|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Kamis, 7 September 2023 RHK GMIM Kamis, 7 September 2023 - 1 Yohanes 4:15-16 Obor GMIM Kamis 7 September 2023 - KRISTUS - 1 Yohanes 4:13-15 1 Yohanes 4:15-16 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Penjelasan: * Rasul Yohanes menyatakan keagungan, atau hak istimewa besar yang mengiringi pengakuan yang layak diberikan terhadap kebenaran ini: Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah (ay. 15). Pengakuan ini tampaknya mencakup iman di dalam hati sebagai landasan dari pengakuan itu, pernyataan dengan mulut bagi kemuliaan Allah dan Kristus, dan pengakuan di dalam kehidupan dan perilaku, yang berlawanan dengan sanjungan atau celaan dunia. Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus, dengan pembuktian dari luar dan pekerjaan dari dalam oleh Roh Kudus (1Kor. 12:3). Demikianlah orang yang mengakui Kristus, dan Allah di dalam Dia, diperkaya dengan atau dikuasai oleh Roh Allah, dan memiliki pengetahuan yang memuaskan mengenai Allah dan banyak kenikmatan kudus dari-Nya. Lalu, Rasul Yohanes menerapkan ini untuk menyulut kasih yang kudus. Kasih Allah dengan demikian dilihat dan digerakkan dalam Kristus Yesus: Dan dengan demikian kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita (ay. 16). Pewahyuan Kristen, yang harus membuat kita begitu menyayanginya, ialah pewahyuan akan kasih ilahi. Pokok-pokok iman kita yang tersingkap banyak di antaranya terkait dengan kasih ilahi. Sejarah mengenai Kristus Tuhan merupakan sejarah mengenai kasih Allah terhadap kita. Seluruh perkara-Nya di dalam dan dengan Anak-Nya merupakan pembuktian akan kasih-Nya terhadap kita, dan dimaksudkan untuk terus memajukan kita pada kasih kepada Allah: Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus (2Kor. 5:19). Dengan demikian kita bisa belajar, 1. Bahwa Allah adalah kasih (ay. 16). Dia adalah kasih yang paling hakiki dan tidak terhingga. Kasih-Nya tiada tandingannya dan tidak dapat terselami bagi kita di dunia ini, yang sudah ditunjukkan-Nya lewat pengutusan dan pengantaraan Putra terkasih-Nya. Inilah yang menjadi keberatan besar dan prasangka melawan pewahyuan Kristen, yaitu bahwa kasih Allah begitu janggal dan tak berdasar, sampai-sampai Dia memberikan Anak-Nya sendiri yang kekal bagi kita. Inilah yang menjadi prasangka banyak orang melawan kekekalan dan ketuhanan Sang Anak, bahwa seorang yang sedemikian agungnya masakan harus diberikan bagi kita. Memang, saya akui ini penuh misteri dan tidak dapat terselami. Namun, memang ada kekayaan yang tak terselidiki di dalam Kristus. Sayang sekali bahwa kebesaran kasih ilahi malah dijadikan prasangka melawan penyingkapan dan kepercayaan terhadap kasih itu. Tetapi apa pula yang tidak akan diperbuat Allah saat Dia bermaksud menunjukkan tingginya kesempurnaan-Nya? Saat Dia hendak memperlihatkan kuasa dan hikmat-Nya, Dia pun menciptakan dunia yang seperti ini. Saat Dia hendak menunjukkan lebih banyak kebesaran dan kemuliaan-Nya, diciptakan-Nyalah sorga bagi roh-roh yang melayani di depan takhta. Jadi, apa yang tidak akan diperbuat-Nya saat Dia bermaksud menunjukkan kasih-Nya, dan untuk memperlihatkan kasih-Nya yang terluhur, atau bahwa Dia sendiri adalah kasih, atau bahwa kasih-Nya itu adalah salah satu dari keunggulan-keunggulan yang paling gemilang, berharga, mengatasi segalanya, ampuh, dari kodrat-Nya yang tidak terbatas? Dan kasihNya ini bukan hanya ditunjukkan kepada kita saja, melainkan kepada dunia malaikat, dan kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara, dan ini bukan sekedar untuk sejenak mengejutkan kita saja, melainkan demi mendatangkan rasa kagum, pujian, penyembahan, dan ketakjuban kita terhadap Dia yang Mahakuasa untuk selama-lamanya. Jadi apa yang tidak akan diperbuat Allah? Tentunya akan terlihat lebih sesuai bagi maksud, dan kebesaran, dan makna dari