|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 31 Maret 2024 Khotbah Paskah GMIM - Minggu, 31 Maret 2024 - Pergi dan Katakanlah Yesus sudah Bangkit - Matius 28:1-10 Kebangkitan Kristus Matius 28:1-10 Kebangkitan Yesus 28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." Penjelasan: * Kuasa Kebangkitan Kristus Kematian Yesus pasti mendatangkan kekecewaan bagi sebagian murid yang memiliki pengharapan mesianis yang keliru. Mereka merasa Yesus sudah kalah dan gagal untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Kematian Yesus juga menimbulkan dukacita yang mendalam bagi yang lainnya, yaitu para perempuan yang begitu mengasihi dan setia melayani Dia selama ini. Kasih tersebut telah mendorong mereka pada hari yang ketiga dari kematian Tuhan Yesus untuk menengok, meminyaki, dan merempah-rempahi jenazah-Nya. Justru mereka kemudian menjadi saksi kebangkitan Tuhan Yesus. Sama seperti kedahsyatan kuasa Allah dinyatakan saat kematian Kristus, melalui gempa bumi yang hebat dan kebangkitan orang-orang kudus, demikian juga saat kebangkitan Sang Juruselamat terjadi gempa bumi yang hebat (ayat 2). Malaikat Tuhan muncul menggulingkan batu penutup kubur Yesus, sekaligus menjadi saksi kebangkitan-Nya. Melalui malaikat tersebut, para perempuan yang datang ke kubur mendengar kabar baik tersebut dan kemudian menjadi saksi buat para murid lainnya bahwa Yesus benar-benar sudah bangkit (ayat 8). Yesus pun kemudian menampakkan diri kepada para murid-Nya (ayat 9-10) untuk meneguhkan iman mereka karena melalui merekalah dunia harus mendengar pemberitaan akan kebangkitan Kristus. Hal ini terjadi karena tradisi Yahudi waktu itu tidak memperbolehkan seorang perempuan Yahudi menjadi saksi. Zaman sudah berubah, tidak lagi ada pembedaan laki-laki dan perempuan. Setiap orang yang sudah mengalami kuasa kebangkitan Kristus dipanggil untuk menjadi saksi kuasa-Nya yang mengubah manusia berdosa menjadi anak-anak Allah. Sudahkah Anda mengalami kuasa kebangkitan Kristus dalam hidup Anda? Dapatkah orang lain melihat Kristus yang bangkit nyata dalam hidup Anda yang mengubah karakter Anda semakin hari semakin menyerupai Kristus? * Kebangkitan Kristus (28:1-10) Sebagai bukti kebangkitan Kristus, di sini kita mendapati kesaksian malaikat dan kesaksian Kristus sendiri mengenai hal itu. Mungkin saja, kita berpikir, akan lebih baik jika saja perkara itu tersusun dengan lebih rapi, supaya kita bisa melihat bahwa memang ada banyak saksi yang dapat dipercaya hadir di sana dan melihat bagaimana malaikat itu menggulingkan batu, dan bagaimana mayat Yesus hidup kembali, seperti yang dilihat orang saat Lazarus keluar dari kubur, sehingga perkara ini tidak perlu diperdebatkan lagi. Namun, janganlah kita memaksakan aturan kita kepada Hikmat Tak Terbatas yang telah mengatur supaya para saksi melihat Dia dalam keadaan telah bangkit, dan bukannya saat Dia sedang bangkit. Inkarnasi-Nya (penjelmaan) menjadi manusia merupakan suatu misteri, begitu pula inkarnasi-Nya yang kedua ini (jika boleh kita sebut demikian), yaitu penciptaan tubuh baru Kristus dalam keadaan-Nya yang mulia. Itulah sebabnya mengapa kebangkitan-Nya itu dilakukan secara tersembunyi. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Kristus menunjukkan bukti-bukti kebangkitan-Nya sebagaimana yang diperkuat dalam Kitab Suci dan oleh perkataan yang telah Ia ucapkan (Luk. 24:6; Mrk. 16:7) sebab kita harus berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan. Di sini kita temukan: I. Kedatangan para wanita yang baik itu ke kuburan Yesus. Perhatikan: . Kapan mereka datang, yaitu setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu (ay. 1). Saat itu meneguhkan waktu kebangkitan Kristus. (1) Dia bangkit pada hari ketiga sesudah kematian-Nya, sama seperti yang telah sering Dia sebutkan, dan kini Dia telah menepatinya. Dia dikuburkan pada sore hari keenam di minggu itu, dan bangkit pada pagi hari pertama di minggu berikutnya, sehingga Dia terbaring di dalam kubur selama sekitar tiga puluh enam atau tiga puluh delapan jam. Dia terbaring di sana selama itu untuk menunjukkan bahwa