|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 29 Desember 2024 Khotbah GMIM Minggu, 29 Desember 2024 - BERKAT BAGI YG MENDENGAR & MELAKUKAN PANGGILAN TUHAN - Kejadian 12:1-9 Panggilan terhadap Abram, Kedatangan Abram di Kanaan, Ibadah Abram Kejadian 12:1-9 Abram dipanggil Allah 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 12:4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. 12:6 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. 12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. 12:8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. 12:9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb. Penjelasan: * Panggilan terhadap Abram (Kejadian 12:1-3) Di sini kita mendapati panggilan yang melaluinya Abram dipindahkan dari tanah kelahirannya ke tanah perjanjian. Hal ini dirancang baik untuk menguji iman dan ketaatannya maupun untuk memisahkan dan mengkhususkan dia bagi Allah. Juga, untuk pelayanan-pelayanan dan kebaikan-kebaikan khusus yang dirancang untuk masa selanjutnya. Keadaan-keadaan di seputar panggilan in bisa kita ketahui sedikit banyak berdasarkan perkataan Stefanus (Kis. 7:2), yang di dalamnya kita diberi tahu, 1. Bahwa Allah yang mahamulia menampakkan diri kepadanya untuk memberinya panggilan ini. Dia menampakkan diri dalam rupa kemuliaan-Nya yang begitu rupa sehingga tidak meninggalkan ruang bagi Abram untuk meragukan adanya wewenang ilahi dalam panggilan ini. Setelah itu Allah berbicara kepadanya dengan pelbagai cara. Tetapi untuk kali pertama ini, ketika hubungan-Nya dengan Abram akan ditetapkan, Ia menampakkan diri kepadanya sebagai Allah yang Mahamulia, dan berbicara kepadanya. 2. Bahwa panggilan ini diberikan kepadanya di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran. Oleh sebab itu, benarlah jika kita membacanya, TUHAN sudah berfirman kepada Abram, yaitu di UrKasdim. Dan, dalam ketaatan terhadap panggilan ini, seperti yang diungkapkan lebih lanjut oleh Stefanus (Kis. 7:4), keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran, sekitar lima tahun, dan dari sana, setelah ayahnya meninggal, melalui perintah baru, yang sesuai dengan perintah sebelumnya, Allah memindahkan dia ke tanah Kanaan. Menurut sebagian orang, Haran terletak di Kasdim, dan dengan demikian masih merupakan bagian dari negeri asal Abram, atau bahwa Abram, setelah tinggal di sana selama lima tahun, mulai menyebutnya sebagai negerinya, dan sudah merasa betah di sana, sampai Allah memberi tahu dia bahwa ini bukanlah tempat yang dimaksudkan-Nya bagi dia. Perhatikanlah, jika Allah mengasihi kita, dan menyediakan belas kasihan-Nya bagi kita, maka Ia tidak akan membiarkan kita menjadikan negeri mana saja sebagai tempat peristirahatan kita apabila negeri itu tidak lebih baik dari Kanaan. Tetapi Ia dengan penuh rahmat akan mengulangi kembali panggilan ini, sampai pekerjaan baik yang sudah dimulai dilaksanakan, dan jiwa kita berdiam hanya di dalam Allah. Dalam panggilan itu sendiri kita mendapati sebuah perintah dan sebuah janji. I. Sebuah perintah yang menguji: Pergilah dari negerimu (ay. 1). Sekarang, 1. Dengan perintah ini ia diuji apakah ia mencintai tanah kelahirannya dan teman-teman terkasihnya, dan apakah ia bisa meninggalkan semuanya dengan rela, untuk pergi mengikuti Allah. Negerinya sudah jatuh ke dalam penyembahan berhala, sanak saudara dan rumah bapaknya senantiasa menjadi