|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 26 Mei 2024 Khotbah GMIM Minggu, 26 Mei 2024 - ALLAH TURUT BEKERJA MENDATANGKAN KEBAIKAN - Roma 8:18-30 Mereka yang sekarang ambil bagian dalam Roh Kristus, sebagai saudara-saudara-Nya, nanti akan, sebagai saudara-saudara-Nya, ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya, akan duduk bersama-sama dengan Dia di atas takhta-Nya Roma 8:18-30 Pengharapan anak-anak Allah 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Penjelasan: * Mereka akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus. Kristus, sebagai Pengantara, dikatakan akan mewarisi segala yang ada (Ibr. 1:2), dan orang percaya yang sungguh-sungguh, oleh karena persatuan mereka dengan Dia, akan memperoleh semuanya ini (Why. 21:7). Mereka yang sekarang ambil bagian dalam Roh Kristus, sebagai saudara-saudara-Nya, nanti akan, sebagai saudara-saudara-Nya, ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya (Yoh. 17:24), akan duduk bersama-sama dengan Dia di atas takhta-Nya (Why. 3:21). Tuhan, siapakah manusia itu, sehingga Engkau demikian meninggikannya! Nah, kemuliaan yang akan datang ini dibicarakan lebih lanjut sebagai upah atas penderitaan-penderitaan sekarang, dan sebagai pencapaian dari harapan-harapan sekarang. I. Sebagai upah atas penderitaan-penderitaan orang kudus sekarang, dan upah itu besar: Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia (ay. 17), atau sejauh kita menderita bersama-sama dengan Dia. Keadaan jemaat di dunia ini sekarang selalu menderita, terutama pada masa jemaat mula-mula. Menjadi orang Kristen berarti pasti akan menderita. Nah, untuk menghibur mereka dalam penderitaan-penderitaan itu, Paulus memberi tahu mereka bahwa mereka menderita bersama-sama dengan Kristus, yaitu demi Dia, demi kehormatan-Nya, demi kesaksian hati nurani yang baik, dan mereka akan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Mereka yang menderita bersama-sama dengan Daud ketika ia dikejar-kejar, diangkat oleh dia dan bersama-sama dengan dia ketika dia naik takhta. Lihat 2 Timotius 2:12. Lihatlah apa untungnya menderita bagi Kristus. Walaupun kita mungkin kalah untuk Dia, kita tidak akan, dan tidak bisa, menjadi pihak yang dikalahkan pada akhirnya melalui Dia. Dengan keyakinan-keyakinan akan hal inilah Injil dipenuhi. Nah, supaya orang-orang kudus yang menderita mendapat dukungan dan penghiburan yang kuat untuk pengharapan mereka akan sorga, Paulus membuat timbangan (ay. 18), dalam membanding-bandingkan penderitaan sekarang dan kemuliaan nanti, yang mana yang patut dipilih? 1. Di ujung timbangan yang satu, ia menaruh penderitaan zaman sekarang. Penderitaan orang-orang kudus hanyalah penderitaan zaman sekarang. Penderitaan itu tidak menghantam lebih dalam daripada hal-hal yang ada di seluruh kurun waktu, tidak berlangsung lebih lama daripada zaman sekarang (2Kor. 4:17). Penderitaan itu ringan dan hanya untuk sementara. Sehingga pada penderitaan, ia menulis tekél: penderitaan itu ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan. 2. Di ujung timbangan yang satunya lagi, ia menaruh kemuliaan, dan mendapatinya berat, sangat berat tak terhingga: Kemuliaan yang akan dinyatakan. Dalam keadaan kita sekarang, kita tidak saja kurang bisa menikmati, tetapi juga kurang mengetahui kemuliaan itu (1Kor. 2:9; 1Yoh. 3:2): kemuliaan itu akan dinyatakan nanti. Kemuliaan itu melampaui apa yang selama ini kita lihat dan kita ketahui: pemberian-pemberian yang kita terima sekarang memang manis dan berharga, sangat berharga, sangat manis. Tetapi ada sesuatu yang akan datang, sesuatu di balik tabir, yang akan bersinar mengalahkan semuanya. Akan dinyatakan kepada kita. Tidak hanya dinyatakan kepada kita, untuk kita lihat, tetapi juga dinyatakan di dalam kita, untuk kita nikmati. Kerajaan Allah ada di dalam kamu, dan akan tetap begitu sampai pada kekekalan. 3. Ia menyimpulkan bahwa penderitaan-penderitaan sekarang tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan itu -" ouk axia pros t-"n doxan. Orang-orang kudus tidak berjasa apa-apa untuk mendapat kemuliaan itu. Dan, jika menderita untuk Kristus saja tidak dianggap sebagai jasa, apalagi perbuatan-perbuatan kita sendiri. Penderitaan-penderitaan itu tidak boleh sama sekali menghambat dan menakut-nakuti kita sehingga kita tidak mengejar kemuliaan itu dengan tekun dan sungguh-sungguh.Penderitaan-penderitaan itu kecil dan sebentar saja, dan hanya menyangkut tubuh, tetapi kemuliaan nanti akan melimpah dan besar, dan menyangkut jiwa, dan kekal adanya. Hal ini diperhitungkan Paulus. Aku perhitungkan -" logizomai (TB: Aku yakin). Ini bukan suatu keputusan yang dibuat secara gegabah dan tiba-tiba, melainkan hasil dari pertimbangan yang sangat sungguh-sungguh