gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 623 kali
Download MP3 Music
2 Samuel 15:1-12
Absalom mengadakan persepakatan gelap
15:1 Sesudah itu Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya. 15:2 Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: "Dari kota manakah engkau?" Apabila ia menjawab: "Hambamu ini datang dari suku Israel anu," 15:3 maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau." 15:4 Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil." 15:5 Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya. 15:6 Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel. 15:7 Sesudah lewat empat tahun bertanyalah Absalom kepada raja: "Izinkanlah aku pergi, supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada TUHAN. 15:8 Sebab hambamu ini, ketika masih tinggal di Gesur, di Aram, telah bernazar, demikian: Jika TUHAN sungguh-sungguh memulangkan aku ke Yerusalem, maka aku akan beribadah kepada TUHAN." 15:9 Lalu berkatalah raja kepadanya: "Pergilah dengan selamat." Maka berkemaslah Absalom dan pergi ke Hebron. 15:10 Dalam pada itu Absalom telah mengirim utusan-utusan rahasia kepada segenap suku Israel dengan pesan: "Segera sesudah kamu mendengar bunyi sangkakala, berserulah: Absalom sudah menjadi raja di Hebron!" 15:11 Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apapun tentang perkara itu. 15:12 Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom. 

Penjelasan:
* Hasrat Absalom untuk Berkuasa (15:1-6)
Tidak lama setelah Absalom dikembalikan ke tempatnya di istana, ia segera berencana menduduki takhta. Dia yang tidak merendah ketika mengalami kesusahan, menjadi congkak tak tertahankan ketika kesusahan itu telah berlalu. Absalom tidak bisa puas dengan kehormatan menjadi putra raja, dan peluang untuk menjadi penerusnya, tetapi ia ingin menjadi raja sekarang juga. Ibunya adalah seorang putri raja. Mungkin karena itulah ia menilai tinggi dirinya sendiri, dan memandang rendah ayahnya, yang hanyalah seorang anak Isai. Ibunya adalah anak perempuan dari seorang raja bangsa kafir, dan hal ini membuat Absalom kurang mempedulikan kesejahteraan Israel. Dalam buah pernikahan yang tidak membahagiakan itu, Daud menderita karena menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya. Ketika Absalom kembali mendapat perkenanan raja, seandainya ia memiliki sedikit rasa terima kasih, tentu ia akan berusaha untuk membalas budi ayahnya dan membuat dia tenang. Akan tetapi, sebaliknya, Absalom malah memikirkan cara untuk melemahkan dia, dengan mencuri hati rakyat darinya. Ada dua hal yang membuat seseorang disukai: kebesaran dan kebaikan.

I. Absalom tampak besar (ay. 1). Ia telah belajar dari raja Gesur (yang tidak diperbolehkan bagi raja-raja Israel) bagaimana memelihara banyak kuda. Hal ini membuatnya elok dipandang, sementara sang ayah, yang menunggang bagal (peranakan kuda dengan keledai -" pen.), terlihat hina. Rakyat menghendaki seorang raja seperti bangsa-bangsa lain, dan raja yang seperti itulah yang diinginkan Absalom, yang tampil dalam kemegahan dan keagungan, melebihi apa yang pernah dilihat di Yerusalem. Samuel pernah bernubuat bahwa inilah yang menjadi gaya hidup raja: Ia akan memiliki kereta dan penunggang kuda, dan sebagian orang akan berlari di depan keretanya (1Sam. 8:11, KJV). Dan inilah yang menjadi gaya hidup Absalom. Lima puluh orang yang berlari di depannya (dengan berseragam mewah, dapat kita duga), untuk memaklumkan kedatangannya, akan sangat memuaskan keangkuhan Absalom dan khayalan rakyat yang bodoh. Daud mengira bahwa pawai tersebut hanya dimaksudkan untuk menyemarakkan istananya, sehingga ia mengabaikannya. Orangtua yang membiarkan sifat sombong tumbuh dalam diri anak-anak mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Sebab saya telah melihat lebih banyak pemuda hancur karena kesombongan daripada karena hawa nafsu apa pun.

