|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu 2 Oktober 2022 Khotbah GMIM Minggu 2 Oktober 2022 - Firman Tuhan dan Janji Pemulihan - Yeremia 30:1-24Yeremia 30:1-24 Janji pemulihan Israel 30:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 30:2 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab. 30:3 Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda -- firman TUHAN -- dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya." 30:4 Inilah perkataan-perkataan yang telah difirmankan TUHAN tentang Israel dan tentang Yehuda: 30:5 "Sungguh, beginilah firman TUHAN: Telah kami dengar jerit kegentaran, kedahsyatan dan tidak ada damai. 30:6 Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan? Mengapakah setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan? Mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat? 30:7 Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. 30:8 Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing. 30:9 Mereka akan mengabdi kepada TUHAN, Allah mereka, dan kepada Daud, raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi mereka. 30:10 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. 30:11 Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah. 30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! 30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu! 30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar. 30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu. 30:16 Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan. 30:17 Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya. 30:18 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli. 30:19 Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi. 30:20 Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku; Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. 30:21 Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri, dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka; Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku, sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN. 30:22 Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu." 30:23 Lihatlah, angin badai TUHAN, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, -- angin puting beliung -- dan turun menimpa kepala orang-orang fasik. 30:24 Murka TUHAN yang menyala-nyala itu tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan mengerti hal itu. Penjelasn: * Janji-janji Rahmat (30:1-9) Di sini, I. Yeremia dibimbing untuk menuliskan apa yang telah dikatakan Allah kepadanya, yang mungkin merujuk pada semua nubuat sebelumnya. Ia harus menuliskannya dan menyebarkannya, dengan harapan supaya orang yang belum mendapat manfaat ketika mendengar apa yang dia katakan, dapat lebih mempertimbangkannya lagi dengan tenang dengan membacanya. Atau lebih tepatnya, yang harus ditulisnya itu merujuk pada janji-janji pembebasan mereka, yang sering kali dicampurkan dengan pokok-pokok pembicaraan lain dari sang nabi. Ia harus mengumpulkan perkataan-perkataan itu dan menempatkannya bersama-sama, dan Allah sekarang akan menambahkan kepada bahan-bahan itu banyak perkataan serupa. Ia harus menuliskannya untuk angkatan-angkatan yang akan datang, yang akan melihat penggenapannya, dan dengan demikian iman mereka terhadap nubuat itu diteguhkan. Ia harus menuliskannya bukan dalam sepucuk surat, seperti yang dia tuliskan dalam pasal sebelumnya kepada orang-orang buangan, melainkan dalam suatu kitab, untuk disimpan dengan hati-hati sebagai arsip, atau disimpan di antara gulungan-gulungan kitab secara umum, atau dimasukkan ke dalam daftar kitab negara. Daniel memperhatikan kumpulan-kumpulan kitab ini ketika pembuangan akan segera berakhir (Dan. 9:2). Yeremia harus menuliskannya dalam sebuah kitab, bukan dalam kertas-kertas lepas: “Sebab waktunya akan datang, tetapi sekarang masih jauh, ketika Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda, yaitu sejumlah besar orang dari sepuluh suku, bersama sejumlah besar orang dari kedua suku tersebut” (ay. 3). Dan nubuat ini harus ditulis, supaya dapat dibaca juga pada saat itu, sehingga akan terlihat bagaimana penggenapannya tepat seperti nubuatnya, yang merupakan satu tujuan dituliskannya nubuat-nubuat itu. Disiratkan bahwa mereka akan menjadi kekasih Allah oleh karena nenek moyang (Rm. 11:28). Sebab alasan mengapa Allah akan membawa mereka