dan matang. Ia berpikir-pikir dalam hatinya, menimbang-nimbang alasan dari dua sisi, dan kemudian membuat keputusan. Oh, betapa jauh berbedanya apa yang dikatakan firman dan apa yang dirasakan dunia tentang penderitaan-penderitaan zaman sekarang! Aku perhitungkan, seperti seorang akuntan yang menghitung-hitung saldo. Pertama-tama, ia menjumlah harga yang harus dibayar demi Kristus dalam penderitaan-penderitaan zaman sekarang, dan ia mendapati bahwa harganya sangat kecil. Kemudian ia menjumlah apa yang disediakan bagi kita oleh Kristus dalam kemuliaan yang akan dinyatakan, dan ia mendapati bahwa jumlahnya tak terhingga, melampaui semua pemikiran. Harga yang dibayar tergantikan secara berlipat-lipat ganda, dan kerugian-kerugiannya tertutupi secara tak terhingga. Kalau begitu, siapa yang takut menderita bagi Kristus? Sebab sebagaimana Dia mendahului kita dalam penderitaan, demikian pula Dia tidak akan ketinggalan dalam memberikan imbalan kepada kita. Nah, Paulus adalah penilai yang andal dalam hal ini, dan siapa pun bisa berhitung seperti itu. Ia tidak hanya menghitung berdasarkan keahlian, tetapi juga berdasarkan pengalaman, sebab ia mengetahui kedua-duanya. Ia tahu apa penderitaan-penderitaan zaman sekarang itu. Lihat 2 Korintus 11:23-28. Dan ia tahu apa kemuliaan sorga itu. Lihat 2 Korintus 12:3-4. Dan, setelah melihat keduanya, ia memberikan penilaian ini di sini. Tidak ada satu pun yang menyamai bagaimana rasanya memandang dengan iman kemuliaan yang akan dinyatakan, untuk mendukung dan menopang roh di bawah segala penderitaan zaman sekarang. Penghinaan karena Kristus tampak sebagai kekayaan bagi orang yang pandangannya terarah pada upah itu (Ibr. 11:26). II. Sebagai pencapaian dari segala impian dan harapan orang-orang kudus pada saat ini (ay. 19, dst.). Sebagaimana orang-orang kudus menderita demi kemuliaan yang akan dinyatakan, demikian pula mereka menanti-nantikannya. Sorga pasti mereka dapatkan, sebab Allah dengan Roh-Nya tidak akan membangkitkan dan menggugah harapan-harapan itu hanya untuk dipupuskan dan dikecewakan pada akhirnya. Ia akan menepati kepada hamba-hamba-Nya perkataan-Nya yang telah membuat mereka berharap (Mzm. 119:49), dan karena itu sorga akan terasa manis bagi mereka. Sebab, jika harapan yang tertunda menyedihkan hati, maka pasti keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan (Ams. 13:12). Sekarang, Paulus mengamati pengharapan akan kemuliaan ini, 1. Dalam seluruh makhluk (ay. 19-22). Pasti kemuliaan yang besar, yang melampaui dunia ini, yang begitu amat dinanti-nantikan dan dirindu-rindukan oleh seluruh makhluk. Pemahaman terhadap ayat 19-22 seperti ini mengandung suatu kesulitan, yang sedikit membingungkan para penafsir. Dan yang semakin membingungkan lagi adalah karena ucapan ini tidak dibuat di kitab lain mana pun, yang bisa dibandingkan dengannya. Dengan makhluk di sini, kita tidak memahaminya seperti yang dilakukan sebagian orang, sebagai dunia bangsa-bangsa bukan Yahudi dan pengharapan mereka akan Kristus dan Injil. Ini penjelasan yang sangat ganjil dan dipaksakan. Sebaliknya, dengan makhluk di sini dimaksudkan seluruh kerangka alam, terutama kerangka dunia bawah sini, yaitu seluruh ciptaan, semua tatanan benda-benda mati dan makhluk-makhluk hidup, yang, karena keselarasan dan kebergantungan mereka satu sama lain, dan karena mereka semua membentuk satu dunia, disebutkan satu saja sebagai makhluk (atau ciptaan, KJV: creature). Pengertian Rasul Paulus untuk keempat ayat ini dapat kita pahami sebagai berikut: (1) Bahwa sekarang ini, karena dosa manusia, seluruh makhluk ditundukkan kepada kesia-siaan (ay. 20). Ketika manusia berdosa, tanah dikutuk karena manusia, dan bersamanya semua makhluk atau ciptaan (terutama makhluk-makhluk atau ciptaan dunia bawah ini, yang kita ketahui) ditaklukkan kepada kutuk itu, mengalami perubahan dan menjadi fana. Di bawah perbudakan kebinasaan (ay. 21). Pada makhluk ada ketidakmurnian, kerusakan, dan kelemahan karena kejatuhan manusia: ciptaan menjadi ter cemar dan ternoda, sebagian besar keindahan dunia lenyap. Ada permusuhan antara satu makhluk dan makhluk lain. Mereka semua, satu per satu, mengalami perubahan dan kerusakan yang terus-menerus, rentan pada hajaran penghakiman-penghakiman Allah terhadap manusia. Ketika dunia ditenggelamkan, beserta hampir semua makhluk di dalamnya, pada saat itulah dunia betul-betul ditundukkan kepada kesia-siaan. Segala jenis makhluk dirancang untuk, dan sedang bergegas akan, hancur lebur tak bersisa oleh api. Dan bukan bagian terkecil dari kesia-siaan dan perbudakan mereka bahwa mereka digunakan, atau lebih tepatnya disalahgunakan, oleh manusia sebagai alat-alat dosa. Makhluk-makhluk sering kali disalahgunakan dengan cara yang