Dia benar-benar telah mati, tetapi tidak lebih lama dari itu sehingga Dia tidak melihat kebinasaan. Dia bangkit pada hari ketiga, untuk memenuhi tanda Nabi Yunus (12:40), dan untuk menggenapi nubuat tersebut (Hos. 6:2), Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. (2) Dia bangkit setelah hari Sabat orang Yahudi, yang juga merupakan Sabat Paskah. Sepanjang hari itu, Dia terbaring dalam kubur untuk melambangkan penghapusan segala perayaan bangsa Yahudi serta bagian lainnya dalam hukum adat mereka, dan untuk melambangkan bahwa umat-Nya harus mati terhadap segala ketetapan tersebut, serta tidak lagi mengindahkan hal-hal tersebut, seperti yang dilakukan-Nya saat terbaring di dalam kubur. Pada hari keenam, Kristus telah selesai menunaikan tugas-Nya. Dia pun berkata, "Sudah selesai." Pada hari ketujuh Ia beristirahat, lalu pada hari pertama minggu berikutnya Dia seolah-olah memulai sebuah dunia baru dan memasuki tugas yang baru. Biarlah tidak ada seorang pun menghakimi kita berdasarkan bulan baru, atau berdasarkan hari Sabat orang Yahudi, yang sesungguhnya hanya merupakan bayangan dari hal-hal baik yang akan terjadi nanti. Sebaliknya, biarlah penghakiman itu dilakukan atas dasar intisari dari hukum-hukum tersebut yang berasal dari Kristus. Lebih jauh lagi, kita juga dapat melihat bahwa, saat para orang kudus terbaring dalam kubur, itu adalah hari Sabat untuk mereka (sebagaimana hari Sabat orang Yahudi yang terutama ditekankan pada istirahat secara jasmani), sebab di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat (Ayb. 3:17), dan hal itu terjadi karena Kristus. (3) Dia bangkit pada hari pertama minggu itu. Pada hari pertama di minggu pertama, Allah berfirman, "Dari dalam gelap akan terbit terang!" Demikian pula pada hari itu, Dia yang adalah Terang Dunia bersinar dari kegelapan alam kubur. Pada hari Sabat ketujuh, terang itu dikuburkan bersama Kristus, dan pada hari Sabat pertama, terang itu bangkit lagi, sehingga hari itu disebut Hari Tuhan (Why. 1:10). Selain hari itu, tidak ada hari lain yang selalu disebutkan dalam seluruh Perjanjian Baru sebagai hari yang dirayakan dengan khidmat oleh orang-orang Kristen dalam ibadah-ibadah untuk menghormati Kristus (Yoh. 20:19, 26; Kis. 20:7; 1Kor. 16:2). Kalau pembebasan kaum Israel keluar dari tanah utara saja mengalahkan ingatan orang akan pembebasan mereka keluar dari Mesir (Yer. 23:7-8), apalagi pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus ini, yang lebih meredupkan kemuliaan karya-karya pembebasan Allah yang disebutkan tadi. Hari Sabat ditetapkan untuk mengenang disempurnakannya karya penciptaan (Kej. 2:1). Pemberontakan manusia meretakkan karya yang sempurna itu, yang tidak akan pernah bisa diperbaiki sampai Kristus bangkit dari antara orang mati, sampai langit dan bumi diakhiri, dan segala isinya yang tadinya kacau-balau diperbarui. Dan hari di mana semuanya ini terjadi sangatlah diberkati dan dikuduskan. Itulah hari sesudah hari ketujuh itu. Dia yang bangkit pada hari itu adalah orang yang sama yang oleh-Nya dan untuk-Nya segala sesuatu pada mulanya diciptakan dan yang sekarang telah diciptakan menjadi baru lagi. (4) Dia bangkit menjelang menyingsingnya fajar hari itu, segera setelah hari ketiga bisa dikatakan telah datang, yaitu saat yang telah ditentukan bagi kebangkitan-Nya. Maka Dia pun bangkit. Setelah memisahkan diri dari umat-Nya, Ia pun kembali dengan cepat dan menunaikan tugas-Nya di atas bumi, sempurna dan segera. Dia telah memberi tahu murid-murid-Nya, bahwa walaupun tinggal sesaat saja dan mereka tidak akan melihat Dia lagi, namun tinggal sesaat saja pula dan mereka akan melihat Dia lagi, dan karena itulah Ia melakukannya secepat mungkin (Yes. 54:7-8). Kristus bangkit saat fajar mulai menyingsing, karena surya pagi dari tempat yang tinggi benar-benar melawat kita (Luk. 1:78). Penderitaan-Nya sendiri dimulai pada malam hari. Saat Dia tergantung di atas kayu salib, matahari menjadi gelap. Dia dibaringkan dalam kubur di kegelapan senja, namun Ia bangkit dari kubur saat sang mentari sedang bersiap untuk terbit, sebab Dialah