kembali ke Kanaan adalah sebab negeri itu adalah negeri yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka, yang karena itu mereka akan memilikinya. II. Ia dibimbing mengenai apa yang harus ditulis. Kata-kata yang dituliskan harus sama persis seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus (ay. 4). Ini adalah kata-kata yang diperintahkan Allah untuk ditulis. Dan janji-janji yang ditulis dengan perintah-Nya adalah benar-benar firman-Nya, sama seperti sepuluh perintah yang ditulis dengan jari-Nya. 1. Ia harus menuliskan gambaran tentang ketakutan dan kecemasan yang saat itu tengah melingkupi orang banyak, dan yang mungkin akan tetap melingkupi mereka setiap kali ada serangan dari tentara Kasdim terhadap mereka. Hal ini akan membuat pembebasan mereka jauh lebih ajaib dan disambut (ay. 5): Telah kami dengar jerit kegentaran " pekik-pekik kengerian yang menggema setelah mendengar tanda-tanda bahaya. Nabi-nabi palsu berkata kepada mereka bahwa mereka pasti akan mendapat kedamaian, tetapi dikatakan di sini ada kedahsyatan dan tidak ada damai, demikian dalam tafsiran yang agak luas. Tidak heran jika dari luar ada pertengkaran, dari dalam ada ketakutan. Kaum laki-laki, bahkan para prajurit, akan merasa sangat kepayahan menghadapi malapetaka-malapetaka yang menimpa bangsa mereka, akan tenggelam di dalamnya, dan menyerah kepadanya, dan akan terlihat seperti perempuan yang hendak bersalin, yang terasa luar biasa sakit, dan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat lolos darinya (ay. 6). Kamu tidak pernah mendengar seorang laki-laki sakit bersalin, dan di sana sini kamu tidak menemukan laki-laki yang penakut. Namun, setiap laki-laki tangannya pada pinggangnya, dalam kesakitan dan penderitaan yang teramat pedih, seperti seorang perempuan yang melahirkan, ketika mereka melihat kota-kota mereka dibakar dan desa-desa mereka diporakporandakan. Tetapi kesakitan ini dibandingkan dengan kesakitan seorang perempuan yang hendak bersalin, bukan dengan kesakitan orang yang sedang terbaring menghadapi ajal, sebab kesakitan itu akan berakhir dalam sukacita, dan kesakitan itu, seperti kesakitan perempuan yang hendak bersalin, akan terlupakan. Setiap muka akan berubah menjadi pucat. Kata itu tidak hanya menandakan orang yang pucat karena mendadak ketakutan, tetapi juga pucat sebagai akibat dari keadaan tubuh yang buruk, seperti penyakit kuning. Sang nabi meratapi malapetaka itu ketika ia mendapat penglihatan tentangnya (ay. 7): Hai, alangkah hebatnya hari itu, hari penghakiman, yang disebut hari besar, hari TUHAN yang hebat dan dahsyat (Yl. 2:31; Yud. 1:6), hari yang besar, yang tidak ada taranya. Demikianlah kehancuran terakhir Yerusalem dikatakan oleh Juruselamat kita sebagai kehancuran yang tak ada bandingnya (Mat. 24:21). Itulah waktu kesusahan bagi Yakub, waktu yang menyedihkan, ketika umat yang mengakui Allah akan ditimpa kesusahan melebihi bangsa-bangsa lain. Seluruh masa pembuangan itu adalah masa kesusahan bagi Yakub. Dan masa-masa seperti itu harus diratapi sungguh-sungguh oleh semua orang yang peduli terhadap kesejahteraan Yakub dan kehormatan Allah Yakub. 2. Yeremia harus menuliskan jaminan-jaminan yang sudah diberikan Allah bahwa kesudahan yang membahagiakan akan mengakhiri malapetaka-malapetaka ini. (1) Kesusahan-kesusahan Yakub akan berakhir: Ia akan diselamatkan dari padanya. Walaupun bisa saja penderitaan-penderitaan jemaat berlangsung lama, tetapi itu tidak akan berlangsung selamanya. Dari TUHAN datang pertolongan, dan keselamatan akan dikerjakan bagi jemaat-Nya. (2) Mereka yang menyusahkan Yakub akan dibuat tidak mampu melakukan kejahatan lebih jauh lagi terhadapnya, dan kepada mereka akan diadakan perhitungan atas kejahatan yang telah mereka perbuat terhadapnya (ay. 8). TUHAN semesta alam, yang memiliki segala kuasa di tangan-Nya, turun tangan untuk melakukannya: “Aku akan mematahkan kuk dari tengkukmu, yang sudah lama menindihmu dengan begitu berat, dan sudah menyakitkan hatimu dengan begitu pedih. Aku akan memutuskan tali-tali pengikatmu, dan memulihkan kepadamu kebebasan dan ketenangan, dan engkau tidak akan lagi berada di bawah perintah orang-orang asing, tidak akan mengabdi lagi kepada mereka, juga mereka tidak akan lagi dilayani olehmu. Mereka tidak akan lagi memperkaya diri mereka dengan harta bendamu atau dengan jerih payahmu.” Dan, (3) Apa yang