gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 812 kali
Download MP3 Music
TEMA MINGGUAN
"Cinta Allah Menerobos Perbedaan"

TEMA BULANAN
"Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni
di Tengah Masyarakat Majemuk"

Bacaan Alkitab:
Kidung Agung 1:1-8
1:1 Kidung agung dari Salomo.
Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
1:2 -- Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! 1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu! 1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. 1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga. 1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? 1:8 -- Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.


Penjelasan:
* Kid 1:1
Mengenai ayat ini, lihat Pendahuluan.

* Kid 1:2 - Kiranya ia mencium aku // Anggur
Mempelai perempuan berbicara lebih dulu, dengan fasih sekali menyatakan cintanya yang besar dan kerinduannya akan kekasihnya. Kiranya ia mencium aku. Ini bukan ungkapan kerinduan yang timbul dari dorongan hati (naluri) semata. Alkitab sering menyebut ciuman sebagai ekspresi kasih yang dalam dan suci (Rm. 16:16; I Tes. 5:26; I Ptr. 5:14). Pemakaian kata ganti ia (Ingg. him dan his) oleh mempelai perempuan menunjukkan bahwa pernyataan cintanya keluar secara spontan dari mulutnya. Tidak perlu menerjemahkan itu menjadi you dan your, seperti dalam RSV; perubahan dalam penggunaan kata ganti orang sering terjadi dalam bahasa Ibrani (bdg. Ul. 32:13-15; Yer. 2:2, 3; Hos. 4:6; Za. 9:13, 14). Anggur sering dikaitkan dengan sukacita dan kegembiraan (Hak. 9:13; Mzm. 104:15; Ams. 31:6; Pkh. 10:19). Anggur juga dapat mengekspresikan sukacita rohani yang lahir karena menerima kasih karunia Allah (Yes. 55:1; Yl. 3:18; Am. 9:13). Tetapi, yang lebih baik daripada anggur yang menyukakan hati adalah kasih mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan.

* Kid 1:3 - Minyak // Namamu
Minyak. Minyak urapan merupakan barang yang sangat diperlukan di Timur. Iklim panas membuat orang Timur perlu sering mandi, sesudah itu, kulit dirawat dengan minyak yang harum (bdg. II Taw. 28:15; II Sam. 14:2; Dan. 10:3; Mat. 6:17). Namamu. Ini bukan sekadar tanda kenal diri. Nama orang sering menyatakan sesuatu yang khusus mengenai orang yang bersangkutan (Kel. 2:10). Nama bahkan bisa menunjukkan seluruh karakternya (Mat. 1:21). Mempelai perempuan sedang menceritakan ketampanan mempelai laki-lakinya serta Penghargaan yang diperoleh sang mempelai laki-laki itu di mana-mana. Karena karakter menonjol ini maka banyak gadis mencintai dia. Dalam kekaguman tanpa batasnya terhadap sang mempelai laki-laki, mempelai perempuan tentu membayangkan bahwa gadis-gadis lain juga sangat menyayangi mempelai laki-lakinya. Kata untuk "gadis" (Ibr. 'almā) dipakai untuk gadis yang sudah pantas menikah, tetapi masih membujang (Kej. 24:43; Kel. 2:8; Yes. 7:14 dan Mat. 1:23; Mzm. 68:26; Ams. 30:19).

*  Kid 1:4 - ke dalam maligai-maligainya, // Sang raja // Kami akan bersorak-sorai
Mempelai perempuan sudah dekat dengan kekasihnya, telah dibawa ke dalam maligai-maligainya, tetapi dia ingin sekali langsung berada di sampingnya. Sang raja yang disebut di sini adalah Salomo. Orang-orang yang menafsirkan dengan cara menganggapnya sebagai lambang melihat di sini dan pada pernyataan-pernyataan serupa, satu rujukan kepada Kristus. Kami akan bersorak-sorai. Mempelai perempuan ingin menikmati kegembiraannya bersama gadis-gadis yang disebut dalam ayat 3. Gadis-gadis ini tidak keliru mengalamatkan cinta mereka kepada raja; sang raja memang pantas menerima itu.

