gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 475 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Selasa,31 Desember 2024

Khotbah GMIM Malam Tahun Baru Selasa, 31 Desember 2024 - Bagi Dialah Kemuliaan Sampai Selama-lamanya - Roma 11:33-36
Tuhan Allah yang da ciptakan samua, Dia yang ja baator samua, kong samua itu for Dia. Jadi mari jo torang puji deng hormat pa Dia sampe slama-lamanya.

Roma 11:33-36
Bahasa Manado:
----------------
Tuhan itu luar biasa
33 Bukang main Tuhan Allah pe bae. Dia pe hikmat nyanda ada yang mo lawang, kong Dia tau samua hal. Nyanda ada satu orang tu bole mo mangarti tu Dia pe keputusan, deng lei apa Dia pe maksut tu Dia ja beking. 34Sama deng tu da tatulis di Kitab Suci,
Sapa yang tau Tuhan pe pikiran?
Sapa yang mampu mo kase nasehat pa Dia?
35Ato sapa yang perna kase sesuatu pa Tuhan
sampe dia mo tuntut supaya Tuhan musti balas pa dia? Nyanda ada to?
36 Tuhan Allah yang da ciptakan samua, Dia yang ja baator samua, kong samua itu for Dia. Jadi mari jo torang puji deng hormat pa Dia sampe slama-lamanya. Amin.  

Bahasa Indonesia:
----------------
11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Penjelasan:
* Kedaulatan Ilahi (Roma 11:33-36)

Rasul Paulus, setelah dengan amat panjang lebar, dalam sebagian besar pasal ini, berusaha menyelaraskan penolakan terhadap orang-orang Yahudi dan kebaikan ilahi, di sini menutupnya dengan mengungkapkan pengakuan dan rasa kagumnya terhadap hikmat dan kedaulatan ilahi dalam semuanya ini. Di sini Rasul Paulus dengan penuh perasaan dan penghormatan mengagumi,

