gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1727 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : /"Firman Tuhan Penuntun Hidup Sejahtera Berkeadilan"/
TEMA MINGGUAN : */"Diusir dari Taman Kebahagiaan"/*

BACAAN ALKITAB : *Kejadian 3:1-24*
Manusia jatuh ke dalam dosa
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


*ALASAN PEMILIHAN TEMA*
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang termulia. Kepadanya dikaruniakan
berbagai bentuk keistimewaan antara lain: otak sebagai alat berpikir dan
pusat akal sehat, hati sebagai alat pertimbangan moral, pancaindra,
kesehatan, kekuatan fisik, cerdik dan terampil untuk mengusahakan dan
menjalani kehidupan sesuai kehendak Pencipta. Langit dan bumi serta
segala kekayaannya dipercayakan untuk ditaklukan dan dikuasai oleh
manusia dengan tujuan untuk menjaga serta memelihara demi kehidupan yang
bahagia dan sejahtera seluruh ciptaan.

Harmonisasi kehidupan alam semesta yang bahagia dan sejahtera akan
lestari apabila dikelola dan dikerjakan dengan aturan firman Tuhan. Di
segala lini kehidupan ini ada aturannya. Tanpa aturan atau hukum akan
terjadi kekacauan yang merusak tatanan kehidupan. Itulah sebabnya
penyerahan kewenangan diikuti dengan pemberian aturan, yaitu firman
Allah sebagai batasan untuk menjamin terselenggaranya kehidupan yang
bahagia dan sejahtera di muka bumi ini. Pelanggaran terhadap aturan atau
hukum adalah pemberontakan yang mengakibatkan kerusakan dan dapat
mengacaukan sendi-sendi kehidupan.

ADVERTISEMENT

Dunia ini adalah taman kehidupan yang memberikan kebahagiaan kepada umat
manusia, akan tetapi di berbagai tempat di muka bumi ini masih terlihat
kehidupan yang penuh kesusahan, penderitaan, kemiskinan, kemelaratan,
kekerasan, penindasan, perkelahian dan lain-lain. Melalui tema /D//iusir
dari //T//aman //K//ebahagiaan/, umat manusia dan warga gereja secara
khusus hendak diingatkan pentingnya mendengar, memperhatikan dan
menjalankan peraturan, hukum sebagai perwujudan ketaatan terhadap firman
Tuhan, demi terciptanya kehidupan yang harmonis, sejahtera dan bahagia.

*PEMBAHASAN TEMATIS***

*Pembahasan Teks Alkitab /(Exegese)/*

Setelah Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya, menetapkan
waktu dan menempatkan manusia di taman Eden, dimulailah sejarah tentang
kehidupan manusia.

Perikop Kejadian 3: 1-24 mengisahkan kejatuhan manusia ke dalam dosa
yang mengakibatkan penghukuman dan pengusiran dari taman Eden. Di dalam
ruang dan waktu sejarah manusia hadirlah ular sebagai binatang yang
paling cerdik (/Ibr, Aruwm = cerdik, bijak, licik/), yaitu perilaku yang
berdasarkan naluri, dorongan keinginan tanpa pertimbangan, tanpa akal
sehat, tanpa tujuan.

Ular itu menghampiri perempuan dan memulai percakapan yang berkembang
menjadi suatu forum diskusi atau perdebatan yang mempersoalkan firman
Tuhan, yaitu aturan/hukum yang ditetapkan Allah untuk membatasi dan
melarang manusia memakan buah pohon yang ada di tengah-tengah taman Eden.

