang tidak peduli dengan apa yang akan menimpa dunia ini dan gereja setelah mereka tiada, berarti tidak mengasihi Allah ataupun manusia, memiliki jiwa yang sempit dan mementingkan diri sendiri. 3. Doa ini merupakan sebuah doa dari rakyat bagi raja mereka. Kelihatannya, Daud menuliskan mazmur ini supaya bisa dipakai oleh rakyatnya, supaya ketika mereka menyanyikan mazmur ini, mereka memanjatkan doa bagi Salomo. Orang-orang yang ingin hidup tenang dan damai harus berdoa bagi para raja dan penguasa supaya Allah berkenan mengaruniakan hukum dan keadilan-Nya. II. Kita dapat menerapkannya bagi Kristus, tetapi bukan berarti bahwa Dia yang bersyafaat bagi kita memerlukan doa syafaat kita bagi-Nya, melainkan, 1. Doa ini merupakan doa gereja Perjanjian Lama supaya Sang Mesias diutus, sebagai Raja dari gereja, Raja di gunung Sion yang kudus, yang dipanggil oleh Raja segala raja, Anak-Ku Engkau!(2:6-7). “Percepat kedatangan-Nya bagi orang-orang yang menjalankan hukum-Nya.” Karena itulah kita harus mempercepat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, saat Dia akan menghakimi dunia dengan keadilan. 2. Doa ini merupakan ungkapan rasa puas semua orang percaya sejati akan kuasa yang diterima Tuhan Yesus dari Bapa: “Biarlah Dia memiliki segala kuasa di bumi dan di sorga, dan menjadi Tuhan kebenaran kita. Biarlah Dia menjadi yang dipercayai untuk menjaga kasih karunia ilahi bagi semua orang yang merupakan kepunyaan-Nya. Berikanlah kasih karunia itu kepada-Nya, supaya Dia dapat memberikannya juga kepada kita.” * Kerajaan Mesias (72:2-11) Ayat-ayat di atas merupakan nubuatan mengenai kejayaan dan keberlangsungan kerajaan Kristus yang diperlambangkan oleh masa pemerintahan Salomo. Ayat-ayat ini muncul di sini, 1. Sebagai dasar seruan untuk meneguhkan doa tadi di atas: “Tuhan, berikanlah hukum dan keadilan-Mu kepadanya, sehingga kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan, dan dengan begitu tujuan pengangkatannya terpenuhi (ay. 2). Berikan kepadanya kasih karunia-Mu, sehingga umat-Mu yang dipercayakan kepadanya akan mendapat keuntungan dari kasih karunia tersebut.” Karena Allah mengasihi orang Israel, maka Ia menjadikan engkau raja atas mereka untuk melakukan keadilan dan kebenaran(2 Taw. 9:8). Dengan iman, kita juga dapat bergumul dengan Allah untuk meminta kasih karunia tersebut, yang kita yakini sebagai sesuatu yang mendatangkan berkat bagi gereja-Nya. 2. Jawaban doa yang penuh dengan damai sejahtera. Sebagaimana kita membalas budi kepada Allah atas janji-janji-Nya yang penuh rahmat melalui doa yang penuh dengan iman, demikian pula Allah menjawab doa kita yang dipanjatkan dalam iman itu melalui janji-janji rahmani-Nya. Jelas sekali bahwa nubuatan ini mengacu kepada kerajaan Mesias, sebab di dalamnya ada banyak ayat-ayat yang tidak menggambarkan pemerintahan Salomo. Memang pada awal masa pemerintahan Salomo terdapat kebenaran dan damai sejahtera, tetapi masalah dan ketidakadilan melanda pemerintahan itu sesaat sebelum akhir pemerintahannya. Kerajaan yang diperbincangkan dalam mazmur ini ialah kerajaan yang berlangsung seperti mentari, sementara kerajaan Salomo lenyap dengan cepat. Karena itulah, bahkan para penafsir Yahudi pun memahaminya sebagai kerajaan Mesias. Marilah kita memperhatikan janji-janji besar dan berharga yang diungkapkan di sini, yang hanya dapat digenapi dengan sempurna di dalam kerajaan Kristus saja. Akan tetapi, beberapa janji itu juga tergenapi pada masa pemerintahan Salomo. I. Bahwa kerajaan itu akan menjadi pemerintahan yang adil (ay. 2): Ia mengadili umat-Mu dengan keadilan (bdk. Yes. 11:4). Segenap hukum dari kerajaan Kristus sesuai dengan tata peraturan keadilan yang abadi. Tata peradilan yang didirikannya untuk menegakkan berbagai pelanggaran hukum sungguh merupakan