gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 864 kali
Download MP3 Music
Khotbah Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina untuk Ibadah Perayaan Paskah Yesus Kristus Pertama Minggu, 12 April 2020

Pembacaan Alkitab : Matius 28:1-10
Kebangkitan Yesus
28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja, Juruselamat dan Tuhan Dunia yang telah menghentar gereja-gereja-Nya bahkan dunia ini untuk senantiasa hidup mengasihi Tuhan, untuk selalu hidup mengandalkan Tuhan. Di hari Paskah yang pertama ini kita sungguh berbahagia karena kita telah diampuni, telah ditebus dan dianugerahkan jaminan untuk memperoleh kehidupan keselamatan yang kekal. Saya dalam iman seorang Hamba Tuhan sungguh meyakini bahwa di perayaan Paskah ini kita semua diperlengkapi, kita semua dibentuk, kita semua dimampukan untuk menjalani hari-hari hidup ini yang memiliki banyak tantangan, banyak masalah, banyak godaan dan cobaan. Tapi dalam ketaatan kepada Yesus Kristus, telah ditebus dan dianugerahkan jaminan untuk memperoleh kehidupan keselamatan yang kekal.

Saya dalam iman sebagai seorang hamba Tuhan, sungguh meyakini bahwa di perayaan Paskah ini kita semua diperlengkapi, kita semua dibentuk, kita semua dimampukan untuk menjalani hari-hari hidup ini yang memiliki banyak tantangan, banyak masalah, banyak godaan dan cobaan. Tapi dalam ketaatan kepada Yesus Kristus kita akan dimampukan untuk senantiasa hidup mengandalkan Tuhan.

Saudara-saudara dihari-hari terakhir ini, kita mengerjakan banyak pekerjaan. Gereja pun melaksanakan pelayanannya dengan berbagai tantangan yang sangat berat. Kita terus melaksanakan tugas-tugas panggilan Gerejawi : Bersekutu, Bersaksi dan Melayani. Kita terus berupaya untuk melaksakan tugas - tugas diakonia melalui meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, baik dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi. Kita pun berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik klinik maupun rumah-rumah sakit. Kita pun hari-hari terakhir ini berupaya untuk menolong, menopang, mendukung terutama marginalized people, menolong masyarakat yang tidak mampu, yang sulit akibat dari pada dampak COVID-19 ini. Saya mengajak di Paskah ini tentu dari kekurangan kita, dari keterbatasan kita, dari ketidak mampuan kita, dari kecemasan kita, dari ketakukan kita, saya sebagai Pendeta, sebagai Hamba Tuhan mengajak untuk senantiasa berpaut pada Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit.

Yang telah menebus dosa kita dan yang telah menganugerahkan jaminan hidup yang kekal. Dalam pembacaan ini kita melihat bagaimana penulis Injil Matius ini memberikan emphasizing (penekanan) bahkan berulang-ulang tentang Yesus yang bangkit dari antara orang mati. Dan bagaimana supaya berita itu betul-betul menjadi berita yang dapat mengubah banyak orang. Kalau kita perhatikan dari pembacaan ini ketika orang-orang terutama perempuan-perempuan datang di kubur pagi-pagi bertemu dengan malaikat yang duduk di atas batu yang telah terguling dari kubur itu.

Tidak hanya mengajak para perempuan ini untuk melihat tempat Yesus dibaringkan. Dalam ayatnya yang keenam: "Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring." Tapi ada tugas yang lebih daripada yang ditunjukkan oleh malaikat kepada para perempuan yang datang di kubur pada waktu itu. Yaitu ayat yang ketujuh, ini tugas, ini amanat, ini perintah : pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya.

