gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 549 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Kamis, 19 Oktober 2023

RHK GMIM Kamis, 19 Oktober 2023 - Komitmen Dan Kesetiaan Rut - Rut 1:14-16
Obor GMIM Kamis 19 Oktober 2023 - Keputusan Yang Benar - Rut 1:14-15

Rut 1:14-16
1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. 1:15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu." 1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

Penjelasan:
* Dengan mudah Orpa terbujuk untuk menyerah pada kecenderungan hatinya yang buruk, dan untuk kembali ke negerinya, kepada sanak saudaranya, dan ke rumah bapanya, ketika kini ia sudah siap untuk ke sana. Mereka berdua menangis pula dengan suara keras (ay. 14), tersentuh oleh kelemahlembutan yang diucapkan Naomi. Akan tetapi, keduanya menangkap ucapan itu dengan cara berbeda. Bagi Orpa, itu merupakan bau kematian yang mematikan. Gambaran Naomi tentang ketidaknyamanan yang harus mereka hadapi di Kanaan membuat Orpa kembali ke negeri Moab. Hal ini menjadi alasan baginya untuk murtad. Namun, sebaliknya, bagi Rut, perkataan Naomi menguatkan keputusannya dan kasihnya kepada mertuanya itu. Hikmat dan kebaikan Naomi pada saat seperti ini begitu memikat Rut, sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Maka, bagi Rut, perkataan Naomi tadi merupakan bau kehidupan yang menghidupkan.

(1) Lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri. Ia meninggalkan Naomi dengan kehangatan, berpamitan untuk seterusnya, tanpa niat untuk kembali mengikuti Naomi. Ia seperti orang yang mengatakan bahwa ia akan mengikut Kristus setelah menguburkan ayahnya atau berpamitan dahulu dengan keluarganya. Ciuman Orpa menunjukkan bahwa ia mengasihi Naomi dan berat untuk berpisah dengannya. Namun, kasihnya tidak cukup besar untuk rela meninggalkan negerinya demi Naomi. Demikianlah, banyak orang menghargai dan mengasihi Kristus, tetapi menolak keselamatan dari-Nya, sebab mereka tidak mau meninggalkan hal-hal lain demi Kristus. Mereka mengasihi Dia, tetapi meninggalkan-Nya, sebab lebih besar cinta mereka bagi hal lain daripada bagi Kristus. Itu sebabnya, orang muda yang meninggalkan Kristus pergi dengan sedih (Mat. 19:22). 

Akan tetapi,
(2) Rut tetap berpaut padanya. Kita tidak tahu kapan Rut berketetapan untuk mengikuti Naomi, apakah sejak ia pergi dari rumah atau bukan. Kemungkinan, keputusan itu telah dia buat sebelumnya, oleh karena kasihnya kepada Allah Israel yang telah dikenalnya lewat pengajaran Naomi, dan cintanya kepada hukum-Nya.

* Naomi membujuk Rut untuk pulang, lebih jauh lagi dengan menyebut teladan saudarinya itu (ay. 15). Telah pulang iparmu kepada bangsanya, dan karena itu, tentu saja kepada para allahnya. Apa pun juga yang Orpa lakukan selagi tinggal bersama mertuanya, tetap saja mustahil baginya untuk menghormati Allah Israel ketika ia pergi dan tinggal di antara penyembah dewa Kamos. Orang yang meninggalkan perkumpulan orang kudus dan kembali kepada bangsa Moab, pasti memutuskan persekutuannya dengan Allah dan memeluk ilah-ilah Moab. Jadi, pulanglah mengikuti iparmu itu. Artinya, kalau engkau mau pulang, pulanglah sekarang. Inilah ujian terbesar bagi kesetiaanmu. Bila engkau tahan dalam ujian ini, maka engkau akan menjadi milikku selamanya.” Cobaan untuk berpaling seperti yang diperbuat Orpa itu memang harus ada, supaya tampak siapa-siapa yang sempurna dan tulus, seperti halnya Rut dalam kesempatan ini.

* Rut pun mengakhiri perdebatan itu dengan pengakuan paling tulus tentang keputusannya yang sudah bulat. Ia tidak akan pernah meninggalkan Naomi ataupun kembali ke negerinya, kepada sanak saudaranya lagi (ay. 16-17).

Tidak ada pernyataan yang lebih murni dan lebih berani daripada ini. Sepeninggal Orpa, Rut tampak memiliki roh yang berbeda, perkataan yang berbeda. Ini merupakan contoh anugerah Allah yang mencondongkan hati manusia kepada pilihan yang lebih baik. Maka tariklah aku di belakangmu, dan marilah kita cepat-cepat pergi. Larangan Naomi justru membuat Rut semakin bulat hati. Sama seperti ketika Yosua berkata kepada umat Israel, “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN,” mereka pun semakin bergelora menjawab, “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”

[1] Rut memohon kepada mertuanya agar tidak mencegahnya lagi, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau. Sebab segala permohonanmu sekarang tidak bisa lagi menggoyahkan keputusan hatiku yang telah engkau tempa di dalamku dengan pengajaranmu selama ini. Perhatikanlah, orang yang telah berketetapan hati bagi Allah dan agama akan merasa kesal serta gelisah jika ia digoda dan dibujuk untuk mengubah kebulatan hatinya. Orang tidak berpikiran untuk mengubah hati seperti itu, tidak akan mau mendengar bujukan untuk mengubah hatinya. Janganlah desak aku. Tafsiran luas berbunyi, Janganlah menentang aku. Ingatlah, kita harus memperhitungkan orang-orang yang menentang kita sungguh sebagai musuh-musuh kita, yaitu yang mau merintangi kita masuk ke Kanaan sorgawi. Mereka mungkin saja sanak keluarga kita, tetapi tidak bisa menjadi kawan, kalau mereka mau menghalangi dan mematahkan semangat kita dalam menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.

