gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 725 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk"
TEMA MINGGUAN :"Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati"

BACAAN ALKITAB: 
Kisah Para Rasul 17:10-15
Paulus dan Silas di Berea
17:10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. 17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. 17:12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani. 17:13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak. 17:14 Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea. 17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di zaman post modern ini, ancaman terhadap keberadaan hidup manusia bukan hanya global warming (pemanasan global), tetapi juga dalam interaksi sosial ancaman "global colding", yaitu semakin mendinginnya hubungan antar manusia telah  mencip-takan kemiskinan relasi, hingga banyak orang yang merasa sendiri di tengah keramaian.

Maraknya facebook, bb, tweeter dan berbagai media online yang ada, membuat komunikasi seseorang dengan orang lain makin mudah dan cepat, tetapi kualitas relasi manusia tidak otomatis menjadi lebih baik. Justru media tersebut makin banyak melunturkan kehangatan relasi dalam keluarga, antara suami-isteri, orangtua anak dan kakak-beradik. Antar komu-nitas dalam jemaat maupun masyarakat. Orang menjadi kurang peduli satu terhadap yang lain, sehingga kebaikan hati yang harusnya dilakukan dalam interaksi antar pribadi menjadi kabur.

Motif dan situasi yang mendorong orang untuk memper-lihatkan kebaikan hati sangat bervariasi. Kebaikan hati  nampak dalam sikap atau perilaku yang loyal, jujur, ramah, peduli terhadap orang lain, suka menolong, mengasihi, suka memaafkan dan banyaklah bentuk kebaikan hati yang dapat kita lakukan dalam hidup (bd. Kisah Para Rasul  27:3; 28:1,2.)

Kebaikan hati sering dikatakan sebagai lentera jiwa, sebab dengan berbaik hati, seseorang dapat menjadikan orang lain berbahagia dan menemukan kembali harapan hidupnya. Jika demikian, maka diri sendiri pun akan turut berbahagia.

Kebaikan hati adalah salah satu sifat Allah yang sangat kentara dalam peran Yesus yang menunjukkan perhatian-Nya bagi semua orang, melalui pelayanan yang mengajar, ber-khotbah dan menyembuhkan. Kebaikan hati Yesus menjadi sempurna melalui solidaritas, yang menjadikan diri-Nya sebagai sumber pemberitaan Firman Tuhan.

Pengenalan akan Firman Tuhan membuat orang terus ber-akar, bertumbuh dan berbuah dalam kesaksian yang berdasar pada pengajaran Firman Tuhan dan yang menjadikan mereka lebih baik hati.
 PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Dalam perjalanan kedua misi pekabaran Injil, rasul Paulus berkeinginan untuk mengunjungi kembali dan memperkuat lagi fondasi-fondasi iman, yang pernah diletakkan dalam jemaat yang pernah dilayaninya. Maka bersama dengan Silas, teman sepelayanan, Paulus melayani dan mereka mengajarkan Kitab Suci kepada orang-orang yang bersama mereka di tempat sem-bahyang orang Yahudi, baik di Tesalonika maupun di Berea.

Pengajaran tentang Mesias, yaitu Yesus yang menderita dan bangkit dari antara orang mati, membuat banyak orang menjadi percaya; termasuk orang-orang Yunani yang sudah mendengar Injil dan hidup takut akan Tuhan, juga para perempuan terkemuka di tengah masyarakat waktu itu. Mereka meng-gabungkan diri bersama Paulus dan Silas.

Realitas ini membuat orang-orang Yahudi di Tesalonika menjadi iri hati dan sengaja mengacaukan kota dengan mem-buat keributan. Perilaku itu mereka buat, untuk menyerang Paulus dan Silas serta menuduh kedua pekabar Injil itu adalah para pengacau dunia dan melawan aturan kaisar.

Di Tesalonika, Paulus dan Silas dilindungi oleh Yason dan kerabatnya. Mereka berusaha menyelamatkan kedua sahabat Injil itu, dengan memberangkatkan mereka ke Berea yang  terletak sekitar tujuh puluh lima kilometer sebelah barat daya kota Tesalonika, yang juga menjadi kota penting di Makedonia.

