gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1381 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : */"Gereja Mengatasi Pandemi Covid-19"/*
TEMA MINGGUAN : */"Bertolong-tolonglah Menanggung Bebanmu/*
BACAAN ALKITAB: *1 Korintus 16:1-9*

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, orang Minahasa sering sebut "baku mapalus" atau gotong royong baik itu berkaitan dengan pekerjaan berkebun, bangun rumah atau kegiatan menghadapi acara pesta ataupun peristiwa kedukaan dan kesulitan. Dikandung maksud bekerja bersama untuk meringankan beban yang sedang dihadapi.

Sudah sekian minggu kita semua diperhadapkan dengan wabah Covid -19 atau Coronavirus Disease. Wabah penyakit Virus yang ditemukan di Wuhan China akhir tahun 2019. Organisasi Kesehatan dunia WHO menyebut Virus ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan umat manusia di dunia. Virus Covid -19 telah menjangkiti puluhan juta orang tanpa memandang suku, agama, ras , golongan, warna kulit, kaya, miskin, pejabat, konglomerat atau rakyat kecil. Virus ini telah merengut puluhan ribu nyawa di seantero bumi ini. Bencana ini harus dihadapi bersama-sama oleh seluruh umat manusia untuk menghentikan penularannya dan menolong yang terpapar serta menanggulagi akibat yang ditimbulkan seperti kesulitan pangan. Dengan alasan tersebut di atas maka tema perenungan minggu ini adalah: "Bertolong-tolonglah Menanggung Bebanmu".

PEMBAHASAN TEMATIS

* Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Pasal 16 merupakan pasal terakhir surat rasul Paulus yang pertama kepada
jemaat di Korintus. Pasal sebelumnya lebih banyak membicarakan tentang
pekabaran injil, sedangkan pasal 16, secara spesifik bicara tentang
pengum-pulan bantuan kepada jemaat di Yerusalen yang disebut orang orang
kudus, (Yun=hoi hagios), yang telah menerima injil dan beberapa
pemberitahuan pelayanan. Sebagai sesama orang Kristen buah pekabaran
injil para Rasul yang walaupun beda etnis, bahasa, budaya, domisili
tetapi punya status yang sama yaitu dipanggil dan di kuduskan oleh Yesus
Kristus (1 Kor 1 : 2)

Dalam I Korintus 16:1-9 Paulus mengingatkan kembali tentang memberi
bantuan seperti yang dijelaskan kepada jemaat Galatia (Gal 6:2).
Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu demikian kamu memenuhi hukum
Kristus. Cara memberi ialah tiap-tiap minggu hendaklah mereka
masing-masing memberi sesuai apa yang mereka peroleh. Dasar pemikiran
Rasul Paulus adalah Allah yang kaya dengan rahmat oleh karena kasih-Nya
yang besar telah melimpahkan-Nya kepada mereka. Menghidupkan
bersama-sama Kristus sehingga diselamatkan (Efesus 2 : 4 -5 )

Kepada jemaat Galatia Rasul Paulus pernah juga menyampaikan nasihat yang
sama untuk jangan jemu-jemu berbuat apa yang baik, karena selama masih
ada kesempatan marilah kita berbuat apa yang baik kepada semua orang
tetapi terutama kepada kawan kita seiman (Gal 6:9-10). Dalam ayat 2
pasal 16 Rasul Paulus menganjurkan apa yang akan dikumpulkan sebagai
bantuanya itu yang diperoleh, menyisihkan dan menyimpan di rumah artinya
bukan nanti dikumpulkan saat Rasul Paulus datang di Korintus tetapi
bantuan itu sudah lebih dahulu disiapkan oleh masing-masing entah orang
kaya atau miskin dan bukan berapa besar untuk mencari nama, penciteraan,
sanjungan, pujian atau hormat. Selanjutnya bantuan itu dibawa atau
dikumpulkan dan diserahkan pada hari minggu saat jemaat bersekutu dan
beribadah. Untuk urusan mengelolah bantuan itu Rasul Paulus
mengikutsertakan orang orang yang dapat dipercaya memiliki integritas
yang dianggap layak sehingga terhindar dari penyimpangan.