Dan malaikat memberikan kepada perempuan-perempuan itu contents (isi) yang harus diberitakan, isi yang harus disampaikan kepada murid-murid. Apa isinya? Isi yang harus disampaikan, berita yang harus disampaikan oleh para perempuan ini ialah Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Itu isi.Yesus telah bangkit dari antara orang mati itu harus menjadi esensi, menjadi core, menjadi inti pemberitaan atau inti penyampaian yang harus disampaikan oleh perempuan ini kepada para murid dan banyak orang. Ayat 8 (delapan), mereka segera pergi dari kubur itu, ada ketakutan tapi juga ada sukacita yang besar dan karena itu mereka berlari cepat-cepat supaya berita yang disampaikan oleh malaikat ini langsung didengar dan diterima dan mengubah kehidupan bagi mereka yang menerima dan mendengarkan berita itu. Ketika mereka bertemu dengan Tuhan Yesus pun, Yesus menyampaikan kepada mereka: "pergi", dalam ayat yang ke-10: "pergi". Saya baca ayat 10: "Maka kata Yesus kepada mereka : Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara - saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku."

Saudara-saudara, apa yang akan kita katakan kepada dunia saat ini?. Apa yang kita akan beritakan kepada dunia saat ini yang sementara menghadapi wabah yang betul-betul telah memporakporandakan kehidupan masyarakat, ekonomi, nilai-nilai dan budaya. What is the content? Apa isi yang akan kita sampaikan? Sebagai seorang Pendeta, sebagai seorang Hamba Tuhan, saya mau sampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pada Penatua, Syamas, Guru Agama dan Pendeta dalam lingkungan pelayanan GMIM, katakanlah kepada masyarakat, katakanlah kepada dunia: "Yesus telah bangkit dari antara orang mati, dan kebangkitan-Nya telah membawa pembebasan, telah membawa keselamatan yang kekal". Kita harus ada konsistensi untuk mengatakan kepada masyarakat tentang kebangkitan Yesus. Tapi juga kita harus ada konsistensi untuk mengatakan kepada masyarakat tentang keadaan, tentang kondisi saat ini, supaya masyarakat kita dalam merayakan

Paskah ini betul-betul memiliki tanggung jawab teologis, tanggung jawab Gerejawi, tanggung jawab sosial. Saya tahu perayaan Paskah kali ini sangat jauh berbeda dengan apa yang kita alami tahun yang baru lewat. Kita melaksanakan perayaan Paskah di rumah-rumah kita masing-masing. Walaupun demikian saya beberapa hari terakhir ini mengunjungi beberapa tempat di tanah Minahasa ini, saya melihat bagaimana semangat warga Gereja, masyarakat, saya melihat bagaimana semangat kepercayaan yang luar biasa dari para Pelayan Khusus: Syamas, Penatua, Guru Agama dan Pendeta. Mereka tetap berupaya untuk melaksanakan panggilan Gerejawi, merayakan Paskah ini dengan sukacita dengan berbagai ornamen Paskah yang mereka sampaikan, yang mereka buat. Walaupun secara ekonomi kita mengalami kesulitan yang besar. Tapi saya melihat bagaimana kehidupan warga Gereja mau berkorban, berupaya untuk merayakan Paskah ini dengan berdiakonia, membantu orang-orang yang susah, membantu orang-orang yang telah mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), kehilangan pekerjaan. Melayani orang-orang yang dirumahkan tanpa ada pembayaran gaji. Melayani para ojek, para sopir baik mikrolet maupun
taksi, truk. Melayani kelompok masyarakat yang memiliki profesi sebagai peternak baik ayam, ikan, babi
maupun usaha-usaha lain, yang betul-betul mengalami kemerosotan yang sangat besar karena rumah makan tutup, kalau pun buka pengunjungnya sedikit, hotel pun demikian, supermarket, ini sungguh-sungguh saya katakan suatu kesulitan yang besar.