II. Absalom juga akan tampak sangat baik, tetapi dengan rancangan yang sangat jahat. Seandainya ia membuktikan dirinya sebagai anak dan hamba yang baik, dan menetapkan hati untuk melayani kepentingan ayahnya, maka ia sudah melakukan kewajibannya untuk saat ini, dan menunjukkan dirinya layak menerima kehormatan-kehormatan di masa depan, setelah ayahnya wafat. Orang yang tahu bagaimana mematuhi perintah dengan baik, tahu bagaimana memerintah. Tetapi menunjukkan betapa dirinya akan menjadi hakim dan raja yang baik, hanyalah memperdayai diri sendiri dan orang lain. Orang yang sungguh-sungguh baik adalah orang yang baik di tempat mereka sendiri, bukan yang mengaku-ngaku betapa baiknya mereka seandainya ada di tempat orang lain. Tetapi justru ini sajalah kebaikan yang kita dapati dalam diri Absalom.
            1. Absalom berharap kalau saja dirinya menjadi hakim di Israel (ay. 4). Ia mempunyai segala kemegahan dan kesenangan yang dapat diinginkannya. Ia hidup sebagai orang besar dan dengan segala kemudahan yang dapat diharapkan setiap orang. Namun, hal ini belum memuaskannya, kecuali dia mempunyai kekuasaan juga: Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Dia sendiri yang seharusnya dihukum mati atas pembunuhan, dengan lancang hendak menjadi hakim atas orang lain. Kita tidak membaca apa pun tentang hikmat Absalom, kebajikannya, atau pengenalannya akan hukum Taurat. Tidak pula ia pernah memberikan bukti akan cintanya pada keadilan, kenyataannya malah sebaliknya. Sekalipun begitu, dia berkeinginan untuk menjadi seorang hakim. Perhatikanlah, orang yang paling berhasrat untuk mendapat kedudukan biasanya orang yang paling tidak pantas untuk itu. Orang yang paling memenuhi syarat adalah orang yang paling rendah hati dan merasa tidak mampu, sementara orang yang berkata, sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini, tidaklah lebih baik daripada roh Absalom.
            2. Absalom menempuh jalan yang sangat jahat untuk mencapai keinginannya itu. Kalau saja ia dengan rendah hati memohon kepada ayahnya supaya ia ditugaskan untuk menegakkan keadilan, dan berusaha untuk membuat dirinya layak untuk itu sesuai dengan ketentuan hukum (Kel. 18:21), maka sudah dipastikan ia akan mengisi tempat sebagai hakim berikutnya. Tetapi ini kedudukan yang terlalu rendah bagi jiwanya yang congkak. Ia tidak sudi menjadi bawahan, sekalipun itu bawahan ayahnya sendiri yang adalah raja. Ia harus menjadi yang tertinggi atau tidak sama sekali. Absalom ingin menjadi hakim yang begitu hebat hingga semua orang yang memiliki perkara apa saja datang kepadanya. Dalam segala perkara, dan atas semua orang, ia harus memimpin, tanpa mempertimbangkan betapa lelahnya jika semua orang datang kepada dia. Musa saja tidak mampu menanggungnya. Orang yang hendak menggenggam kekuasaan begitu besar, begitu amat besar, tidak tahu apa itu kekuasaan. Demi memperoleh kekuasaan yang diinginkannya, Absalom berusaha menanamkan dalam pikiran rakyat,
                (1) Gambaran yang buruk tentang pemerintahan pada saat ini, seolah-olah semua urusan kerajaan diabaikan sama sekali, dan tidak ditangani. Absalom mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang mempunyai urusan dengan badan pengadilan, dan mencari tahu apa keperluan mereka. Lalu,
- Dengan menanyakan perkara mereka secara umum dan sepintas lalu, ia menyatakan perkara mereka baik: Lihat, perkaramu itu baik dan benar. Absalom memberikan penghakiman hanya dengan mendengar dari satu pihak, tetapi berani-beraninya ia menganggap diri cocok menjadi hakim! Sebab orang yang tidak dapat memoles ceritanya dengan baik, ketika ia sendiri yang harus menceritakannya, pasti mempunyai perkara yang buruk. Akan tetapi,
- Absalom memberi tahu mereka bahwa percuma saja membawa perkara itu ke hadapan takhta raja: “Dari pihak raja tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan engkau. Raja sendiri sudah tua, dan tidak bisa bekerja lagi, atau begitu sibuk dengan ibadahnya sehingga tidak pernah memperhatikan pekerjaan. Anak-anaknya begitu kecanduan dengan kesenangan-kesenangan mereka sehingga, meskipun menyandang gelar sebagai para pemimpin utama, mereka tidak memperhatikan urusan-urusan yang menjadi tanggung jawab mereka.” Lebih jauh lagi, tampaknya Absalom secara tidak langsung menyatakan betapa dirinya sangat dibutuhkan ketika ia dibuang dan ditahan, dan betapa rakyat menderita karena pembuangannya itu. Apa yang dikatakan dengan benar oleh ayahnya pada masa pemerintahan Saul (Mzm. 75:4, KJV), dikatakan Absalom dengan salah: Negeri hancur dan semua penduduknya. Semuanya akan rusak dan runtuh, kecuali aku mengokohkan tiang-tiangnya. Setiap pemohon dihasut untuk percaya bahwa mereka tidak akan menerima keadilan, jika bukan Absalom yang menjadi wakil raja atau hakim ketua. Itulah cara orang yang rusuh, suka memecah belah, dan berhasrat untuk berkuasa. Mereka mencela pemerintahan yang di bawahnya mereka hidup. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan (2Ptr. 2:10). Bahkan Daud sendiri, raja yang terbaik, dan pemerintahannya, tidak luput dari celaan-celaan yang paling buruk. Orang yang hendak merebut kekuasaan biasanya berkoar-koar tentang berbagai hal yang menyebabkan ketidakpuasan, dan berlagak tidak merencanakan hal lain selain mengatasi ketidakpuasan itu, seperti yang dilakukan Absalom di sini.