memahkotai dan melengkapi rahmat itu adalah bahwa mereka akan kembali dapat menjalankan agama mereka dengan bebas (ay. 9). Mereka akan dibebaskan untuk tidak lagi melayani musuh-musuh mereka, bukan supaya mereka bisa hidup seenaknya dan berbuat sesuka hati, tetapi supaya mereka mengabdi kepada TUHAN, Allah mereka, dan kepada Daud, raja mereka, supaya mereka kembali hidup teratur, di bawah pemerintahan yang ditegakkan, baik di dalam jemaat maupun negara. Alasan mengapa mereka ditimpa kesusahan dan dibuat mengabdi kepada musuh-musuh mereka adalah sebab mereka tidak mengabdi kepada TUHAN Allah mereka, seperti yang seharusnya mereka lakukan, dengan sukacita dan gembira hati (Ul. 28:47). Tetapi, ketika tiba waktunya bagi mereka untuk diselamatkan dari kesusahan mereka, Allah akan mempersiapkan dan melayakkan mereka untuk mengabdi kepada-Nya, dengan memberi mereka hati untuk melayani Dia. Dan Ia akan membuat hal ini dua kali lipat menghibur dengan memberi mereka kesempatan untuk mengabdi kepada-Nya. Alasan mengapa kita dilepaskan dari tangan musuh adalah yaitu supaya kita dapat beribadah kepada Allah (Luk. 1:74-75). Pembebasan dari malapetaka-malapetaka yang sementara baru akan betul-betul menjadi rahmat bagi kita apabila dengannya kita mendapati diri kita terdorong dan bersemangat dalam melayani Allah. Mereka akan melayani Allah mereka sendiri, dan tidak akan dicondongkan, seperti pada masa kemurtadan mereka dulu, atau dipaksa, seperti pada masa pembuangan mereka belakangan ini, untuk melayani allah-allah lain. Mereka akan mengabdi kepada Daud, raja mereka, yaitu pemerintah-pemerintah yang dari waktu ke waktu akan ditetapkan Allah atas mereka, dari garis keturunan Daud (seperti Zerubabel), atau yang setidak-tidaknya duduk di kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud, seperti Nehemia. Tetapi pasti hal ini memiliki makna lebih jauh. Alkitab bahasa Aram membacanya demikian, mereka akan mematuhi (atau mendengarkan) Mesias (atau Kristus), Anak Daud, Raja mereka. Kepada-Nyalah para penafsir Yahudi menerapkannya. Zaman yang dimulai ketika mereka kembali dari pembuangan itu menghantarkan mereka kepada Mesias. Dia disebut sebagai Daud Raja mereka, karena Dia adalah Anak Daud (Mat. 22:42), dan nama itu sesuai dengan-Nya (Mat. 20:31-32). Daud adalah perlambang yang termasyhur dari Mesias, baik dalam kerendahan-Nya maupun dalam kebesaran-Nya. Perjanjian rajawi yang dibuat dengan Daud terutama merujuk pada-Nya, dan di dalam Dia janji-janji dari perjanjian itu digenapi secara utuh. Allah memberi-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Allah membangkitkan-Nya bagi mereka, melantik-Nya di Sion, gunung yang kudus. Allah dalam Perjanjian Baru sering kali dikatakan telah membangkitkan Yesus, membangkitkan-Nya sebagai Raja (Kis. 3:26; 13:23, 33). Cermatilah, [1] Orang-orang yang mengabdi kepada Tuhan sebagai Allah mereka harus juga mengabdi kepada Daud Raja mereka, harus menyerahkan diri mereka kepada Yesus Kristus, untuk diatur oleh-Nya. Sebab semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa, dan mengabdi serta menyembah Allah melalui Dia sebagai Pengantara. [2] Orang-orang yang dibebaskan dari perbudakan rohani harus memperlihatkan bahwa mereka memang sudah bebas dengan menyerahkan diri untuk mengabdi kepada Kristus. Orang-orang yang diberi-Nya kelegaan harus mau memikul kuk-Nya. * (30:10-17) Dalam ayat-ayat ini, seperti dalam ayat-ayat sebelumnya di atas, keadaan orang-orang Yahudi yang menyedihkan dalam pembuangan dikemukakan. Tetapi ada banyak janji berharga yang diberikan kepada mereka, bahwa mereka akan dibebaskan pada waktunya dan keselamatan yang mulia akan dikerjakan bagi mereka. I. Allah sendiri tampil melawan mereka: Ia menyerakkan mereka (ay. 11, KJV). Ia melakukan semuanya ini kepada mereka (ay. 15). Semua malapetaka yang menimpa mereka datang dari tangan-Nya. Tak peduli siapa pun yang dijadikan alat-alatnya, Dialah pelaku utamanya. Dan ini membuat keadaan mereka sangat menyedihkan, bahwa Allah, bahkan Allah mereka sendiri, berbicara mengenai mereka, untuk meruntuhkan dan menghancurkan. Nah, 1. Ini dimaksudkan oleh-Nya sebagai hajaran seorang bapak, dan bukan untuk maksud lain (ay. 11): “Aku akan menghajar engkau menurut hukum, atau menurut penghakiman, dengan kebijaksanaan, tidak lebih dari yang pantas engkau dapatkan, bahkan, tidak lebih dari