gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 648 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Jumat, 20 Oktober 2023

RHK GMIM Jumat, 20 Oktober 2023 - Kesetiaan Terhadap Keluarga - Rut 1:17-19
Obor GMIM Jumat 20 Oktober 2023 - Komitmen Iman Dari Keteguhan Hati - Rut 1:16-18

Rut 1:16-19
1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; 1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" 1:18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. 1:19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"

Penjelasan:
* Rut pun mengakhiri perdebatan itu dengan pengakuan paling tulus tentang keputusannya yang sudah bulat. Ia tidak akan pernah meninggalkan Naomi ataupun kembali ke negerinya, kepada sanak saudaranya lagi (ay. 16-17).

(1) Tidak ada pernyataan yang lebih murni dan lebih berani daripada ini. Sepeninggal Orpa, Rut tampak memiliki roh yang berbeda, perkataan yang berbeda. Ini merupakan contoh anugerah Allah yang mencondongkan hati manusia kepada pilihan yang lebih baik. Maka tariklah aku di belakangmu, dan marilah kita cepat-cepat pergi. Larangan Naomi justru membuat Rut semakin bulat hati. Sama seperti ketika Yosua berkata kepada umat Israel, “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN,” mereka pun semakin bergelora menjawab, “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”

- Rut memohon kepada mertuanya agar tidak mencegahnya lagi, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau. Sebab segala permohonanmu sekarang tidak bisa lagi menggoyahkan keputusan hatiku yang telah engkau tempa di dalamku dengan pengajaranmu selama ini. Perhatikanlah, orang yang telah berketetapan hati bagi Allah dan agama akan merasa kesal serta gelisah jika ia digoda dan dibujuk untuk mengubah kebulatan hatinya. Orang tidak berpikiran untuk mengubah hati seperti itu, tidak akan mau mendengar bujukan untuk mengubah hatinya. Janganlah desak aku. Tafsiran luas berbunyi, Janganlah menentang aku. Ingatlah, kita harus memperhitungkan orang-orang yang menentang kita sungguh sebagai musuh-musuh kita, yaitu yang mau merintangi kita masuk ke Kanaan sorgawi. Mereka mungkin saja sanak keluarga kita, tetapi tidak bisa menjadi kawan, kalau mereka mau menghalangi dan mematahkan semangat kita dalam menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.