bintang timur yang gilang-gemilang (Why. 22:16), Sang Terang yang sejati. Orang-orang yang pada hari Sabat Kristen sudah mengarahkan dirinya sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan-kegiatan agama, supaya mereka dapat menikmati hari itu sepenuhnya, benar-benar sedang meneladani Kristus, dan juga Daud yang berkata, "Aku mencari Engkau di pagi hari." . Siapa orang-orang yang menengok kubur Yesus itu. Mereka adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain, yaitu orang-orang yang sama yang menghadiri penguburan Yesus dan tinggal di situ, duduk di depan kubur itu, seperti yang juga mereka lakukan sebelumnya dengan duduk bersandar ke kayu salib-Nya. Mereka tetap setia menunjukkan kasih mereka kepada Kristus dan tetap setia mencari tahu tentang Dia. Demikian juga, jika kita terus berusaha untuk mengenal atau mengetahui sesuatu, maka kita akan mengetahui hal itu. Di sini tidak disebutkan bahwa Bunda Maria ada bersama-sama mereka. Besar kemungkinan, murid yang dikasihi itu, yang telah membawa Maria ibu Yesus ke rumahnya, telah mencegah dia pergi ke kubur Yesus untuk meratap di situ. Mereka mengikuti Kristus bukan saja sampai ke kubur-Nya, tetapi juga sampai masuk ke dalamnya, yang menggambarkan kepedulian Kristus terhadap orang-orang yang telah menjadi milik-Nya, ketika mereka telah terjerumus dalam kegelapan dosa. Sama seperti para orang kudus mengasihi Kristus sewaktu Dia masih ada dalam kubur, Ia pun mengasihi orang-orang kudus yang ada di dalam kubur, sebab maut dan kubur tidak dapat mengendurkan ikatan kasih yang mengikat mereka. . Apa yang hendak mereka lakukan. Beberapa penulis Injil yang lain mengatakan bahwa mereka datang ke sana untuk mengurapi mayat Yesus, tetapi Matius menyebutkan bahwa mereka pergi ke sana untuk menengok kubur itu, untuk memastikan bahwa keadaan di sana tetap sama seperti yang mereka lihat terakhir kalinya. Mungkin mereka sudah mendengar bahwa para imam kepala telah memerintahkan supaya kubur itu dijaga, tetapi mereka belum sepenuhnya yakin akan hal itu. Mereka pergi untuk menunjukkan itikad baik mereka terhadap jenazah Sang Guru yang terkasih itu, dan mungkin juga dengan pikiran akan kebangkitan-Nya, sebab tidak mungkin mereka melupakan begitu saja semua yang telah dikatakan-Nya mengenai hal itu. Perhatikan, mengunjungi makam bisa mendatangkan manfaat besar bagi orang Kristen dan akan membantu mereka menjadi terbiasa dengan kuburan, supaya ketakutan akan kubur bisa dilenyapkan dari mereka. Apalagi mengunjungi kubur Yesus Tuhan kita, di mana kita dapat menyaksikan bagaimana dosa dikuburkan sampai lenyap dari pandangan, bagaimana kita disucikan dengan peristiwa tersebut, dan betapa kuatnya bukti kasih penebusan yang bersinar terang bahkan di dalam tanah yang gelap sekalipun. II. Penampakan seorang malaikat Tuhan di hadapan mereka (ay. 2-4). Di sini diceritakan bagaimana Kristus dibangkitkan, hanya sejauh yang perlu kita ketahui. . Terjadilah gempa bumi yang hebat. Saat Dia mati, bumi yang menerima Dia pun bergetar ketakutan. Kini, saat Dia bangkit, bumi yang melepas Dia juga melonjak kegirangan dalam kemuliaan-Nya. Gempa bumi itu seolah-olah memutuskan ikatan maut dan mematahkan belenggu kubur, serta menampilkan barang yang indah kepunyaan segala bangsa (Hag. 2:6-7). Hal itu menandakan kemenangan Kristus, sehingga pemberitahuan tentang hal itu pun dikumandangkan, supaya saat sorga bersuka, bumi pun ikut bergirang. Gempa bumi tersebut merupakan sebuah contoh goncangan yang akan terjadi pada hari kebangkitan umum, saat segala gunung dan pulau dicampakkan sehingga bumi tidak lagi bisa menutupi orang-orang yang mati terbunuh. Terdengar suatu suara dan goncangan di lembah itu, ketika suara berderak-derak, sewaktu tulang-tulang itu bertemu satu sama lain (Yeh. 37:7). Kerajaan Kristus, yang kini hendak ditegakkan, membuat bumi bergetar dan berguncang dengan hebatnya. Orang-orang yang disucikan dan dibangkitkan untuk menjalani kehidupan rohaniah akan mengalami gempa hebat dalam dada mereka ketika hal tersebut terjadi, seperti Rasul Paulus, yang gemetar dan