gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 557 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN:
"Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk"

 TEMA MINGUAN:
"Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah  Masyarakat Majemuk"

BACAAN ALKITAB: Kejadian 13:1-18

Kejadian 13:1-18
Abram dan Lot berpisah
13:1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia. 13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. 13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai, 13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN. 13:5 Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. 13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. 13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. 13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. 13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." 13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. -- 13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. 13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. 13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN. 13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, 13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. 13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. 13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." 13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Penjelasan:
* Kej 13:1-4 - Maka pergilah Abram dari Mesir 1-4. Maka pergilah Abram dari Mesir. Ketika persekutuannya dengan Allah telah berhasil dibaharui, Abram sudah siap menjalankan hidup yang baru. Dia sa...

* Kej 13:5-8 - perkelahian, // "Kita ini kerabat"
Tidak lama.kemudian pegawai Lot mulai bersengketa dengan pegawai Abram. Kata Ibrani merb, perkelahian, menunjukkan terjadinya sengketa, perbedaan pendapat dan pertikaian. Paman yang benar itu tidak dapat membiarkan keadaan tersebut berlanjut terus Dia mengatakan, "Kita ini kerabat" (ay. 8). Perilaku semacam itu tidak perlu, tidak menghasilkan apa-apa dan sama sekali di luar kewajaran orang yang mewakili Allah.

* Kej 13:9-13 - Lot ... berkemah di dekat Sodom
Demi memelihara ketenangan dan keselarasan, Abram mengemukakan suatu gagasan yang murah hati yakni mempersilahkan Lot memilih bagian tanah yang ia inginkan dan membiarkan Abraham memperoleh sisanya. Watak Lot yang mementingkan diri dan tamak, langsung kelihatan, dia memilih lembah Yordan yang tampak subur. Di wilayah tersebut, tanaman tropis yang diairi oleh sungai terdapat dalam jumlah berlimpah. Lembah (kkēr) Yordan cukup luas dan cukup subur untuk menjamin kehidupan yang makmur pada masa depan. Sekalipun demikian, kota Sodom dan Gomora termasuk di dalam wilayah yang dipilih oleh Lot, dan kedua kota tersebut sangat rusak secara moral. Bagaimana mungkin agama yang rohani dapat tumbuh di antara semak duri pementingan diri dan kerusakan moral di tempat itu? Pilihan Lot ternyata merupakan pilihan yang membawa malapetaka. Lot ... berkemah di dekat Sodom (ay. 12). Pertama-tama dia melihat ke Sodom. Sesudah itu dia berkemah di dekat Sodom. Belakangan Lot tinggal di Sodom. Inilah langkah-langkah yang membawa Lot dan keluarganya bergerak menuju kemerosotan dan kehancuran yang pasti.

* Kej 13:14-17 - Berfirmanlah Tuhan kepada Abram, "Pandanglah sekelilingmu ...."
Berfirmanlah Tuhan kepada Abram, "Pandanglah sekelilingmu ...." Di dalam komunikasi yang menakjubkan ini, Lot dan Abram dikontraskan secara langsung. Orang berdosa yang lemah, mementingkan diri dan tamak telah memilih apa yang dianggapnya lebih berharga. Yehovah memilih untuk Abram. Sebagai pahala atas sikap tidak mementingkan diri yang jarang ada, sang leluhur menerima tanah Kanaan. Allah memberikan negeri tersebut kepadanya dan dia diajak untuk mengarahkan pandangannya ke segala arah. Dari bukit dekat Betel dia dapat menyaksikan pemandangan indah yang menakjubkan. Semua itu miliknya! Untuk menjadikan anugerah tersebut lebih menarik lagi, Tuhan menjanjikan kepada Abram keturunan yang banyak, lebih banyak daripada pasir di laut. Nubuat ini pastilah membuat sang leluhur terpesona, sebab dia tidak memiliki keturunan. Namun nubuat tersebut diterimanya dengan iman.

