gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 446 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Allah Pencipta, Penyelamat dan Pemelihara Manusia dan Alam Semesta"
TEMA MINGGUAN : "Yesus Kristus Penyelamat Dunia"
BACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 4:7-21
Allah adalah kasih
4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Media masa dan elektronik banyak mengangkat berbagai peristiwa di seluruh dunia yang sangat memiriskan hati bagi siapa yang melihat atau membaca berita, antara lain; penembakan, pembantaian, pembunuhan dan kekerasan yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa, dan berita yang lain menampilkan kela-paran, menderitanya para pengungsi yang diakibatkan perang saudara, ataupun antar negara satu dengan yang lain. Situasi yang tidak menentu, bahkan membahayakan nyawa sendiri, mengakibat-kan banyak orang yang berupaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup dengan cara sendiri. Kepercayaan dan agama yang mereka anut mulai diragukan ketika di depan mata mereka begitu banyak orang yang mati, teraniaya, kelaparan dan kemiskinan yang berkepanjangan. Keamanan dan kedamaian menjadi sesuatu yang sulit ditemui, sehingga tidak sedikit orang melakukan berbagai cara yang benar, ataupun tidak benar yang penting mendatangkan keamanan dan kebahagiaan. Bagi orang Kristen sesulit apapun situasi dan kondisi yang kita alami, Yesus Kristus yang adalah pencipta, penyelamat dan pemelihara sebagai satu satunya jalan keselamatan, sebab firman-Nya "Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita "(Roma 8 : 18). Zaman yang semaikn terus berkembang yang ditandai dengan kemajuan IPTEK sering dipakai oleh orang orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan walaupun itu mengorbankan orang lain. Beredarnya narkotika dikalangan anak sekolah dasar dan semakin maraknya korupsi, persinahan, sex bebas, LGBT, minuman keras, illegal Logging, illegal Fishing, tawuran antar pemuda dan berkembang menjadi tauran antar kampung yang mengakibatkan begitu banyak rumah yang dibakar, korban jiwa dan materi. Eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab semakin memperparah pemanasan global seakan tidak ada habis habisnya mewarnai media masa dan elektronik, tapi itulah dunia! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan kasih sejati di dunia ini, karena kasih manusia itu sangat terbatas, dan seringkali disertai dengan tendensi, kasihnya sudah menjadi dingin. Sekalipun manusia dan orang orang yang kita kasihi meninggalkan kita dan tidak lagi mengasihi kita, namun kita percaya ada satu pribadi yang mengasihi begitu rupa, yang kasih-Nya tidak pernah berubah, tak lekang oleh waktu yaitu Kasih Yesus Kristus. Karena itu firman-Nya berkata "Allah adalah Kasih dan barang siapa tetap di dalam Kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." Untuk itu mingu ini dipilih tema: "Yesus Kristus Penyelamat Dunia"