godaan baginya, dan ia tidak bisa terus berada bersama mereka tanpa terhindar dari bahaya akan tertular oleh mereka. Oleh sebab itu, keluarlah kamu, lk-lk -" Vade tibi, pergilah kamu, cepat-cepat, larilah demi nyawamu, dan janganlah menoleh ke belakang (19:17). Perhatikanlah, orang-orang yang berada dalam keadaan dosa perlu cepat-cepat keluar darinya dengan segera. Keluarlah demi dirimu sendiri (begitu sebagian orang membacanya), maksudnya, demi kebaikanmu sendiri. Perhatikanlah, orang-orang yang meninggalkan dosa-dosa mereka, dan berbalik kepada Allah, akan dengan sendirinya mendapat keuntungan yang tak terkira dari perubahan itu (Ams. 19:12). Perintah yang diberikan Allah kepada Abram ini amat serupa dengan panggilan Injil yang melaluinya semua keturunan rohani dari Abram yang beriman dibawa masuk ke dalam kovenan dengan Allah. Sebab, (1) Kasih sayang alami harus memberi jalan pada anugerah ilahi. Bangsa kita tentu saja kita sayangi, sanak saudara kita lebih kita sayangi lagi, dan rumah bapak kita paling kita sayangi dari semuanya. Walaupun demikian, semuanya itu harus dibenci (Luk. 14:26), maksudnya, kita tidak boleh mengasihi mereka lebih daripada Kristus. Kita harus membenci mereka demi Dia, dan, bilamana siapa saja dari mereka ini bersaing dengan Kristus, mereka harus dikesampingkan, dan yang lebih diutamakan adalah kehendak dan kehormatan Tuhan Yesus. (2) Dosa, dan semua kesempatan yang menimbulkannya, haruslah ditinggalkan, dan khususnya pergaulan yang buruk. Kita harus mencampakkan semua berhala pelanggaran yang telah terpancang di dalam hati kita, dan menjauh dari jalan godaan, bahkan mencungkil mata yang kanan yang membawa kita pada dosa (Mat. 5:29). Kita harus rela berpisah dari apa yang paling kita sayangi, apabila kita tidak dapat mempertahankannya tanpa membahayakan kelurusan hidup kita. Orang-orang yang bertekad menjalankan perintah-perintah Allah haruslah meninggalkan pergaulan dengan para pembuat kejahatan (Mzm. 119:115; Kis. 2:40). (3) Dunia, dan segala kenikmatan kita di dalamnya, haruslah kita pandang hina dan anggap remeh dengan hati kudus. Kita tidak boleh lagi memandangnya sebagai negeri kita, atau rumah kita, melainkan sebagai tempat penginapan saja, dan karena itu tidak boleh melekat padanya dan hidup tidak terikat olehnya, bebas dari rasa sayang terhadapnya. 2. Dengan perintah ini ia diuji apakah ia dapat mempercayai Allah lebih jauh daripada yang dilihatnya. Sebab ia harus meninggalkan negerinya sendiri, untuk pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Allah kepadanya. Allah tidak berkata, “ Itu adalah sebuah negeri yang akan Kuberikan kepadamu,” melainkan hanya, “sebuah negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Tidak pula Allah memberi tahu dia negeri apa itu, atau seperti negeri itu. Ia hanya harus mengikuti Allah dengan iman semata, dan percaya saja pada apa yang dikatakan Allah dalam hal ini, secara umum, meskipun ia tidak diberi jaminan khusus bahwa ia tidak akan rugi dengan meninggalkan negerinya untuk mengikuti Allah. Perhatikanlah, orang-orang yang ingin berurusan dengan Allah harus berurusan dengan mengandalkan kepercayaan. Kita harus meninggalkan apa yang kelihatan demi apa yang tidak kelihatan, dan menerima penderitaan-penderitaan zaman sekarang ini dengan berharap akan menerima kemuliaan yang masih akan dinyatakan (Rm. 8:18). Sebab, belum nyata