gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 959 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN :/"Firman Tuhan Penuntun Hidup Sejahtera Berkeadilan"/
TEMA MINGGUAN :*/"Mengamalkan Iman dengan Tidak Memandang Muka"/*

BACAAN ALKITAB: *Yakobus 2:1-13*
Jangan memandang muka
2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? 2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? 2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? 2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah? 2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 2:11 Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. 2:12 Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. 2:13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.


*ALASAN PEMILIHAN TEMA*

Dalam realitas sosial sekarang ini, hal memandang muka atau pilih kasih
dengan membedakan status sosial telah menjadi fenomena dikalangan
masyarakat sekuler tapi juga di dalam hidup berjemaat. Orang kaya,
penguasa dan yang berpendidikan lebih dihormati daripada orang miskin
yang dianggap berstatus sosial rendah. Pembedaan ini juga diperuncing
oleh isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan) yang justru mempertajam
kepincangan sosial dan menjadi stigma buruk di tengah masyarakat.

Pemahaman ini banyak memengaruhi orang Kristen. Sikap membeda-bedakan
terlihat dalam cara berelasi atau berinteraksi dengan orang lain.
Seharusnya mereka menjadi teladan dalam memperlakukan setiap orang
dengan baik, apapun status sosialnya. Hal ini merupakan bentuk gaya
hidup yang sesuai nilai etika moral kristiani secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Tema minggu ini "Mengamalkan Iman Dengan Tidak Memandang Muka"
memberikan landasan etik kristiani bagi orang beriman dalam
mengimplementasikan imannya agar tidak terjadi kesenjangan sosial dan
intoleransi.

Sararan tema ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera
berkeadilan. Di mana setiap orang diberi ruang dan tempat untuk
menyejahterakan hidupnya. Hidup berdampingan dengan damai, saling
menghormati dan menghargai di tengah perbedaan merupakan suasana yang
kondusif untuk terciptanya harmonisasi dan kesejahteraan hidup bersama
dengan orang lain.

*PEMBAHASAN TEMATIS***

*Pembahasan Teks Alkitab /(Exegese)/*

Surat Yakobus adalah sebuah surat Pastoral yang terbuka dan ditujukan
kepada semua orang Kristen yang tersebar di seluruh wilayah kekaisaran
Roma (dua belas suku yang ada di perantauan). Ia bermaksud memberi
petunjuk praktis tentang kehidupan sehari-hari. Nasihatnya sangat
bersentuhan dengan kehidupan yang nyata.

Bagi Yakobus, iman adalah perbuatan. Melalui suratnya, ia memberikan
contoh bagaimana iman nyata dalam perbuatan. Pokok utama Yakobus
2:1-12 membicarakan janganlah iman itu diamalkan dengan memandang muka.

/"Memandang muka"/*//*(Yun. /prosopolepsia/) adalah ungkapan yang
menjelaskan tentang cara memberi perhatian khusus terhadap orang karena
status sosialnya atau kedudukannya. Sikap seperti ini tidak menyenangkan
hati Allah, karena Ia tidak memandang penampilan lahiriah melainkan hati
manusia (band 1 Samuel 16:7)

Prilaku memandang muka telah menjadikan orang beriman sebagai "hakim
dengan pikiran yang jahat". Tindakan ini tidak menghormati Tuhan dan
tidak didorong oleh kasih yang murni untuk semua orang. Malahan dilihat
sebagai dosa karena melanggar hukum kasih. Dalam rangka itulah, Yakobus
dengan tegas berbicara tentang jangan amalkan iman dengan memandang
muka. Cara hidup yang membeda-bedakan orang miskin dengan orang kaya
adalah suatu penghinaan terhadap mereka. Justru Allah memilih
orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam
iman dan menjadi ahli waris kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada
barangsiapa yang mengasihi Dia.

Kehidupan beriman tidak dipengaruhi oleh penilaian lahiriah melainkan
cara hidup yang mengasihi Tuhan. Bukan status sosial yang menentukan
kita menerima warisan iman melainkan otoritas Tuhan yang memilih siapa
yang dikehendaki-Nya. Di antaranya orang-orang yang dianggap miskin
oleh dunia.

Yakobus juga melihat perbedaan status sosial dan ekonomi berdampak pada
perlakuan dan sikap seseorang. Praktek hidup orang yang memandang muka
atau pilih kasih ini berkaitan erat dengan penilaian yang subjektif. Hal
ini tidak didasarkan pada keberadaan yang sesungguhnya. Perlakuan ini
sangat diskriminatif. Cara ini bukanlah ciri khas hidup orang beriman.
Orang beriman seharusnya tidak membedakan orang kaya atau orang miskin
di dalam suatu komunitas. Itulah tanda kedewasaan rohani, dimana ia
memperlakukan setiap orang sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan yang mulia.

Pengamalan iman tidak boleh dipengaruhi dan ditentukan oleh
faktor-faktor berikut ini: ras, etnis, ekonomi, tingkat pendidikan,
agama, pekerjaan dan lainnya. Hal-hal demikian hanyalah atribut
lahiriah. Menurut hukum Yahudi seharusnya cara berpakaian orang kaya
sama sederhananya dengan orang miskin. Namun gaya hidup orang kaya
waktu itu sangat bertolak belakang. Mereka merasa lebih berkuasa,
menghina, menindas orang miskin bahkan melawan Allah. Tidak sepantasnya
mereka menerima penghormatan yang berlebihan. Hanya Tuhanlah yang berhak
menerima penghormatan. Nasihat Yakobus ini bukan bermaksud menyepelekan
orang kaya melainkan memberi penekanan bahwa perlakuan memandang muka
adalah suatu tindakan yang berdosa. Sama halnya dengan dosa-dosa
lainnya, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah.

