gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 827 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Berkarya dalam Penantian"
TEMA MINGGUAN : "Ini Aku, Utuslah Aku"
Bacaan Alkitab :
Yesaya 6:1-13
Yesaya mendapat panggilan Allah
6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" 6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. 6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." 6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." 6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" 6:9 Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! 6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh." 6:11 Kemudian aku bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Lalu jawab-Nya: "Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. 6:12 TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong. 6:13 Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!"


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pemimpin dan kepemimpinan sebenarnya berbicara ten-tang pengaruh dan ini tidak tergantung pada jabatan atau posisi tertentu yang kita miliki. Kepemimpinan adalah tentang bagai-mana kita mempengaruhi seseorang untuk alasan yang ber-manfaat dan menjadi lebih baik untuk mencapaitujuan tertentu; dalam bahasa rohaninya, baik yang memimpin maupun yang dipimpin hidupnya "menjadi seperti yang Tuhan ingini".  Selama ini kita telah banyak berdebat dan membicarakan tentang pe-mimpin dan kepemimpinan. Misalnya, apakah seorang pemimpin dilahirkan sebagai pemimpin atau mereka dibentuk untuk men-jadi pemimpin? Memang benar, ada orang yang dilahirkan seba-gai pemimpin, tetapi tidak menampakkan kepemimpinannya. Dan ada beberapa orang di antara para pemimpin besar dalam Alkitab dan dunia sekuler yang dianggap tidak memiliki kemam-puan atau kelihatan biasa saja, tetapi setelah melalui proses pemberian diri dalam tuntunan Tuhan, diperlengkapi dan mem-perlengkapi diri, akhirnya mereka menjadi pemimpin efektif dalam menjalankan kepemimpinannya. Tema "Ini aku, utuslah aku" merupakan panggilan Yesaya dalam Yesaya 6:1-13 yang dapat menolong setiap orang untuk dapat memahami dan melakukan tugas sesuai dengan panggilan yang dikehendaki Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya anak Amos, melayani di Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hiskia (1:1). Penglihatan  yang  dialami  oleh  Yesaya  dimulai  dengan penyataan dua hal yang berbeda, yaitu matinya raja Uzia dan Tuhan menyatakan diri kepada Yesaya

Panggilan  Yesaya  sesudah matinya raja Uzia, diawali dengan penglihatan tentang kemuliaan Allah yang duduk di atas takhta dan dikelilingi oleh para Serafim. Pemanggilan Yesaya memiliki keunikan tersendiri karena dalam bentuk visi (peng-lihatan) di Bait suci. Pemanggilan Yesaya sendiri dalam konteks ketika orang Israel berada dalam "kekacauan" baik secara sosial politik dan spiritual. Mereka sedang berada dalam keterpurukan karena sibuk berperang dengan bangsa seperti Asyur dan Babel. Juga mereka menjauh dari Tuhan dengan menyembah ilah lain, dan kondisi ini membuat Allah marah kepada mereka (band Yesaya 1:1-4). Dalam proses pemanggilan ini, Allah di damping oleh para malaikat seraphim (secara harafiah seraphim adalah Malaikat yang menyala) sehubungan dengan kemuliaan yang mereka miliki di samping Allah. Mereka memiliki 6 sayap yang terdiri dari dua sayap di pakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap di pakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap untuk melayang-layang. Alas ambang pintu Bait Suci yang bergoyang menunjukkan bahwa kemuliaan TUHAN dimanifestasikan dalam bentuk fisik dan rumah yang dipenuhi dengan asap menun-jukkan  kehadiran-Nya  dalam  Bait-Nya  yang  suci (bd.  Keluaran  13:21;  14:19;  40:34;  I Raja  8:10;  Yesaya 4:5). Ini  berarti  bahwa kemuliaan TUHAN bukanlah sesuatu yang semu, tetapi nyata dan dapat dirasakan  oleh  umat-Nya  sebagai  lawatan-Nya  terhadap  umat-Nya  di seluruh bumi.