kasih-Nya itu (jika saya bisa menyebutnya demikian) untuk memberikan Anak-Nya yang kekal bagi kita, daripada dengan sengaja menciptakan seorang Anak bagi kelepasan kita. Dalam tindakan seperti itu, yaitu memberikan Anak-Nya yang tunggal, yang hakiki dan kekal bagi kita dan kepada kita, Dia sungguh hendak mengulurkan kasih-Nya kepada kita. Dan apakah yang tidak akan diperbuat Allah yang penuh kasih itu saat dia merencanakan untuk mengulurkan kasihNya, dan mengulurkan-Nya dengan disaksikan oleh sorga, dan bumi, dan neraka, dan saat Dia akan mengulurkan diri-Nya dan menawarkan diri-Nya kepada kita, supaya kita diyakinkan sepenuh-penuhnya dan memiliki kasih seperti kasih-Nya itu? Dan bagaimana jika pada akhirnya akan terbukti (yang hanya bisa saya tawarkan untuk dipertimbangkan oleh orang yang bijaksana) bahwa kasih ilahi itu, dan terutama kasih Allah di dalam Kristus, memang menjadi dasar dari kemuliaan sorga, yang kini sedang dinikmati oleh roh-roh yang melayani dan berlaku seturut dengannya, dan dasar dari keselamatan dunia ini, dan juga dasar dari siksaan neraka? Yang terakhir ini tampaknya paling janggal. Tapi bagaimana jika terbukti nantinya bukan hanya bahwa Allah adalah kasih bagi-Nya sendiri, dalam menegakkan hukum, pemerintahan, kasih, dan kemuliaan-Nya, tetapi juga bahwa para orang yang terkutuk dijadikan terkutuk, atau dihukum seperti itu, (1) Sebab mereka meremehkan kasih Allah yang sudah dijelmakan dan ditunjukkan itu. (2) Sebab mereka menolak untuk dikasihi dalam apa yang telah diulurkan dan dijanjikan kepada mereka. (3) Karena mereka membuat diri mereka tidak layak menjadi sasaran kepuasan dan kebahagiaan ilahi. Jika hati nurani orang-orang terkutuk menuduhkan hal-hal tersebut kepada mereka, dan terutama karena menolak karya tertinggi kasih ilahi, dan jika bagian penciptaan yang paling agung dan berakal budi justru berupa keadaan diberkati melalui karya kasih ilahi itu, maka yang dapat digambarkan dengan indah mengenai seluruh ciptaan Allah adalah bahwa Allah adalah kasih. 2. Bahwa sebagai akibatnya, barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (ay. 16). Ada persekutuan agung antara Allah sumber kasih dan jiwa yang mengasihi, yaitu, orang yang mengasihi ciptaan Allah, sesuai dengan hubungan ciptaan itu dengan Allah, yang menerima Dia dan memiliki kepentingan di dalam Dia. Orang yang berdiam dalam kasih yang kudus memiliki kasih Allah yang telah dicurahkan di dalam hatinya, memiliki pengaruh Allah tertanam dalam rohnya, Roh Allah menyucikan dan memeteraikan dia. Juga, dia hidup dengan merenungkan, memandang, dan mengecap kasih ilahi, dan mendambakan untuk segera berdiam dengan Allah selama-lamanya. Obor GMIM Kamis 7 September 2023 - KRISTUS - 1 Yohanes 4:13-15 1 Yohanes 4:13-15 4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Penjelasan: * Kasih Kristen merupakan jaminan kediaman ilahi: Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita (ay. 12). Kini Allah berdiam di dalam kita, bukan dengan kehadiran yang tampak, atau penampilan fisik yang segera terlihat bagi mata (Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah ([ay. 12]), melainkan oleh Roh-Nya (ay. 13), atau, “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Dia tidak hadir di dunia sini dengan menunjukkan diri-Nya di depan mata atau indra langsung kita, dan karena itu Dia juga tidak meminta dan mengharuskan kita untuk mengasihi Dia dengan cara demikian. Sebaliknya, Ia meminta dan mengharapkan kasih kita ditunjukkan dalam cara yang dianggap-Nya layak untuk diterima dan dituntut-Nya, yaitu dalam gambaran yang sudah diberikan-Nya mengenai diri-Nya sendiri dan kasih-Nya (dan dengan demikian mengenai kesukaan hati-Nya juga) dalam jemaat yang am, dan terutama di antara saudara-saudara seiman, para anggota jemaat itu. Allah harus dikasihi di dalam mereka, dan dalam penampakan jati diri-Nya bagi