(2) Gambaran yang baik tentang kelayakan Absalom sendiri untuk memerintah. Supaya rakyat berkata, “Sekiranya Absalom menjadi hakim!” dan mereka memang cenderung menghendaki perubahan, maka Absalom menggambarkan dirinya kepada mereka,
- Sebagai orang yang sangat rajin. Ia bangun pagi-pagi, dan tampil di muka umum sebelum anak-anak raja yang lain bangkit bergerak. Lalu ia berdiri di tepi jalan yang menuju pintu gerbang, tempat pengadilan berada, sebagai seorang yang luar biasa peduli untuk memastikan keadilan ditegakkan dan urusan rakyat diselesaikan.
- Sebagai orang yang sangat ingin tahu, dan mau memahami dengan baik perkara setiap orang. Dia ingin mengetahui dari kota mana asalnya setiap orang yang datang meminta keadilan, supaya ia bisa mendapat keterangan tentang setiap bagian dari kerajaan itu dan bagaimana keadaannya (ay. 2).
- Sebagai orang yang sangat akrab dan rendah hati. Bila ada orang Israel yang datang mendekat untuk sujud kepadanya, Absalom meraih orang itu dan merangkulnya sebagai teman. Tidak ada orang lain yang bersedia merendah seperti itu, padahal hatinya secongkak hati Lucifer. Rencana-rencana yang penuh dengan hasrat besar sering kali dijalankan melalui perbuatan yang nampaknya seperti merendahkan diri (Kol. 2:23). Absalom tahu betapa orang besar itu akan disukai apabila ia ramah dan santun, dan betapa hal itu dapat memenangkan hati rakyat biasa. Andai saja ia melakukannya dengan tulus, tentulah itu akan menjadi pujian baginya. Tetapi menjilat rakyat supaya ia dapat mengkhianati mereka di kemudian hari adalah kemunafikan yang menjijikkan. Ia membungkuk, dan meniarap, untuk menangkap mereka ke dalam jaringnya (Mzm. 10:9-10).


* Pemberontakan Absalom (15:7-12)
Dalam perikop ini kita mendapati meletupnya pemberontakan Absalom, yang telah lama direncanakannya. Pemberontakan itu dikatakan terjadi sesudah lewat empat puluh tahun (ay. 7, KJV). Namun, kita tidak diberi tahu dari mana dimulai penghitungan empat puluh tahun itu. Bukan sejak Daud memulai pemerintahannya, sebab jika demikian berarti pemberontakan itu jatuh pada tahun terakhir hidupnya, sesuatu yang tidak mungkin. Tetapi ada kemungkinan pemberontakan itu terhitung sejak Daud pertama kali diurapi oleh Samuel tujuh tahun silam. Atau lebih tepatnya (menurut saya), sejak umat Israel menginginkan seorang raja, dan pemerintahan pertama kali berubah menjadi kerajaan, yang terjadi kira-kira sepuluh tahun sebelum Daud naik takhta. Penghitungan tersebut cocok, untuk menunjukkan bahwa roh yang sama yang senantiasa gelisah masih terus bekerja, dan masih juga rakyat menginginkan perubahan, dahulu menghendaki bentuk pemerintahan baru, sekarang menghendaki orang baru. Jadi, pemberontakan itu terjadi kira-kira pada tahun ketiga puluh pemerintahan Daud. Setelah rencana Absalom sekarang matang untuk dilaksanakan,

I. Tempat yang dipilihnya untuk mengadakan pertemuan dengan kelompoknya adalah Hebron, tempat ia dilahirkan dan ayahnya memulai pemerintahannya, dan meneruskannya selama beberapa tahun. Hal itu akan memberikan suatu keuntungan bagi tuntutan-tuntutannya. Semua orang mengenal Hebron sebagai kota kerajaan. Kota itu terletak di pusat wilayah Yehuda, suku yang mungkin menurut Absalom akan mendukungnya dengan kuat.