Melihat situasi ini, Yesaya menjadi takut karena menyadari dirinya pasti celaka karena melihat Allah. Karena pemahaman pada waktu itu, siapa yang melihat Allah pasti mati (band Kel. 33:20). Dan dia menyadari,sebabnya karena ia adalah orang berdosa. Ia menyadari keadaan dirinya, mengakui kenajisan bibirnya (ay.5) berkata:" Celaka aku,aku dibinasakan, sebab aku orang najis bibir dan hidup di tengah bangsa yang najis bibir (sesuatu yang kotor, yang menjadi sebab terhalangnya untuk ada di hadapan Allah, tidak pantas berbicara mewakili Tuhan).

Tetapi Tuhan mengampuni Yesaya dengan mengambil sebuah bara dari mezbah dan menyentuhkannya ke dalam mulutnya sebagai tanda pengampunan( ay. 6-7). Ketika hidup Yesaya di pulihkan,maka muncullah pertanyaan dari Allah, "Siapakah yang akan Ku utus dan Siapakah yang mau Pergi untuk Aku? Yesaya tidak berdalih,tidak meminta penjelasan mengenai panggilan ini,tidak tawar menawar seperti yang di lakukan oleh Musa atau nabi Yeremia, tapi dia spontan menjawab panggilan Allah. Ia tahu bahwa Allah sementara memperperleng-kapi hidupnya."Ini Aku Utuslah Aku"(ay 8) Panggilan yang ia terima datang dari arah yang tidak terbayangkan olehnya. Di dalamnya ia mengalami pembebasan untuk ikut seta dalam sesuatu yang lebih luas yang telah Tuhan rancangkan. Di dalam jawabannya, Yesaya menemukan kekuatan yang mengalahkan segenap rasa takut dan rendah diri, ia menyadari dosanya telah di ampuni,dan Allahlah yang menyatakan ini baginya. Karena itu ia maju dengan Iman, yakin akan pemanggilan Allah yang di nyatakan kepadanya dalam penglihatan serta menunjukkan kesediaanya yang berasal dari kesungguhan hati, juga kese-tiaannya dengan segala konsekwensi. Betapa berat baginya untuk menyampaikan kepada bangsanya sendiri berita yang berisi hukuman. Mereka tidak mau mendengar bahkan makin menge-raskan hati (ayt 9). Dalam ayat 10 ini menunjuk pada akibat yang pasti akan  terjadi pada hari kemudian terhadap berita hukuman yang disampaikan. Penolakan mereka terhadap seruan nabi Yesaya, berita yang harus disampaikan itu cukup mengejutkan dan mengesankan bagi Yesaya, sehingga ia bertanya berapa lamakah berlangsung kekerasan hati yang mendatangkan hukuman? Jawaban Tuhan yakni hukuman itu bersifat menye-luruh, kota-kota menjadi sunyi, rumah-rumah menjadi kosong, penghuninya dibawa ke tempat pembuangan, tanahnya dirusak oleh musuh, menginjak-injak dan menjarahnya. Yang ada hanyalah perkabungan di seluruh negeri itu. Di negeri itu mungkin masih ada sisa kecil, yaitu sepersepuluh bagian yang sementara masih belum terkena hukuman. Akan tetapi, pada waktunya akan mendapatkan hukumannya juga. Dengan demikian mereka itu digambarkan seperti "tunggul" yang masih berdiri setelah batang pohonnya ditebang. Tunggul yang tertinggal itu akan keluar tunas yang kudus.

Makna dan Implikasi Firman

Panggilan adalah suatu tugas yang di berikan Allah kepada manusia yang mengacu kepada pelayanan. Dipanggil berarti adanya tugas terhadap seseorang yang harus di laksanakan. Panggilan Allah kepada seseorang merupakan karunia Allah atas diri manusia yang pada akhirnya manusia dapat menjalankan panggilan tersebut sebagai bukti konkret dari pemahanmannya terhadap panggilan yang mengacu pada seluruh hidupnya.