pengadilan yang adil, dan tidak akan ada pengecualian dalam pelaksanaan hukum-Nya pada hari akhir nanti. Kedamaian kerajaan-Nya akan disokong oleh kebenaran (ay. 3). Sebab, damai sejahtera akan seperti sungai yang tidak pernah kering, hanya jika kebenaran terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Dunia ini akan dihakimi dengan keadilan (Kis. 17:31). II. Bahwa kerajaan itu akan menjadi sebuah pemerintahan yang damai sentosa: Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (ay. 3). Artinya (menurut Dr. Hammond), kedua hal itu melambangkan pengadilan di tingkat atas dan bawah dalam sistem peradilan di kerajaan Salomo. Di sana damai sejahtera berlimpah(ay. 7). Nama Salomo berarti damai, dan memang demikianlah masa pemerintahannya, sebab pada masa itu bangsa Israel menikmati kemenangan-kemenangan dari masa pemerintahan sebelumnya dan mampu mempertahankan ketenangan serta kedamaiannya. Akan tetapi, dalam artian yang istimewa, kedamaian merupakan kemuliaan kerajaan Kristus, sebab kedamaian-Nya itu berhasil mendamaikan manusia dengan Allah dan dengan diri mereka sendiri, serta dengan sesama, dan menghapuskan segenap permusuhan. Karena itu, Dialah damai sejahtera kita. III. Bahwa orang yang miskin dan sengsara akan dilindungi dengan cara yang istimewa di dalam pemerintahan ini: Ia mengadili orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum(ay. 2). Orang-orang yang miskin karena mempertahankan hati nurani yang bersih merupakan orang-orang miskin kepunyaan Allah, dan mereka akan dipelihara dengan istimewa, akan diadili dengan hukum yang adil, dibela dalam kasus mereka dan dibalaskan atas perlakuan jahat yang telah mereka terima. Dia pasti akan menghakimi dan menyelamatkan orang-orang yang tertindas dari bangsa itu dan orang-orang miskin(ay. 4). Hal ini ditekankan kembali (ay. 12-13), untuk menegaskan bahwa Kristus pasti akan membela kepentingan orang-orang-Nya yang tertindas. Ia akan melepaskan orang miskin yang tidak berdaya di hadapan penindas mereka, orang yang tertindasjuga, karena mereka tidak punya penolong, dan karena mereka berseru kepada-Nya dan Dia telah berjanji untuk menolong mereka sebagai jawaban atas doa-doa mereka. Melalui doa mereka menyerahkan diri mereka kepada-Nya( 10:14). Ia akan sayang kepada orang miskinyang bergantung pada belas kasihan-Nya, dan tidak akan bertindak kejam terhadap mereka. Ia akan menyelamatkan nyawa mereka, dan memang hanya itulah yang mereka inginkan. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Kristus adalah Raja orang-orang miskin. IV. Bahwa pemeras-pemeras yang angkuh akan mendapatkan ganjaran: Dia akan meremukkan pemeras-pemeras(ay. 4), akan merenggut kuasa mereka dalam menindas, dan menghukum mereka atas semua kejahatan yang telah mereka lakukan. Inilah tanggung jawab dari seorang raja yang bijak, Parcere subjectis, et debellare superbos -" untuk menyelamatkan yang terpuruk dan merendahkan yang angkuh. Iblis adalah si penindas besar yang akan Kristus remukkan, dan kerajaannya pun akan Ia hancurkan. Dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik(Yes. 11:4), dan akan menyelamatkan nyawa umat-Nya dari penindasan dan kekerasan (ay. 14). Dia akan menyelamatkan mereka dari kuasa Iblis, baik dari si ular tua yang hendak menjerat mereka dengan tipu daya, maupun dari singa yang mengaum-ngaum untuk menakut-nakuti dan menelan mereka dengan kekerasan. Darah merekabegitu mahal di matanya sampai-sampai tidak setetes pun dibiarkan tertumpah oleh tipu daya atau kekejian Iblis dan para pengikutnya tanpa dibalaskan. Kristus adalah seorang Raja yang tidak menyia-nyiakan darah para pengikut-Nya begitu saja, sekalipun Ia terkadang memanggil mereka untuk rela mempertaruhkan nyawa mereka bagi-Nya. Dia juga tidak akan membiarkan darah mereka tertumpah