gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 546 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Minggu, 8 Desember 2024

Khotbah GMIM Minggu, 8 Desember 2024 - TUNAS ISAI AKAN DATANG - Yesaya 11:1-10
Nubuat tentang Mesias; Pemerintahan Mesias, Kemajuan Kerajaan Mesias

Yesaya 11:1-10
Raja Damai yang akan datang
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. 11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. 11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. 11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. 11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. 11:8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. 11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. 11:10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Penjelasan:
* Nubuat tentang Mesias; Pemerintahan Mesias (11:1-9)

Sang nabi sebelumnya, dalam khotbah ini, sudah berbicara tentang seorang anak yang akan lahir, seorang anak yang akan diberikan, yang di atas bahunya akan ada lambang pemerintahan. Ia meniatkan itu untuk menghibur umat Allah di masa-masa sulit, seperti Yakub yang sedang sekarat, berabad-abad sebelumnya, meniatkan pengharapan akan Silo sebagai penghiburan bagi keturunannya dalam penderitaan mereka di Mesir. Sang nabi sudah berkata (10:27a) bahwa kuk yang diletakkan itu akan lenyap (KJV: kuk itu akan dihancurkan oleh karena pengurapan itu). Sekarang di sini ia memberi tahu kita kepada siapa pengurapan itu akan diberikan. Ia menubuatkan,

I. Bahwa Mesias, pada waktunya, akan muncul dari keluarga Daud, seperti tunas yang ditumbuhkan TUHAN, yang dikatakannya (4:2) akan menjadi permai dan mulia. Kata yang dipakai adalah Netzer, yang menurut sebagian orang dirujuk dalam Matius 2:23, di mana dikatakan bahwa disampaikan oleh nabi-nabi tentang Mesias, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. Cermatilah di sini,

1. Dari mana tunas ini akan muncul, yaitu dari Isai. Ia haruslah anak Daud, yang dengannya perjanjian kerajaan dibuat, dan kepadanya dijanjikan dengan sumpah bahwa Allah akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya (Kis. 2:30). Daud sering kali disebut sebagai anak Isai, dan Kristus disebut demikian, karena Ia bukan hanya akan menjadi Anak Daud, melainkan juga Daud sendiri (Hos. 3:5).

2. Kehinaan penampilan-Nya.
                    (1) Ia disebut sebagai tunas dan taruk. Kedua kata itu dipakai di sini untuk menandakan suatu benda yang lemah, kecil, dan lembut, sebuah ranting dan tangkai (demikian sebagian orang mengartikannya), yang mudah patah. Musuh-musuh jemaat Allah sebelumnya baru saja dibandingkan dengan dahan-dahan pohon yang kuat dan megah (10:33), yang tidak akan ditebang tanpa susah payah, sedangkan Kristus dibandingkan dengan taruk yang lembut (53:2). Walaupun begitu, Ia akan menang atas mereka.
                    (2) Ia dikatakan muncul dari Isai dan bukan Daud, karena Isai hidup dan mati dalam kepapaan dan jauh dari kemasyhuran. Kaum keluarganya tidak begitu dianggap (1Sam. 18:18), dan dengan maksud menghina dan mencela, Daud kadang-kadang disebut sebagai anak Isai (1Sam. 22:7).
                    (3) Ia muncul dari batang atau tunggul Isai. Meskipun keluarga kerajaan, yang sebelumnya seperti pohon aras, ditebang, dan hanya tunggulnya yang tersisa, hampir rata dengan tanah dan terhilang di antara rumput muda di padang (Dan. 4:15), namun ia akan bertunas kembali (Ayb. 14:7). Bahkan, ia akan tumbuh dari pangkalnya, yang sudah terkubur di dalam bumi, dan seperti akar-akar bunga di musim dingin, tidak mempunyai batang yang muncul di atas tanah. Keluarga Daud menurun dan terpuruk keadaannya pada masa Kristus lahir, lihat saja betapa miskinnya Yusuf dan Maria, dan betapa jauhnya mereka dari kemasyhuran. Demikianlah Sang Mesias harus memulai keadaan-Nya yang hina, dan dengan tunduk padanya Ia akan sangat ditinggikan, dan dengan begitu menyatakan sejak awal bahwa kerajaan-Nya bukanlah dari dunia ini. Alkitab bahasa Aram membacanya seperti ini: Akan bangkit seorang Raja dari anak-anak Isai, dan Mesias (atau Kristus) akan diurapi dari keturunan anak-anaknya.

