|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Senin, 1 April 2024 RHK GMIM Senin, 1 April 2024 - Malaikat Tuhan Sebagai Penolong - Matius 28:2-3 Saat Dia mati, bumi yang menerima Dia pun bergetar ketakutan Matius 28:2-3 28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Penjelasan: * Penampakan seorang malaikat Tuhan di hadapan mereka (ay. 2-4). Di sini diceritakan bagaimana Kristus dibangkitkan, hanya sejauh yang perlu kita ketahui. . Terjadilah gempa bumi yang hebat. Saat Dia mati, bumi yang menerima Dia pun bergetar ketakutan. Kini, saat Dia bangkit, bumi yang melepas Dia juga melonjak kegirangan dalam kemuliaan-Nya. Gempa bumi itu seolah-olah memutuskan ikatan maut dan mematahkan belenggu kubur, serta menampilkan barang yang indah kepunyaan segala bangsa (Hag. 2:6-7). Hal itu menandakan kemenangan Kristus, sehingga pemberitahuan tentang hal itu pun dikumandangkan, supaya saat sorga bersuka, bumi pun ikut bergirang. Gempa bumi tersebut merupakan sebuah contoh goncangan yang akan terjadi pada hari kebangkitan umum, saat segala gunung dan pulau dicampakkan sehingga bumi tidak lagi bisa menutupi orang-orang yang mati terbunuh. Terdengar suatu suara dan goncangan di lembah itu, ketika suara berderak-derak, sewaktu tulang-tulang itu bertemu satu sama lain (Yeh. 37:7). Kerajaan Kristus, yang kini hendak ditegakkan, membuat bumi bergetar dan berguncang dengan hebatnya. Orang-orang yang disucikan dan dibangkitkan untuk menjalani kehidupan rohaniah akan mengalami gempa hebat dalam dada mereka ketika hal tersebut terjadi, seperti Rasul Paulus, yang gemetar dan terheran-heran. . Seorang malaikat Tuhan turun dari langit. Para malaikat memang sering sekali mengiringi Tuhan kita Yesus, misalnya ketika Dia lahir, saat Dia dicobai, dan ketika Dia tengah menderita. Tetapi, kita tidak menjumpai satu malaikat pun yang mengiringi Dia saat Dia ada di atas kayu salib. Saat Bapa-Nya meninggalkan Dia, para malaikat juga menarik diri dari pada-Nya. Tetapi kini, saat Dia mendapatkan kembali segala kemuliaan yang telah dimiliki-Nya sebelum dunia dibentuk, lihatlah, semua malaikat Allah pun menyembah-Nya. . Malaikat itu datang dan menggulingkan batu itu dari pintu kubur, lalu duduk di atasnya. Tuhan kita Yesus bisa saja menggulingkan batu itu dengan kuasa-Nya sendiri, namun Dia memilih untuk membiarkan seorang malaikat yang melakukannya, untuk menandakan bahwa setelah Dia dijadikan tebusan bagi dosa kita, lalu dihukum dan berada di bawah penghukuman, Dia tidak kabur dari penjara, tetapi kebebasan-Nya terjadi dengan tidak melanggar hukum, melainkan diperoleh dari sorga. Dia tidak melarikan diri dari penjara, tetapi seseorang yang berwenang diutus dengan sengaja untuk menggulingkan batu itu, sehingga pintu penjara pun terbuka. Hal itu tidak mungkin terjadi seandainya Dia belum tuntas mengemban kewajiban-Nya dalam memuaskan keadilan Allah. Tetapi, setelah diserahkan karena pelanggaran kita, Dia pun dibangkitkan lagi untuk membenarkan kita, supaya rampunglah penyerahan diri-Nya itu. Dia mati untuk membayar utang kita, dan bangkit lagi untuk mengambil tanda pelunasan yang telah dibayar-Nya itu. Batu semua dosa kita digulingkan untuk menutup pintu kubur Tuhan kita Yesus (dan kita tahu bahwa penggulingan batu besar adalah lambang dari penjatuhan hukuman dalam 1 Samuel 14:33). Tetapi, untuk menyatakan bahwa tuntutan keadilan ilahi telah terpuaskan, seorang malaikat diutus untuk menggulingkan kembali batu itu dari tempat asalnya. Hal itu tidak berarti bahwa malaikat itulah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati, sama halnya dengan perkara Lazarus, yang membangkitkan dia bukanlah orang-orang yang menggulingkan batu dari kuburnya. Sebaliknya, hal itu menandakan persetujuan Sorga atas pelepasan-Nya dari dalam kubur, serta sukacita Sorga di dalamnya. Musuh-musuh Kristus telah memeteraikan batu itu dengan sebuah tekad sekuat bangsa Babel yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah. Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan? Apalagi, waktu itu adalah saat mereka. Akan tetapi, segala kuasa maut dan kegelapan ada di bawah kendali Allah penguasa terang dan kehidupan ini. Seorang malaikat dari sorga memiliki kuasa untuk mematahkan meterai, sekalipun meterai itu adalah meterai agung bangsa Israel, dan dia mampu menggulingkan batu yang amat besar itu. Dengan demikian, tawanan pahlawan pun direbut kembali. Setelah batu besar itu digulingkan, malaikat itu pun duduk di atasnya. Hal ini meneguhkan kemenangan Kristus atas segala hal yang mencoba merintangi kebangkitan-Nya. Di sanalah malaikat itu duduk, sehingga semua penguasa neraka pun tidak berdaya untuk mengembalikan batu besar itu ke pintu kubur. Kristus telah menegakkan kursi tempat Ia beristirahat, serta kursi tempat Dia menghakimi semua musuh yang menentang-Nya, sebab TUHAN bersemayam di atas air bah. Malaikat itu duduk dan menjadi penjaga kubur itu, setelah ia berhasil mengusir para penjaga pihak musuh yang jahat. Dia telah menunggu kedatangan para wanita itu, serta siap menceritakan tentang kebangkitan Kristus kepada mereka. . Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju (ay. 3). Hal ini adalah gambaran yang bisa kita lihat mengenai segala kemuliaan dari dunia yang tidak kelihatan itu, yang luar biasa terang mengkilap dan sangat agung. Dalam dunia tersebut tidak ada perbedaan warna. Tatapannya terhadap para penjaga itu ibarat cahaya kilat. Dia melontarkan kilat-kilat dan menyerakkan mereka (Mzm. 144:6). Warna putih pakaiannya bukan saja melambangkan kesucian, tetapi juga sukacita dan kemenangan. Saat Kristus mati, seluruh sorga pun berduka, dan ini ditandai dengan pudarnya sang mentari. Tetapi waktu Dia bangkit, mereka pun kembali mengenakan jubah pujian mereka. Kemuliaan malaikat itu melambangkan kemuliaan Kristus yang kini telah dibangkitkan, karena inilah gambaran serupa yang tampak ketika Kristus berubah rupa (17:2). Tetapi, sewaktu Ia bercakap-cakap dengan para murid-Nya setelah Ia dibangkitkan, Ia menyelubungi kilatan cahaya kemuliaan itu. Ini semua menggambarkan kemuliaan para orang kudus pada hari kebangkitan mereka, saat mereka akan menjadi seperti para malaikat Allah di sorga. . Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati (ay. 4). Mereka adalah para tentara yang biasanya tidak mengenal rasa takut, tetapi begitu melihat seorang malaikat, mereka pun menjadi gentar. Demikianlah, pada waktu Anak Allah bangkit untuk memberi penghukuman, orang-orang yang berani telah dijarah (Mzm. 76:6, 10). Perhatikan, kebangkitan Kristus merupakan kesukaan bagi para sahabat-Nya, tetapi juga momok yang sangat menakutkan bagi para musuh-Nya. Mereka gentar ketakutan. Kata eseisthesan yang dipakai untuk menggambarkan hal itu sama dengan kata untuk menggambarkan gempa bumi, seismos (ay. 2). Saat bumi berguncang, anak-anak bumi yang memiliki bagian di dalamnya juga ikut berguncang. Akan tetapi, mereka yang mendasarkan sukacita mereka pada hal-hal sorgawi tidak merasa takut, sekalipun bumi berubah. Para penjaga itu menjadi seperti orang-orang mati, saat orang yang mereka jaga hidup lagi, dan orang-orang lain yang mereka tindas kembali bersemangat karena Dia. Mereka sangat ketakutan ketika menyadari bahwa mereka telah gagal menjalankan tugas mereka. Mereka ditempatkan di sana untuk menjaga seorang yang telah mati supaya tetap tinggal di kubur. Tugas yang mereka emban itu kelihatannya begitu mudah, tetapi nyatanya justru terlalu sukar bagi mereka. Mereka diperingatkan untuk bersiap menghadapi serbuan para murid yang pengecut itu, yang pasti akan gemetar dan menjadi seperti orang mati karena takut kepada mereka. Namun, mereka benar-benar tercengang saat yang datang menyerang adalah seorang malaikat perkasa, yang bahkan tidak berani mereka tatap wajahnya. Demikianlah Allah mengacaukan musuh-musuh-Nya dengan membuat mereka menjadi takut (Mzm. 9:21).
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 7 April 2024 - YESUS MAKAN MEMBUKTIKAN IA BANGKIT - LUKAS 24:36-49 Sebelum: Khotbah Paskah GMIM - Minggu, 31 Maret 2024 - Pergi dan Katakanlah Yesus sudah Bangkit - Matius 28:1-10 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,