|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab GMIM 2018 MTPJ 21 - 27 Januari 201827 Januari 2018 MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasanTEMA BULANAN : "Berkarya dalam Penantian" TEMA MINGGUAN : "Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan" Bacaan Alktiab : Daniel 1:1-21 Di istana Babel 1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 1:12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh. ALASAN PEMILIHAN TEMA Ada ungkapan mengatakan bahwa "kesehatan itu bukan segala-galanya tapi tanpa kesehatan segala-galanya tidak berarti". Namun demikian jika itu hanya sebatas perkataan dan tidak ada penerapan maka perkataan tersebut sia-sia. Padahal manusia adalah satu-satunya makhluk yang selalu mendambakan hidup-nya dalam keadaan sehat secara paripurna baik fisik, mental, sosial dan spiritual. Salah satu upaya untuk mencapai dambaan itu tiap orang harus berupaya menjaga kesehatannya. Apalagi tuntutan zaman yang serba cepat sekarang ini telah menjadikan sebagian orang lebih menyukai pola makan serba instan meski pun hal itu akan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Disadari bahwa telah banyak upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah, gereja maupun lembaga lainnya untuk men-jawab kebutuhan akan peningkatan kesehatan antara lain dengan adanya berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan kesehatan dan sistem pelayanan kese-hatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional - BPJS dan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kese-hatan baik berupa akreditasi maupun standar klasifikasi pela-yanan kesehatan. Namun demikian, fakta membuktikan bahwa semakin banyak ditemukan kasus penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang membutuhkan penanganan secara mendesak karena tidak menjalankan pola hidup sehat yakni dengan cara memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi, olah raga dan istirahat yang teratur, bebas dari zat adiktif, dan spiritualitas yang sehat serta perilaku hidup sehari-hari. Setidaknya setiap orang mesti memiliki komitmen untuk menjalankan pola hidup sehat sebab hal itu mempengaruhi kecerdasan seseorang, antara lain dengan memperhatikan pola makan yang sehat serta bersedia menjadi teladan dan mampu memotivasi orang lain akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat agar supaya bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh makna bersama keluarga dan lingkungan sekitar kita. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Pada zaman Raja Yoyakim Kerajaan Yehuda dan ibukotanya Yerusalem jatuh ketangan Raja Nebukadnezar dan semua per-kakas yang ada di Bait Allah diangkut ke Babel ke rumah dewa-nya di Sinear. Hal inimenunjukkan bahwa Allah bangsa Yehuda dinyatakan telah dikalahkan, dengan demikian ia menyatakan kemenangannya atas Allah Israel sehingga umat Tuhan tidak dapat berbuat apa-apa. Selain itu juga, Nebukadnezar meng-angkut orang Yehuda ke Babel sebagai tawanan perang; dia-ntaranya terdapat empat orang muda yang terpilih yakni; Daniel, Hananya, Misael dan Azarya untuk dipersiapkan melayani di Istana raja. Nama-nama ini adalah nama Ibrani yang maknanya berhubungan erat dengan keberadaan Allah Israel. Daniel artinya "Allah adalah hakimku", Hananya artinya "Yahweh telah beramah tamah", Misael berarti "Dia yang adalah Allah" dan Azarya berarti "Yahweh telah menolong". Nama keempat orang muda ini sangat indah karena semuanya menyatakan kebesaran dan keagungan Allah serta relasi-Nya dengan umat-Nya. Setelah mereka dididik untuk menjadi pelayan di Istana Raja Babel, maka Aspenas, Kepala Istana, mengganti nama-nama Ibrani itu menurut nama-nama dewa Babilonia yakni; Beltsazar, Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Sebagai orang-orang pilihan, Daniel dan kawan-kawannya yang memiliki integritas kepribadian karena keberimanannya kepada Tuhan,tetap memegang teguh iman mereka dan memelihara perjanjian dengan Allah Israel. Mereka adalah orang-orang yang tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, memiliki pengertian tentang berbagai ilmu dan cakap bekerja dan kepada Allah Israel serta tidak meninggalkan perjanjian-Nya. Oleh sebab itu mereka mampu menempatkan diri dengan jalan bertekad untuk tidak menajiskan dirinya dengan menyantap makanan Raja yang telah terlebih dahulu dipersembahkan kepada Merodak (dewa Babilonia), sebagaimana sudah menjadi