gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 495 kali
Download MP3 Music
'\'\''

Roma 8:19-21
8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

Penjelasan:
* Sebagai pencapaian dari segala impian dan harapan orang-orang kudus pada saat ini (ay. 19, dst.). Sebagaimana orang-orang kudus menderita demi kemuliaan yang akan dinyatakan, demikian pula mereka menanti-nantikannya. Sorga pasti mereka dapatkan, sebab Allah dengan Roh-Nya tidak akan membangkitkan dan menggugah harapan-harapan itu hanya untuk dipupuskan dan dikecewakan pada akhirnya. Ia akan menepati kepada hamba-hamba-Nya perkataan-Nya yang telah membuat mereka berharap (Mzm. 119:49), dan karena itu sorga akan terasa manis bagi mereka. Sebab, jika harapan yang tertunda menyedihkan hati, maka pasti keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan (Ams. 13:12). Sekarang, Paulus mengamati pengharapan akan kemuliaan ini,

1. Dalam seluruh makhluk (ay. 19-22). Pasti kemuliaan yang besar, yang melampaui dunia ini, yang begitu amat dinanti-nantikan dan dirindu-rindukan oleh seluruh makhluk. Pemahaman terhadap ayat 19-22 seperti ini mengandung suatu kesulitan, yang sedikit membingungkan para penafsir. Dan yang semakin membingungkan lagi adalah karena ucapan ini tidak dibuat di kitab lain mana pun, yang bisa dibandingkan dengannya. Dengan makhluk di sini, kita tidak memahaminya seperti yang dilakukan sebagian orang, sebagai dunia bangsa-bangsa bukan Yahudi dan pengharapan mereka akan Kristus dan Injil. Ini penjelasan yang sangat ganjil dan dipaksakan. Sebaliknya, dengan makhluk di sini dimaksudkan seluruh kerangka alam, terutama kerangka dunia bawah sini, yaitu seluruh ciptaan, semua tatanan benda-benda mati dan makhluk-makhluk hidup, yang, karena keselarasan dan kebergantungan mereka satu sama lain, dan karena mereka semua membentuk satu dunia, disebutkan satu saja sebagai makhluk (atau ciptaan, KJV: creature). Pengertian Rasul Paulus untuk keempat ayat ini dapat kita pahami sebagai berikut:

(1) Bahwa sekarang ini, karena dosa manusia, seluruh makhluk ditundukkan kepada kesia-siaan (ay. 20). Ketika manusia berdosa, tanah dikutuk karena manusia, dan bersamanya semua makhluk atau ciptaan (terutama makhluk-makhluk atau ciptaan dunia bawah ini, yang kita ketahui) ditaklukkan kepada kutuk itu, mengalami perubahan dan menjadi fana. Di bawah perbudakan kebinasaan (ay. 21). Pada makhluk ada ketidakmurnian, kerusakan, dan kelemahan karena kejatuhan manusia: ciptaan menjadi ter cemar dan ternoda, sebagian besar keindahan dunia lenyap. Ada permusuhan antara satu makhluk dan makhluk lain. Mereka semua, satu per satu, mengalami perubahan dan kerusakan yang terus-menerus, rentan pada hajaran penghakiman-penghakiman Allah terhadap manusia. Ketika dunia ditenggelamkan, beserta hampir semua makhluk di dalamnya, pada saat itulah dunia betul-betul ditundukkan kepada kesia-siaan. Segala jenis makhluk dirancang untuk, dan sedang bergegas akan, hancur lebur tak bersisa oleh api. Dan bukan bagian terkecil dari kesia-siaan dan perbudakan mereka bahwa mereka digunakan, atau lebih tepatnya disalahgunakan, oleh manusia sebagai alat-alat dosa. Makhluk-makhluk sering kali disalahgunakan dengan cara yang menghina Pencipta mereka, menyakiti anak-anak-Nya, atau melayani musuh-musuh-Nya. Bilamana ciptaan-Nya dijadikan sebagai makanan dan pemicu hawa nafsu kita, maka itu berarti mereka ditaklukkan kepada kesia-siaan, mereka ditawan oleh hukum dosa. Dan ini bukan oleh kehendak mereka sendiri, bukan oleh pilihan mereka sendiri. Semua makhluk menginginkan penyempurnaan dan puncak kebaikan mereka sendiri. Apabila mereka dijadikan alat-alat dosa, itu bukan oleh kehendak mereka sendiri. Atau, mereka ditawan oleh hukum dosa seperti itu bukan karena dosa mereka sendiri, yang sudah mereka perbuat, melainkan karena dosa manusia: Oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya. Adam berbuat dosa, dan menurunkan dosa itu kepada semua makhluk. Karena semua makhluk diserahkan kepada Adam, maka ketika dia melalui dosa menyerahkan dirinya kepada perbudakan kebinasaan, ia menyerahkan makhluk-makhluk lain juga bersamanya. Allah menghukum Adam sesuai hukum. Ia menjatuhkan hukuman kepada makhluk-makhluk karena dosa manusia, yang olehnya mereka diperbudak. Dan kuk ini mereka tanggung (kasihan makhluk-makhluk itu), dengan harapan agar mereka tidak akan selalu menanggungnya. Ep’ elpidi hoti kai, dst. -" dalam pengharapan bahwa makhluk itu sendiri juga, begitulah kalimat itu disambung dalam banyak salinan Alkitab bahasa Yunani. Kita mempunyai alasan untuk merasa kasihan kepada makhluk-makhluk yang malang itu, sebab karena dosa kita, mereka ditaklukkan kepada kesia-siaan.

(2) Bahwa segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin dalam kesia-siaan dan kebinasaan ini (ay. 22). Ini bahasa kiasan. Dosa adalah beban bagi seluruh ciptaan. Dosa orang-orang Yahudi, dalam menyalibkan Kristus, menimbulkan gempa bumi. Berhala adalah beban pada binatang yang lelah (Yes. 46:1). Terdengar seruan dari seluruh ciptaan melawan dosa manusia. Batu berseru-seru dari tembok (Hab. 2:11), dan ladang berteriak (Ayb. 31:38).

(3) Bahwa makhluk, yang sekarang terbeban seperti itu, pada masa pemulihan segala sesuatu, akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (ay. 21). Saat itu mereka tidak akan lagi ditaklukkan kepada kesia-siaan dan kebinasaan, dan kepada dampak-dampak lain dari kutuk itu. Sebaliknya, dunia bawah ini akan diperbaharui: ketika ada langit yang baru, maka akan ada bumi yang baru (2Ptr. 3:13; Why. 21:1). Dan akan ada kemuliaan yang diberikan kepada segala makhluk, yang akan mengalami kemajuan yang pesat dan sesuai (menurut kodrat masing-masing), sama seperti akan ada kemuliaan bagi anak-anak Allah menurut kodrat mereka. Api pada zaman akhir akan menjadi api yang memurnikan, bukan api yang menghanguskan dan membinasakan. Apa yang akan terjadi dengan jiwa binatang-binatang, yang turun ke bawah, tidak ada yang tahu. Tetapi tampak dari Kitab Suci bahwa akan ada semacam pemulihan terhadap mereka. Dan jika ada orang yang bertanya, apa gunanya mereka bagi orang-orang kudus yang sudah dimuliakan? Kita boleh menduga bahwa mereka akan berguna bagi orang-orang kudus sama seperti mereka berguna bagi Adam dalam kemurniannya. Dan apabila pemulihan mereka itu hanya dimaksudkan untuk menggambarkan hikmat, kuasa, dan kebaikan Pencipta mereka, maka itu cukup. Bandingkan dengan Mazmur 96:10-13; 98:7-9. Biarlah langit bersukacita di hadapan TUHAN, sebab Ia datang.