Di Berea ada sebuah kelompok orang Yahudi yang secara teratur mereka bertemu di rumah ibadah untuk berdoa dan belajar Kitab Suci. Di rumah ibadah itu  Paulus dan Silas hadir, menyampaikan berita Injil Yesus yang menyelamatkan.

Orang-orang Yahudi di situ tidak cepat berprasangka buruk terhadap Paulus dan Silas, seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi yang tinggal di Tesalonika. Orang Yahudi si Berea menunjukkan keterbukaan dengan bersikap ramah dan baik hati, serta bersedia menguji berita yang disampaikan oleh Paulus dengan ayat-ayat Perjanjian Lama untuk menentukan benar atau tidaknya berita yang disampaikan. Orang-orang Yahudi jemaat Berea dipenuhi dengan keinginan untuk selalu berdoa dan belajar Kitab Suci.

Tradisi belajar Kitab Suci dan berdoa tiap hari membuat mereka semakin mengetahui kehendak Firman Tuhan dan sikap kerohanian ini telah membentuk orang Yahudi di Berea menjadi lebih baik hati, bahkan mereka hidup rendah hati satu terhadap yang lain.

Firman Tuhan membuat orang-orang Yahudi di Berea ada dalam pembaharuan budi, yaitu menjadi lebih baik hati. Kebaikan hati membuat mereka dapat menerima Paulus dan para sahabat Injil. Bahkan buah pekabaran Injil membuat para perempuan terpandang dan terkenal serta laki-laki Yahudi menjadi percaya kepada Yesus, Sumber keselamatan dan pemberitaan Paulus.

Ketika orang-orang Yahudi di Tesalonika mendengar berita bahwa pekabaran Injil telah berkembang di Berea, mereka pun datang ke kota itu dan tetap menunjukkan sikap  bermusuhan. Mereka berupaya menghasut dan mengacaukan kehidupan percaya yang sudah ada di masyarakat, bahkan mempengaruhi orang banyak supaya menjadi ragu dengan pengajaran Paulus yang memberitakan Injil Yesus.

Hasutan dapat saja membuat orang berobah sikap. Karena itu, demi melindungi dan menyelamatkan Paulus, maka saudara-saudara seiman berusaha mendorong Paulus supaya segera meninggalkan Berea. Bahkan mereka mengantarnya sampai ke pantai sebelah barat laut dari Laut Mati. Bukan karena Paulus dianggap lebih tinggi jabatannya dari teman-teman, juga bukan dalam rangka rasa aman semata, melainkan supaya Injil Yesus dapat terus diberitakan.

Kebaikan hati dari saudara-saudara seiman telah memberi peluang bagi mereka untuk memberikan perhatian kasih dengan mengantar Paulus sampai ke Atena dan ketika mereka kembali di Berea, ada pesan kepada Silas dan Timotius yang masih tinggal di sana, untuk secepat mungkin menyusul Paulus ke Atena. Hal ini penting, sebab kesatuan dalam tim pelayanan semakin menguatkan dalam misi dan kerja pekabaran Injil.
Makna dan Implikasi Firman

Paulus, Silas dan Timotius adalah kelompok rasul yang mencintai Firman Tuhan, rajin berdoa dan beribadah serta hidup dalam kebaikan hati, yang membuat mereka saling mendukung dalam pelayanan.

Kebaikan hati adalah salah satu sifat hakiki Tuhan Allah, yang tergambar jelas dalam pelayanan Yesus. Kebaikan hati juga ditunjukkan para rasul, murid dan orang percaya yang tetap konsisten dalam hidup pekabaran Injil. Karena itu, buah pengajaran dan kesaksian hidup mereka menjadi teladan bagi orang percaya. Bahkan buah pekabaran Injil Yesus yang para rasul beritakan, telah membuat banyak orang, baik sederhana maupun termashyur menjadi orang percaya dan hidup dalam pertobatan, karena keselamatan yang dari Tuhan Yesus.