II. Bahwa Ia dalam segala hal memenuhi syarat bagi pekerjaan besar yang dirancangkan untuk-Nya, bahwa taruk yang lembut ini akan disirami sedemikian rupa dengan embun-embun sorga sehingga menjadi batang yang kuat bagi tongkat pemerintahan (ay. 2).

1. Secara umum, Roh TUHAN akan ada padanya. Roh Kudus, dalam segala karunia dan anugerah-Nya, tidak saja akan datang, tetapi juga berdiam dan bersemayam di atas-Nya. Ia akan memiliki Roh bukan secara terbatas, melainkan secara tak terbatas, karena kepenuhan Allah berdiam dalam Dia (Kol. 1:19; 2:9). Ia mulai memberitakan kerajaan Allah dengan ucapan ini (Luk. 4:18), Roh Tuhan ada pada-Ku.

2. Secara khusus, roh pemerintahan, yang dengannya Ia dalam segala hal menjadi pantas untuk menjalakan penghakiman yang telah diserahkan Bapa kepada-Nya, dan kuasa yang diberikan kepada-Nya untuk menghakimi (Yoh. 5:22, 27). Bukan hanya itu, Ia juga akan dijadikan sebagai sumber dan perbendaharaan dari semua anugerah bagi orang-orang percaya, supaya dari kepenuhan-Nya mereka semua dapat menerima Roh anugerah, seperti halnya semua anggota tubuh menerima roh-roh kehidupan ragawi dari kepala.
                    (1) Dia akan memiliki roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan pengenalan. Ia akan sepenuhnya mengerti pekerjaan yang harus dikerjakan-Nya. Tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak (Mat. 11:27). Apa yang harus diberitahukan-Nya kepada anak-anak manusia mengenai Allah, dan pikiran serta kehendak-Nya, Ia sendiri akan mengenal dan mengetahuinya (Yoh. 1:18). Ia akan tahu bagaimana mengelola urusan-urusan kerajaan rohani-Nya dalam semua bagiannya, sehingga dapat memenuhi dua maksud agung darinya, yaitu kemuliaan Allah dan kesejahteraan anak-anak manusia. Syarat-syarat perjanjian akan ditetapkan oleh-Nya, dan ketetapan-ketetapan akan ditentukan, dalam hikmat. Harta hikmat akan tersembunyi di dalam Dia. Ia akan menjadi penasihat kita, dan oleh Allah akan dijadikan hikmat bagi kita.
                    (2) Roh keberanian, atau keperkasaan, atau kegigihan. Pekerjaan itu sangat besar, kesulitan yang tiada habisnya harus didobrak, dan karena itu penting bagi-Nya untuk diperlengkapi seperti itu, supaya Ia tidak menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai (42:4). Ia termasyhur karena keberanian-Nya dalam mengajar jalan Allah dengan jujur, dan karena tidak takut kepada siapa pun juga (Mat. 22:16).
                    (3) Roh agama, atau roh takut akan TUHAN. Bukan saja Ia sendiri akan mengasihi dan hormat pada Bapa-Nya, sebagai hamba-Nya (42:1), dan karena kesalehan-Nya Ia didengarkan (Ibr. 5:7), tetapi juga Ia akan mempunyai semangat yang membara bagi agama, dan akan mengusahakan kemajuannya dalam seluruh pekerjaan-Nya. Iman kita kepada Kristus tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan dan menghilangkan rasa takut kita akan Tuhan, tetapi justru untuk menumbuhkan dan menyokongnya.

III. Bahwa Ia akan menyelenggarakan pemerintahan-Nya dan menggunakan kekuasaan yang diserahkan kepada-Nya dengan cermat, penuh pertimbangan, dan sangat tepat (ay. 3): Roh yang dikenakan pada-Nya akan membuat-Nya cepat mengerti dalam takut akan TUHAN (KJV) . akan membuat-Nya memiliki penciuman yang tajam (demikianlah kata yang dipakai), sebab pemahaman oleh pikiran sering kali diungkapkan dengan pekerjaan indra-indra tubuh. Perhatikanlah,
                1. Orang sungguh-sungguh cerdas dan berharga adalah mereka yang takut akan Tuhan, yang cerdas dalam urusan agama, sebab itu merupakan batu dasar dan juga batu atap dari hikmat.
                2. Dengan ini akan tampak bahwa kita memiliki Roh Allah, yaitu jika indra-indra rohani kita bekerja, dan kita cepat mengerti dalam takut akan TUHAN. Orang yang mendapat terang ilahi adalah mereka yang mengetahui kewajiban mereka dan tahu bagaimana harus melaksanakannya.
                3. Oleh karena itulah Yesus Kristus memiliki Roh secara tak terbatas, supaya Ia dapat mengerti pekerjaan-Nya secara sempurna. Dan Ia memang mengerti, seperti yang tampak bukan hanya dalam jawaban-jawaban mengagumkan yang diberikan-Nya kepada semua orang yang bertanya kepada-Nya, yang membuktikan bahwa Dia cepat mengerti dalam takut akan TUHAN, melainkan juga dalam mengelola seluruh pekerjaan-Nya. Ia telah menyelesaikan dengan baik perkara besar agama secara tak terduga (dengan cara yang berhasil untuk mengamankan kehormatan Allah maupun kebahagiaan manusia) sehingga, harus diakui, bahwa Ia sungguh memahami pekerjaan itu sepenuhnya.