menghina Pencipta mereka, menyakiti anak-anak-Nya, atau melayani musuh-musuh-Nya. Bilamana ciptaan-Nya dijadikan sebagai makanan dan pemicu hawa nafsu kita, maka itu berarti mereka ditaklukkan kepada kesia-siaan, mereka ditawan oleh hukum dosa. Dan ini bukan oleh kehendak mereka sendiri, bukan oleh pilihan mereka sendiri. Semua makhluk menginginkan penyempurnaan dan puncak kebaikan mereka sendiri. Apabila mereka dijadikan alat-alat dosa, itu bukan oleh kehendak mereka sendiri. Atau, mereka ditawan oleh hukum dosa seperti itu bukan karena dosa mereka sendiri, yang sudah mereka perbuat, melainkan karena dosa manusia: Oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya. Adam berbuat dosa, dan menurunkan dosa itu kepada semua makhluk. Karena semua makhluk diserahkan kepada Adam, maka ketika dia melalui dosa menyerahkan dirinya kepada perbudakan kebinasaan, ia menyerahkan makhluk-makhluk lain juga bersamanya. Allah menghukum Adam sesuai hukum. Ia menjatuhkan hukuman kepada makhluk-makhluk karena dosa manusia, yang olehnya mereka diperbudak. Dan kuk ini mereka tanggung (kasihan makhluk-makhluk itu), dengan harapan agar mereka tidak akan selalu menanggungnya. Ep’ elpidi hoti kai, dst. -" dalam pengharapan bahwa makhluk itu sendiri juga, begitulah kalimat itu disambung dalam banyak salinan Alkitab bahasa Yunani. Kita mempunyai alasan untuk merasa kasihan kepada makhluk-makhluk yang malang itu, sebab karena dosa kita, mereka ditaklukkan kepada kesia-siaan. (2) Bahwa segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin dalam kesia-siaan dan kebinasaan ini (ay. 22). Ini bahasa kiasan. Dosa adalah beban bagi seluruh ciptaan. Dosa orang-orang Yahudi, dalam menyalibkan Kristus, menimbulkan gempa bumi. Berhala adalah beban pada binatang yang lelah (Yes. 46:1). Terdengar seruan dari seluruh ciptaan melawan dosa manusia. Batu berseru-seru dari tembok (Hab. 2:11), dan ladang berteriak (Ayb. 31:38). (3) Bahwa makhluk, yang sekarang terbeban seperti itu, pada masa pemulihan segala sesuatu, akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (ay. 21). Saat itu mereka tidak akan lagi ditaklukkan kepada kesia-siaan dan kebinasaan, dan kepada dampak-dampak lain dari kutuk itu. Sebaliknya, dunia bawah ini akan diperbaharui: ketika ada langit yang baru, maka akan ada bumi yang baru (2Ptr. 3:13; Why. 21:1). Dan akan ada kemuliaan yang diberikan kepada segala makhluk, yang akan mengalami kemajuan yang pesat dan sesuai (menurut kodrat masing-masing), sama seperti akan ada kemuliaan bagi anak-anak Allah menurut kodrat mereka. Api pada zaman akhir akan menjadi api yang memurnikan, bukan api yang menghanguskan dan membinasakan. Apa yang akan terjadi dengan jiwa binatang-binatang, yang turun ke bawah, tidak ada yang tahu. Tetapi tampak dari Kitab Suci bahwa akan ada semacam pemulihan terhadap mereka. Dan jika ada orang yang bertanya, apa gunanya mereka bagi orang-orang kudus yang sudah dimuliakan? Kita boleh menduga bahwa mereka akan berguna bagi orang-orang kudus sama seperti mereka berguna bagi Adam dalam kemurniannya. Dan apabila pemulihan mereka itu hanya dimaksudkan untuk menggambarkan hikmat, kuasa, dan kebaikan Pencipta mereka, maka itu cukup. Bandingkan dengan Mazmur 96:10-13; 98:7-9. Biarlah langit bersukacita di hadapan TUHAN, sebab Ia datang. (4) Bahwa oleh karena itu makhluk sungguh-sungguh mengharapkan dan menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan (ay. 19). Perhatikanlah, pada saat kedatangan Kristus untuk kali kedua, akan ada penyataan anak-anak Allah. Sekarang, orang-orang kudus adalah umat Allah yang tersembunyi, gandum tampak terselip di dalam tumpukan sekam. Tetapi nanti mereka akan dinyatakan. Belum nyata apa keadaan kita kelak (1Yoh. 3:2), tetapi nanti kemuliaan akan diungkapkan. Anak-anak Allah akan tampil dalam warna-warna asli mereka. Penebusan makhluk ini ditunda sampai nanti. Sebab, sebagaimana dengan manusia dan untuk manusia mereka terkena kutuk, demikian pula dengan manusia dan untuk manusia mereka akan dibebaskan. Segala kutuk dan kenajisan yang sekarang melekat pada makhluk akan dihapuskan, ketika orang-orang yang sudah menderita bersama-sama dengan Kristus di bumi akan bertakhta bersama-sama dengan Dia di bumi ini. Peristiwa ini diharapkan dan dinantikan oleh seluruh makhluk. Maka beralasan mengapa mulai saat ini orang baik harus berbelas kasihan kepada binatangnya. 