apa keadaan kita kelak (1Yoh. 3:2), sama seperti belum nyata bagi Abram, ketika Allah memanggilnya untuk pergi ke sebuah negeri yang akan ditunjukkan-Nya kepadanya. Dengan cara ini Abram diajar untuk hidup dengan terus bergantung pada petunjuk-Nya, dan dengan mata yang senantiasa tertuju pada-Nya. II. Inilah janji yang membesarkan hati, bahkan, ini adalah perpaduan dari janji-janji, dari banyak janji, janji-janji yang amat besar dan berharga. Perhatikanlah, semua perintah Allah disertai dengan janji-janji bagi mereka yang taat. Ia menyatakan diri-Nya juga sebagai Pemberi imbalan: jika kita menuruti perintah-Nya, Allah tidak akan ingkar untuk menepati janji-Nya. Di sini ada enam janji: 1. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar. Ketika Allah mengambilnya dari bangsanya sendiri, Ia berjanji akan menjadikannya pemimpin bangsa lain. Ia memotongnya supaya tidak menjadi ranting pohon zaitun yang liar, supaya ia menjadi akar pohon zaitun yang baik. Janji ini merupakan, (1) Suatu kelegaan besar bagi beban Abram. Sebab, pada saat ini ia tidak mempunyai anak. Perhatikanlah, Allah tahu bagaimana menyesuaikan kebaikan-kebaikan-Nya dengan apa yang dibutuhkan anak-anak-Nya. Dia yang mempunyai perban untuk setiap luka akan menyediakan satu perban untuk luka pertama yang paling menyakitkan itu. (2) Suatu ujian besar bagi iman Abram. Sebab, istrinya sudah lama mandul, sehingga, jika ia percaya, ia harus percaya meskipun tidak ada harapan, dan imannya harus dibangun hanya berdasarkan kuasa yang dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu, dan menjadikan mereka sebagai sebuah bangsa yang besar. Perhatikanlah, [1] Allah menjadikan bangsa-bangsa: oleh Dia mereka dilahirkan dalam satu kali (Yes. 66:8), dan Ia berkata, untuk membangun dan menanam mereka (Yer. 18:9). Dan, [2] Jika sebuah bangsa dijadikan besar dalam kekayaan dan kekuasaan, Allah-lah yang menjadikannya besar. [3] Allah dapat membangkitkan bangsa-bangsa yang besar dari tanah gersang, dan dapat membuat yang paling kecil menjadi kaum yang besar. 2. Aku akan memberkati engkau, secara khusus dengan berkat untuk beranak cucu dan bertambah banyak, sebagaimana Ia telah memberkati Adam dan Nuh, maupun secara umum, “Aku akan memberkati engkau dengan segala macam berkat, baik dari sumber-sumber di atas maupun sumber-sumber di bawah. Tinggalkanlah rumah bapakmu, maka Aku akan memberimu berkat sebagai bapa, yang lebih baik daripada berkat bapa-bapa leluhurmu.” Perhatikanlah, orang-orang percaya yang taat pasti akan mewarisi berkat. 3. Aku akan membuat namamu masyhur. Dengan meninggalkan negerinya, ia kehilangan namanya di sana. “Jangan khawatirkan itu,” firman Allah, “tetapi percayalah kepada-Ku, maka Aku akan menjadikan namamu lebih besar daripada yang dapat engkau miliki di sana.” Karena tidak mempunyai anak, ia takut kalau-kalau ia tidak akan meninggalkan nama. Tetapi Allah akan menjadikannya bangsa yang besar, dan dengan demikian membuat namanya besar. Perhatikanlah, (1) Allah adalah sumber kehormatan, dan dari Dialah datang kemajuan hidup (1Sam. 2:8). (2) Nama orang-orang percaya yang taat pasti akan dikenang dan dijadikan besar. Kesaksian terbaik adalah kesaksian yang diperoleh bapa-bapa leluhur dengan iman (Ibr. 11:2). 