gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 849 kali
Download MP3 Music
TEKS KHOTBAH KETUA BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina dan Audio Ibadah
Lengkap untuk Ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus - Jumat, 10 April 2020

PEMBACAAN ALKITAB: MATIUS 27:45-56
Yesus mati
27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." 27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." 27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. 27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, saya di hari
Jumat Agung ini, di dalamnya ada perayaan Perjamuan Kudus, menyampaikan
salam kepada seluruh warga GMIM bahkan masyarakat pada umumnya. Perayaan
Jumat Agung di tahun 2020 ini memiliki konteks situasi yang sangat
berbeda dibandingkan dengan tahun yang baru kita lewati 2019. Sekarang
ini secara menyeluruh, secara global kita sementara berada dalam konteks
dimana COVID-19 ini menjadi ancaman yang besar bagi dunia ini.

Saya percaya dalam perayaan Perjamuan Kudus makan roti dan minum anggur
di Jumat Agung ini, kita semua dimampukan untuk merefleksi, kita semua
dimampukan untuk dalam kesetiaan iman mampu untuk hidup dalam suatu
suasana yang ada keyakinan yang utuh bahwa Yesus yang mati di kayu salib
telah membawa penebusan dan pengampunan yang utuh bagi manusia dan dunia
ini. Sesungguhnya bicara tentang kematian, sifatnya sangat universal.
Tetapi kalau kita berbicara tentang kematian Tuhan Yesus, itu tidak bisa
dipisahkan dengan proses penebusan dan pengampunan untuk manusia dan
dunia ini. Dan penebusan pengampunan yang telah kita alami melalui
kematian Tuhan Yesus di kayu salib sungguh-sungguh telah memperlengkapi
kita, memampukan kita untuk senantiasa hidup dalam kesucian dan hidup
dalam kekudusan. Secara universal kita bicara tentang kematian ini,
ketika seseorang meninggal dunia maka selesailah pekerjaannya, usahanya,
tapi kalau kita berbicara tentang kematian Tuhan Yesus justru yang kita
alami ialah melalui kematian-Nya, ini adalah satu pekerjaan yang
dikerjakan oleh Yesus, suatu pekerjaan yang di dalamnya ada forgiveness
dan redemption. Ada pengampunan dan penebusan yang utuh. Artinya ada
pembebasan, ada pelepasan, ada penyelamatan dari dosa-dosa. Tapi sangat
penting bagi kita di Jumat Agung ini dalam rangkaian kita merayakan
Perjamuan Kudus makan roti dan minum anggur secara bersama-sama. Kita
mendengar bahwa kematian Yesus adalah menebus dosa, kematian Yesus
adalah proses penebusan yang utuh bagi manusia dan dunia ini. Tapi yang
perlu kita hayati pada perayaan Jumat Agung ini adalah how to practice
the forgiveness, how to practice the redemption, bagaimana kita tidak
hanya memahami tentang pengampunan, bagaimana kita tidak hanya memahami
tentang penebusan, tetapi bagaimana kita mempraktekkan penebusan dan
pengampunan itu secara utuh bagi kehidupan bersama. Di sanalah the
values, nilai daripada forgiveness, nilai daripada pengampunan yang
utuh. Tidak hanya understanding kita, pemahaman kita, tidak hanya
merumuskan suatu teologi, suatu doktrin tentang penebusan dan
pengampunan melalui kematian Yesus. Tapi justru lebih daripada itu ialah
how we practice, how can we practice, bagaimana kita mempraktekkan
penebusan dan pengampunan itu supaya betul-betul akan membawa
perubahan-perubahan yang sangat fundamental, yang sangat mendasar dalam
human attitude, human behaviour, perilaku, tindakan daripada manusia.