Kebaikan hati Allah yang telah mengutus Yesus Kristus menjadi Juruselamat, melalui sebuah solidaritas yang sem-purna, yaitu menderita dan mati di salib. Namun bangkit kembali, supaya orang percaya selamat dan memperoleh hidup yang kekal.

Kebaikan hati Yesus harus menjadi patron atau model dari orang percaya, dalam mengaktualisasikan imannya, sekaligus menjadi kesaksian tentang berita Injil Kabar Baik yang membuat orang lebih baik hati.

Kecintaan kepada Allah menjadikan orang makin rajin berdoa dan belajar Firman. Dengan berdoa dan belajar Firman tiap-tiap hari, orang semakin dibaharui dengan kebenaran Firman, bahkan semakin berperilaku terpuji yaitu menjadi lebih baik hati.

Menurut para ahli, kebaikan hati membuat orang cenderung lebih sehat, lebih panjang umur dan lebih berkwalitas dalam hidup. Sebab kebaikan hati membuat orang dapat menerima orang lain apa adanya, menjauhkan diri dari perilaku iri hati, suka menolong, menyampaikan yang benar dan saling memberi semangat satu terhadap yang lain.

Kebaikan hati kita menunjukkan sebuah kesaksian untuk terus memberitakan Injil melalui keteladan hidup yang baik dan benar, termasuk dalam relasi antar teman sepelayanan. Dalam kerja pelayanan di lingkungan gereja, atasan adalah mereka yang patut kita hargai sebagai mitra kerja, bukan memper-lakukan mereka sebagai  bos. Atasan juga jangan meng-anggap diri sebagai bos.

Dalam pelayanan gereja tidak ada yang disebut atau menyebut diri bos dan anak buah, melainkan teman sekerja atau teman sepelayanan. Artinya dalam kerja pelayanan, setiap orang memiliki harkat dan martabat yang patut dihargai sebagai mitra kerja Allah. Dengan pemahaman ini, maka kita akan menghindari kebiasaan atau perilaku yang menganggap diri bos, punya anak buah. Sebab karakter yang menganggap diri bos sering membuat seseorang menganggap remeh orang lain.

Orang yang memiliki kebaikan hati tidak menganggap dirinya bos, tetapi melihat teman sekerja sebagai mitra yang bersama-sama bertujuan meraih keberhasilan.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Apakah aktifitas pertama yang Paulus dan Silas lakukan saat berada di Berea?
    Apa manfaat berdoa dan belajar Kitab Suci setiap hari?
    Bagaimana kita mengaplikasikan kebaikan hati dan apakah kita berdoa serta belajar Alkitab tiap hari?

NAS PEMBIMBING: Amsal 16:20

POKOK-POKOK DOA

    Pekerjaan Pekabaran Injil tetap menjadi misi gereja.
    Orang percaya semakin rajin berdoa, belajar Firman Tuhan dan beribadah.
    Hidup rendah hati dan mempraktekkan kebaikan hati.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN

HARI MINGGU BENTUK I.

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No 4 Hai Mari Sembah

Ses Tahbisan & Salam : KJ No 10   Pujilah Tuhan, Sang Raja

Ses Nas Pembimbing:  NKB No 122 'Ku Ingin Berperangai'

Pengakuan Dosa dan Pemb Anugerah Allah: NNBT No 8:1 'Banyak Orang Suka di Ampuni'

Pengakuan Iman:  KJ No 280  'Aku Percaya'

Hukum Tuhan:  KJ No 379 'Yang Mau Dibimbing Oleh Tuhan'

Doa, Pemb Alkitab dan Pemb Firman Tuhan: KJ No 356 'Tinggallah Dalam Yesus'

Persembahan:  KJ No. 368 Padamu Tuhan dan Allahku

Nyanyian Penutup: KJ No 346 'Tuhan Allah Beserta Engkau.

ATRIBUT

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Kisah Para Rasul 17:10-15 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18


Sebelum:

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,