IV. Bahwa Ia akan adil dan benar dalam semua tindakan dalam pemerintahan-Nya, dan dalam pemerintahan itu akan tampak keadilan dan juga hikmat. Ia akan menghakimi sebagaimana Ia sendiri menjalankan penghakiman, dan seperti Ia sendiri ingin dihakimi (Yoh. 7:24).

1. Tidak menurut penampilan luar (ay. 3): Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja, dengan memandang muka (Ayb. 34:19) dan menurut apa yang tampak dan terlihat dari luar. Atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang, menurut gunjingan dan laporan banyak orang, dan cerita-cerita orang lain, seperti yang pada umumnya dilakukan orang. Tidak pula Ia akan menghakimi orang menurut kata-kata indah yang mereka ucapkan, yang berseru kepada-Nya, Tuhan, Tuhan. Atau tindakan-tindakan mereka yang terpuji di mata dunia, yang mereka lakukan supaya dilihat orang. Tetapi, Ia akan menghakimi apa yang tersembunyi dalam hati manusia, dan kaidah-kaidah batin yang mengatur mereka, yang baginya Ia adalah saksi yang tak dapat keliru. Kristus akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia (Rm. 2:16), akan menjatuhkan keputusan berkenaan dengan mereka, bukan menurut apa yang mereka akui dan perlihatkan sendiri (itu berarti menghakimi dengan sekilas pandang saja), juga bukan menurut pendapat orang lain tentang mereka (itu berarti menghakimi menurut kata orang), tetapi kita yakin bahwa penghakiman-Nya berlangsung secara jujur.

2. Ia akan menghakimi dengan penghakiman yang benar (ay. 5): Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Ia akan menjalankan pemerintahan-Nya dengan benar, dan kebenaran-Nya akan menjadi ikat pinggang-Nya. Kebenaran-Nya akan senantiasa melingkupi Dia dan melekat pada-Nya, akan menjadi perhiasan dan kehormatan-Nya. Ia akan mengenakan ikat pinggang untuk setiap tindakan, akan menyarungkan pedang-Nya untuk berperang dalam kebenaran. Kebenaran-Nya akan menjadi kekuatan-Nya, dan akan membuat-Nya gesit dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya, seperti orang yang mengencangkan ikat pinggangnya. Supaya serupa dengan Kristus, para pengikut-Nya haruslah berikatpinggangkan kebenaran (Ef. 6:14), maka itu akan menjadikan orang tetap tegak di setiap waktu.

