gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 455 kali
Download MP3 Music
TEMA: "Setia Sampai Mati"
Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Shalom bagi kita sekalian.

Hari ini kita merayakan hari Jumat Agung. Dalam perayaan tahun gerejawi, Jumat Agung dirayakan sesudah perayaan minggu-minggu sengsara dan sebelum hari raya Paskah. Hari jumat Agung adalah hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota sebagaimana diceriterakan dalam kitab-kitab Injil, termasuk dalam bagian Alkitab yang kita baca ini.

Yohanes menceriterakan bagaimana Yesus disalibkan di atas bukit Golgota sebagai klimaks dari jalan-jalan sengsara-Nya, lebih khusus yang dimulai dari taman Getsemani, kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati. Pada saat-saat terakhirnya di atas kayu salib, Yohanes mencatat karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia - supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!". Yohanes memberi catatan yang sangat luar biasa, bahwa dia tidak menyelami perasaan Yesus dari unsur kemanusiaannya yang bisa melihat tanda-tanda akhir hidup seseorang, tetapi Yohanes mengamini bahwa Yesus menunjukkan kesiapan menghadapi akhir hidup-Nya seperti itu, sehingga ia mencatat bahwa Yesus sudah tahu bahwa segala sesuatu telah selesai.

Perkataan Yesus, "Aku haus", bukan hanya diartikan secara hurufiah bahwa memang Ia benar-benar haus setelah menahan kelelahan, kesusahan dan penderitaan sepanjang jalan menuju Golgota, tetapi sekaligus dilihat sebagai penggenapan dari nubuatan Perjanjian Lama melalui ungkapan pemazmur Daud "..., dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam" (Mazmur 69:22). Ungkapan Yesus ini mengeks-presikan kebesaran dan kemuliaan-Nya, bahwa sampai matipun Ia menghormati dan menggenapi firman Allah. Dengan demi-kian hal ini semakin memperjelas dengan terang benderang bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin. Apa yang dikatakan dalam Perjanjian Lama selalu tergenapi dalam Perjanjian Baru lebih khusus dalam diri Yesus Kristus. Bahwa Ia adalah Mesias, Firman Yang Hidup, Anak Allah, Juruselamat dunia. Ini adalah berita yang tak terbantahkan, oleh sebab itu hidup beriman kepada Yesus tak boleh diragukan lagi. Sekali percaya pada Yesus, tetap percaya, sekalipun tantangan, masalah, tekanan, ancaman dan maut menghadang, bahkan sekalipun dunia bergoncang dan berlalu, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Pada ayat 29, selaras dengan Mazmur 69:22, dikatakan bahwa di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.Tindakan beberapa orang ini mecerminkan kuasa-kuasa dunia yang tidak menghormati kehormatan kehidupan dan lebih parah lagi karena tidak mengerti tentang isi kebenaran firman yang dinubuatkan. Demikianlah sikap ini mencerminkan sikap hidup duniawi yang tidak peka terhadap penderitaan orang lain. Penistaan terhadap harkat dan martabat orang lain. Tidak mengormati firman Tuhan dan yang tidak menghormati pelayan Tuhan. Sangat disayangkan kalau perilaku ini muncul dalam kehidupan bergereja seperti saling menjatuhkan dan membinasakan, menyepelekan firman Allah dan saling meracuni seperti anggur asam yang merendahkan martabat hidup satu sama lain sebagai hamba-hamba Allah.

Selanjutnya di ayat 30, sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai (Yun: tetelestai)." Mengapa Yesus, mengatakan sudah selesai? Apa yang sudah terselesai-kan? Hal ini memberikan banyak pemahaman, seperti: segala jenis nubuatan dalam Perjanjian Lama, yang merujuk kepada penderitaan Mesias. Sudah selesai; segala tata upacara keaga-maan dibatalkan, substansi baru kini hadir, dan segala bayang-bayang kebimbangan. Sudah selesai; penderitaan-penderitaan-Nya sampai di kayu salib, sudah selesai; bahwa hidup-Nya dalam dunia sudah selesai dan segala pekerjaan dalam ketaatan-Nya kepada Bapa dengan maksud utama penebusan bagi manusia sudah selesai.

Sesudah mengatakan sudah selesai, Yesus menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yesus mati bukan karena kehabisan darah atau karena rasa sakit yang amat sangat, tetapi Yesus mati karena Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah. Nyawa-Nya tidak direngut dengan paksa dari-Nya, tetapi diserahkan dengan sukarela.Yesus mati dengan penuh kesadaran, karena tahu bahwa misi-Nya di dunia ini adalah untuk mati di atas kayu salib demi menebus dosa dunia.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Belajar dari bagian Alkitab ini, maka dapat kita pahami bahwa kematian Yesus di atas kayu salib memperlihatkan ketaatan seorang hamba yang rela menderita, setia sampai mati. Semua ini dilakukan Yesus dalam ketaatan-Nya kepada Bapa di Sorga. Ketaatan yang berarti juga kesetiaan seperti ini menjadi dasar dan model pelayanan gereja. Bahwa setiap warga gereja harus bertekat merefleksikan kesetiaan seperti ini dalam hidup sehari-hari. Setia menjaga jati diri dan integritas sebagai orang percaya, setia dalam hidup berumah tangga, setia dalam jemaat baik sebagai anggota jemaat maupun sebagai pelayan khusus, setia dalam tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat, bangsa dan negara. Dan kesetiaan dalam kebenaran ini tidak boleh bersifat sementara, apalagi hanya ketika senang, berkecukupan dan aman-aman saja, tetapi kesetiaan yang diwujudkan sampai mati sekalipun disertai penderitaan.

Kematian Yesus, bukan hanya menggenapi nubuatan dalam Perjanjian Lama, tetapi Ia sendiri adalah penggenapan bahkan Ia adalah firman Allah itu sendiri (Yoh 1). Dengan demikian kematian-Nya adalah kemenangan atas dosa supaya manusia diselamatkan. Inilah pengharapan dan kekuatan orang percaya kini supaya tidak hidup lagi dalam dosa, tetapi hidup dengan perbuatan baik dalam tuntunan Firman Allah sebagaimana yang dituliskan dalam 2 Timotius 3 : 16 - 17, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik".

Kematian Yesus sebagai klimaks menyelesaikan tugas pene-busan-Nya bagi manusia, merupakan kompas kehidupan kita untuk melayani Tuhan sampai mati. Kita hidup dan melayani dengan firman-Nya sampai mati. Artinya, kalau kita hidup, mari kita hidup dalam tuntunan firman-Nya bahkan mewujudkan firman-Nya melalui pola pikir, perkataan dan perbuatan kita dalam kesetiaan kepada Tuhan. Ya, setia sampai mati. Tuhan memberkati kita, terpujilah nama-Nya. Amin.





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)


Sebelum:

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(7)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,