II. Dalih yang dikemukakan Absalom untuk pergi ke Hebron sekaligus mengundang teman-temannya adalah untuk mempersembahkan korban kepada Allah, untuk memenuhi nazar yang telah dibuatnya sewaktu dalam pembuangan (ay. 7-8). Ada cukup alasan bagi kita untuk curiga bahwa ia tidak pernah bernazar seperti itu. Absalom tidak kelihatan seperti orang yang begitu saleh. Akan tetapi, orang yang bersedia melakukan pembunuhan dan pengkhianatan, tidak akan segan-segan untuk berdusta demi mencapai tujuannya. Jika ia berkata bahwa ia telah membuat nazar seperti itu, tiada seorang pun bisa membantahnya. 

Dengan dalih ini,
            1. Absalom mendapat izin dari ayahnya untuk pergi ke Hebron. Daud akan merasa senang sekali mendengar bahwa putranya, sewaktu dalam pembuangan, begitu rindu untuk kembali ke Yerusalem, yang bukan hanya merupakan kota ayahnya, melainkan juga kota Allah yang hidup. Bahwa anaknya itu berharap kepada Allah, untuk memulangkannya kembali, dan bahwa ia telah bernazar, jika dipulangkan kembali, untuk melayani Tuhan, pelayanan yang selama ini telah diabaikannya. Dan bahwa sekarang, setelah dibawa pulang, ia mengingat nazarnya, dan bertekad untuk memenuhinya. Jika Absalom berpikir bahwa memenuhi nazar itu pantasnya dilakukan di Hebron, dan bukan di Sion atau Gibeon, maka raja yang baik itu begitu senang dengan hal itu sendiri, hingga ia tidak akan keberatan dengan pilihan tempat yang dibuat anaknya. Lihatlah betapa orangtua yang lembut hatinya mau meyakini yang terbaik tentang anak-anak mereka, dan, berdasarkan pertanda kebaikan yang sekecil apa pun, mereka mau berharap, bahkan untuk anak-anak yang tidak berbakti, bahwa anak-anak mereka itu mau bertobat dan memperbaiki diri. Akan tetapi, betapa mudahnya bagi anak-anak untuk memanfaatkan kepercayaan orangtua mereka yang baik, dan memperdaya orangtua mereka dengan menunjukkan tingkah laku yang saleh, padahal mereka masih sama seperti yang dulu! Daud begitu gembira mendengar Absalom hendak beribadah kepada TUHAN, dan karena itu ia segera saja mengizinkannya pergi ke Hebron, dan pergi ke sana dengan penuh kesungguhan.

            2. Absalom berhasil membuat sejumlah warga yang baik-baik dan berada untuk pergi bersamanya (ay. 11). Pergilah dua ratus orang, kemungkinan dari antara para pemuka Yerusalem, yang diundangnya untuk bergabung bersamanya dalam perjamuan korban yang diadakannya. Mereka pergi begitu saja, tanpa sedikit pun curiga bahwa Absalom mempunyai suatu maksud jahat dalam perjalanan ini. Dia tahu bahwa percuma saja membujuk mereka untuk bergabung dalam rencananya, sebab orang-orang itu tetap setia dengan teguh kepada Daud. Tetapi Absalom menarik mereka untuk menyertai dia, supaya rakyat biasa berpikir bahwa para pemuka itu berada di pihak Absalom, dan bahwa Daud sudah ditinggalkan oleh sebagian dari kawan-kawan terbaiknya. Perhatikanlah, bukan hal baru jika orang-orang yang sangat baik, dan hal-hal yang sangat baik, dimanfaatkan oleh orang-orang yang bermaksud buruk untuk menjadi kedok bagi tindakan-tindakan yang jahat. Apabila agama dijadikan topeng, dan korban dijadikan umpan, untuk melakukan penghasutan dan perebutan kekuasaan, maka tidak heran bila sebagian orang yang taat beragama -" seperti para pengikut Absalom ini di sini -" teperdaya oleh kepalsuan itu. Dan kemudian terjerat untuk memberikan dukungan terhadapnya, dengan nama mereka, padahal hati mereka membencinya, karena mereka tidak mengetahui selukbeluk Iblis.