dan bersama mereka. Demikianlah, jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita. Para kekasih suci dari saudara-saudara seiman merupakan bait Allah. Keagungan ilahi memiliki kediaman yang istimewa di sana.” * Di sinilah kasih ilahi meraih tujuan dan pencapaian yang berarti di dalam kita: “Dan kasih-Nya sempurna di dalam kita (ay. 12). Kasih itu sudah dituntaskan di dalam dan atas kita. Kasih Allah tidak disempurnakan di dalam Dia, melainkan di dalam dan bersama kita. Kasih-Nya tidak dapat dirancangkan begitu saja untuk tidak berdaya guna dan tidak berbuah atas kita. Saat tujuan dan maksud dari kasih-Nya yang tulus itu tercapai dan dihasilkan di dalam dan atas kita, maka boleh dibilang kasih itu sudah disempurnakan. Demikianlah iman disempurnakan oleh perbuatan, dan kasih disempurnakan oleh pekerjaannya. Saat kasih ilahi sudah bekerja dalam diri kita dan menghasilkan rupa yang sama, yaitu menjadikan kita memiliki kasih kepada Allah, dan dengan demikian kasih terhadap saudara-saudara seiman, yaitu anak-anak Allah, demi Dia, maka kasih itu pun disempurnakan dan dituntaskan, meskipun kasih kita saat ini tidaklah sempurna, begitu pula dengan tujuan akhir kasih ilahi bagi kita.” Betapa kita harus memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan kasih persaudaraan Kristen ini, sebab Allah menganggap kasih-Nya sendiri terhadap kita disempurnakan di dalamnya! Terhadap hal inilah Rasul Yohanes, setelah menyebutkan kebaikan besar Allah yang berdiam di dalam kita, menambahkan catatan dan kekhasan mengenai kasih persaudaraan itu: Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya (ay. 13). Tentu saja kediaman timbal balik ini merupakan sesuatu yang lebih mulia dan lebih hebat daripada yang kita sudah kenali atau yang dapat kita kumandangkan. Orang mungkin berpikir bahwa membicarakan Allah yang berdiam di dalam kita, dan kita di dalam Dia, terlalu angkuh untuk para makhluk fana, seandainya Allah tidak memulainya terlebih dulu. Makna kediaman timbal balik seperti ini sudah diterangkan dengan singkat dalam pasal 3:24. Arti sepenuhnya haruslah diserahkan pada pewahyuan mengenai dunia yang terberkati ini. Tetapi kita mengenali kediaman timbal balik ini, tutur Rasul Yohanes, sebab Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dia sudah menanamkan rupa dan buah Roh-Nya di dalam hati kita (ay. 13), dan Roh yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita itu ternyata adalah milik-Nya, atau berasal dari-Nya, karena Roh itu adalah Roh yang membangkitkan kekuatan, hasrat dan hati bagi Allah. Roh yang membangkitkan kasih terhadap Allah dan manusia, dan (Roh) ketertiban, Roh yang memberi pengajaran dan pemahaman yang benar tentang perkara-perkara Allah dan agama serta kerajaan-Nya di antara manusia (2Tim.1:7). * Rasul Yohanes menyatakan keagungan, atau hak istimewa besar yang mengiringi pengakuan yang layak diberikan terhadap kebenaran ini: Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah (ay. 15). Pengakuan ini tampaknya mencakup iman di dalam hati sebagai landasan dari pengakuan itu, pernyataan dengan mulut bagi kemuliaan Allah dan Kristus, dan pengakuan di dalam kehidupan dan perilaku, yang berlawanan dengan sanjungan atau celaan dunia. Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus, dengan pembuktian dari luar dan pekerjaan dari dalam oleh Roh Kudus (1Kor. 12:3). Demikianlah orang yang mengakui Kristus, dan Allah di dalam Dia, diperkaya dengan atau dikuasai oleh Roh Allah, dan memiliki pengetahuan yang memuaskan mengenai Allah dan banyak kenikmatan kudus dari-Nya.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Jumat, 8 September 2023 - Kasih Allah Membebaskan Ketakutan - 1 Yohanes 4:17-18 Sebelum: RHK GMIM Rabu, 6 September 2023 - Roh Allah Memampukan Bersaksi Tentang Kasih - 1 Yohanes 4:11-13 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,