I. Rahasia kebijaksanaan ilahi: O, alangkah dalamnya! Alangkah dalamnya rancangan ilahi bertindak terhadap bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa bukan Yahudi ini. Atau, secara umum, terhadap seluruh rahasia Injil, yang tidak bisa kita pahami sepenuhnya. Kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah, banyaknya contoh hikmat dan pengetahuan-Nya dalam merancang dan menjalankan pekerjaan penebusan kita oleh Kristus, kedalaman yang ingin diketahui malaikat-malaikat (1Ptr. 1:12). Akan jauh lebih membingungkan akal manusia jika harus menjelaskan cara, alasan, rancangan, dan jangkauan pekerjaan penebusan itu. Paulus mengenal baik rahasia-rahasia kerajaan Allah sejauh yang dikenal seorang manusia. Namun, ia mengakui bahwa ia kehilangan arah dalam merenungkannya, dan, karena putus asa menemukan dasarnya, ia dengan rendah hati duduk di tepian, dan mengagumi kedalamannya. Orang yang paling banyak tahu di dalam keadaan dunia yang tidak sempurna ini tidak bisa tidak pasti sangat sadar akan kelemahan dan kedangkalan mereka sendiri, dan bahwa setelah semua penyelidikan mereka, dan segala hal yang mereka capai dalam penyelidikan itu, selagi mereka berada di sini mereka tidak sanggup menata kata karena ada kegelapan yang menyelimuti. Puji-pujian menjadi seperti keheningan bagi-Mu (Mzm. 65:1). Dalamnya kekayaan. Segala macam kekayaan manusia adalah dangkal, kita dapat segera melihat dasarnya. Tetapi kekayaan Allah itu dalam (Mzm. 36:7): Hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Tetapi bukan hanya kedalaman yang ada dalam rancangan-rancangan ilahi, melainkan juga kekayaan, yang menunjukkan kelimpahan dari segala hal yang bernilai dan berharga. Begitu lengkapnya kebesaran rancangan-rancangan ilahi. Semua rancangan ilahi itu tidak hanya mempunyai keda laman dan ketinggian, tetapi juga lebar dan panjang (Ef. 3:18), dan semua itu melampaui segala pengetahuan (Ef. 3:19). Kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Allah melihat segalanya dengan satu pandangan yang jernih, pasti, dan tidak bisa keliru. Segala sesuatu yang ada sekarang, dulu, atau yang akan datang, semuanya telanjang dan terbuka di hadapan-Nya. Itulah pengetahuan-Nya. Ia memerintah dan mengatur segala sesuatu, memimpin dan mengarahkannya bagi kemuliaan-Nya sendiri, dan memenuhi segala maksud dan rancangan-Nya sendiri dalam semuanya itu. Inilah hikmat-Nya. Dan luasnya baik pengetahuan maupun hikmat-Nya ini merupakan suatu kedalaman yang melampaui pemahaman kita, dan kita akan segera kehilangan arah dalam merenungkannya. Pengetahuan seperti itu terlalu ajaib bagiku (Mzm. 139:6). Bandingkan dengan Mazmur 139:17-18. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya! Maksudnya, rancangan-rancangan dan tujuan-tujuan-Nya. Dan jalan-jalan-Nya, maksudnya, pelaksanaan dari rancangan-rancangan dan tujuan-tujuan-Nya itu. Kita tidak tahu apa yang dirancangkan-Nya. Ketika roda diputar, dan Pemeliharaan Ilahi mulai berjalan, kita tidak tahu apa yang ingin dituju-Nya. Jalan-jalan-Nya sungguh tak terselami. Ini tidak hanya menjungkirbalikkan segala kesimpulan kita yang pasti tentang rancangan-rancangan ilahi, tetapi juga menahan segala rasa penasaran kita. Hal-hal yang tersembunyi bukan untuk kita (Ul. 29:29). Melalui laut jalan Allah (Mzm. 77:20). Bandingkan dengan Ayub 23:8-9; Mazmur 97:2. Apa yang Dia perbuat, kita tidak mengetahuinya sekarang (Yoh. 13:7). Kita tidak bisa menjelaskan cara-cara yang dipakai Allah, tidak juga dengan menyelidiki kita bisa menemukan-Nya. Lihat Ayub 5:9; 9:10. Tetapi terpujilah Allah, penghakiman-penghakiman mulut-Nya, dan jalan kewajiban kita, adalah jelas dan mudah, seperti jalan raya. Tetapi penghakiman-penghakiman tangan-Nya, dan jalan-jalan pemeliharaan-Nya, adalah gelap dan rahasia, dan karena itu tidak boleh kita korek-korek, tetapi dengan diam harus kita puja dan kita terima. Rasul Paulus mengatakan ini terutama dengan merujuk pada kejadian yang aneh itu, yaitu dicampakkannya bangsa Yahudi dan disambutnya bangsa-bangsa bukan Yahudi, dengan tujuan untuk membawa bangsa Yahudi masuk kembali pada waktu yang tepat. Ini cara yang aneh, memilih sebagian dan menolak yang lain, dan kedua-duanya tidak sesuai perkiraan manusia. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Cara ini tidak dapat dijelaskan, dan tentangnya kita harus berkata, O, alangkah dalamnya -" Tak terselami, anexichniastoi -" tidak bisa ditelusuri. Allah tidak meninggalkan jejak langkah di belakang-Nya, tidak juga membuat bersinar jalan di hadapan-Nya. Tetapi jalan pemeliharaan-Nya selalu baru setiap pagi. Ia tidak menelusuri jalan yang sama dengan begitu sering sampai meninggalkan jejak. Betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! (Ayb. 26:14). Selanjutnya dikatakan di sini (ay. 34), sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Adakah makhluk ciptaan yang dijadikan sebagai dewan penasihat-Nya, atau, seperti Kristus, berada dalam pangkuan Bapa? Adakah orang yang kepadanya Allah memberitahukan rancangan-rancangan-Nya, atau yang sanggup, setelah melihat pemeliharaan-pemeliharaan-Nya, mengetahui jalan yang diambil-Nya? Ada jarak dan jurang yang terbentang begitu lebar antara Allah dan manusia, antara Pencipta dan makhluk ciptaan, sehingga untuk selama-lamanya tidak akan terpikir bahwa Pencipta dan makhluk ciptaan bisa mesra dan akrab seperti itu. Rasul Paulus mengajukan tantangan yang sama (1Kor. 2:16): Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Namun di situ juga ia menambahkan, tetapi kami memiliki pikiran Kristus. Ini menunjukkan bahwa melalui Kristus, orang yang sungguh-sungguh percaya, yang memiliki Roh-Nya, mengetahui pikiran Allah sejauh itu penting bagi kebahagiaan mereka. Dia yang mengetahui pikiran Tuhan telah menyatakan-Nya (Yoh. 1:18). Dan dengan begitu, walaupun kita tidak memiliki pikiran Tuhan, namun jika kita memiliki pikiran Kristus, itu sudah cukup. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia (Mzm. 25:14). Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan? Lihat Yohanes 15:15. -" Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Ia tidak membutuhkan penasihat, sebab Ia bijak tak terhingga. Tidak pula suatu makhluk mampu menjadi penasihat-Nya. Ini seperti menyalakan lilin bagi matahari. Pernyataan ini tampak merujuk pada nas Kitab Suci itu (Yes. 40:13-14), siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat, atau mengajar Dia pengetahuan? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat? dst. Ini merupakan inti dari tantangan Allah terhadap Ayub mengenai karya ciptaan (Ayb. 38), dan dapat diterapkan pada semua cara pemeliharaan-Nya. Omong kosong jika manusia bisa mengatur Allah, atau mengajar Dia bagaimana mengatur dunia.

