|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 13 Oktober 2024 MTPJ GMIM Minggu, 13 Oktober 2024 - Terpujilah Tuhan Yang Telah Menyelamatkan - Keluaran 18:1-12 Betapapun Allah dalam pemeliharaan-Nya berkenan mengangkat kita dengan kedudukan tinggi, namun hendaklah kita juga harus ingat untuk memberikan penghormatan kepada siapa saja yang pantas menerimanya, dan tidak boleh memandang rendah saudara-saudara kita yang miskin. Itulah contoh dilakukan Musa terhadap mertuanya Yitro. Keluaran 18:1-12 Yitro mengunjungi Musa 18:1 Kedengaranlah kepada Yitro, imam di Midian, mertua Musa, segala yang dilakukan Allah kepada Musa dan kepada Israel, umat-Nya, yakni bahwa TUHAN telah membawa orang Israel keluar dari Mesir. 18:2 Lalu Yitro, mertua Musa, membawa serta Zipora, isteri Musa -- yang dahulu disuruh Musa pulang -- 18:3 dan kedua anak laki-laki Zipora; yang seorang bernama Gersom, sebab kata Musa: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing," 18:4 dan yang seorang lagi bernama Eliezer, sebab katanya: "Allah bapaku adalah penolongku dan telah menyelamatkan aku dari pedang Firaun." 18:5 Ketika Yitro, mertua Musa, beserta anak-anak dan isteri Musa sampai kepadanya di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah, 18:6 disuruhnyalah mengatakan kepada Musa: "Aku, mertuamu Yitro, datang kepadamu membawa isterimu beserta kedua anaknya." 18:7 Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah. 18:8 Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka. 18:9 Bersukacitalah Yitro tentang segala kebaikan, yang dilakukan TUHAN kepada orang Israel, bahwa Ia telah menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. 18:10 Lalu kata Yitro: "Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. 18:11 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka." 18:12 Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah. Penjelasan: * Kunjungan Yitro kepada Musa (18:1-6) Peristiwa mengenai kunjungan Yitro ini tampaknya sangat tepat untuk dipandang sebagai terjadi sesuai seperti yang ditempatkan di sini, yaitu sebelum diberikannya hukum Taurat, dan bukan, seperti anggapan sebagian orang, dalam kaitannya dengan apa yang dicatat dalam Bilangan 10:11, 29, dst. Korban-korban sudah dipersembahkan sebelumnya. Tetapi korban-korban yang disebutkan di sini (ay. 12), dapat diamati bahwa Yitrolah yang dikatakan mempersembahkannya, bukan Harun. Dan berkenaan dengan nasihat Yitro kepada Musa untuk mengangkat hakim-hakim di bawahnya, meskipun tersirat (ay. 13) bahwa nasihatnya itu diberikan pada keesokan harinya, namun itu tidak lantas berarti bahwa Musa tidak memutuskan perkara itu sampai beberapa waktu sesudahnya, ketika hukum Taurat diberikan, seperti yang ditempatkan dalam Ulangan 1:9. Jelas bahwa Yitro sendiri tidak akan menyuruh Musa membuat perubahan dalam mengatur umat Israel ini sampai Musa menerima petunjuk-petunjuk dari Allah tentangnya (ay. 23), yang tidak diterimanya sampai beberapa waktu sesudahnya. Yitro datang, I. Untuk memberi selamat atas kebahagiaan Israel, dan khususnya atas kehormatan Musa, menantunya. Sekarang Yitro menganggap dirinya mendapat balasan yang baik atas segala kebaikan yang telah ditunjukkannya kepada Musa dalam kesusahannya, dan anak perempuannya mendapat pasangan yang cocok lebih daripada yang bisa diharapkannya. Yitro pasti sudah mendengar apa yang diperbincangkan oleh seluruh negeri, yaitu penampakan-penampakan Allah yang mulia bagi umat-Nya Israel (ay. 1). Dan ia datang untuk bertanya tentangnya, dan mencari tahu lebih lengkap untuk dirinya sendiri (Mzm. 111:2), dan bersukacita dengan mereka sebagai orang yang sungguh-sungguh menghormati mereka maupun Allah mereka. Meskipun ia, sebagai orang Midian, tidak akan berbagi dengan mereka dalam tanah perjanjian, namun ia berbagi