Secara khusus,
                    (1) Ia di dalam kebenaran akan membela orang-orang yang miskin dan tertindas. Ia akan menjadi pelindung mereka (ay. 4): Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan. Ia akan menghakimi dengan mendukung dan membela orang-orang yang berpihak pada kebenaran, meskipun mereka miskin di dunia, dan karena mereka miskin di hadapan Allah. Suatu kewajiban bagi para penguasa untuk membela dan membebaskan orang yang lemah (Mzm. 82:3-4), dan menjadi kehormatan Kristus bahwa Ia adalah Raja bagi orang tertindas (Mzm. 72:2, 4). Ia akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di bumi, atau di negeri, dengan kejujuran. Siapa yang menanggung kejahatan yang dilakukan terhadapnya dengan kelemahlembutan dan kesabaran, secara istimewa berhak mendapatkan perhatian dan perlindungan ilahi. Aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, sebab Engkaulah yang akan menjawab (Mzm. 38:14, 16). Sebagian orang membacanya, Ia akan menegur atau membetulkan orang yang lemah lembut di bumi dengan keadilan. Jika umat-Nya sendiri, orang-orang yang lemah lembut di negeri, berbuat salah, maka Ia akan membalas pelanggaran mereka dengan gada.
                    (2) Di dalam kebenaran Ia akan mengadakan perlawanan terhadap musuh-musuh-Nya yang congkak dan penindas (ay. 4): Tetapi Ia akan menghajar bumi, manusia di bumi, yang menindas (lihat Mzm. 10:18), orang-orang dunia ini, yang pikirannya semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (Mzm. 17:14). Mereka ini akan Dia hajar dengan perkataan-Nya seperti dengan tongkat, dengan perkataan mulut-Nya, yang mengatakan kengerian dan kehancuran bagi mereka. Ancaman-ancaman-Nya akan mencengkeram mereka, dan dijalankan atas mereka. Dengan nafas mulut-Nya, melalui pekerjaan Roh-Nya, sesuai dengan firman-Nya, dan bekerja dengan serta melaluinya, Ia akan membunuh orang fasik. Ia akan melakukannya dengan mudah, dengan mengucapkan satu kata, seperti Ia membuat jatuh tersungkur orang-orang yang datang untuk menangkap-Nya, dengan berkata, Akulah Dia (Yoh. 18:6). Kengerian-kengerian yang membunuh akan mencengkeram hati nurani mereka, penghakiman-penghakiman yang membunuh akan menghancurkan mereka, kekuatan mereka, dan semua kepentingan mereka. Dan di dunia lain, kesengsaraan kekal akan dibalaskan kepada orang-orang yang menyusahkan umat-Nya yang miskin. Rasul Paulus menerapkan hal ini pada kehancuran manusia durhaka, yang disebutnya si pendurhaka (2Tes. 2:8) yang akan dibunuh Tuhan Yesus dengan nafas mulut-Nya. Alkitab bahasa Aram membacanya begini, Ia akan membunuh Romulus yang fasik itu, atau Roma, sebagaimana Tuan Hugh Broughton memahaminya.