III. Rencana yang disusun Absalom adalah membuat dirinya dimaklumkan sebagai raja di semua suku Israel setelah sebuah isyarat diberikan (ay. 10). 
Mata-mata telah dikirim ke setiap penjuru negeri, untuk bersiap menerima maklumat itu dengan kepuasan dan pekik sukacita, dan untuk membuat rakyat percaya bahwa berita itu sungguh benar dan juga sungguh baik, dan bahwa mereka semua berkepentingan untuk mengangkat senjata bagi raja baru mereka. Ketika maklumat ini tersebar luas secara tiba-tiba, “Absalom sudah menjadi raja di Hebron!” sebagian orang akan mengira bahwa Daud sudah mati, dan sebagian yang lain akan mengira bahwa dia telah turun takhta. Dengan demikian, orang-orang yang bersembunyi secara diam-diam akan menghimpun banyak orang untuk tampil bagi Absalom, dan datang melayaninya. Seandainya mereka mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, tentulah mereka akan jijik memikirkannya, tetapi, karena sudah terbujuk, mereka pun mau memberikan dukungan kepadanya. Lihatlah cara-cara licik seperti apa yang digunakan oleh orang-orang yang berhasrat untuk berkuasa demi mencapai tujuan mereka. Dalam hal pemerintahan, seperti juga dalam hal agama, janganlah kita lekas percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu.

IV. Orang yang terutama dibujuk dan diandalkan oleh Absalom dalam persepakatan ini adalah Ahitofel, seorang ahli pemerintahan, dan orang yang berkepala jernih dan berwawasan luas. Ia telah menjadi penasihat Daud, temannya dan orang kepercayaannya (Mzm. 55:14), sahabat karib yang dia percayai, yang makan rotinya (Mzm. 41:10). Akan tetapi, karena suatu kekesalan Daud terhadapnya, atau kekesalannya terhadap Daud, Ahitofel diusir, atau undur diri dari pekerjaan dengan orang banyak, lalu tinggal sendiri di desa. Bagaimana bisa orang yang memiliki dasar-dasar pegangan yang begitu baik seperti Daud, dan orang yang memiliki dasar-dasar pegangan yang begitu bobrok seperti Ahitofel, berjalan berdampingan untuk waktu yang lama? Tidak ada alat lain yang lebih tepat yang dapat ditemukan Absalom di seluruh kerajaan, selain seorang pemuka negeri yang begitu besar, namun tidak puas dengan pemerintahan sekarang. Selagi mempersembahkan korban-korbannya, untuk membayar nazarnya yang pura-pura, Absalom menyuruh orang memanggil Ahitofel. Hatinya begitu terpatri pada rencana-rencana yang lahir dari hasratnya untuk berkuasa itu, sehingga ia tidak dapat meneruskan ibadahnya sampai selesai. Hal ini menunjukkan apa yang sebenarnya dia incar dalam semuanya itu, dan bahwa ia hanya berpura-pura membuat persembahan-persembahan dalam waktu yang lama.

V. Kelompok yang bergabung dengan Absalom pada akhirnya terbukti sangat besar. Makin banyak rakyat yang memihak Absalom, sehingga persepakatan gelap itu menjadi kuat dan menakutkan. Setiap orang yang pernah dipuji dan disanjungnya, dengan mengatakan bahwa perkara mereka baik dan benar, terutama jika sesudahnya perkara itu merugikan mereka, tidak hanya datang sendiri, tetapi juga sebisa mungkin membuat semua orang berpihak padanya, sehingga dia tidak kekurangan jumlah. Jumlah terbesar bukanlah pedoman yang pasti untuk menilai keadilan. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Kita tidak tahu apakah Absalom menyusun rencana ini karena hasrat dan kesenangannya yang mengebu-gebu untuk memerintah, ataukah karena di dalamnya ada juga kebencian terhadap ayahnya dan keinginan untuk membalas dendam atas pembuangan dan pengasingan yang telah dialaminya, meskipun hukuman itu jauh lebih ringan daripada yang pantas diterimanya. Akan tetapi, secara umum, orang yang mengincar mahkota pasti akan mengincar kepala orang yang mengenakannya.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 29 Januari 2024 - Etis Berkampanye - 2 Samuel 15:2-3

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 27 Januari 2024 - Mengambil Keputusan Yang Benar - Kisah Para Rasul 25:12




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,