dengan mereka dalam sukacita pembebasan mereka. Demikianlah kita harus menjadikan penghiburan yang dialami orang lain sebagai penghiburan bagi diri kita sendiri, dengan bersuka, seperti Allah, dalam kemujuran orang benar. II. Untuk membawa isteri dan anak-anak Musa kepadanya. Tampaknya, Musa telah menyuruh mereka pulang, mungkin dari tempat penginapan di mana nyawanya hampir terancam karena keengganan isterinya untuk menyunat anaknya (4:25). Karena takut jangan-jangan mereka menjadi penghalang lebih jauh, Musa pun menyuruh mereka pulang kepada mertuanya. Ia sudah mengetahui akan mengalami hal-hal yang mengecilkan hati di istana Firaun, dan karena itu tidak mau membawa anggota keluarganya bersamanya. Ia berasal dari suku yang berkata kepada ayahnya, aku tidak mengenalnya, apabila ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk Allah (Ul. 33:9). Demikian pula murid-murid Kristus, ketika harus melakukan tugas perjalanan yang tidak jauh berbeda dengan tugas perjalanan Musa, harus meninggalkan isteri dan anak-anak (Mat. 19:29). Tetapi meskipun bisa saja ada alasan untuk perpisahan antara Musa dan isterinya untuk sementara waktu, namun mereka harus berkumpul bersama-sama lagi, dengan sesegera mungkin begitu mereka mendapat waktu yang tepat. Begitulah hukum mengenai hubungan keluarga. Hai suami-suami, hiduplah dengan isterimu (1Ptr. 3:7). Yitro, dapat kita duga, senang ditemani oleh anak perempuannya, dan sayang kepada anak-anak Zipora, namun ia tidak ingin menjauhkan Zipora dari suaminya, atau anak-anaknya dari ayah mereka (ay. 5-6). Musa harus berkumpul bersama keluarganya, supaya selagi ia memerintah jemaat Allah, ia dapat memberikan teladan yang baik tentang kebijaksanaan dalam mengurus rumah tangga (1Tim. 3:5). Sekarang Musa mendapat kehormatan dan juga tanggung jawab yang sangat banyak, dan pantaslah jika isterinya berada bersama dia untuk berbagi dengannya dalam kehormatan maupun tanggung jawabnya itu. Di sini ada dicatat juga tentang arti dari nama kedua anaknya. 1. Yang sulung diberi nama Gersom (ay. 3), orang asing, yang dirancang Musa bukan hanya sebagai ingatan akan keadaannya sendiri, melainkan juga sebagai peringatan terhadap anaknya akan keadaannya juga; sebab kita semua adalah orang asing di bumi, sama seperti semua nenek moyang kita. Musa mempunyai paman dari leluhurnya yang bernama sama, Gerson, orang asing. Sebab meskipun ia lahir di Kanaan (Kej. 46:11), namun bahkan di sana para bapa leluhur mengakui diri mereka sebagai orang asing. 2. Yang bungsu diberi nama Eliezer (ay. 4), Allahku penolong, sebagaimana kita menerjemahkannya. Nama itu mengingatkan peristiwa pembebasannya dari Firaun, ketika ia melarikan diri, setelah membunuh orang Mesir. Akan tetapi, jika ini adalah (seperti menurut sebagian orang) anak yang disunat di tempat penginapan sewaktu ia sedang melakukan perjalanan, maka saya lebih suka menerjemahkannya sebagai sesuatu yang melihat ke depan, seperti yang terkandung dalam makna aslinya, Tuhan adalah penolongku, dan akan membebaskan aku dari pedang Firaun. Beralasan baginya untuk menantikan pedang Firaun terhunus melawannya ketika ia hendak membawa Israel keluar dari perbudakan. Perhatikanlah, ketika kita sedang melakukan suatu pekerjaan yang sulit bagi Allah dan angkatan kita, alangkah baiknya kita membesarkan hati kita di dalam Allah sebagai penolong kita. Dia yang telah membebaskan, masih dan akan membebaskan. Amatilah di sini, I. Tegur sapa yang ramah antara Musa dan mertuanya (ay. 7). Meskipun Musa adalah seorang nabi Tuhan, seorang nabi besar, dan seorang raja di Yesyurun, namun ia menunjukkan penghormatan yang penuh kerendahan hati terhadap mertuanya. Betapapun Allah dalam pemeliharaan-Nya berkenan mengangkat kita dengan kedudukan tinggi, namun hendaklah kita juga harus