* Kid 1:5 - Memang hitam aku, tetapi cantik
Memang hitam aku, tetapi cantik. Panas matahari membuat warna kulit mempelai perempuan ini gelap, tetapi tidak menghilangkan kecantikannya. Walaupun dia hitam seperti kemah orang Kedar, tetapi dia tetap manis seperti tirai-tirai orang Salma . Kedar adalah anak laki-laki Ismael (Kej. 25:13). Kemah-kemah suku nomaden ini merupakan warisan dari dia (Mzm. 120:5; Yer. 2:10), warnanya hitam, atau terbuat dari kulit kambing yang gelap. Perbandingan hiperbolis dengan kemah ini menekankan betapa gelapnya warna kulit gadis tersebut. Tirai-tirai Salomo pasti sangat indah; dan sekalipun warna kulitnya gelap, mempelai perempuan ini tetap cantik seperti tirai-tirai itu. Arti alegoris, "hitam karena dosa, tetapi cantik karena kasih karunia" sering juga diajukan.

*  Kid 1:6 - Putra-putra ibuku marah kepadaku
Putra-putra ibuku marah kepadaku. Gadis ini tidak bisa disalahkan karena kulitnya yang gelap saat ini. Tidak dijelaskan mengapa saudara-saudara laki-lakinya marah dan menyuruh dia menjaga kebun anggur mereka. Mereka bahkan bertindak lebih buruk, yaitu tidak memperbolehkan dia menjaga kebun anggurnya sendiri. Tetapi, perlakuan kasar ini tidak mengurangi kecantikannya, dan itu tidak menghalangi raja menaruh cinta secara khusus kepadanya.

*  Kid 1:7 - Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba // Mengapa aku akan jadi serupa pengembara
Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba. Cinta sejati kepada sang kekasih membuat gadis ini selalu rindu berada di dekatnya. Beberapa kali Kidung ini menceritakan hal itu dengan menggambarkan pasangan kekasih tersebut sebagai terpisah. Raja digambarkan sebagai seorang gembala; jelas satu sebutan yang cocok. Mengapa aku akan jadi serupa pengembara (AV: Why should I be as a veiled woman ... ?" Mengapa aku akan jadi serupa perempuan berselubung ... ?" ). Adalah kebiasaan perempuan sundal untuk menyelubungi diri (Kej. 38:15). Cinta sejati ingin menghindari setiap penampilan yang tidak setia dan najis.

* Kid 1:8 - Ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu
Ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu. Tidak dinyatakan di sini dari siapa jawaban atas pertanyaan gadis tersebut datang. Jawaban itu menyatakan bahwa gadis itu harus melakukan semua tugasnya sebagai mempelai perempuan raja. Tugas-tugas ini harus ia kerjakan di dekat kemah-kemah para gembala, artinya, di dekat orang-orang lain; dan kesetiaan seperti itu akan mengokohkan nama baiknya yang tak bercacat.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Perbedaan suku, bangsa, ras, agama, golongan, warna kulit, kaya atau miskin, sengaja atau tidak dapat membawa pemisah dalam kehidupan sosial berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hidup menampilkan pesona fisik penting tapi jauh lebih penting menampilkan hidup batiniah yang akan menghadirkan kebahagiaan sejati.

Membangun daya tarik hidup bukan pada kegagahan fisik, materi, kedudukan, atau kekuasaan (band 1 Petrus 3 : 3 -5). Cinta kasih Allah tidak terbatas kepada kelompok tertentu melainkan kasih setia-Nya mencakup semua ciptaan-Nya (band Mazmur 33 : 13- 14). Rasul Paulus Kepada jemaat di Efesus mengatakan manusia diselamatkan oleh Allah bukan karena hasil usahamu, bukan hasil pekerjaanmu, tetapi karena kasih karunia semata. Karena itu jangan ada orang memegahkan diri (Efesus 2 : 8).