Dalam hal memberi bantuan Rasul Paulus juga menasehati supaya saling
mengasihi sebagai saaudara. Jangan sampai kerajinan menjadi kendor, biar
Roh menyala-nyala dan layani Tuhan (Roma 12:11) ikut bersimpati,
berempati, kepada orang orang yang sedang mengalami kesusahan, memberi
penguatan untuk bersukacita, tanamkan pengharapan, hidup sabar dalam
kesesakan serta tekun dalam berdoa. Seruan membantu orang orang kudus
adalah wujud kepedulian kepada sesama baik dalam keadaan suka maupun
dalam keadaan duka seperti kata firman: "Menangislah dengan orang yang
menangis dan tertawalah dengan orang yang tertawa (Roma 12 : 15).

Manajemen pelayanan Rasul Paulus begitu baik, itu nyata sekalipun ia
tidak bersama-sama dengan jemaat Korintus pada waktu tertentu namun
melalui komunikasi yang terbatas yaitu hanya melalui surat yang dikirim
ia memberi penguatan disamping menyelesaikan kunjungan pelayanan di
jemaat Makedonia. (ayat 6). Kepedulian Rasul Paulus bukan hanya kepada
orang Korintus untuk tinggal lebih lama dengan mereka tetapi kerinduan
yang sama juga kepada jemaat-jemaat yang dikunjunginya seperti jemaat
Efesus sambil menunggu sampai hari Pentakosta sekalipun banyak penentang
untuk melawan Rasul Paulus. Semua itu dilakukan oleh Rasul Paulus supaya
Injil terus disebarkan dan secara kongkrit iman kepada Yesus Kristus
diwujudkan termasuk dalam bertolong-tolong dalam menanggung beban mereka.

* Makna dan Implikasi Firman

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu adalah wujud memenuhi hukum
Kristus dalam segala keadaan. Peristiwa penyebaran wabah Covid-19 sangat
menggemparkan dunia sebab tidak terpantau sebelumnya oleh ilmu
pengetahuan dan teknologi mutahir. Di sini membuktikan bahwa manusia itu
bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kemahakuasaan Allah. Tidak ada
satupun negara di dunia ini yang tidak kena imbas penyebaran virus ini
sehingga menimbulkan kekuatiran, kecemasan, ketakutan sehingga berdampak
pada ter-ganggunya roda pemerintahan, ekonomi akibatnya banyak orang
kehilangan pekerjaan, penghasilan sehingga terganggu pula pemenuhan
kebutuhan dasar di samping ketakutan tertular virus yang dapat membawa
kematian.

Jika dipandang menurut mata iman, atau bumi ciptaan Tuhan, tidak ada
yang dapat mengganggu manakala tidak seijin Sang Pencipta termasuk wabah
pandemic ini. Manakala wabah ini adalah cara Tuhan untuk memberi
pelajaran karena dosa-dosa manusia maka manusia tidak punya kuasa untuk
melawan atau menghentikan kecuali manusia menyadari, menyesal dan punya
niat yang tulus untuk mengaku dosa dan bertobat serta mohon belas kasih
Tuhan untuk mengakhiri penyebaran wabah ini. Musibah kemanusiaan ini
sangat menakutkan dan apa lagi berita-berita di Media secara berlebihan
sehingga ada kejadian-kejadian yang memilukan hati. Orang kota ditolak
pulang kampung oleh orang kampung. Kalaupun harus pulang kampung
mengisolasikan diri dan tidak kontak fisik dengan keluarga sekalipun
selama dua minggu. Pasien positif tertular dikucilkan dan lebih
menyakitkan lagi bila meninggal dunia tidak dilaksanakan ibadah
selayaknya dan dikubur tidak disaksikan oleh keluarga dan lebih sadis
lagi ada mayat ditolak oleh masyarakat untuk dimakamkan di kampung halaman.
Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, para medis,

relawan,lembaga-lembaga kemanusiaan, lembaga keagamaan dan semua yang
peduli atas musibah ini. Seperti membatasi kumpul banyak orang, jaga
jarak, pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dengan harapan
dapat menghambat pandemi ini. Namun kenyataannya masih banyak orang yang
acuh tak acuh terhadap himbauan ini. Di tengah pergumulan ini kita
diajak untuk merenung "Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu". Bebanmu
juga bebanku, kesu-sahanmu kesusahanku juga. Bencana kemanusiaan ini
meluluh-lantakan program kerja karena harus tinggal di rumah. Jutaan
orang kehilangan penghasilan sehingga berdampak pada krisis pangan
sementara masih banyak orang kurang peduli dengan kesulitan sesamanya
bahkan masih banyak orang memanfaatkan kondisi ini untuk kumpul-kumpul
di tempat tertentu untuk piknik dan bersenang-senang.