dengan sia-sia, melainkan dengan pertimbangan mulia bahwa itu demi kemuliaan-Nya dan kehormatan mereka, dan demi menggenapi sepenuh-penuhnya ganjaran terhadap kejahatan para musuh mereka. V. Bahwa agama akan berkembang di bawah pemerintahan Kristus (ay. 5): Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! Salomo memang mendirikan bait Allah, dan rasa takut akan Allah serta penyembahan terhadap-Nya dipertahankan selama beberapa waktu di bawah pemerintahannya, tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena itulah, mazmur ini pastinya menunjuk kepada kerajaan Kristus, di mana semua warga kerajaan-Nya dibawa dan dipelihara dalam rasa takut akan Allah. Sebab, agama Kristen memiliki kecenderungan langsung dan pengaruh yang kuat terhadap dasar-dasar kepercayaan manusia yang alamiah. Ia juga mendukung dan memajukan dasar-dasar kepercayaan alamiah tersebut. Iman di dalam Kristus akan membangun dan memelihara rasa takut akan Allah. Karena itulah Injil abadi yang diberitakan adalah, Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia(Why. 14:7). Dan, oleh karena pemerintahan Kristus memajukan tindakan ibadah dan bakti kepada Allah, maka pemerintahan-Nya juga memajukan keadilan dan kasih di antara sesama manusia (ay. 7): Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, keadilan dijalankan, dan orang-orang yang menjalankan keadilan akan disukai. Keadilan akan berlimpah dan sangat dihormati, berkuasa dan memerintah. Hukum Kristus yang tertulis di dalam hati, mengatur manusia supaya berlaku jujur dan adil, dan memberikan kepada orang lain apa yang menjadi hak mereka. Demikian pula, hukum itu mengatur agar manusia hidup di dalam kasih sehingga menghasilkan damai yang berkelimpahan dan mengubah pedang menjadi mata bajak. Baik kekudusan maupun kasih akan terus berlangsung dalam kerajaan Kristus, dan tidak akan pernah lapuk, sebab semua warganya akan takut akan Allah selama ada matahari, dan selama ada bulan. Kekristenan, ketika diakui dan menancapkan kakinya di dunia ini, akan tetap berdiri teguh sampai akhir zaman. Juga, dalam hal kuasanya, ketika ia menancapkan akarnya di dalam hati, maka ia akan terus memerintah di sana sampai kematian membuat matahari, bulan dan bintang (yaitu, semua indra jasmani) menjadi gelap. Melalui segala perubahan di dunia dan segenap perubahan dalam kehidupan ini, kerajaan Kristus akan terus bertahan. Dan, jika rasa takut akan Allah berlangsung sepanjang matahari dan bulan ada, maka selama itu pula kedamaian akan melimpah ruah. Kedamaian gereja dan kedamaian jiwa akan berlangsung sejalan dengan kemurnian dan kesalehan dari gereja dan jiwa itu sendiri, dan berlangsung selama keduanya berlanjut. VI. Bahwa pemerintahan Kristus akan menyenangkan bagi semua warganya yang setia (ay. 6): Kiranya Ia, oleh kasih karunia dan penghiburan Roh-Nya, seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, bukan ke atas rumput yang kemudian dipotong, tetapi rumput yang dibiarkan tumbuh sampai mekar lagi, sekalipun sebelumnya telah dipotong. Injil Kristus memurnikan bagaikan hujan yang melunakkan tanah keras, melembabkan yang tandus dan menjadikannya hijau dan berbuah (Yes. 55:10). Biarlah hati kita menghisap air hujan(Ibr. 6:7). VII. Bahwa kerajaan Kristus akan berkembang pesat dan meluas. Cermatilah: 1. Lingkup daerah kekuasaannya (ay. 8): Kiranya ia memerintah dari laut ke laut(dari Laut Selatan sampai Utara, dari Laut Merah sampai Mediterania) dan dari sungai Efrat, atau Nil, sampai ke ujung bumi. Wilayah kekuasaan Salomo amat besar (1 Raj. 4:21), sesuai dengan yang telah dijanjikan (Kej. 15:18). Akan tetapi tidak ada nama laut ataupun sungai yang disebutkan, sehingga melalui ungkapan peribahasa tersebut, ayat tersebut menegaskan kekuasaan Tuhan Yesus yang mencakup seluruh