2. Dalam semua orang kudus, yang adalah makhluk-makhluk ciptaan baru (ay. 23-25). Perhatikanlah, (1) Dasar-dasar dari pengharapan ini dalam diri orang-orang kudus. Karena kita sudah menerima karunia sulung Roh, maka itu menggugah keinginan-keinginan kita dan mendorong harapan-harapan kita, dan kedua-duanya mengangkat pengharapan-pengharapan kita. Buah-buah sulung menguduskan dan menjamin buah-buah lain dalam satu batang. Anugerah adalah buah-buah pertama kemuliaan. Anugerah adalah kemuliaan yang dimulai. Kita, sesudah menerima berkeranjang-keranjang buah di padang belantara ini, tidak bisa tidak pasti merindukan panen yang sepenuhnya di Kanaan sorgawi. Bukan hanya mereka saja -" bukan hanya makhluk-makhluk yang tidak mampu mendapat kebahagiaan karunia sulung Roh, melainkan juga bahkan kita, yang menerimanya dengan begitu melimpah sekarang ini, tidak bisa tidak pasti merindukan sesuatu yang jauh lebih besar lagi. Dengan memiliki karunia sulung Roh, kita memiliki apa yang sangat berharga, tetapi kita belum memiliki semua yang kita inginkan. Kita juga mengeluh dalam hati kita, yang menggambarkan kekuatan dan rahasia keinginan-keinginan ini. Kita mengeluh bukan dengan membuat suara gaduh, seperti orang-orang munafik yang meratap di pembaringan karena gandum dan anggur, melainkan dengan rintihan di dalam hati, yang paling cepat menembus sorga dibandingkan apa pun juga. Atau, kita merintih di antara kita sendiri. Ini merupakan suara bulat dan keinginan bersama seluruh jemaat, semuanya sepakat dalam hal ini: Datanglah Tuhan Yesus, datanglah segera. Rintihan menggambarkan suatu keinginan yang amat sungguh-sungguh dan gigih, jiwa merana bila keinginan itu tidak lekas terpenuhi. Segala karunia dan penghiburan yang diterima sekarang adalah selaras dengan banyaknya keluhan yang amat sakit. Bukan sakit perih seperti orang yang kesakitan dijemput ajal, melainkan seperti wanita yang merasa sakit bersalin. Ini keluhan sebagai gejala kehidupan, bukan kematian. (2) Tujuan dari pengharapan ini. Apa yang sedang kita inginkan dan nantikan seperti itu? Apa yang ingin kita dapatkan? Pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Walaupun jiwa merupakan bagian utama dari manusia, namun Tuhan telah menyatakan bahwa Dia juga untuk tubuh, dan telah menyediakan kehormatan dan kebahagiaan yang amat besar untuk tubuh. Kebangkitan di sini disebut sebagai pembebasan tubuh. Pada saat kebangkitan, tubuh akan diselamatkan dari kuasa dosa dan maut, dan perbudakan kebinasaan. Dan, meskipun tubuh ini hina, ia akan diperbaharui dan diperindah, dan dijadikan seperti tubuh Kristus yang mulia (Flp. 3:21; 1Kor. 15:42). Ini disebut pengangkatan anak. [1] Pengangkatan ini adalah pengangkatan yang dinyatakan di hadapan seluruh dunia, para malaikat dan manusia. Sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi itu belum tampak, kehormatan kita sekarang tertutup awan. Tetapi nanti, Allah di hadapan semua orang akan mengakui semua anak-Nya. Perbuatan-Nya mengangkat kita sebagai anak, yang sekarang ditulis, ditandai, dan dimeteraikan, nanti akan diakui, dinyatakan, dan diberitakan. Sebagaimana Kristus dulu, demikian pula orang-orang kudus nanti, akan dinyatakan sebagai anak-anak Allah dengan kuasa, dengan kebangkitan dari orang mati (1:4). Pada saat itu, kenyataan mereka sebagai anak-anak Allah tidak bisa dipungkiri lagi. [2] Pengangkatan ini adalah pengangkatan yang sempurna dan tuntas. Anak-anak Allah mempunyai tubuh dan juga jiwa. Dan, sebelum tubuh itu dibawa ke dalam pembebasan anak-anak Allah yang mulia, pengangkatan mereka sebagai anak belumlah sempurna. Tetapi nanti pengangkatan itu akan lengkap, ketika Panglima keselamatan kita membawa banyak orang kepada kemuliaan (Ibr. 2:10). Inilah yang kita nantikan, dengan harapan bahwa tubuh kita akan diam dengan tenteram (Mzm. 16:9-10). Hari-hari yang ditentukan bagi kita, kita nantikan, hingga perubahan ini datang, ketika Ia memanggil, dan kita pun akan menyahut, dan Dia akan rindu kepada buatan tangan-Nya (Ayb. 14:14-15). (3) Kesesuaian pengharapan ini dengan keadaan kita sekarang (ay. 24-25). Kebahagiaan kita tidak terletak pada apa yang kita miliki sekarang: Kita diselamatkan dalam pengharapan. Dalam hal ini, sama seperti dalam hal-hal lain, Allah telah menjadikan masa sekarang sebagai masa ujian dan pencobaan, sehingga upah kita tidak kasat mata. Orang yang ingin berhubungan dengan Allah harus berhubungan atas dasar kepercayaan. Sudah diakui bahwa salah satu dari anugerah utama orang Kristen adalah pengharapan (1Kor. 13:13), yang dengan sendirinya menyiratkan suatu hal baik yang akan datang, yang merupakan tujuan dari pengharapan itu. Iman menghormati janji, mengharapkan apa yang dijanjikan. Iman adalah bukti, dan harapan adalah penantian, dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah ibu dari pengharapan. Kita menantikannya dengan tekun. Dalam mengharapkan kemuliaan ini, kita perlu bersabar dalam menanggung penderitaan-penderitaan yang kita hadapi di jalan menuju ke sana, dan tetap bersabar apabila kemuliaan itu tidak lekas datang. Jalan