gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 603 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Minggu, 24 Maret 2024

Khotbah GMIM Minggu, 24 Maret 2024 - Ia Akan Terhitung di Antara Orang-orang Durhaka - Markus 15:20b-32
Walaupun penderitaan dan salib pada saat ini tidak ada yang menggembirakan, tetapi mendukakan, namun setelah itu, salib ini membuahkan mahkota kemuliaan bagi mereka yang melewatinya

Markus 15:20b-32
Yesus disalibkan
(#15-#20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. 15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. 15:22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. 15:23 Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. 15:25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan. 15:26 Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi". 15:27 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. 15:28 (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.") 15:29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, 15:30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" 15:31 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! 15:32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.


Penjelasan:
* Para serdadu, pada waktu yang telah ditentukan, menggiring-Nya dari gedung pengadilan Pilatus ke tempat penghukuman (ay. 20), seperti domba yang akan disembelih; Ia dienyahkan bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan walaupun Ia tidak berdosa. Supaya jangan Kristus mati akibat beratnya beban kayu salib yang dipikul-Nya, yang nantinya bisa membuat mereka tidak bisa lagi menyiksa-Nya secara kejam, maka mereka memaksa Simon orang Kirene untuk memikul salib bagi Kristus. Saat itu Simon sedang lewat, dan baru datang dari luar kota atau dari ladang, dan tidak memikirkan hal semacam ini sebelumnya. Perhatikanlah, kita jangan menganggap aneh jika salib menimpa kita secara tiba-tiba dan kita dikejutkan olehnya. Salib merupakan beban yang begitu mengganggu dan berat, tetapi orang yang memikulnya selama beberapa menit mendapatkan kehormatan untuk membuat namanya tertulis di dalam kitab Allah, yang kalau tidak demikian dia hanyalah seseorang yang tidak dikenal, sehingga di mana pun Injil ini diberitakan, kisah ini akan diceritakan untuk mengenangnya. Demikian pula halnya, walaupun penderitaan dan salib pada saat ini tidak ada yang menggembirakan, tetapi mendukakan, namun setelah itu, salib ini membuahkan mahkota kemuliaan bagi mereka yang melewatinya.

* Penyaliban (15:22-32)

    Dalam pasal ini diceritakan tentang penyaliban Tuhan Yesus.

I. Tempat Kristus disalibkan disebut Golgota, yang berarti Tempat Tengkorak. Sebagian orang berpendapat bahwa tempat itu diberi nama demikian karena di sanalah kepala dari penjahat-penjahat dipenggal. Tempat ini merupakan tempat penghukuman umum, sama seperti Tyburn [tempat penghukuman umum di London, Inggris -- ed.], karena Kristus dalam segala hal terhitung di antara para penjahat. Saya tidak tahu bagaimana memberikan suatu komentar pujian untuk tempat ini, tetapi berbagai penulis pada zaman dulu menyebutkan bahwa sudah menjadi tradisi pada saat itu kalau di tempat ini bapa kita yang pertama Adam dimakamkan, dan mereka berpikir bahwa sangatlah sesuai kalau di sanalah Kristus harus disalibkan. Karena seperti di dalam Adam semua mati, demikian pula di dalam Kristus semua akan dihidupkan. Tertulian, Origen, Krisostom, dan Epifanius (nama-nama besar) memberikan perhatian khusus pada masalah ini, bahkan Siprianus menambahkan Creditur à piis -- banyak orang baik yang percaya bahwa darah Kristus yang disalibkan benar-benar menetes ke atas tengkorak Adam, yang dikuburkan di tempat yang sama. Yang lebih dipercaya lagi adalah tradisi yang mengatakan bahwa Bukit Kalvari ini merupakan sebuah bukit yang terletak di tanah Moria (pastilah bukit ini terletak di tanah Moria karena wilayah di sekitar Yerusalem memang disebut demikian). Di sanalah Ishak dulu akan dikorbankan, kemudian dombalah yang dikorbankan sebagai gantinya. Ketika Abraham menamakan tempat itu Jehovah-jireh -- TUHAN akan menyediakan, saat itu ia melihat hari Kristus yang dinantikannya akan dipenuhi di atas gunung TUHAN.

