|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab GMIM 2018 TEMA BULANAN : "Penatalayan yang Memiliki Kapabilitas, Integritas dan Komitmen"25 - 31 Maret 2018 (Matius 26:47-56)MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VITEMA MINGGUAN : "Hidup ada Dalam Rancangan Allah" Bacaan Alkitab : Matius 26:47-56 Yesus ditangkap 26:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." 26:49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. 26:50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? 26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?" 26:55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. 26:56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. ALASAN PEMILIHAN TEMA Kehidupan masa kini diwarnai dengan persaingan yang dapat berakibat saling menyalahkan sehingga terjadi gesekan dan konflik; Ingin menang sendiri dan mengabaikan pendapat yang lain. Bahkan faktanya, cara-cara kekerasan dilegitimasi sehingga mengakibatkan kerugian bagi seseorang atau kelompok lain. Ada orang suka dengan persekongkolan yang jahat sehingga berdampak pada persekutuan yang tidak harmonis lagi. Hubungan antar sesama manusia telah melewati batas-batas privasi seseorang. Berteman dalam perseku-tuan satu jemaat, di kantor, dipekerjaan bahkan melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, ternyata tidak cukup untuk membangun persahabatan yang baik dengan teman malahan media sosial dijadikan ajang untuk saling memfitnah dan mencaci maki. Hubungan yang akrap menjadi rusak, ketentraman menjadi hilang. Manusia berpikir dia mampu membuat hidupnya menjadi baik lewat upayanya sendiri. Padahal hidup menjadi baik terletak pada anuge-rah Tuhan yang telah berkarya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa melalui penderitaan dan salib serta kebangkitan Kristus. Apa yang kita pikirkan dan rencanakan semua itu ada dalam kuasa Tuhan untuk meraih keberhasilan. Untuk itu tema minggu ini adalah Hidup ada dalam Rancangan Tuhan. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Injil Matius menceritakan Yesus Kristus sebagai Anak Manusia, Mesias, untuk membangun Israel Baru, suatu kerajaan yang melampaui batas-batas premodialisme sehingga tidak ada lagi orang Yahudi dan non Yahudi. Sikap Yesus yang terbuka dengan orang-orang lain menyebabkan penolakan dari pihak Yahudi terutama para imam, ahli Taurat dan orang Farisi. Di taman Getsemani, Yesus sudah mengetahui apa yang harus Ia jalani sekalipun dalam kemanusiaan-Nya, hati-Nya sangat sedih. Ia berdoa "Ya Bapa-Ku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Tapi apa yang terjadi tidaklah demikian malahan Yesus ditangkap karena penghianatan Yudas seorang murid Yesus. Yudas datang menemui Yesus dengan membawa rombongan yang besar dengan alat pedang dan pentung untuk menunjukkan kekuataan manusia, padahal tanpa alat ini pun, mereka dapat menangkap Yesus karena mereka banyak. Yudas memanfaatkan ketidaksukaan pemimpin-pemimpin Yahudi untuk memperoleh keuntungan de-ngan menjual Yesus seharga tiga puluh keping perak. Yudas menjadi murid yang tidak tulus mengikut Yesus ia hanya memikirkan nafsu jahatnya. Anehnya lagi imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi yang mengerti tentang "kebenaran Firman", justru melihat Yesus sebagai musuh yang harus dihilangkan. Supaya tidak mencurigakan dan salah tangkap maka Yudas memakai bahasa tubuh (ciumam) untuk menunjukan sasaran penangkapan "orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkap Dia "Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. Ayat 48,49). Hal ini mempelihatkan bahwa betapa liciknya Yudas dengan mencium Yesus sehingga memperlihatkan seakan-akan dia adalah "Pahla-wan" dalam penangkapan Yesus. Untuk mencium Yesus, Yudas minta permisi dengan berkata "Salam Rabi" sebagai istilah seorang guru Yahudi yang disegani pada pada waktu itu. Bentuk pengakuan Yudas bahwa Yesus sebagai Rabi ternyata tidak sesuai dengan tindakannya. Ciuman Yudas ini adalah suatu pengkhiatan yang sangat berbahaya, musuh dalam selimut. Yesus tidak mengadakan perlawanan, bahkan Ia menyapa Yudas, "Hai teman, untuk itukah engkau datang? Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. (ayat 50). Suatu sapaan penyerahan diri Yesus kepada orang banyak. "Yesus menyapa Yudas "Hai teman" sebenarnya mengingatkan kembali hubungan awal antara Yesus dengan murid-murid-Nya termasuk Yudas. Suasana penangkapan Yesus makin tidak kondusif oleh karena ada seorang dari mereka yang menyertai Yesus dengan serta merta mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkan-nya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya (Ayat 51). Sebagai murid, mereka merasa bertanggungjawab untuk membela Yesus. Bagi Yesus sangat berbahaya mengunakan kekerasan untuk membela diri sehingga Yesus berkata: Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barang siapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang Ayat 52. Memasukan kembali pedang ke sarung mau menunjukkan bahwa Yesus menghendaki orang per-caya tidak mengunakan kekuatannya untuk membela dirinya tetapi menyerahkan hidupnya kepada Allah. Yesus memperingatkan bahwa siapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang, siapa yang merangcang kejahatan akan dimakan oleh kejahatan. Yesus bukan berarti tidak dapat berbuat apa-apa seperti yang Ia telah lakukan dengan mengadakan banyak tanda mujizat sebelummnya tetapi Dia harus tunduk pada rancangan Allah sebagaimana dinubuatkan kitab suci. Yesus menyinggung sikap segerombolan orang yang hendak menangkap-Nya mengambarkan sikap manusia yang sering menggangap sebagai penjahat/musuh. Yesus menjelas-kan bahwa tiap-tiap hari Ia duduk mengajar di Bait Allah tapi mereka takut menangkap Yesus. Sekalipun hal ini sudah ada dalam rancangan Tuhan Allah tetapi tidak seharusnya para murid Yesus meninggalkan-Nya apapun resikonya. Orang yang tidak memahami rancangan Tuhan cenderung lari dari tanggungjawab. Makna dan Implikasi Firman Hidup dalam rancangan Allah adalah merupakan pernyataan iman bahwa Tuhan yang berkuasa atas manusia. Kita dapat saja merancang sesuatu yang benar dimata Allah dan memberi nilai hidup bagi banyak orang. Tapi jika sebaliknya hal tersebut menjadi suatu kejahatan dan tidak menjadi berkat. Ada orang sudah lama berteman namun karena kepentingan berbeda sehingga saling menjatuhkan. Hal ini terdapat juga dikalangan orang Kristen yang sebenarnya telah merima keselamatan melalui Kasih karunia Allah namun masih suka saling "baku cungkel" dalam satu pesekutuan apapun. Bahkan kejahatan tidak saja dilakukan oleh seseorang tapi melalui persekongkolan orang banyak. Pemerintah dan Gereja harus bekerja keras untuk memberantas penyakit masyarakat seperti kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, korupsi, peselingkuhan, merusak lingkungan sehingga banyak yang mengalami kerugian. Belum juga intoleran dan radikalisme dengan paham yang bertentangan dengan nilai kristiani dan Pancasila telah merusakan sebagian tatanan hidup di Negara Indonesia. Rasa iri, dengki dan kebencian masih ada orang yang suka mempraktekkannya termasuk dengan cara-cara kekerasan. Apalagi dalam dunia politik sering terdengar "musuh dalam selimut" karena terjadi persaingan yang tidak sehat untuk memperebutkan jabatan atau kedudukan. Termasuk dalam pelayanan gereja. Rancangan Allah adalah untuk keselamatan dan menerima hidup yang kekal, akan tetapi manusia sering berpikir bahwa baik atau buruk tergantung pada dirinya. Untuk mewujudkan keinginan manusia dapat saja menghalalkan segala cara. Manusia sering lupa