4. Engkau akan menjadi berkat. Yakni, (1) “Kebahagiaanmu akan menjadi teladan kebahagiaan, sehingga jika orang-orang mau memberkati sahabat-sahabat mereka, mereka akan berdoa agar Allah mau menjadikan mereka seperti Abram,” seperti dalam Rut 4:11. Perhatikanlah, cara-cara Allah berurusan dengan orang-orang percaya yang taat begitu baik dan penuh rahmat sehingga kita tidak perlu menginginkan yang lebih baik lagi bagi kita atau teman-teman kita. Jika Allah adalah Teman kita, itu sudah merupakan berkat yang cukup. (2) “Hidupmu akan menjadi berkat bagi tempat-tempat di mana engkau akan tinggal sebagai orang asing.” Perhatikanlah, orang-orang baik adalah berkat bagi bangsa mereka, dan merupakan kehormatan serta kebahagiaan mereka yang tak terucapkan bahwa mereka dijadikan demikian. 5. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Pernyataan ini membuat Allah dan Abram seperti membentuk semacam tim, baik untuk menyerang maupun bertahan. Abram dengan sepenuh hati mendukung kepentingan Allah, dan di sini Allah berjanji untuk melibatkan diri-Nya dalam kepentingannya. (1) Ia berjanji akan menjadi Teman bagi teman-temannya, akan menerima kebaikan yang ditunjukkan kepadanya sebagai kebaikan yang diperbuat bagi diri-Nya sendiri, dan membalas mereka sesuai dengan itu. Allah akan memastikan agar tak seorang pun rugi pada akhirnya, karena suatu pelayanan yang dilakukan bagi umat-Nya. Bahkan secangkir air dingin sekalipun akan diberi imbalan. (2) Ia berjanji akan bangkit melawan musuh-musuhnya. Ada orang-orang yang bahkan membenci dan mengutuk Abram sendiri. Tetapi, sementara kutuk-kutuk mereka yang tak beralasan tidak dapat menyakiti Abram, kutuk Allah yang benar pasti akan mengalahkan dan menghancurkan mereka (Bil. 24:9). Ini merupakan alasan yang baik mengapa kita harus memberkati orang-orang yang mengutuk kita, sebab sudah cukup bahwa Allah akan mengutuk mereka (Mzm. 38:14-16). 6. Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Ini merupakan janji yang memahkotai semua janji lainnya. Sebab janji itu menunjuk pada Mesias, yang di dalam Dia semua janji adalah “ya” dan “Amin.”. Perhatikanlah, (1) Yesus Kristus adalah berkat yang besar bagi dunia, berkat terbesar yang dengannya dunia pernah diberkati. Ia menjadi berkat bagi keluarga, dan oleh-Nya keselamatan dibawa ke dalam rumah (Luk. 19:9). Apabila kita menghitung-hitung segala berkat bagi keluarga kita, hendaklah kita menempatkan Kristus imprimis -" di tempat pertama, sebagai berkat dari segala berkat. Tetapi bagaimanakah semua kaum di bumi diberkati di dalam Kristus, sementara begitu banyak orang masih menjadi orang-orang asing bagi-Nya? Jawabannya, [1] Semua orang yang diberkati berarti diberkati di dalam Dia (Kis. 4:12). [2] Semua orang yang percaya, dari kaum apa pun mereka berasal, akan diberkati di dalam Dia. [3] Sebagian dari semua kaum di bumi diberkati di dalam Dia. [4] Ada sebagian berkat yang dengannya semua kaum di bumi diberkati di dalam Kristus. Sebab keselamatan Injil adalah keselamatan bersama (Yud. 1:3). (2) Adalah suatu kehormatan besar untuk dihubungkan dengan Kristus. Inilah yang membuat nama Abram besar, bahwa Mesias akan lahir dari keturunannya, jauh lebih besar daripada kenyataan bahwa ia akan menjadi bapa bagi banyak bangsa. Adalah kehormatan bagi Abram untuk menjadi bapa-Nya secara alami. Dan akan menjadi kehormatan bagi kita untuk menjadi saudara-saudari-Nya oleh anugerah (Mat. 12:50). * Kedatangan Abram di Kanaan (Kejadian 12:4-5) Inilah, I. Kepindahan Abram