Tapi di tengah-tengah suasana yang sangat sulit ini, saya menyaksikan bagaimana warga Gereja tetap menjalankan tugas panggilan untuk pergi, pergi, pergi untuk mengatakan kepada dunia bahwa Yesus betul-betul bangkit dari antara orang mati. Dan saya menyaksikan bagaimana kehidupan dari masyarakat ini, dari para Pelayan Khusus ini betul-betul mereka dalam menyampaikan berita tentang Yesus yang bangkit ini harus melawan suatu atmosfir, suatu suasana masyarakat yang ada kecemasan dan ada ketakutan. Tapi saya meyakini bahwa sebagaimana substansi, esensi, inti perayaan Paskah yaitu Yesus menang atas kuasa maut, memberikan kepada manusia dan dunia ini suatu pengharapan dan kepastian. Walaupun tantangannya tetap kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Ada sebagian masyarakat di dalamnya warga Gereja yang belum memberikan perhatian kepada masalah ini, belum sungguh-sungguh menjaga jarak dengan menggunakan berbagai argumentasi, berbagai alasan, terutama menggunakan theological reasons (alasan-alasan teologi), bahwa sebagai orang percaya apapun yang akan dialami, apapun yang akan dihadapi termasuk di dalamnya jaga jarak, alasan teologi dipakai untuk mengabaikan terapi atau penyembuhan COVID ini, salah satu yang paling luar biasa adalah physical distancing (menjaga jarak) secara disiplin. Banyak kali kita menggunakan untuk menolak jaga jarak ini, untuk mengabaikan jaga jarak ini menggunakan alasan-alasan doktrinal, dogma, ajaran kita seperti ini, harus ke Gereja karena di Gereja memiliki atau ibadah di Gereja memiliki nilai lebih dibandingkan di rumah. Ini alasan doktrinal. Padahal refleksi iman kita ialah ketika ambil bagian pada upaya memuus mata rantai penyebaran COVID ini, seharusnya kita menggunakan doktrin ini, alasan ini, untuk menjadi suatu kekuatan bagi kita dalam berupaya untuk menciptakan masyarakat kita secepatnya kembali dalam kehidupan yang normal. Boleh bergereja lagi. Banyak kali kita menggunakan alasan tradisi. Tradisi seringkali menghalangi kita, menghambat kita, untuk hidup disiplin menjaga jarak ini. Tinggal di rumah, (sekali lagi) tinggal di rumah, merayakan Paskah di rumah sama sekali tidak akan mengurangi, tidak akan
memperkecil, mempersempit perayaan kita. Tapi justru saya mau katakan, dengan merayakan di rumah kita menikmati suatu suasana yang biasa kita dengar home sweet home. Bagaimana menciptakan suasana rumah, kehidupan hubungan antara keluarga, suami, istri dengan anak-anak ini betul-betul being united (dipersatukan) dalam satu persekutuan yang utuh untuk merayakan Paskah ini, untuk merayakan sesuatu yang utuh dalam rangka kita menghayati pengharapan dan kepastian atas kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati sungguh mengatasi ketakutan kita, kecemasan kita. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, membebaskan kita dari kuasa dosa, dari kuasa maut. Dan karena itu saya mengajak berdasarkan firman Tuhan ini, bagi masyarakat, bagi warga Gereja GMIM: pergi, sampaikanlah berita itu. Dan saat ini kita pergi dalam pengertian ialah (apa?),
dari rumah kita belajar, dari rumah kita bekerja, dari rumah kita beribadah. Dan dengan dukungan teknologi yang begitu luar biasa, yang begitu sophisticated (canggih), yang begitu modern, yang begitu maju, kita boleh melaksanakan tugas kerja dan pelayanan dari rumah. Karena itu saya mengajak juga para Pendeta dalam perayaan Paskah ini, biarlah kiranya dari rumah atau melalui pengeras suara atau toa-toa yang ada kita menyampaikan berita tentang kebangkitan Yesus yang telah membawa manusia dan dunia ini untuk memiliki jaminan hidup yang kekal.

Saudara-saudara, saya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat baik tokok-tokoh agama,

