|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Kisah Para Rasul 25:12Sabtu, 27 Januari 2024 RHK GMIM Sabtu, 27 Januari 2024 - Mengambil Keputusan Yang Benar - Kisah Para Rasul 25:12 12 Pe dengar itu, Gubernur Festus badiskusi deng de pe penasehat-penasehat, klar itu dia bilang, “Bapak da minta nae banding pa raja yang paling tinggi di krajaan Romawi, jadi ngana musti pi mangada pa dia.” 25:12 Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: "Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar." Penjelasan: * Allah Melindungi Paulus Hidup Paulus masih belum menentu, ia menghadapi orang paling berkuasa di Palestina (lihat Yohanes 19:10) "dan berkata, "Tidak": Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi. Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar! (ay. 10, 11). Teks kita memberitahu tentang suatu pergumulan hebat antara gubernur Romawi dan warganegara Romawi -"dan dengan pertolongan Allah, warganegara itu menang. Living Bible menerjemahkan perkataan Paulus sebagi berikut: Tidak! Aku meminta hak istimewaku untuk berdiri di hadapan pengadilan Kaisar sendiri. Engkau sendiri benar-benar tahu bahwa aku tidak bersalah. Jika aku telah melakukan sesuatu yang layak dihukum mati, aku rela mati! Tetapi jika aku tidak bersalah, baik engkau atau siapa saja tidak punya hak untuk menyerahkan aku kepada orang-orang ini untuk dibunuh. Aku naik banding kepada Kaisar. (Huruf miring oleh mereka.) Seorang warganegara Romawi punya hak untuk naik banding kepada Kaisar jika ia yakin kasusnya tidak ditangani dengan benar. Ada sedikit pengecualian bagi hak ini (seperti halnya kasus-kasus yang melibatkan pembunuhan atau pencurian yang tertangkap basah), namun ini merupakan salah satu hak utama warganegara Romawi.33Jika seorang warganegara berkata, "Caesarem appello ,"34dengan segera kasus itu ditarik dari tangan hakimnya. Kaisar pada waktu Paulus naik banding adalah Nero, yang naik takhta pada 54 M. Karena mengetahui sejarah Nero yang berlumuran darah, kita mungkin merasa aneh bahwa Paulus punya keinginan untuk meletakkan nyawanya di tangan Nero. Namun begitu, selalulah diingat bahwa lima tahun pertama pemerintahan Nero (sewaktu ia berada di bawah pengaruh Seneca35dan yang lainnya) dianggap sebagai "zaman keemasan" oleh bangsa Romawi. "Pada tahun 59 M. hanya ada sedikit peringatan tentang pelbagai kejadian di tahun 64 dan 65 M."36 Sudah pasti Festus terkejut. Meskipun setiap warganegara Romawi punya hak untuk naik banding ke Roma, hanya sedikit yang berfaedah bagi mereka sebab timbulnya rasa malu dan ketidaknyamanan. Masuk ke ibu kota di bawah pengawal bersenjata adalah bukan ambisi siapa saja. Selain itu, orang biasa tidak akan mampu menyediakan waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan, ditambah tinggal di Roma untuk menunggu kasusnya dimasukkan dalam agenda persidangan (lihat 28:30). Karena bingung, Festus "... berunding dengan anggota-anggota pengadilan"37(25:12a) untuk mempertimbangkan apa yang harus ia perbuat. Mereka sudah tentu memberitahu dia bahwa Paulus benar-benar berada dalam haknya-"dan sebagai wakil Roma, gubernur itu tidak punya pilihan lain. Dengan wajah memerah Festus kembali ke pengadilan dan mengucapkan perkataan kuno: Caesarem appellesti; ad Caesarem ibis : "Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar" (ay. 12b). Selagi Festus mengucapkan perkataan itu, ia mungkin diliputi emosi yang campur aduk. Ia mungkin merasa sakit hati oleh penolakan tegas tak terduga dari "seorang yang tak berarti." Ia pasti merasa gugup mengenai bagaimana cara menangani urusan ini supaya tidak berdampak pada pemerintahannya. Ia juga mungkin merasa lega; begitu mahluk yang menyusahkan ini dan kasus yang memberatkan ini tidak akan lagi menjadi tanggung jawabnya! Gubernur itu "menyuruh menahan dia [Paulus]" sampai beberapa persiapan bisa diselesaikan untuk "mengirim dia kepada Kaisar" (ay. 21). Pada akhirnya, Paulus berangkat ke Roma! Selagi kita memikirkan tentang naik banding Paulus, beberapa pertanyaan terlintas dalam pikiran: Karena Paulus sadar akan haknya untuk naik banding kepada Kaisar, mengapa ia