Setiap kita yang memberi diri dan merespon panggilan dan pengutusan Tuhan untuk memimpin, baik melalui keluarga, gereja, masyarakat, bangsa dan negara harus memiliki wawasan dan mengembangkan keahliannya (karunia-karunia), agar dapat memimpin secara efektif. Beberapa harapan bagi seorang pemimpin yang menjalankan tugas panggilan dan pengutusan Tuhan, adalah sbb : Pertama, ia harus takut akan Tuhan, setia pada komitmen, berani berkorban (tenaga, pikiran dan waktu) serta menyadari bahwa dirinya hanya alat kecil untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar dari Dia. Kedua, ia harus terus mengembangkan kreatifitasnya, disiplin, jujur,rajin dan rendah hati, bijaksana dan mempunyai moral yang baik, serta mau membuka diri untuk belajar dan dapat bekerjasama dengan orang lain (tanpa memandang suku, status dan latarbelakangnya). Ketiga, dapat membaca tanda-tanda zaman; peka (mendengar suara Roh Kudus) untuk mengambil keputusan yang tepat dan benar menyangkut masa depan orang-orang yang dipimpinnya. Keempat, menjadi pemimpin yang melayani, sebagai guru, sahabat dan bertanggungjawab dalam tugas yang diembannya.

Kita adalah umat yang layak, berharga dimata Allah. Sebutan umat yang layak diberikan kepada umat Israel dan kali ini sebutan umat yang layak ditujukan kepada umat kristiani atau orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan yang disebut bangsa yang terpilih imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.(1 Petrus 2:9). Jadi jaganlah kita menyesal menjadi orang Kristen walaupun ditemui berbagai tantangan dalam melayani atau melaksanakan panggilan Tuhan. Hidup adalah pertandingan iman dan harus dikerjakan terus menerus, kita harus menang dalam pertandingan yang diwajibkan oleh Tuhan. Bersama Tuhan pastilah kita akan mengalami kemenangan terhadap masalah yang dihadapi dan terus maju, sebab kita bukan sekedar pemenang tetapi kita lebih dari pemenang. Oleh sebab itu masuklah dalam pertandingan iman, jangan kabur atau kendor imannya tetapi hadapilah setiap masalah, maka kita akan menjadi orang yang lebih dari pemenang. Dan kita juga harus menjadi orang yang terpilih tetapi juga berharga dimata Tuhan, orang yang dipilih Tuhan pastilah orang yang telah lahir baru, memelihara dan melaksanakan keselamatannya secara terus menerus, lebih khusus dapat menjawab panggilan Tuhan sambil berkata:" ini aku utuslah aku".

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Jelaskan bagaimana Yesaya dipanggil dan diutus Allah, menu-rut Yesaya 6:1-13.
    Setelah memahami panggilan Allah bagi Yesaya untuk mela-yani, bagaimanakah respon kita sebagai warga gereja dalam melaksanakan tugas pelayanan?
    Jika pertanyaan, "Siapakah yang akan Ku utus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku. Dapatkah kita memberi jawab 'Ini aku, utuslah aku? Jelaskan pendapat saudara.

NAS PEMBIMBING: Yohanes 13:20

POKOK-POKOK DOA:

    Supaya Jemaat dapat merasakan panggilan Allah dalam kehidupan
    Kehidupan Jemaat semakin menampakkan kekudusan sebagai tanda ketaatan kepada Allah yang Kudus
    GMIM semakin menyadari bahwa tugas panggilan untuk melayani merupakan rancangan Allah yang harus di respon dengan hidup kudus.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NKB No 3. Terpujilah Allah

Ses Doa Pembukaan: DSL.  Dengar Maha Tuhan Panggil

Ses Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Persembahan: NNBT.No.15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup: NKB: No. 210 Ku Utus‚ Kau

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.

Label:   Yesaya 6:1-13 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 11 - 17 Februari 2018


Sebelum:

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(76)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,