gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1430 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : /"Firman Tuhan Penuntun Hidup/ /Sejahtera Berkeadilan"/


TEMA MINGGUAN :*/"Tuhan itu Baik pada Umat-Nya, tetapi Menghukum Lawan-Nya/*/"/


BACAAN ALKITAB : *Nahum 1:1-8*
 1:1 Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh.
Murka TUHAN
1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. 1:3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. 1:4 Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering. Basan dan Karmel menjadi merana dan kembang Libanon menjadi layu. 1:5 Gunung-gunung gemetar terhadap Dia, dan bukit-bukit mencair. Bumi menjadi sunyi sepi di hadapan-Nya, dunia serta seluruh penduduknya. 1:6 Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya. 1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya 1:8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.

*ALASAN PEMILIHAN TEMA*

Kehidupan orang percaya mengalami banyak persoalan, tekanan dan
penderitaan yang seakan tiada habisnya. Dari tahun ketahun kita
mendengar terjadi penindasan terhadap orang percaya di berbagai pelosok
dunia tak terkecuali juga di negara yang kita cintai. Terkadang sering
terjadi disharmoni apalagi dalam soal beragama. Orang percaya
menghadapi situasi yang tidak menentu, mau beribadah tapi tempat
ibadahnya ditutup bahkan dibongkar dan ingin membangun rumah ibadah tapi
prosedurnya sangat sulit. Tidak bisa serta merta mendirikannya karena
ijinnya yang berbelit-belit bahkan sering dihambat.

Di tengah situasi demikian, mungkin ada yang mempertanyakan,
"Dimanakah Tuhan ketika umat-Nya berseru? Apakah Tuhan akan berdiam diri
dan tidak bertindak mengatasi berbagai persoalan dan pergumulan manusia?"

ADVERTISEMENT

Tema "Tuhan itu baik pada umat-Nya tetapi menghukum lawan-Nya"
menjadi perenungan sepanjang minggu berjalan ini dengan maksud
memberikan pemahaman bahwa pasti Tuhan akan bertindak, tidak selamanya
Ia berdiam diri dan membiarkan orang yang percaya kepada-Nya sengsara
bahkan menderita. Kita harus tetap yakin bahwa ada waktunya Tuhan akan
menyatakan kuasa-Nya dan ketika Ia bertindak tidak ada yang dapat
menandingi-Nya. Semua ada waktunya dan waktu Tuhan selalu yang terindah
bagi umat-Nya.

*PEMBAHASAN TEMATIS***

*Pembahasan Teks Alkitab /(Exegese)/*

Nama "Nahum" berarti "penghiburan" atau "berbelas-kasihan/mengasihani".
Sedangkan Elkosh tempat asalnya. Tradisi dari abad 16 M menempatkan
Elkosh berada 50 mil di sebelah utara kota modern Mosul (dekat
reruntuhan kota Niniwe). Kitab Nahum ini ditulis sekitar tahun 633
sM-612 sM.

Nabi Nahum menyampaikan tentang kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. Allah
yang ia percayai adalah Tuhan yang berkuasa, berdaulat dan tidak akan
membiarkan umat-Nya mengalami penindasan oleh bangsa Asyur. Pada saat
itu, Asyur terkenal karena tidak berperi-kemanusiaan dan bertindak
kejam. Mereka tidak segan-segan membunuh tahanannya di muka umum. Kepala
para tawanan dipancung. Setiap daerah jajahan dibebani dengan pajak yang
sangat tinggi. Asyur pernah menyerang dan mengalahkan Kerajaan Utara
(Israel) pada tahun 722 SM dan menjadi ancaman bagi Kerajaan Selatan
(Yehuda).

Bagian Alkitab ini juga, sering diterjemahkan sebagai syair akrostik
(mengikuti susunan abjad bah. Ibrani) yang sama dengan Mazmur. 111, 112
yakni : /"Alep", / Tuhan itu Allah yang cemburu (ay.2), "/Bet", / Ia
berjalan dalam puting beliung dan badai (ay. 3), /"Gimel", / Ia
menghardik laut dan mengeringkannya (ay.4), /"He", / gunung-gunung
gemetar terhadap Dia (ay.5a). /"Waw", /Bumi menjadi sunyi sepi di
hadapan-Nya (ay.5b), /"Zayin",/ Siapakah yang tahan berdiri menghadapi
geram-Nya (ay.6a), /"Het",/ kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api
(ay.6b)./"Tet"/, Tuhan itu baik (ay.7a), /"Yod",/Ia mengenal orang-orang
yang berlindung kepada-Nya (ay.7b). /"Kap",/ Ia menghabisi sama sekali
orang-orang yang bangkit melawan Dia (ay.8).

Penggambaran ini menyatakan tentang siapa Allah yang dipahami oleh
bangsa Israel. Pembalasan yang datang dari Allah sungguh luar biasa.
Bangsa Asyur yang sudah menindas umat Israel pasti akan dilenyapkan.
Nubuat Nahum telah terbukti. Kota Ninewe, ibu kota kerajaan Asyur memang
pernah bertobat akibat khotbah nabi Yunus sekitar 100 tahun sebelumnya,
namun mereka kembali menyembah berhala, menindas dan bertindak kejam.
Akhirnya hancur pada tahun 612 sM ketika ditaklukkan oleh persekutuan
Babel, Media dan Skit.