tokohtokoh masyarakat dan Pemerintah dalam perayaan Paskah ini kiranya kita mau rela berkorban makan bersama dengan istri, dengan suami dan anak-anak di rumah. Menjauhkan diri dari kumpulan banyak orang, apakah di kategorial BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak) ataupun di kolom-kolom dan jemaat. Saya sungguh dalam kerendahan hati sebagai seorang Hamba Tuhan sekali lagi mengajak: nikmatilah kasih karunia Tuhan, nikmatilah keselamatan yang dianugerahkan oleh Tuhan Yesus melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati ini, bersama dengan istri dan anak-anak seisi rumah, being home sweet home. Seisi rumah menjadi suatu suasana rumah yang ada kesejahteraan, yang ada peaceful (damai
sejahtera), yang ada joyful (sukacita), yang ada happiness (kebahagiaan) dalam perayaan paska ini. Saya sangat meyakini dengan disiplin, dengan berupaya seperti ini kita akan mempercepat harapan kita, sukacita kita, untuk dapat kembali lagi hidup secara normal, baik di kategorial BIPRA, di kolom-kolom maupun Jemaat dan Wilayah dan Sinode. Bahkan boleh bersama lagi dengan seluruh masyarakat, kita menikmati suasana yang normal. Saya tahu menggunakan masker ini (pemimpin ibadah menunjukan masker), ini bukan suatu hal yang biasa bagi kita. Cuci tangan biasa kita lakukan sebelum makan, tapi saat ini walaupun tidak makan kita berusaha harus cuci tangan. Saya tahu di Paskah biasanya kita saling jabat tangan, saling berpelukan, dan saat ini secara tegas semua kita diingatkan untuk kiranya menahan diri. Saat ini pun orang keluar rumah lengkap dengan berbagai tools atau alat bantu seperti handsanitizer untuk dapat membersihkan tangan. Biarlah kiranya suasana yang tidak biasa yang kita hadapi saat ini, kita berupaya sedemikian rupa untuk ada ketaatan supaya perayaan Paskah ini, sekali lagi tidak akan mengurangi kebahagiaan kita, tidak akan mengurangi sukacita kita ketika kita merayakannya di rumah. Para Pendeta pun, para Penatua Syamas pun dan Guru Agama pada hari-hari terakhir ini saya tahu mengalami banyak kesulitan karena biasanya harus pagi bangun melayani orang-orang yang berhari ulang tahun baik lahir maupun perkawinan, ibadah kolom, berbagai program pelayanan. Serah terima pelayanan
Ketua BPMJ, BPMW, maupun Pendeta Jemaat, Guru Agama, semuanya bukan dibatal tapi ditunda, dalam rangka kita sebagai Gereja ambil bagian bersama dengan masyarakat, bersama dengan Pemerintah, bersama dengan TNI-POLRI, kita berupaya sedemikian rupa. Dan karena itu saya mau katakan sebagai seorang Pendeta, isi berita yang kita harus sampaikan yaitu Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati. Dan implikasi-implikasi dari pada inti berita ini akan berdampak pada perilaku kita, cara hidup kita, gaya hidup kita, termasuk upaya kita bersama-sama dengan semua lapisan masyarakat untuk kiranya dalam pertolongan, dalam pemeliharaan, dalam perlindungan Tuhan, kita ambil bagian untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. Tuhan kiranya menolong senantiasa bagi kita semua. Tuhan kiranya dalam kasih sayang-Nya yang tidak terbatas akan memberikan kepada kita di Paskah ini suatu sukacita yang besar sambil meyakini bahwa situasi ini, tantangan ini, dalam iman akan dipulihkan oleh Tuhan. Tuhan Yesus menolong kita semua dari sekarang ini sampai selama-lamanya. Amin.

Label:   Matius 28:1-10 





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020
1 Korintus 7:1-16(1)
1 Petrus 4:7-19(1)
1 SAMUEL 8:1-22(1)
2 Timotius 4:1-8(1)
Amsal 8:14-21(2)
Galatia 2:1-10(1)
Ibrani 4:14-5:10(1)
Kejadian 2:8-25(2)
Kejadian 9:1-17(1)
Keluaran 20:1-17(1)
Lukas 13:22-30(1)
Matius 25:31-46(1)
MATIUS 27:45-56(1)
Matius 28:1-10(1)
Mazmur 46:1-12(1)
Nehemia 2:11-20(1)
Roma 12:9-21(1)
Roma 15:1-13(1)
Rut 4:1-17(2)
Ulangan 1:9-18(3)
Yesaya 8:23-9:6(1)
Yohanes 8:30-36(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 28 JUNI S/D 4 JULI 2020 - Bertolong-tolonglah Menanggung Bebanmu - 1 Korintus 16:1-9

Sebelum:
Khotbah Perjamuan Kudus - Jumat, 10 April 2020 - MATIUS 27:45-56




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2020..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,