|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music TEMA BULANAN : /"Firman Tuhan Penuntun Hidup Sejahtera Berkeadilan"/TEMA MINGGUAN : */"Diusir dari Taman Kebahagiaan"/* BACAAN ALKITAB : *Kejadian 3:1-24* Manusia jatuh ke dalam dosa 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang termulia. Kepadanya dikaruniakan berbagai bentuk keistimewaan antara lain: otak sebagai alat berpikir dan pusat akal sehat, hati sebagai alat pertimbangan moral, pancaindra, kesehatan, kekuatan fisik, cerdik dan terampil untuk mengusahakan dan menjalani kehidupan sesuai kehendak Pencipta. Langit dan bumi serta segala kekayaannya dipercayakan untuk ditaklukan dan dikuasai oleh manusia dengan tujuan untuk menjaga serta memelihara demi kehidupan yang bahagia dan sejahtera seluruh ciptaan. Harmonisasi kehidupan alam semesta yang bahagia dan sejahtera akan lestari apabila dikelola dan dikerjakan dengan aturan firman Tuhan. Di segala lini kehidupan ini ada aturannya. Tanpa aturan atau hukum akan terjadi kekacauan yang merusak tatanan kehidupan. Itulah sebabnya penyerahan kewenangan diikuti dengan pemberian aturan, yaitu firman Allah sebagai batasan untuk menjamin terselenggaranya kehidupan yang bahagia dan sejahtera di muka bumi ini. Pelanggaran terhadap aturan atau hukum adalah pemberontakan yang mengakibatkan kerusakan dan dapat mengacaukan sendi-sendi kehidupan. ADVERTISEMENT Dunia ini adalah taman kehidupan yang memberikan kebahagiaan kepada umat manusia, akan tetapi di berbagai tempat di muka bumi ini masih terlihat kehidupan yang penuh kesusahan, penderitaan, kemiskinan, kemelaratan, kekerasan, penindasan, perkelahian dan lain-lain. Melalui tema /D//iusir dari //T//aman //K//ebahagiaan/, umat manusia dan warga gereja secara khusus hendak diingatkan pentingnya mendengar, memperhatikan dan menjalankan peraturan, hukum sebagai perwujudan ketaatan terhadap firman Tuhan, demi terciptanya kehidupan yang harmonis, sejahtera dan bahagia. *PEMBAHASAN TEMATIS*** *Pembahasan Teks Alkitab /(Exegese)/* Setelah Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya, menetapkan waktu dan menempatkan manusia di taman Eden, dimulailah sejarah tentang kehidupan manusia. Perikop Kejadian 3: 1-24 mengisahkan kejatuhan manusia ke dalam dosa yang mengakibatkan penghukuman dan pengusiran dari taman Eden. Di dalam ruang dan waktu sejarah manusia hadirlah ular sebagai binatang yang paling cerdik (/Ibr, Aruwm = cerdik, bijak, licik/), yaitu perilaku yang berdasarkan naluri, dorongan keinginan tanpa pertimbangan, tanpa akal sehat, tanpa tujuan. Ular itu menghampiri perempuan dan memulai percakapan yang berkembang menjadi suatu forum diskusi atau perdebatan yang mempersoalkan firman Tuhan, yaitu aturan/hukum yang ditetapkan Allah untuk membatasi dan melarang manusia memakan buah pohon yang ada di tengah-tengah taman Eden. Melalui suatu pertanyaan retoris memberi kesan binatang yang cerdik itu tahu sedikit isi firman Tuhan. Pertanyaan itu seakan memperlihatkan sikap yang meragukan kebenaran dan membenarkan keraguan : /"Tentulah Allah berfirman semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan?/ Pertanyaan itu sangat efektif merangsang aspek kognitif (pengetahuan) si perempuan untuk membantah, meluruskan dan mengedukasi. /"lalu sahut perempuan itu, buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan./ Namun bantahan itu gagal, manusia perempuan itu kurang lengkap dan tepat mengutip dan mengaplikasikan Firman Tuhan. Kegagalan itu terlihat dari ucapannya, /tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman:////Jangan kamu makan ataupun raba buah itu nanti kamu mati./ Dibandingkan dengan Kejadian 2:17, kutipan firman sebagai bantahan itu tidak lengkap dan tepat. Penambahan kata '/ataupun raba'/*//*buah itu dan mengganti kata-kata /pastilah engkau mati/*//*dengan/nanti kamu mati/mendes-kripsikan inkonsistensi. Di satu sisi memberatkan aturan/hukum Tuhan dan di sisi yang lain meringankan sanksi hukuman. Demikian juga menghilangkan kata-kata /"sebab pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati"/ memperlihatkan adanya pemahaman yang "kurang utuh"**mengenai firman Tuhan. Inkonsistensi dan hilangnya komitmen untuk mentaati firman secara utuh menciptakan ruang kosong di dalam hati sehingga diisi oleh berbagai kenginan yang tidak benar. Ini menyebabkan konflik batin yang berat sehingga hidup dikuasai oleh keinginan semata lalu bertindak berdasarkan naluri atau kehilangan pertimbangan moral dan akal sehat. Ayat 4 dan 5 boleh disebut sebagai /hoax (kebohongan)/ yang paling tua, yang pertama hadir di tengah-tengah kehidupan manusia. Dengan mudahnya hoaks ini merasuk dan merusak otak dan hati. /"sekali-kali kamu tidak akan mati....kamu akan menjadi seperti Allah/*,***menjadi suatu tawaran menarik*. *Ini semakin merintangi untuk fokus kepada larangan, diperdaya oleh kebohongan yang menghanyutkan perempuan itu dalam bayang-bayang keinginan yang kuat/./ Perkataan-perkataan ular (ayat 4,5,6) menyeret si perempuan berada dalam ketegangan antara keinginan dan larangan. "... melihat bahwa buah pohon itu /baik, sedap kelihatannya, menarik hati, memberi pengertian/ adalah upaya internal mencari solusi membenarkan diri untuk memperoleh kekuatan dan kekuasaan magis dari buah pohon itu. Ketegangan ini memproyeksikan larangan Tuhan sebagai penghalang keinginan manusia untuk mendapatkan haknya menjadi seperti Allah, tahu segala sesuatu. Jalan keluar memecahkan dilema ini, mengambil dan memakan buah itu. Tragisnya, perempuan itu memberikan juga kepada suaminya yang tanpa pertimbangan menerima dan memakan buah itu. Perbuatan melawan firman itu berlangsung seperti sebuah kecelakaan yang terjadi secara mendadak, /terbukalah mata mereka(ayat 7)//./ Pemberontakan itu segera menanggalkan kemuliaan, tanda datangnya babak baru kehidupan /primitif///(kuno, keadaan sangat sederhana). Kejatuhan manusia dalam dosa mengubah gambar hidup yang indah; status mulia dan agung menjadi status hina dan rendah. Selanjutnya digambarkan dua hal: Tuhan yang selalu aktif bekerja menyertai dan memelihara ciptaan-Nya (ayat 8). Pemberontakan manusia menimbulkan rasa malu dan rasa takut. Akumulasi keduanya menyatakan bahwa hidup manusia telah dikuasai oleh dosa yang merusak relasi dengan Allah. /Bersembunyi/ adalah usaha yang sia-sia. Di hadapan Allah tidak ada yang disembunyikan (ayat 9). Allah yang aktif, bertindak memanggil dan mencari. /"Di manakah engkau?"