Nabi Nahum menggambarkan Tuhan itu, Allah yang cemburu dan pembalas
itu. Kata cemburu (Ibr: qannow'; jealous, cemburu) menunjuk pada
semangat Tuhan untuk melindungi umat-Nya bukan pada sikap emosional yang
membabi buta. Suatu bentuk tindakan kasih Allah untuk memproteksi
umat-Nya. Di sinilah kecemburuan dipadankan dengan kesabaran. Tuhan itu
panjang sabar dan besar kuasa-Nya.

Tuhan itu baik dan menjadi tempat perlindungan bagi umat-Nya. Allah
yang diimani oleh orang Israel adalah Allah yang aktif bertindak bukan
Allah yang diam dan bisu. Melainkan Allah yang peduli terhadap
pergumulan umat-Nya. Dia menjadi tempat pengungsian pada waktu
kesusahan. Inilah refleksi iman umat atas pengalaman sepanjang ziarah
kehidupan mereka.

Allah Perjanjian Lama bukanlah Allah yang penuh murka melaikan kebaikan
adalah hakikat Allah. Kebaikan-Nya terus menerus dan berlanjut kepada
setiap orang. Kesalahan dan dosa tidak akan memegaruhi kebaikan-Nya. Ia
mengenal (Ibr: yada' mengetahui, memahami) orang-orang yang berlindung
pada-Nya. Tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang
yang bersalah. Inilah bentuk pengharapan umat yang tengah mengalami
penindasan.

*Makna dan Implikasi Firman*

* Tuhan adalah Allah yang tetap menyertai kehidupan orang percaya
sepanjang masa. Dunia boleh berubah sedemikian cepatnya, tetapi
kasih setia Tuhan tidak pernah berubah. Kita terus menyakini bahwa
Tuhan itu baik dan selalu menjadi tempat pengungsian dan
perlindungan bagi kita. Ia akan memberikan kemampuan dalam
menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan.
* Tuhan adalah Allah yang cemburu dan pembalas. Ia memang penuh kasih
sayang tapi tidak berkompromi dengan dosa. Setiap perbuatan manusia
selalu dalam pengawasan-Nya. Itu berarti ketika kita hidup hendaknya
melakukan yang terbaik bagi Tuhan dengan menjadi berkat bagi banyak
orang. Bukan mempergunakan hidup ini untuk melakukan ketidakadilan,
bertindak semena-mena, kejam, tidak berprikemanusian dan sebagainya.
Bila saatnya tiba, masing-masing kita akan mempertanggung-jawabkan
setiap perbuatan kepada Tuhan.
* Bila kita menghadapi penganiayaan, kebebasan beribadah dihambat,
izin pembangunan gereja ditolak, penutupan gereja dan lainnya, maka
kita diajak untuk mendoakan dan terus melakukan kebaikan kepada
mereka yang melakukan hal-hal ini. Jangan menghakimi apalagi
membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebab pembalasan itu bukan hak
kita, tapi haknya Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan akan bertindak,
sebab tidak selamanya Ia berdiam diri.
* Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang panjang sabar. Ia masih
memberikan kita waktu untuk bertobat. Marilah kita meresponi
kebaikan Tuhan ini. Ketika masih ada kesempatan, marilah kita
memperbaiki diri, merubah apa yang tidak baik menjadi baik. Ketika
kita diberi waktu untuk bekerja, berkarya dan melayani Tuhan
lakukanlah dengan segenap hati dan kesungguhan, supaya hidup ini
berkenan kepada Tuhan.
* Kita memiliki pengharapan seperti yang disampaikan Petrus kepada
jemaat yang menanti kedatangan hari Tuhan: Tuhan tidak lalai
menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai
kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki
supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik
dan bertobat (2 Petrus 3:9).

*PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: *

1. Apa yang kita pahami tentang pernyataan bahwa Allah itu baik pada
umat-Nya tetapi menghukum lawan-Nya menurut perikop dalam Nahum 1:1-8?
2. Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi tantangan dan hambatan bagi
pertumbuhan Gereja Tuhan masa kini. Berikanlah contoh !

*NAS PEMBIMBING : **Mazmur 35:22-23*

*POKOK - POKOK DOA : *

* Kesiapan jemaat menghadapi pergumulan dengan tindakan iman
* Penutupan gedung gereja dan hambatan untuk beribadah.
* Kebijaksanaan Pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai
persoalan yang berkaitan dengan agama.
* Warga gereja diberi ketabahan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
* Korban ketidakadilan, diskriminasi, dan tindakan yang tidak
berprikemanusian lainnya

*TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: *

*HARI MINGGU BENTUK **III*

*NYANYIAN YANG DIUSULKAN: ***

Pembukaan : NNBT No. 43 Pujilah Allah Semesta Alam

Ses. Nas Pemb : NNBT No. 34 Tuhanlah Perlindunganku

Pengakuan Dosa: KJ No.353 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil

Berita Pengampunan: KJ No. 36 Dihapuskan Dosaku

Ses.Pengakuan Iman: KJ No.38 T'lah Kutemukan Dasar Kuat"

Persembahan : KJ No. 440 Di Badai Topan Dunia

Berkat : NKB No. 189 Pegang Tanganku

*ATRIBUT :* Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas
gelombang.





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 1-7 Desember 2019 - Allah Datang untuk Merangkul dan Memulihkan - Mikha 4:6-14 - Minggu Adven 1

Sebelum:
MTPJ 10-16 November 2019 - Mengamalkan Iman dengan Tidak Memandang Muka - Yakobus 2:1-13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,