[2] Rut sangat bersungguh-sungguh dalam keputusan hatinya untuk terus mengikuti Naomi dan tidak akan meninggalkannya. Apa yang dia ucapkan merupakan bahasa seseorang yang sudah berketetapan hati bagi Allah dan surga. Ia amat terpikat, bukan pada kecantikan, kekayaan, maupun keceriaan ibunya karena semua itu akan layu dan berlalu, melainkan pada hikmat, kebajikan, dan kemuliaan hatinya. Ketiga hal itu tetap ada pada Naomi sekalipun di tengah keadaan miskin dan menyedihkan, sehingga Rut pun berbulat hati untuk tetap berpegang erat pada mertuanya itu. Pertama, ia akan pergi bersama Naomi. “Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku akan pergi. Sekalipun harus ke negeri yang belum pernah kulihat dan di tengah lingkungan yang buruk dan hina yang sudah biasa bagiku. Sekalipun jauh dari negeriku sendiri, bersamamu setiap jalan pasti menyenangkan. Kedua, ia akan tinggal bersama Naomi. Di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku akan bermalam. Sekalipun di tempat yang tidak lebih baik daripada tempat Yakub bermalam, ketika ia harus tidur berbantalkan batu. Di mana engkau menegakkan tongkatmu, di situlah aku akan menegakkan tongkatku, di mana pun juga tempatnya. Ketiga, ia akan mengikuti kepentingan Naomi. Bangsamulah bangsaku. Dari sifat Naomi, dengan yakin Rut menyimpulkan bahwa bangsa yang besar itu merupakan umat yang bijaksana dan pengertian. Ia menilai mereka berdasarkan ibu mertuanya. Ke mana pun Naomi pergi, ia merupakan cerminan negerinya (demikian pula semua orang seharusnya belajar menjadi orang yang menyatakan hubungannya dengan negeri yang lebih baik, yaitu negeri sorgawi). Karena itulah, Rut merasa akan berbahagia jika diperhitungkan sebagai salah satu dari bangsa itu. “Bangsamu akan menjadi bangsaku, untuk bersekutu dengan mereka, menyesuaikan diri dengan mereka, dan peduli pada mereka.” Keempat, ia akan masuk ke agama Naomi. Demikianlah ia bertekad untuk menjadi usque ad aras bagi Naomi -" hingga sampai ke mezbah. “Allahmulah Allahku. Selamat tinggal semua ilah Moab, yang adalah kesia-siaan dan dusta. Aku akan memuja Allah Israel, satu-satunya Allah yang hidup dan yang sejati. Percaya kepada-Nya saja, melayani Dia, dan dipimpin oleh Dia dalam segala hal. Ini artinya menerima Tuhan sebagai Allah kita. Kelima, dengan senang hati Rut mau mati di ranjang yang sama. Di mana engkau mati, aku pun akan mati di sana. Ia percaya bahwa mereka berdua pasti akan mati, dan kemungkinan terbesar, Naomi yang lebih tua akan mati lebih dulu. Rut bertekad untuk tetap tinggal serumah dengannya hingga genap masa hidupnya. Hal ini juga menandakan keinginan Rut untuk turut berbagi dalam kebahagiaan Naomi dalam kematian. Rut berharap dapat mati di tempat yang sama, sebagai tanda bahwa ia mati dengan cara yang sama. “Biarkan aku mati seperti Naomi yang saleh, dan biarlah akhir hidupku sama seperti dia.” Keenam, Rut ingin disemayamkan dalam kubur yang sama, tulang-tulangnya dibaringkan di sisi Naomi. Dan di sanalah aku dikuburkan. Ia tidak ingin jasadnya dibawa kembali ke Moab sebagai tanda bahwa masih tersisa kebaikan untuk negerinya itu. Sebaliknya, karena telah bersatu jiwa dengan Naomi, ia ingin bersama dengannya walau sudah menjadi debu, dalam harapan akan dibangkitkan bersama-sama, dan bersama selamanya di dunia yang lain.

[3] Rut mendukung keputusannya untuk melekat pada Naomi dengan sumpah yang sungguh-sungguh: Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, ini merupakan bentuk kutukan pada zaman kuno, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut! Sebuah sumpah peneguhan mengakhiri perdebatan mereka, serta seterusnya menjadi tanggung jawab bagi Rut untuk tidak pernah meninggalkan jalan yang baik yang sekarang dia pilih itu. Pertama, hal ini menandakan bahwa kematian akan memisahkan mereka untuk sementara waktu. Ia bisa berjanji untuk mati dan dikuburkan di tempat yang sama, tetapi tidak dalam waktu yang sama. Mungkin saja terjadi bahwa Naomi mati lebih dahulu, dan hal itu akan memisahkan mereka. Camkanlah, kematian bisa memisahkan siapa pun yang tidak dapat dipisahkan oleh apa pun. Kita harus melihat masa kematian sebagai masa perpisahan, dan bersiap-siap untuk itu. Kedua, sudah ditetapkan bahwa tidak akan ada apa pun yang akan memisahkan mereka selain kematian. Entah itu kebaikan dari keluarga dan bangsa Rut sendiri, atau harapan akan keadaan yang lebih baik di antara orang Moab, atau sikap Israel yang tidak bersahabat, maupun rasa takut akan kelaparan dan aib di tengah mereka. “Tidak, aku sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan engkau.”





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Jumat, 20 Oktober 2023 - Kesetiaan Terhadap Keluarga - Rut 1:17-19

Sebelum:
RHK GMIM Rabu, 18 Oktober 2023 - Tuhan Sumber Kekuatan - Rut 1:11-13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,