kita sukar dan panjang, tetapi Dia yang akan datang, pasti akan datang, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Oleh sebab itu, walaupun Ia tampak menangguhkan kedatangan-Nya, sudah sepatutnya kita menantikan Dia. * Hak-hak Istimewa Orang Percaya (Roma 8:26-28) Rasul Paulus di sini memperlihatkan dua hak istimewa lagi yang berhak didapatkan orang Kristen yang sungguh-sungguh: I. Pertolongan Roh di dalam doa. Selama kita di dunia ini, sambil mengharapkan dan menantikan apa yang tidak kita lihat, kita harus senantiasa berdoa. Harapan mengandaikan keinginan, dan keinginan yang dipersembahkan kepada Allah adalah doa. Kita merintih. Sekarang amatilah, 1. Kelemahan kita di dalam doa: Kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa. (1) Tentang apa yang kita minta. Kita tidak tahu harus minta apa. Kita bukan hakim yang andal untuk menilai keadaan kita sendiri. Siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia dalam hidup ini (Pkh. 6:12). Pandangan kita terbatas, dan kita sangat condong ingin memanjakan daging, dan cenderung memisahkan tujuan dari sarana. Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta (Mat. 20:22). Kita seperti anak-anak yang bodoh, yang cepat merengek meminta buah sebelum matang, dan sebelum mereka boleh memakannya. Lihat Lukas 9:54-55. (2) Tentang cara berdoa, kita tidak tahu bagaimana semestinya berdoa. Melakukan apa yang baik saja tidak cukup, kita juga harus melakukannya dengan baik, mencari dengan langkah-langkah yang semestinya. Dan di sini kita sering kali tersesat, anugerah menjadi lemah, kasih menjadi di ngin, pikiran melayang, dan tidak selalu mudah memberanikan diri untuk memanjatkan doa (2Sam. 7:27). Rasul Paulus mengatakan ini bukan hanya mengenai dirinya saja, melainkan juga mengenai kita semua: Kita tidak tahu. Ia menempatkan dirinya di antara yang lain. Kebodohan, kelemahan, dan gangguan dalam berdoa adalah hal-hal yang dikeluhkan oleh orang-orang kudus. Jika orang kudus yang sehebat Paulus saja tidak tahu apa yang harus didoakan, maka betapa sedikitnya alasan yang kita miliki untuk terus maju menjalankan kewajiban itu dengan kekuatan kita sendiri! 2. Pertolongan-pertolongan yang diberikan Roh kepada kita di dalam kewajiban berdoa. Ia membantu kita dalam kelemahan kita. Yang terutama dimaksud di sini adalah kelemahan kita dalam berdoa, yang paling mudah menghambat kita dalam menjalankan kewajiban itu. Untuk itulah Roh membantu. Roh di dalam firman membantu. Ada banyak aturan dan janji di dalam firman untuk membantu kita. Roh di dalam hati juga membantu, berdiam di dalam diri kita, bekerja di dalam diri kita, sebagai Roh yang memberikan anugerah dan memanjatkan permohonan, terutama yang berkenaan dengan kelemahan-kelemahan yang kita alami ketika sedang menderita, ketika iman kita sebentar lagi akan goyah. Untuk tujuan inilah Roh Kudus dicurahkan. Membantu, synantilambanetai -" bergumul bersama kita, bukan melawan kita, membantu seperti kita membantu orang yang ingin mengangkat beban, dengan mengangkat ujungnya di sisi lain. Ia membantu bersama kita, maksudnya, sama-sama berusaha dengan kita, mengerahkan kekuatan bersama-sama dengan kekuatan kita. Kita tidak boleh hanya duduk-duduk diam dan berharap agar Roh melakukan semuanya. Apabila Roh pergi mendahului kita, kita harus cepat-cepat bergerak. Kita tidak bisa melakukannya tanpa Allah, dan Allah tidak akan melakukannya tanpa kita. Pertolongan apa? Tentu saja, Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah, menyampaikan permintaan-permintaan kita, mengungkapkan permohonan-permohonan kita, dan membawa seruan kita. Kristus berdoa untuk kita di sorga, Roh berdoa untuk kita di dalam hati. Jadi, betapa dengan penuh rahmatnya Allah telah menyediakan segala sesuatunya untuk membesarkan hati umat sisa-Nya yang berdoa. Roh, sebagai Roh yang mencerahkan, mengajar kita apa yang harus didoakan. Sedangkan sebagai Roh yang menguduskan, Ia mendorong dan menggiatkan anugerah-anugerah untuk berdoa supaya bekerja. Sebagai Roh yang menghibur, Ia meredam ketakutan-ketakutan kita, dan membantu kita mengatasi segala hal yang mengecilkan hati. Roh Kudus adalah sumber dari segala keinginan dan nafas hidup kita kepada Allah. Nah, doa pengantaraan yang dilakukan oleh Roh ini adalah, (1) Dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Kuat dan gigihnya keinginan-keinginan yang dikerjakan Roh Kudus itu tersirat dalam pernyataan ini. Kita bisa saja betul-betul berdoa di dalam Roh, sekalipun tiada sepatah kata pun yang terucap, seperti Musa berdoa (Kel. 14:15), dan Hannah (1Sam. 1:13). Bukan indah dan fasihnya kita berdoa, melainkan iman dan kegigihan di dalam doa, itulah yang dikerjakan Roh, sebagai Pengantara, di dalam kita. Tidak