ingat untuk memberikan penghormatan kepada siapa saja yang pantas menerimanya, dan tidak boleh memandang rendah saudara-saudara kita yang miskin. Orang-orang yang menduduki tempat tinggi dalam perkenanan Allah tidaklah dengan demikian terbebas dari kewajiban yang harus mereka lakukan terhadap sesama manusia. Kedudukan mereka itu tidak serta merta bisa membenarkan mereka untuk bersikap angkuh dan congkak. Musa keluar untuk menyongsong Yitro, memberikan penghormatan kepadanya, dan menciumnya. Agama tidak merusak sopan santun. Mereka menanyakan keselamatan masing-masing. Bahkan ucapan salam yang ramah seperti apa kabar yang terucapkan oleh mereka masing-masing haruslah kita perhatikan, karena ucapan salam demikian mengungkapkan dan meningkatkan rasa kasih persaudaraan di antara sesama. II. Cerita yang disampaikan Musa kepada mertuanya tentang perkara-perkara besar yang telah diperbuat Allah bagi Israel (ay. 8). Ini adalah satu hal yang menjadi alasan kedatangan Yitro, yaitu untuk mengetahui lebih lengkap dan terinci lagi mengenai apa yang telah dia dengar secara umum saja dari mana-mana. Perhatikanlah, percakapan mengenai perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib adalah percakapan yang bermanfaat. Itu adalah perkataan yang baik untuk membangun (Mzm. 105:2). Bandingkan dengan 11-12. Menanyakan kabar dan memberitahukannya, dan bercakap-cakap tentangnya, tidak hanya merupakan hiburan percakapan yang diperbolehkan, tetapi juga dapat diarahkan menjadi sesuatu yang sangat baik, dengan memberi perhatian pada pemeliharaan Allah, dan tindakan-tindakan serta kecenderungan-kecenderungan dari pemeliharaan-Nya dalam semua kejadian. III. Kesan-kesan yang ditimbulkan dari cerita Musa ini terhadap Yitro. 1. Ia mengucapkan selamat kepada Israel milik Allah: Bersukacitalah Yitro (ay. 9). Ia tidak hanya bersukacita atas penghormatan yang diperoleh menantunya, melainkan juga atas segala kebaikan yang dilakukan kepada Israel (ay. 9). Perhatikanlah, berkat-berkat bersama adalah sukacita bagi semua jiwa juga. Sementara orang-orang Israel sendiri bersungut-sungut, kendati dengan segala kebaikan Allah terhadap mereka, di sini ada seorang Midian yang bersukacita. Ini bukan satu-satunya kejadian di mana iman orang bukan Yahudi mempermalukan ketidakpercayaan orang-orang Yahudi (Lihat Mat. 8:10). Orang-orang yang berdiri di sekitar lebih tergerak hatinya oleh perkenanan-perkenanan yang telah ditunjukkan Allah kepada Israel daripada orang-orang yang menerima perkenanan-perkenanan itu. 2. Yitro memberikan kemuliaan kepada Allah Israel (ay. 10): “Terpujilah TUHAN” (sebab dengan nama itulah Ia dikenal sekarang), “yang telah menyelamatkan kamu, Musa dan Harun, dari tangan Firaun, sehingga meskipun Firaun merancangkan kematianmu, ia tidak dapat mewujudkannya, dan melalui pelayananmu, Ia telah membebaskan bangsa Israel.” Perhatikanlah, apa saja yang membuat kita bersukacita, Allah haruslah mendapat pujian untuknya. 3. Imannya dengan ini diteguhkan, dan ia mengambil kesempatan ini untuk membuat pengakuan yang khidmat tentangnya. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah (ay. 11). Cermatilah, (1) Apa yang diimaninya: bahwa Allah Israel lebih besar daripada semua yang mengaku-ngaku sebagai allah, semua ilah palsu dan tiruan, yang menyerobot kehormatan dan kemuliaan Allah. Dan Allah membungkam mereka, menaklukkan mereka, dan terlalu tangguh bagi mereka semua, dan karena itu Dia membuktikan diri sebagai satu-satunya Allah yang hidup dan yang benar. Ia juga lebih tinggi daripada semua raja dan penguasa (yang disebut para allah), dan memiliki kekuasaan yang tak dapat dibantah atas mereka dan juga kuasa yang tak dapat dilawan untuk mengendalikan dan memerintah mereka. Ia mengatur mereka semua seperti yang dikehendaki-Nya, dan