- Rut sangat bersungguh-sungguh dalam keputusan hatinya untuk terus mengikuti Naomi dan tidak akan meninggalkannya. Apa yang dia ucapkan merupakan bahasa seseorang yang sudah berketetapan hati bagi Allah dan surga. Ia amat terpikat, bukan pada kecantikan, kekayaan, maupun keceriaan ibunya karena semua itu akan layu dan berlalu, melainkan pada hikmat, kebajikan, dan kemuliaan hatinya. Ketiga hal itu tetap ada pada Naomi sekalipun di tengah keadaan miskin dan menyedihkan, sehingga Rut pun berbulat hati untuk tetap berpegang erat pada mertuanya itu. Pertama, ia akan pergi bersama Naomi. “Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku akan pergi. Sekalipun harus ke negeri yang belum pernah kulihat dan di tengah lingkungan yang buruk dan hina yang sudah biasa bagiku. Sekalipun jauh dari negeriku sendiri, bersamamu setiap jalan pasti menyenangkan. Kedua, ia akan tinggal bersama Naomi. Di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku akan bermalam. Sekalipun di tempat yang tidak lebih baik daripada tempat Yakub bermalam, ketika ia harus tidur berbantalkan batu. Di mana engkau menegakkan tongkatmu, di situlah aku akan menegakkan tongkatku, di mana pun juga tempatnya. Ketiga, ia akan mengikuti kepentingan Naomi. Bangsamulah bangsaku. Dari sifat Naomi, dengan yakin Rut menyimpulkan bahwa bangsa yang besar itu merupakan umat yang bijaksana dan pengertian. Ia menilai mereka berdasarkan ibu mertuanya. Ke mana pun Naomi pergi, ia merupakan cerminan negerinya (demikian pula semua orang seharusnya belajar menjadi orang yang menyatakan hubungannya dengan negeri yang lebih baik, yaitu negeri sorgawi). Karena itulah, Rut merasa akan berbahagia jika diperhitungkan sebagai salah satu dari bangsa itu. “Bangsamu akan menjadi bangsaku, untuk bersekutu dengan mereka, menyesuaikan diri dengan mereka, dan peduli pada mereka.” Keempat, ia akan masuk ke agama Naomi. Demikianlah ia bertekad untuk menjadi usque ad aras bagi Naomi -" hingga sampai ke mezbah. “Allahmulah Allahku. Selamat tinggal semua ilah Moab, yang adalah kesia-siaan dan dusta. Aku akan memuja Allah Israel, satu-satunya Allah yang hidup dan yang sejati. Percaya kepada-Nya saja, melayani Dia, dan dipimpin oleh Dia dalam segala hal. Ini artinya menerima Tuhan sebagai Allah kita. Kelima, dengan senang hati Rut mau mati di ranjang yang sama. Di mana engkau mati, aku pun akan mati di sana. Ia percaya bahwa mereka berdua pasti akan mati, dan kemungkinan terbesar, Naomi yang lebih tua akan mati lebih dulu. Rut bertekad untuk tetap tinggal serumah dengannya hingga genap masa hidupnya. Hal ini juga menandakan keinginan Rut untuk turut berbagi dalam kebahagiaan Naomi dalam kematian. Rut berharap dapat mati di tempat yang sama, sebagai tanda bahwa ia mati dengan cara yang sama. “Biarkan aku mati seperti Naomi yang saleh, dan biarlah akhir hidupku sama seperti dia.” Keenam, Rut ingin disemayamkan dalam kubur yang sama, tulang-tulangnya dibaringkan di sisi Naomi. Dan di sanalah aku dikuburkan. Ia tidak ingin jasadnya dibawa kembali ke Moab sebagai tanda bahwa masih tersisa kebaikan untuk negerinya itu. Sebaliknya, karena telah bersatu jiwa dengan Naomi, ia ingin bersama dengannya walau sudah menjadi debu, dalam harapan akan dibangkitkan bersama-sama, dan bersama selamanya di dunia yang lain.

- Rut mendukung keputusannya untuk melekat pada Naomi dengan sumpah yang sungguh-sungguh: Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, ini merupakan bentuk kutukan pada zaman kuno, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut! Sebuah sumpah peneguhan mengakhiri perdebatan mereka, serta seterusnya menjadi tanggung jawab bagi Rut untuk tidak pernah meninggalkan jalan yang baik yang sekarang dia pilih itu. Pertama, hal ini menandakan bahwa kematian akan memisahkan mereka untuk sementara waktu. Ia bisa berjanji untuk mati dan dikuburkan di tempat yang sama, tetapi tidak dalam waktu yang sama. Mungkin saja terjadi bahwa Naomi mati lebih dahulu, dan hal itu akan memisahkan mereka. Camkanlah, kematian bisa memisahkan siapa pun yang tidak dapat dipisahkan oleh apa pun. Kita harus melihat masa kematian sebagai masa perpisahan, dan bersiap-siap untuk itu. Kedua, sudah ditetapkan bahwa tidak akan ada apa pun yang akan memisahkan mereka selain kematian. Entah itu kebaikan dari keluarga dan bangsa Rut sendiri, atau harapan akan keadaan yang lebih baik di antara orang Moab, atau sikap Israel yang tidak bersahabat, maupun rasa takut akan kelaparan dan aib di tengah mereka. “Tidak, aku sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan engkau.”


(2) Inilah pola pertobatan yang teguh untuk berbalik kepada Allah dan agama. Demikianlah kita harus sampai pada titik keputusan ini.
- Kita harus menjadikan TUHAN sebagai Allah kita. “Inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Aku telah mengakui Dia sebagai milikku.”

- Ketika kita menjadikan Allah sebagai Allah kita, maka umat-Nya pun harus menjadi bangsa kita dalam segala keadaan. Sekalipun mereka adalah orang miskin yang dipandang rendah, namun jika mereka milik-Nya, mereka harus menjadi milik kita juga.