kebiasaan pada masa itu bahwa apapun yang akan dimakan oleh Raja (daging dan anggur) makamakanan tersebut harus terlebih dahulu dipersembahkan kepada dewa. Hal ini bertentangan dengan prinsip iman yang dimiliki oleh keempat pemuda pilihan ini. Dengan hikmat Tuhan meskipun diperhadapkan dengan resiko, Daniel dan kawan-kawannya mendatangi pegawai istana yang menyajikan makanan kepada mereka dan memohon supaya diadakan suatu percobaan selama 10 hari, "supaya diberikan saja untuk kami sayur untuk dimakan dan air untuk di minum" (ay.12); untuk menentukan apakah kesehatan mereka akan tetap prima dibandingkan dengan yang lainnya atau justru sebaliknya. Pada akhirnya Daniel dan kawan-kawannya berhasilmenunjukkan kesehatan dankecerdasan mereka sepuluh kali lebih cerdas dibandingkan dengan lainnya dansetelah tiga tahun belajar di sekolah istana, mereka diterima dan bekerja di istana raja (ay.19-21). Makna dan Implikasi Firman Daniel dan kawan-kawannya mampu menunjukkan integritas sebagai umat Tuhan dengan bersikap positif, kritis, dan tetap berpegang pada prinsip iman serta memiliki hati nurani yang jujur, tulus dan ikhlas. Kualitas iman mereka dibuktikan dengan tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang telah dipersembahkan kepada dewa. Segala sesuatu dikerjakan mereka dalam ketaatan dan takut akan Tuhan. Pengalaman iman Daniel dan kawan-kawannya memberi-kan pelajaran iman bagi kita bahwa orang-orang yang men-dapatkan kepercayaan dari Tuhan untuk mengemban tugas-tugas mulia perlu menghubungkan soal makanan dengan iman. Bahwa makan bukan sekedar mengenyangkan perut atau menikmati kelezatan tetapimakan jugamerupakan ekspresi iman dari sese-orang. Daniel dan kawan-kawannya memilih pola makan yang sehat: hanya dengan makan sayur dan minum air saja, mereka tetap sehat dan bugar bahkan tampak lebih segar dan cerdas daripada yang lainnya. Kita telah memasukitahun baru 2018 sebagai waktu yang tepat untuk membaharui komitmen iman, mengintrospeksi diri dan bertanya; sudahkah kita menjalani pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh kita sebagai manifestasi panggilan iman kita? (band. 1 Korintus 3:16-17) Sudahkah pola makan kita mencerminkan kehidupan yang memuliakan Allah dan bersyukur atas karunia-karunia, khususnya hikmat dan kecerdasan yang telah dianugerahkan kepada kita? Gereja kita baru saja melaksanakan peneguhan Pelayan Khusus penatua dan syamas periode pelayanan 2018-2021. Pelayan Khusus yang terpilih diingatkan supaya menjadi teladan bagi seluruh warga jemaat dengan terus-menerus memelihara kehidupan pribadi dan keluarga dengan melaksanakan pola hidup sehat dan pola makan yang mendukung kesehatan dan kebugaran sebagai manifestasi iman. Karena, didalam tubuh yang sehat bukan hanya ada jiwa yang sehat melainkan juga terdapat iman yang besar. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: Apakah yang dapat kita pahami tentang pola hidup sehat dan kecerdasan menurut perikop pembacaan ini? Menurut saudara apa hubungan pola makan yang sehat dan iman? Apakah peran gereja dalam menerapkan pola hidup sehat berdasarkan iman? NAS PEMBIMBING: 1Korintus 3:16-17 POKOK-POKOK DOA: Pola makan sehat Sarana dan Prasarana Kesehatan Program Pelayana Kesehatan GMIM TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Persiapan: NNBT No.6 Allah Bapa Yang Kumuliakan. Ses Doa Pembukaan: NNBT. No. 24. Kuasa-Mu Tuhan Selalu Kurasakan. Ses Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NNBT No. 31 Dalam Dunia Penuh Kemelut. Persembahan: NNBT No. 367 Pada-Mu Tuhan dan Allahku. Nyanyian Penutup; NNBT. No. 27. Ya Tuhan Engkaulah. ATRIBUT: Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018 1 Korintus 12:1-11(1) 1 Raja-Raja 12:16-17(1) 1 Raja-Raja 12:16-24(1) 1 Yohanes 4:7-21(1) 2 Timotius 2:1-13(1) 2 Timotius 3:10-17(2) Ayub 5:27(1) Kejadian 13:1-18(1) Kejadian 1:1-31(1) Kejadian 39:1-23(1) Kejadian 50:15(1) Kejadian 50:21(1) Kejadian 6:9-22(1) Keluaran 4:1-17(1) Kidung Agung 1:1-8(1) Kisah Para Rasul 15:33-34(1) Kisah Para Rasul 17:10-15(1) Lukas 16:10-18(1) Lukas 2:1-7(1) Maleakhi 2:10-16(1) Markus 10:13-16(1) Markus 10:35-45(1) Markus 16:1-2(1) Matius 16:21-28(1) Matius 26:47-56(1) Mazmur 71:17-24(1) Pengkhotbah 3:1-15(1) Roma 10:4-15(1) Roma 1:16-17(1) Ulangan 31:1-8(1) Yesaya 28:23-29(2) Yesaya 6:1-13(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13 Sebelum: MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,