dari negerinya, pertama-tama dari Ur dan kemudian dari Haran, dalam memenuhi panggilan Allah: Lalu pergilah Abram. Ia tidak membangkang terhadap penglihatan sorgawi itu, tetapi berbuat seperti yang diperintahkan kepadanya, tanpa minta pertimbangan kepada manusia (Gal. 1:15-16). Ia menunjukkan ketaatannya dengan cepat dan tanpa ditunda, tunduk dan tanpa membantah. Sebab ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibr. 11:8), kecuali hanya mengetahui siapa yang diikutinya dan di bawah bimbingan siapa ia pergi. Demikianlah Allah menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya (Yes. 41:2). II. Umurnya ketika ia pindah: ia berumur tujuh puluh lima tahun, usia saat seharusnya ia sudah beristirahat dan diam tenang di rumah. Tetapi, kalau Allah ingin membuatnya memulai dunia lagi sekarang dalam usianya yang sudah lanjut, maka ia akan menurut. Inilah contoh dari orang tua yang memeluk agama Allah. III. Teman-teman dan muatan yang dia bawa bersamanya. 1. Ia membawa istrinya, dan kemenakannya Lot, bersama-sama dengan dia. Bukan dengan paksa dan bertentangan dengan kemauan mereka, melainkan dengan ajakan. Sarai, istrinya, tentu saja akan pergi bersama-sama dengan dia. Allah telah menyatukan mereka bersama-sama, dan tidak ada yang boleh memisahkan mereka. Jika Abram meninggalkan semuanya, untuk mengikuti Allah, maka Sarai pun akan meninggalkan semuanya, untuk mengikuti Abram, meskipun tidak satu pun dari keduanya yang tahu ke mana mereka akan pergi. Dan sungguh suatu rahmat bagi Abram untuk mempunyai teman seperjalanan seperti itu, seorang penolong yang sepadan baginya. Perhatikanlah, sangatlah menghibur bila suami dan istri sehati untuk pergi bersama-sama di jalan menuju sorga. Lot juga, kerabatnya, dipengaruhi oleh teladan Abram yang baik, yang mungkin menjadi pelindungnya setelah kematian ayahnya, dan ia mau pergi bersama-sama dengan Abram juga. Perhatikanlah, orang-orang yang pergi ke Kanaan tidak perlu pergi sendirian. Sebab, meskipun sedikit saja yang menemukan jalan sempit itu, namun terpujilah Allah, ada sebagian orang yang menemukannya. Dan kita berhikmat jika kita pergi menyertai orang-orang yang disertai Allah (Za. 8:23), ke mana pun mereka pergi. 2. Mereka membawa serta segala hasil jerih payah mereka, yaitu segala harta benda, dan barang-barang yang dapat dipindahkan, yang didapat mereka. Sebab, (1) Bersama diri mereka sendiri, mereka ingin menyerahkan segala-galanya, untuk diatur oleh Allah. Mereka tidak mau menahan satu bagian pun dari harga yang harus mereka bayar, tetapi mempertaruhkan segala-galanya di atas satu dasar yang sama, dengan mengetahui bahwa dasar itu baik. (2) Mereka ingin memperlengkapi diri dengan apa yang diperlukan, baik untuk melayani Allah maupun untuk memberi persediaan bagi keluarga mereka, di negeri yang akan mereka tuju. Jika ia membuang segala harta bendanya karena Allah telah berjanji akan memberkati dia, maka itu berarti ia mencobai Allah, bukan mempercayai-Nya. (3) Mereka tidak mau tergoda untuk kembali. Oleh sebab itu, mereka tidak meninggalkan satu jejak pun di belakang mereka, supaya jangan itu membuat mereka ingat akan tanah asal yang telah mereka tinggalkan. 