gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 568 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Jumat, 8 September 2023

RHK GMIM Jumat, 8 September 2023 - Kasih Allah Membebaskan Ketakutan - 1 Yohanes 4:17-18
Obor GMIM Jumat 8 September 2023 - Kasih: Buah Percaya - 1 Yohanes 4:16-18

1 Yohanes 4:17-18
4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Penjelasan:
* Kasih Ilahi (4:17-21)
Rasul Yohanes, setelah menggalakkan dan menekankan kasih suci dengan memberikan contoh dan alasan agungnya, yaitu kasih yang adalah Allah dan berdiam di dalam Allah sendiri, terus menganjurkannya lebih jauh lagi dengan pertimbangan-pertimbangan lainnya, dan dia menganjurkannya dalam kedua cabangnya, baik sebagai kasih terhadap Allah, maupun terhadap saudara kita atau sesama orang Kristen.

* Sebagai kasih terhadap Allah, terhadap sang primum amabile -" yang pertama dan kepala dari seluruh mahluk dan hal-hal yang layak dikasihi, yang adalah titik temu dari seluruh keindahan, keunggulan, dan keelokan dalam diri-Nya, dan menganugerahkan kepada mahluk-mahluk lain apa pun yang menjadikan mereka baik dan layak dikasihi. Di sini, kasih terhadap Allah tampaknya dianjurkan berdasarkan alasan-alasan berikut:

1. Kasih itu akan memberi kita kedamaian dan kepuasan roh di hari ketika kasih itu paling diperlukan, atau ketika kasih itu akan menjadi kenikmatan dan berkat terbesar yang bisa dibayangkan: Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman (ay. 17). Pasti ada hari penghakiman atas seluruh dunia. Berbahagialah mereka yang memiliki keberanian kudus di hadapan Sang Hakim pada hari itu, yang mampu mengangkat kepala mereka dan memandang langsung wajahNya, dengan mengetahui Dia sebagai sahabat dan pembela mereka! Berbahagialah mereka yang memiliki keberanian dan keyakinan dalam pengharapan akan hari itu, yang memandang dan menanti-nantikan hari itu, dan menunggu kemunculan Sang Hakim! Begitulah, dan memang layak untuk melakukan begitu, orang-orang yang mengasihi Allah. Kasih mereka terhadap Allah membuat mereka yakin akan kasih Allah terhadap mereka, dan dengan demikian juga akan persahabatan mereka dengan Anak Allah. Semakin dalam kita mengasihi sahabat kita, terutama saat kita yakin dia mengetahuinya, maka semakin besar pula kita bisa mempercayai kasihnya. Karena Allah itu baik dan penyayang, dan setia terhadap janjiNya, maka kita pun bisa dengan mudahnya yakin akan kasihNya, dan akan buah-buah membahagiakan dari kasih-Nya, dan kita pun bisa berkata, Engkau yang tahu segala sesuatu, tahu bahwa kami mengasihi Engkau. Dan pengharapan tidaklah membuat malu. Pengharapan kita, yang timbul dari pertimbangan mengenai kasih Allah, tidak akan mengecewakan kita, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Rm. 5:5). Mungkin di sini, yang dimaksudkan dengan kasih Allah ialah kasih kita terhadap Allah, yang dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus. Inilah dasar pengharapan kita, atau keyakin an kita, bahwa pengharapan kita pada akhirnya akan mendatangkan kebaikan. Atau, jika kasih Allah di sini berarti rasa dan pemahaman mengenai kasih-Nya terhadap kita, maka ini harus berarti juga atau termasuk kita sebagai orang-orang yang mengasihi-Nya. Dan memang, rasa dan bukti kasih-Nya terhadap kita mencurahkan kasih terhadap-Nya di dalam hati kita, dan karena itulah kita memiliki keyakinan terhadap-Nya dan kedamaian serta kebahagiaan di dalam Dia. Dia akan memberikan mahkota kebenaran kepada semua orang yang mengasihi kemunculan-Nya. Dan kita memiliki keberanian menghadap Kristus karena keserupaan kita dengan-Nya: karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini (ay. 17). Kasih sudah membuat kita serupa dengan-Nya, sebagaimana Dia adalah kekasih Allah dan manusia, Dia pun sudah mengajari kita untuk menjadi seperti itu sesuai dengan kemampuan kita, dan Dia tak akan menyangkal gambar-Nya sendiri. Kasih mengajari kita untuk serupa dalam penderitaan juga. Kita menderita bagi-Nya dan dengan-Nya, dan karena itu kita bisa berharap dan percaya bahwa kita juga akan dimuliakan bersama dengan Dia (2Tim. 2:12).