Saudara-saudara, sesungguhnya kematian Yesus adalah suatu wujud nyata
daripada unconditional love, suatu kasih yang tidak terbatas yang
dinyatakan oleh Allah bagi manusia dan dunia ini melalui Yesus Kristus.
Unconditional love ini yang kita terima melalui kematian Yesus Kristus
di kayu salib dapat kita lihat dalam pembacaan yang kita telah baca
dalam Matius 27:45-56 ini. Terutama bagaimana penghayatan dari para
prajurit dan pasukan yang ada pada masa itu, kita boleh lihat dalam
ayatnya yang ke 54 yaitu suatu faith recognition, pengakuan iman yang
sangat nyata yaitu: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah". Dan kita dalam
perayaan Perjamuan Kudus di Jumat Agung ini kita diajak sekalian untuk
merefleksi, untuk menghayati tentang Yesus adalah sungguh-sungguh Anak
Allah. Dan salah satu refleksi yang kita akan kerjakan pada perayaan
Jumat Agung ini adalah table fellowship (perjamuan kudus), holly
comunion. Dalam Perjamuan Kudus kita akan makan roti dan minum anggur
bersama-sama yang memiliki dimensi kekeluargaan, yang memiliki dimensi
persaudaraan, persahabatan yang mampu saling mengampuni, yang mampu
saling melayani dan mengasihi satu dengan yang lain. Walaupun dalam
perayaan Perjamuan Kudus kali ini, kita akan rayakan di rumah
masing-masing, bukan di rumah Gereja. Dan ini merupakan tantangan bagi
kita juga. Mengapa? Karena sudah sekian lama tidak hanya berpuluh-puluh
tahun tapi beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun senantiasa
melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah Gereja. Tapi tahun ini kita
merayakan di rumah-rumah. Ada banya issue, ada banyak pertanyaan, apakah
pertanyaannya bersifat social questions, teological questions,
pertanyaan yang bersifat sosial atau pertanyaan bersifat teologis, dan
ini harus dijawab oleh Gereja. Dan firman Tuhan yang saya sudah bacakan
pada hari ini adalah jawaban bahwa pewujud-nyataan unconditional love,
Allah mengasihi dunia ini dengan tidak terbatas. Maka perayaan di rumah,
makan roti dan minum anggur di rumah tidak akan mereduksi, tidak akan
meng-simplify-kan, tidak akan menyederhanakan, tidak akan mengurangi
nilai daripada table fellowship, Perjamuan Kudus bersama. Kita
melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah tidak akan memiskinkan
persaudaraan kita, tidak akan memiskinkan persahabatan kita, tidak akan
memiskinkan kekeluargaan kita.

Saya percaya bahwa sebagai warga Gereja GMIM melalui pelayanan para
Penatua, Syamas, Guru Agama dan Pendeta baik di kolom maupun di Jemaat
dan di kategorial BIPRA, saya sangat meyakini pendekatan-pendekatan
pelayanan penggembalaan katekisasi, pemuridan, telah memperlengkapi
warga Gereja sehingga dapat melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah dengan
hati yang ada ketulusan dan keikhlasan. Yang paling penting saya mau
katakan ialah bagaimana kita menerima penebusan dan pengampunan yang
telah dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib.
Kita akan mampu merayakan Perjamuan Kudus makan roti dan minum anggur
ini melalui memiliki niat, memiliki hati, memiliki ketulusan dan
keikhlasan untuk mengampuni, untuk melayani dan mengasihi orang lain.
Supaya ketika kita makan roti, kita minum anggur, memiliki suatu
kualitas iman yang betul-betul dapat membawa perubahan-perubahan dalam
kehidupan pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat. Biarlah kiranya kita
dalam kesadaran iman, kita sungguh-sungguh mengungkapkan dari hati yang
paling dalam, dari suatu keyakinan iman yang paling dalam bahwa Yesus
Kristus yang mati di kayu salib, di Golgota, Ia sungguh adalah Anak
Allah. Yang telah membawa pengampunan dan penebusan yang utuh, yang
telah memampukan kita untuk hidup hanya mengasihi Tuhan, untuk hidup
hanya mengandalkan Tuhan dan hidup menghadirkan damai sejahtera dalam
kehidupan bersama. Saya percaya bahwa tantangan kita ketika kita makan
roti dan minum anggur dalam perayaan Perjamuan Kudus di Jumat Agung ini,
di dalam rumah kita, di tetangga kita, di masyarakat kita, kita
menyaksikan berbagai rintihan hati yang sangat dalam, penderitaan yang
sangat dalam. Ada begitu banyak saudara kita, sahabat kita, keluarga
kita yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Ada begitu banyak saudara
kita, sahabat kita, yang dirumahkan tanpa gaji. Ini suatu suasana yang
saya katakan rintihan hati yang sangat dalam. Saya yakin, melalui makan
roti dan minum anggur, melalui pengakuan iman yang nyata bahwa Yesus
yang mati di kayu salib adalah sungguh Anak Allah, akan mampu memulihkan
kita melalui meningkatkan kualitas pelayanan diakonal di Jumat Agung
ini. Kita mau berkorban melihat orang lain. Ini dimensi diakonal, yang
kuat membantu yang lemah, yang lemah menguatkan yang kuat.