Melalui suatu pertanyaan retoris memberi kesan binatang yang cerdik itu
tahu sedikit isi firman Tuhan. Pertanyaan itu seakan memperlihatkan
sikap yang meragukan kebenaran dan membenarkan keraguan : /"Tentulah
Allah berfirman semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya
bukan?/ Pertanyaan itu sangat efektif merangsang aspek kognitif
(pengetahuan) si perempuan untuk membantah, meluruskan dan mengedukasi.
/"lalu sahut perempuan itu, buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh
kami makan./ Namun bantahan itu gagal, manusia perempuan itu kurang
lengkap dan tepat mengutip dan mengaplikasikan Firman Tuhan. Kegagalan
itu terlihat dari ucapannya, /tetapi tentang buah pohon yang ada di
tengah-tengah taman, Allah berfirman:////Jangan kamu makan ataupun raba
buah itu nanti kamu mati./ Dibandingkan dengan Kejadian 2:17, kutipan
firman sebagai bantahan itu tidak lengkap dan tepat. Penambahan kata
'/ataupun raba'/*//*buah itu dan mengganti kata-kata /pastilah engkau
mati/*//*dengan/nanti kamu mati/mendes-kripsikan inkonsistensi. Di satu
sisi memberatkan aturan/hukum Tuhan dan di sisi yang lain meringankan
sanksi hukuman. Demikian juga menghilangkan kata-kata /"sebab pada hari
engkau memakannya pastilah engkau mati"/ memperlihatkan adanya pemahaman
yang "kurang utuh"**mengenai firman Tuhan.

Inkonsistensi dan hilangnya komitmen untuk mentaati firman secara utuh
menciptakan ruang kosong di dalam hati sehingga diisi oleh berbagai
kenginan yang tidak benar. Ini menyebabkan konflik batin yang berat
sehingga hidup dikuasai oleh keinginan semata lalu bertindak berdasarkan
naluri atau kehilangan pertimbangan moral dan akal sehat.

Ayat 4 dan 5 boleh disebut sebagai /hoax (kebohongan)/ yang paling tua,
yang pertama hadir di tengah-tengah kehidupan manusia. Dengan mudahnya
hoaks ini merasuk dan merusak otak dan hati. /"sekali-kali kamu tidak
akan mati....kamu akan menjadi seperti Allah/*,***menjadi suatu tawaran
menarik*. *Ini semakin merintangi untuk fokus kepada larangan, diperdaya
oleh kebohongan yang menghanyutkan perempuan itu dalam bayang-bayang
keinginan yang kuat/./

Perkataan-perkataan ular (ayat 4,5,6) menyeret si perempuan berada dalam
ketegangan antara keinginan dan larangan. "... melihat bahwa buah pohon
itu /baik, sedap kelihatannya, menarik hati, memberi pengertian/ adalah
upaya internal mencari solusi membenarkan diri untuk memperoleh kekuatan
dan kekuasaan magis dari buah pohon itu. Ketegangan ini memproyeksikan
larangan Tuhan sebagai penghalang keinginan manusia untuk mendapatkan
haknya menjadi seperti Allah, tahu segala sesuatu. Jalan keluar
memecahkan dilema ini, mengambil dan memakan buah itu. Tragisnya,
perempuan itu memberikan juga kepada suaminya yang tanpa pertimbangan
menerima dan memakan buah itu.

Perbuatan melawan firman itu berlangsung seperti sebuah kecelakaan yang
terjadi secara mendadak, /terbukalah mata mereka(ayat 7)//./
Pemberontakan itu segera menanggalkan kemuliaan, tanda datangnya babak
baru kehidupan /primitif///(kuno, keadaan sangat sederhana). Kejatuhan
manusia dalam dosa mengubah gambar hidup yang indah; status mulia dan
agung menjadi status hina dan rendah.

Selanjutnya digambarkan dua hal: Tuhan yang selalu aktif bekerja
menyertai dan memelihara ciptaan-Nya (ayat 8). Pemberontakan manusia
menimbulkan rasa malu dan rasa takut. Akumulasi keduanya menyatakan
bahwa hidup manusia telah dikuasai oleh dosa yang merusak relasi dengan
Allah.

