gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1078 kali
Download MP3 Music
Ulangan 26:1-11
Mempersembahkan hasil pertama
26:1 "Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, dan engkau telah mendudukinya dan diam di sana, 26:2 maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kaukumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana. 26:3 Dan sesampainya kepada imam yang ada pada waktu itu, haruslah engkau berkata kepadanya: Aku memberitahukan pada hari ini kepada TUHAN, Allahmu, bahwa aku telah masuk ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang kita untuk memberikannya kepada kita. 26:4 Maka imam harus menerima bakul itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah TUHAN, Allahmu. 26:5 Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya. 26:6 Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas kami dan menyuruh kami melakukan pekerjaan yang berat, 26:7 maka kami berseru kepada TUHAN, Allah nenek moyang kami, lalu TUHAN mendengar suara kami dan melihat kesengsaraan dan kesukaran kami dan penindasan terhadap kami. 26:8 Lalu TUHAN membawa kami keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat. 26:9 Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 26:10 Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu, 26:11 dan haruslah engkau, orang Lewi dan orang asing yang ada di tengah-tengahmu bersukaria karena segala yang baik yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu dan kepada seisi rumahmu."

Penjelasan:
* Persembahan Hasil-hasil Bumi yang Pertama (26:1-11)
Di sini kita mendapati,

I. Pekerjaan baik yang diperintahkan untuk dilakukan, yakni mempersembahkan bakul berisi hasil-hasil bumi yang pertama kepada Allah setiap tahunnya (ay. 1-2). Selain seberkas hasil pertama, yang dipersembahkan bagi seluruh negeri pada hari setelah Paskah (Im. 23:10), setiap orang harus membawa bagi dirinya sendiri sebakul berisi hasil-hasil bumi yang pertama pada hari raya Tujuh Minggu, ketika musim menuai telah berakhir, dan karena itu disebut hari raya buah bungaran (Kel. 34:22). Dan dikatakan bahwa hari raya ini harus dirayakan dengan membawa sekedar persembahan sukarela (Ul. 16:10). Akan tetapi orang Yahudi berkata, “Hasil-hasil bumi yang pertama, apabila tidak dibawa pada hari raya itu, boleh dibawa kapan saja setelahnya, di antara hari raya itu dan musim dingin.” Ketika seseorang pergi ke ladang atau kebun anggurnya pada waktu buahnya telah masak, ia harus menandai buah yang menurutnya paling siap dipetik, lalu menyimpannya sebagai hasil bumi yang pertama, yakni gandum, jelai, anggur, ara, delima, zaitun, dan korma. Beberapa dari setiap jenis hasil bumi ini harus diletakkan di dalam satu bakul yang sama, dengan daun-daun yang tersisip di antaranya, lalu dipersembahkan kepada Allah di tempat yang akan dipilih-Nya. Nah, dari hukum ini kita dapat belajar untuk,
1. Mengakui Allah sebagai Sang Pemberi segala sesuatu yang baik yang menunjang dan menghibur kehidupan alami kita, dan yang karena itu harus kita layani dan hormati dengan semuanya itu.
2. Menyangkal diri sendiri. Buah yang pertama matang, itulah yang paling kita dambakan. Orang yang suka pilih-pilih dalam makanan berharap untuk dilayani dengan buah apa saja yang pertama kali matang. Jiwaku menginginkan buah-buahan yang matang pertama kali (Mi. 7:1, KJV). Oleh sebab itu, ketika Allah menetapkan orang Israel untuk menyimpan buah-buahan yang pertama kali matang itu bagi-Nya, Ia mengajari mereka untuk lebih memuliakan nama-Nya daripada memuaskan nafsu dan keinginan mereka sendiri.
3. Memberikan kepada Allah yang pertama dan yang terbaik dari apa yang kita miliki, sebagai orang-orang yang mempercayai-Nya sebagai yang pertama dan yang terbaik dari semua yang ada. Orang-orang yang menguduskan masa muda mereka, dan masa puncak hidup mereka, untuk melayani dan menghormati Allah, membawa kepada-Nya hasil-hasil pertama dari hidup mereka, dan Ia sangat berkenan dengan persembahan-persembahan seperti itu. Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu.

II. Kata-kata yang baik yang ditaruh di dalam mulut mereka, untuk diucapkan pada waktu sedang melakukan pekerjaan baik ini, sebagai penjelasan tentang makna dari upacara ini, supaya upacara itu menjadi ibadah yang dapat dimengerti. Orang yang membawa persembahan harus mengucapkan pengakuannya terlebih dahulu sebelum menyerahkan bakulnya kepada imam, dan kemudian harus melanjutkan pengakuannya tersebut, setelah imam meletakkan bakulnya di depan mezbah, sebagai persembahan kepada Allah, Tuan Tanah mereka yang Agung (ay. 3-4).
1. Orang itu harus mengawali pengakuannya dengan penerimaan penuh atas negeri yang baik, yang telah diberikan Allah kepada mereka (ay. 3): Aku memberitahukan bahwa sekarang pada akhirnya, setelah empat puluh tahun mengembara, aku telah masuk ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah untuk memberikannya kepada kita. Perkataan ini paling tepat diucapkan sewaktu mereka pertama kali memasuki Kanaan. Mungkin setelah sekian lama berdiam di sana, mereka mengubah bentuk perkataan ini. Perhatikanlah, ketika Allah telah menepati janji-janji-Nya kepada kita, Ia berharap agar kita memberikan pengakuan tentang hal itu, bagi kehormatan dari kesetiaan-Nya. Ini seperti menyerahkan surat perjanjian, seperti yang dilakukan oleh Salomo, dari segala yang baik yang telah dijanjikan-Nya, tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi (1Raj. 8:56). Penghiburan-penghiburan yang kita nikmati dari makhluk ciptaan terasa dua kali lipat manisnya ketika kita melihatnya mengalir dari mata air perjanjian.

