|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Sabtu, 21 Oktober 2023 RHK GMIM Sabtu, 21 Oktober 2023 - Rut 1:20-22 Berkat Tuhan Di Balik Penderitaan - Rut 1:20-22 Obor GMIM Sabtu, 21 Oktober 2023 - Tuhan Sanggup Menghilangkan Kepahitan - Rut 1:19-22 Rut 1:19-22 1:19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" 1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. 1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." 1:22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai. Penjelasan: * Penyambutan Naomi di Betlehem (1:19-22) Setelah perjalanan panjang yang berat, Naomi dan Rut akhirnya tiba di Betlehem. Dapat diduga, kelelahan dari perjalanan itu cukup terobati oleh nasihat yang diberikan Naomi kepada menantunya yang baru memeluk agamanya itu, dan oleh percakapan hangat mereka bersama. Mereka datang pada masa yang tepat, pada permulaan musim menuai jelai. Inilah panen pertama rakyat itu, yang diikuti oleh panen gandum sesudahnya. Sekarang, matanya sendiri meyakinkan dia akan kebenaran kabar yang didengarnya dari Moab, yakni bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Rut pun melihat negeri subur ini pada keadaannya yang terbaik. Kini, mereka punya kesempatan mengumpulkan persediaan untuk menghadapi musim dingin. Masa hidup kita ada dalam tangan Allah, baik peristiwanya maupun waktu terjadinya. Ada beberapa hal yang dicatat khusus dalam ayat-ayat di atas, I. Kegemparan para tetangga atas peristiwa ini (ay.19). Gemparlah seluruh kota itu karena mereka. Kenalan lama Naomi mengerubungi dia untuk menanyakan keadaannya serta menyambut kedatangannya di Betlehem. Atau, mungkin juga mereka gempar karena dia, kalau-kalau ia harus menjadi tanggungan kota, sebab ia terlihat sangat miskin. Dengan kejadian ini, tampaknya Naomi dahulu adalah orang terpandang, kalau tidak, sekarang ia tidak akan diperhatikan begitu rupa seperti ini. Jika orang yang pernah berada pada kedudukan tinggi dan makmur mengalami kehancuran atau jatuh dalam kemelaratan maupun aib, kejatuhan itu akan sangat kentara. Mereka pun berkata, “Naomikah itu?” Yang berbicara adalah perempuan-perempuan Betlehem, hal ini tampak dari pemakaian kata yang merujuk pada kaum perempuan. Orang-orang yang dahulu akrab dengan Naomi terkejut melihat keadaannya. Ia begitu hancur dan berubah karena penderitaan, sampai-sampai orang-orang itu hampir tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Mereka juga tidak mengira bahwa sosok Naomi itu adalah orang yang sama dengan yang dahulu pernah mereka kenal, segar, cantik, dan ceria. Naomikah itu? Mawar yang layu sungguh berbeda dengan mawar yang mekar. Betapa Naomi sekarang telah menjadi sosok yang malang dibandingkan dengan keadaannya ketika masih makmur! “Inikah orang yang tidak bisa mencukupkan diri untuk hidup seperti tetangga-tetangganya, tetapi malah mengembara ke negeri asing? Lihatlah keadaannya sekarang!” Jika ada yang menghardik Naomi dengan perkataan itu, mencibir dia atas kesengsaraannya, berarti orang itu memiliki watak yang kejam dan hina. Tidak ada yang lebih biadab daripada memegahkan diri atas orang-orang yang jatuh. Namun, agaknya kebanyakan warga kota itu bertanya dengan rasa kasihan dan simpati, “Inikah Naomi, yang dulu hidup berkelimpahan, dan memelihara keluarganya dengan amat baik, dan begitu dermawan kepada orang miskin? Ah, sungguh pudar emas itu.“ Demikianlah orang yang pernah menyaksikan kemegahan Bait Suci pertama meratapi keburukan Bait Suci kedua. Camkanlah, dalam waktu singkat, penderitaan akan menyebabkan perubahan besar dan mengejutkan. Ketika kita melihat bagaimana penyakit dan usia renta mengubah manusia, raut muka dan watak mereka, maka kita bisa memikirkan perkataan orang-orang Betlehem, “Naomikah itu? Tidak akan ada yang bisa mengenalinya lagi.” Oleh anugerah-Nya, Allah membuat kita mengalami segala perubahan, khususnya perubahan besar! II. Ketenangan diri yang dimiliki Naomi. Jika ada yang menghina dia atas kemiskinannya, ia tidak tersinggung. Seandainya Naomi miskin dan sombong, tentu dia akan merasa tersinggung. Namun, dengan besarnya kesabaran Naomi yang saleh, ia menanggungnya sekaligus dampak kesedihan lain dari penderitaannya itu (ay. 20-21). Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara. Naomi artinya manis atau menyenangkan. Namun, segala yang menyenangkan padaku telah terbuang. Sebutkanlah aku Mara, artinya, pahit atau kepahitan. Sebab sekarang akulah wanita yang menderita jiwanya. Demikianlah dia menyadari keadaannya. Seharusnya kita semua melakukan hal yang sama ketika keadaan tidak sesuai dengan yang kita pikirkan. Cermatilah, 1. Perubahan keadaan Naomi dan bagaimana hal itu digambarkan, yakni dengan pandangan saleh akan pemeliharaan ilahi, tanpa bersungut-sungut maupun keluhan. - Perubahan tersebut sangatlah menyedihkan dan memilukan. Ia pergi dengan tangan yang penuh. Begitulah ia memandang dirinya ketika suami dan kedua orang anaknya masih hidup. Kepuasan kita akan penghiburan di dunia ini banyak berasal dari hubungan keluarga yang menyenangkan. Akan tetapi, sekarang ia pulang dengan tangan yang kosong, menjadi janda tanpa anak, dan kemungkinan telah menjual habis barang-barangnya. Segala harta milik yang dibawanya dahulu kini tidak ada lagi selain pakaian yang melekat padanya. Begitu tidak pastinya segala sesuatu yang kita sebut kesempurnaan yang ditemukan dalam makhluk ciptaan (1Sam. 2:5). Bahkan di tengah penuhnya kecukupan itu pun, kita bisa mengalami kesesakan. Namun, ada satu kepenuhan, yaitu kepenuhan rohani dan ilahi, yang tidak akan pernah menjadi kosong. Itulah bagian terbaik yang tidak akan diambil dari mereka yang memilikinya. - Di tengah penderitaannya, Naomi mengakui tangan Allah yang berkuasa. “TUHAN-lah yang telah memulangkan aku dengan tangan yang kosong. Yang Mahakuasalah yang telah menyengsarakan aku.” Perhatikanlah, tidak ada yang dapat memuaskan jiwa orang saleh yang sedang sengsara selain kesadaran akan adanya tangan Allah di balik penderitaan itu. Dialah TUHAN (1Sam. 3:18; Ayb. 1:21). Apalagi jika kita sadar bahwa Dia yang menghajar kita adalah Shaddai, yang Mahakuasa. Berbantah dengan Dia adalah suatu kebodohan, tunduk kepada-Nya adalah kewajiban dan keuntungan kita. Dengan nama itulah Allah mengikat diri-Nya dalam perjanjian dengan umat-Nya: Akulah Allah yang Mahakuasa, Allah yang Maha mencukupi (Kej. 17:1). Ia menghajar sebagai Allah dalam ikatan perjanjian. Kemahakuasaan-Nya menjadi penopang dan pemenuhan kita di tengah segala kesusahan. Dia yang mengosongkan tangan kita dari ciptaan dapat memenuhi kita dengan Diri-Nya sendiri. - Dengan penuh perasaan, Naomi berbicara tentang kesan dari penderitaan yang dia rasakan. “Ia telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” Cawan penderitaan adalah cawan yang pahit. Sekalipun kemudian menghasilkan buah kebenaran, tetap saja pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita (Ibr. 12:11). Ayub mengeluh, “Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku” (Ayb. 13:26). - Naomi mengakui bahwa penderitaan tersebut berasal dari Allah sebagai perlawanan terhadapnya. TUHAN telah naik saksi menentang aku. Ingatlah, ketika Allah sedang mengoreksi kita, Ia naik saksi menentang kita dan berbantah dengan kita (Ayb. 10:17), untuk menunjukkan bahwa Ia tidak berkenan atas kita. Setiap cambukan memiliki suara, yaitu suara seorang saksi. 2. Hati Naomi yang rela menerima perubahan ini. “Janganlah sebutkan aku Naomi, sebab aku tidak lagi menyenangkan, baik bagi diriku sendiri maupun kawan-kawanku. Akan tetapi sebutkanlah aku Mara, nama yang lebih sesuai dengan keadaanku saat ini.” Banyak orang yang telah direndahkan dan menjadi miskin tetap berpura-pura memakai nama kosong dan gelar kehormatan yang mereka nikmati sebelumnya. Akan tetapi, Naomi tidak seperti itu. Karena kerendahan hatinya, ia menolak nama yang mulia di tengah keadaan merana. Apabila Allah melakukan hal yang pahit terhadapnya, ia mau menyesuaikan diri terhadap hukuman tersebut dan rela dipanggil Mara, pahit. Perhatikan, demikianlah seharusnya kita merendahkan hati di bawah pemeliharaan ilahi yang merendahkan kita. Tatkala keadaan kita direndahkan, roh kita juga harus turut direndahkan. Ketika kita menyesuaikan diri dengan permasalahan, maka persoalan tersebut akan menjadi berkat bagi kita. Yang mendatangkan kebaikan bukanlah penderitaan itu sendiri, melainkan penderitaan yang ditanggung dengan cara yang benar. Perdidisti tot mala, si nondum misera esse didicisti -" Begitu banyak bencana terhilang sia-sia saat menimpa engkau jika engkau belum juga belajar bagaimana menanggung sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah MTPJ GMIM Minggu, 22 Oktober 2023 - Saling Menghormati Sebagai Satu Tubuh - 1 Korintus 12:12-31 Sebelum: RHK GMIM Jumat, 20 Oktober 2023 - Kesetiaan Terhadap Keluarga - Rut 1:17-19 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,