tidak menuntut haknya itu sebelumnya (sehingga bisa terhindar dari pemenjaraan selama dua tahun di Kaisarea)? Mengapa baru pada saat itu ia akhirnya menuntut haknya itu? Kelihatannya, sampai pada saat Festus bicara tentang kembali ke Yerusalem, Paulus mengira ia punya lebih dari satu pilihan untuk sampai ke Roma. Salah satu pintu yang terbuka baginya adalah naik banding kepada Kaisar, namun pintu itu adalah pintu yang kurang disenangi.38 Paulus tidak punya keinginan pergi ke Roma sebagai seorang tawanan;39sebaliknya, ia ingin memasuki Roma sebagai orang bebas-"bebas pergi kemana ia mau, bebas memberitakan injil kemana ia suka. Selama dua tahun ditawan oleh Feliks, Paulus punya alasan untuk percaya bahwa ia bisa dibebaskan kapan saja. Ketika Feliks meninggalkan negeri itu tanpa membebaskan Paulus, maka satu pintu pilihan telah tertutup di hadapannya. Ketika jabatan gubernur dialihkan kepada Festus-" orang yang tidak punya pengertian tentang kelicikan orang-orang Yahudi maupun kebaikan agama Kristen-" maka pintu pilihan yang lain mulai meyumbat. Akhirnya, ketika gubernur itu memberitahu Paulus bahwa ia akan dibawa ke Yerusalem, maka hanya ada satu pintu pilihan yang tetap terbuka: naik banding kepada Kaisar. Paulus segera bergegas melewati pintu itu sebelum pintu itu juga tertutup. Apakah Paulus membuat kesalahan ketika ia naik banding kepada Kaisar? Bagaimanapun, bukankah Raja Agripa itu belakangan berkata kepada Festus, "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar" (26:32b)? Ya, Agripa memang membuat pernyataan itu, namun ia menyatakannya sudah agak beberapa lama kemudian (25:13, 14). Jika Paulus tidak mementahkan rencana gubernur itu dengan naik bandingnya, maka Lukas bisa jadi akan sedang membacakan berita kematian Paulus sebelum Agripa dan Bernike tiba di Kaisarea.43 Sekali lagi tangan pemeliharaan Allah bisa terlihat: Dengan naik banding kepada Kaisar, Paulus memiliki kesempatan untuk memberitakan injil kepada Raja Agripa (9:15; 26:1). Dengan naik banding kepada Kaisar, Paulus tetap di bawah perlindungan Romawi sampai dengan aman ia ke luar dari negeri itu (lihat 24:21). Dengan naik banding kepada Kaisar, Paulus belakangan bisa memperluas pengaruh injil ke dalam istana Kaisar (Kisah 9:15; Filipi 4:22). Dengan naik banding kepada Kaisar, Paulus bahkan harus menginjili Nero (Kisah 27:24). Bahkan mungkin yang "mendorong" Paulus untuk naik banding kepada Kaisar adalah Allah (28:19), sehingga di hadapan pengadilan kekaisaran itu Paulus bisa mengetengahkan kasus untuk mensahkan agama Kristen. Allah Melindungi Kita Kisah ini memiliki banyak pelajaran bagi kita, namun satu yang saya mau tekankan adalah cara Allah yang menakjubkan dalam melindungi orang-orang kudus-Nya. Sebelumnya, saya mengacu kepada 1Korintus 10:13. Seluruh nas itu terbaca sebagai berikut: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Dalam ayat ini Paulus banyak berkata tentang pelbagai pencobaan-"ujian. Kesusahan menimpa setiap orang; tidak seorangpun yang lolos. Pelbagai kesusahan yang kita miliki tidaklah unik; di masa lalu orang lain pernah mengalami persoalan yang sama. Yang paling penting, bila pencobaan datang, orang Kristen boleh yakin bahwa Allah memegang kendali! Kita sudah melihat buktinya berkali-kali di dalam pelbagai kajian kita; perhatian pemeliharaan Allah terhadap Paulus tidak bisa disangkal. Kita sudah menyaksikan "belenggu penjara, ketamakan, motif jahat politik dan kebencian ... dipakai Allah untuk menggenapi tujuan agungnya di antara mereka yang ... cocok dengan pelbagai rencana-Nya oleh iman."45 Paulus memberikan dua janji mengenai pencobaan dalam 1Korintus 10:13: Pertama, Allah tidak hanya mengizinkan terjadinya pelbagai pencobaan; Ia juga membatasi pencobaan-pencobaan itu: 46"Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." Allah mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda, dan Ia "tidak akan mengizinkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu" (New Century Version). Pernahkah Anda mendengar seorang Kristen berusaha membenarkan dosanya dengan berkata, "Saya benar-benar sudah tidak bisa menanggungnya