/ adalah penyataan kasih Allah kepada ciptaan-Nya. Pengakuan yang tulus dan jujur itulah yang dikehendaki Allah. Tetapi kuasa dosa menjadi penghalang bagi manusia untuk mengakui kesalahan dan kelemahannya. Rasa takut dan malu memaksa manusia mem-benarkan diri dengan cara mempersalahkan yang lain. Manusia mempersalahkan isterinya dan si isteri mempersalahkan si ular. Hasil interogasi interpersonal dalam pengadilan Allah yang bertindak sebagai hakim membuktikan ketiga oknum ini bersalah. Hukuman dijatuhkan. Ular sebagai binatang paling cerdik dihukum menjadi binatang terkutuk; menjalar dengan perut, makan debu tanah dan menjadi musuh abadi manusia. Perempuan (isteri) mendapat hukuman; susah payah dan kesakitan ketika mengandung dan melahirkan anak serta merendahkan derajatnya di bawah suaminya. Manusia (suami) divonis dengan hukuman bersusah payah mencari rezeki, berpeluh mencari makanan dan hidup di tanah yang terkutuk. Akibat kejahatan dan pemberontakan manusia, Allah mengutuk ular dan tanah tapi bukan manusia. Penghukuman kepada manu-sia lebih bersifat pendidikan dari pada pembalasan (ayat 10-19). Pemberian nama kepada perempuan oleh suaminya dari/Isyah/ atau penolong yang sepadan menjadi/hawa/*//*atau ibu semua yang hidup menjadi tanda dimulainya babak baru kehidupan manusia dalam keterbatasan/kelemahan tetapi berkelanjutan (ayt 20). Perhatian dan kepedulian Allah yang memelihara dan menyediakan dibuktikan dengan /membuat/ dan mengenakan pakaian dari kulit binatang. Kata-kata membuat dan mengenakan menggambarkan perasaan Allah yang penuh belas kasihan kepada manusia (ayat 21). Selanjutnya, Tuhan Allah mengusir (Ibr /shalach, /menyuruh, membiarkan pergi) dan menghalau (Ibr, /garash/ = mengusir, menyingkirkan) manusia dari taman Eden (Ibrani: kesenangan, kebahagiaan) supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Penggunaan kedua kata kerja ini (mengusir, menghalau) memberi penegasan bahwa manusia tidak diizinkan lagi untuk kembali. Jalan ke kehidupan sesungguhnya telah tertutup, oleh penjagaan beberapa kerub (Ibr, */ /*/karuwb/ = golongan malaikat yang digambarkan sebagai mahluk bersayap dan melambangkan kehadiran Allah dan keagungannya) dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, manusia dicegah untuk mengulangi pemberontakannya dan menjaga jalan ke pohon kehidupan. *Makna dan Implikasi Firman* * *Kisah kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah pengakuan yang bertujuan menjawab pertanyaan asal usul dosa, penderitaan dan bekerja dengan susah payah. Akibat dosa, hidup yang penuh berkat menjadi hidup yang penuh penderitaan. Dosa adalah perbuatan melawan kehendak Allah; suatu upaya merampas atau mencuri kepunyaan Allah. Keinginan manusia yang berlebihan sebagai ciptaan dengan mengetahui segala sesuatu adalah mustahil. Status sebagai ciptaan memberi pesan penting bahwa dalam kesempurnaannya terdapat keterbatasan dalam diri manusia. Karena itu, manusia akan tetap menjadi manusia sejati ketika hidupnya bergantung kepada Allah selaku Pencipta melalui ketaatan kepada firman-Nya. Kejatuhan dalam dosa, disatu sisi memperlihatkan hal kegagalan manusia mengerjakan dan mengaplikasikan Firman Tuhan (gagal paham akibatkan gagal aksi). Di sisi lain memperlihatkan Allah yang tidak pernah gagal dalam rencana-Nya. Kesalahan atau dosa manusia tidak membuat kasih setia