(4) Bahwa oleh karena itu makhluk sungguh-sungguh mengharapkan dan menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan (ay. 19). Perhatikanlah, pada saat kedatangan Kristus untuk kali kedua, akan ada penyataan anak-anak Allah. Sekarang, orang-orang kudus adalah umat Allah yang tersembunyi, gandum tampak terselip di dalam tumpukan sekam. Tetapi nanti mereka akan dinyatakan. Belum nyata apa keadaan kita kelak (1Yoh. 3:2), tetapi nanti kemuliaan akan diungkapkan. Anak-anak Allah akan tampil dalam warna-warna asli mereka. Penebusan makhluk ini ditunda sampai nanti. Sebab, sebagaimana dengan manusia dan untuk manusia mereka terkena kutuk, demikian pula dengan manusia dan untuk manusia mereka akan dibebaskan. Segala kutuk dan kenajisan yang sekarang melekat pada makhluk akan dihapuskan, ketika orang-orang yang sudah menderita bersama-sama dengan Kristus di bumi akan bertakhta bersama-sama dengan Dia di bumi ini. Peristiwa ini diharapkan dan dinantikan oleh seluruh makhluk. Maka beralasan mengapa mulai saat ini orang baik harus berbelas kasihan kepada binatangnya.

2. Dalam semua orang kudus, yang adalah makhluk-makhluk ciptaan baru (ay. 23-25). Perhatikanlah,

(1) Dasar-dasar dari pengharapan ini dalam diri orang-orang kudus. Karena kita sudah menerima karunia sulung Roh, maka itu menggugah keinginan-keinginan kita dan mendorong harapan-harapan kita, dan kedua-duanya mengangkat pengharapan-pengharapan kita. Buah-buah sulung menguduskan dan menjamin buah-buah lain dalam satu batang. Anugerah adalah buah-buah pertama kemuliaan. Anugerah adalah kemuliaan yang dimulai. Kita, sesudah menerima berkeranjang-keranjang buah di padang belantara ini, tidak bisa tidak pasti merindukan panen yang sepenuhnya di Kanaan sorgawi. Bukan hanya mereka saja -" bukan hanya makhluk-makhluk yang tidak mampu mendapat kebahagiaan karunia sulung Roh, melainkan juga bahkan kita, yang menerimanya dengan begitu melimpah sekarang ini, tidak bisa tidak pasti merindukan sesuatu yang jauh lebih besar lagi. Dengan memiliki karunia sulung Roh, kita memiliki apa yang sangat berharga, tetapi kita belum memiliki semua yang kita inginkan. Kita juga mengeluh dalam hati kita, yang menggambarkan kekuatan dan rahasia keinginan-keinginan ini. Kita mengeluh bukan dengan membuat suara gaduh, seperti orang-orang munafik yang meratap di pembaringan karena gandum dan anggur, melainkan dengan rintihan di dalam hati, yang paling cepat menembus sorga dibandingkan apa pun juga. Atau, kita merintih di antara kita sendiri. Ini merupakan suara bulat dan keinginan bersama seluruh jemaat, semuanya sepakat dalam hal ini: Datanglah Tuhan Yesus, datanglah segera. Rintihan menggambarkan suatu keinginan yang amat sungguh-sungguh dan gigih, jiwa merana bila keinginan itu tidak lekas terpenuhi. Segala karunia dan penghiburan yang diterima sekarang adalah selaras dengan banyaknya keluhan yang amat sakit. Bukan sakit perih seperti orang yang kesakitan dijemput ajal, melainkan seperti wanita yang merasa sakit bersalin. Ini keluhan sebagai gejala kehidupan, bukan kematian.