II. Kedaulatan rancangan-rancangan ilahi. Dalam semuanya ini, Allah betindak sebagai pelaku yang bebas, melakukan apa yang dikehendaki-Nya, karena Ia menghendaki-Nya, dan tidak perlu menjelaskan apa saja yang diperbuat-Nya (Ayb. 23:13; 33:13). Namun demikian, pada Dia tidak ada ketidakbenaran. Untuk menjernihkan masalah ini,

1. Paulus menantang siapa saja untuk membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya (ay. 35): Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya? Siapa dari semua makhluk yang bisa membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya? Apa pun yang kita lakukan untuk Dia, atau kita persembahkan untuk Dia, pasti disertai dengan pengakuan ini, yang membuat kita tidak akan pernah bisa menuntut seperti itu (1Taw. 29:14): Dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Segala kewajiban yang bisa kita lakukan bukanlah balas budi, tetapi mengembalikan apa yang sudah diberi. Jika ada orang yang bisa membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya, Rasul Paulus di sini menuntut bayarannya, dan menyatakan, dalam nama Allah, bahwa bayaran itu siap diberikan: Ia harus menggantikannya. Sudah pasti bahwa Allah tidak akan membiarkan siapa saja rugi karena-Nya. Tetapi pada kenyataannya tidak pernah ada orang yang berani menuntut seperti ini, atau berusaha membuktikannya. Hal ini dikemukakan di sini,
                (1) Untuk membungkam fitnah orang-orang Yahudi. Ketika Allah mengambil hak-hak istimewa mereka sebagai jemaat yang kelihatan di dunia ini, Ia hanya mengambil kepunyaan-Nya sendiri. Tidak bolehkah Ia melakukan apa yang Dia kehendaki terhadap kepunyaan-Nya sendiri, yakni memberikan atau menahan kasih karunia-Nya di mana dan bilamana Ia menghendaki-Nya?
                (2) Untuk membungkam hinaan bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ketika Allah mengirim Injil ke tengah-tengah mereka, dan memberikan kepada begitu banyak dari mereka kasih karunia dan hikmat untuk menerimanya, itu bukan karena Ia berutang kebaikan yang begitu besar kepada mereka, atau bahwa mereka bisa menantangnya sebagai utang, melainkan karena kerelaan kehendak-Nya sendiri.