Manusia sering terjebak pada hal- hal yang lahiriah dalam hal mengasihi jika sekeluarga, sekampung, segolongan, atau sekomunitas. Berbuat baik sebagai alasan karena orang lain telah berbuat baik atau berbuat baik untuk mengharapkan imbalan. "Cinta Allah Menerobos Perbedaan".

Tema ini mengajak untuk memahami bahwa cinta kasih Allah tidak terbatas pada ruang, waktu, status sosial tertentu tapi sepanjang masa bahkan menyelamatkan semua ciptaan-Nya. (band Yohanes 3:16).
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Penulis menunjuk pada Salomo (Pasal 1:1) yang mengubah 1.005 nyanyian dan 3000 Amsal (1 Raja-raja 4:32). Isi Kitab Kidung Agung lebih banyak menampilkan kisah percintaan melalui puisi- puisi. Para ahli kitab Perjanjian lama berpen-dapat Kitab Kidung Agung ditulis dari rentang waktu yang panjang dan di redaksikan kembali pada zaman pembuangan dan sesudah pembuangan di Babel untuk membimbing umat yang baru kembali dari pembuangan dan masih dalam keadaan rapuh.

Untuk membangkitkan kembali semangat yang pudar maka melalui kumpulan nyanyian di kidungkan tentang percintaan. Sebab cinta adalah daya kehidupan yang kuat. Ada kerinduan dikala perpisahan, kebersamaan bahkan selamanya. Cinta tidak memilih tempat, dapat bersemi di desa ( Kidung Agung 7:11) ataupun di istana (Kidung Agung 1: 2-4) cinta adalah cinta yang kekuatannya melebihi kekuatan alam maut sekalipun (Kidung Agung 8:6-7) menyanyi adalah salah satu cara mengungkapkan isi perasaan sehingga dari isi lagu mencerminkan keadaan orang yang bernyanyi. Kiranya ia mencium aku dengan kecupan (bhs. Ibrani "Yishsaqeni minnshiqot pihu") menunjuk pada suatu kerinduan atau harapan yang kuat yang ditandai dengan ciuman dengan bibir yaitu saling bercumbu sebagai tanda ungkapan cinta.

Seorang penafsir Yahudi bernama Ben Gersom mengatakan bercium dengan bibir atau bercumbu menggambarkan bagaimana lekat dan setianya kedua insan yang bercinta. Dengan cara itu mereka seolah-olah saling menghirup dan memberi nafas seorang dengan yang lain karena tindakan seperti ini bermula dari Tuhan menghembuskan nafas hidup kepada manusia ke dalam hidungnya. Anggur (Bhs. Ibrani: Yayim) buah yang diperas airnya menjadi minuman yang biasa dipakai dalam pertemuan keluarga seperti di pesta pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11).

Anggur dipakai untuk menunjukkan sukacita yang terkandung dalam hubungan cinta kedua kekasih tak sekedar melampiaskan hasrat dan nafsu tetapi lebih mengutamakan kualitas cinta yang penuh sukacita karena cinta lebih nikmat dari anggur (Bhs. Ibrani Ki Tobim dodeya miyayim) anggur sering juga dinilai sebagai menyuka-kan hati Allah dan manusia. (Hakim-Hakim 9:13 ; Mazmur 104 : 15). "Harum bau minyakmu" Seperti minuman anggur dipakai dalam pesta pernikahan begitu juga dengan harum minyak untuk memberi suasana harum semerbak. Setelah gadis memuja pemuda dari segi rasa, sekarang beralih ke bau yang dipancarkannya.

Bagaikan minyak tercurah namamu, ungkapan ini untuk mengatakan bahwa pemuda itu memiliki daya tarik yang kuat. Keharuman pemuda yang dicintai dalam akhir ayat 3 tidak berdiri sendiri melainkan berdampak pada gadis-gadis sehingga mereka jatuh cinta kepadanya.

"Tariklah aku kebelakang, marilah kita cepat- cepat pergi. Pernyataan gadis ini sebagai ajakan kepada pemuda kekasihya supaya mereka dipersatukan dan agar sang pujaanya membawa dia pergi dan tak ada lagi yang mengganggu mereka."