terucapkan. Kata-kata kita begitu kacau, jiwa menjadi tergesa-gesa oleh karena berbagai godaan dan masalah, dan kita tidak tahu apa yang harus dikatakan, atau bagaimana mengungkapkan diri kita sendiri. Di sini Roh berdoa syafaat dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Apabila kita hanya bisa berseru, Ya Abba, Ya Bapa, dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan keberanian yang dipenuhi kekudusan dan kerendahan hati, maka ini pekerjaan Roh. (2) Sesuai dengan kehendak Allah (ay. 27). Roh di dalam hati tidak pernah bertentangan dengan Roh di dalam firman. Keinginan-keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah tidak datang dari Roh. Roh yang berdoa di dalam kita senantiasa meleburkan kehendak kita dengan kehendak Allah. Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki . 3. Keberhasilan doa-doa pengantaraan ini secara pasti: Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu (ay. 27). Bagi orang munafik, yang mengaku beragama hanya di bibir, tidak ada yang lebih mengerikan selain bahwa Allah menyelidiki hati dan melihat menembus segala kepura-puraan nya. Bagi orang Kristen yang tulus, yang menjalani kewajibannya dengan kesungguhan hati, tidak ada yang lebih menghibur selain bahwa Allah menyelidiki hati, sebab dengan demikian Allah akan mendengar dan memenuhi keinginan-keinginan yang tidak bisa kita ungkapkan oleh karena kita kekurangan kata-kata. Ia mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita minta kepada-Nya (Mat. 6:8). Ia tahu apa yang ada dalam pikiran Roh-Nya sendiri yang ada di dalam kita. Dan, sebagaimana Ia selalu mendengar Sang Anak yang berdoa bagi kita, demikian pula Ia selalu mendengar Roh yang berdoa bagi kita di dalam kita, karena doa Roh sesuai dengan kehendak Allah. Selain ini, apa lagi yang bisa menghibur umat Tuhan dalam semua permohonan mereka kepada Allah? Kristus sudah berkata, “Apa pun yang kamu minta kepada Bapa sesuai dengan kehendak-Nya, akan diberikan-Nya kepadamu.” Tetapi bagaimana kita belajar meminta sesuai dengan kehendak-Nya? Tentu saja, Roh akan mengajarkannya kepada kita. Oleh sebab itulah keturunan Yakub tidak akan mencari dengan sia-sia. II. Turut bekerjanya semua pemeliharaan ilahi demi kebaikan orang-orang kepunyaan Kristus (ay. 28). Mungkin orang akan menyanggah bahwa, kendati dengan semua hak istimewa ini, kita melihat orang-orang percaya dikelilingi oleh penderitaan-penderitaan yang berlipat ganda. Meskipun Roh berdoa untuk mereka, masalah-masalah terus saja menimpa mereka. Itu sungguh benar. Tetapi dalam hal inilah doa Roh selalu terkabul, bahwa, apa pun keadaan mereka, semuanya itu turut bekerja demi kebaikan mereka. Perhatikanlah di sini, 1. Ciri-ciri orang kudus, yang ambil bagian dalam hak istimewa ini. Mereka di sini digambarkan dengan ciri-ciri yang biasa ditemukan pada semua orang yang betul-betul dikuduskan. (1) Mereka mengasihi Allah. Ini mencakup segala curahan perasaaan jiwa terhadap Allah sebagai kebaikan utama dan tujuan tertinggi. Kasih kita kepada Allah-lah yang membuat setiap pemeliharaan ilahi terasa manis, dan oleh sebab itu menguntungkan. Mereka yang mengasihi Allah memanfaatkan sebaik-baiknya segala hal yang dilakukan Allah, dan menerima semua yang baik. (2) Mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, yang berhasil dipanggil, sesuai dengan kehendak kekal. Panggilan itu terlaksana bukan sesuai dengan jasa atau kelayakan kita, melainkan dengan tujuan Allah sendiri yang mulia. 2. Hak istimewa orang-orang kudus, bahwa segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka, maksudnya, semua pemeliharaan Allah yang menyangkut mereka. Segala hal yang dilakukan Allah, dilakukan-Nya untuk mereka (Mzm. 57:3). Dosa-dosa mereka bukanlah perbuatan-Nya, dan oleh sebab itu bukan termasuk hal yang dimaksudkan di sini, meskipun dengan membiarkan dosa, Ia membuatnya bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka (2Taw. 32:31). Tetapi semua pemeliharaan Allah adalah milik mereka, yaitu semua pemeliharaan yang penuh belas kasihan, yang penuh penderitaan, baik yang bersifat pribadi maupun umum. Itu semua demi kebaikan. Mungkin demi kebaikan sementara, seperti masalah-masalah Yusuf, tetapi yang pasti demi kebaikan rohani dan kekal. Yang baik bagi mereka adalah apa yang membawa kebaikan bagi jiwa mereka. Entah secara langsung atau tidak, setiap pemeliharaan ilahi mendatangkan kebaikan rohani bagi mereka yang mengasihi Allah, melepaskan mereka dari dosa, membawa mereka semakin dekat kepada Allah, menjauhkan mereka dari dunia, dan melayakkan mereka bagi sorga. Turut bekerja. Itu semua turut bekerja, seperti obat bekerja pada tubuh, dengan berbagai cara, sesuai dengan maksud sang dokter. Tetapi itu semua demi kebaikan pasien. Itu semua turut bekerja, seperti beberapa macam ramuan dalam obat bekerja bersama-sama untuk mencapai apa yang dimaksudkan. Hari malang dijadikan Allah seperti juga hari mujur (Pkh. 7:14): synergei, adalah kata benda bentuk tunggal tetapi dipakai dengan benda jamak, yang menyatakan keselarasan pemeliharaan ilahi dengan rancangan-rancangan-Nya yang seragam. Semua roda hanya dianggap sebagai satu roda (Yeh. 10:13, KJV). Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, begitu sebagian orang membacanya. Ini terjadi bukan karena kebaikan apa pun dari pemeliharaan-pemeliharaan itu sendiri, melainkan karena kuasa dan anugerah Allah yang bekerja di dalam, dengan, dan melalui pemeliharaan-pemeliharaan itu. Semua ini kita tahu, tahu dengan pasti, dari firman Allah, dari pengalaman kita sendiri, dan dari pengalaman semua orang kudus. * Rasul Paulus, setelah memperhitungkan begitu banyak hal yang ada dalam kebahagiaan orang percaya yang sungguh-sungguh, di sini memperlihatkan dasar dari semua itu, yang sudah ditentukan oleh Allah dari semula (predestinasi -" pen.). Hak-hak istimewa yang berharga ini diberikan kepada kita melalui piagam perjanjian, tetapi sudah ada jauh sebelumnya dalam keputusan kebijaksanaan Allah, yang menjamin terlaksananya apa yang sudah Dia tentukan. Supaya Yesus Kristus, yang membeli kita, tidak bekerja dengan sia-sia, atau memberikan kekuatan dan hidup-Nya dengan sia-sia, maka ada umat sisa yang diberikan kepada-Nya, keturunan yang akan dilihat-Nya, sehingga kehendak baik Tuhan akan terlaksana di tangan-Nya. Untuk menjelaskan hal ini, di sini Paulus memperlihatkan kepada kita urutan sebab-musabab keselamatan kita, rantaian emas, yang tidak bisa diputuskan. Ada empat tautan di dalamnya: I. Semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Semuanya yang dirancang Allah untuk mencapai tujuan kemuliaan dan kebahagiaan, Ia tetapkan melalui sarana anugerah dan kekudusan. Bukan sebaliknya, bahwa semua orang yang diketahui-Nya kudus ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi kudus. Tidak. Keputusan dan ketetapan Allah tidak tunduk pada lemah dan berubah-ubahnya kehendak manusia. Tidak, pemilihan Allah atas orang-orang kudus adalah sama dengan kasih kekal yang dengannya Ia dikatakan mengasihi mereka (Yer. 31:3). Pengetahuan Allah akan umat-Nya adalah sama dengan pengakuan-Nya akan mereka (Mzm. 1:6; Yoh. 10:14; 2Tim. 2:19).Lihat pasal 11:2. Dalam Kitab Suci, kata tahu sering kali berarti sayang. Demikian pula di sini: Orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah (1Ptr. 1:2, KJV: sesuai dengan apa yang diketahui Allah sebelumnya -" pen.). Dan kata yang sama diartikan dengan dipilih (1Ptr. 1:20, KJV: ditentukan sebelumnya). Semua orang yang telah dipilih-Nya (KJV: yang telah diketahui-Nya -" pen.), maksudnya, yang telah dirancang-Nya untuk menjadi sahabat-sahabat dan orang-orang kesayangan-Nya. Aku mengenal namamu, firman Allah kepada Musa (Kel. 33:12). Nah, siapa yang dikenal Allah seperti itu, ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus. 1. Kekudusan terdapat pada keserupaan kita dengan gambar Kristus. Di sinilah terdapat seluruh pengudusan, dan untuk itu Kristus adalah Teladan dan Contoh yang agung. Pengudusan ini berarti dipenuhi Roh seperti Kristus, berjalan dan hidup seperti Kristus, dan menanggung penderitaan-penderitaan dengan sabar seperti Kristus. Kristus adalah gambar wujud Bapa-Nya, dan orang-orang kudus diserupakan dengan gambar Kristus. Demikianlah, dengan pengantaraan dan doa Kristus kita mendapati kasih Allah dipulihkan kepada kita, dan keserupaan dengan Allah diperbaharui pada diri kita, dan dalam kedua hal inilah terdapat kebahagiaan manusia. 2. Semua orang yang sejak dari kekekalan memperoleh perkenan Allah, sudah ditentukan-Nya sejak semula untuk menjadi serupa dengan Kristus. Bukan kita sendiri yang mampu menyerupai Kristus. Kita memberi diri kepada Kristus, sebab Allah terlebih dahulu memberikan kita kepada-Nya. Dan, dengan memberikan kita kepada-Nya, Ia menentukan kita sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya. Oleh sebab itu, hanya mengada-ada jika orang menyebut ajaran pemilihan orang-orang kudus ini sebagai ajaran yang tidak bermoral, dan beralasan bahwa ajaran itu mendorong orang untuk berdosa, seolah-olah tujuan dipisahkan dari sarana, dan kebahagiaan dari kekudusan. Tidak ada seorang pun yang tahu apakah ia dipilih atau tidak selain dengan menjadi serupa dengan gambar Kristus. Sebab semua orang yang dipilih, dipilih untuk dikuduskan (2Tes. 2:13), dan pasti orang yang menyerupai dunia tidak akan tergoda untuk percaya bahwa mereka ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus. 3. Bahwa apa yang terutama dirancangkan di sini