yang dapat engkau tanggung.” Apa yang dilakukan Allah terhadap umat-Nya adalah menghajar untuk membetulkan, dan hajaran itu selalu diperlunak dengan kasih dan selalu timbul dari kasih: “Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah (KJV: Aku tidak akan membiarkan engkau tidak dihukum sama sekali), seperti yang kamu kira, karena hubunganmu dengan-Ku.” Perhatikanlah, mengaku beragama, meskipun kelihatannya begitu dapat dipercaya, sama sekali tidak akan membuat kita kebal di dalam dosa. Allah tidak membeda-bedakan orang, tetapi akan menunjukkan kebencian-Nya terhadap dosa di mana pun Ia menemukannya, dan bahwa Ia paling membencinya dalam diri orang-orang yang paling dekat dengan-Nya. Allah di sini menghajar umat-Nya karena kesalahan mereka banyak, dan karena dosa mereka berjumlah besar (ay. 14-15). Adakah dukacita kita berlipat ganda, dan apakah dukacita itu bertambah banyak? Kita harus mengakui bahwa itu disebabkan oleh dosa-dosa kita yang berlipat ganda dan bertambah banyak. Kesalahan-kesalahan bertumbuh dalam diri kita, dan karena itu kesusahan-kesusahan bertumbuh atas diri kita. Akan tetapi, 2. Apa yang diniatkan Allah sebagai hajaran seorang bapak, ditafsirkan oleh mereka dan orang lain sebagai tindakan permusuhan. Mereka memandang Dia telah memukul mereka dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis (ay. 14), seolah-olah Ia telah merancangkan kehancuran mereka, dan tidak meringankan hajaran itu atau menyimpan belas kasihan bagi mereka. Memang tampak seolah-olah Allah telah bertindak demikian keras terhadap mereka, seolah-olah Ia telah berubah menjadi musuh mereka, dan berperang melawan mereka (Yes. 63:10). Ayub mengeluh bahwa Allah telah menjadi kejam terhadapnya dan memperbanyak lukanya. Ketika masalah-masalah menjadi besar dan lama, kita perlu menjaga hati kita dengan waspada, supaya kita tidak menyuburkan pemikiran-pemikiran yang keras seperti ini tentang Allah dan pemeliharaan-Nya. Hajaran-Nya adalah hajaran-hajaran dari Allah yang penuh belas kasihan, bukan yang kejam, bagaimanapun tampaknya hajaran-hajaran itu. II. Teman-teman mereka meninggalkan mereka, dan malu mengakui mereka. Tak satu pun dari orang-orang yang pernah dekat dengan mereka saat mereka masih hidup makmur mau memberi perhatian terhadap mereka sekarang dalam kesusahan mereka (ay. 13). Demikianlah yang biasa terjadi ketika keluarga sudah merosot. Orang-orang yang dulu melekat kepada mereka sekarang menjauh dari mereka. Ada dua hal di mana kita senang mendapat bantuan dari teman-teman kita dan memerlukan pertolongan mereka: 1. Jika kita didakwa, dituduh, atau dicela, kita berharap supaya teman-teman kita tampil untuk membela kita, mengucapkan perkataan yang baik bagi kita ketika kita tidak dapat memasang muka untuk berbicara bagi diri kita sendiri. Tetapi di sini tidak ada yang membela hakmu, tidak ada yang berdiri untuk membelamu, tidak ada yang menjadi penengah antara kamu dan penindas-penindasmu. Oleh karena itu, Allah akan membela hak mereka, sebab memang wajar Ia bertanya-tanya mengapa tidak ada seorang pun yang membantu umat yang sebelumnya begitu menjadi kesayangan Sorga (Yes. 63:5). 2. Jika kita sakit, atau merasa perih, atau terluka, kita berharap teman-teman kita hadir bersama kita, menasihati kita, berbela rasa dengan kita, dan, jika ada kesempatan, mengulurkan tangan untuk mengobati luka kita. Tetapi di sini tidak ada orang yang melakukan itu, tidak ada orang yang membalut luka-lukamu, dan memberi nasihat dan penghiburan yang cocok untuk keadaanmu. Bahkan (ay. 14), semua kekasihmu melupakan engkau. Jauh di mata, jauh pula di hati. Bukannya mencari-cari engkau, mereka malah meninggalkan engkau. Seperti inilah sering kali nasib yang menimpa agama dan kesalehan yang sunguh-sungguh di dunia. Mereka yang dari latar belakang pendidikan yang sama, pekerjaan yang sama, dan dari permulaan-permulaan yang menjanjikan, dapat diharapkan untuk menjadi teman dan kekasih, pengayom dan pelindung, malah meninggalkannya, melupakannya, dan tidak berkata apa-apa untuk membelanya, tidak pula mau melakukan apa saja untuk menyembuhkan luka-lukanya. Cermatilah, semua kekasihmu melupakan engkau, sebab Aku telah memukul engkau. Ketika Allah melawan sebuah bangsa, siapa yang akan berdiri membela mereka? Siapa yang dapat membela mereka dengan berbuat baik kepada mereka? Lihat 11. Nah, karena alasan