* Kej 13:18 - Hebron
Hebron. Sebuah kota kuno di sebelah selatan Yudea, sembilan belas mil barat daya Yerusalem, di persimpangan jalan utama di wilayah tersebut. Hebron berdiri menonjol pada dataran yang terletak 3.040 kaki di atas permukaan laut. Yosefus menyebutkan bahwa kota ini lebih tua daripada kota Memfis di Mesir. Yosefus juga menyebutkan bahwa di situ terdapat sebuah pohon ek yang sudah ada sejak dunia diciptakan. Di sekeliling kota terdapat banyak pohon zaitun, anggur, mata air, sumur dan ladang rumput. Gua Makhpela yang kemudian dibeli Abram untuk kuburan bagi istrinya, terletak dekat sekali dengan kota ini. Gua tersebut bukan hanya tempat penguburan Sara saja, melainkan juga Abraham, Ishak, Yakub, Ribka dan Lea.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Damai dalam Kamus Bahasa Indonesia artinya tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, aman, tenang, tentram, rukun. Damai banyak didambakan oleh setiap individu, bangsa dan negara terlebih sebagai orang Kristen. Di tengah kemajemukan suku, ras, budaya dan agama saat ini, hidup dalam kedamaian bukanlah hal yang mudah lagi sebab makin sulit apalagi di zaman yang semakin modern. Ketika terjadi persaingan atau perbedaan bisa memicu perselisihan dan pertentangan, terlebih kalau  karakter  sebagai orang beriman telah dipengaruhi atau dibutakan oleh sekularisme, materialisme dan individualisme.

Banyak persoalan seperti itu muncul dalam kelompok organisasi dan rukun keluarga, antara lain menyangkut harta warisan, persaingan bisnis, mengejar kedudukan dan jabatan/kekuasaan. Tidak heran perdamaian menjadi hal yang langka, dan  mahal untuk diperjuangkan.

Sejak manusia jatuh dalam dosa, maka hidup manusia tidak tentram, tidak tenang karena itu manusia butuh perdamaian dengan Allah. Tapi Allah berprakarsa bagi perdamaian dengan manusia. Umat Tuhan merindukan terwujudnya suatu perdamaian dunia seperti gambaran serigala dapat hidup  berdampingan dengan domba, orang miskin dan tertindas memperoleh keadilan (bdk. Yesaya.11:1-9).

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia di dalam diri Yesus Kristus (Roma 5:8). Demikian juga Allah menghendaki umat-Nya agar hidup berdamai terhadap sesamanya juga. (Ibrani. 12:14). Dalam kerangka inilah keteladanan Kristus memberi inspirasi bagi orang Kristen untuk mendasarkan kepribadiannya, yaitu pribadi yang cinta damai, hidup rukun dan berkarakter Kristus sebagai jati diri.
 PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Abram pindah dari Mesir dan menetap di tanah Negeb  (daerah selatan Kanaan: dari pegunungan Yehuda dan sebelah barat laut mati) daerahnya sedikit air, maka Abram pergi ke daerah  antara Betel  dan Ai. Abram bersama seluruh keluarga dan harta miliknya ternak, emas dan perak, juga beserta Lot kepo-nakannya dengan ternaknya. Abram mendirikan mezbah di Betel. Abram ingin kembali mengingat tempat dimana ia pernah memanggil nama Allah  di situ, serta ada nazar yang pernah ia ucapkan.

Waktu itu masih musim panas, jadi rumput dan air tidak cukup untuk semua ternak, sehingga terjadi perselisihan di antara pekerja  Abram dan Lot.

Dalam rangka memelihara perdamaian, Abram mendahulukan Lot memilih bagian tanah  atau tempat yang dianggap baik untuk menggembalakan ternaknya. Sebetulnya Abram punya hak untuk menjadi orang pertama yang memilih, tapi Abram rela mengalah demi perdamaian.

Abram membuktikan dirinya sebagai saudara, teman sejati bagi perdamaian seperti yang ia katakan dalam ayat 8-9 ....kita ini kerabat.... bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau?, artinya berasal dari saudara dan keluarga serta agama yang sama, kawan seperjuangan dalam susah atau senang, juga dalam ketaatan dan kesabaran.

Abram mengambil solusi:

    Perselisihan ini diselesaikan dengan jalan damai (sebagai-mana dengan perantaraan Kristus manusia mengalami per-damaian dengan Allah.bdk. 2 Korintus. 5:8-20), dan itulah yang dimulai oleh Abram meskipun Abram adalah pamannya dan orang yang lebih tua (ayat 8)
    Abram mengetahui perkara-perkara yang baik, sedapat mungkin ia menghindari perselisihan sebab ia tidak punya kebiasaan seperti itu (bdk. I Korintus. 11:16).
    Perdamaian sangat penting untuk dijaga dan dipertahankan eksistensinya, bukan untuk dipertentangkan.

Abram sangat kaya, lemah lembut dan saleh. Tanah Kanaan adalah tempat yang diberikan Allah kepada Abram dan keturunannya, bukan untuk Lot. Berbeda dengan watak  Lot yang mementingkan diri,  tamak, nampak pada pilihannya di Lembah Yordan yang subur, banyak airnya dan  sepertinya Lot telah merasakan kemewahan lembah-lembah itu ayat 10  saat ia memandang lembah Yordan  'seperti tanah Mesir' Lot seakan tidak sabar untuk menikmatinya tanpa mempertimbangkan lagi  tuntutan etis terhadap kota Sodom dan Gomora yang jahat itu.