V. Bahwa akan ada kedamaian dan ketenteraman besar di bawah pemerintahan-Nya. Ini merupakan penjelasan dari apa yang dikatakan dalam pasal 9:5, bahwa Ia akan menjadi Raja Damai. Damai menandakan dua hal:
                1. Persatuan atau kerukunan, yang dinyatakan dalam janji-janji yang besifat kiasan ini, bahwa bahkan serigala akan tinggal dengan damai bersama domba. Orang-orang yang mempunyai sifat paling bengis dan ganas, yang dulunya biasa menggigit dan melahap semua yang ada di sekitar mereka, akan diubah tabiatnya secara begitu mengherankan oleh keberhasilan Injil dan anugerah Kristus, sehingga mereka akan hidup di dalam kasih bahkan terhadap orang-orang yang paling lemah dan yang sebelumnya akan mereka jadikan mangsa yang empuk. Begitu jauh domba-domba menyakiti satu sama lain, seperti yang adakalanya mereka lakukan (Yeh. 34:20-21), sehingga bahkan serigala-serigala akan hidup rukun dengan mereka. Kristus, yang adalah damai sejahtera kita, datang untuk menghancurkan segala permusuhan dan menegakkan persahabatan yang abadi di antara para pengikut-Nya, terutama antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi. Ketika banyak orang dari kedua golongan itu, dengan bertobat dan mengimani Kristus, bersatu dalam satu kawanan domba, pada saat itulah serigala dan anak domba diam bersama-sama. Serigala tidak akan berbuat sesuatu yang bahkan mengancam anak domba, tidak pula anak domba takut pada serigala. Macan tutul bukan saja tidak akan mencabik-cabik kambing, malah akan berbaring di sampingnya: Bahkan anak-anak mereka akan sama-sama berbaring, dan akan dibesarkan dalam persahabatan yang membahagiakan, untuk membuatnya langgeng. Singa akan berhenti memangsa dengan rakus dan akan makan jerami seperti lembu, seperti, menurut sebagian orang, yang dilakukan semua binatang pemangsa sebelum kejatuhan. Ular tedung dan ular beludak tidak akan berbisa lagi, sehingga orangtua akan membiarkan anak-anak mereka bermain-main bersama ular-ular itu, dan mengulurkan tangan mereka kepadanya. Angkatan ular beludak akan menjadi keturunan orang-orang kudus, dan keluhan lama homo homini lupus -" manusia adalah serigala bagi sesamanya, akan berakhir. Orang-orang yang berdiam di gunung yang kudus akan hidup damai seperti binatang-binatang yang ada bersama Nuh di dalam bahtera. Dan itu akan menjadi sarana pelestarian mereka, sebab tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk satu terhadap yang lain seperti yang sudah mereka lakukan. Nah,
                    (1) Ini digenapi dalam keberhasilan Injil secara menakjubkan pada pikiran orang-orang yang tulus menerimanya. Injil mengubah sifat, dan membuat siapa saja yang menginjak-injak orang-orang yang lemah lembut di bumi bukan hanya lemah lembut seperti mereka, tetapi juga sayang terhadap mereka. Ketika Paulus, yang telah menganiaya orang-orang kudus, menggabungkan diri dengan mereka, pada saat itulah serigala tinggal bersama domba.
                    (2) Sebagian orang mau berharap bahwa hal itu masih akan digenapi lebih jauh di akhir zaman, ketika pedang-pedang akan ditempa menjadi mata bajak.
                2. Keselamatan atau keamanan. Kristus, Sang Gembala agung, akan mengurus kawanan itu sedemikian rupa sehingga siapa saja yang ingin menyakiti mereka tidak akan bisa. Mereka bukan saja tidak akan menghancurkan satu sama lain, tetapi juga tak seorang pun musuh dari luar akan dibiarkan mengganggu mereka. Sifat dari permasalahan, dan dari kematian itu sendiri, akan diubah sedemikian rupa sehingga tidak akan betul-betul menyakiti, apalagi sampai menghancurkan, siapa saja yang hidup di gunung yang kudus (1Ptr. 3:13). Siapakah, atau apa, yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Umat Allah akan diluputkan bukan saja dari yang jahat, melainkan juga dari rasa takut terhadapnya. Bahkan anak yang menyusu tanpa merasa ngeri akan bermain-main dekat liang ular tedung. Rasul Paulus yang terberkati berbuat demikian ketika ia berkata, siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? dan hai maut, di manakah sengatmu?
            Yang terakhir, amatilah apa yang akan menjadi akibat, dan apa penyebab, dari melunak dan memanisnya tabiat manusia ini secara menakjubkan oleh anugerah Allah.
                1. Dampaknya adalah sifat penurut, dan kesediaan untuk menerima pengajaran: Seorang anak kecil akan menggiring orang-orang yang sebelumnya tidak sudi dikendalikan oleh orang terkuat sekalipun. Calvin memahaminya sebagai tunduknya mereka secara sukarela kepada hamba-hamba Kristus, yang akan mengajar dengan lemah lembut dan tidak menggunakan paksaan, tetapi yang harus menjadi seperti anak kecil (Mat. 18:3). Lihat 2 Korintus 8:5.
                2. Yang akan menjadi penyebabnya adalah pengenalan akan Allah. Semakin besar pengenalan akan Allah, semakin besar kecenderungan pada kedamaian. Dengan demikian mereka akan hidup di dalam kasih, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, yang akan memadamkan panasnya amarah dan permusuhan antarmanusia. Semakin baik kita mengenal Allah yang pengasih, semakin kita akan diubah ke dalam gambar yang sama, dan semakin kita baik terhadap semua orang yang menyandang gambar-Nya. Bumi akan penuh dengan pengenalan akan Allah seperti lautan penuh dengan air -" begitu luas dan lebar pengenalan ini, begitu jauh ia akan menyebar -" begitu dalam dan sampai pada intinya pengetahuan ini, dan begitu lama ia akan berlangsung. Pengenalan akan Allah yang akan diperoleh melalui Injil Kristus jauh lebih besar daripada yang dapat diperoleh melalui hukum Musa. Dan, kalau dulu hanya di Yehuda Allah dikenal, sekarang semua akan mengenal Dia (Ibr. 8:11). Sebaliknya, apa yang secara keliru disebut pengetahuan akan menabur perselisihan di antara manusia. Pengetahuan yang benar akan Allah menegakkan perdamaian.


* Kemajuan Kerajaan Mesias (11:10)

    Kita mendapati di sini nubuat lebih jauh tentang perluasan dan kemajuan kerajaan Mesias, yang dinyatakan melalui keadaan kerajaan Yehuda pada hari-hari terakhir pemerintahan Hizkia, setelah kekalahan Sanherib. Kerajaan ini bertumbuh pesat pada masa itu dan menjadi bayangan dan perlambang bagi kerajaan Mesias.

I. Nubuat ini digenapi sebagian ketika perkara-perkara besar yang dilakukan Allah untuk Hizkia dan rakyatnya terbukti sebagai sebuah panji, yang mengundang bangsa-bangsa di sekitar datang kepada mereka untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri. Untuk tugas itulah duta-duta dari raja Babel datang. Kepada mereka bangsa-bangsa akan datang. Dan Yerusalem, tempat perhentian atau kediaman orang-orang Yahudi, menjadi mulia ketika itu (ay. 10).





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ GMIM Minggu, 15 Desember 2024 - KEDATANGANNYA MEMBAWA DAMAI SEJAHTERA - Mikha 5:1-14

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 1 Desember 2024 - DOA AGAR KEDATANGANNYA MEMBAWA HARAPAN BARU - Mazmur 72:1-11




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,