- Setelah memutuskan menjadi bagian di antara mereka, kita harus mau bersedia sepenanggungan bersama mereka. Kita harus tunduk di bawah kuk yang sama dan menjalaninya dengan setia, mengangkat salib yang sama dan memikulnya dengan riang. Kita harus pergi ke mana Allah menyuruh kita, sekalipun ke tempat pembuangan, dan bermalam di mana Ia menyuruh kita, sekalipun di dalam penjara. Kita harus mati di mana Dia menetapkan kita untuk mati, serta membaringkan tulang-tulang kita di dalam kubur orang yang tegak hatinya, yang akan masuk ke dalam damai dan bersemayam di tempat peristirahatan mereka, sekalipun hanya di kuburan rakyat biasa.

- Kita harus mengambil keputusan untuk tetap teguh berjalan dan bertekun. Dalam hal ini, kesetiaan kita kepada Kristus harus lebih erat daripada kesetiaan Rut kepada Naomi. Ia bertekad tidak akan ada apa pun yang memisahkan mereka selain kematian. Namun, kita harus bertekad bahwa kematian pun tidak akan memisahkan kita dari tanggung jawab kepada Kristus. Dengan demikian, kita pun yakin bahwa kematian itu tidak akan memisahkan kita dari kebahagiaan dalam Kristus.

- Kita harus menambat jiwa kita dengan ikatan janji untuk tidak merusak keputusan iman ini, serta bernazar kepada Allah bahwa kita akan melekat pada-Nya. Jagalah baik-baik, maka kita akan tetap memilikinya. Orang yang bermaksud jujur tidak takut akan kepastian.

* Naomi pun terdiam (ay.18). Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia (inilah tujuan Naomi mengucapkan semua perkataan tadi, untuk memantapkan pikiran Rut dalam mengikut dirinya), ketika dilihatnya bahwa Rut telah menangkap maksudnya, ia pun puas, dan berhentilah ia berkata-kata kepadanya. Ia tidak menginginkan apa pun lagi selain pernyataan Rut yang sungguh-sungguh barusan. Lihatlah betapa kekuatan tekad dapat membungkam pencobaan. Orang yang tidak teguh hati dan mengikuti kehidupan beragama tanpa pikiran yang mantap justru akan menggoda si pencoba. Mereka seperti pintu yang setengah terbuka, mengundang kedatangan pencuri. Tetapi, keteguhan menutup serta mengancing rapat pintu itu, menahan iblis, dan memaksanya kabur.

Tafsiran Alkitab terjemahan bahasa Aram memaparkan perdebatan Naomi dan Rut seperti ini.
Rut berkata, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau, karena aku mau ikut menyembah Allah Israel.”
Jawab Naomi, “Kami diperintahkan untuk memelihara hari-hari Sabat dan hari-hari peringatan. Pada masa itu kami tidak boleh bepergian lebih dari 900 meter -" seperjalanan 1 hari Sabat.”
“Baik,” kata Rut, “ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku akan pergi.”
Jawab Naomi, “Kami diperintahkan untuk tidak tinggal semalaman dengan orang kafir.”
Ujar Rut, “Baik, di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam.”
Jawab Naomi, “Kami diperintahkan untuk mematuhi 613 aturan.”
“Baik,” kata Rut, “Apa pun yang dipatuhi bangsamu akan kupatuhi, karena mereka akan menjadi bangsaku.”
Naomi berkata, “Kami dilarang menyembah ilah lain mana pun.”
“Baik,” kata Rut, “Allahmulah Allahku.”
Tutur Naomi, “Kami memiliki empat macam hukuman mati bagi penjahat. Dirajam, dibakar, dicekik, dan dibantai dengan pedang.”
“Baik,” jawab Rut, “Di mana engkau mati, aku pun mati di sana.”
Kata Naomi, “Kami mempunyai gua-gua pekuburan.”
“Dan di sanalah,” kata Rut, “Aku akan dikuburkan.”