terheran-heran. . Seorang malaikat Tuhan turun dari langit. Para malaikat memang sering sekali mengiringi Tuhan kita Yesus, misalnya ketika Dia lahir, saat Dia dicobai, dan ketika Dia tengah menderita. Tetapi, kita tidak menjumpai satu malaikat pun yang mengiringi Dia saat Dia ada di atas kayu salib. Saat Bapa-Nya meninggalkan Dia, para malaikat juga menarik diri dari pada-Nya. Tetapi kini, saat Dia mendapatkan kembali segala kemuliaan yang telah dimiliki-Nya sebelum dunia dibentuk, lihatlah, semua malaikat Allah pun menyembah-Nya. . Malaikat itu datang dan menggulingkan batu itu dari pintu kubur, lalu duduk di atasnya. Tuhan kita Yesus bisa saja menggulingkan batu itu dengan kuasa-Nya sendiri, namun Dia memilih untuk membiarkan seorang malaikat yang melakukannya, untuk menandakan bahwa setelah Dia dijadikan tebusan bagi dosa kita, lalu dihukum dan berada di bawah penghukuman, Dia tidak kabur dari penjara, tetapi kebebasan-Nya terjadi dengan tidak melanggar hukum, melainkan diperoleh dari sorga. Dia tidak melarikan diri dari penjara, tetapi seseorang yang berwenang diutus dengan sengaja untuk menggulingkan batu itu, sehingga pintu penjara pun terbuka. Hal itu tidak mungkin terjadi seandainya Dia belum tuntas mengemban kewajiban-Nya dalam memuaskan keadilan Allah. Tetapi, setelah diserahkan karena pelanggaran kita, Dia pun dibangkitkan lagi untuk membenarkan kita, supaya rampunglah penyerahan diri-Nya itu. Dia mati untuk membayar utang kita, dan bangkit lagi untuk mengambil tanda pelunasan yang telah dibayar-Nya itu. Batu semua dosa kita digulingkan untuk menutup pintu kubur Tuhan kita Yesus (dan kita tahu bahwa penggulingan batu besar adalah lambang dari penjatuhan hukuman dalam 1 Samuel 14:33). Tetapi, untuk menyatakan bahwa tuntutan keadilan ilahi telah terpuaskan, seorang malaikat diutus untuk menggulingkan kembali batu itu dari tempat asalnya. Hal itu tidak berarti bahwa malaikat itulah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati, sama halnya dengan perkara Lazarus, yang membangkitkan dia bukanlah orang-orang yang menggulingkan batu dari kuburnya. Sebaliknya, hal itu menandakan persetujuan Sorga atas pelepasan-Nya dari dalam kubur, serta sukacita Sorga di dalamnya. Musuh-musuh Kristus telah memeteraikan batu itu dengan sebuah tekad sekuat bangsa Babel yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah. Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan? Apalagi, waktu itu adalah saat mereka. Akan tetapi, segala kuasa maut dan kegelapan ada di bawah kendali Allah penguasa terang dan kehidupan ini. Seorang malaikat dari sorga memiliki kuasa untuk mematahkan meterai, sekalipun meterai itu adalah meterai agung bangsa Israel, dan dia mampu menggulingkan batu yang amat besar itu. Dengan demikian, tawanan pahlawan pun direbut kembali. Setelah batu besar itu digulingkan, malaikat itu pun duduk di atasnya. Hal ini meneguhkan kemenangan Kristus atas segala hal yang mencoba merintangi kebangkitan-Nya. Di sanalah malaikat itu duduk, sehingga semua penguasa neraka pun tidak berdaya untuk mengembalikan batu besar itu ke pintu kubur. Kristus telah menegakkan kursi tempat Ia beristirahat, serta kursi tempat Dia menghakimi semua musuh yang menentang-Nya, sebab TUHAN bersemayam di atas air bah. Malaikat itu duduk dan menjadi penjaga kubur itu, setelah ia berhasil mengusir para penjaga pihak musuh yang jahat. Dia telah menunggu kedatangan para wanita itu, serta siap menceritakan tentang kebangkitan Kristus kepada mereka. . Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju (ay. 3). Hal ini adalah gambaran yang bisa kita lihat mengenai segala kemuliaan dari dunia yang tidak kelihatan itu, yang luar biasa terang mengkilap dan sangat agung. Dalam dunia tersebut tidak ada perbedaan warna. Tatapannya terhadap para penjaga itu ibarat cahaya kilat. Dia melontarkan kilat-kilat dan menyerakkan mereka (Mzm. 144:6). Warna putih pakaiannya bukan saja melambangkan kesucian, tetapi juga sukacita dan kemenangan. Saat Kristus mati, seluruh sorga pun berduka, dan ini ditandai dengan pudarnya sang mentari. Tetapi waktu Dia bangkit, mereka pun kembali mengenakan jubah pujian mereka. Kemuliaan malaikat itu melambangkan kemuliaan Kristus yang kini telah dibangkitkan, karena inilah gambaran serupa yang tampak ketika Kristus berubah rupa (17:2). Tetapi, sewaktu Ia bercakap-cakap dengan para murid-Nya setelah Ia dibangkitkan, Ia menyelubungi kilatan cahaya kemuliaan itu. Ini semua menggambarkan kemuliaan para orang kudus pada hari kebangkitan mereka, saat mereka akan menjadi seperti para malaikat Allah di sorga. . Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati (ay. 4). Mereka adalah para tentara yang biasanya tidak mengenal rasa takut, tetapi begitu melihat seorang malaikat, mereka pun menjadi gentar. Demikianlah, pada waktu Anak Allah bangkit untuk memberi penghukuman, orang-orang yang berani telah dijarah (Mzm. 76:6, 10). Perhatikan, kebangkitan Kristus merupakan kesukaan bagi para sahabat-Nya, tetapi juga momok yang sangat menakutkan bagi para musuh-Nya. Mereka gentar ketakutan. Kata eseisthesan yang dipakai untuk menggambarkan hal itu sama dengan kata untuk menggambarkan gempa bumi, seismos (ay. 2). Saat bumi berguncang, anak-anak bumi yang memiliki bagian di dalamnya juga ikut berguncang. Akan tetapi, mereka yang mendasarkan sukacita mereka pada hal-hal sorgawi tidak merasa takut, sekalipun bumi berubah. Para penjaga itu menjadi seperti orang-orang mati, saat orang yang mereka jaga hidup lagi, dan orang-orang lain yang mereka tindas kembali bersemangat karena Dia. Mereka sangat ketakutan ketika menyadari bahwa mereka telah gagal menjalankan tugas mereka. Mereka ditempatkan di sana untuk menjaga seorang yang telah mati supaya tetap tinggal di kubur. Tugas yang mereka emban itu kelihatannya begitu mudah, tetapi nyatanya justru terlalu sukar bagi mereka. Mereka diperingatkan untuk bersiap menghadapi serbuan para murid yang pengecut itu, yang pasti akan gemetar dan menjadi seperti orang mati karena takut kepada mereka. Namun, mereka benar-benar tercengang saat yang datang menyerang adalah seorang malaikat perkasa, yang bahkan tidak berani mereka tatap wajahnya. Demikianlah Allah mengacaukan musuh-musuh-Nya dengan membuat mereka menjadi takut (Mzm. 9:21). III. Pesan yang disampaikan malaikat itu kepada para wanita (ay. 5-7). . Ia menyuruh mereka supaya tidak takut (ay. 5). Datang sendirian mendekati pekuburan yang sunyi memang bisa menimbulkan rasa takut, apalagi saat para wanita itu mendapati seorang malaikat di kuburan itu. Tetapi malaikat itu segera menenangkan hati mereka dengan berkata, "Janganlah kamu takut." Para penjaga gentar ketakutan dan menjadi seperti orang mati, tetapi janganlah kamu takut. Biarlah orang-orang berdosa di Sion menjadi takut, seperti seharusnya, tetapi janganlah takut, Abraham dan keturunannya yang setia. Mengapa putri-putri Sarah yang berbuat baik harus takut terhadap ancaman? (1Ptr. 3:6). "Janganlah kamu takut. Janganlah kamu terkejut mendengar kabar yang harus kusampaikan ini, sebab kamu telah diberi tahu sebelumnya bahwa Gurumu akan bangkit. Janganlah kamu merasa gentar, karena kebangkitan-Nya merupakan sebuah penghiburan bagi kamu. Janganlah kamu takut, sebab aku tidak akan melukai kamu ataupun mengabarkan berita yang buruk. Janganlah kamu takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus. Aku tahu kamu adalah sahabat-Nya. Aku datang ke sini bukan untuk menakuti kamu, melainkan untuk menguatkan kamu." Perhatikan, mereka yang mencari Yesus tidak perlu merasa takut, sebab, jika mereka sungguh-sungguh mencari-Nya, mereka akan menemukan-Nya, dan Dia akan memberikan upah yang besar kepada mereka. Segala yang kita minta dalam iman kepada Tuhan Yesus akan diperhitungkan di sorga dan pasti akan dijawab dengan kata-kata penghiburan yang menyejukkan seperti yang dikatakan malaikat itu. Aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Dia menyebutkan perihal penyaliban Yesus untuk memuji kasih mereka terhadap-Nya. "Kamu masih saja mencari Dia, sekalipun Dia telah disalibkan. Rupanya hal itu tidak memudarkan kasihmu pada-Nya." Perhatikan, orang Kristen sejati mengasihi dan mencari Kristus sekalipun Dia telah disalibkan, bahkan justru karena Dia disalibkan. . Dia meyakinkan mereka mengenai kebangkitan Kristus, dan apa yang dikatakannya cukup untuk meredakan rasa takut mereka (ay. 6). Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit. Jika mereka hanya diberi tahu bahwa Dia tidak ada di sini, tanpa tambahan keterangan bahwa Dia telah bangkit, tentu hal itu tidak terlalu menghibur mereka yang mencari Dia. Perhatikan, saat mereka yang mencari Kristus tidak mendapati Dia di tempat yang mereka harapkan, mereka pasti akan merasa terhibur saat mendengar bahwa Ia telah bangkit. Ia telah bangkit, sekalipun kita tidak mendapati Dia. Kita tidak boleh langsung percaya kepada mereka yang mengatakan, "Lihat, Kristus ada di sini, atau lihat, Dia ada di sana," karena Dia tidak ada di sini ataupun di sana, sebab Dia telah bangkit. Setiap kali kita mencari Kristus, kita harus ingat bahwa Dia telah bangkit, dan kita harus mencari Dia sebagai seorang yang telah bangkit. (1) Bukan dengan pikiran duniawi mengenai tubuh jasmani-Nya. Memang ada orang yang pernah mengenal Kristus dalam tubuh jasmani-Nya sebagai manusia, namun sekarang, kita tidak mengenal Dia secara demikian lagi (2Kor. 5:16). Memang benar bahwa Ia pernah memiliki tubuh jasmani, tetapi tubuh-Nya yang sekarang adalah tubuh yang penuh kemuliaan. Mereka yang membuat gambar dan patung Kristus sepertinya lupa bahwa Dia tidak ada di sini lagi, sebab Dia telah bangkit. Persekutuan kita dengan-Nya haruslah bersifat rohani, dengan iman akan firman-Nya (Rm. 10:6-9). (2) Kita harus mencari Dia dengan sikap hormat dan kerendahan hati, serta menghormati kemuliaan-Nya, sebab Dia telah bangkit. Allah telah meninggikan Dia, dan memberi-Nya nama di atas segala nama, dan karena itu setiap lutut dan setiap jiwa harus bertelut di hadapan-Nya. (3) Kita harus mencari Dia dengan pikiran yang kudus. Saat kita merasa kerasan tinggal di dunia ini dan berkata, "Nyaman sekali tinggal di sini," ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus tidak ada di sini, Dia telah bangkit, supaya kita tidak membiarkan hati kita terpaut pada dunia ini, tetapi hendaklah hati kita ikut bangkit dan mencari perkara yang di atas (Kol. 3:1-3; Flp. 3:20). Ada dua hal mengenai kebangkitan Kristus yang ditunjukkan malaikat itu kepada para wanita itu untuk meneguhkan iman mereka, yaitu: - Firman-Nya yang kini telah digenapi, supaya mereka ingat, bahwa Dia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Dia menyatakan hal itu sebagai peneguhan iman. "Dia pernah berkata bahwa Dia akan bangkit, dan kamu mengenal-Nya sebagai Kebenaran, jadi kamu punya alasan untuk menantikan kebangkitan-Nya itu. Mengapa kamu bimbang untuk mempercayai apa yang telah dikatakan-Nya itu?" Jadi, janganlah kita merasa heran saat mendapati apa yang telah Kristus firmankan kepada kita menjadi kenyataan, supaya kita dapat bersiap menghadapi penderitaan yang kini terjadi atau kemuliaan yang akan dinyatakan nanti. Jika kita ingat segala yang telah Kristus katakan kepada kita, kita tidak akan merasa heran mengenai segala yang Dia lakukan terhadap kita. Saat malaikat ini berkata, "Dia tidak ada di sini, Dia telah bangkit," dia sebenarnya tidak sedang memberitakan kabar baik yang berbeda dari yang pernah didengar para wanita itu, sebab dia hanya menyatakan firman Kristus, yaitu bahwa Dia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. - Kubur-Nya yang mereka lihat telah kosong. "Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Bandingkan apa yang telah kamu dengar dengan apa yang kini kamu lihat, padukan keduanya, maka kamu pun akan percaya. Kamu sudah melihat bahwa Dia tidak ada di sini, dan dengan mengingat apa yang telah Dia katakan, kini kamu bisa merasa puas bahwa Dia telah bangkit. Mari, lihatlah tempatnya, dan kamu akan melihat bahwa Dia tidak ada di sini. Kamu tahu bahwa tidak mungkin mayat-Nya dicuri orang, jadi kamu harus yakin bahwa Dia telah bangkit." Perhatikanlah, datang dan melihat tempat Tuhan berbaring dengan mata iman mungkin bisa memberikan pengaruh yang baik untuk kita. Lihatlah