2. Paulus mengembalikan semuanya pada kedaulatan Allah (ay. 36): Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, maksudnya, Allah adalah segala-galanya di dalam segala sesuatu. Segala sesuatu di sorga dan di bumi (terutama hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kita, hal-hal yang menyangkut damai sejahtera kita) adalah dari Dia melalui penciptaan, oleh Dia melalui kuasa yang memelihara, sehingga semuanya itu untuk Dia di dalam arah dan hasil akhirnya. Dari Allah sebagai sumber mata air dari semuanya, oleh Kristus, manusia-Allah, sebagai salurannya, dan kepada Allah sebagai tujuan akhirnya. Ketiga hal ini, secara umum, mencakup semua hubungan sebab akibat antara Allah dan makhluk ciptaan-Nya: dari Dia sebagai penyebab pertama yang menghasilkan segala sesuatu, melalui Dia sebab penyebab utama yang mengarahkan segala sesuatu, dan kepada Dia sebagai penyebab terakhir dan penghabisan. Sebab Tuhan telah menciptakan segala sesuatu untuk diri-Nya (Why. 4:11). Jika semuanya dari Dia dan melalui Dia, maka sungguh beralasan bahwa semuanya harus untuk Dia dan bagi Dia. Ini perputaran yang tak terelakkan. Jika sungai menerima air dari laut, maka sungai mengembalikan air itu ke laut lagi (Pkh. 1:7). Melakukan semuanya demi kemuliaan Allah berarti memandang baik apa yang sudah tak terelakkan, sebab semuanya pada akhirnya untuk Dia, entah kita menghendakinya atau tidak. Dan dengan demikian, Paulus menutup dengan berkat penutup yang singkat: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Peranan Allah di segenap alam semesta sebagai Penyebab pertama, Penguasa yang berdaulat, dan Tujuan akhir, haruslah menjadi pokok kekaguman kita. Dengan cara itulah semua ciptaan-Nya memuji Dia dalam keberadaan mereka. Tetapi orang-orang kudus-Nya memuji Dia dalam perbuatan mereka. Orang-orang kudus menyerahkan kepada-Nya puji-pujian yang bahannya disediakan oleh semua makhluk (Mzm. 145:10). Paulus sudah berbicara panjang lebar tentang rancangan-rancangan Allah untuk manusia, menyaring segala sesuatunya dengan amat sangat cermat. Akan tetapi, setelah semuanya itu, ia menutup dengan memberikan pengakuan terhadap kedaulatan ilahi, sebagai sesuatu yang kepadanya semua ini pada akhirnya harus dikembalikan, dan yang hanya di dalamnya pikiran bisa diam dengan aman dan tenteram. Kalau ini bukan pembahasan cara skolastik, maka ini bisa dinamakan pembahasan cara kristiani. Apa pun dasar alasannya, biarlah kemuliaan Allah menjadi kesimpulannya. Khususnya ketika kita berbicara tentang rancangan dan perbuatan Allah, alangkah baiknya jika kita menjadikan dasar alasan kita sebagai rasa kagum yang penuh hormat dan kesungguhan hati terhadap Dia. Orang-orang kudus yang dimuliakan, yang melihat paling jauh ke dalam rahasia-rahasia ini, tidak pernah berbantah, tetapi senantiasa memuji-muji Dia sampai pada kekekalan.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 29 Desember 2024 - BERKAT BAGI YG MENDENGAR & MELAKUKAN PANGGILAN TUHAN - Kejadian 12:1-9




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,