II. Waktu ketika Kristus disalibkan adalah jam ketiga [LAI: jam sembilan -- pen.] (ay. 25). Dia dibawa ke hadapan Pilatus sekitar jam keenam (Yoh. 19:14) menurut perhitungan orang Romawi, yang digunakan Yohanes, yang juga sesuai dengan perhitungan kita sekarang ini yaitu jam enam pagi, dan kemudian pada jam ketiga, menurut perhitungan orang Yahudi, yaitu sekitar jam sembilan pagi, atau beberapa waktu sesudahnya, mereka memaku-Nya di kayu salib. Dr. Lighfoot berpendapat bahwa jam ketiga disebutkan di sini untuk menunjukkan perasaan jengkel akan perbuatan jahat para imam. Imam-imam itu di sini sedang menghukum mati Kristus, walaupun waktunya sudah lewat jam ketiga, ketika mereka seharusnya sedang beribadah di Bait Suci dan mempersembahkan korban pendamaian. Hari itu adalah hari pertama hari raya makan roti yang tidak beragi, dan pada perayaan ini akan diadakan pertemuan kudus. Persis pada saat itu, ketika mereka seharusnya memimpin ibadah umum sesuai dengan tugas jabatan mereka, mereka di sini malah mengerahkan segala kebencian mereka terhadap Tuhan Yesus. Padahal mereka ini jugalah yang merupakan orang-orang yang tampaknya mencintai Bait Suci dengan sangat berkobar-kobar dan mengutuk Kristus karena Dia berbicara menentang Bait Suci itu. Perhatikanlah, banyak orang mengklaim bahwa mereka berjuang untuk gereja, padahal mereka tidak memperhatikan betapa jarangnya mereka pergi ke gereja.

III. Betapa terhinanya Kristus pada saat Dia terpaku di kayu salib.

    Seolah-olah penyaliban itu sendiri belum cukup menghina, mereka menambahkan beberapa hal lagi kepada penghinaan ini.

. Oleh karena merupakan kebiasaan untuk memberikan anggur kepada orang yang dihukum mati, mereka memberi-Nya anggur, teapi bercampur mur, yang rasanya pahit dan memuakkan. Dia mengecapnya, tetapi tidak mau meminumnya; Dia bersedia mengakui pahitnya anggur itu, tetapi keuntungannya tidak.

. Oleh karena pakaian orang yang disalibkan itu menjadi hak milik dari para algojo, seperti juga yang biasa berlaku bagi kita, maka para serdadu itu membuang undi atas pakaian-Nya (ay. 24); mereka melempar dadu (seperti yang dilakukan serdadu-serdadu kita di atas kulit genderang). Dengan demikian mereka bersukaria di atas penderitaan-Nya dan duduk-duduk sambil bermain sementara Ia tergantung kesakitan.

. Mereka memasang sebuah tulisan di atas kepala-Nya, dengan niat untuk mengolok-olok-Nya, tetapi yang terjadi sebenarnya justru memberikan perlakuan yang adil sekaligus terhormat kepada-Nya. Tulisan itu berbunyi, Raja orang Yahudi (ay. 26). Dalam tulisan ini tidak ada kejahatan yang dituduhkan, selain dari kedaulatan-Nyalah yang diakui. Mungkin Pilatus bermaksud memberikan penghinaan kepada Kristus sebagai raja yang tersandung, atau kepada orang Yahudi, yang dengan kekerasan telah memaksa dia untuk menghukum Kristus walaupun ini bertentangan dengan hati nuraninya, sebagai bangsa yang tidak layak mendapatkan seorang raja yang lebih baik daripada yang terlihat pada diri Kristus saat itu. Namun demikian, Allah memaksudkan tulisan ini sebagai pernyataan mengenai Kristus, sekalipun di atas kayu salib, sebagai Raja Israel; walaupun dalam hal ini Pilatus tidak menyadari apa yang dia tulis, seperti halnya Kayafas dengan apa yang dia katakan (Yoh. 11:51). Kristus yang disalib adalah Raja atas jemaat-Nya, yaitu umat Israel-Nya secara rohani. Bahkan saat tergantung di kayu salib, Ia seperti seorang raja, yang menaklukkan musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh umat-Nya, dan menang atas mereka (Kol. 2:15). Nah, Kristus pada saat itu sedang menuliskan hukum-hukum-Nya di dalam darah-Nya sendiri dan sedang menyiapkan berbagai anugerah-Nya bagi umat-Nya. Kapan saja kita memandang Kristus yang disalib, kita harus mengingat tulisan yang terpasang di atas kepala-Nya itu, bahwa Ia seorang Raja, dan kita harus menyerahkan diri untuk menjadi pengikut-pengikut-Nya, seperti layaknya umat Israel yang sejati.