mendapat penghormatan karena bisa menguasai mereka semua, betapapun besarnya mereka itu. (2) Bagaimana iman Yitro diteguhkan dan semakin kokoh: Sekarang aku tahu. Ia sudah mengetahuinya sebelumnya, tetapi sekarang ia mengetahuinya dengan lebih baik. Imannya tumbuh menjadi keyakinan yang penuh, setelah mendapatkan bukti yang baru ini. Ia tidak berlaku seperti orang-orang bebal yang menutup mata karena tidak bersedia melihat terang yang benderang, karena tidak tahu bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah. (3) Dasar dan alasan yang di atasnya ia membangun imannya: Karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh, para penyihir, dan berhala-berhala yang disembah oleh orang Mesir, atau Firaun dan para pejabat istananya (kedua-duanya menentang Allah dan berusaha menandingi-Nya), tetapi Ia ada di atas mereka (KJV). Para penyihir dibuat kebingungan, berhala-berhala dibuat gemetar, Firaun direndahkan, kekuatan-kekuatannya dipatahkan, dan, kendati dengan semua persengkokolan mereka, Israel milik Allah diselamatkan dari tangan mereka. Perhatikanlah, cepat atau lambat, Allah akan menunjukkan diri-Nya berada di atas orang-orang yang dengan tindakan-tindakan mereka yang angkuh berusaha menandingi-Nya. Siapa meninggikan diri melawan Allah, ia akan direndahkan. IV. Ungkapan-ungkapan sukacita dan rasa syukur Yitro dan orang Israel. Mereka bersekutu dalam perayaan dan persembahan korban (ay. 12). Yitro, yang sepenuh hati mendukung kepentingan-kepentingan Israel, dengan penuh kegembiraan diperbolehkan masuk dalam persekutuan dengan Musa dan tua-tua Israel, walaupun ia seorang bangsa Midian, karena orang ini pun anak Abraham, meskipun dari isteri yang lebih muda. 1. Mereka bergabung dalam mempersembahkan korban syukur: Yitro mempersembahkan korban bakaran bagi Allah, dan ada kemungkinan mempersembahkannya sendiri, sebab dia adalah seorang imam di Midian, seorang penyembah Allah yang benar, dan karena jabatan imamat masih belum ditetapkan di Israel saat itu. Perhatikanlah, persahabatan dikuduskan oleh ibadah bersama. Alangkah baiknya jika saudara-saudara dan teman-teman, ketika berkumpul bersama-sama, bersatu hati mempersembahkan korban rohani berupa doa dan pujian, sebagai orang-orang yang bertemu dalam Kristus sebagai pusat kesatuan. 2. Mereka bergabung dalam pesta sukacita, pesta persembahan korban. Musa, dalam kesempatan ini, mengundang saudara-saudara dan teman-temannya ke perjamuan di kemahnya sendiri. Ini merupakan sebuah kebiasaan yang terpuji di antara teman-teman, dan yang tidak hanya diperintahkan oleh Kristus sendiri, tetapi juga dianjurkan-Nya, seperti yang ditunjukkan-Nya dengan menerima undangan-undangan seperti itu. Ini adalah pesta yang sederhana: Mereka makan bersama-sama (KJV: Mereka makan roti). Roti ini, dapat kita duga, adalah manna. Yitro harus melihat dan mengecap roti dari sorga itu, dan, meskipun bukan orang Yahudi, dipersilakan untuk memakannya seperti orang Israel. Orang-orang bukan Yahudi tetap dipersilakan makan oleh Kristus, sang Roti hidup. Itu adalah pesta yang dilaksanakan dengan cara yang berkenan kepada Allah: Mereka makan bersama-sama di hadapan Allah, dengan sederhana, dengan penuh syukur, dalam takut akan Allah. Dan percakapan mereka di meja makan dilakukan dengan cara yang sepatutnya dilakukan oleh orang-orang kudus. Demikianlah kita harus makan dan minum bagi kemuliaan Allah, dengan menjaga perilaku kita di meja makan, seperti orang yang percaya bahwa mata Allah tertuju pada kita.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 20 Oktober 2024 - Tepatilah Nazarmu - Hakim-Hakim 11:29-40 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 6 Oktober 2024 - Imanmu Telah Menyelamatkan engkau - Markus 5:21-43 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,