gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 460 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Berkarya dalam Penantian"
TEMA MINGGUAN : "Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara"

Bacaan Alkitab :
Kejadian 1:1-31
Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya
1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 1:6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 1:9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 1:20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 1:24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dunia di era post modern ini semakin semarak dengan berbagai ciptaan manusia sebagai dampak dari penguasaan teknologi. Contohnya: Baik siang maupun malam berbagai jenis pesawat kecil maupun besar terbang membelah langit sampai ketujuan. Bumi dengan daratan yang luas, berbagai jenis kendaraan lalu-lalang menyusuri jalan-jalan yang semakin baik, meski diantaranya ada yang perlu diperbaiki. Bahkan di kota Jakarta sedang dibangun rel kereta cepat menembus terowongan bawah tanah yang rencananya akan dimaanfaatkan tahun 2019. Tak ketinggalan pula dipermukaan lautan maupun dikedalaman berlayar melintas membelah air laut berbagai jenis kapal kecil maupun besar. Dan semakin ramai dengan adanya pem-bangunan pelabuhan baru maupun perbaikan dalam menopang program pemerintah melalui tol jalan laut. Kemajuan teknologi dalam penguasaan langit, bumi dan lautan tidak saja memberi dampak positif bagi kehidupan manusia tetapi nyatanya ada juga dampak negatifnya. Langit dan udara sering tercemar asap tebal akibat asap kendaraan tetapi juga terjadi bencana asap hasil pembakaran hutan untuk pelebaran lahan pertanian yang tak terkendali. Bumi menjadi kering merana pada musim panas dan kebanjiran pada musim hujan akibat penebangan pohon apalagi dengan menggunakan peralatan yang semakin canggih. Lautan pun tak luput dari pencemaran sampah-sampah plastik akibat ulah manusia yang membuang sampah di sungai. Sehingga jadinya sungai bukan lagi sumber air hidup tetapi sebaliknya menjadi sumber penyakit yang mematikan. Kalau jadinya kondisi langit, bumi dan lautan yang diciptakan Allah sudah demikian kacau-balau, apalagikondisi yang akan terjadi maupun harapan hidup ketikaumat manusia memasuki era baru ditahun 2018, maupun tahun-tahun selanjutnya. Dalam kondisi yang tak menentu itu ditampilkan tema: "Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara".

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Bagian Kejadian 1:1-31 berasal dari sumber Imamat atau Priest (P) atau Priester Codex. Para imam yang giat pada masa setelah pembuangan di Babel berupaya memelihara tradisi-tradisi (=ajaran-ajaran) iman Israel yang terancam punah. Karena itu mereka menggumpulkan dan menuliskan kembali bahan- tersebut. Dari upaya ini lahirlah kumpulan bahan pengajaran iman Israel antara tahun 550-500 SM. Kisahnya, umat yang baru kembali dari pembuangan sedang menggumuli berbagai perta-nyaan tentang kehidupan, diperhadapkan dengan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Mereka mempertanyakan bagai-mana harus memulai kehidupan baru ditanah yang sudah lama mereka tinggalkan. Para imam secara tersirat mengatakan: "Apapun yang nantinya terjadi, pegangan hidup yang terpenting (terutama) bagi umat ialah Allah sendiri yang menciptakan langit dan bumi". Dengan penegasan itu dimulailah suatu era baru. Istilah (Ibr: ber'eyit) dapat dipahami sebagai satu "permulaan" atau "awal" dari zaman baru dimana zaman lama telah diakhiri dan zaman baru telah dimulai oleh Allah sendiri. Sebab "Allah telah menciptakan langit dan bumi", Tegasnya yang mencipta adalah Allah yang diimani Israel dan bukan siapa-siapa. Lebih dari itu pengertian kata kerja  "menciptakan" (Ibr: bara') tidak hanya menunjuk pada menciptakan sesuatu tetapi juga me-munculkan atau menghadirkan sesuatu yang baru. Dan yang dimaksud dengan "bumi yang belum berbentuk dan kosong"(Ibr: Yohu wabohu) menunjuk pada keadaan bumi Kerajaan Yehuda yang ditinggalkan selama 50 tahun sehingga tanah, rumah mereka terlantar, tidak terurus, rusak termasuk pemiliknya yang terbuang(negeri dan isinya). Kondisi itu menjadi "gelap gulita menutupi samudera raya" (Ibr: wekhoshek 'al-peny tehom). Dan ketika Allah berfirman "jadilah terang" (Ibr: yehi'or) maka kondisi keterpurukan umat berganti pengharapan masa depan cerah. Situasi itu menurut Allah adalah baik adanya bagi umat sebab "terang" sudah dipisahkan dari "gelap" sebab dinamai-Nya (Ibr: Wayar 'e'elohim 'et-ha'or ki-tob), "terang itu siang dan gelap itu malam", lalu jadilah petang dan pagi yang menandai karya kedaulatan Allah yang pertama. Kedaulatan Allah untuk melin-dungi umat-Nya dan sebaliknya umat harus terus bergantung pada-Nya menjadi sangat jelas pada ciptaan keempat yaitu ketika Allah menggantung benda-benda penerang sebagai pemisah siang dan malam, pada cakrawala atau langit (Ibr:yehi me'orot beriqi'a), yang sudah diciptakan pada hari kedua, tidak saja menjadi lambang melindungi tetapijuga mengartikan kualitas yang tinggi dan mulia dari Allah (berkuasa) dan air adalah sumber kehidupan umat manusia. Perlu dijelaskan bahwa "cakrawala" (Ibr: ragia) adalah bentangan yang kuat seperti kubah meng-gambarkan perlindungan Allah bagi umat-Nya. Dan ketika Allah memisahkan  air kehidupan umat  dibawah cakrawala dan air yang di atasnya dalam kepercayaan orang Babel sebagai ciptaan dan tempat berdiamnya dewa marduk, menunjukkan bahwa umat Tuhan dapat terlindung dan terpelihara dari ancaman kuasa dewa (ilah lain) yang mencemarkan kuasa Allah dalam pencip-taan-Nya. Karena itu jadilah air dibawah bentangan menjadi lambang kehidupan umat yang senantiasa terlindungi, terpelihara dan diberkati Tuhan di sepanjang kehidupan. Hal itu nyata dalam kuasa dan kedaulatan Allah ketika  menamai yang kering itu daratan menjadi tempat kehidupan dan berkembang biak segala mahkluk, ternak, binatang melata, segala jenis binatang liardan kumpulan air itu  lautan, sebagai tempat hidup berkeriapan ikan-ikan dan berkembang biak serta cakrawala di atas bumi beterbangan segala jenis burung (ciptaan kelima). Potensi-potensi itu dikaruniakan sebagai jaminan hidup umat-Nya di era baru sama seperti tumbuhnya tunas-tunas muda, tumbuhan berbiji dan pohon-pohon yang menghasilkan buah yang berbiji bagi kelangsungan hidup manusia sebagai ciptaan keenam. Manusia (Ibr: adam) yang dibentuk/diciptakan (Ibr.na'aseh) menurut kehendak Allah atau gambar dan rupa kita diamanatkan untuk berkuasa atas ciptaan-Nya. Kuasa yang dimaksud adalah memanfaatkan tetapi juga memelihara dalam tindakan "gambar dan rupa kita" artinya sesuai dengan kehendak Allah.Sebab semua ciptaan-Nya adalah "baik" bagi manusia, sama seperti kelangsungan pemeliharaan, perlindungan  Allah bagi umat-Nya yang tak pernah berhenti sejak kaum Yahudi yang dibaharui dan di negeri baru sesudah pembuangan menurut konteks  perikop, tetapi juga setiap insan manusia yang dibaharui, sampai kapanpun dan di era manapun.