Sang raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligainya ungkapan gadis ini membayangkan pemuda kekasihnya seorang raja dengan daya tarik yang luar biasa sehingga ia terbawa masuk ke-dalam istana raja yang mewah dengan ornament-ornament yang sangat mahal.

"Kami akan bersorak-sorak "Seorang penafsir namanya Carr mengatakan perubahan kata ganti orang dalam puisi Timur Tengah mengatakan yang dimaksud gadis itu adalah kata "Kita". Kalau begitu gadis itu tidak berkata kepada siapa-siapa tetapi kepada pemuda kekasihnya bahwa mereka hendak merayakan cinta dalam bayangan keagungan. Dengan ini sang gadis menyadari mengapa gadis-gadis lain cinta juga kepada pemuda kekasihnya. "hitam aku, tapi cantik (hitaca) bhs. Ibrani Shekhora ... Wena'wah". Dua kata ini bertentangan, mungkin ada perasaan cemburu. Sang gadis cemburu pada puteri-puteri Yerusalem yang beda warna kulit dengan dia.

Gadis ini menjelaskan bahwa dia hitam karena kulitnya terpanggang terik matahari jadi pada dasarnya dia tidak hitam. Rupanya ada reaksi yang tidak enak dari puteri- puteri Yerusalem yang meremehkan dia "Kulitnya hitam" makanya dia menegaskan siapa dirinya dalam hubungan dengan pemuda idamannya. Jadi bagaimana pun pertentangannya dengan penegasan ini terungkaplah satu hal positif yaitu cinta tak terhalang hanya karena warna kulit, pekerjaan dan status sosial." Putera-putera ibuku marah kepadaku ... Boleh jadi gadis ini sudah yatim karena ayahnya telah meninggal. Karena itu tanggung jawab dirinya dilimpahkan kepada saudara-saudara laki-laki termasuk menyuruh menjaga kebun anggur.

Kemarahan saudara laki- laki patut diduga karena gadis ini lagi "mabuk cinta", sehingga tugas menjaga kebun anggur menjadi terabaikan. Konflik antara anak laki-laki dan perempuan tentu butuh sosok ibu mereka. Kehadiran sosok ibu tidak beda dengan seorang ayah menangani konflik dalam keluarga untuk menghadirkan titik temu atau kesejukan dalam keluarga. "Jantung hatiku (Ibr She'ahabah napshi )". Secara harafiah berarti" yang kekasih jiwaku/kekasih jiwaku. Istilah jiwa"nepesh" secara harafiah berarti kerongkongan/jalan pernafasan/keinginan yang harus dipenuhi seperti haus dan lapar (Ams 6:30).

Kemarahan saudara laki-laki menjadi sesuatu yang berkurang pada dirinya karena itu ia merindukan kekasihnya dan bertanya dimanakah kakanda mengembalakan domba. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa ia tidak mencintai bayangan pemuda itu tetapi orangnya, dirinya dan seluruh keberadaannya.

Jantung menunjuk pada organ tubuh yang menggerakkan seluruh organ tubuh yang lain sebab tanpa suplai darah dari jantung maka organ tubuh yang lain pasti mati. Begitulah gadis ini merindukan kekasih pujaannya yang sedang berada di padang mengembalakan domba.

Karena itu dia rela jadi serupa pengembala untuk dekat dengan kawanan ternak yang digembalakan oleh kekasihnya. Dalam ayat 8 sang pemuda memuji kekasihnya sebagai jelita "cantik" di antara puteri- puteri Yerusalem.
Makna dan Implikasi Firman