ini, keadaan mereka tampaknya sudah tidak ada harapan lagi (ay. 12): Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan, dan (ay. 15) kepedihanmu sangat payah. Keadaan orang-orang Yahudi di dalam pembuangan sudah sedemikan rupa jadinya sampai tidak ada lagi kekuatan manusia yang dapat mengobati kesusahan-kesusahannya. Di sana mereka seperti lembah yang penuh dengan tulang-tulang yang mati dan kering, yang hanya bisa dihidupkan oleh Yang Mahakuasa. Siapa yang bisa membayangkan bahwa bangsa yang demikian berkurang, demikian melarat, akan dikembalikan lagi ke negeri mereka sendiri dan ditegakkan kembali di sana? Begitu hebatnya malapetaka mereka, sehingga dukacita mereka tidak dapat diredakan. Sebaliknya, mereka tampak mengeras di dalam dukacita mereka, dan jiwa mereka menolak untuk dihibur, sampai penghiburan-penghiburan ilahi datang dan tampil kuat bagi mereka, terlalu kuat untuk diruntuhkan bahkan oleh banjir kesedihan yang menghanyutkan mereka sekalipun. Kepedihanmu sangat payah karena dosamu, dan bukannya engkau bertobat dan meninggalkannya, dosamu malah bertambah besar. Perhatikanlah, kesedihan-kesedihan yang tak tersembuhkan terjadi karena nafsu-nafsu yang tak tersembuhkan. Sekarang dalam keadaan yang menyedihkan ini mereka dipandang hina (ay. 17): Mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, ditinggalkan oleh semua orang, ditinggalkan untuk binasa. Mereka berkata, inilah Sion (KJV), yang tiada seorang pun menanyakannya. Ketika orang melihat tempat di mana kota dan bait suci sebelumnya dibangun, mereka menyebutnya buangan. Sekarang semuanya sudah runtuh, tidak ada tempat peristirahan di situ, tidak ada tempat tinggal di situ, tidak ada orang yang menanyakan jalan ke Sion, seperti sebelumnya. Tiada seorang pun menanyakannya. Ketika mereka melihat orang-orang yang sebelumnya tinggal di Sion sekarang ada dalam pembuangan (dan kita membaca tentang Sion yang berdiam dengan putri Babel [Za. 2:7, KJV]), mereka menyebut orang-orang itu sebagai orang-orang buangan. Mereka ini adalah orang-orang milik Sion, dan biasa berbicara banyak tentangnya dan menangis ketika mengingatnya, tetapi sekarang tiada seorang pun menanyakan mereka, atau mencari tahu tentang mereka. Perhatikanlah, sering kali menjadi nasib Sion untuk ditinggalkan dan direndahkan oleh orang-orang di sekelilingnya. III. Karena semua ini Allah akan mengerjakan pembebasan dan keselamatan bagi mereka pada waktunya. Meskipun tidak ada tangan lain, bahkan, karena tidak ada tangan lain, yang dapat menyembuhkan luka mereka, tangan-Nya dapat menyembuhkan, dan akan menyembuhkan. 1. Meskipun tampaknya berdiri jauh dari mereka, Ia meyakinkan mereka akan kehadiran-Nya bersama mereka, kehadiran-Nya yang berkuasa dan penuh rahmat: Aku akan menyelamatkan engkau (ay. 10). Aku menyertai engkau, untuk menyelamatkan engkau (ay. 11). Ketika mereka sedang kesusahan, Ia menyertai mereka, untuk menyelamatkan mereka supaya tidak tenggelam di dalamnya. Ketika tiba waktunya bagi pembebasan mereka, Ia menyertai mereka, bersiap-siap pada kesempatan pertama, untuk menyelamatkan mereka dari kesusahan mereka. 2. Meskipun mereka berada di tempat yang jauh, jauh dari negeri mereka sendiri, di tempat jauh di negeri pembuangan mereka, namun di sana keselamatan akan mendapati mereka, dari sana keselamatan akan menjemput mereka, mereka dan keturunan mereka, sebab mereka juga akan dikenal di kalangan bangsa-bangsa lain, dan dibedakan dari bangsa-bangsa itu, supaya mereka dapat kembali (ay. 10). 3. Meskipun mereka sekarang diliputi ketakutan, dan terus-menerus khawatir, namun akan tiba waktunya mereka akan hidup tenang dan aman, hidup dengan selamat dan sentosa, dengan tidak ada yang mengejutkan (ay. 10). 4. Meskipun bangsa-bangsa yang ke antaranya mereka tercerai-berai akan ditimpa kehancuran, namun mereka akan dijaga dari kehancuran itu (ay. 11): Walaupun segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, dan ada kemungkinan engkau terancam akan terhilang di antara mereka, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Dijanjikan bahwa dalam kesejahteraan bangsa-bangsa ini, mereka akan mendapat sejahtera (29:7), namun dalam kehancuran bangsa-bangsa ini, mereka akan terhindar dari kehancuran. Meskipun jemaat Allah bisa saja di suatu waktu direndahkan ke tempat yang sangat rendah, namun Dia tidak akan membuatnya habis lenyap (5:10, 18). 