|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2021 Minggu, 8 Agustus 2021 KHOTBAH GMIM Minggu, 8 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22Pdt.Hani Romel Londah, S.Th., Penulis adalah Pendeta Jemaat GMIM Maranatha Paslaten Tomohon ---------------------------------------------- Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan. Dalam Alkitab kita banyak menjumpai tokoh-tokoh yang dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi hamba-Nya dengan proses yang luar biasa sebut saja Abraham, Musa, Murid-murid Yesus, Paulus dan masih banyak lagi. Sifat dan karakter mereka sangat beragam. Ada yang memiliki sifat dan karakter pemberani dan peduli pada sesama, ada yang keras atau tempramen namun kemudian menjadi lemah lembut, setia dan rendah hati dan lain sebagainya. Kita membaca dan mendengar firman Tuhan dalam kitab Keluaran 2:11-22, kisah tentang Musa yang membela bangsanya dan konsekwensi dari sikapnya itu. Musa adalah tokoh yang memiliki iman luar biasa, hatinya begitu tulus dan dia juga salah satu tokoh didalam Alkitab yang diijinkan Allah untuk berhadapan muka dengan Allah paling lama. Tidak ada satu tokohpun didalam pahlawan iman di Alkitab yang sanggup mengalahkan record Musa untuk bertemu Allah selama 40 hari. Namun dibalik kehebatan iman Musa kita akan melihat kelemahan dan akhirnya atas kasih Allah kejatuhan iman Musa membawanya mengalami proses didikan untuk dipakai menjadi hamba Allah yang luar biasa. Dimulai dengan kelahirannya yang luar biasa. Ibu kandung Musa yaitu Yokhebed hanyalah wanita biasa. Ia adalah ibu rumah tangga sebuah keluarga Ibrani, keturunan Lewi. Nenek moyang mereka, yaitu Lewi, putra Yakub, pernah dikutuk kehilangan hak waris karena sifat kejamnya. Namun melalui Yokhebed, Musa lahir. Lewat keberanian dan kecerdikan Yokhebed, tiga bulan lamanya Musa dilindungi di rumahnya dari rencana keji Firaun untuk menumpas bayi laki-laki Ibrani. Dengan Iman, Yokhebed kemudian menyembunyikan bayi Musa dalam sebuah peti pandan di tepi sungai Nil (Kel 1:1-22, 2:1-10). Dalam Ibr 11:23 dikatakan: "Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja". Jelas bahwa mereka menyembunyikan Musa bukan hanya berdasarkan kasih orang tua kepada anak, tetapi juga karena mereka tahu bahwa Allah tidak menghendaki mereka membunuh anak itu atau membiarkan anak itu dibunuh. Saudara-saudaraku, bukan suatu kebetulan jika bayi Musa hanyut dengan melewati tempat putri Firaun mandi. Bukan juga suatu kebetulan jika sang putri kemudian memutuskan untuk memelihara bayi itu, meski ia memperkirakan bayi itu adalah bayi orang Ibrani/Israel. Bukan suatu kebetulan pula, kakak Musa, Miryam yang mengikuti perjalanan bayi Musa di sungai, langsung mendatangi putri Firaun dan menawarkan diri untuk mencarikan inang pengasuh. Rangkaian peristiwa itu adalah bagian dari karya Tuhan Allah yang luar biasa untuk menyiapkan dan memakai seseorang menjadi hambaNya. Kisah itu terus berlanjut, ketika Tuhan Allah mendidik dan membentuk Musa untuk siap dipakaiNya dalam misi penyelamatan Israel. Tuhan Allah mendidik Musa dari kecil sampai dewasa sekitar empat puluh tahun lamanya dalam sekolah yang luar biasa, yaitu istana Firaun di Mesir. Pendidikan itu dirasa belum cukup untuk membentuk karakter yang siap melayani. Oleh karena itu, dalam nas ini kita melihat bahwa kemudian Tuhan Allah mengirim Musa ke Midian selama empat puluh tahun sebagai pelarian dan orang asing. Musa melarikan diri ke Midian sebagai akibat dari perbuatannya membunuh orang Mesir dengan sengaja (ayat 11- 12). Ia rupanya tidak tahan melihat orang Israel disiksa dan ditindas lewat kerja paksa. Itu berarti Musa tahu bahwa ia adalah orang Ibrani/Israel. Tindakan Musa ini tidak berdasarkan perintah Tuhan untuk membunuh orang Mesir, sekalipun mungkin ia memiliki semangat dan niatnya