3. Mereka membawa serta orang-orang yang diperoleh mereka, maksudnya, (1) Hamba-hamba yang telah mereka beli, yang merupakan bagian dari harta mereka, tetapi disebut sebagai jiwa (KJV), untuk mengingatkan tuan-tuan mereka bahwa hamba-hamba mereka yang miskin itu mempunyai jiwa, jiwa yang berharga, yang harus mereka perhatikan dan beri makanan yang pantas. (2) Orang-orang yang telah mereka pertobatkan, dan yang mereka ajak untuk datang menyembah Allah yang benar, dan untuk pergi bersama-sama dengan mereka ke Kanaan: jiwa-jiwa (sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang rabi) yang telah mereka kumpulkan di bawah sayap Keagungan ilahi. Perhatikanlah, orang-orang yang melayani dan mengikuti Allah juga harus berbuat semampu mungkin untuk membuat orang lain melayani dan mengikuti Dia seperti mereka. Jiwa-jiwa ini dikatakan telah mereka peroleh. Kita harus memandang diri sebagai pemeroleh-pemeroleh yang sejati jika kita hanya bisa memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus. IV. Inilah kedatangan mereka yang membahagiakan pada akhir perjalanan mereka: Mereka berangkat ke tanah Kanaan. Demikian juga yang sudah mereka lakukan sebelumnya (Kejadian 11:31), dan kemudian segera berangkat, tetapi mereka berhenti sejenak, lalu, dengan tangan yang baik dari Allah mereka yang menuntun mereka, tibalah mereka di tanah Kanaan, di mana melalui pewahyuan yang baru mereka diberi tahu bahwa inilah tanah yang telah dijanjikan akan ditunjukkan Allah kepada mereka. Mereka tidak menjadi patah semangat karena kesulitan-kesulitan yang mereka jumpai di tengah jalan, juga tidak dibelokkan oleh kesenangan-kesenangan yang mereka temui, tetapi terus maju. Perhatikanlah, 1. Orang-orang yang sudah berangkat menuju sorga harus bertekun sampai akhir, harus terus menggapai apa yang ada di hadapan mereka. 2. Apa yang kita lakukan dalam ketaatan pada perintah Allah, dan dalam mengikuti pemeliharaan-Nya secara rendah hati, pasti akan berhasil, dan pada kesudahannya, akan berakhir dengan penghiburan. * Ibadah Abram (Kejadian 12:6-9) Orang akan menyangka bahwa setelah Abram diberi panggilan yang luar biasa seperti itu untuk pergi ke tanah Kanaan, suatu peristiwa besar seharusnya terjadi setelah kedatangannya di sana. Bahwa seharusnya ia disambut dengan segala kemungkinan tanda penghormatan dan penghargaan, dan bahwa raja-raja Kanaan seharusnya langsung menyerahkan mahkota-mahkota mereka kepadanya, dan memberinya penghormatan. Tetapi tidak. Ia datang tanpa diketahui, sedikit saja perhatian yang diberikan kepadanya, sebab Allah masih ingin agar ia hidup dengan iman, dan memandang Kanaan, sekalipun ia sedang berada di dalamnya, sebagai tanah perjanjian. Oleh sebab itu, amatilah di sini, I. Betapa sedikit penghiburan yang didapatinya di negeri yang ditujunya. Sebab, 1. Ia tidak memiliki negeri itu bagi dirinya sendiri: Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ia mendapati negeri itu diduduki dan didiami oleh orang-orang Kanaan, yang kemungkinan merupakan tetangga yang jahat, dan tuan tanah yang lebih jahat lagi. Dan, dari yang tampak, ia tidak bisa mendapatkan tanah untuk memancangkan kemahnya tanpa seizin mereka. Demikianlah orang-orang Kanaan yang terkutuk tampak dalam keadaan yang lebih sejahtera daripada Abram yang terberkati itu. Perhatikanlah, anak-anak dunia ini biasanya mendapat apa yang lebih dari dunia ini dibandingkan anak-anak Allah. 