adalah kehormatan Yesus Kristus, supaya Ia menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Maksudnya, supaya Kristus mendapat kehormatan menjadi Teladan agung, dan juga Raja agung, dan supaya dalam hal ini, seperti juga dalam hal-hal lain, Dia menjadi yang terutama. Melalui anak sulunglah semua anak yang lain diserahkan kepada Allah di bawah hukum Taurat. Anak sulung adalah kepala keluarga, kepadanya semua yang lain bergantung. Sekarang, di dalam keluarga orang-orang kudus, Kristus harus mendapat kehormatan sebagai Yang Sulung. Dan terpujilah Allah bahwa ada banyak saudara. Meskipun mereka tampak cuma sedikit dan tersebar di sana sini, namun, apabila berkumpul, mereka sangatlah banyak. Oleh sebab itulah ada sejumlah orang tertentu yang ditentukan Allah sejak semula, supaya tujuan pekerjaan Kristus dijamin berhasil. Seandainya apa yang akan terjadi nanti dibiarkan tidak pasti oleh keputusan ilahi, bergantung pada kehendak manusia yang sering berubah-ubah, maka Kristus mungkin akan menjadi yang sulung di antara sedikit atau bahkan tidak ada saudara sama sekali. Ia akan menjadi panglima tanpa prajurit, raja tanpa rakyat. Maka, untuk mencegah hal ini, dan untuk mengamankan banyak saudara bagi Dia, ketetapan itu mutlak, perkara itu sudah pasti, bahwa Ia pasti akan melihat keturunan-Nya, ada umat sisa yang sudah ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya. Ketetapan ini pasti akan terlaksana dalam kekudusan dan kebahagiaan suku bangsa pilihan. Dan dengan demikian, kendati dengan segala perlawanan dari kuasa-kuasa kegelapan, Kristus akan menjadi Yang Sulung di antara banyak, bahkan sangat banyak, saudara. II. Mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya, bukan hanya dengan panggilan lahiriah (banyak yang dipanggil, tetapi tidak dipilih [Mat. 20:16; 22:14]), melainkan juga dengan panggilan batiniah yang pasti terlaksana. Panggilan lahiriah hanya sampai di telinga, tetapi panggilan batiniah sampai ke hati. Semua orang yang sejak dari kekekalan ditentukan Allah untuk diberi anugerah dan kemuliaan, betul-betul dipanggil-Nya dalam kegenapan waktu, dan panggilan itu terlaksana. Panggilan itu terlaksana apabila kita menjawabnya. Dan kita menjawab panggilan itu apabila Roh menarik kita, meyakinkan hati nurani kita akan kebersalahan diri kita dan adanya murka Allah. Ia mencerahkan budi kita, menundukkan kehendak kita, mendorong dan memampukan kita untuk memeluk Kristus di dalam janji-janji, membuat kita merelakan diri untuk maju pada hari Ia menunjukkan kuasa-Nya. Ini panggilan yang terlaksana, panggilan dari diri kita dan dari bumi kepada Allah, Kristus, dan sorga, sebagai tujuan kita. Panggilan dari dosa dan kesia-siaan kepada anugerah, kekudusan, dan kesungguhan sebagai jalan kita. Ini panggilan Injil. Mereka itu juga dipanggil-Nya, supaya maksud Allah, sesuai dengan pemilihan orang-orang kudus, boleh terlaksana. Kita dipanggil kepada apa yang untuknya kita dipilih. Sehingga satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kita dipilih adalah dengan memastikan bahwa kita dipanggil dan menjawabnya (2Ptr. 1:10). III. Mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. semua orang yang dipanggil dengan berhasil, mereka itu dibenarkan, dihapuskan dari kesalahan, dan diterima sebagai orang benar melalui Yesus Kristus. Mereka adalah recti in curia -" benar di hadapan pengadilan. Tidak ada dosa yang dulu mereka perbuat akan muncul menentang mereka, untuk menghukum mereka. Catatan di buku sudah dicoret, belenggu dilepas, penghakiman dihapuskan, hak yang dicabut dikembalikan, dan mereka tidak lagi dipandang sebagai penjahat, melainkan diakui dan dikasihi sebagai sahabat dan orang kesayangan. Berbahagialah orang yang kesalahannya diampuni seperti itu. Tidak ada orang yang dibenarkan seperti itu selain mereka yang dipanggil dengan berhasil. Mereka yang menolak panggilan Injil tetap bersalah dan berada di bawah murka Allah. IV. Mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Karena kuasa kebinasaan sudah dihancurkan dalam panggilan yang dijawab, dan kebersalahan dosa dihapuskan dalam pembenaran, maka semua penghalang disingkirkan, dan tidak ada lagi yang bisa menghalang-halangi jiwa untuk mendapat kemuliaan. Amatilah, pemuliaan itu dibicarakan sebagai sesuatu yang sudah dilakukan: dimuliakan-Nya, karena perkara itu sudah pasti. Ia pekerjaan kekal kita untuk berseru: Bagus! Bagus sekali batu itu!
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 27 Mei 2024 - Janji Pemulihan Berlaku Atas Semua Ciptaan - Roma 8:19-21 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 25 Mei 2024 - Memberi Diri Diselamatkan Dari Angkatan Jahat - Kisah Para Rasul 2:40 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,