    Kitab Kidung agung menggambarkan Kasih Allah kepada manusia tanpa batas suku, agama, ras, warna kulit dan status social. Perempuan memprakarsai pengungkapan cinta bukanlah suatu "tabu" atau gerakan ekstrim melainkan upaya mewujudkan kesetaraan laki- laki dan perempuan. "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia ( Kejadian 2: 18 ) dalam hal cinta yang satu tidak lebih rendah dan tidak menjadi objek dari yang lain karena itu tidak benar kalau kedudukan perempuan lebih rendah dari laki- laki.
    Dalam berbagai persoalan terkadang kita bertanya siapa yang mengambil/prakarsa berekonsiliasi/perdamaian apalagi kalau kedua pihak merasa benar tentu tidak sudi. Tuhan Yesus tak bersalah mengambil inisiatif untuk mendamaikan dunia dan sorga kendati harus menderita, mati di kayu salib. Di sini sangat nyata kekuasaan cinta kasih Allah tak terbendung menerobos kuasa kematian agar manusia tidak terus dibelenggu oleh kuasa dosa.
    Anggur adalah buah yang dihasilkan dari pohon anggur yang ditanam dan dirawat oleh pekebun hingga meng-hasilkan buah yang manis dan berkualitas. Sekarang ini banyak petani membiarkan lahan pertanian tidak di garap lagi "lahan tidur" padahal lahan pertanian menjadi salah satu sumber mata pencaharian bahkan hasil-hasil pertanian menjadi sumber ketersediaan pangan untuk kesejahteraan masyarakat. (band Yeremia 29:56) buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya.
    Kerinduan sang gadis kepada pemuda pujaannya untuk bersatu mengembalakan ternak di padang rumput yang sama memberi inspirasi bagi kehidupan suami isteri yang terkadang tidak lagi saling merindukan satu dengan yang lain sehingga bahtera rumah tangga terancam kandas dan berakhir dengan perceraian.
    Tanggal 30 September 2018 GMIM akan berusia 84 tahun. Sidang Sinode Istimewa ke-78 di Tondano tahun 2016 telah menggumuli Eklesiologi GMIM maupun pengakuan iman selama bertahun-tahun. Kita percaya Tuhan Allah melalui Roh kudus turut bekerja sehingga GMIM boleh menyatakan sebagai gereja local, nasional maupun global. Bersamaan dengan itu juga GMIM dapat melahirkan pengakuan iman versi GMIM disamping pengakuan Iman Rasuli dan pengakuan Iman Nicea Konstantinopel. Sebagaimana lahirnya pengakuan Iman Rasuli maupun Nicea Konstantinopel melalui proses pergumulan yang panjang dan penuh pertentangan antara tokoh gereja maupun jemaat tidak dapat disangkal juga hasil keputusan gerejawi GMIM tidak lepas dari perbedaan-perbedaan pandangan. Karena itu sebagai warga gereja marilah kita letakkan segala perbedaan pandangan kepada yang empunya gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana mempelai perempuan merindukan berjumpa dengan mempelai laki-laki untuk dapat menggembalakan domba bersama-sama.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Menurut anda siapa yang dimaksud dengan "ia" dan "aku" (Kidung Agung 1:2)?
    Perbedaan adalah kekayaan dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan seperti apa yang sering dijadikan isu perpecahan dan kebencian?
    Sebagai gereja apa yang harus dilakukan?

NAS PEMBIMBING:

    Yeremia 31:3b

POKOK - POKOK  DOA:

    Pergaulan anak-anak muda agar tidak terjebak pada seks bebas, miras, dan obat-obat terlarang
    Perbedaan sebagai kekayaan untuk saling melengkapi satu dengan yang lain
    Indahnya hidup saling tolong- menolong.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

    HARI MINGGU BENTUK IV

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

    Persiapan: KJ.No.21 Hari Minggu Hari Yang Mulia
    Pembukaan: NNBT.No. 6 Allah Bapa Yang Kumuliakan
    Pengakuan Dosa: NKB No. 14 Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
    Janji Anugerah Allah: NKB No. 195 Kendati Hidupku Tent'ram
    Ses Pemb Firman Tuhan: KJ No. 405 Kaulah, Ya Tuhan Surya Hidupku
    Persembahan: KJ No. 440 Di Badai Topan Dunia
    Penutup: KJ No. 416 Tersembunyi Ujung Jalan

ATRIBUT :

    Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Kidung Agung 1:1-8 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11


Sebelum:

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(65)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,