. Mereka menyalibkan dua orang penyamun bersama Kristus, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya, dan Kristus berada di tengah-tengah sebagai yang paling buruk dari ketiganya (ay. 27); begitu besarnya penghinaan yang ingin mereka berikan kepada-Nya dengan perlakuan ini. Tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut juga pasti membuat-Nya terganggu. Sebagian orang yang pernah ditahan dalam penjara-penjara umum karena bersaksi bagi Kristus, menyatakan bahwa mereka sangat mengeluh lebih mengenai sesama tahanan yang mengutuk dan bersumpah serapah daripada karena kesengsaraan lain apa pun yang mereka alami di dalam penjara. Nah, dalam keadaan itulah Tuhan Yesus disalib. Sewaktu hidup, dengan kesempatan yang tersedia bagi-Nya, Dia bergaul dengan orang-orang berdosa, supaya bisa berbuat baik untuk mereka. Begitu pula kini sewaktu Dia mati, untuk tujuan yang sama, Dia bergabung dengan orang-orang berdosa, karena Dia datang ke dunia, dan meninggalkannya, untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, bahkan para pendosa besar sekalipun. Akan tetapi, yang menjadi perhatian khusus di sini dari penulis kitab Injil ini adalah penggenapan Kitab Suci di dalam peristiwa ini (ay. 28). Dalam nubuat yang terkenal mengenai penderitaan Kristus itu (Yes. 53:12), dikatakan bahwa Dia akan terhitung di antara orang-orang durhaka, karena Dia dijadikan dosa untuk kita.

. Orang-orang yang menonton, yaitu sebagian besar dari mereka, bukannya bersimpati terhadap Kristus di dalam kesengsaraan-Nya, mereka justru menambahkan kesengsaraan itu dengan menghina-Nya. Pasti tidak pernah ada sebelumnya contoh perlakuan yang biadab dan tidak manusiawi seperti itu terhadap penjahat yang paling keji sekalipun. Namun, begitulah Iblis menunjukkan kegeramannya yang hebat melawan Kristus, dan demikianlah pula Kristus menyerahkan diri-Nya untuk mengalami penghinaan yang paling buruk yang bisa dilakukan terhadap-Nya.

(1) Bahkan orang yang lewat, yang sama sekali tidak ada urusannya, menghujat Dia (ay. 29). Jika hati mereka sudah sedemikian kerasnya sampai rasa belas kasihan mereka sudah tidak bisa tergerak lagi oleh pemandangan seperti itu, seharusnya setidaknya mereka sudah merasa puas begitu sudah mengetahui apa yang sedang terjadi. Tetapi ini tidaklah demikian, karena bukan saja tidak berperikemanusiaan, mereka ini seolah seperti setan dalam rupa manusia. Mereka malah mengejek-Nya dan mengungkapkan rasa benci dan amarah yang amat sangat terhadap-Nya. Mereka melontarkan banyak panah ke arah-Nya, yaitu kata-kata yang pahit. Tidak diragukan lagi bahwa imam-imam kepalalah yang menaruh cemoohan ini ke dalam mulut mereka, "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, sekarang, jika Engkau bisa, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu." Mereka merasa menang, seolah-olah setelah berhasil menyalibkan-Nya, tidak ada lagi kini bahaya bahwa Dia akan merubuhkan Bait Suci. Padahal Bait Suci yang Ia bicarakan sedang Ia rubuhkan sekarang, dan memang dalam tiga hari Ia akan membangunnya kembali, dan Bait Suci yang mereka bicarakan memang akan Ia hancurkan, melalui perbuatan manusia, yang adalah pedang dan tangan-Nya, beberapa tahun tidak lama setelah itu. Ketika orang berdosa yang sudah merasa aman berpikir bahwa tidak ada lagi bahaya yang mengancam, maka pada saat itulah bahaya ini justru paling siap merenggut mereka. Hari Tuhan datang seperti pencuri kepada mereka yang menyangkal kedatangan-Nya dan berkata, "Di manakah janji kedatangan-Nya itu?" Hal ini terlebih-lebih lagi akan menimpa mereka yang menantang kedatangan-Nya itu dan berkata "Baiklah Ia lebih cepat lagi dan bersegera melakukan pekerjaan-Nya itu."