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

1 Yohanes kira kira ditulis pada akhir abad pertama atau awal abad ke dua. Pada masa itu jemaat kristen perdana mencoba merumuskan apa ciri khas anak anak Allah (Yun. teknon/anak anak) yang sejati. Berbagai aliran keagamaan bermunculan dan yang cukup menonjol adalah aliran gnostik, yang berpandangan bahwa dunia materi adalah jahat sedangkan dunia rohani adalah baik. Menurut para penganut aliran gnostik, tujuan hidup manusia adalah memperoleh pengetahuan khusus, yang akan membebaskan diri mereka dari dunia yang nyata ini. Itulah pengetahuan tertinggi yang akan memisahkan manusia dari dunia yang jahat ini. Tetapi bagi penulis 1 Yohanes memperlihatkan bahwa Allah yang menciptakan dunia ini, Ia juga yang telah mengutus Yesus Kristus untuk membebaskan dunia dari kejahatan dan mempersatukan Allah dengan dunia. Sebagai seorang rasul, Yohanes terus mendorong jemaat agar tetap teguh berpegang pada kebenaran, bahwa Yesus anak Allah adalah sungguh manusia dan benar-benar menumpahkan darah-Nya untuk menyucikan (Yun ; katharizo)  manusia dari segala dosa ( 1 Yohanes 1:7).Memang tidak dapat disangkal dalam kehidupan jemaat perdana ini, secara keliru banyak orang  beranggapan bahwa Yesus kelihatannya seperti manusia, namun sebenarnya ia adalah mahluk rohani. Dan sebagian orang memahami kehidupan rohani lebih penting dari pada kaidah moral. Sehingga mereka yang telah dilahirkan kembali secara rohani, tidak mungkin lagi berbuat dosa, sebab itu tidak ada dosa yang perlu diakui.( band. 1Yohanes 1:9 dan 10). Bagi rasul Yohanes sekelompok orang yang mengajarkan ajaran sesat ini, dahulunya mereka bersama-sama dengan kita, dan keluar dari persekutuan jemaat dan kembali dengan mengajaran sesuatu yang sesat, dan kitapun mengetahui tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.( 1 Yohanes 2:19-21).  Karena itu Yohanes menegaskan, jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita akan menipu diri kita sendiri dan kebenaran (Yun; aletheia) tidak ada di dalam kita (1 Yohanes 1:8). Kekuatan yang coba mempengaruhi jemaat ini dibahasakan oleh Yohanes sebagai roh-roh yang harus diuji, serta menyebut penyebar pengaruh gnostik ini sebagai nabi nabi palsu ( 1 Yohanes 4:1) dan setiap orang yang mengakui Yesus Kristus, berasal dari Allah, sedangkan mereka yang tidak mengakui Yesus Kristus seperti yang diajarkan nabi-nabi palsu berasal dari dunia dan mereka adalah antikristus.(1 Yohane 4:3). Ayat 7-8 Yohanes menegaskan hidup saling mengasihi adalah perintah Allah yang wajib dilakukan. Mengasihi tidak melihat status, pangkat jabatan dan golongan, sebab orang yang berasal dari Allah memiliki ciri yang khas yaitu hidup dalam kasih Allah (Yun; agape. Inggis; love) yang sempurna melalui pengorbanan Tuhan Yesus, sebab Allah adalah kasih (God is love). Bila kita mengatakan bahwa diri kita adalah anak-anak Allah, tetapi kita tidak mengasihi maka kita belum mengenal Allah sesungguhnya sebab orang yang lahir dari Allah dan mengenal Allah akan hidup mengasihi (Yun; agapao/ menyatakan kasih). Ayat 9-10, kasih itu adalah inisiatif Allah, sebab bukan kita yang terlebih dahulu mengasihi Allah tetapi Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita untuk menyelamatkan kita, sehinga diutuslah Yesus Kristus anak-Nya yang Tunggal supaya setiap kita yang percaya kepada-Nya akan hidup oleh-Nya. Hidup itu adalah anugerah yang harus disyukuri,  rela berkorban agar orang lain bisa merasakan kasih dari setiap pengorbanan itu, dan Yesus yang telah dikorbankan agar dosa kita ditebus dan kita mendapatkan pendamaian (Yun; hilasmos/diperdamaikan). Ayat 11-13, Bagian ini Yohanes menegaskan kembali tentang kasih Allah ( the love of God ) yang secara konkrit dan nyata harus praktekkan, supaya kasih-Nya menjadi sempurna di dalam dan kita mendapat bagian dari  Roh-Nya. Yohanes juga mengatakan tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, sebab tolak ukur dari mengasihi bukan apa yang  dilihat orang, tetapi apa yang telah diajarkan dan ditetapkan kepada kita melalui Allah. Ayat 14-16 menegaskan tentang kesaksian dari apa yang dilihat, menjadi dasar dari pelayanan Yohanes, untuk meyakinkan mereka yang ragu-ragu akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Ia adalah anak Allah yang dinubuatkan untuk menebus dosa manusia dan nubuat itu digenapi ( Band. Matius 1:21). Hanya dengan mengaku percaya ke-Allah-an Yesus Kristus kita dapat mengalami kasih Allah, sehingga kita tetap di dalam Allah dan Allah di dalam kita. Ayat 17-19 Penghakiman adalah sesuatu yang pasti akan terjadi, dimana manusia akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan mereka (band. 2 Korintus 5:10). Tapi kasih Allah yang sempurna di dalam kita memberikan keberanian untuk percaya, akan datangnya hari penghakiman, sedangkan ketakutan akan dialami bagi mereka yang tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Ayat 20-21 Akhirnya Yohanes menegaskan bahwa, membenci sesama bukanlah ciri khas anak-anak Allah, sebab setiap orang yang telah mengenal dan menerima kasih Allah wajib hidup mengasihi dan inilah perintah yang nyata, tapi sebaliknya jikalau kita saling membenci maka kita adalah pendusta. "Karena barang siapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. Hanya dengan mengasihi kita dapat membawa orang mengenal Yesus Kristus sebagai sumber kasih yang sejati.
Makna dan Implikasi Firman