dunia. Injil-Nya telah dan akan dikabarkan ke segala bangsa (Mat. 24:14), dan pemerintahan atas dunia akan dipegang oleh-Nya(Why. 11:15) saat segenap orang bukan Yahudi dibawa serta. Daerah kekuasaan-Nya akan diperluas sampai ke negeri-negeri, (1) Yang dulunya asing terhadap-Nya: penghuni padang belantara, yang jauh dari jalan utama dan jarang mendengar kabar berita, akan bergembira menyambut kabar baik mengenai Sang Penebus dan penebusan yang dilakukan oleh-Nya. Mereka akan berlutut di depannya, percaya kepada-Nya, menerima-Nya, memuja-Nya, dan rela menanggung kuk-Nya. Di hadapan Tuhan Yesus kita memang harus berlutut, atau kalau tidak, kita hancur. Jika kita hancur, kita binasa, tetapi jika kita berlutut, kita memiliki kehidupan yang kekal. (2) Yang dulu memusuhi-Nya dan berperang melawan-Nya: Mereka menjilat debu. Mereka akan dijatuhkan dan dibenamkan di dalam debu, akan menggigit tanah karena kesalnya, dan akan menjadi sangat lapar sampai-sampai mereka rela memakan debu, yaitu makanan si ular itu (Kej. 3:14), karena mereka memang merupakan keturunannya. Jadi, siapakah yang tidak akan mampu Ia taklukkan, jika musuh-musuh-Nya saja telah direndahkan dan dipermalukan seperti itu? 2. Martabat daerah-daerah yang dikuasai-Nya. Dia tidak saja akan memerintah atas orang-orang yang menghuni padang belantara, para petani dan orang desa, tetapi juga atas orang-orang yang tinggal di istana-istana (ay. 10): raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau yang paling terpencil dari Israel dan merupakan bangsa-bangsa daerah pesisir(Kej. 10:5), membawa persembahan-persembahankepada-Nya sebagai Tuhan mereka yang berdaulat, oleh Dia dan di bawah Dia mereka memegang takhta dan tanah-tanah kekuasaan mereka. Mereka akan berusaha mengambil hati-Nya dan menaruh perhatian kepada-Nya untuk mendengarkan hikmat-Nya. Semua itu benar-benar digenapi dalam diri Salomo (sebab semua raja di bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmatnya, dan mereka datang masing-masing membawa persembahannya,(2 Taw. 9:23-24)), dan di dalam diri Kristus juga, ketika orang-orang majus dari Timur, yang kemungkinan merupakan golongan dari derajat paling tinggi di negeri mereka, datang untuk menyembah-Nya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya(Mat. 2:11). Mereka hendak mempersembahkan diri mereka kepada-Nya. Inilah persembahan terbaik yang bisa kita berikan kepada Kristus, dan tanpa itu tidak ada persembahan lain yang layak diterima (Rm. 12:1). Mereka menyampaikan upeti, persembahan rohani berupa doa dan pujian, dan mempersembahkannya kepada Kristus sebagai Allah mereka, kepada Kristus sebagai mezbah yang menyucikan setiap persembahan. Pertobatan mereka kepada Allah dinamakan persembahan atau korban dari bangsa-bangsa bukan Yahudi (Rm. 15:16). Benar, semua raja, cepat ataupun lambat, akan sujud menyembah kepada-Nya, untuk melaksanakan kewajiban mereka terhadap-Nya atau untuk menerima penghukuman dari-Nya (ay. 11). Mereka akan jatuh tersungkur di hadapan-Nya, sebagai warga-Nya atau sebagai tawanan yang telah Ia taklukkan, sebagai pemohon yang memohonkan belas kasihan-Nya atau sebagai si terhukum yang menerima penghakiman-Nya. Dan saat raja-raja takluk, rakyat pun tentu akan datang pula: segala bangsa menjadi hamba-Nya. Semua orang akan diundang untuk melayani-Nya. Sebagian orang dari segala bangsa akan datang, dan di setiap bangsa korban bagi nama-Nya dan juga korban sajian yang tahir dibakar dan dipersembahkan(Mal. 1:11; Why. 7:9).
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 8 Desember 2024 - TUNAS ISAI AKAN DATANG - Yesaya 11:1-10 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 17 November 2024 - SAMBUTLAH ANAK-ANAK DALAM NAMAKU - Matius 18:1-11 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,