(2) Bahkan imam-imam kepala, yang diangkat dari antara rakyat dan ditahbiskan untuk kepentingan rakyat, bukannya seharusnya berbelas kasihan terhadap mereka yang berada di jalan yang salah dan bersikap lemah lembut terhadap mereka yang sedang menderita dan sekarat (Ibr. 5:1-2), malah sebaliknya menuangkan cuka, dan bukannya minyak, ke dalam luka-luka-Nya, dan mereka menambah kesakitan kepada-Nya yang sedang ditikam Allah (Mzm. 69:26). Mereka mengejek-Nya dengan berkata, "Orang lain Ia selamatkan, Ia sembuhkan, dan Ia tolong, tetapi sekarang tampaknya semuanya itu bukan berasal dari kekuatan-Nya sendiri, karena diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan." Mereka menantang-Nya untuk turun dari salib, jika Ia bisa (ay. 32). Biarlah mereka melihatnya, maka mereka akan percaya; padahal mereka tidak mau percaya ketika Ia memberi mereka suatu tanda yang lebih meyakinkan daripada itu, yakni ketika Dia bangkit dari kubur. Orang mungkin berpikir bahwa imam-imam kepala ini sekarang sudah mempunyai pekerjaan lain untuk dilakukan. Jika mereka tidak mau pergi untuk melakukan kewajiban mereka di Bait Suci, mereka bisa saja melakukan suatu pekerjaan yang tidak asing bagi profesi mereka. Walaupun tidak mau memberikan nasihat atau penghiburan kepada Tuhan Yesus saat itu, mereka bisa saja memberikan sedikit bantuan kepada dua orang penyamun itu ketika mereka sedang sekarat (dulu di negara-negara Katolik, mereka sangat melayani para penjahat yang dihukum dengan cara diremukkan dengan lindasan roda, yang merupakan suatu kematian yang sangat mirip dengan penyaliban); tetapi mereka pikir ini bukanlah tugas mereka.

(3) Bahkan orang-orang yang disalibkan bersama-Nya juga menghina-Nya (ay. 32); salah satu dari mereka melakukannya. Begitu menyedihkannya kekerasan hati orang itu, bahkan sekalipun dia sedang begitu menderita sengsara dan berada di gerbang kekekalan.



* ALASAN PEMILIHAN TEMA
Gereja hadir di dalam dunia untuk memberitakan kabar keselamatan dan menjadi saksi yang hidup menyuarakan kebenaran di tengah ketidakbenaran dan ketidakadilan. Gereja ada di dalam dunia yang terdiri dari orang-orang benar dan orang-orang durhaka. Gereja yang kepalanya Yesus Kristus melayani dunia, baik bagi orang benar maupun orang durhaka. Realitasnya, gereja terkadang hanya terbuka dan melayani orang-orang yang dianggap "baik". Dan terkesan mengabaikan "orang-orang durhaka" yang tidak segan berbuat kejahatan, bahkan dijauhi. Sementara itu mereka justru diterima, dilayani, disambut dengan baik di club malam, di tempat mesum, di komunitas pecandu narkoba, miras, pecinta sex bebas, judi dan lain-lain.

Oleh karena itu, sebagai orang-orang percaya yang adalah tubuh Kristus (gereja), perlu mencermati secara tajam untuk menciptaKan pola pelayanan yang berpihak terhadap kaum marjinal (terpinggirkan). Termasuk yang ada di sekitar kita, antara lain mantan nara pidana, pemabuk, preman kampung, para begal, dan lain-lain.

Untuk itu, di Minggu Sengsara ke Enam ini, di angkat tema "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka", menjadi fokus perenungan sepanjang minggu ini.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Markus 15:20b-32 bercerita tentang bagaimana Yesus Kristus disalibkan. Injil Markus adalah Injil kedua dalam Alkitab dan yang paling pendek dari kitab Injil lainnya (hanya 16 pasal). Menurut kebanyakan ahli Alkitab menyebut, Injil Markus sebagai Injil yang tertua (ditulis paling awal) dan digolongkan ke dalam Injil sinoptis bersama Injil Matius dan Lukas. Ditulis oleh Markus yang disebut juga Yohanes (Kisah 12:12), kemenakan Barnabas (Kolose 4:10), yang adalah rekan sekerja Paulus di antara tahun 64-67 Masehi. Markus mencatat bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan peristiwa yang sangat penting dalam karya penyelamatan Tuhan Allah bagi manusia dan dunia.