* Setelah perjalanan panjang yang berat, Naomi dan Rut akhirnya tiba di Betlehem. Dapat diduga, kelelahan dari perjalanan itu cukup terobati oleh nasihat yang diberikan Naomi kepada menantunya yang baru memeluk agamanya itu, dan oleh percakapan hangat mereka bersama. Mereka datang pada masa yang tepat, pada permulaan musim menuai jelai. Inilah panen pertama rakyat itu, yang diikuti oleh panen gandum sesudahnya. Sekarang, matanya sendiri meyakinkan dia akan kebenaran kabar yang didengarnya dari Moab, yakni bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Rut pun melihat negeri subur ini pada keadaannya yang terbaik. Kini, mereka punya kesempatan mengumpulkan persediaan untuk menghadapi musim dingin. Masa hidup kita ada dalam tangan Allah, baik peristiwanya maupun waktu terjadinya. Ada beberapa hal yang dicatat khusus dalam ayat-ayat di atas,

Kegemparan para tetangga atas peristiwa ini (ay.19). Gemparlah seluruh kota itu karena mereka. Kenalan lama Naomi mengerubungi dia untuk menanyakan keadaannya serta menyambut kedatangannya di Betlehem. Atau, mungkin juga mereka gempar karena dia, kalau-kalau ia harus menjadi tanggungan kota, sebab ia terlihat sangat miskin. Dengan kejadian ini, tampaknya Naomi dahulu adalah orang terpandang, kalau tidak, sekarang ia tidak akan diperhatikan begitu rupa seperti ini. Jika orang yang pernah berada pada kedudukan tinggi dan makmur mengalami kehancuran atau jatuh dalam kemelaratan maupun aib, kejatuhan itu akan sangat kentara. Mereka pun berkata, “Naomikah itu?” Yang berbicara adalah perempuan-perempuan Betlehem, hal ini tampak dari pemakaian kata yang merujuk pada kaum perempuan. Orang-orang yang dahulu akrab dengan Naomi terkejut melihat keadaannya. Ia begitu hancur dan berubah karena penderitaan, sampai-sampai orang-orang itu hampir tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Mereka juga tidak mengira bahwa sosok Naomi itu adalah orang yang sama dengan yang dahulu pernah mereka kenal, segar, cantik, dan ceria. Naomikah itu? Mawar yang layu sungguh berbeda dengan mawar yang mekar. Betapa Naomi sekarang telah menjadi sosok yang malang dibandingkan dengan keadaannya ketika masih makmur! “Inikah orang yang tidak bisa mencukupkan diri untuk hidup seperti tetangga-tetangganya, tetapi malah mengembara ke negeri asing? Lihatlah keadaannya sekarang!” Jika ada yang menghardik Naomi dengan perkataan itu, mencibir dia atas kesengsaraannya, berarti orang itu memiliki watak yang kejam dan hina. Tidak ada yang lebih biadab daripada memegahkan diri atas orang-orang yang jatuh. Namun, agaknya kebanyakan warga kota itu bertanya dengan rasa kasihan dan simpati, “Inikah Naomi, yang dulu hidup berkelimpahan, dan memelihara keluarganya dengan amat baik, dan begitu dermawan kepada orang miskin? Ah, sungguh pudar emas itu.“ Demikianlah orang yang pernah menyaksikan kemegahan Bait Suci pertama meratapi keburukan Bait Suci kedua. Camkanlah, dalam waktu singkat, penderitaan akan menyebabkan perubahan besar dan mengejutkan. Ketika kita melihat bagaimana penyakit dan usia renta mengubah manusia, raut muka dan watak mereka, maka kita bisa memikirkan perkataan orang-orang Betlehem, “Naomikah itu? Tidak akan ada yang bisa mengenalinya lagi.” Oleh anugerah-Nya, Allah membuat kita mengalami segala perubahan, khususnya perubahan besar!





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Sabtu, 21 Oktober 2023 - Rut 1:20-22 Berkat Tuhan Di Balik Penderitaan - Rut 1:20-22

Sebelum:
RHK GMIM Kamis, 19 Oktober 2023 - Komitmen Dan Kesetiaan Rut - Rut 1:14-16




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,