|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music MTPJ 6-12 Maret 2022 (Minggu Sengsara I) TEMA BULANAN : Meningkatkan Integritas, Kompetensi dan Soliditas Pelayan TEMA MINGGUAN : Membangun Spiritual Melalui Puasa Diakonia Pembacaan Alkitab : Yesaya 58:1-12 PEMILIHAN TEMA Puasa merupakan salah satu ketetapan atau disiplin rohani yang diajarkan oleh Tuhan Allah kepada umat Israel dengan tujuan mencari hadirat Tuhan, merendahkan diri dan memohon ampun di hadapan Tuhan agar terjadi pendamaian dan pentahiran (bnd. Im. 16:29-31). Kata “puasa” dalam bahasa Ibrani ialah “tsum” yang berarti menjauhkan diri dari makanan/berpantang makanan dengan cara merendahkan diri di hadapan Tuhan. Selain itu, puasa juga diartikan sebagai suatu tindakan sukarela dengan menghindari makan, minum serta segala hal lain yang dapat memuaskan hasrat-hasrat psikis maupun fisik yang dilakukan pada masa tertentu dengan maksud untuk menahan diri dari segala hawa nafsu, merenung dan meningkatkan keimanan terhadap Tuhan. Dalam lingkup Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terdapat sebuah program rutin yang sudah dilakukan sejak tahun 1992 berkenaan dengan puasa yaitu “puasa diakonal”. Untuk kata diakonal berasal dari kata diakonia yang berarti memberi kepada orang lain. Akhiran-al yang digunakan merupakan akhiran yang menunjukkan kata sifat. Jadi, puasa diakonal dapat diartikan suatu tindakan sukarela untuk tidak atau mengurangi apa yang biasanya dimakan atau digunakan/dipakai guna diberikan kepada orang lain (yang membutuhkan). Puasa diakonal dilaksanakan pada minggu-minggu sengsara. Hal tersebut bertujuan agar gereja mampu untuk memahami pengorbanan Yesus Kristus dan mampu untuk membangun hubungan spiritual bersama dengan Allah dan sesama dengan berdiakonia baik secara karikatif (bantuan langsung), reformatif (pengembangan prakarsa melalui usaha dan keterampilan) maupun transformatif (pembebasan/perubahan hidup melalui pemberdayaan dan pengorganisasian). Atas dasar pemahaman inilah, maka diberi tema perenungan /: “Membangun Spiritual Melalui Puasa Diakonal”. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Kitab Yesaya merupakan salah satu kitab dari kumpulan kitab nabi-nabi besar dalam Peijanjian Lama. Kitab ini berisi penglihatan yang telah dilihat oleh Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem (1:1). Sebagaimana arti nama Yesaya (Bahasa Ibrani : Yeshayahu) ialah penyelamatan Tuhan atau Tuhan adalah penyelamat, maka demikianlah secara umum kitab ini memberitakan tentang keselamatan dari Tuhan bagi umat-Nya. Yesaya pasal 58 ini termasuk dalam bagian yang disebut Trito Yesaya yaitu bagian yang memberitakan nubuat tentang keselamatan ataupun teguran Allah kepada bangsa Israel yang telah kembali ke Yerusalem sesudah masa pembuangan di Babel dengan pokok inti yang disoroti ialah mengenai degradasi spiritual dan moral dari pemimpin dan umat yang memerlukan restorasi di semua aspek kehidupan. Berdasarkan pembagian tema dalam kitab Yesaya, pasal 58:1-12 ini ada dalam satu tema besar yaitu penggenapan keselamatan dan syarat-syaratnya. Perwujudan keselamatan dari Allah disampaikan oleh nabi Yesaya melalui teguran untuk mengkritisi keadaan umat Allah pada masa itu karena mereka tidak lagi hidup sesuai dengan aturan dan ketetapan Allah. Dalam ayat yang pertama kita dapat melihat gambaran hati Allah yang marah kepada umat-Nya atas kesalahan yang mereka lakukan di hadapan-Nya. Dikatakan /“Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala”, menggambarkan suatu ketegasan yang harus disampaikan oleh Yesaya kepada umat Allah atas pelanggaran mereka (58:1). Sangkakala menggambarkan bahwa apa yang akan dikatakan oleh Yesaya merupakan suatu hal yang harus dan perlu untuk didengar atau mendapat perhatian untuk dimengerti serta dipahami. Pada ayat selanjutnya diceritakan bahwa Yehuda senang mencari tahu apa yang Allah kehendaki untuk mereka lakukan dalam kehidupan mereka (58:2). Memang mereka terlihat senang melalukan segala sesuatu yang disenangi Allah serta memiliki keinginan yang kuat untuk selalu mencari tahu segala jalan yang dikehendaki Allah sesuai dengan ritual keagamaan yang diberlakukan. Namun, iman mereka masih belum kokoh dengan kata lain, tindakan mereka hanya untuk menuntut berkat dari Allah. Mereka mulai mempertanyakan kuasa Allah ketika pertolongan tidak juga menghampiri mereka meskipun mereka dengan giat melakukan segala tradisi keagamaan yang ada. Allah tidak berkenan atas puasa yang dilakukan oleh bangsa Israel sebab ditemukan ada praktik hidup mereka yang tidak sejalan dengan ibadah puasa yang mereka lakukan. Disebutkan bahwa pada hari mereka berpuasa, mereka masih sibuk dengan urusan mereka sendiri dan mendesak-desak semua buruh (58:3). Kata “mendesak-desak” (Ibrani “nagas”: menekan atau ditekan dengan keras, menindas), berarti bahwa pada saat orang Israel berpuasa, mereka juga berlaku kasar bahkan menindas orang-orang yang bekerja bagi mereka. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan puasa yang seolah-olah mereka lakukan dengan setia. Selanjutnya disebutkan bahwa mereka berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena- mena (58:4). Bagian ini menunjukkan sifat bangsa Israel dimana mereka hidup dalam perselisihan, pertikaian antara satu dengan yang lain bahkan saling memukul sesamanya dengan perbuatan jahat, menindas kaum lemah dan miskin demi kepentingan dan keuntungan mereka sendiri sehingga sekalipun mereka beribadah kepada Tuhan dan memenuhi semua ritual agama termasuk puasa, sesungguhnya mereka tidak diperhatikan oleh Tuhan karena yang mereka lakukan bertentangan dengan kehendak Tuhan tanpa hati nurani yang murni. Melalui Yesaya, Allah ingin memberitahukan puasa yang benar di hadapan-Nya. Puasa yang dikehendaki Allah bukan hanya tentang menahan rasa lapar dan haus. Puasa yang benar dilakukan dalam kerendahan hati dan beriringan dengan memperhatikan orang yang ada di sekitar. Allah menghendaki puasa dengan cara membuka belenggu kelaliman, melepaskan tali-tali kuk, memerdekakan orang yang teraniaya, mematahkan setiap kuk, memecah-mecah roti bagi yang lapar, menampung orang miskin yang tak punya rumah, memberi pakaian orang yang telanjang serta tidak menyembunyikan diri terhadap saudara sendiri (58:6-7). Penekanan tentang berbagi dengan sesama sangat terlihat dalam bacaan ini. Allah menginginkan ritual keagamaan tidak hanya dibatasi pada peningkatan iman secara personal tetapi juga membuka mata hati bagi orang lain yang membutuhkan pertolongan dan uluran tangan. Janji Allah selalu beriringan dengan segala sesuatu yang la tuntut dari manusia. Oleh sebab itu, ketika mereka mampu untuk melakukannya, pastinya Allah akan memperhatikan keberadaan mereka. Berkat keselamatan, kesembuhan dari sakit penyakit, perlindungan, pertolongan, kekuatan, jawaban doa, serta pemulihan kehidupan yang sejati akan selalu mengiringi mereka (58:8-12). Makna dan Implikasi Firman * GMIM melaksanakan puasa diakonal berdasarkan pada kehendak Tuhan Yesus Kristus yang mempersembahkan hidup-Nya dengan kematian di kayu salib. Dialah /Diakonos Agung./ Ketaatan melaksanakan puasa diakonal bukan hanya sekedar program gereja, tetapi sebagai upaya gereja membangun spiritual jemaat yang meneladani pola dan pelayanan Kristus. * Puasa diakonal bukan hanya sebuah ritual biasa, akan tetapi bertujuan untuk memurnikan hati agar dimampukan melihat keberadaan kehidupan orang lain yang membutuhkan kepedulian kasih di tengah kehidupan jemaat dan masyarakat. Oleh karena itu penting untuk memaknai kembali puasa diakonal yang selama ini dilaksanakan oleh gereja. Semoga pelaksanaan puasa diakonal kita didasarkan pada kesalehan yang sejati berdasarkan kehendak Tuhan dengan menerapkan nilai- nilai kasih yang saling bertolong-tolongan sebagai pemenuhan hukum Kristus (bnd. Gal. 6:2). Percayalah bahwa semua usaha pemberian kita yang dilakukan dengan hati yang tulus dan murni akan mendatangkan berkat dan pemulihan dari Tuhan. Sebab berkat Tuhan bukan hanya dijanjikan bagi Yehuda, akan tetapi berkat itu juga berlaku dalam kehidupan kita di masa sekarang ketika kita dapat melaksanakan kehendak Allah dalam ketekunan dan kerendahan hati. Karena Allah yang kita sembah dan imani adalah Allah Yang Mahakuasa, Tuhan semesta alam /(Yahweh Sebaot)/ yang setia menuntun umat-Nya untuk menikmati kasih, keadilan dan kedamaian. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI 1. Puasa seperti apakah yang dikehendaki Tuhan menurut Yesaya 8:1-12? 2. Apakah puasa itu penting dalam kehidupan rohani? Mengapa? 3. Apakah pelaksanaan puasa diakonal selama ini telah dimaknai dengan benar dan tepat sasaran? Berikan penjelasannya! NAS PEMBIMBING : Matius 6:16-18 POKOK-POKOK DOA > Kesad?^r an warga gereja tentang pentingnya puasa diakonal. > Spiritualitas dan moralitas pemimpin dan umat Tuhan dalam kehidupan bergereja, berbangsa dan bernegara. > Kepedulian gereja dalam tindakan konknt untuk kaum miskin, janda/duda, anak yatim/piatu, yang terlantar/terabaikan, juga bagi mereka yang mengalami bencana alam dan non alam *TATA IBADAH YANG DIUSULKAN* *MINGGU SENGSARA I* NYANYIAN YANG DIUSULKAN Persiapan : KJ.NO. 183 “Menjulang Nyata Atas Bukit Kala” Ses. Nas Pemb: “Bapa Ku Persembahkan Tubuhku”. Pengakuan Dosa : DSL 47 “Doa Dan Keluh” Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No.36 “Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan” Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara : KJ.No. 376 “Ikut Dikau Saja Tuhan” Persembahan: KJ No. 368 “Pada Kaki Salib-Mu” Penutup : NNBT No. 28 “Ya Tuhan Tolong Aku” ATRIBUT Warna dasar ungu dengan simbol XP */(Khi-Rho),/* cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 6 Maret 2022 - MEMBANGUN SPIRITUAL MELALUI PUASA DIAKONAL - Yesaya 58:1-12 Sebelum: Khotbah GMIM - Minggu, 27 Februari 2022 - SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN - 1 Korintus 1:10-17 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,