Ayat 20b. Dari gedung pengadilan, Yesus Kristus dibawa keluar dengan memikul salib yang berat menuju ke tempat penyaliban. Dalam pemahaman masyarakat di saat itu,
penyaliban merupakan proses kematian yang menyakitkan, karena orang yang disalib akan mengalami kematian secara perlahan. Bagi orang Romawi, penyaliban adalah proses kematian memalukan yang berlaku hanya bagi para pemberontak dan pelaku kriminal. Penyaliban harus dialami Yesus Kristus, karena pemerintah Roma menuduh-Nya pemberontak. Sedangkan dalam Hukum Yahudi, orang yang dihukum gantung adalah orang yang dikutuk Tuhan Allah (bdk. Ul. 21:23).

Orang yang disalib, kedua tangannya diikat, kaki diberi pijakan kayu dan dijemur di terik matahari serta menjadi tontonan publik. Penyaliban Yesus Kristus justru lebih daripada itu, sebab kedua tangan dan kaki Tuhan Yesus dipakukan pada kayu salib hingga mengeluarkan darah dan dijemur di bawah terik matahari. Benarlah yang disebutkan dalam Ibrani 9:22, "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."

Ayat 21. Melihat kelelahan fisik yang dialami Yesus Kristus (dipakaikan mahkota duri, dipukul kepala-Nya dengan buluh dan disesah), membuat tentara Romawi memaksa Simon dari Kirene untuk memikul salib yang dipikul-Nya. Bukan karena kasihan, tetapi karena mereka tidak ingin Yesus Kristus mati di perjalanan saat menuju penyaliban. Kirene adalah salah satu kota besar di Libya. Afrika Utara. Pada waktu itu, Simon, ayah dari Aleksander dan Rufus sedang melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah dan Pentakosta. Rufus salah seorang anak dari Simon disebut juga sebagai orang pilihan Tuhan dan yang disebut oleh Paulus dalam surat Roma 16:13.

Ayat 22-23. Yesus Kristus dibawa ke Golgota yang menjadi tempat penyaliban orang-orang yang mendapat hukuman mati dari pemerintah Romawi. Golgota berasal dari bahasa Arab yaitu Gulgatta artinya tengkorak dan dalam bahasa Latin disebut Calva/calvarium diturunkan menjadi kata Calvary. Tempat ini berada di dekat Kota Yerusalem (Yoh. 19:20) dan menjadi tempat jalan umum. Orang yang disalibkan di Golgota bukan hanya menderita fisik tapi terlebih batin, karena orang yang melewati jalan itu akan mencela dan mengolok-olok Dia.

Tentara Romawi memberi minum kepada Yesus Kristus berupa anggur bercampur mur (dalam Matius 27:34 disebut bercampur empedu, yang diberikan sebelum la disalib, Luk. 23:26 disebut anggur asam diberikan sesudah la disalib). Jenis minuman ini berfungsi sebagai obat bius untuk mengurangi rasa sakit dan Yesus Kristus menolaknya. Penolakan Yesus Kristus terhadap minuman yang diberikan membuktikan bahwa Ia tidak mau rasa sakit-Nya dikurangi. Yesus Kristus betul-betul rela menanggung dosa dunia dengan penderitaan yang paripurna (sempurna).

Ayat 24-28. Yesus Kristus disalibkan jam sembilan pagi di antara dua orang penyamun. Dalam kebiasaan orang Romawi, yang disalibkan di posisi tengah adalah orang dianggap paling berbahaya. Dengan itu, membuktikan bahwa "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka". hal ini adalah penggenapan nubuatan nabi Yesaya tentang hamba yang menderita (Yes. 53:12). Ia harus melewati penderitaan, disalib dan mendapat cela, semata-mata untuk keselamatan manusia. Dalam proses penyelamatan-Nya, Yesus Kristus tidak memilih bagian penderitaan mana yang akan dilewati, tetapi semua bagian dilalui-Nya dengan taat dan setia. Pakaian Yesus Kristus dibagi-bagi oleh tentara Romawi dengan cara diundi. Ini juga adalah penggenapan dari Mazmur 22:19. Sesuai dengan tradisi Romawi berlaku bahwa tentara-tentara akan mewarisi barang orang yang terhukum.