2. Kasih mencegah atau menyingkirkan akibat dan buah yang tidak menyenangkan dari rasa takut yang memperbudak: Di dalam kasih tidak ada ketakutan (ay. 18). Sejauh kasih berkuasa, rasa takut pun berhenti. Di sini, menurut hemat saya, kita harus membedakan antara rasa takut dan ketakutan. Atau, dalam kasus ini, di antara rasa takut akan Allah dan merasa ketakutan terhadap-Nya. Rasa takut akan Allah sering kali disebut-sebut dan diperintahkan sebagai inti dari agama (1Ptr. 2:17; Why. 14:7), dengan demikian rasa takut itu mengandung makna rasa hormat dan kagum yang tinggi terhadap Allah dan kewenangan serta pemerintahan-Nya. Rasa takut seperti itu sesuai dengan kasih, ya, dengan kasih yang sempurna, seperti yang juga dimiliki para malaikat. Tetapi ada juga rasa ketakutan terhadap Allah, yang ditimbulkan oleh perasaan bersalah, dan harap-harap cemas mengenai kesempurnaan-kesempurnaan-Nya yang memberi hukuman. Dalam pertimbangan ini, Allah digambarkan sebagai api yang menghanguskan. Jadi rasa takut di sini bisa diartikan sebagai kegentaran. Di dalam kasih tidak ada kegentaran. Kasih menganggap yang dikasihi itu baik dan unggul, dan karenanya menyenangkan dan layak dikasihi. Kasih menganggap Allah sebagai yang paling baik, dan yang paling mengasihi kita di dalam Kristus, dan dengan demikian menghapuskan kegentaran dan menaruh rasa sukacita orang di dalam Dia. Dan, seiring dengan bertumbuhnya kasih, sukacita juga bertumbuh, sehingga kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan atau rasa gentar. Orang-orang yang benar-benar mengasihi Allah karena sifat, nasihat, dan kovenan-Nya, juga benar-benar yakin akan kasih-Nya, dan sebagai akibatnya, mereka juga bebas dari dugaan menakutkan apa pun mengenai kuasa dan keadilan penghukuman-Nya, sebab mereka dipersenjatai untuk menghadapinya. Mereka tahu betul bahwa Allah mengasihi mereka, dan mereka pun bermegah di dalam kasih-Nya. Dengan begitu, Rasul Yohanes dengan bijak menekankan bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan ini, bahwa kasih yang melenyapkan hukuman juga melenyapkan rasa takut atau kegentaran: sebab ketakutan mengandung hukuman (ay. 18). Rasa takut diketahui sebagai gejolak perasaan yang meresahkan dan menyiksa, terutama ketakutan berupa rasa gentar terhadap Allah Mahakuasa yang menuntut balas. Tetapi, kasih yang sempurna melenyapkan hukuman, sebab kasih itu mengajari pikiran rasa tenteram dan kepuasan sempurna dalam diri Sang Terkasih, dan karena itulah kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Atau, yang juga sejajar di sini, barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih (ay. 18). Itu adalah tanda bahwa kasih kita jauh dari sempurna, karena banyaknya keraguan, ketakutan, dan pemahaman kita yang menggelisahkan mengenai Allah. Marilah kita menanti-nantikan, dan bergiat menuju dunia kasih yang sempurna, di mana ketenteraman dan sukacita dalam Allah akan sesempurna kasih kita!







Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Sabtu, 9 September 2023 - Mengasihi Saudara Wujud Mengasihi Allah - 1 Yohanes 4:19-20

Sebelum:
RHK GMIM Kamis, 7 September 2023 - 1 Yohanes 4:15-16




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,