(2) Tujuan dari pengharapan ini. Apa yang sedang kita inginkan dan nantikan seperti itu? Apa yang ingin kita dapatkan? Pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Walaupun jiwa merupakan bagian utama dari manusia, namun Tuhan telah menyatakan bahwa Dia juga untuk tubuh, dan telah menyediakan kehormatan dan kebahagiaan yang amat besar untuk tubuh. Kebangkitan di sini disebut sebagai pembebasan tubuh. Pada saat kebangkitan, tubuh akan diselamatkan dari kuasa dosa dan maut, dan perbudakan kebinasaan. Dan, meskipun tubuh ini hina, ia akan diperbaharui dan diperindah, dan dijadikan seperti tubuh Kristus yang mulia (Flp. 3:21; 1Kor. 15:42). Ini disebut pengangkatan anak.
            [1] Pengangkatan ini adalah pengangkatan yang dinyatakan di hadapan seluruh dunia, para malaikat dan manusia. Sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi itu belum tampak, kehormatan kita sekarang tertutup awan. Tetapi nanti, Allah di hadapan semua orang akan mengakui semua anak-Nya. Perbuatan-Nya mengangkat kita sebagai anak, yang sekarang ditulis, ditandai, dan dimeteraikan, nanti akan diakui, dinyatakan, dan diberitakan. Sebagaimana Kristus dulu, demikian pula orang-orang kudus nanti, akan dinyatakan sebagai anak-anak Allah dengan kuasa, dengan kebangkitan dari orang mati (1:4). Pada saat itu, kenyataan mereka sebagai anak-anak Allah tidak bisa dipungkiri lagi.
            [2] Pengangkatan ini adalah pengangkatan yang sempurna dan tuntas. Anak-anak Allah mempunyai tubuh dan juga jiwa. Dan, sebelum tubuh itu dibawa ke dalam pembebasan anak-anak Allah yang mulia, pengangkatan mereka sebagai anak belumlah sempurna. Tetapi nanti pengangkatan itu akan lengkap, ketika Panglima keselamatan kita membawa banyak orang kepada kemuliaan (Ibr. 2:10). Inilah yang kita nantikan, dengan harapan bahwa tubuh kita akan diam dengan tenteram (Mzm. 16:9-10). Hari-hari yang ditentukan bagi kita, kita nantikan, hingga perubahan ini datang, ketika Ia memanggil, dan kita pun akan menyahut, dan Dia akan rindu kepada buatan tangan-Nya (Ayb. 14:14-15).

(3) Kesesuaian pengharapan ini dengan keadaan kita sekarang (ay. 24-25). Kebahagiaan kita tidak terletak pada apa yang kita miliki sekarang: Kita diselamatkan dalam pengharapan. Dalam hal ini, sama seperti dalam hal-hal lain, Allah telah menjadikan masa sekarang sebagai masa ujian dan pencobaan, sehingga upah kita tidak kasat mata. Orang yang ingin berhubungan dengan Allah harus berhubungan atas dasar kepercayaan. Sudah diakui bahwa salah satu dari anugerah utama orang Kristen adalah pengharapan (1Kor. 13:13), yang dengan sendirinya menyiratkan suatu hal baik yang akan datang, yang merupakan tujuan dari pengharapan itu. Iman menghormati janji, mengharapkan apa yang dijanjikan. Iman adalah bukti, dan harapan adalah penantian, dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah ibu dari pengharapan. Kita menantikannya dengan tekun. Dalam mengharapkan kemuliaan ini, kita perlu bersabar dalam menanggung penderitaan-penderitaan yang kita hadapi di jalan menuju ke sana, dan tetap bersabar apabila kemuliaan itu tidak lekas datang. Jalan kita sukar dan panjang, tetapi Dia yang akan datang, pasti akan datang, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Oleh sebab itu, walaupun Ia tampak menangguhkan kedatangan-Nya, sudah sepatutnya kita menantikan Dia.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Selasa, 28 Mei 2024 - Rasa Sakit Yang Mengingatkan Siapa Kita - Roma 8:22

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Mei 2024 - ALLAH TURUT BEKERJA MENDATANGKAN KEBAIKAN - Roma 8:18-30




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,