bahwa ia diciptakan untuk menghadirkan syalom "damai sejahtera". Bahkan Yesuspun harus datang untuk menyelamatkan manusia. Sayangnya karena tidak sejalan dengan pikiran dan keinginan manusia, Dia dikhianati dan disalibkan. Inilah kegagalan manusia yang nyata dalam kepribadian Yudas. Tiga puluh keping perak bukanlah jawaban atas keinginannya yang oleh karenanya berakibat pada gantung diri. Kepentingan pribadi sangat mengganggu kepen-tingan bersama sebagai satu tubuh Kristus di GMIM. Hal ini terlihat di media sosial yang dijadikan ajang untuk ujaran kebencian, padahal kita dapat mengunakannya untuk saling menguatkan dan memba-ngun keutuhan bersama. Dapat saja ada anggota jemaat yang sudah lama bersahabat, ketika bertemu tidak saja bersalaman, tetapi mencium pipi kiri dan kanan. Inipun tidak membuat persahabatan semakin erat karena terjadi konflik kepentingan sehingga persaha-batan yang telah lama dibangun hancur seketika. Sebagai warga gereja dan Pelayan Khusus dapat saja seperti penyamun dalam gereja, yang artinya prorgam gereja sudah disepakati dalam sidang-sidang gereja tetapi tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Bahkan lebih berbahaya lagi ketika ada "kekerasan" dalam jemaat mengunakan pedang dan pentung yang menjelma dalam bentuk saling mencaci maki. Kita diajarkan untuk membalas kejahatan dengan kebaikan sama seperti Yesus tidak melawan untuk ditang-kap, diadili, disalibkan mati dan bangkit pada hari ketiga dan naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan mencurahkan Roh Kudus kepada umat dan Gereja. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: Kisah penangkapan Yesus dalam Matius 26:47-56 yang dihubungkan dengan terwujudnya kehendak Allah dalam Yesus maka, apa maksud Yesus mengatakan bahwa: Jika begitu bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam kitab suci yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian ayat 54? Masih adakah anggota gereja mengunakan "pedang dan pentung" untuk menghalangi rancangan Tuhan, dan apa yang perlu kita lakukan ? NAS PEMBIMBING: Amsal 19:21 POKOK - POKOK DOA : Rancangan Tuhan bagi Badan Pekerja Majelis Sinode Periode Pelayanan 2018-2022 Keutuhan dan Persekutuan Gereja Masehi Injili di Minahasa supaya tetap berlangsung dengan baik. Keluarga-keluarga GMIM supaya tetap diberkati Tuhan menjadi keluarga yang harmonis. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA VI NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Persiapan: NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah Ses. Nas Pemb: S'mua Baik Pengakuan Dosa: KJ No. 35 Tercurah Darah Tuhanku Pemberitaan Anugerah Allah: DSL 115 Putih Bersih Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ No. 344 Ingat Akan Nama Yesus Ses Doa, Pembacaan Alkitab: PKJ No. 15 Kusiapkan Hatiku Tuhan Persembahan: NKB No. 83 Nun Di Bukit Yang Jauh Nyanyian Penutup: Pengharapanku ATRIBUT: Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri. Label: Matius 26:47-56
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018 1 Korintus 12:1-11(1) 1 Raja-Raja 12:16-17(1) 1 Raja-Raja 12:16-24(1) 1 Yohanes 4:7-21(1) 2 Timotius 2:1-13(1) 2 Timotius 3:10-17(2) Ayub 5:27(1) Kejadian 13:1-18(1) Kejadian 1:1-31(1) Kejadian 39:1-23(1) Kejadian 50:15(1) Kejadian 50:21(1) Kejadian 6:9-22(1) Keluaran 4:1-17(1) Kidung Agung 1:1-8(1) Kisah Para Rasul 15:33-34(1) Kisah Para Rasul 17:10-15(1) Lukas 16:10-18(1) Lukas 2:1-7(1) Maleakhi 2:10-16(1) Markus 10:13-16(1) Markus 10:35-45(1) Markus 16:1-2(1) Matius 16:21-28(1) Matius 26:47-56(1) Mazmur 71:17-24(1) Pengkhotbah 3:1-15(1) Roma 10:4-15(1) Roma 1:16-17(1) Ulangan 31:1-8(1) Yesaya 28:23-29(2) Yesaya 6:1-13(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30 Sebelum: MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,