/Bersembunyi/ adalah usaha yang sia-sia. Di hadapan Allah tidak ada yang
disembunyikan (ayat 9). Allah yang aktif, bertindak memanggil dan
mencari. /"Di manakah engkau?"/ adalah penyataan kasih Allah kepada
ciptaan-Nya. Pengakuan yang tulus dan jujur itulah yang dikehendaki
Allah. Tetapi kuasa dosa menjadi penghalang bagi manusia untuk mengakui
kesalahan dan kelemahannya. Rasa takut dan malu memaksa manusia
mem-benarkan diri dengan cara mempersalahkan yang lain. Manusia
mempersalahkan isterinya dan si isteri mempersalahkan si ular.

Hasil interogasi interpersonal dalam pengadilan Allah yang bertindak
sebagai hakim membuktikan ketiga oknum ini bersalah. Hukuman dijatuhkan.
Ular sebagai binatang paling cerdik dihukum menjadi binatang terkutuk;
menjalar dengan perut, makan debu tanah dan menjadi musuh abadi manusia.
Perempuan (isteri) mendapat hukuman; susah payah dan kesakitan ketika
mengandung dan melahirkan anak serta merendahkan derajatnya di bawah
suaminya. Manusia (suami) divonis dengan hukuman bersusah payah mencari
rezeki, berpeluh mencari makanan dan hidup di tanah yang terkutuk.
Akibat kejahatan dan pemberontakan manusia, Allah mengutuk ular dan
tanah tapi bukan manusia. Penghukuman kepada manu-sia lebih bersifat
pendidikan dari pada pembalasan (ayat 10-19).

Pemberian nama kepada perempuan oleh suaminya dari/Isyah/ atau penolong
yang sepadan menjadi/hawa/*//*atau ibu semua yang hidup menjadi tanda
dimulainya babak baru kehidupan manusia dalam keterbatasan/kelemahan
tetapi berkelanjutan (ayt 20). Perhatian dan kepedulian Allah yang
memelihara dan menyediakan dibuktikan dengan /membuat/ dan mengenakan
pakaian dari kulit binatang. Kata-kata membuat dan mengenakan
menggambarkan perasaan Allah yang penuh belas kasihan kepada manusia
(ayat 21).

Selanjutnya, Tuhan Allah mengusir (Ibr /shalach, /menyuruh, membiarkan
pergi) dan menghalau (Ibr, /garash/ = mengusir, menyingkirkan) manusia
dari taman Eden (Ibrani: kesenangan, kebahagiaan) supaya ia mengusahakan
tanah dari mana ia diambil. Penggunaan kedua kata kerja ini (mengusir,
menghalau) memberi penegasan bahwa manusia tidak diizinkan lagi untuk
kembali. Jalan ke kehidupan sesungguhnya telah tertutup, oleh penjagaan
beberapa kerub (Ibr, */ /*/karuwb/ = golongan malaikat yang digambarkan
sebagai mahluk bersayap dan melambangkan kehadiran Allah dan
keagungannya) dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar,
manusia dicegah untuk mengulangi pemberontakannya dan menjaga jalan ke
pohon kehidupan.

*Makna dan Implikasi Firman*

* *Kisah kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah pengakuan yang
bertujuan menjawab pertanyaan asal usul dosa, penderitaan dan bekerja
dengan susah payah. Akibat dosa, hidup yang penuh berkat menjadi hidup
yang penuh penderitaan. Dosa adalah perbuatan melawan kehendak Allah;
suatu upaya merampas atau mencuri kepunyaan Allah. Keinginan manusia
yang berlebihan sebagai ciptaan dengan mengetahui segala sesuatu adalah
mustahil. Status sebagai ciptaan memberi pesan penting bahwa dalam
kesempurnaannya terdapat keterbatasan dalam diri manusia. Karena itu,
manusia akan tetap menjadi manusia sejati ketika hidupnya bergantung
kepada Allah selaku Pencipta melalui ketaatan kepada firman-Nya.