bagaimana Dia telah merendahkan diri sedemikian rupa demi kasih-Nya terhadap kita. Lihatlah bagaimana Dia telah membuat tempat peristirahatan yang ringan dan nyaman untuk kita, dengan berbaring di sana terlebih dahulu. Saat kita melongok ke dalam kubur di mana kita harus berbaring suatu saat nanti, sambil berusaha menghilangkan ketakutan kita, biarlah kita melongok kubur tempat Tuhan kita berbaring. Para malaikat mengakui-Nya sebagai Tuhan mereka, sama halnya dengan kita, sebab dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. . Dia menyuruh mereka untuk pergi dan meneruskan kabar itu kepada para murid-Nya (ay. 7), Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya. Mereka mungkin senang berada di sana, melihat kuburan itu dan bercakap-cakap dengan para malaikat. Berada di sana memang menyenangkan, tetapi mereka memiliki tugas lain yang harus dikerjakan. Hari ini ialah hari kabar baik, dan sekalipun mereka mendapat kehormatan untuk menjadi yang pertama mengecapnya, seperti juga orang-orang yang sakit kusta itu, mereka tidak boleh hanya menyimpan kabar kesukaan itu untuk diri mereka sendiri, dan tidak boleh hanya tinggal diam saja (2Raj. 7:9). Mereka harus pergi dan mengatakan hal itu kepada murid-murid-Nya. Perhatikan, kita harus lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kesenangan pribadi dalam bersekutu dengan Allah, sebab lebih baik memberi daripada menerima. IV. Kepergian para wanita itu dari kuburan, untuk memberi tahu para murid (ay. 8). Perhatikanlah: . Bagaimana keadaan jiwa mereka saat itu. Mereka pergi dengan takut dan dengan sukacita yang besar. Memang aneh sekali mendapati rasa takut berbaur dengan sukacita dalam sebuah jiwa. Mendengar bahwa Kristus telah bangkit memang menimbulkan sukacita, tetapi datang ke kuburan dan melihat seorang malaikat serta berbicara dengannya pastilah menimbulkan rasa takut. Kabar yang mereka dengar memang baik, tetapi mereka takut kalau berita itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Namun perhatikanlah, sukacita yang mereka rasakan itu disebut sebagai sukacita yang besar, namun tidak dikatakan demikian mengenai ketakutan mereka. Perhatikan: (1) Rasa takut yang kudus selalu akan diimbangi dengan rasa sukacita. Orang yang melayani dengan rasa hormat yang mendalam kepada Tuhan, pasti melayani Dia dengan segala senang hati. (2) Sukacita rohani selalu diiringi dengan gemetar (Mzm. 2:11). Hanya kasih dan sukacita yang sempurna sajalah yang mampu melenyapkan ketakutan. . Betapa bergegasnya mereka. Mereka berlari cepat-cepat. Rasa takut dan sukacita mempercepat langkah mereka, seakan menambah sayap pada tubuh mereka. Malaikat itu menyuruh mereka untuk lekas pergi, dan mereka pun berlari. Mereka yang sudah diberi tugas oleh Allah tidak boleh berlambat-lambat atau membuang-buang waktu. Ketika hati dikuatkan oleh kabar sukacita Injil, kaki pun akan berlari mengikuti perintah Allah. . Tugas yang mereka emban. Mereka berlari, untuk mengatakan hal itu kepada para murid. Tidak diragukan lagi, berita itu pasti menyenangkan hati mereka, sehingga mereka pun berlari untuk menghibur para murid, sebagaimana mereka sendiri telah dihibur oleh Allah. Perhatikan, murid-murid Kristus harus bersedia untuk saling bertukar cerita tentang persekutuan indah yang mereka alami dengan sorga. Mereka harus memberi tahu orang lain tentang apa yang telah Allah lakukan bagi jiwa mereka. Sukacita dalam Kristus Yesus seperti minyak urapan di tangan kanan, yang akan merembes ke segala tempat yang dialirinya dan memenuhinya dengan bau harum. Saat Samson menemukan madu, dia pun membawa madu itu kepada orangtuanya. V. Penampakan Kristus kepada para wanita itu, untuk meneguhkan kesaksian malaikat (ay. 9-10). Para wanita yang giat itu tidak hanya menjadi yang pertama mendengar kabar sukacita tentang Dia, tetapi juga berkesempatan menjadi yang pertama melihat-Nya setelah Dia dibangkitkan. Malaikat itu memberi petunjuk kepada mereka yang akan melihat Dia, supaya mereka pergi ke Galilea, tetapi sebelum saat itu tiba, bahkan masih di tempat yang sama, mereka pun dapat