5. Meskipun Allah menghajar mereka, dan itu adil, karena dosa-dosa mereka, karena pelanggaran-pelanggaran mereka yang berlipat ganda dan dosa-dosa mereka yang besar, namun Ia akan kembali di dalam rahmat kepada mereka, dan bahkan dosa mereka tidak akan menghalangi pembebasan mereka apabila waktu Allah sudah tiba. 6. Meskipun lawan-lawan mereka perkasa, Allah akan menjatuhkan lawan-lawan mereka, dan menghancurkan kekuatan mereka (ay. 16): Semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan dengan demikian perkara Sion akan dibela dan akan diperlihatkan kepada seluruh dunia sebagai perkara yang benar. Dengan demikian, pembebasan Sion akan dijalankan melalui kehancuran penindas-penindasnya. Dan dengan demikian musuh-musuhnya akan mendapat balasan atas segala perbuatan mereka yang mencederainya. Sebab sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi,dan pembalasan adalah hak-Nya. “Semua lawan mereka, tanpa kecuali, akan masuk ke dalam tawanan, dan akan tiba waktunya orang-orang yang sekarang merampok engkau akan menjadi rampokan.” Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan (Why. 13:10). Hal ini juga berguna untuk mewajibkan para penakluk supaya memperlakukan tawanan-tawanan mereka dengan baik, sebab roda akan berputar, dan akan tiba saatnya mereka juga akan menjadi tawanan, dan karena itu hendaklah mereka perbuat sekarang apa yang di kemudian hari akan diperbuat kepada mereka. 7. Meskipun luka itu tampak tidak tersembuhkan, Allah akan menyembuhkannya (ay. 17): Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu. Sekalipun penyakitnya begitu berbahaya, si penderita pasti aman jika Allah turun tangan untuk menyembuhkannya. IV. Secara keseluruhan, mereka diperingatkan supaya tidak takut dan sedih secara berlebihan, sebab dalam janji-janji yang berharga ini ada banyak hal yang dapat membungkam ketakutan dan kesedihan mereka. 1. Mereka tidak boleh gemetar seperti orang-orang yang tidak punya harapan, ketika menyadari adanya kesusahan lebih jauh yang mungkin akan mengancam mereka (ay. 10): Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan janganlah gentar. Perhatikanlah, mereka yang merupakan hamba-hamba Allah tidak boleh memberi jalan pada ketakutan-ketakutan yang menggelisahkan, apa pun kesulitan-kesulitan dan bahaya-bahaya yang mungkin menghadang di depan mereka. 2. Mereka tidak boleh sedih seperti orang-orang yang tidak punya harapan, karena kesusahan-kesusahan yang tengah menimpa mereka (ay. 15). “Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu? Memang benar bahwa hal-hal kedagingan yang engkau andalkan sudah mengecewakan engkau, makhluk ciptaan adalah tabib-tabib yang tidak berharga, tetapi Aku akan mengobati luka-lukamu, dan karena itu, mengapakah engkau berteriak? Mengapa engkau gusar dan mengeluh seperti itu? Itu karena dosamu (ay. 14-15), dan oleh sebab itu, jangan gusar, tetapi bertobatlah. Mengapa orang hidup mengeluh karena hukuman atas dosanya? Kesudahan dari semua ini akan membahagiakan, dan karena itu bermegahlah dalam pengharapan.” * (30:18-24) Di sini kita mendapati isyarat-isyarat lebih jauh tentang kebaikan yang disediakan Allah bagi mereka setelah hari-hari kemalangan mereka berakhir. Dijanjikan, I. Bahwa kota dan bait suci akan dibangun kembali (ay. 18). Kemah-kemah Yakub, dan tempat-tempat tinggalnya, merasakan akibat-akibat dari pembuangan, sebab kemah-kemah dan tempat-tempat tinggal itu terbaring dalam reruntuhan ketika para penduduknya diangkut ke dalam pembuangan. Tetapi, setelah mereka kembali, tempat-tempat tinggalnya akan diperbaiki, dan dibangun dari reruntuhan, dan di dalamnya Allah akan mengasihani tempat-tempat tinggal mereka, yang sudah menjadi tugu-tugu peringatan bagi keadilan-Nya. Maka pada saat itu kota Yerusalem akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, di atas bukitnya sendiri, meskipun sekarang kota itu tidak lebih daripada tumpukan puing-puing. Letaknya tidak boleh berubah-ubah, dan karena itu kota itu akan dibangun kembali persis di titik yang sama. Dia yang dapat membuat kota menjadi timbunan batu (Yes. 25:2), jika Ia berkehendak, Ia dapat membuat timbunan batu menjadi kota lagi. Puri itu (bait suci, puri Allah) akan berdiri di tempatnya yang asli. Puri itu akan dibangun mengikuti pola yang lama. Dan ibadah kepada Allah akan terus dipelihara di sana dan dijalankan seperti sebelumnya. II. Bahwa perayaan-perayaan suci akan kembali dijalankan dengan khidmat (ay. 19): Dari antara kota itu, dan bait suci itu, dan semua tempat tinggal Yakub, nyanyian syukur akan terdengar, juga suara orang yang bersukaria. Mereka akan pergi beribadah dengan ungkapan-ungkapan sukacita ke bait suci, dan dengan ungkapan-ungkapan yang serupa pula mereka akan kembali darinya. Cermatilah, suara nyanyian syukur adalah sama dengan suara orang yang bersukaria. Sebab apa saja yang menjadi pokok sukacita kita haruslah juga menjadi pokok puji-pujian kita. Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Apa yang membuat kita bergembira haruslah membuat kita bersyukur. Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita. III. Bahwa bangsa itu akan berlipat ganda, bertambah banyak, dan menjadi besar: Mereka tidak akan berkurang lagi, mereka tidak akan dihina lagi, tetapi akan menjadi banyak dan termasyhur, dan menjadi besar di antara bangsa-bangsa. Sebab Aku akan membuat mereka banyak dan Aku akan membuat mereka dipermuliakan. Suatu kehormatan bagi jemaat jika ditambahkan kepadanya banyak orang yang akan diselamatkan. Hal ini akan membuat mereka terpandang di antara bangsa-bangsa sekitar. Sekalipun sebuah bangsa sudah sedemikian kecil dan direndahkan, Allah dapat melipatgandakan dan mempermuliakan mereka. Mereka akan dipulihkan kepada kehormatan mereka yang dahulu: Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, bermain-main di jalan-jalan (Za. 8:5). Mereka akan mewarisi harta benda dan kehormatan orangtua mereka seperti sebelumnya. Dan perkumpulan mereka, baik dalam hal kemasyarakatan maupun keagamaan, akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Akan selalu ada penerus bagi hakim-hakim yang setia dalam perkumpulan tua-tua, yang akan menegakkan perkumpulan itu, dan penerus bagi para penyembah yang setia dalam perkumpulan orang-orang kudus. Seiring berlalunya satu angkatan, angkatan lain akan bangkit, dan dengan demikian perkumpulan itu akan tetap tinggal di hadapan Allah. IV. Bahwa mereka akan diberkati dengan pemerintahan yang baik (ay. 21): Orang yang memerintah atas mereka dan hakim-hakim akan tampil dari antara mereka sendiri, dari bangsa mereka sendiri, dan mereka tidak akan lagi diperintah oleh orang-orang asing dan musuh-musuh. Orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka, orang yang sudah berbagi bersama mereka di dalam penderitaan ketika mereka menjadi tawanan. Dan ini merujuk pada Kristus Penguasa kita, Daud Raja kita (ay. 9). Dia berasal dari antara kita sendiri, dalam segala hal Ia disamakan dengan saudara-saudara-Nya. Dan Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Hal ini dapat dipahami, entah, 1. Sebagai bangsa itu, Yakub dan Israel: “Aku akan membuat mereka maju dan mendekat kepada-Ku dalam ibadah di bait suci, seperti sebelumnya, untuk datang mengadakan perjanjian dengan-Ku, sebagai umat-Ku (ay. 22), mendekat kepada-Ku dalam persekutuan. Sebab siapakah yang sudah berani mempertaruhkan nyawanya, mengadakan perjanjian dengan nyawanya, dan mengikatnya, untuk mendekat kepada-Ku?” Betapa sedikit orang yang berbuat demikian! Tak seorang pun dapat melakukannya kecuali dengan anugerah Allah secara istimewa yang membuat mereka maju dan mendekat. Perhatikanlah, setiap kali kita mendekat kepada Allah dalam ketetapan suci apa saja, kita harus melibatkan segenap hati kita untuk melakukannya. Hati harus dipersiapkan untuk menjalankan kewajiban itu, harus digiatkan di dalamnya, dan harus dijaga tetap dekat dengannya. Hatilah yang terutama dipandang dan dituntut oleh Allah. Tetapi hati penuh tipu daya, dan akan mulai menyimpang jika kita tidak bersusah payah mengerahkannya, mengikat korban ini dengan tali. Atau, 2. Hal ini dapat dipahami sebagai orang yang berkuasa. Sebab satu orang sajalah yang dibicarakan di sini: Orang yang berkuasa atas mereka akan dipanggil sesuai dengan kelayakannya untuk mengemban jabatan ini, akan maju dan mendekat kepada Allah untuk meminta petunjuk-Nya dalam segala kesempatan. Allah akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Nya, sebab jika tidak, siapa yang mau maju untuk mengurusi bangsa yang begitu lemah itu, dan membiarkan kehancuran ini menimpa mereka begitu saja? Tetapi apabila Allah mempunyai pekerjaan untuk dilakukan, meskipun disertai banyak peristiwa yang mengecilkan hati, Ia akan