2. Ia tidak mempunyai tempat kediaman di dalamnya. Ia berjalan melalui negeri itu (ay. 6). Ia pindah ke pegunungan (ay. 8). Ia berangkat dan makin jauh ia berjalan (ay. 9). Amatilah di sini, (1) Kadang-kadang sudah menjadi nasib orang-orang baik bahwa mereka tidak bisa menetap, dan sering kali harus berpindah-pindah tempat. Daud yang kudus juga berkelana, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain (Mzm. 56:9, KJV). (2) Sering berpindah-pindahnya kita di dunia ini sering kali berarti kita harus berpindah ke berbagai macam keadaan. Abram tinggal sebagai orang asing, pertama di lembah (ay. 6, KJV), kemudian di pegunungan (ay. 8). Allah telah mempertentangkan yang satu terhadap yang lain. (3) Semua orang baik harus memandang diri mereka sendiri sebagai orang-orang asing dan pelancong-pelancong di dunia ini, dan dengan iman tidak melekat padanya yang hanyalah sebuah negeri asing. Demikian juga yang diperbuat Abram (Ibr. 11:8-14). (4) Selagi kita berada di sini dalam keadaan kita sekarang ini, kita harus berkelana, dan terus berjalan dengan kekuatan demi kekuatan, seolah kita belum mencapai tujuan. II. Betapa besar penghiburan yang dimilikinya di dalam Allah yang diikutinya. Walaupun ia hanya mendapat sedikit kepuasan dalam bergaul dengan orang-orang Kanaan yang ditemuinya di sana, ia mendapat kesenangan berlimpah dalam bersekutu dengan Allah yang membawanya ke sana, dan yang tidak meninggalkannya. Persekutuan dengan Allah dijaga melalui firman dan doa. Demikianlah, dengan firman dan doa itu, sesuai dengan cara-cara pemeliharaan ilahi saat itu, persekutuan Abram dengan Allah dijaga di negeri peziarahannya. 1. Allah menampakkan diri kepada Abram, mungkin dalam suatu penglihatan, dan menyampaikan kepadanya perkataan-perkataan yang baik dan menghibur: Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu. Perhatikanlah, (1) Tak ada tempat atau keadaan hidup yang bisa menjauhkan kita dari penghiburan lawatan-lawatan Allah yang penuh rahmat. Abram adalah seorang pengembara, tinggal sementara di antara orang-orang Kanaan. Namun di sini juga ia berjumpa dengan Dia yang hidup dan melihatnya. Musuh-musuh bisa saja memisahkan kita dari kemah-kemah kita, memisahkan kita dari mezbah-mezbah kita, tetapi tidak bisa memisahkan kita dari Allah kita. Bahkan, (2) Berkenaan dengan orang-orang yang dengan setia mengikuti Allah di jalan kewajiban, meskipun Ia menjauhkan mereka dari teman-teman mereka, Ia sendiri akan mengganti kehilangan itu dengan penampakan-penampakan-Nya yang penuh rahmat kepada mereka. (3) Janji-janji Allah adalah pasti dan memuaskan bagi semua orang yang dengan penuh kesadaran hati nurani menjalankan dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Dan orang-orang yang, dalam memenuhi panggilan Allah, meninggalkan atau kehilangan apa saja yang mereka sayangi, pasti akan mendapat sesuatu yang lain yang lebih baik secara berlipat ganda sebagai gantinya. Abram sudah meninggalkan negeri kelahirannya: “Baiklah,” firman Allah, “Aku akan memberikan negeri ini kepadamu” (Mat. 19:29). (4) Allah menyatakan diri-Nya dan kebaikan-kebaikan-Nya kepada umat-Nya secara bertahap. Sebelumnya Ia berjanji akan menunjukkan negeri ini kepadanya, sekarang Ia akan memberikannya kepadanya: seperti halnya anugerah bertumbuh, demikian pula penghiburan. (5) Sungguh menghibur jika kita memiliki negeri yang diberikan Allah, bukan hanya melalui pemeliharaan-Nya, melainkan juga melalui janji-Nya. (6) Belas kasihan kepada anak-anak adalah belas kasihan kepada orangtua. “Aku akan memberikannya, bukan kepadamu, melainkan kepada keturunanmu.” Negeri itu adalah pemberian yang disediakan bagi keturunannya, yang pada saat itu, tampaknya, dipahami Abram juga sebagai pemberian berupa negeri yang lebih baik yang disediakan baginya, yang diperlambangkan dengan negeri ini. Sebab ia menantikan tanah air sorgawi (Ibr. 11:16). 