melihat Dia yang hidup dan melihat mereka. Perhatikanlah, Yesus Kristus sering kali berlaku lebih baik hati daripada yang dikatakan-Nya, tetapi Ia tidak pernah berlaku sebaliknya. Dia sering mempersiapkan umatnya untuk menghadapi sesuatu, tetapi tidak pernah membuat mereka putus asa di dalam pengharapan mereka. Di sini terdapat: . Penampakan Kristus yang mengejutkan para wanita itu. Saat mereka hendak pergi untuk memberitahukan hal itu kepada para murid, tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka. Perhatikan, lawatan Allah yang indah biasanya datang kepada kita saat kita sedang menjalankan tugas, dan Dia akan memberikan lebih lagi kepada orang-orang yang memakai apa yang mereka punya untuk menolong orang lain. Percakapan dengan Kristus itu terjadi tanpa diduga, bahkan mereka tak sadar diri (Kid. 6:12). Perhatikanlah, Kristus berada dekat dengan umat-Nya, lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Mereka tidak perlu turun sampai ke jurang maut untuk menjumpai Dia, karena Dia tidak ada di sana, Dia telah bangkit. Mereka juga tidak perlu naik ke sorga, karena Dia belum naik ke sana. Kristus telah berdiam di ketinggian sana, tetapi Dia masih dekat dengan kita dalam firman-Nya. . Salam yang Dia berikan kepada mereka. Salam bagimu -- chairete. Kata salam di sini dimaksudkan sebagai padanan dari kata Ibrani yang berarti Semoga damai menyertaimu. Salam ini menggambarkan: (1) Itikad baik Kristus bagi kita dan kebahagiaan kita, bahkan sewaktu Ia hendak dimuliakan. Meskipun Dia hendak pergi, Dia tetap peduli pada keadaan kita. (2) Kebebasan dan keakraban kudus yang Dia ungkapkan dalam persekutuan dengan murid-murid-Nya, sebab Dia menyebut mereka sahabat. Tetapi dalam bahasa Yunani, kata salam yang dipakai mengandung arti bersukalah kamu sekalian. Mereka merasa takut sekaligus gembira. Apa yang Ia katakan dimaksudkan untuk membangkitkan sukacita mereka (ay. 9), bergembiralah kamu sekalian, serta untuk meredakan ketakutan mereka (ay. 10), jangan takut. Perhatikanlah, Kristus menghendaki supaya umat-Nya selalu bersukacita, dan kebangkitan-Nya itu melengkapi mereka dengan sukacita yang luar biasa. . Rasa hormat dan kasih sayang yang mereka tunjukkan kepada-Nya. Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Dengan cara demikian mereka menunjukkan: (1) Penghormatan dan kekaguman mereka terhadap-Nya. Mereka berlutut di kaki-Nya, memuja Dia, dan menyembah-Nya dengan kerendahan hati serta rasa takut yang kudus akan Dia, Anak Allah yang kini dipermuliakan. (2) Kasih sayang mereka akan Dia. Mereka memegang-Nya dan tidak melepaskan Dia (Kid. 3:4). Betapa indahnya kaki Tuhan Yesus bagi mereka! (Yes. 52:7). (3) Sukacita mendalam yang kini mereka rasakan, setelah sekali lagi diteguhkan mengenai kebenaran kebangkitan-Nya. Mereka menyambut hal itu dengan tangan terbuka. Demikianlah kita pun harus menyambut Yesus Kristus serta apa yang Ia tawarkan kepada kita di dalam Injil, berlutut di kaki-Nya dengan rasa takut akan Tuhan, dan memegang-Nya erat-erat dengan iman kita serta menempatkan Dia dalam hati kita dengan penuh sukacita. . Kata-kata penghiburan yang dilontarkan Kristus kepada mereka (ay. 10). Kita tidak mendapati para wanita itu mengatakan apa pun pada-Nya, tetapi pelukan kasih sayang dan pemujaan mereka terhadap-Nya telah cukup menggambarkan perasaan mereka. Juga, tidak ada hal lain yang dikatakan Kristus kepada mereka selain daripada seperti yang telah dikatakan oleh malaikat itu kepada mereka (ay. 5, 7). Sebab, Dia akan menguatkan perkataan hamba-hamba-Nya (Yes. 44:26), dan cara Dia menghibur umat-Nya adalah dengan berbicara terus-menerus dalam hati mereka melalui Roh-Nya mengenai hal yang sama seperti yang telah mereka dengar sebelumnya dari para malaikat, yaitu hamba-hamba-Nya.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 1 April 2024 - Malaikat Tuhan Sebagai Penolong - Matius 28:2-3 Sebelum: Khotbah Perjamuan Kudus Jumat Agung - Jumat, 29 Maret 2024, Ya Bapa Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku - Lukas 23:46-47 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,