untuk melayani Tuhan dengan memperhatikan dan membela orang Ibrani/Israel. Memang semangat dan niat melayani tanpa pengertian dan ketaatan terhadap Firman Tuhan, justru akan mencelakakan. Amsal 19:2 berkata: 'tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik'. Selanjutnya, ayat 13 menyebutkan Orang Israel berkelahi satu sama lain. hal ini adalah tindakan yang bodoh. Kenapa bodoh? karena di tengah-tengah penderitaan dan penindasan oleh orang Mesir, mereka bukannya bersatu tetapi bahkan saling berkelahi. Musa melihat perkelahian itu, ia berusah untuk mendamaikan kedua pihak. Musa menegur dengan maksud baik, tetapi reaksi yang didapatkan bukanlah sesuatu yang baik / menyenangkan. Orang yang ditegur itu justru menjadi marah dan menolak Musa bahkan melawannya. Ketika orang Ibrani/Israel menolak dan melawan Musa, Tuhan Allah kemudian mengirim dia ke Midian. Selama 40 tahun di Midian, Tuhan memproses atau membentuk karakter Musa untuk dapat melayaniNya dengan sungguh. Walaupun melewati proses yang sulit dan dalam kurun waktu yang lama bukan berarti Tuhan telah meninggalkan Musa. Di Midian, dalam proses pembentukan karakter melayani, Tuhan memberi Musa tempat tinggal, kecukupan, pekerjaan dan keluarga. Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah Musa ini? Pertama, biarlah kita meminta Tuhan mendidik dan membentuk karakter kita. Apalagi bagi kita yang memiliki karakter keras, emosional supaya menjadi lembut dan taat untuk dapat melayani Tuhan dan sesama. Tuhan memang akan mendidik dan membentuk orang yang Dia pilih untuk menjadi hambaNya. Bukan hanya dalam soal pengetahuan, tetapi terutama dalam soaal karakter sebagai hamba yang rendah hati dan lemah lembut. Kedua, Musa adalah salah satu tokoh yang dipakai oleh Tuhan Allah untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir. Melalui Musa Tuhan Allah menyatakan kebesaranNya pada bangsa Mesir. Allah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, yang hanya dapat dilakukan oleh Ia yang adalah Allah diatas segala allah. Terkadang Tuhan Allah memakai kita untuk menjadi hambaNya dan menyatakan kebesaranNya bagi banyak orang. Ketika Tuhan Allah memakai kita menjadi hambaNya, jangan mengeluh bahkan menolak untuk dibentukNya menjadi pribadi yang memiliki sifat atau karakter melayani. Proses itu mungkin sulit dan lama namun bersabar dan bertekunlah. Tuhan Allah pasti menyertai setiap hambaNya. Katiga, Dosa selalu mendatangkan konsekuensi. Musa yang tadinya hidup nyaman di istana Mesir sekarang harus bepergian sendiri, menghadapi kesusahan badani dan penderitaan. Status Musa adalah kriminal dan tidak memiliki pengharapan masa depan. Jikalau Musa mau sabar sebentar dan menunggu cara Tuhan pasti Dia tidak akan mengalami penderitaan seperti ini. Jadi, pelajaran bagi kita sebagai orang yang percaya adalah jangan berbuat dosa. Ingat dosa kita semua telah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Ia mati dan bangkit untuk menebus dosa-sosa manusia dan menyelamatkan kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021 1 Petrus 1:3-12(1) 1 RAJA RAJA 10(1) 1 Raja-Raja 10:1-13(1) 1 Tesalonika 5:12-22(1) 1 Yohanes 1:1-10(1) 25:14-30(1) Amsal 22:1-6(1) Ezra 7:1-28a(1) IBRANI 1:5-14(1) Keluaran 2:11-22(1) Kisah Para Rasul 16:13-18(1) Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1) Lukas 17:11-19(2) Lukas 23:26-32(1) Lukas 24:1-12(1) Markus 7:24-30(1) Matius 16:13-20(1) Matius 25:14-30(1) Matius 26:69-75(2) Matius 28:16-20(2) Mazmur 138:1-8(1) Mazmur 37:22-26(1) Nehemia 7:61-73(1) Wahyu 21:1-8(1) Yohanes 21:1-14(2) Yunus 1:1-17(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 15-21 Austus 2021 - Diperlengkapi Untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa - Kisah Para Rasul 22:23-29 Sebelum: MTPJ 8-14 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,