lagi"? Pernyataan seperti itu mencerminkan keimanan yang tipis kepada Allah! Jika bagi orang itu sudah menjadi mustahil untuk "menanggungnya lagi," artinya Allah mengizinkan dia untuk diuji di luar kemampuannya-"dan Allah tidak setia! Yang benar adalah jika kita tidak bisa "menanggungnya lagi," sebabnya karena kita tidak mau "menanggungnya lagi," bukan karena kita tidak bisa "menanggungnya lagi"! Paulus telah mengalami lebih banyak kesengsaraan dibandingkan kebanyakan dari kita yang pernah mengalaminya, namun ia tidak mengeluh, "Tuhan, Engkau telah memberiku pencobaan yang jauh dapat aku tanggung!" Janji yang kedua dengan hidupnya digambarkan di pasal 25: Allah bukan hanya memberi batasan pada pelbagai persoalan kita; Ia juga menyediakan sarana untuk mengatasi persoalan-persoalan itu: "Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kata Yunani yang diterjemahkan "jalan ke luar" secara harfiah bermakna "jalan menuju ke luar." Istilah ini dipakai oleh para prajurit abad pertama untuk memberitahukan bahwa mereka sedang dikepung (dengan kekalahan yang tak bisa dihindari), ketika tiba-tiba terbuka sebuah celah di dalam barisan musuh, dan mereka bisa meloloskan diri! Sifat dari "jalan ke luar" itu tergantung pada tiga faktor. Pertama adalah sifat persoalannya. Sarana untuk jalan ke luar terkait dengan sifat persoalannya. Sarana untuk jalan ke luar terkait dengan persoalan yang kita hadapi. "Jalan ke luar" Paulus dari persekongkolan pembunuhan di Yerusalem adalah dengan melaporkan persekongkolan itu kepada kepala pasukan Romawi yang penuh perhatian. "Jalan ke luar" Paulus agar tidak dikirim balik ke Yerusalem adalah dengan naik banding kepada Kaisar. Kedua, Allah mengetahui daya tahan orang-orang yang memiliki persoalan itu. Allah menyesuaikan persoalan dan pemecahannya agar cocok untuk kita.47 "Jalan ke luar" Paulus tidak akan tersedia untuk saya; ia adalah warganegara Romawi, sedangkan saya bukan. Ketiga, "jalan ke luar" tergantung pada pelbagai rencana dan tujuan Allah terhadap orang yang sedang menghadapi persoalan itu. KJV menulis "satu jalan ke luar," namun NASB dengan lebih tepat menulis "satu-satunya jalan ke luar itu"-"dengan kata lain, jalan ke luar yang sesuai dengan pola Allah. Ketika kita dibanjiri persoalan, kita bisa saja tidak mengenali "jalan ke luar" dari Allah. Seringkali, jalan itu bukanlah jalan yang akan sudah kita tempuh, bukan jalan yang kita inginkan. Di Kaisarea, "jalan ke luar" dari Allah bagi Paulus bukanlah yang Paulus inginkan; ia ingin pergi ke Roma sebagai orang yang bebas, bukan sebagai seorang tawanan. Namun begitu, naik banding kepada Kaisar adalah "jalan ke luar" dari Allah, terlepas itu pilihan pertama Paulus atau bukan. Meskipun begitu, ketika kita dibebani dengan pelbagai pencobaan, kita akan lebih suka "jalan ke luar" dari Allah itu mencakup juga pelenyapan pelbagai pencobaan itu. Namun begitu, bisa jadi Allah mengizinkan pelbagai pencobaan itu terjadi dengan maksud untuk membuat kita menjadi orang yang lebih baik (Yakobus 1:2-4). Dalam kasus itu, "jalan ke luar-Nya" itu akan termasuk juga belajar hidup dengan pelbagai persoalan kita dan lebih bersandar kepada-Nya untuk kekuatan kita! Ukirlah dua kebenaran itu dalam pikiran Anda; lalu ketika kesengsaraan menghadang Anda, Anda akan siap: (1) Selalu tersedia sebuah jalan ke luar-"jika kita benar-benar mau mencarinya. Allah telah berjanji bahwa jalan itu akan tersedia! Ia memelihara Paulus; Ia juga akan memelihara kita! (2) Kemenangan selalu mungkin-"jika kita benar-benar mau menyatakannya. Allah tidak memaksa kita untuk melewati jalan ke luar yang sudah terbuka. Terserah kita untuk memanfaatkannya. Jika kita mengizinkan Allah bekerja dalam hidup kita melalui kerendahan hati berserah kepada kehendak-Nya, maka pelbagai pencobaan tidak pernah bisa mengalahkan kita!
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 28 Januari 2024 - Waspadalah Terhadap Persepakatan Gelap - 2 Samuel 15:1-12 Sebelum: RHK GMIM Jumat, 26 Januari 2024 - Beranilah Berjuang Untuk Kebenaran - Kisah Para Rasul 25:11 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,