Tulisan di atas kepala Yesus Kristus: "Raja orang Yahudi" merupakan perintah Pilatus (Yoh. 19:19). Hal ini menggambarkan bahwa Pilatus pun mengakui Yesus Kristus adalah Raja. Karena itu, tulisan ini sangat ditentang oleh Imam-imam Kepala, mereka menghendaki bahwa yang harus ditulis adalah "Ia mengatakan Aku adalah raja orang Yahudi" (Yoh. 19:21). Kalimat ini merupakan ejekan para imam kepada Tuhan Yesus.

Ayat 29-32. Penyaliban Yesus Kristus menjadi tontonan orang banyak dan di tengah orang banyak itu muncul berbagai hujatan dan olok-olokan sambil menggelengkan kepala sebagai bentuk penghinaan yang mau merendahkan derajat dan martabat Yesus Kristus. Akan tetapi ejekan dan penghinaan dari para Imam dan orang banyak sebenarnya menunjuk pada kultur orang Yahudi yang selalu meminta tanda. Sebab bila memang Yesus Kristus turun dari salib pasti akan membuat mereka percaya. Namun tidaklah demikian dengan Yesus Kristus, karena mengorbankan diri-Nya atas kehendak Bapa-Nya.

Makna dan Implikasi Firman
1. Gereja di tengah kemajemukan agama, sosial, budaya dan berbagai karakter manusia, hams berani menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran. Meneladani Yesus Kristus, dengan menolak prilaku durhaka yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan persekutuan umat Tuhan.

2. Yesus Kristus tidak memilih bagian yang dirasa aman dan nyaman menuju Golgota, tetapi semua jalan penderitaan dilewati-Nya sebagai bentuk ketaatan dan kesetiaan kepada Bapa-Nya untuk keselamatan manusia dan dunia. Orang percaya harus siap menjalani penderitaan itu sebagai panggilan untuk solider dengan pengorbanan Yesus Kristus. Seperti yang pernah dikatakan Yesus Kristus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (pasal 8:34).

3. Yesus Kristus disalibkan di tengah dua orang penyamun membuktikan bahwa Ia benar-benar terhitung di antara orang-orang durhaka. Dengan demikian, Yesus Kristus meneladankan bahwa gereja pun terpanggil untuk melayani tidak hanya terbatas pada orang-orang benar tapi juga untuk mereka yang terpinggirkan secara sosial budaya, politik dan ekonomi. Karena semua manusia sangat berharga di mata Tuhan. Inilah kemuliaan dari pengorbanan Yesus Kristus yang suci sebagai bukti kasih-Nya yang sempurna.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa pemahaman saudara-saudara tentang tema "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka" berdasarkan bacaan Markus 15: 20b-32?
2. Mengapa di zaman ini banyak orang tergoda untuk melakukan hal-hal durhaka terhadap sesama?
3. Bagaimana bentuk pelayanan gereja terhadap orang-orang durhaka dan mereka yang terpinggirkan dalam jemaat dan masyarakat?

NAS PEMBIMBING: Yesaya 53:3

POKOK-POKOK DOA:
1. Gereja yang menghadapi tantangan dan pergumulan di tengah dunia agar tetap kuat menyuarakan kebenaran, keadilan dan kasih.
2. Orang percaya di manapun berada untuk jangan berprilaku durhaka terhadap sesama dan Tuhan. Dan agar dengan tetap setia dan taat mengikuti kehendak Tuhan sekalipun
harus menderita.
3. Orang-orang percaya diberi keberanian untuk melayani orang-orang yang terpinggirkan dari lingkungan sosialnya.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
MINGGU SENGSARA VI

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ.No.353 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil
Ses. Nas Pembimbing: NKB. No. 85 Kar'na Kasih-Nya
Pengakuan Dosa: NNBT. No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus
Pemberitaan Anugerah Allah: KJ. No.174b Ku Heran Jurus'lamatku
Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengara: KSK 110 Siapa Yang Setia
Persembahan: NKB. No. 84 Kub'rikan Bagimu, Tubuhku Darahku
Penutup: NNBT. No.29 Apakah Yang T'lah Engkau Lakukan

ATRIBUT
Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (Khi-Rho), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah Perjamuan Kudus Jumat Agung - Jumat, 29 Maret 2024, Ya Bapa Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku - Lukas 23:46-47

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 23 Maret 2024 - Inilah Saat Anak Manusia Diserahkan - Lukas 22:53




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,