Di Minggu pertama ditahun ini belum juga usai suasana tahun baru dalam mewarnai kehidupan di sekitar kita. Karena setiap penjumpaan kita masih saja diwarnai dengan jabat-tangan dan ucapan selamat tahun baru. Tradisi itu tentunya karena kesadaran kita akan kedaulatan kuasa Tuhan yang sudah berkenan melindungi dan memelihara hidup  kita di tahun yang baru lewat dan menganugerahkan kehidupan baru di era baru tahun 2018.  Memang disadari pula adanya kecemasan terhadap prilaku manusia yang negatif, yang ditopang oleh kecanggihan teknologi, yang semena-mena memporak-porandakan langit, bumi dan lautan yang adalah ciptaan-Nya yang baik. Kesadaran kita itu hendaknya melahirkan komitmen baru yang senantiasa dibaharui dengan kuasa dan kehendak Allah, untuk melindungi dan memelihara/merawat ciptaan Allah dengan baik. Sesungguhnya itulah rasa syukur kita terhadap kebaikkan Tuhan yang senantiasa melindungi dan memelihara kita diera baru ini bahkan disepanjang kehidupan kita, sehingga tidak tercipta kondisi kacau-balau dalam suasana hidup ke depan yang tak menentu. Komitmen iman kita hendaknya terus-menerus diberlakukan dengan baik sambil memperhatikan pesan rasul kepada Timotius: "Karena semua  yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan doa". (I Timotius 4:4-5).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Mencermati bacaan Kejadian 1:1-31, apakah pemahaman kita tentang karya ciptaan Tuhan yang baik dan amanat-Nya bagi manusia?
    Memasuki Tahun 2018 yang sudah dipastikan masih sarat dengan pemberlakuan kecangihan teknologi maka tindakan apa-apa saja yang berbuah pada kebaikkan yang tentunya positif untuk hidup kita dan terutama bagi kemuliaan Allah sekaligus sebagai syukur kita kepada-Nya dan mana yang tidak patut?
    Apakah tindakan nyata kita sebagai Gereja untuk memelihara ciptaan Allah sehingga langit tetap bersih dari polusi udara, bumi terhindar dari ancaman banjir dan kekeringan serta laut tetap jernih sebab terhindar dari sampah plastik yang berserakan. Dan bagaimana pula cara kita memanfaatkan potensi alam ini ?

NAS PEMBIMBING: 1 Timotius 4:4-5.

POKOK-POKOK DOA:

    Mensyukuri karya ciptaan Tuhan yang baik manusia
    Dunia dan bangsa di tengah maraknya kemajuan terknologi, agar tetap terkendali.
    Pemerintah dalam mengatasi ancaman-ancaman bencana alam
    Gereja dalam kepedulian merawat dan memelihara ciptaan Allah yang nyatanya baik bagi manusia
    Tahun baru 2018 yang diwarnai kehidupan penuh harapan bagi Jemaat dan masyarakat.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:  HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah: NNBT No. 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses Nas Pemb : NNBT No. 2 Dunia Tercipta Oleh Kar'na Tuhan-Mu.

Pengakuan Dosa & Pemberitan Anugerah Allah: KJ No. 64 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan.

Pengakuan Iman: KJ No. 280 Aku Percaya

Hukum Tuhan: NNBT No. 24 Kuasa-Mu Tuhan S'lalu Kurasakan

Ses Pembacaan Alkitab: NKB No. 119 Nyanyikanlah Bagiku

Persembahan : KJ No. 289 Tuhan Pencipta Semesta

Nyanyian Penutup: KJ No. 370 Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku

ATRIBUT:
Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.

Label:   Kejadian 1:1-31 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman


Sebelum:

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(7)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,