2. Abram menyembah Allah dalam upacara-upacara yang ditetapkan-Nya. Ia mendirikan mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya, dan memanggil nama TUHAN (ay. 7-8). Sekarang pertimbangkanlah ini, (1) Sebagai sesuatu yang dilakukan pada kesempatan khusus. Ketika Allah menampakkan diri kepadanya, pada saat itu dan di tempat itu juga ia mendirikan sebuah mezbah, dengan mata yang tertuju kepada Allah yang telah menampakkan diri kepadanya. Dengan demikian ia membalas lawatan Allah, dan menjaga hubungannya dengan sorga, seperti orang yang bertekad untuk tidak mengacaukan hubungan itu. Demikianlah ia mengakui, dengan rasa syukur, kebaikan Allah kepadanya yang telah mengadakan lawatan dan janji yang penuh rahmat itu kepadanya. Dengan demikian ia telah membuktikan keyakinannya dan kebergantungannya pada firman yang telah disampaikan oleh Allah. Perhatikanlah, orang percaya yang menjalankan imannya mampu memuji Allah dengan sepenuh hati atas janji yang penggenapannya belum ia lihat. Ia akan mendirikan mezbah untuk menghormati Allah yang menampakkan diri kepadanya, meskipun Ia belum menampakkan diri untuknya. (2) Sebagai sesuatu yang akan terus diperbuatnya, ke mana pun ia berpindah. Segera setelah Abram sampai di Kanaan, meskipun hanya tinggal sebagai orang asing di sana, ia mendirikan dan menjaga ibadah kepada Allah di dalam keluarganya. Dan di mana ada kemahnya, di situ ada mezbah Allah, dan mezbah itu adalah mezbah yang dikuduskan dengan doa. Sebab ia tidak hanya memikirkan sisi upacara dari agama, yaitu korban persembahan, tetapi juga dengan kesadaran hati nurani menjalankan kewajiban alami untuk mencari Allahnya, dan memanggil nama-Nya, yaitu korban rohani yang dikenan oleh Allah. Ia mengabarkan berita tentang nama Tuhan, yaitu, ia mengajarkan kepada keluarganya dan tetangga-tetangganya pengetahuan akan Allah yang benar dan agama-Nya yang kudus. Jiwa-jiwa yang telah diperolehnya di Haran, yang sudah dimuridkan, harus diajar lebih jauh. Perhatikanlah, orang-orang yang ingin membuktikan diri sebagai anak-anak Abram yang setia, dan ingin mewarisi berkat Abram, harus dengan penuh kesadaran hati nurani menjaga ibadah yang khidmat kepada Allah, khususnya dalam keluarga-keluarga mereka, sesuai dengan teladan Abram. Beribadah dalam keluarga adalah jalan baik yang sudah lama dikenal, bukan penemuan baru, melainkan sudah dilakukan sejak dulu kala oleh semua orang kudus. Abram sangat kaya dan mempunyai keluarga besar, dan sekarang hanya menetap sementara serta berada di tengah-tengah musuh, namun, di mana pun ia memancangkan kemahnya, di situ ia mendirikan mezbah. Ke mana pun kita pergi, janganlah kita lupa untuk membawa agama kita bersama-sama dengan kita.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Malam Tahun Baru Selasa, 31 Desember 2024 - Bagi Dialah Kemuliaan Sampai Selama-lamanya - Roma 11:33-36 Sebelum: Khotbah Natal GMIM Rabu, 25 Desember 2024 - HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT - Lukas 2:11-14 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,