Di daerah itu, tanaman tropis diairi sungai yang airnya banyak. Lembah ini luas dan subur, dan makmur untuk masa depan. Di dalamnya ada Kota Sodom dan Gomora yaitu kota yang bejat moral karena penduduknya melakukan penyelewengan sexual, (bdk. Kejadian19:5-8); masuk di wilayah yang di pilih Lot, tapi ke dua kota tersebut sangat rusak moralnya.  Sebagaimana di masa itu orang Sodom dan Gomora dikenal orang-orang yang jahat dan berdosa (ayat 13). Kota Sodom inilah lahirlah istilah sodomi (percabulan antar laki-laki secara oral dan melalui anus, pemburit). Lot  berkemah dekat Sodom, namun orang Kanaan dan Feris yang diam di negeri itu tidak mengambil kesempatan menjarah mereka karena banyak ternak.

Abram tinggal di Mamre dekat Hebron, yaitu kota kuno sebelah selatan Yudea 19 mil barat daya Yerusalem. Hebron berdiri menonjol pada dataran yang terletak 3040 kaki di atas per-mukaan laut. Di sekeliling kota terdapat banyak pohon zaitun, anggur, mata air, sumur dan ladang rumput.  Pertanda indahnya tempat itu untuk menikmati kehidupannya yang penuh damai dan tenang bersama seluruh keluarganya. Di tempat inilah kemudian Abram mendirikan mezbah bagi Tuhan, sebagai pengakuan akan Allah atas tanah itu .
Makna dan Implikasi Firman

    Gereja diutus ke dunia dalam konteks keberagaman masyarakatnya untuk mewujudkan perdamaian yang jauh dari kesan kekerasan dan kekacauan. (Bdk Roma 12:18.; Titus 3:1-2.)
    Perdamaian bersifat dinamis, progresif (ke masa depan), dan transformatif (ada perobahan hidup), agar dipelihara meskipun dengan segala konsekwensi.
    Kekayaan adalah berkat Tuhan agar tidak membuat kita menjadi tamak, serakah yang dapat memicu perselisihan. (bdk Markus 8:36).
    Persaingan yang tidak sehat akan mengundang konflik sosial politis dan berdampak pada disintegrasi dan intoleran antar sesama.
    Ketaatan beribadah sebagai gaya hidup adalah prioritas utama. Sebab itu keluarga adalah peletak dasar etik, moral dan spiritual bagi suatu pembangunan tubuh Kristus.
    Kemajemukan dalam masyarakat kita merupakan suatu realitas hidup dan menjadi warna kehidupan manusia ciptaan Tuhan. Itulah sebabnya kita, gereja dan keluarga terpanggil mengedepankan kebinekaan sebagai strategi integrasi untuk masyarakat.
    Keluarga Kristen ikut berkomitmen mewujudkan perdamaian untuk menjadi garam dan terang bagi dunia ini. Jauh dari kekerasan dan disintegrasi masyarakat yang hidup dalam satu komunitas berbangsa.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Apa maksud perikop ini tentang perdamaian?
    Bagaimana upaya perdamaian di kalangan Gereja yang mengalami perselisihan?
    Apa langkah-langkah strategis dalam menciptakan perdamaian di tengah kemajemukan masyarakat ?

 NAS PEMBIMBING: 2 Korintus 5:18
 POKOK - POKOK  DOA

    Usaha-usaha perdamaian antar bangsa-bangsa
    Perdamaian di tengah lingkungan GMIM sebagai lembaga gerejawi
    Gereja menjadi pendamai umat Tuhan, dimanapun dan kapanpun.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Pembukaan : Ku Bawa Hidupku Sekarang.
Ses Tahbisan dan Salam :KJ. No.337 Betapa Kita Tidak Bersyukur
Ses Nas Pemb: NNBT. No 35. Tuhan Kau Gembala Yang Baik
Pengakuan  Dosa : NNBT. 10 Ya Tuhan Yang Kudus
Berita Pengampunan: Hati S'bagai Hamba
Ses Pengakuan Iman :
Persembahan :KJ. No 289. Tuhan Pencipta Semesta
Nyanyian Berkat : NNBT No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku

 ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang

Label:   Kejadian 13:1-18 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8


Sebelum:

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(7)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,