Orang yang beriman adalah orang yang mengasihi. Keduanya harus
berpadanan. Penegasan berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang
akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang, mengindikasikan sikap
yang konsisten dari orang beriman. Kata dan perbuatan harus berjalan
bersama. Tidak boleh dipisahkan dan saling melengkapi. Orang yang
berbelas kasihan terhadap sesamanya akan menang atas penghakiman.

Sebenarnya penekanan dari bacaan ini bukan pada orang kaya atau orang
miskin. Esensinya adalah bagaimana seorang beriman mewujudkan imannya
dalam keseharian. Tidak salah menjadi orang kaya dan bukan juga suatu
keburukan kalau menjadi orang miskin. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan
dan harus mewujudkan imannya dalam interaksi sosial dengan sesamanya
baik miskin atau kaya. Kekayaannya tidak menjadikannya semakin dekat
dengan Allah begitu juga kemiskinan tidak menjauhkannya dari Allah.




*Makna dan Implikasi Firman*

* Firman Tuhan merupakan pedoman hidup yang mengajarkan bahwa Tuhan
Yesus adalah Tuhan semua orang. Hal ini harus menjadi landasan etik
kristiani dalam kehidupan di tengah masyarakat yang majemuk.
* Gereja dipanggil untuk melayani semua orang tanpa membeda-bedakan
status sosialnya. Karena Allah menghendaki kehidupan yang harmonis
dan sejahtera berkeadilan bagi manusia ciptaan-Nya.
* Keluarga Kristen hendaknya mengamalkan iman dengan penuh kasih
kepada siapapun juga. Tidak boleh bertindak diskriminatif dengan
alasan status sosial atau isu SARA. Sikap membeda-bedakan (pilih
kasih) merupakan pelanggaran terhadap hukum kasih. Jika kita
melakukannya, kita berdosa. "/Jadi jika seorang tahu bagaimana ia
harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia
berdosa/".(Yakobus 4:17)
* Menghargai dan menghormati sesama adalah wujud iman yang dewasa,
itulah "eksistensi" orang beriman. Iman orang Kristen ini harus
berwujud dalam tindakan, karena iman bekerjasama dengan perbuatan
dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna (Yakobus 2:22).
* Tidak ada salahnya kalau kita menghargai dan menghormati pejabat
atau atasan kita. Yang salah adalah jika kita mengkultuskan mereka.
Terlambat memulaikan ibadah demi menunggu pejabat yang akan datang.
Sebab hanya Tuhanlah yang harus dimuliakan.
* Tidak ada salahnya menjadi orang kaya, sebab kekayaan adalah berkat
Tuhan, yang salah adalah ketika kita menggunakan kekayaan untuk
menindas dan memperlakukan orang miskin dengan semena-mena. Tidak
ada salahnya kalau kita belum dapat memenuhi kebutuhan kita
("miskin") namun bukanlah suatu kebenaran kalau kita berpura-pura
miskin atau memiskinkan diri. Tapi yang benar adalah berusaha
bangkit untuk menyejahterakan kehidupan.
* Peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November ini, kiranya menjadi
momentum yang strategis untuk membangkitkan semangat kepahlawanan,
yaitu kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara. Kita tidak akan
lagi berperang secara fisik tapi kita masih perlu berjuang untuk
mengalahkan kemiskinan dan ketidakadilan.
* Setiap warga gereja dipanggil untuk menjadi pahlawan iman dengan
mewartakan dan mewujudkan keselamatan dari Tuhan bagi manusia dan
dunia ini.

*PERTANYAAN UNTUK DISKUSI*:

1. Apa yang dimaksud dengan memandang muka menurut perikop Yakobus 2:1-13?
2. Apa tanggapan saudara bila mendapati praktek pembedaan status sosial
dalam pelayanan?
3. Bagaimana gereja mengupayakan kehidupan sejahtera berkeadilan
ditengah perbedaan?

*POKOK-POKOK DOA*:

* Praktek-praktek diskriminatif dalam jemaat dan masyarakat.
* Keluarga Kristen yang melayani tanpa memandang muka.
* Firman Tuhan menjadi penuntun hidup jemaat yang adil dan sejahtera.

*TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:*

*HARI MINGGU BENTUK II*

*NYANYIAN YANG DIUSULKAN:*

Persiapan : KJ No. 242 Muliakan Allah Bapa

Pengakuan Dosa : KJ No. 467 Tuhanku, Bila Hati Kawanku

Janji Anugerah Allah: NNBT No 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan

Puji-Pujian : KJ No 23 Ya Allah Bapa

Ses. Pemb. Alkitab : KJ No. 256 Kita Satu Di Dalam Tuhan

Persembahan :KJ No. 255 Di Seluruh Dunia

Penutup : Persaudaraan Yang Rukun

*ATRIBUT :* Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas
gelombang.





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 17-23 November 2019 - Tuhan itu Baik pada Umat-Nya, tetapi Menghukum Lawan-Nya - Nahum 1:1-8

Sebelum:
MTPJ 03-09 November 2019 - Diusir dari Taman Kebahagiaan - Kejadian 3:1-24




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,