Saya mengajak sebagai seorang Pendeta, sebagai seorang Gembala, sebagai
Ketua BPMS GMIM, supaya para Penatua, Syamas, Guru Agama dan Pendeta di
jemaat-jemaat, di wilayah pelayanan GMIM, sungguh-sungguh mau melakukan
tugas panggilan Gereja di dalamnya adalah upaya diakonia. Mampu melihat,
menolong, bahkan mengorbankan diri kita sehingga kita boleh melihat
saudara-saudara kita yang mengalami pemutusan hubungan kerja, yang
dirumahkan tanpa gaji, nilai produksi yang menurun dan produksi yang
sungguh-sungguh tidak dapat menjawab kebutuhan pasar yang ada saat ini.
Karena itu saya mengajak warga GMIM bahkan masyarakat yang ada di
Sulawesi Utara ini, marilah bersama-sama dengan tokoh-tokoh masyarakat,
tokoh-tokoh agama, bersama dengan Pemerintah, bersama dengan TNI-POLRI,
kita melakukan upaya diakonal, tidak hanya memberi beras, memberi gula,
kopi, memberi uang, tapi juga bagaimana kita mau berkorban, mau
melaksanakan physical distancing, mau melaksanakan jaga jarak, dan ini
memang sangat sulit bagi kita yang memiliki nilai dan budaya. Kalau
ketemu jabat tangan, kalau ketemu kita selalu berpelukan dan melakukan
cium kudus. Ini tantangan, kita pergi bekerja kita jaga jarak. Tapi
kalau kita disiplin, kalau kita mau berkorban, melaksanakan physical
distancing secara konsisten maka ini adalah upaya diakonal kita,
refleksi iman kita, ketika kita makan roti dan minum anggur dalam
perayaan Perjamuan Kudus dan ini akan memutus mata rantai penyebaran
COVID-19 ini. Supaya harapan kita semua di waktu yang akan datang, kita
boleh bersama di rumah Gereja, dalam satu meja perjamuan kudus, kita
duduk saling mengampuni, kita duduk saling melayani dan mengasihi satu
dengan yang lain. Sambil makan roti dan minum anggur dengan meningkatkan
kualitas persaudaraan, kekeluargaan dan kerukunan. Dengan demikian maka
saya meyakini penderitaan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib
betul-betul kita refleksikan, betul-betul kita menerima pengampunan dan
penebusan dan kita mempraktekkannya dan di sanalah nilai kehadiran kita
sebagai orang-orang yang menaru percaya kepada kematian dan kebangkitan
Yesus ini, kita betul-betul membawa pengharapan, membawa penghiburan dan
kepastian. Sambil kita rajin baca Alkitab, sambil kita setia berdoa, dan
giat bekerja dari rumah kita masing-masing. Tuhan Yesus menolong kita
semua, selamat menikmati dan merayakan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus
di tahun 2020 ini sambil meyakini bahwa Tuhan mengasihi kita dengan
kasih yang tidak terbatas dari sekarang ini sampai selama-lamanya. Amin.

Label:   MATIUS 27:45-56 





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020
1 Korintus 7:1-16(1)
1 Petrus 4:7-19(1)
1 SAMUEL 8:1-22(1)
2 Timotius 4:1-8(1)
Amsal 8:14-21(2)
Galatia 2:1-10(1)
Ibrani 4:14-5:10(1)
Kejadian 2:8-25(2)
Kejadian 9:1-17(1)
Keluaran 20:1-17(1)
Lukas 13:22-30(1)
Matius 25:31-46(1)
MATIUS 27:45-56(1)
Matius 28:1-10(1)
Mazmur 46:1-12(1)
Nehemia 2:11-20(1)
Roma 12:9-21(1)
Roma 15:1-13(1)
Rut 4:1-17(2)
Ulangan 1:9-18(3)
Yesaya 8:23-9:6(1)
Yohanes 8:30-36(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah Paskah Minggu, 12 April 2020 - Matius 28:1-10

Sebelum:
Minggu 29 Maret 2020 - KHOTBAH KETUA BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina untuk Ibadah Keluarga - YESUS DI HADAPAN MAHKAMAH AGAMA - LUKAS 22:63-71




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2020..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,