    Salah satu sifat Allah yang paling nampak adalah kasih. Hal inilah yang dibuktikan Allah bagi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian manusia dengan Allah. Allah yang berinisiatif mengutus (Yun; apostello) Yesus Kristus sebagai pendamaian yang sempurna bagi gereja, karena itu respon manusia harus hidup dalam kasih kepada Allah yang dinyatakan dalam kasih terhadap sesama. Jadi hidup dan percaya kepada Allah bukan soal mau melihat Allah, sebab Allah sudah berada di dalam manusia yang mengasihinya. Karena itu hal konkrit dari mengasihi harus diwujudkan dengan mengasihi Allah dan sesama, sebab kalau kriteria yang utama ini tidak ada, maka tidak mungkin kita dapat mempraktekkan kasih.
    Pengorbanan Yesus Kristus bagi dunia adalah suatu pengor-banan yang sempurna, dan hal ini menjadi dasar hakiki bagi kasih Allah untuk dunia ini. Kasih adalah senjata ampuh yang dapat menaklukkan kekerasan dan dapat membebaskan kita dari segala kejahatan, dan ini telah terbukti kejahatan manusia telah ditutupi dengan kasih Allah yang besar sebab kasih-Nya menyatukan, mengikat dan menyempunakan.
    Hidup saling mengasihi, membantu dan menopang adalah impilementasi iman orang percaya, walaupun kenyataan yang terjadi sering orang mengasihi karena ada kepentingan, karena ingin imbalan dari orang lain dan ada maksud maksud tertentu. Kalau hal ini terjadi menandakan kedangkalan iman kita untuk dapat memahami kasih Kristus yang sesungguhnya.
    Untuk dapat memaknai kasih Allah, kita harus mampu melaku-kan dengan menata, mengelola, alam ciptaan yang Tuhan anugerahkan dalam hidup manusia. Sumber daya alam yang dikelolah dengan bijaksana akan mendatangkan berkat kemak-muran dan kesejahteraan. Sebaliknya akan mendatangkan ben-cana ketika alam ciptaan Tuhan ini dikelola dengan tidak bijak-sana, ketamakan dan keserakahan selalu berdampak buruk dalam kelangsungan hidup manusia.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

    Apa yang dapat kita pelajari tentang kasih Allah dalam teks pembacaan ini?
    Apa yang dapat dikerjakan Gereja dewasa ini dalam menyatakan kasih?
    Berikan contoh konkrit dalam hal mengasihi sesama dan lingkungan?

 NAS PEMBIMBING: Yohanes 3:16

 POKOK-POKOK DOA:

    Para pemimpin pemerintahan dan gereja dapat melayani dengan penuh kasih
    Semua orang Kristen harus hidup dalam kasih dan mem-praktekkan kasih.
    Orang tua dapat mengajarkan kasih bagi anak anak

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU ADVEN 4

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan: Indah Sebagai Di Eden

Ses Nas Pembimbing:  KJ No. 81 O Datanglah Imanuel

Ses Hukum Tuhan: NKB No.194. Kau Tetap Tuhanku Yesus

Ses Peng Dosa: NNBT No. 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 22. Walau Dosamu Merah

Persembahan: KJ No. 87 Gapuramu Lapangkanlah

Penutup: KJ No 145 Mari Tuturkan Kembali

 ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.

Label:   1 Yohanes 4:7-21 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7


Sebelum:

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(7)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,