Apa yang telah dilakukan oleh jemaat Makedonia kepada jemaat kudus di
Yerusalem yang sedang menghadapi kesusahan akibat penganiayaan orang
Yahudi yang tidak mau menerima injil dan penganiayaan pemerintahan
Romawi. Memotivasi kita untuk bertolong-tolong menanggung beban seperti
sekarang ini. Untuk secara ikhlas, tulus, rela, senang hati mengambil
bagian menyisihkan bukan mensisahkan untuk membantu saudara-saaudara
kita yang butuh bantuan. Kita bersyukur Pemerintah, Gereja, lembaga
keagamaaan, lembaga-lembaga kemaanusiaan, pribadi dan kelompok-kelompok
peduli kemanusiaan sudah banyak melakukan pelayanan kasih. Tentu semua
ini belum cukup apalagi kalau pandemi ini berlangsung lama. Kata Rasul
Paulus: "Kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapatkan keringanan
tetapi supaya ada keseimbangan". (2 Kor 8 : 13).
Kita tidak tahu sampai kapan pergumulan ini berakhir. Sebagai orang
beriman kita yakin Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan.
Marilah seperti jemaat Makedonia selagi dicobai dengan berat dan
pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap meskipun mereka sangat
miskin namun mereka kaya dalam kemurahan. Dalam kesusahan seperti
sekarang ini marilah kita bertolong-tolong menanggung beban bersama.
Jangan sampai terjadi ada yang meman-faatkan situasi ini untuk mengambil
panggung untuk pencitraan, mencari pamor, mengkritik sana-sini secara
membabi-buta, menghina, memfitnah, memprovokasi untuk kepentingan
pribadi kelompok sehingga bukan membantu malahan merusak keutuhan
tatanan jemaat dan masyarakat.

Marilah kita bersimpati dan berempati dengan saudara-saudara yang lagi
menghadapi kesusahan bukan dengan kata-kata saja tetapi dengan perbuatan
seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus memberi diri
sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa kita.


PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apa pendapat anda tentang jemaat Makedonia yang miskin namun kaya
dalam kemurahan membantu jemaat Yerusalem yang dalam kesusahan ?
2. Mengapa Rasul Paulus meminta jemaat Korintus menyisihkan pendapatan
mereka untuk membantu bukan menyisahkan untuk membantu?
3. Bagaimana gereja menyikapi kondisi penyebaaran Covid 19 dan dampak
yang ditimbulkannya ?

NAS PEMBIMBING: Galatia 6 : 2

POKOK - POKOK DOA:
* Saling mendoakan dan membantu mengatasi pandemi Covid-19.
* Penyembuhan dan pemulihan pasien yang tertular virus corona ini
* Para Medis, relawan dan petugas di garda terdepan untuk merawat para
pasien.
* Lembaga-lembaga Pemerintah, swasta, Gereja serta semua pihak yang
sedang berjuang untuk mengatasi penyebaran virus ini.
* Seluruh warga untuk mematuhi anjuran Pemerintah supaya terhindar dari
bahaya penyebaran virus corona.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ No. 7 Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar
Ses Doa Pembukaan: KJ No. 249 Serikat Persaudaraan
Pengakuan Dosa & Pengampunan: KJ. No. 27 Meski Tak Layak Diriku
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No.356 Tinggallah Dalam Yesus
Ses Khotbah: KJ No. 432 Jika Padaku Ditanyakan
Persembahan:NKB No.199Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan
Nyanyian Penutup: KJ No. 370 Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku.

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020
1 Korintus 7:1-16(1)
1 Petrus 4:7-19(1)
1 SAMUEL 8:1-22(1)
2 Timotius 4:1-8(1)
Amsal 8:14-21(2)
Galatia 2:1-10(1)
Ibrani 4:14-5:10(1)
Kejadian 2:8-25(2)
Kejadian 9:1-17(1)
Keluaran 20:1-17(1)
Lukas 13:22-30(1)
Matius 25:31-46(1)
MATIUS 27:45-56(1)
Matius 28:1-10(1)
Mazmur 46:1-12(1)
Nehemia 2:11-20(1)
Roma 12:9-21(1)
Roma 15:1-13(1)
Rut 4:1-17(2)
Ulangan 1:9-18(3)
Yesaya 8:23-9:6(1)
Yohanes 8:30-36(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 21 - 27 Juni 2020 - Hindari Perseteruan, Jadilah Berkat - Filipi 4:1-9

Sebelum:
Khotbah Paskah Minggu, 12 April 2020 - Matius 28:1-10




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2020..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,