2. Orang itu harus mengingat dan mengakui asal mula bangsa Israel yang hina, yang adalah bangsanya sendiri. Betapapun besarnya mereka sekarang, dan dirinya sendiri bersama mereka, pada mulanya mereka sangatlah kecil. Dan kenyataan ini harus senantiasa diingat seperti itu di sepanjang perjalanan sejarah jemaat mereka melalui pengakuan di muka umum ini, supaya mereka tidak menjadi sombong dengan hak-hak istimewa dan keuntungan-keuntungan yang mereka terima, tetapi selama-lamanya bersyukur kepada Allah, yang melalui anugerah-Nya telah memilih mereka ketika mereka begitu rendah, dan kemudian mengangkat mereka begitu tinggi.

3. Orang itu harus dengan penuh syukur mengakui kebaikan Allah yang besar, bukan hanya kepada dirinya sendiri secara khusus, melainkan juga kepada bangsa Israel secara umum.
- Karena Allah telah membawa Israel keluar dari Mesir (ay. 7-8). Tindakan Allah itu dikatakan di sini sebagai tindakan belas kasihan " Dia melihat kesengsaraan kami, dan sebagai tindakan kuasa " Dia membawa kami keluar dengan tangan yang kuat. Ini adalah keselamatan yang besar, layak diingat pada setiap kesempatan, dan khususnya pada kesempatan ini. Mereka tidak perlu menggerutu ketika membawa bakul berisi hasil-hasil bumi yang pertama kepada Allah, sebab berkat Allahlah mereka kini tidak lagi membawa batu bata kepada pengerah-pengerah mereka yang kejam.
- Karena Allah telah membuat mereka berdiam di Kanaan: Ia memberikan kepada kami negeri ini (ay. 9). Cermatilah, orang itu harus mengucap syukur bukan hanya atas bagian yang didapatnya sendiri, melainkan juga atas seluruh negeri secara umum yang telah diberikan kepada Israel. Bukan hanya atas keuntungan-keuntungan tahun ini, melainkan juga atas tanah itu sendiri yang menghasilkan keuntungan-keuntungan itu, yang telah dikaruniakan Allah dengan penuh rahmat kepada nenek moyangnya dan diwariskan kepada keturunannya. Perhatikanlah, penghiburan yang kita rasakan dalam hal-hal tertentu haruslah membuat kita bersyukur atas bagian yang kita terima dalam kedamaian dan kelimpahan yang dirasakan masyarakat. Dan dengan belas kasih yang kita terima saat ini, kita harus bersyukur kepada Allah atas belas kasih yang terdahulu yang kita ingat, dan atas belas kasih di masa mendatang yang kita nantikan dan harapkan.

4. Orang itu harus mempersembahkan kepada Allah bakulnya yang berisi hasil bumi yang pertama (ay. 10): “Aku telah membawa hasil pertama dari bumi seperti biji merica, sebagai upeti atas bumi yang telah Kauberikan kepadaku.” Perhatikanlah, apa pun yang kita berikan kepada Allah, dari tangan-Nya sendirilah semua yang kita berikan kepada-Nya itu (1Taw. 29:14). Dan sudah sepatutnya kita, yang menerima begitu banyak dari Allah, mencari tahu apa yang harus kita berikan kepada-Nya. Bakul itu harus diletakkan orang itu di hadapan Allah. Dan para imam, sebagai pihak yang menerimanya atas nama Allah, mengambil hasil bumi yang pertama itu untuk diri mereka sendiri, sebagai penghasilan tambahan dari jabatan yang mereka emban dan sebagai upah karena telah menjalankan tugas (Bil. 18:12).

III. Seusai mempersembahkan hasil bumi yang pertama, orang itu di sini diperintahkan untuk,
1. Memuliakan Allah: Engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu. Hasil bumi yang pertama yang telah dipersembahkannya tidak akan diterima apabila tidak diikuti dengan peyembahan. Hati yang merendah, hormat, dan bersyukur, itulah yang dilihat dan dituntut Allah. Dan tanpa ini, apa pun yang dapat kita taruh di dalam sebuah bakul tidak akan ada gunanya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya supaya terbebas dari penyembahan ini, atau untuk menggantikannya, ia pasti akan dihina.
2. Merasakan penghiburan dari penyembahannya itu bagi dirinya sendiri dan keluarganya: Haruslah engkau bersukaria karena segala yang baik (ay. 11). Allah menghendaki kita untuk bergembira tidak hanya dalam melaksanakan ketetapan-ketetapan-Nya yang kudus, tetapi juga dalam menikmati berbagai pemberian dari Penyelenggaraan-Nya. Hal baik apa pun yang diberikan Allah kepada kita, Ia menghendaki agar kita memanfaatkan pemberian-Nya itu dengan sebaik-baiknya bagi penghiburan kita, namun sambil tetap merunut aliran-aliran berkat hingga ke sumber segala kenikmatan dan penghiburan.