Kejatuhan dalam dosa, disatu sisi memperlihatkan hal kegagalan manusia
mengerjakan dan mengaplikasikan Firman Tuhan (gagal paham akibatkan
gagal aksi). Di sisi lain memperlihatkan Allah yang tidak pernah gagal
dalam rencana-Nya. Kesalahan atau dosa manusia tidak membuat kasih setia
Tuhan berkurang sebaliknya tragedi itu semakin memperlihatkan Allah yang
aktif dalam tindakan melindungi dan memelihara ciptaan-Nya. Penghukuman
dan pengusiran dari taman Eden termasuk tindakan Allah untuk melindungi
dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal.

Dosa menciptakan rasa malu dan takut. Hal ini menjadi titik lemah yang
melekat dalam diri manusia tetapi Tuhan yang setia dan penuh kasih
selalu menyapa jangan takut, Aku masih ada, menyertaimu untuk
menyelamatkanmu.

Firman Tuhan sebagai petunjuk atau hukum yang harus ditaati bukan
bermaksud menghalangi atau mengekang manusia melainkan untuk membebaskan
manusia dari penderitaan karena dosa, supaya bebas bergaul dengan Tuhan,
bebas berelasi dengan sesama ciptaan.

Dosa membuat manusia diusir dari persekutuan dengan Allah dari Taman
Kebahagiaan yang sesungguhnya. Namun melalui Yesus Kristus jalan yang
tertutup kini terbuka, manusia diperdamaikan dengan Pencipta-Nya (Bnd
Matius 27:51, Yohanes 3:16, 14:6)

Penyertaan dan pemeliharaan Allah sebagai bukti kasih setia-Nya yang
kekal dinyatakan melalui Yesus Kristus. Allah yang turun dari sorga,
masuk ke dalam dunia menjadi sama dengan manusia, merasakan penderitaan
dan mati, hina dan rendah. Di dalam dan bersama Kristus, Eden yang baru
dihadirkan bagi manusia. Dialah jalan masuk menuju kebahagiaan
kehidupan yang sesungguhnya (Bnd Yohanes 14:6). Hidup damai sejahtera
dalam relasi yang indah dengan Tuhan Allah dan ciptaan lainnya.

*PERTANYAAN UNTUK DISKUSI*:

1. Mengapa manusia diusir dari Taman Eden berdasarkan bacaan Kejadian
3:1-24 ?

2. Apa yang seharusnya dilakukan untuk menghadapi godaan keinginan agar
tidak jatuh dalam dosa dan bagaimanakah upaya kita menghadirkan kembali
Eden yang sesungguhnya?

*NAS PEMBIMBING: Wahyu 21:23*

*POKOK-POKOK DOA:*

* Karuniakan Hikmat untuk memahami Firman Tuhan
* Hidup dalam Ketaatan pada Firman Tuhan supaya tidak jatuh dalam dosa
* Menghadirkan Eden yang baru

*TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:*

*HARI **MINGGU **BENTUK I**.*

*NYANYIAN YANG DIUSULKAN:***

Panggilan Beribadah : Indah sebagai di Eden

Nyanyian Masuk : KJ No. 268 Aku Tahu Satu Kota

Pengakuan Dosa: KJ No.358 Semua yang letih lesu

Pemberitaan Anugerah : KJ. No. 33 Suara-Mu Kudengar

Pengakuan Iman: KJ No.280 Aku Percaya

Hukum Tuhan: NKB No.115 Firman-Mu, Tuhan Adalah Kebun

Pembacaan Alkitab: KJ No. 356 Tinggallah Dalam Yesus

Persembahan NKB No. 199 Sudahkan Yang Terbaik Kuberikan

Nyanyian Penutup NKB No. 163 Tak Mudah Jalanku

*ATRIBUT:*

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 10-16 November 2019 - Mengamalkan Iman dengan Tidak Memandang Muka - Yakobus 2:1-13

Sebelum:
MTPJ 29 Sept - 5 Okt 2019 - Menabur Damai Sejahtera, Menuai Berkat - Zakharia 8:1-19




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,