membangkitkan alat-alat untuk melakukannya. Namun hal ini melihat lebih jauh, kepada Kristus, kepada Dia sebagai Pengantara. Perhatikanlah, (1) Pekerjaan dan jabatan Kristus yang layak, sebagai Pengantara, adalah maju dan mendekat kepada Allah, bukan hanya untuk diri-Nya sendiri, melainkan juga untuk kita, atas nama kita dan demi kita, sebagai Imam besar yang kita akui. Imam-imam dikatakan datang mendekat kepada Allah (Im. 10:3; 21:17). Musa pergi mendekat (Kel. 20:21). (2) Allah Bapa benar-benar membuat Yesus Kristus maju dan mendekat kepada-Nya seperti itu sebagai Pengantara. Ia memerintahkan dan menunjuk Kristus untuk melakukannya. Ia menguduskan dan memeteraikan Kristus, mengurapi-Nya untuk tujuan ini, menerima-Nya, dan menyatakan bahwa Ia berkenan kepada-Nya. (3) Yesus Kristus, karena oleh Bapa dibuat maju mendekat kepada-Nya sebagai Pengantara, betul-betul mempertaruhkan nyawa-Nya untuk melakukannya, yaitu, Ia mengikat dan mewajibkan diri-Nya untuk melakukannya. Ia mengerahkan segenap hati-Nya (demikian sebagian orang membacanya), segenap jiwa-Nya, supaya dalam kegenapan waktu, Ia dapat menyerahkan diri-Nya sebagai korban penebus salah. Pekerjaan-Nya sendiri yang dilakukan secara sukarela, dengan menuruti kehendak Bapa-Nya dan dalam belas kasihan terhadap manusia yang jatuh, menggerakkan Dia, dan kemudian kehormatan-Nya sendiri menjaga Dia tetap di dalam pekerjaan-Nya itu. Hal ini juga menyiratkan bahwa Ia melakukannya dengan segenap hati dan tekad bulat, dengan bebas dan riang, dan tidak menghiraukan kesulitan-kesulitan yang menghadang di jalan-Nya (Yes. 63:3-5). (4) Yesus Kristus, dalam semua ini, benar-benar ajaib. Pantaslah bagi kita untuk bertanya, dengan terkagum-kagum, siapakah yang sedemikian berani mempertaruhkan nyawa-Nya untuk melakukan pekerjaan seperti itu? V. Bahwa mereka akan dibawa kembali untuk mengikat perjanjian dengan Allah, sesuai dengan perjanjian yang dibuat dengan nenek moyang mereka (ay. 22): Kamu akan menjadi umat-Ku. Pekerjaan Allah yang baik di dalam diri kitalah yang menjadikan kita menjadi suatu umat ... bagi nama-Nya (Kis. 15:14). Aku akan menjadi Allahmu. Kehendak baik-Nya kepada kitalah yang merupakan inti dari bagian perjanjian itu. VI. Bahwa musuh-musuh mereka akan dimintai perhitungan dan akan direndahkan (ay. 20): Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka, sehingga akan tampak kepada semua orang, bahwa sungguh berbahaya mengusik orang-orang yang diurapi Allah (Mzm. 105:15). Dua ayat terakhir dapat diringkas dalam pernyataan: Angin badai TUHAN akan turun menimpa kepala orang-orang fasik. Kedua ayat ini sudah kita dapati sebelumnya (23:19-20). Dalam pasal 23, itu merupakan kutuk murka Allah terhadap orang-orang munafik yang fasik di Israel. Dalam pasal ini, kutuk itu ditujukan kepada penindas-penindas yang fasik di Israel. Ungkapan-ungkapannya, yang sama persis, membicarakan hal yang sama seperti yang terdapat dalam 22-23, Aku mengambil dari tanganmu piala dengan isinya yang memusingkan, dan Aku akan memberikannya ke tangan orang yang menindas engkau. Murka Allah terhadap orang fasik di sini digambarkan sebagai, 1. Hal yang sangat mengerikan, seperti angin badai, mengejutkan dan tak tertahankan. 2. Sangat menyakitkan. Angin itu akan turun menimpa kepala orang-orang fasik. Mereka akan terluka disamping ketakutan juga. 3. Angin badai itu akan mengejar mereka. Angin badai biasanya sebentar, tetapi yang ini akan terus bertiup seperti angin puting beliung. 4. Angin badai itu akan mencapai tujuan yang untuknya ia dikirim: Murka TUHAN tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan rancangan-Nya. Tujuan-tujuan murka-Nya, dan juga tujuan-tujuan kasih-Nya, akan tercapai semuanya. Ia akan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya. 5. Orang-orang yang tidak mau memasukkan hal ini ke dalam hati mereka sekarang, tidak akan mampu menyingkirkan pemikiran-pemikiran tentangnya nanti: Pada hari-hari yang terakhir kamu akan mengerti hal itu, ketika sudah terlalu terlambat untuk mencegahnya.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ GMIM Minggu, 9 Oktober 2022 - MENGHALAU GODAAN DENGAN FIRMAN TUHAN - Matius 4:1-11 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 25 September 2022 - Mensyukuri Berkat Tuhan Dengan Memberi Persembahan - Ulangan 26:1-11 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,