* Mengakui Allah Sebagai Raja Penebus (26:1-19).
Bagian panjang yang membahas berbagai peraturan (ps. 5-26) diakhiri dengan liturgi untuk dua pengakuan iman sesuai agama (ay. 1-11; 12-15) dan sebuah pernyataan tentang pengesahan perjanjian (ay. 16-19).

* Ul 26:3 - Negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah ... untuk memberikannya kepada kita
Negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah ... untuk memberikannya kepada kita. Bangsa Israel selaku hamba Allah harus senantiasa mengaku dengan rasa syukur bahwa warisan mereka di Kanaan adalah anugerah kasih karunia penebusan Allah untuk memenuhi sumpah-Nya kepada para leluhur mereka. Mereka diwajibkan untuk senantiasa mengakui ketuhanan-Nya dan mengungkapkan penyerahan mutlak mereka kepada-Nya dengan mempersembahkan hasil pertama. Tentang hukum mengenai hasil pertama lihat 18:4; Keluaran 23:19; 34:26; Bilangan 18:12 dan seterusnya. Unsur-unsur persembahan hasil pertama dijumpai di dalam kaitan dengan setiap perayaan tahunan (Ul. 16). Misalnya, pada Hari Raya Roti Tidak Beragi seberkas hasil pertama diunjuk (Im. 23:10 dst.). Juga Perayaan Tujuh Minggu dinamakan "hari hulu hasil" (Bil. 28:26; bdg. Kel. 23:16; 34:22) dua buah roti yang dibuat dengan ragi hulu hasil harus dipersembahkan pada saat itu (Im. 23:17); dan hasil pertama anggur tidak dapat dipersembahkan hingga perayaan Pondok Daun pada saat buah anggur yang bermutu tinggi siap untuk dituai. Apabila "hasil pertama dari bumi" (26:2) menunjuk kepada akhir dari masa penuaian, maka perayaan Pondok Daun pastilah merupakan saat untuk mempersembahkan bakul berisi hasil pertama tersebut di mezbah pusat. Ditinjau dari segi tata bahasa, ayat 2 dapat dipahami sebagai melukiskan seluruh hasil pertama bumi atau hanya sebakul saja. Tentang hasil pertama pertanian jumlahnya tidak disebutkan. Karena hasil pertama harus dipersembahkan kepada imam (Bil. 18:13, 14), ayat tentang perayaan suci yang harus dinikmati oleh orang yang mempersembahkan tersebut sesudah upacara selesai - haruslah engkau ... bersukaria karena segala yang baik yang diberikan Tuhan (ay. 11; bdg. 12:6, 7, 11, 12, 17, 18; 16:11, 14) - menunjukkan bahwa bakul itu hanya merupakan sebagian hasil pertama (lih. tafsiran 14:22 dst.; 15:20), setidak-tidaknya jika perlengkapan untuk perayaan ini diambil dari hasil pertama. Akan tetapi, itupun tidak bisa dipastikan. Orang Israel itu harus mengakui bahwa panggilan teokratis atas bangsanya tidak mungkin disebabkan oleh karena keperkasaan mereka (ay. 5 dst.; bdg. 7:7, 8; 8:17, 18). 5b. Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Istilah Ibrani obed mengandung arti "terhilang" dalam kesulitan (bdg. di dalam AV, siap untuk binasa). Yang dimaksudkan adalah Yakub. Dia disebut orang Aram sebab di situlah letak geografis dari nenek moyangnya walaupun dia bukan dari suku itu, dan juga karena Yakub sendiri pernah tinggal di wilayah Aram-naharaim ketika putra-putranya, yang kemudian menjadi bangsa Israel, lahir.

* Ul 26:7-8 - Tuhan mendengar ... membawa kami keluar
Tuhan mendengar ... membawa kami keluar. Peringatan akan tindakan penebusan yang dilakukan Allah melalui peristiwa eksodus dan kemudian penaklukan Kanaan merupakan tanggapan Amin dari Israel terhadap tindakan Allah sendiri yang menunjukkan perkenan-Nya kepada bangsa itu pada bagian awal Sejarah perjanjian. Ayat 10b tidak melukiskan langkah yang baru di dalam upacara mempersembahkan hasil pertama (bertentangan dengan ay. 4); itu justru merupakan kesimpulan yang merangkum bagian sebelumnya.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu 2 Oktober 2022 - Firman Tuhan dan Janji Pemulihan - Yeremia 30:1-24

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2022 - HENDAKLAH KAMU KAYA DALAM PELAYANAN KASIH - 2 Korintus 8:1-15




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,