Tuhan berkurang sebaliknya tragedi itu semakin memperlihatkan Allah yang aktif dalam tindakan melindungi dan memelihara ciptaan-Nya. Penghukuman dan pengusiran dari taman Eden termasuk tindakan Allah untuk melindungi dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal. Dosa menciptakan rasa malu dan takut. Hal ini menjadi titik lemah yang melekat dalam diri manusia tetapi Tuhan yang setia dan penuh kasih selalu menyapa jangan takut, Aku masih ada, menyertaimu untuk menyelamatkanmu. Firman Tuhan sebagai petunjuk atau hukum yang harus ditaati bukan bermaksud menghalangi atau mengekang manusia melainkan untuk membebaskan manusia dari penderitaan karena dosa, supaya bebas bergaul dengan Tuhan, bebas berelasi dengan sesama ciptaan. Dosa membuat manusia diusir dari persekutuan dengan Allah dari Taman Kebahagiaan yang sesungguhnya. Namun melalui Yesus Kristus jalan yang tertutup kini terbuka, manusia diperdamaikan dengan Pencipta-Nya (Bnd Matius 27:51, Yohanes 3:16, 14:6) Penyertaan dan pemeliharaan Allah sebagai bukti kasih setia-Nya yang kekal dinyatakan melalui Yesus Kristus. Allah yang turun dari sorga, masuk ke dalam dunia menjadi sama dengan manusia, merasakan penderitaan dan mati, hina dan rendah. Di dalam dan bersama Kristus, Eden yang baru dihadirkan bagi manusia. Dialah jalan masuk menuju kebahagiaan kehidupan yang sesungguhnya (Bnd Yohanes 14:6). Hidup damai sejahtera dalam relasi yang indah dengan Tuhan Allah dan ciptaan lainnya. *PERTANYAAN UNTUK DISKUSI*: 1. Mengapa manusia diusir dari Taman Eden berdasarkan bacaan Kejadian 3:1-24 ? 2. Apa yang seharusnya dilakukan untuk menghadapi godaan keinginan agar tidak jatuh dalam dosa dan bagaimanakah upaya kita menghadirkan kembali Eden yang sesungguhnya? *NAS PEMBIMBING: Wahyu 21:23* *POKOK-POKOK DOA:* * Karuniakan Hikmat untuk memahami Firman Tuhan * Hidup dalam Ketaatan pada Firman Tuhan supaya tidak jatuh dalam dosa * Menghadirkan Eden yang baru *TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:* *HARI **MINGGU **BENTUK I**.* *NYANYIAN YANG DIUSULKAN:*** Panggilan Beribadah : Indah sebagai di Eden Nyanyian Masuk : KJ No. 268 Aku Tahu Satu Kota Pengakuan Dosa: KJ No.358 Semua yang letih lesu Pemberitaan Anugerah : KJ. No. 33 Suara-Mu Kudengar Pengakuan Iman: KJ No.280 Aku Percaya Hukum Tuhan: NKB No.115 Firman-Mu, Tuhan Adalah Kebun Pembacaan Alkitab: KJ No. 356 Tinggallah Dalam Yesus Persembahan NKB No. 199 Sudahkan Yang Terbaik Kuberikan Nyanyian Penutup NKB No. 163 Tak Mudah Jalanku *ATRIBUT:* Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.
Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019 1 Tawarikh 17:16-27(1) 1 Tawarikh 6:31(1) Bilangan 27:1-11(1) Bilangan 27:1-2(1) Efesus 2:11-22(1) Lukas 15:11-32(1) Maleakhi 3:1-12(1) Markus 1:1-8(1) Mazmur 128:1-6(1) Mazmur 146:1-10(1) Mazmur 37:34-40(1) Mazmur 96:1-13(1) Roma 13:1-7(1) Ulangan 15:12-18(1) Wahyu 21:9-27(1) Yeremia 29:1-14(1) Yeremia 29:1-3(1) Yohanes 3:16-18(1) Zakharia 8:1-19(2) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 10-16 November 2019 - Mengamalkan Iman dengan Tidak Memandang Muka - Yakobus 2:1-13 Sebelum: MTPJ 29 Sept - 5 Okt 2019 - Menabur Damai Sejahtera, Menuai Berkat - Zakharia 8:1-19 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,